Anda di halaman 1dari 11

MUR DAN BAUT

CARA PEMBUATAN MUR DAN BAUT Membuat mur: Membentuk bahan menjadi segi enam dengan cara dikikir. Setelah mencapai ukuran yang ditentukan, benda kerja ditempel kertas ukuran segi enam yang sudah dipersiapkan, kertas yang sudah digunting ditempel pada kedua ujung silinder. Jepit benda oleh ragum lalu dikikir pada setiap sisi darisilinder tersebut dengan mengikuti alur pada kertas yang berbentuk segi enam. Kikir terus sampai berbentuk segi enam. Pada saat pengikiran lakukan dengan sangat hati hati, usahakan pada saat pengikiran antara sisi yang satu dengan sisi yang lain sama luas permukaannya. Membuat tanda pada benda kerja yang akan dilubangi(mur), biasanya dengan menggunakan punch. Memilih jenis mata bor yang akan digunakan Memasang mata bor pada mesin bor denmengencangkannya dengan bantuan kunci gear Membor dengan perlahan-lahan dan jangan dipaksakan karena akan merusak mata bor. Setelah benda kerja sesuai dengan bentuk yang diinginkan, maka bendakerja diletakan pada mesin bubut untuk dilakukan pengeboran pada benda kerja.Benda kerja (mur) di bor dengan bor ukuran 9,5 mm, mur di bor sampai tembuske sisi sebelahnya. Selama proses membor sekali-kali dilakukan pemberian pendingin (cooler) pada mata bor untuk menjaga supaya mata bor tidak cepat rusak Lakukan proses pengeboran dengan hati-hati dan utamakan keselamatan kerja. Mur yang telah dibor, diambil dan dipindahkan ke ragum untuk ditap dengan ukuran tap 9,5 mm. Posisi pada saatpeletakan pada ragum di usahakan vertikal dengan lubang yang akan ditap, padasaat melakukan pengencangan benda kerja diragum jangan terlalu kencang, halini dapat mengakibatkan kerusakan benda kerja. Lakukan pengetapan secarabertahap agar hasil akhir yang diperoleh baik. Pengetapan dilakukan terus sampaitembus pada satu sisinya.

Membuat baut: Membubut bagian yang akan disnai sesuai ukuran pada gambar. Benda kerja hasil pemotongan dibubut dengan menggunakan mesin bubutsampai mencapai diameter 9,8 mm. Pembubutan dilakukan secara bertahap agar benda kerja tidak mengalami kerusakan (patah) dan juga tidak merusak matapisau bubut. Pada proses ini dibutuhkan air pendingin (cooler ) agar suhu bendakerja dan mata pisau tidak terlalu tinggi. Bubut sampai batas ukuran diameter 9,8cm dengan batasan panjang yang dibubut yaitu 8,5 cm. Membentuk kepala baut menjadi segi enam dengan cara dikikir Setelah mencapai ukuran yang ditentukan, kepala baut ditempel kertasukuran segi enam yang sudah dipersiapkan. Jepit benda oleh ragum lalu dikikir pada setiap sisi dari silinder kepala baut tersebut dengan mengikuti alur padakertas yang berbentuk segi enam. Kikir terus sampai berbentuk segi enam. Padasaat pengikiran lakukan dengan sangat hati hati, usahakan pada saat pengikiranantara sisi yang satu dengan sisi yang lain sama luas permukaannya. Menyenai ulir luar pada porosd. Selama proses senai harus selalu diberi pelumas. Benda kerja dijepit dengan ragum. Jikasudah diatur posisinya maka ujung benda kerja (yang permukaan yang dibubut) disnai (di buat alur) sampai panjang 4,5 cm. Lakukan penyenaian secara bertahap.

Proses finishing: membersihkan dan mengikir bagian permukaan yang masih tajam. Pemberian pelumas pada mur dan baut agar tidak mudah berkarat.

PENGGUNAAN MUR DAN BAUT Cara Menyetel Kopling Sepeda Motor

1. Kopling Otomatis Baut setelan kopling biasanya ada di bak kopling sebelah kanan. Tinggal siapkan kunci pas untuk mur pengunci baut dan obeng minus untuk baut penyetel. Langkah pertama, kendurkan mur pengunci pakai kunci pas. Setelah dikendurkan, tinggal putar baut penyetel.

