ANALISIS TENAGA KERJA LOKAL DI KOTA MANADO

2009

ANALISIS TENAGA KERJA LOKAL DI KOTA MANADO TAHUN 2009

Ukuran Buku : 21,59 cm x 27,94 cm Jumlah Halaman : 104 halaman Naskah : Carlos E. Siburian, SST Penyunting : Olden Lahamendu, SE, MSi Gambar dan Bagan : Carlos E. Siburian, SST Diterbitkan oleh: Bappeda Kota Manado Boleh dikutip dengan menyebut sumbernya dengan benar.

Keberhasilan penyusunan publikasi ini tidak terlepas dari dukungan banyak pihak. sistematis. REVIND F.KATA PENGANTAR Salam sejahtera. Semoga Tuhan Yang Maha Esa melimpahkan rahmatnya kepada kita semua. Untuk itu. LEWAN. kita memiliki petunjuk teknis dan informasi latar belakang bagi para pemantau kesejahteraan rakyat khususnya bidang ketenagakerjaan di Manado. Manado. U. dan semoga publikasi ini bermanfaat bagi banyak pihak. Penghargaan khusus diberikan kepada tim penyusun publikasi yang telah memberikan waktu. Saya menyambut dengan gembira penerbitan publikasi Analisis Tenaga Kerja Lokal di Kota Manado Tahun 2009. tenaga dan pikiran sepenuhnya dari awal kegiatan hingga selesainya laporan ini. terpadu dan pro kerakyatan. kepada semua pihak yang telah berperan dalam penyusunan publikasi ini diucapkan terima kasih. 19580512 198709 1 002 . mulai dari pengembangan identifikasi ketenagakerjaan lokal sampai analisis akhir dan penerapannya di dunia masyarakat. MSi NIP. September 2009 BADAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAERAH KOTA MANADO KEPALA Ir. karena hal ini merupakan hasil dari suatu usaha nyata yang bersifat luas dan menyeluruh untuk menyediakan data bagi perencanaan . Diharapkan semua instansi dapat memanfaatkan publikasi ini dalam penyusunan perencanaan yang baik. Dengan adanya publikasi ini. Oleh karena itu publikasi ini telah disusun sebaik mungkin sehingga dapat menguraikan sistem pemantauan secara rinci. menyeluruh. khususnya perusahaan-perusahaan yang bersedia dimintakan informasinya.

3. Kami juga berterimakasih kepada individu-individu berikut berserta perusahaan mereka yang memberikan izin bagi kami untuk mengajukan pertanyaan-pertanyaan sebagai bahan bagi publikasi ini: 1. 10. H. Wenang Cemerlang Press-Manado Post) Delfi Lasut SKM (RSU Pancaran Kasih) Jhoni Lieke (PT Manado Plaza – Plaza Hotel) Vitrina Rantung (PT. 29. 26. 4. Intertek Testing Service) Ronny Mangoot (PT. 24. 15.) Rio Fajar & Benny Guntoro (PT. 20. Gozali (Matahari Putra Prima Tbk) Ferdinand L (Multi Cipta Teknik) M. Store) Wempie Umboh (PT. 18. 23. SE. 9. Subhan (Kentucky Fried Chicken) Ko’ Leo (Leonard Bridal Salon) Vera Rambe (CV The CT Digital Printing) Nida (BNI Kantor Layanan Kanaka) Carol R. 21. 27. Store) Resna Ernawati (RSI Siti Maryam) Rut Alim (PT. 19. Rekan-rekan dan mitra kerja kami di BPS Kota Manado yang memiliki pengaruh dalam pemikiran kami. 13. 28. 25. Massie. 12. 7. 22. Anoa Citra Perkasa) Untung Sianturi (Koperasi Budi Luhur) Rachmat (PT. Nusantara Suryasakti) Heri Kapita (Hotel Panorama) Lieliong Phin (Restoran Mie Katan) Ely (CV Duo Maju Bersama) Setiawan (CV Suara Indah – Karaoke InulVista) Mohamad Salahudin (PT Catur Lestari – Rimo Dept. 2. Wene Walandow (Apotik “Anda”) Dicky Avandi (PT. 5. 14. 6.UCAPAN TERIMA KASIH: Publikasi ini bisa terlaksana berkat dukungan dari banyak orang. 8. 16. Taruna Intercontinental – Musicafe Rest. MSi (BNI 46 Cabang Manado) Ferdinan Benyamin Nelwan (Ol Navel Educate Teen) . Sari Melati Kencana – Pizza Hut Mega Mall) Tomy Waworundeng (PT. 11. Talkindo Selaksa Anugerah) Rusdi Ulao (Bakso Lapangan Tembak) Joko Pramono (Art and Digital Printing) M. D. Empat Saudara) dr. 17. Suparman (PT Barata – Roberta Dept.

Bethesda Indah – Minolta) Ir. Jenny Ch. . Dra. 42. Semoga kedepan kerjasama ini akan terus terbina dengan baik demi tujuan sebesar-besarnya untuk kesejahteraan bangsa. Missa Utara) Muhammad Dunggio (Bengkel Las Mutiara) Aswin Supit (SPBU Kombos) Mas Mulia Gusti SPd (SMP Muhammadiyah Manado) Arifin Maaku (Rumah Makan Asri Raja) dr. 37. 31. Lelet (Asuransi Bumi Asih) Sukriadi Kay (PT. 36. Jelly Lapian (UD Sumber Makmur) M. Bank Ekonomi Raharja Tbk) Piet Tumewu (PT. 41. 33. Gramedia) Haryanto Christian (PT. 35. Sucofindo) Kami memohon maaf jika terdapat kesalahan tulis baik dalam pencantuman nama dan gelar individu atau nama perusahaan. Faizal Nazar (PT. Frans Walangitan (Depot Air Minum) Lanny Moniaga (Mahakam Service) Dorce Turu (CV. 32.30. 40. 38. 34. 39.

.1. Pertumbuhan ekonomi dan ketenagakerjaan 2.2. Sasaran Pembangunan Global ……………… 2. Pekerja Sektor Informal ……………………….3 Hubungan pengangguran.2 1. Setengah Penganggur ………………………….1 1...1..………. 2.2.2 Beberapa Isu Ketenagakerjaan ……………………… 2.1.. 1 4 6 II Tinjauan Teori 2.1...1. Bekerja (Employed) ……………………………...5.. Signifikansi Masalah …………………………. Penganggur (Unemployed) ………………… 2...3. 2..4.DAFTAR ISI Kata Pengantar Ucapan Terima Kasih Daftar Isi Daftar Tabel Daftar Gambar I Pendahuluan 1. Tujuan dan Maksud …………………………………………. 2.1.2.2. 2..…………………………………………..1.3 Latar Belakang ..... ……. 2. Komposisi Penduduk Usia Kerja …………….……….………………………….2.1 Konsep Ketenagakerjaan …. 2. Sasaran ….………………………. jumlah penduduk. 7 7 8 11 13 15 17 17 19 23 24 .3.

..…..………. 47 54 54 58 60 61 63 64 69 70 71 .......5 3..….2 Gambaran Umum Kota Manado …….. Teori Jebakan Populasi Malthus ………………..…………………….3. Metode Analisis Data ……………………………. 4.. 4.3.6 Sumber Data …………………………………….. Komposisi Pegawai …………………………… 4. 4.. Teori Jumlah Penduduk Optimal …………… 2.…………. Indikator dan Lembar Wawancara …………..3..1 3. Formasi Jabatan Pegawai …………………..…... Lapangan Usaha dan Status Pekerjaan … 4.3 3. 4.…... Jalur Pencarian Kerja ………………………... Merancang Lembar Wawancara …….…...2.2 3.3..5. Jumlah Jam Kerja ……………………………...1.. 4... Wawancara dan Aliran Data …. Kualitas Tenaga Kerja Lokal ……………….2. Konsep dan Definisi ………….1.3..kesempatan kerja dan perekonomian 2.. 4.2. Lowongan Pekerjaan ……………………….2....….3.3.4. 24 26 III Metodologi Penelitian 3.1 4.... Gambaran Umum Ketenagakerjaan Kota Manado 4.3.. 28 29 32 32 34 46 IV Hasil dan Pembahasan 4.2.... Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja ……….3 Gambaran Ketenagakerjaan Lokal ………………..3.2.1.……………….4 3...

3.10. 72 73 74 75 76 77 78 V Penutup 80 Daftar Pustaka 88 Lampiran   .11.3.Pandangan Tenaga Kerja Lokal Manado terhadap sektor informal ……………………. Alasan Pegawai yang ingin bertahan di Perusahaan ……………………………………….3.Alasan berhenti pada pekerjaan sebelumnya 4.3. Lama Bekerja ………………………………….8.9. 4.3.. Niat Pegawai Lokal Untuk Bertahan Lama di Perusahaan ………………………………………… 4. 4.6.Pengalaman Kerja …………………………….3. 4..3. Kesempatan Promosi Karir ………………. 4.12.4.7.

2 PDRB Atas Dasar Harga Konstan (Tahun Dasar 2000) Menurut Lapangan Usaha di Kota Manado Tahun 20062008 (Juta Rupiah) 4. Tahun 1998.1 Judul Kriteria Pemilihan Indikator Jumlah Desa. dan Kepadatan Penduduk Menurut Kecamatan di Kota Manado Tahun 2008 4.6 Komposisi Penduduk Yang Bekerja Menurut Status Pekerjaan.5 Komposisi Penduduk Yang Bekerja Menurut Kelompok Lapangan Usaha.7 4. 1998-2008 4.3 Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja dan Tingkat Pengangguran Terbuka. Jumlah Penduduk. Tahun 1998.DAFTAR TABEL No 3.9 Lapangan Usaha Utama Menurut Asal Usul Tenaga Kerja 64 65 60 63 59 58 57 55 53 Hal 31 51 4. 2003.8 Persentase Penduduk Yang Bekerja Menurut Jam Kerja Distribusi Perusahaan Sampel Untuk Analisis Tenaga Kerja Lokal Kota Manado Tahun 2009 4. Jumlah Rumahtangga. 2003 dan 2008 4. dan 2008 4.1 4.10 Persentase Penilaian Pihak Perusahaan Terhadap Kualitas Tenaga Kerja Lokal Dibandingkan dengan Tenaga Kerja Pendatang .4 Tingkat Pengangguran Terbuka Menurut Pendidikan Tertinggi Yang Ditamatkan dan Jenis Kelamin Tahun 2008 4.

4.14 Persepsi Tenaga Kerja Formal Lokal terhadap Pekerjaan Informal 67 69 71 80   . Peluang.12 Komposisi Formasi Pegawai Berdasarkan Asal Usulnya dan Tingkat Jabatan 4.11 Pemetaan Kelebihan. Tantangan dan Kekurangan Tenaga Kerja Lokal Kota Manado 4.13 Preferensi Pengusaha/Manajerial Terhadap Perekrutan Tenaga Kerja 4.

2 4.1 3. 1961-2008 Akses Pegawai perusahaan masuk perusahaan sekarang Persentase Persepsi Pegawai Mengenai Keberadaan Kesempatan Promosi Oleh Perusahaan 4.1 4.6 4.4 3.3 Judul Definisi Pekerja Informal Pertumbuhan Ekonomi dan Pembangunan Manusia Hal 17 22 25 27 33 45 49 73 74 The Law of Diminishing Return Malthusian Population Trap Proses Pengembangan lembar wawancara Bagan Ketenagakerjaan Jumlah Penduduk Kota Manado.7 Persentase Pegawai Menurut Keberadaan Pengalaman Kerja Persentase Alasan Berhenti Pegawai pada pekerjaan Sebelumnya 78 79 .1 2.4 Persentase Pegawai Menurut Niatnya untuk bertahan lama Di Perusahaan 76 4.2 2.3 2.DAFTAR GAMBAR No 2.5 Persentase Alasan Pegawai Untuk Bertahan Lama di Perusahaan 77 4.2 4.

1 Latar Belakang Kota Manado merupakan kota berskala sedang menengah dengan jumlah penduduk pada tahun 2008 mencapai 434. yang terlibat secara aktif dalam kegiatan ekonomi hanya 64 % meningkat dari tahun sebelumnya sebesar 52%.BAB I PENDAHULUAN 1. Menurut penduduk usia kerja tersebut. Hal ini terlihat dari angka pengangguran pada tahun 2008 mencapai 15 %.91 %. Jumlah penduduk non pribumi (migrant) di Manado                                                               Menurut Made kembar Sri Budhi (2007). Dari jumlah penduduk tersebut.845 jiwa. terdapat 82. Salah satu faktor yang mempengaruhi pertumbuhan penduduk tersebut adalah faktor migrasi.  1 Analisis Tenaga Kerja Lokal Kota Manado Tahun 2009                                                            1  . suatu perekonomian dikatakan relatif stabil dari sudut  ketenagakerjaan apabila jumlah pengangguran tidak lebih dari 4 persen dari jumlah pencari kerja.67 % diantaranya merupakan penduduk usia kerja. Semakin tingginya partisipasi terhadap dunia kerja secara otomatis akan mempengaruhi juga tingginya permintaan akan lowongan kerja di Manado. Hal ini menurut Made Kembar Sri Budi (2007) menunjukkan bahwa perekonomian Kota Manado relatif belum stabil jika dilihat dari sisi ketenagakerjaan. 1 Pertumbuhan penduduk kota Manado periode 2000-2008 sebesar 1.

Bagi pendatang yang tidak terserap dalam dunia kerja formal biasanya akan putar haluan ke sektor Analisis Tenaga Kerja Lokal Kota Manado Tahun 2009                                                            2  . Pertambahan pendatang otomatis memiliki hubungan terhadap persaingan tenaga kerja. Pergeseran ini terjadi ketika pertumbuhan ekonomi membawa ketimpangan antara lapangan kerja yang tersedia dengan jumlah pencari kerja. Namun. Manado yang dulu dikenal sebagai daerah homogen kini menjadi heterogen. terutama di kawasan perdagangan dan pesisir. orang Manado bersaing dengan orang Jawa.pada tahun 2000 mencapai 41. Kehadiran pendatang dapat dipastikan menimbulkan perubahan konfigurasi demografik di Manado. Sumatera dan sebagainya untuk memperebutkan lapangan kerja. dari hubungan pertukaran menjadi relasi yang kompetitif. Mereka mampu bertahan dalam memenuhi kebutuhan hidupnya dan memiliki sikap kemandirian.43 %. Kehadiran pendatang juga menimbulkan pergeseran pola relasi pendatang-pribumi. Di beberapa sektor ekonomi. Tingginya proporsi pendatang ini secara langsung telah berdampak juga pada kehidupan sosial ekonomi dan struktur demografi di manado. sebagian besar sektor- sektor ekonomi menjadi arena kompetisi antara penduduk lokal dan pendatang. Dalam ruang ini. Tenaga kerja pendatang biasanya memiliki skill dan keterampilan yang memadai. kehadiran tenaga kerja pendatang memang menjadi komplementer (muncul exchange) karena kelangkaan tenaga kerja lokal yang masuk ke sektor ekonomi itu.

dan Sanger. penduduk lokal saat ini mulai memiliki tuntutan untuk lebih terlibat dalam kegiatan ekonomi di Manado. seperti PNS. Penduduk Manado lebih tertarik untuk pekerjaan yang bersifat administratif. Belakangan.informal. pedagang kaki lima dan pedagang keliling. Orang bangunan diidentikkan dengan orang Makasar. Apalagi sektor ini cenderung tidak diminati oleh penduduk pribumi. Contoh di dalam negeri adalah Jakarta. seperti bangunan. Jika tidak mendapat pekerjaan formal penduduk Manado cenderung memilih untuk tinggal di rumah. rumah makan kaki lima. Bali. penduduk lokal masih cenderung tersisih dalam hal kesempatan kerja. Jawa. dan Bandung. seperti: pedagang kaki lima. Pedagang kaki lima cenderung diidentikkan dengan orang Gorontalo. staf administrasi dan perbankan. Kenyataannya. Karena itu wajar maka angka pengangguran terus tumbuh naik. rumah makan. Contoh di luar Analisis Tenaga Kerja Lokal Kota Manado Tahun 2009                                                            3  . dan gerobak keliling. Rumah makan kaki lima diidentikkan dengan orang Jawa. Batam. Belum lagi ditambah kenyataan penduduk lokal kurang tertarik dalam sektor-sektor informal. permasalahan ini bukan hanya dialami oleh Kota Manado tetapi juga daerah-daerah lain baik dalam maupun luar negeri. Mereka mulai meningkatkan kualitas pendidikan dan keterampilan yang mereka miliki untuk mendapatkan pekerjaan. Sebenarnya.

4. Reaksinya pun bermacam-macam. mengapa faktor penyebab penduduk lokal kurang terserap? Perlu dikaji Mengapa perusahaan/pemodal lebih memilih pekerja pendatang? Dengan diketahuinya alasan-alasan tersebut maka diharapkan akan ada tindak lanjut dari pemerintah kota Manado guna menjadikan penduduk lokal lebih produktif dan berdaya saing. maka adanya analisis untuk tenaga kerja lokal di Manado dirasakan sangat mendesak. Singapura dan Tibet2. ada wacana untuk membentuk semacam Perda yang mengatur agar perusahaan wajib mempekerjakan tenaga lokal.  2 Analisis Tenaga Kerja Lokal Kota Manado Tahun 2009                                                            4  . Melihat dari kasus serupa di daerah lain. dilakukan pembatasan ijin Visa H1B3.negeri adalah Amerika Serikat.  3  Visa ini mengijinkan perusahaan Amerika mempekerjakan tenaga asing untuk sementara. Tujuan Dan Maksud Maksud dari kegiatan analisis tenaga kerja lokal ini adalah untuk mendapatkan gambaran mengenai tenaga kerja lokal dan menghasilkan suatu kesimpulan bagaimana meningkatkan partisipasi penduduk lokal dalam kegiatan perekonomian daerahnya sendiri.2. jika  kualifikasi yang diminta tidak dapat dipenuhi oleh orang Amerika. Di Amerika Serikat. penduduk lokal harus tersisih oleh etnis Han dari China yang menguasai semua sector  perekonomian. Sementara di Batam. Hasilnya diupayakan menjadi                                                               Di Tibet.

Penduduk lokal mampu terserap dalam dunia kerja. manajerial SDM dan pekerja.3 Sasaran Sasaran kegiatan ini adalah perusahaan/instansi yang mempekerjakan penduduk lokal dan penduduk pendatang. 3. Dengan tercapainya maksud dan tujuan tersebut manfaat (outcome) kegiatan yang diharapkan dapat diperoleh adalah: 1. 4. Disnaker. Responden adalah pihak Dengan demikian dapat diketahui apa saja Analisis Tenaga Kerja Lokal Kota Manado Tahun 2009                                                            5  . 2. Meningkatkan kesadaran masyarakat lokal agar tidak tersisih dalam kegiatan ekonomi di daerahnya sendiri. Mewujudkan komitmen pemerintah untuk memperhatikan tenaga kerja lokal. Kecamatan/Kelurahan) dapat memberikan bimbingan teknis/keterampilan bagi penduduk pribumi.masukan bagi pemerintah Manado dalam meningkatkan kontribusi tenaga kerja lokal. kegiatan analisis tenaga kerja lokal juga dilakukan dalam mencapai tujuan yaitu: 1. Stakeholders (Pemkot. 2. Mengetahui faktor-faktor yang menyebabkan rendahnya partisipasi tenaga kerja lokal dalam pasar tenaga kerja di Manado. Sementara itu.

yang mendasari pihak pemodal/perusahaan mempekerjakan penduduk lokal ataupun penduduk pendatang. Analisis Tenaga Kerja Lokal Kota Manado Tahun 2009                                                            6  .

mengurus rumahtangga dan lainnya (penduduk usia lanjut. Kelompok angkatan kerja terdiri mereka yang bekerja (employed) dan mereka tidak bekerja dan mencari pekerjaan (unemployed). Komponen bukan angkatan kerja lainnya adalah mereka yang sekolah.1. cacat. Konsep Ketenagakerjaan 2.1. Dengan azas ini seorang penduduk usia kerja hanya digolongkan dalam satu kategori dalam komposisi penduduk usia kerja itu.BAB II TINJAUAN TEORI 2.1. Pendekatan ini membagi habis penduduk usia kerja (working- age population) dalam dua kategori besar yaitu angkatan kerja (labor force) dan bukan angkatan kerja (not in labor force). Seseorang yang dikategorikan bekerja. Komposisi Penduduk Usia Kerja BPS menggunakan pendekatan angkatan kerja (labor force approach) dalam menentukan konsep atau definisi istilah-istilah ketenagakerjaan yang baku. Pendekatan angkatan kerja memiliki beberapa aturan dasar atau azas yang perlu diikuti secara ketat dan konsisten. misalnya. tidak dimasukkan dalam kategori lainnya Analisis Tenaga Kerja Lokal Kota Manado Tahun 2009                                                           7  . dsb). azas eksklusivitas. Pertama. Dalam kalimat terakhir kata sambung “dan” sangat penting karena mereka yang tidak bekerja tetapi juga tidak mencari pekerjaan digolongkan ke dalam bukan angkatan kerja.