Putar dengan arah berlawanan jarum jam, sampai terasa mentok. Lalu, putar pelan-pelan ke arah jarum jam. Standar secara umum saat menentukan putaran baut penyetel pada buku manual antara 1/4 dan 1/8 putaran. Berarti bermain di putaran 22,5 derajat sampai 11,25 derajat. Patokan ini diterapkan untuk menentukan jarak main tekanan stut ke pelat penekan. Yang penting adalah clearance antara stut dan pelat penekan, jika clearance-nya lebar respons menjadi agak lambat. Semakin sempit celah antara stut penonjok pressure plate, respons akan menjadi lebih cepat. Rasakan saat akan menjalankan motor, pindahkah persneling dengan menginjaknya, lalu dilepas. Setelah setelan sesuai dengan yang diinginkan, tinggal kencangkan. Tahan baut penyetel pakai obeng min dan kencangkan mur pengikat baut. 2. Kopling Manual Kopling manual harus selalu dikontrol setiap pemakaian 1.500 km untuk menjaga kondisi rangkaian komponennya, terutama kampas dan kabel kopling, apakah mereka bekerja ideal (gerakan buka-tutup kampas dan pelat bergerak bebas). Pengecekan jarak main kopling bermanfaat untuk memperpanjang umur pakai (life time) kampas dan kabel kopling. Aturan jarak main kopling standar pabrikan yang mengacu pada buku manual adalah antara 2-4 mm (diukur dari kerenggangan handle). Gunakan penggaris untuk mengukurnya. Cara menyetelnya, kendurkan mur pengunci, putar baut penyetelnya, putar ke arah jarum jam agar jarak main semakin sempit. Kalau digerakkan ke arah berlawanan, jarak main semakin lebar. Terus lanjutkan ke kabel kopling bawah. Kendurkan baut pengunci menggunakan kunci pas. Lalu, putar mur penyetel. Putarannya harus sesuai putaran di tuas kopling atas. Silakan kencangkan mur penyetel sambil menahan gerak mur pengunci. Jangan lupa, sebelum menyetel lumasi dulu kabel kopling dengan oli supaya tidak seret.

macam macam jenis baut dan mur

berikut ini jenis jenis baut yang sering digunakan, Baut Biasa

Baut ini paling banyak ditemukan. Harganya yang murah, mulai Rp 500 hingga Rp 3 ribu menjadikan baut jenis ini paling banyak diaplikasi. Warna kuning materialnya berasal dari besi biasa yang disepuh, otomatis kurang kuat menahan karat, jelas Suryanto yang membuka kios Central Baut Sejati di BSD Auto Part Blok C25, Serpong. Bentuk kepalanya bermacam-macam. Umum dijumpai berbentuk segi enam biasa, jenis lain menggunakan topi di kepala baut, ada juga yang menggunakan obeng min atau kembang untuk aplikasinya. Beragam perbedaan ini tergantung penempatannya. Karena terbuat dari besi biasa, untuk jangka waktu lama, baut ini harus diperiksa.

Baut Bumper

Bentuknya menyerupai baut pada umumnnya, hanya saja kepalanya bulat polos seperti jamur. Ukuran diameter juga tidak terlalu besar, mulai 6 mm hingga 14 mm. Dinamakan begitu karena biasa dipakai pada bagian bumper yang tidak sering dibongkar pasang, urai Acun, panggilan Suryanto. Otomatis material harus terbuat dari stainless agar daya tahannya lama. Di bagian leher, terdapat segi empat yang berfungsi sebagai pengunci. Jadi bagian mur yang berfungsi untuk mengencangkannya. Harganya mulai Rp 2 ribu hingga Rp 5 ribu. Dibuat seperti ini karena saat pemasangan hanya 1 sisi yang mampu dijangkau oleh kunci. Baut Flange

Material baut ini beragam, mulai dari besi biasa hingga baja hitam yang lebih awet. Terdapat topi di bagian leher yang berfungsi sebagai pengganti ring. Fungsi mirip dengan baut orisinal yang sudah terdapat ring, hanya saja penggunaannya lebih praktis.