Azas lainnya yang melekat dalam pendekatan angakatan kerja adalah bahwa dalam penentuan kategori ketenagakerjaan seorang didasarkan pada kegiatan sebenarnya dalam suatu rujukan periode waktu tertentu. Jika. seperti dianut oleh banyak negara. Seorang mahasiswa yang “nyambi” bekerja.2. 2. mengurus rumahtangga.seperti sekolah. Dengan azas ini urutan prioritas kategori ditentukan secara pasti yaitu bekerja. mencari pekerjaan.1. dan lainnya. Kedua. seorang ibu rumahtangga sebagian besar waktunya digunakan untuk mengurus rumahtangga tetapi dia secara aktual juga bekerja walaupun hanya satu jam. juga dikategorikan sebagai bekerja sekalipun sebagian besar waktunya digunakan untuk kuliah. sekolah. maka orang itu digolongkan sebagai penduduk bekerja. misalnya. sekalipun orang itu dalam kenyataannya bekerja tetapi juga sekolah. Bekerja (employed) Istilah bekerja dapat ditafsirkan secara berbeda sesuai dengan pemahaman atau persepsi responden atau bahkan pencacah (yang tidak menguasai konsep). Kasus pertama di pedesaan Bali bertemu dengan Analisis Tenaga Kerja Lokal Kota Manado Tahun 2009                                                           8  . Rujukan waktu tidak baku tetapi BPS. azas prioritas. menggunakan batasan seminggu terakhir sebagai rujukan waktu survei (survey reference period).

Ketika ditelusuri ternyata suaminya mengusahakan angkutan menggunakan truk-mini miliknya sendiri dan kegiatan itu merupakan sumber nafkah utama rumahtangganya. Ketika ditelusuri.seorang ibu yang melaporkan anaknya yang berumur 12 tahun bekerja. di kantor atau semacamnya (bekerja untuk orang atau pihak lain). pendapatan atau keuntungan. Definisi itu sebenarnya relatif sangat “longgar”: untuk dikategorikan sebagai bekerja seseorang cukup bekerja satu jam selama seminggu. paling tidak satu jam selama periode yang termasuk dalam rujukan survei (seminggu). memasak. yang dimaksudkan bekerja oleh ibu itu ternyata hanya mengurus rumahtangga (mengambil air. Dua kasus itu mengilustrasikan pentingnya pembakuan mengenai konsep/definisi yang tegas mengenai istilah bekerja. kelompok yang merupakan keprihatinan Analisis Tenaga Kerja Lokal Kota Manado Tahun 2009                                                           9  . Ketika ditanya kenapa istri itu mengganggap suaminya tidak bekerja dia “berargumen” bahwa bekerja itu bekerja di pabrik. Kasus kedua di daerah perkotaan Yogyakarta menemukan seorang istri yang melaporkan suaminya tidak bekerja. Kekuatan definisi itu terletak pada kemampuannya “menangkap” mereka yang sama sekali tidak bekerja (completely absent of work). Dalam hal ini BPS menggunakan konsep bekerja sesuai rekomendasi ILO yang pada dasarnya baku secara internasional. membersihkan rumah. BPS mendefinsikan bekerja sebagai kegiatan ekonomi yang dimaksudkan untuk memperoleh atau membantu memperoleh upah/gaji. dsb) di rumahnya sendiri.

bersifat membantu sesorang untuk memperoleh keuntungan ekonomis. seorang anak (10+) yang sekedar membantu ibunya di warung secara relatif tetap. Ada beberapa butir pemikiran yang perlu dicermati dalam definisi tersebut di atas: motivasi. bukan “biasanya” yang tidak jelas rujukan waktunya. seorang ibu rumahtangga yang biasanya hanya mengurus rumahtangga. tetapi bisa Motivasi ekonomi itu tidak perlu untuk dirinya sendiri. Untuk dikategorikan bekerja kegiatan seseorang harus memiliki motivasi ekonomis yaitu memperoleh upah/gaji atau keuntungan. tetapi Analisis Tenaga Kerja Lokal Kota Manado Tahun 2009                                                           10  . • Motivasi ekonomis. dikategorikan sebagai bekerja. atau seorang istri yang membantu suami di sawah. Penentuan kategori ketenagakerjaan didasarkan kegiatan aktual atau sebenarnya selama seminggu yang lalu. • Rujukan waktu. • Membantu. “membantu” dan rujukan waktu. bermotivasi selain Selain itu jelas pula bahwa kegiatan yang misalnya sekedar hobi. Jadi. Jadi.pada era resesi global (1930-an) ketika pendekatan angkatan kerja diperkenalkan. sejauh syarat lain dipenuhi. tidak ekonomis. bukan sekolah atau mengurus rumahtangga. termasuk kategori bekerja. keuntungan Karena motifnya tidak hanya upah/gaji tetapi juga maka istilah populer berusaha untuk memperoleh keuntungan jelas tergolong bekerja (lihat kasus ibu rumahtangga di perkotaan Yogyakarta).

Penganggur (unemployed) Penganggur didefinisikan sebagai penduduk usia kerja yang sama sekali tidak bekerja dan mencari pekerjaan. seseorang yang tidak bekerja dan tidak mencari pekerjaan karena alasan “ekonomis” (merasa tidak akan memperolehnya atau sudah memiliki pekerjaan/usaha tetapi belum mulai ) dikategorikan sebagai penganggur. sesuai dengan rekomendasi ILO bagi negara-negara yang masih bercorak agraris dan atau didominasi kegiatan sektor informal. Jadi. sebelumnya.1. termasuk yang “sementara tidak bekerja”. kata penghubung “dan” sangat Seperti disinggung menentukan dalam menentukan kategori ketenagakerjaan. Analisis Tenaga Kerja Lokal Kota Manado Tahun 2009                                                           11  . 2. seorang buruh tani yang dalam periode survei tidak bekerja dan tidak mencari pekerjaan karena mengetahui tidak ada pekerjaan yang tersedia. Sejak 2001. dikategorikan sebagai penganggur yang sebelumnya dianggap bukan angkatan kerja. mulai 2001. termasuk kategori bekerja. dapat dilihat pada Bab III.dalam kurun seminggu terakhir dia membantu memasak tetangganya yang “hajatan” tetapi dengan motivasi ekonomi (memperoleh upah). Penjelasan lengkap mengenai bekerja.3. Mulai 2001 BPS sedikit melonggarkan persyaratan mencari pekerjaan.

TPAK secara keseluruhan kurang bermakna (bahkan dapat menyesatkan) karena “pembilangnya” yang merupakan gabungan dari dua komponen yang saling bertentangan konotasi normatifnya. kategori penganggur bersama kategori Dua ketegori itu memiliki konotasi bekerja tergolong angkatan kerja. bagi negara-negara berkembang biasanya relatif rendah. normatif tetapi arahnya jelas berbeda: bekerja dinilai “baik”. kelompok usia muda (yang baru memasuki pasar kerja) dan terdidik (cenderung memilih pekerjaan).Penjelasan lebih lanjut mengenai penganggur dapat dilihat dalam bab III. angka penganggur terbuka. sedangkan penganggur dinilai “buruk”. angka yang tinggi dinilai “baik” jika diterapkan untuk bekerja tetapi sebaliknya “buruk” untuk penganggur. secara keseluruhan angka penganggur cenderung rendah dan relatif tidak banyak berubah sehingga kurang sensitif dan realistis sebagai indikator ketenagakerjaan. Sebagai catatan lain. proporsi angkatan kerja yang termasuk penganggur. Bagi negara berkembang yang masih bercorak agraris dan didominasi sektor Analisis Tenaga Kerja Lokal Kota Manado Tahun 2009                                                           12  . Hal ini terjadi karena di negara-negara itu seseorang prinsipnya tidak mampu menganggur untuk dapat hidup karena negara tidak mampu memberikan kompensasi bagi penganggur. tingkat partisipasi angkatan kerja (TPAK) yang merupakan salah satu indikator ketenagakerjaan yang populer perlu ditafsirkan secara hati-hati. Jadi. Implikasinya. Sebagai catatan tambahan. Angka penganggur tinggi biasanya hanya pada keluarga “mampu” secara ekonomis. Ini berarti.

Dalam kebanyakan literatur (termasuk yang dipublikasikan ILO) istilah setengah penganggur sebenarnya merujuk pada kategori pertama yaitu setengah penganggur terpaksa. membedakan keduanya adalah kegiatan mencari pekerjaan dan kesediaan bekerja. Mereka terdiri dari dua kategori: (a) setengah Yang penganggur terpaksa dan (2) setengah penganggur sukarela. yang terpaksa. Yang pertama. Istilah setengah penganggur (under employment). Hal ini juga tepat karena istilah untuk kategori kedua. tepatnya kurang dalam seminggu. 2. masih mencari pekerjaan atau bersedia menerima pekerjaan (tambahan). Analisis Tenaga Kerja Lokal Kota Manado Tahun 2009                                                           13  .informal. angka setengah penganggur tampaknya lebih sensitif dan realistis. sedangkan yang kedua (sukarela). tidak mencari pekerjaan atau tidak bersedia menerima pekerjaan. Setengah Penganggur Setengah penganggur didefinisikan sebagai penduduk yang termasuk kategori bekerja tetapi jam kerjanya di bawah normal. jika dilihat kaitannya dengan produktivitas tenaga kerja. sudah memiliki istilah sendiri yang lebih dapat diterima yaitu pekerja paruh waktu (part-time employment).4.1. setengah penganggur sukarela. tampaknya lebih tepat jika digunakan untuk kategori pertama sehingga kata “terpaksa” dalam istilah setengah penganggur terpaksa dapat diabaikan.

Andaikan dalam ruta pertama hanya kepalanya yang bekerja tetapi pendapatannya Rp 5.000. suatu variabel ekonomi yang menentukan taraf kesejahteraan rakyat atau (secara negatif) kemiskinan. “angka penganggur” nya mencapai 80%.500. angka penganggur-nya hanya 20%. Tetapi jika dilihat kemampuan daya beli. andaikan ada dua rumahtangga yang terdiri dari lima anggota yang semuanya dewasa (15+). Jika analisis terakhir adalah taraf kesra maka upah/gaji/pendapatan jelas lebih relevan.5 juta. Dilihat dari “nominal” ketenagakerjaan.Angka setengah penganggur biasa digunakan untuk mengukur produktivitas tenaga kerja. Dalam ruta kedua ada empat anggotanya yang bekerja tetapi total penghasilannya hanya Rp 3. ruta pertama dengan angka penganggur 80% jelas lebih rendah taraf kesranya dibandingkan dengan ruta kedua dengan angka penganggur 20%. Pada level rumahtangga. ruta pertama dengan total pendapatan Rp 5 juta jelas lebih sejahtera dibandingkan dengan ruta kedua dengan total pendapatan hanya Rp 3.. Hal ini terutama berlaku jika diingat bahwa upah/gaji/pendapatan merupakan sumber utama pendapatan/penghasilan rumahtangga.-/bulan.per bulan.000. Dengan demikian. Analisis Tenaga Kerja Lokal Kota Manado Tahun 2009                                                           14  . Ukuran produktivitas lainnya yang mungkin lebih sensitif dan realistis adalah upah/gaji/pendapatan.000. Sebagai ilustrasi.

jualan rokok di lampu merah. Masalahnya adalah konsep-konsep yang susah payah dibangun tidak diintegrasikan dalam survei reguler BPS sehingga datanya tersedia secara reguler.                                                              4  Pendekatan usaha (establishment approach) dapat secara langsung mendefinsikan kegiatan usaha informal dari sisi usaha tetapi biasanya relatif mahal. Pertanyaannya kemudian adalah apakah survei rumahtangga yang dilakukan BPS secara reguler dapat digunakan untuk menghitung pekerja sektor informal (dari sisi tenaga kerja)?4.1. Pekerja Sektor Informal Sebagai gambaran awal. Jawabannya adalah ya tetapi terbatas dan bersifat pendekatan: terbatas karena survei rumahtangga hanya melihat dari sisi tenaga kerja dan karena variabel yang bisa digunakan juga sangat terbatas. istilah sektor informal terkait dengan bentuk kegiatan usaha berskala kecil dilihat dari modal yang digunakan dan jumlah pekerja yang terlibat. jualan “jajanan” di pinggir jalan. Upaya untuk mengumpulkan informasi mengenai sektor informal sebenarnya sudah lama dirintis (sejak pertengahan 1980-an) tetapi tanpa hasil yang memuaskan. bersifat pendekatan (proxy) karena variabel yang tersedia dan relevan untuk informal juga sangat terbatas. Bentuk kegiatan itu jelas “mudah di masuki” (easy entry) tetapi juga mudah untuk keluar (ganti pekerjaan).2. jualan sayur-keliling. merupakan contoh-contoh khas kegiatan usaha informal. Kegiatan jualan bakso keliling.  Analisis Tenaga Kerja Lokal Kota Manado Tahun 2009                                                           15  .5.

pekerja dengan status pekerjaan lainnya dianggap pekerja informal. Secara umum hal ini tidak masalah tetapi untuk kasus seperti dokter atau pengacara yang berusaha sendiri atau dibantu pekerja tak dibayar dengan berjualan es. secara logis “tidak adil” karena mensejajarkan mereka dengan tukang baso keliling. Mereka yang bekerja yang berstatus buruh/karyawan atau pengusaha dengan buruh tetap dianggap sebagai pekerja sektor formal. selain status pekerjaan dalam mendefinsikan pekerja sektor informal (lihat Gambar 2. Tetapi pendekatan di atas (hanya menggunakan variabel status pekerjaan) sebenarnya mengandung kelemahan karena mereka yang berstatus usaha sendiri atau berusaha dibantu pekerja tak-dibayar secara serta merta dianggap sebagai pekerja sektor informal.1). misalnya. Penjelasan mengenai variabel status pekerjaan dan jabatan dapat dilihat di Bab III.Untuk mendefinsikan pekerja sektor informal dari Sakernas atau Susenas biasanya digunakan hanya variabel status pekerjaan. Atas dasar ini maka direkomendasikan untuk juga menggunakan variabel jabatan. sebaliknya. misalnya. Analisis Tenaga Kerja Lokal Kota Manado Tahun 2009                                                           16  .

2 Beberapa Isu Ketenagakerjaan. khususnya model pembangunan manusia (human development). Analisis Tenaga Kerja Lokal Kota Manado Tahun 2009                                                           17  .Stop Gambar 2. Bagian ini mendiskusikan secara singkat isu-isu ketenagakerjaan dalam konteks pembangunan.1 Definisi Pekerja Informal 2. serta menjelaskan bagaimana atau sejauh mana isu-isu ketenagakerjaan menjadi keprihatinan global.

Dalam kaitan ini peran pihak swasta tidak kalah pentingnya sebagaimana tercantum dalam laporan Bank Dunia (2004) sebagaimana dikutip agak panjang berikut ini5: Perusahaan dan wirausaha dari semua jenis.2.                                                               World Development Report 2005: A Better Investment Climate for Everyone. penciptaan Keputusan pekerjaan. Signifikansi Masalah Salah satu tantangan besar bangsa ini adalah menciptakan lapangan kerja atau usaha yang layak (decent work) bagi angkatan kerja yang besar dan cenderung terus meningkat karena perubahan struktur umur penduduk.2.memainkan peranan kunci dalam pertumbuhan investasi dan mereka pengentasan mendorong kemiskinan. dan peningkatan produktifitas kerja bagi mereka yang sudah bekerja sehingga memperoleh imbalan kerja yang memadai untuk dapat hidup secara layak (decent living). Tantangan itu jelas terlalu besar untuk dihadapi hanya oleh pihak pemerintah.1. serta dalam menciptakan iklim yang kondusif bagi investasi.worlbank. Tantangan itu mencakup dua aspek sekaligus: penciptaan lapangan kerja baru bagi angkatan kerja yang belum bekerja.dari usaha mikro sampai mancanegara. ketersediaan barang dan jasa bagi konsumen. http://publications.org/ecommerce/catalog/product?item_id=3043503  5 Analisis Tenaga Kerja Lokal Kota Manado Tahun 2009                                                           18  . Walaupun demikian. peran yang dimainkan pihak pemerintah dapat sangat menentukan melalui pembangunan yang secara sadar dan konsisten dirancang berbasis ketenagakerjaan.

strategi dalam membangun infrastuktur. Sumbangan mereka sebagian besar tergantung kepada cara pemerintah dalam menciptakan iklim investasi dalam setiap lokasi melalui proteksi hak milik. strategies for providing infrastructure. the availability of goods and services for consumers. education. regulation and taxation. and broader governance features such as corruption. Firms and entrepreneurs of all types -from micro-enterprises to multinationals. and other services. Their investment decisions drive job creation.play a central role in growth and poverty reduction. interventions in finance and labor markets. regulasi dan pajak. Their contribution depends largely on the way governments shape the investment climate in each location-through the protection of property rights. dan wajah pemerintah dalam arti luas termasuk korupsi. Analisis Tenaga Kerja Lokal Kota Manado Tahun 2009                                                           19  . pendidikan dan pelayanan lainnya.dan keuntungan pajak pemerintah dan dapat digunakan untuk membiayai kesehatan. intervensi dalam keuangan dan pasar kerja. and the tax revenues governments can draw on to fund health.

Bahkan dalam perspektif pembangunan manusia (human development) pertumbuhan ekonomi merupakan sarana utama (principal means) bagi pembangunan manusia untuk dapat berlangsung secara berkesinambungan. Walaupun demikian tidak berarti bahwa pertumbuhan ekonomi merupakan syarat yang cukup bagi pembangunan manusia. tanpa harus diikuti penciptaan tenaga kerja yang memadai. memfokuskan pada sektorsektor ekonomi padat modal. Lapangan kerja yang diciptakan pada akhirnya akan Analisis Tenaga Kerja Lokal Kota Manado Tahun 2009                                                           20  . Antara keduanya tidak ada hubungan otomatis tetapi berlangsung melalui berbagai jalur antara lain yang penting ketenagakerjaan. Pertumbuhan Ekonomi dan Ketenagakerjaan Pembangunan berbasis ketenagakerjaan tidak dapat disederhanakan menjadi sekedar pertumbuhan ekonomi.2. misalnya. Artinya. pertumbuhan ekonomi akan dapat ditransformasikan menjadi peningkatan kapabilitas manusia jika pertumbuhan itu berdampak secara positif terhadap penciptaan lapangan kerja atau usaha. Pengalaman sepintas pembangunan bagaimana selama Orde Baru memberikan ilustrasi “mudahnya” memicu pertumbuhan melalui pendekatan itu.2. Pernyataan di atas sama sekali tidak mengimplikasikan bahwa pertumbuhan ekonomi tidak penting. Hal ini sejalan dengan banyak bukti empiris yang menunjukkan bahwa tidak ada suatu negara pun yang dapat membangun manusia secara berkesinambungan tanpa tingkat pertumbuhan ekonomi yang relatif tinggi. Pertumbuhan ekonomi yang cepat dapat saja dilakukan dengan.2.