Biasa digunakan untuk mengikat di beragam bagian, mulai dari komponen mesin hingga bodi agar lebih kuat, namun tetap terlihat rapi. Harga yang ditawarkan mulai Rp 2 ribu hingga Rp 10 ribu tergantung material pembuatnya dan ukuran. Baut L

Baut jenis ini jadi favorit karena bentuknya lebih simpel dan rapi. Juga meningkatkan eksklusivitas tunggangan. Banyak terpakai pada bagian bodi kendaraan dan aksesori, terutama mobil jip. Biasanya terdapat di over fender, aksesori yang terpasang hingga engsel pintu. Menggunakan baja sebagai bahan dasar, daya tahannya menjadi pertimbangan utama karena lebih tahan serangan karat. Sesuai namanya, menggunakan baut jenis ini harus menggunakan kunci L. Keuntungan lain memakai kunci L, mencegah tangan jahil yang berkeliaran. Harganya berkisar Rp 5 ribu hingga Rp 20 ribu.

Mur dan Baut Roda

Khusus untuk bagian roda, umumnya pabrikan mobil mengandalkan mur dengan grade 8.12. Artinya baut dan mur ini memiliki durabilitas mumpuni, kuat meski suhu mencapai di atas ambang normal. Kemudian perhatikan ulirnya. Umumnya jarak tiap ulir 1,25 mm, berfungsi agar lebih kuat menahan beban saat roda berputar. Harga dipatok sesuai dimensi baut dan mur. Untuk mobil-mobil Jepang, paling murah dibanderol Rp 15 ribu hingga Rp 30 ribu. Sementara buat besutan Eropa, harga termurah untuk baut roda ditawarkan sekitar Rp 30 ribuan. Pemasangannya perlu memperhatikan jenis mur bawaan pabriknya. Baut Orisinal

Dinamakan begitu karena sudah terpasang dari masing-masing pabrikan. Materialnya dari baja putih yang tahan karat. Sudah terdapat 2 buah ring untuk menjaga tingkat kekencangan. Ukurannya bervariasi menyesuaikan masing-masing pabrikan. Biasa terdapat di beberapa bagian mesin yang jarang dilepas pasang, contohnya pada setelan kekencangan alternator atau kompresor AC. Melihat fisiknya, tampak kualitas buatan dan material lebih halus dari baut biasa. Karena itu harga di pasaran lebih tinggi dibanding baut biasa. Berkisar Rp 2 ribu hingga Rp 7 ribu. Mur

Sebagai pasangan baut, mur mutlak tahu betul kapasitas baut. Artinya, berapa diameter dan jarak ulir baut, mur harus menyesuaikan diri. Mencegah ulir dol, saat dikencangkan tahap awal dengan tangan, mur harus mudah diputar, jelas Acun yang berdagang mur dan baut sejak 3 tahun lalu. Bentuknya berbeda-beda. Banyak tersedia mur biasa berbentuk segi enam, juga jenis lain dengan topi. Berfungsi agar kekencangan pengikatan lebih kuat. Khusus untuk mur tie-rod, bentuknya seperti bidak benteng catur. Gunanya untuk tempat spi pengunci.

Baut Mesin

Kondisi suhu tinggi pada komponen blok mesin, mengharuskan pemakaian baut dan mur sesuai kebutuhan. Sama halnya dengan mur roda, baut dan mur buat mengikat komponen blok mesin harus mengandalkan grade 8.12. Bahan material minimal menggunakan baja hitam. Memang ada yang mengaplikasi baut dengan grade lebih rendah, 8.8, hanya untuk beberapa mobil lawas macam Toyota Kijang Super. Bentuk ulir juga terlihat beda. Biasanya kepala menggunakan kunci L. Pada beberapa bagian mesin ada yang membutuhkan jenis baut tertentu. Bodi berbentuk polos di pangkal, serta ulir berada di bagian tengah sampai ujung baut. Kerapatan antar ulir biasanya berjarak 1,5 mm.