Gambar itu secara jelas mengilustrasikan hubungan dua arah atau timbal balik antara pertumbuhahan ekonomi dan pembangunan manusia.2. Jalur ke bawah (paling kiri) mengilustrasikan bagaimana pertumbuhan ekonomi dapat berpengaruh terhadap struktur dan kualitas tenaga kerja dan barang dan jasa yang diproduksi masyarakat.meningkatkan pendapatan rumahtangga yang memungkinkannya “membiayai” peningkatan kualitas manusia anggotanya. Analisis Tenaga Kerja Lokal Kota Manado Tahun 2009                                                           21  . pembangunan manusia dan ketenagakerjaan serta faktor-faktor lainnya diilustrasikan dalam skema yang dipopulerkan oleh UNDP (1996) sebagaimana tampak dalam Gambar 2. Arah ke atas menjelaskan bagaimana pertumbuhan ekonomi (diharapkan dapat) mempengaruhi besar dan pola pengeluaran rumahtangga (jalur paling kanan) dan pemerintah (jalur tengah) sebelum berdampak terhadap status pembangunan manusia. Kualitas manusia yang meningkat pada sisi lain akan berdampak pada peningkatan kualitas tenaga kerja yang pada gilirannya akan mempengaruhi tingkat dan kualitas pertumbuhan ekonomi. Hubungan fungsional antara pertumbuhan ekonomi. Jalur paling kanan menjelaskan peranan krusial ketenagakerjaan untuk menjamin pertumbuhan ekonomi dapat ditransformasikan menjadi kenaikan pendapatan rumahtangga. Secara singkat dapat dikatakan bahwa pertumbuhan dapat (tetapi tidak bersifat otomatis) mempengaruhi ketenagakerjaan dari sisi permintaan (menciptakan lapangan kerja) dan sisi penawaran (meningkatkan kualitas tenaga kerja).

Technologi Komposisi dan Output Ekspor Kebijakan dan  Pengeluaran Pemerintah Distribusi Sumber Daya Pem. LSM.2:  Pertumbuhan Ekonomi dan  Pembangunan Manusia  Pembangunan  Manusia Reproduksi  Sosial Modal sosial. Manager. Wira Usaha Pengeluaran  Rumahtangga u/  Kebutuhan  Kegiatan dan pengeluaran  rumahtangga Anggaran u/ Bidang Sosial Prioritas Ketengakerjaan Produksi R&D. Ormas Kapabilitas Pekerja dan Petani. dan  Swasta Ketenagakerjaan Kelembagaan dan Governance Pertumbuhan Ekonomi  Saving Luar Negeri Modal  Kapital Sumber :UNDP 1996  Saving Domestik Analisis Tenaga Kerja Lokal Kota Manado Tahun 2009                                                           22  .Gambar 2.

Sasaran Pembangunan Global Mengenai dampak ketenagakerjaan terhadap pendapatan rumahtangga perlu catatan tambahan mengingat dampaknya yang luas terhadap taraf kesejahteraan atau. Implikasi logisnya jelas: upaya pengentasan kemiskinan yang merupakan keprihatinan nasional bahkan global (tercermin dari sasaran pertama dan utama Millenimum Development Goals. Dalam hal ini masalah ketenagakerjaan.2. sebagaimana disinggung sebelumnya. Pentingnya peranan ketenagakerjaan dalam upaya pengentasan kemiskinan digaris bawahi dalam suatu laporan akhir Analisis Tenaga Kerja Lokal Kota Manado Tahun 2009                                                           23  . MDG) mestinya harus ditempuh melalui upaya penyelesaian masalah ketenagakerjaan. paling tidak mengandung dua aspek pokok: penyediaan lapangan kerja/usaha dan peningkatan produktifitas tenaga kerja.3. Kemiskinan.2. secara negatif. terhadap kemiskinan. sejauh didefinisikan sebagai deprivasi ekonomi. Dengan demikian masalah ketenagakerjaan secara langsung berkaitan dengan masalah kemiskinan. sangat dipengaruhi oleh pendapatan rumahtangga karena hampir semua rumahtangga mengandalkan upah/gaji (bagi yang berstatus buruh/karyawan) atau keuntungan usaha (bagi yang berstatus berusaha).

berlakunya The Law of Diminishing Return (TLDR) menyebabkan                                                              Komisi itu adalah the World Commision on the Social Dimension of Globalization yang dibentuk 6 oleh ILO pada tahun 2002 dengan tugas memberikan respon terhadap kebutuhan masyarakat dalam menghadapi perubahan-perubahan tak terduga dari globalisasi. 2. Menurut teori ini.komisi yang dibentuk ILO yang berjudul A Fair Globalization: Creating Opportunities for All”6. Menarik pelajaran dari the World Summit for Social Dimension 1995.3 Hubungan Pengangguran. Kesempatan Kerja dan Perekonomian 2. kebijakankebijakan perdagangan. Jumlah Penduduk. mendiskusikan butir-butir kunci laporan komisi itu: memperkuat kembali komunitas dan pasar lokal. dia meminta komunitas interasional untuk menjadikan ketenagakerjaan sebagai suatu tujuan prioritas tinggi: ekonomi internasional. Samavia meringkaskan keinginan penduduk dalam ungkapan “Berikan saya kesempatan adil untuk memperoleh suatu pekerjaan yang layak” (“Give me a fair chance for a decent work”).3. dan memikirkan ulang “pemerintahan” global (global governance).1. Direktur Jendral ILO Juan Samavia. finansial dan ketenagakerjaan harus dinilai dari dampaknya terhadap ketenagakerjaan. membuat pekerjaan layak sebagai suatu sasaran global. menekankan “keadilan” (fairness). Dalam salah suatu seri kuliahnya pada 25 Juni 2004. Teori Jumlah Penduduk Optimal Teori ini sangat lama dikembangkan oleh kaum klasik. Analisis Tenaga Kerja Lokal Kota Manado Tahun 2009                                                           24  . Selain itu.

Fungsi produksi akan tercapai optimal jika jumlah tenaga kerja yang terlibat ialah sebesar L1 sehingga akan menghasilkan output sebesar Q1. Jika dipaksakan maka akan menurunkan tingkat perekonomian. maka Agar tercapai Q3 atau jumlah output akan berkurang menjadi Q2.3) Pada kurva TP1 menunjukkan hubungan antara jumlah tenaga kerja dengan tingkat output.tidak semua penduduk dapat dilibatkan dalam proses produksi (adanya penduduk tidak bekerja atau pengangguran). Sebaliknya. The Law of Diminishing Return Analisis Tenaga Kerja Lokal Kota Manado Tahun 2009                                                           25  . Total Produksi (Output) Q  TP2  Q1  Q2  TP1             L1 L2 Tenaga Kerja    Gambar 2.3. (Gambar 2. jika investasi fisik tidak dapat dilakukan dan produksi tetap dalam keadaan maksimum maka terjadi pengangguran sebesar L2-L1. Jika jumlah pekerja ditambah menjadi L2. peningkatan output maka harus dilakukan investasi fisik (barang modal) dan peningkatan SDM yang menunda terjadinya TLDR dan menggeser kurva menjadi TP2.

Para ahli ekonomi menyebut gagasan Malthus tersebut sebagai Jebakan Populasi Malthus (Malthus Population Trap) yang digambarkan pada gambar 2. dimana dalam Negara agraris produksi pangan merupakan pendapatan. 2. 2. maka pendapatan yang diterima masyarakat hanya berada pada tingkat subsisten (subsistence level of income) atau hanya cukup untuk mempertahankan hidup. 8.3. Analisis Tenaga Kerja Lokal Kota Manado Tahun 2009                                                           26  . Bahkan ada sebagian masyarakat yang tidak mendapatkan pendapatan dan dapat mempertahankan hidup mereka. Pada waktu yang bersamaan. Ia merumuskan sebuah konsep mengenai pertambahan hasil yang semakin berkurang (The Law of Diminishing Return). dst).2. maka kontribusi marjinalnya terhadap total produksi pangan akan semakin turun.4. Bahkan karena lahan yang dimiliki anggota masyarakat semakin lama semakin sempit. 16 dst) setiap 30 atau 40 tahun. Malthus menggambarkan suatu kecenderungan universal bahwa jumlah populasi di suatu Negara akan meningkat sangat cepat pada deret ukur atau tingkat geometrik (pelipatgandaan: 1. karena adanya proses pertambahan hasil yang semakin berkurang dari suatu faktor produksi yang jumlahnya tetap. kecuali jika hal tersebut diredam oleh bencana kelaparan. 4. 5.2. maka persediaan pangan meningkat menurut deret hitung atau tingkat aritmetik (1. 3. Teori Jebakan Populasi Malthus Thomas Malthus pada tahun 1798 mengajukan sebuah teori tentang hubungan antara pertumbuhan penduduk dan pembangunan ekonomi. 4. Jika hal tersebut terus terjadi.

4. pertambahan penduduk melebihi peningkatan total pendapatan. Malthusian Population Trap Aspek berikutnya dari teori Malthus mencoba menjelaskan hubungan antara tingkat pendapatan agregat dan tingkat pendapatan per kapita. Jika pendapatan dari agregat suatu Negara meningkat. maka dengan sendirinya tingkat pendapatan per kapita akan menurun. maka Seandainya secara definitive pendapatan per kapita juga meningkat.  Persentase Tingkat Pertumbuhan 4  3  2  1  Tingkat Pertumbuhan  Pendapatan (ΔY/Y)  Tingkat Pertumbuhan  Populasi (ΔP/P)  Y1  Y2  Y3 Y4 Y5 Pendapatan per kapita (Y/P) Gambar  2. Peningkatan atas pendapatan agregat yang mendorong peningkatan atas tabungan dan investasi sesuai dengan teori Harrod Domar akan mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi sehingga pada gilirannya membuka kesempatan kerja (mengurangi pengangguran). Analisis Tenaga Kerja Lokal Kota Manado Tahun 2009                                                           27  .

Susenas terdiri dari 3 paket Analisis Tenaga Kerja Lokal Kota Manado Tahun 2009                                                            28  . Susenas merupakan survei yang dirancang untuk mengumpulkan data sosial kependudukan yang relative sangat luas. BPS secara berkala setiap tahun menyelenggarakan Susenas dan Sakernas. sedangkan modul Susenas mencakup pertanyaanpertanyaan yang lebih rinci dari salah satu aspek sosial ekonomi. Karena luasnya cakupan data yang harus dikumpulkan. Kor dikumpulkan setiap tahun terbatas pada pertanyaanpertanyaan pokok namun mencakup keseluruhan aspek sosial ekonomi. Data primer yang menjadi bahan utama dalam kajian ini bersumber dari hasil pencacahan Survei Analisis Tenaga Kerja Lokal Kota Manado Tahun 2009. mencakup keseluruhan aspek sosial dan ekonomi.BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Sumber Data Data yang digunakan adalah dalam penyusunan publikasi Analisis Tenaga Kerja Lokal Kota Manado ini mencakup dua jenis data. pertanyaanpertanyaan dalam Susenas dikelompokkan menjadi dua. Data sekunder yang menjadi bahan dalam kajian ini bersumber dari hasil pencacahan Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) 20012007 dan Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas) 2008. yaitu kor dan modul. yaitu data primer dan data sekunder (lainnya).

3. mengujinya berdasarkan kriteria tertentu termasuk lewat uji lapangan. serta menyederhanakannya menjadi daftar yang lebih pendek. dan penduduk yang pernah berhenti/pindah bekerja. Pengujian lapangan dilakukan untuk memastikan bahwa indikator memenuhi kriteria yang telah ditetapkan (lihat Tabel 3.modul. Secara khusus. untuk memperoleh informasi data jumlah penduduk yang bekerja. Pengembangan indikator dalam pemantauan ketenagakerjaan lokal di daerah dilakukan dengan cara mengumpulkan daftar calon indikator. Indikator merupakan elemen penting dalam kegiatan pemantauan. yaitu Modul Konsumsi/Pengeluaran. mudah dipahami. serta perkembangannya dari tingkat kabupaten/kota. Modul Kesehatan dan Perumahan serta Modul Sosial Budaya dan Pendidikan. Kualitas indikator akan menentukan kualitas pemantauan. provinsi. pengangguran.2 Indikator dan Lembar Wawancara Indikator ketenagakerjaan lokal mengungkapkan informasi tentang aspek ketenagakerjaan lokal tertentu yang mungkin berubah dari waktu ke waktu.1). Sakernas secara umum bertujuan untuk menyediakan data pokok ketenagakerjaan yang berkesinambungan setiap semesteran. maupun nasional. dan memang dapat menggambarkan kondisi tenaga kerja lokal sesuai Analisis Tenaga Kerja Lokal Kota Manado Tahun 2009                                                            29  .

Analisis Tenaga Kerja Lokal Kota Manado Tahun 2009                                                            30  .dengan pemahaman kebanyakan orang. Pengujian juga dilakukan untuk melihat korelasi antara kemungkinan kombinasi subset dan fulset calon indikator. pengujian lapangan mekanisme pemantauan yang direncanakan cukup sederhana sehingga dapat dilaksanakan oleh pihakpihak terkait dalam survei dengan mudah. atau yang memiliki tingkat korelasi paling tinggi. Daftar yang panjang memang dapat memberikan informasi yang lebih lengkap. Subset yang dipilih adalah yang paling dapat mengarah pada kesimpulan yang paling mendekati kesimpulan yang dihasilkan oleh fulset. sehingga (sedikit) indikator yang terpilih tetap berada pada kategori yang berlainan. tetapi akan menyulitkan dalam proses wawancara dan analisis data. Penyederhanaan dilakukan dengan mengurangi jumlah indikator yang saling berhubungan (berkorelasi) kuat satu sama lain. dilakukan untuk mengetahui apakah Selain itu. Oleh karena itu penyederhanaan perlu dilakukan.

Misalnya. Indikator mencerminkan istilah serta tatanan politik. serta persepsi masyarakat tentang kemiskinan. Hal.Tabel 3. Cocok dengan skala waktu Indikator dapat diukur dalam rentang waktu yang tepat. Mengkaji Kemiskinan dan Kesejahteraan Rumahtangga …. dan alam setempat. Misalnya. dampak SMP yang dibangun tahun ini tidak dapat diukur tahun ini juga. Hasilnya dapat dipercaya.                                                              7  Cahyat. Setelah melewati uji coba. akan diperoleh daftar pendek indikator. jumlah parabola merupakan indikator yang baik. sosial. ekonomi. dan ikan lebih mudah daripada mengukur asupan kalori harian. Dapat diukur Sesuai dengan kondisi setempat Dapat diukur menggunakan metode tertentu. Daftar pendek inilah yang dijadikan daftar indikator resmi. daging. Ade et al.1 Kriteria Pemilihan Indikator Kriteria (1) Sederhana 7 Catatan (2) Mudah diterapkan dan dimengerti. lantai tanah tidak cocok untuk menilai kondisi rumah di daerah luar Jawa (mis: Kutai Barat). karena dapat diamati langsung oleh pendata. Misalnya mengukur konsumsi telur. Tepat dan Dapat Diandalkan Metode akan menghasilkan hasil yang sama sekalipun dinilai oleh penilai lain. Misalnya.  Analisis Tenaga Kerja Lokal Kota Manado Tahun 2009                                                            31  . 2007. karena lantai rumah penduduk paling miskin sekalipun terbuat dari kayu. 5.

Setiap jawaban diberi nilai atau bobot yang mencerminkan kondisi miskin atau kritis. Analisis Tenaga Kerja Lokal Kota Manado Tahun 2009                                                            32  . (2) kemampuan komunikasi.1). 3. dan (3) netralitas dalam masyarakat. Proses ini dilanjutkan sampai lembar wawancara selesai (lihat Gambar 3. Petugas pendataan perusahaan akan diutamakan dipilih dari para koordinator statistik kecamatan dan mitra statistik di Manado yang berpengalaman dalam pengumpulan data. dan kondisi makmur atau sejahtera. berdasarkan makna dari indikatorindikator ini.4 Wawancara dan Aliran Data Wawancara merupakan tugas petugas pendataan. Satu orang pendata akan ditugaskan untuk setiap perusahaan (dengan jumlah responden sampai dengan ±4060 perusahaan). kondisi sedang (kadangkadang dihilangkan).3 Merancang Lembar Wawancara Lembar wawancara dikembangkan dengan menggunakan daftar indikator. sehingga pertanyaannya sendiri tetap tertutup. Pertanyaan dirumuskan Untuk setiap pertanyaan disediakan pilihan jawaban. Setiap indikator diubah menjadi satu pertanyaan. Hal ini ditetapkan berdasarkan pengalaman dan pertimbangan: (1) tingkat pemahaman dan wawasan.3.

Proses pengembangan lembar wawancara Sebelum pendataan perusahaan dilakukan. petugas analisa.1. lembar wawancara yang sudah diisi disegel dan dikirim langsung ke petugas Analisis Tenaga Kerja Lokal Kota Manado Tahun 2009                                                            33  . Setelah pendata perusahaan selesai melakukan wawancara. Pertanyaan pada lembar wawancara rumah tangga ditanyakan kepada perusahaan. Pihakpihak yang terlibat dalam pengumpulan. dan petugas penyusunan publikasi. Pendata perusahaan yang sudah direkrut kemudian diundang untuk mengikuti pelatihan pendataan. pengolahan dan analisis data adalah: petugas pendataan. petugas pemeriksa. Pengukuran indikator dilakukan melalui wawancara berdasarkan pertanyaan pada lembar wawancara yang telah disiapkan seperti telah dijelaskan sebelumnya. pengukuran.Gambar 3. pendata perusahaan direkrut berdasarkan prosedur yang sudah ditentukan.

Tim Analisis akan memasukkan data dari lembar wawancara yang telah terisi ke dalam komputer. Tim Analisis bertugas memberikan bimbingan kepada petugaspetugas ini dan secara reguler melaksanakan pemeriksaan kualitas untuk memastikan bahwa data yang dimasukkan sama persis dengan apa yang ada di lembar wawancara yang telah terisi tadi. petugas pemeriksa membawa lembar wawancara terisi ini kepada Tim Analisis. Setelah seluruh lembar wawancara dari seluruh perusahaan terkumpul.   3.pemeriksa. Petugas pemeriksa selanjutnya memeriksa lembar wawancara yang masuk untuk memastikan: • • Pemilihan responden sudah dilakukan sesuai prosedur Tidak ada satu pun pertanyaan yang kosong tanpa jawaban. kecuali untuk konsep pengangguran terbuka dan status pekerjaan. Dengan demikian data sudah siap untuk dianalisis. Setelah pemasukan (entry) data selesai. Analisis Tenaga Kerja Lokal Kota Manado Tahun 2009                                                            34  . tugas Tim Analisis selanjutnya adalah melakukan kompilasi seluruh file yang terpisah di seluruh komputer agar menjadi satu file.5 Konsep dan Definisi Konsep dan definisi yang digunakan dalam pengumpulan data ketenagakerjaan oleh Badan Pusat Statistik tidak pernah berubah sejak tahun 1976.

mulai tahun 2001 mengalami perluasan. Konsep dan definisi yang digunakan adalah: 1. Konsep Angkatan Kerja Konsep angkatan kerja yang digunakan oleh Badan Pusat Statistik dalam pengumpulan data ketenagakerjaan adalah The Labor Force Concept yang disarankan oleh International Labor Organization (ILO). Konsep ini membagi penduduk menjadi dua kelompok, yaitu penduduk usia kerja dan penduduk bukan usia kerja. Selanjutnya, penduduk usia kerja dibedakan pula menjadi dua kelompok berdasarkan kegiatan utama yang sedang dilakukannya. Kelompok tersebut adalah Angkatan Kerja dan Bukan Angkatan Kerja. Definisi yang berkaitan dengan penerapan konsep tersebut di Indonesia dijelaskan dalam uraian berikutnya. 2. Penduduk usia kerja adalah penduduk berumur 15 tahun dan lebih. 3. Penduduk yang termasuk angkatan kerja adalah penduduk usia kerja (15 tahun dan lebih) yang bekerja, atau punya pekerjaan namun sementara tidak bekerja dan yang sedang mencari pekerjaan. 4. Penduduk yang termasuk bukan angkatan kerja adalah penduduk usia kerja (15 tahun dan lebih) yang masih sekolah, mengurus rumah tangga atau melaksanakan kegiatan lainnya.

Analisis Tenaga Kerja Lokal Kota Manado Tahun 2009                                                            35 

5. Bekerja adalah kegiatan ekonomi yang dilakukan oleh seseorang dengan maksud memperoleh atau membantu memperoleh pendapatan atau keuntungan, paling sedikit 1 jam (tidak terputus) dalam seminggu yang lalu. Kegiatan tersebut termasuk pula kegiatan pekerja tak dibayar yang membantu dalam suatu usaha/kegiatan ekonomi. 6. Punya pekerjaan tetapi sedang tidak bekerja adalah keadaan dari seseorang yang mempunyai pekerjaan tetapi selama seminggu yang lalu tidak bekerja karena berbagai sebab, seperti: sakit, cuti, menunggu panenan, mogok dan sebagainya, termasuk mereka yang sudah diterima bekerja tetapi selama seminggu yang lalu belum mulai bekerja. Mulai tahun 2001 ini, mereka yang sudah diterima bekerja tetapi selama seminggu yang lalu belum mulai bekerja dikategorikan sebagai

pengangguran (sesuai konsep ILO, hal. 97 “An ILO Manual on Concepts

and Methods”).
Contoh: a. Pegawai pemerintah/swasta yang sedang tidak masuk bekerja karena cuti, sakit, mogok, mangkir, mesin/peralatan perusahaan mengalami kerusakan, dan sebagainya. b. Petani yang mengusahakan tanah pertanian dan sedang tidak bekerja karena alasan sakit atau menunggu pekerjaan berikutnya (menunggu panenan atau menunggu hujan untuk menggarap sawah).

Analisis Tenaga Kerja Lokal Kota Manado Tahun 2009                                                            36 

c. Orangorang yang bekerja atas tanggungan/resikonya sendiri dalam suatu bidang keahlian, yang sedang tidak bekerja karena sakit, menunggu pesanan dan sebagainya. Misalnya: dalang, tukang cukur, tukang pijat dan sebagainya. 7. Penganggur terbuka, terdiri dari: a. Mereka yang mencari pekerjaan. b. Mereka yang mempersiapkan usaha. c. Mereka yang tidak mencari pekerjaan, karena merasa tidak mungkin mendapatkan pekerjaan. d. Mereka yang sudah punya pekerjaan, tetapi belum mulai bekerja. (lihat pada “An ILO Manual on Concepts and Methods”) Mencari pekerjaan adalah kegiatan seseorang yang tidak bekerja dan pada saat survei orang tersebut sedang mencari pekerjaan, seperti mereka : a. Yang belum pernah bekerja dan sedang berusaha mendapatkan pekerjaan. b. Yang sudah pernah bekerja, karena sesuatu hal berhenti atau diberhentikan dan sedang berusaha untuk mendapatkan pekerjaan.

Analisis Tenaga Kerja Lokal Kota Manado Tahun 2009                                                            37 

mengurus surat ijin usaha dan sebagainya. berniat. seperti: mengumpulkan modal atau perlengkapan/alat. dan baru mengikuti kursus/pelatihan dalam rangka membuka usaha. tidak dapat disebut sebagai penganggur terbuka. Mereka yang sedang bekerja atau yang sedang dibebas tugaskan.Usaha mencari pekerjaan ini tidak terbatas pada seminggu sebelum pencacahan. dan berusaha untuk mendapatkan pekerjaan. baik akan dipanggil kembali ataupun tidak. Mempersiapkan suatu usaha yang nantinya cenderung pada pekerjaan sebagai berusaha sendiri (own account worker) atau sebagai berusaha dibantu buruh tidak tetap/buruh tak dibayar atau sebagai berusaha dibantu buruh tetap/buruh dibayar. Mempersiapkan suatu usaha adalah suatu kegiatan yang dilakukan seseorang dalam rangka mempersiapkan suatu usaha/pekerjaan yang “baru”. mencari lokasi/tempat. Mempersiapkan yang dimaksud adalah apabila “tindakannya nyata”. Analisis Tenaga Kerja Lokal Kota Manado Tahun 2009                                                            38  . baik dengan atau tanpa mempekerjakan buruh/pekerja dibayar maupun tidak dibayar. yang bertujuan untuk memperoleh penghasilan/keuntungan atas resiko sendiri. telah/sedang dilakukan. jadi mereka yang sedang berusaha mendapatkan pekerjaan dan yang permohonannya telah dikirim lebih dari satu minggu yang lalu tetap dianggap sebagai mencari pekerjaan. Mempersiapkan usaha tidak termasuk yang baru merencanakan.

mulai dari pendidikan dasar sampai dengan pendidikan tinggi selama seminggu yang lalu sebelum pencacahan. dan masih mencari pekerjaan atau masih bersedia menerima pekerjaan. Termasuk pula kegiatan dari mereka yang sedang libur sekolah. Mengurus rumah tangga adalah kegiatan seseorang yang mengurus rumah tangga tanpa mendapatkan upah. 10. Setengah Penganggur Sukarela adalah mereka yang bekerja di bawah jam kerja normal (kurang dari 35 jam seminggu). misalnya: ibuibu rumah tangga Analisis Tenaga Kerja Lokal Kota Manado Tahun 2009                                                            39  . Setengah Penganggur terdiri dari: Setengah Penganggur Terpaksa adalah mereka yang bekerja di bawah jam kerja normal (kurang dari 35 jam seminggu). tetapi tidak mencari pekerjaan atau tidak bersedia menerima pekerjaan. Sekolah adalah kegiatan seseorang untuk bersekolah di sekolah formal. Setengah Penganggur adalah mereka yang bekerja di bawah jam kerja normal (kurang dari 35 jam seminggu). tetapi bisa dilakukan beberapa waktu yang lalu asalkan seminggu yang lalu masih berusaha untuk mempersiapkan suatu kegiatan usaha. 8. 9.Penjelasan : Kegiatan mempersiapkan suatu usaha/ pekerjaan tidak terbatas dalam jangka waktu seminggu yang lalu saja.

orangorang yang cacad jasmani (buta. Analisis Tenaga Kerja Lokal Kota Manado Tahun 2009                                                            40  . yakni mereka yang sudah pensiun. bisu dan sebagainya) yang tidak melakukan sesuatu pekerjaan. jumlah jam kerja dihitung mulai berangkat dari rumah sampai tiba kembali di rumah dikurangi waktu yang tidak merupakan jam kerja. 12. 13. Jumlah jam kerja seluruh pekerjaan adalah jumlah jam kerja yang dilakukan oleh seseorang (tidak termasuk jam kerja istirahat resmi dan jam kerja yang digunakan untuk hal-hal di luar pekerjaan) selama seminggu yang lalu. Bagi pedagang keliling. Sebaliknya pembantu rumah tangga yang mendapatkan upah walaupun pekerjaannya mengurus rumah tangga dianggap bekerja. 14. Pendidikan tertinggi yang ditamatkan adalah tingkat pendidikan yang dicapai seseorang setelah mengikuti pelajaran pada kelas tertinggi suatu tingkatan sekolah dengan mendapatkan tanda tamat (ijazah). Lapangan usaha adalah bidang kegiatan dari pekerjaan/usaha/ perusahaan/kantor tempat seseorang bekerja. seperti mampir ke rumah famili/kawan dan sebagainya.dan anaknya yang membantu mengurus rumah tangga. Kegiatan lainnya adalah kegiatan seseorang selain disebut di atas. 11.

serta tidak menggunakan pekerja dibayar maupun pekerja tak dibayar. Jenis pekerjaan/jabatan adalah macam pekerjaan yang dilakukan oleh seseorang/atau ditugaskan kepada seseorang yang sedang bekerja atau yang sementara tidak bekerja. pajak penghasilan dan sebagainya oleh perusahaan/kantor/majikan. termasuk yang sifat pekerjaannya memerlukan teknologi atau keahlian khusus. 16. Status pekerjaan adalah kedudukan seseorang dalam melakukan pekerjaan di suatu unit usaha/kegiatan. Berusaha sendiri. Jenis pekerjaan pada publikasi 2002 mengikuti KJI (Klasifikasi Jabatan Indonesia)1982.15. Upah/gaji bersih adalah penerimaan buruh/karyawan berupa uang atau barang yang dibayarkan perusahaan/kantor/majikan tersebut. 17. adalah bekerja atau berusaha dengan menanggung resiko secara ekonomis. Penerimaan bersih yang dimaksud tersebut adalah setelah dikurangi dengan potonganpotongan iuran wajib. yaitu dengan tidak kembalinya ongkos produksi yang telah dikeluarkan dalam rangka usahanya tersebut. Mulai tahun 2001 status pekerjaan dibedakan menjadi 7 kategori yaitu : a. Analisis Tenaga Kerja Lokal Kota Manado Tahun 2009                                                            41  . Penerimaan dalam bentuk barang dinilai dengan harga setempat.

adalah berusaha atas resiko sendiri dan mempekerjakan paling sedikit satu orang buruh/pekerja tetap yang dibayar. Pekerja bebas di pertanian. Apabila majikannya instansi/lembaga. Berusaha dibantu buruh tidak tetap/ buruh tak dibayar.b. adalah seseorang yang bekerja pada orang lain/ majikan/institusi yang tidak tetap (lebih dari 1 majikan dalam sebulan terakhir) di usaha pertanian baik berupa usaha rumah tangga maupun bukan usaha rumah tangga atas dasar balas jasa dengan menerima upah atau imbalan baik berupa uang maupun barang. boleh lebih dari satu. Seseorang dianggap memiliki majikan tetap jika memiliki 1 (satu) majikan (orang/rumah tangga) yang sama dalam sebulan terakhir. Berusaha dibantu buruh tetap/ buruh dibayar. Buruh/Karyawan/Pegawai. dan baik dengan sistem pembayaran harian maupun Analisis Tenaga Kerja Lokal Kota Manado Tahun 2009                                                            42  . d. e. dan menggunakan buruh/pekerja tak dibayar dan atau buruh/pekerja tidak tetap. adalah seseorang yang bekerja pada orang lain atau instansi/kantor/perusahaan secara tetap dengan menerima upah/gaji baik berupa uang maupun barang. c. Buruh yang tidak mempunyai majikan tetap. tetapi sebagai pekerja bebas. khusus pada sektor bangunan batasannya tiga bulan. adalah bekerja atau berusaha atas resiko sendiri. tidak digolongkan sebagai buruh/ karyawan.

kehutanan. pergudangan dan komunikasi. gas dan air. listrik. tanah dan jasa perusahaan. usaha persewaan bangunan. peternakan. di usaha non pertanian dengan menerima upah atau imbalan baik berupa uang maupun barang dan baik dengan sistem pembayaran harian maupun borongan. Usaha pertanian meliputi : pertanian tanaman pangan. termasuk juga jasa pertanian. pada tahun 2000 dan sebelumnya dikategorikan pada huruf d dan a (huruf e termasuk dalam d dan huruf f termasuk dalam a). f. Pekerja bebas di non pertanian adalah seseorang yang bekerja pada orang lain/ majikan/institusi yang tidak tetap (lebih dari 1 majikan dalam sebulan terakhir). perikanan dan perburuan. Huruf e dan f yang dikembangkan mulai pada publikasi 2001. asuransi. sektor perdagangan.borongan. sektor jasa kemasyarakatan. sektor keuangan. perkebunan. Analisis Tenaga Kerja Lokal Kota Manado Tahun 2009                                                            43  . sektor konstruksi/ bangunan. sosial dan perorangan. sektor angkutan. g. Usaha non pertanian meliputi : usaha di sektor pertambangan. Majikan adalah orang atau pihak yang memberikan pekerjaan dengan pembayaran yang disepakati. industri.

Anggota rumah tangga dari orang yang dibantunya. seperti famili yang membantu melayani penjualan di warung. seperti orang yang membantu menganyam topi pada industri rumah tangga tetangganya. Bukan anggota rumah tangga tetapi keluarga dari orang yang dibantunya. baik berupa uang maupun barang Pekerja tak dibayar tersebut dapat terdiri dari : 1. 2. 3. Pekerja tak dibayar adalah seseorang yang bekerja membantu orang lain yang berusaha dengan tidak mendapat upah/gaji. seperti istri yang membantu suaminya bekerja di sawah.h. Bukan anggota rumah tangga dan bukan keluarga dari orang yang dibantunya.   Analisis Tenaga Kerja Lokal Kota Manado Tahun 2009                                                            44  .

Penduduk Penduduk Usia Kerja  Penduduk Bukan  Usia Kerja  Angkatan Kerja  Bukan Angkatan Kerja  Sekolah Mengurus  Rumahtangga  Lainnya Bekerja  Mencari Kerja /  Menganggur  Bekerja Penuh  Setengah Penganggur Kentara Tidak Kentara Produktivitas Rendah Penghasilan Rendah  Gambar 3.2 Bagan Ketenagakerjaan Analisis Tenaga Kerja Lokal Kota Manado Tahun 2009                                                            45  .

Analisis deskriptif mudah dipahami semua pihak tanpa membedakan latar belakang pembaca.   Analisis Tenaga Kerja Lokal Kota Manado Tahun 2009                                                            46  . Selain itu juga disertakan analisis trend dalam upaya memperoleh gambaran secara rinci mengenai kecenderungan perkembangan tenaga kerja selama beberapa periode waktu.6 Metode Analisis Analisis deksriptif yang bersifat eksploratif walaupun data yang diperoleh sama cara menginterpretasikan data atau mengambil kesimpulan bisa berbeda. Analisis ini menggunakan penyajian data dalam bentuk tabel ulasan sederhana dan visualisasi berupa gambar/grafik untuk memudahkan pembaca dalam memahaminya.3.

30’ – 1[B1]0. Dalam perekonomian penduduk mempunyai fungsi ganda.26 km2. jika ia sebagai pengusaha atau pedagang. Analisis Tenaga Kerja Lokal Kota Manado Tahun 2009                                                            47  .40’ Lintang Utara dan 124040’ – 126[B2]0. dengan batas-batas administrasi sebelah utara dengan Kabupaten Minahasa. penduduk berada pada sisi permintaan dan sisi penawaran. atau jika ia semata-mata pekerja. sebelah Timur dengan Kabupaten Minahasa Utara. Dalam kontek pembangunan. Dalam konteks pasar. Sedangkan di sisi penawaran.50’ Bujur Timur. terdiri dari 9 kecamatan dan 87 kelurahan. Sebelah Selatan dengan Kabupaten Minahasa. ada pula yang menganggap penduduk sebagai pemacu pembangunan. Luas wilayah secara keseluruhan mencapai 157.BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN 4.1 Gambaran Umum Kota Manado Kota Manado merupakan ibukota dari provinsi Sulawesi Utara. penduduk adalah produsen. dan sebelah barat dengan Laut Sulawesi. pandangan terhadap penduduk terpecah menjadi dua. tenaga kerja. terletak diantara 10. Yaitu dalam konteks pasar dan pembangunan. yaitu ada yang menganggap penduduk sebagai penghambat pembangunan.

apakah penduduk merupakan pemacu atau penghambat pembangunan. Analisis Tenaga Kerja Lokal Kota Manado Tahun 2009                                                            48  . berkat adanya orang yang membeli dan mengkonsumsi barang yang dihasilkan. Dalam kalimat yang lugas dikatakan bahwa jumlah penduduk yang besar.Dalam literatur kuno. apalagi dalam jumlah yang besar dan pertumbuhan yang tinggi. bukan terletak pada besar atau kecil jumlahnya. akan tanggap hanya jika penduduk selaku produsen atau sumber daya manusia memiliki kapasitas produktif yang memadai dan efisien. begitu pula perekonomian secara keseluruhan. Konsumsi penduduk inilah yang menimbulkan permintaan Peningkatan konsumsi agregat memungkinkan usaha-usaha menjadi produktif dan berkembang. dinilai sebagai penambah beban pembangunan. Keberadaannya. pada umumnya penduduk dipandang sebagai penghambat pembangunan. Dari sisi konsumsi permintaan akan meningkat jika penduduk selaku konsumen mempunyai daya beli yang menjangkau. tetapi juga bergantung pada kapasitas penduduk baik selaku konsumen atau sumber permintaan maupun selaku produsen atau sumber penawaran. penawaran. Sedangkan dalam literatur modern penduduk dipandang Berlangsungnya kegiatan produksi ialah sebagai pemacu pembangunan. agregat. Dengan demikian. dapat memperkecil pendapatan perkapita dan masalah ketenagakerjaan. persoalannya. Sedangkan di sisi produksi.

(Gambar 4. yang merupakan Sensus Penduduk pertama dan dilakukan serentak di seluruh Indonesia.  1961 ‐ 2008 500.845 jiwa. Pada saat itu penduduk di Manado diperkirakan berjumlah 129.1  Jumlah Penduduk Kota Manado. Pada akhir milenium. apakah terlalu banyak atau terlalu sedikit yang dapat menghambat proses pembangunan. melainkan lain kependudukan dan karakteristik variabel-variabel penduduk. kepadatan dan pertumbuhan Analisis Tenaga Kerja Lokal Kota Manado Tahun 2009                                                            49  .000  200.845  370.000  300. Pada akhir tahun 2008 jumlah penduduk di Manado sudah mencapai 434.912  217.1) Gambar 4.943  320. terkait dengan Tekanannya bukan pada aspek jumlah.000  Jumlah Penduduk 400.000  ‐ 1961 1971 1980 1990 2000 2008 129. Misalnya sebaran.000  100.159  169.912 jiwa.502  Tahun Mengenai jumlah penduduk yang ideal tidak ada kepastian yang definitif.502 jiwa.600  434. berdasarkan hasil Sensus Penduduk 2000 diperkirakan penduduk Manado mencapai 370. komposisi.Catatan tentang jumlah penduduk di Manado pertama kali dilakukan pada tahun 1961.

33 orang per Ha. sedangkan yang paling jarang penduduknya yaitu Bunaken yaitu 4. Mapanget.685 didapatkan jumlah penduduk per rumah tangga sebesar 4.50. Dari tabel tersebut dapat diketahui bahwa kecamatan yang paling padat penduduk yaitu Kecamatan Singkil yaitu 152 jiwa per Ha.845 dan jumlah rumah tangga sebesar 96. dan jumlah penduduk per rumahtangga pada tahun 2008. jumlah penduduk. jumlah rumahtangga.24 orang per Ha. Sario. Secara rata-rata keseluruhan Manado. Wanea.penduduk.1. pendidikan dan ketenagakerjaan. Kota Manado secara administrasi terdiri dari 9 kecamatan yang meliputi: Kecamatan Malalayang. Wenang. Jumlah desa. dengan jumlah penduduk sebesar 434. Sedangkan karakteristik penduduk misalnya tingkat pendapatan. Jika dilihat menurut jumlah penduduk per rumahtangga di Manado. kesehatan.33. Kota Manado memiliki kepadatan penduduk sebesar 23. dan Bunaken. Hal ini berarti dari 10 rumah tangga diperkirakan terdapat 45 orang.72 – 5. Singkil. Tikala. Secara keseluruhan.1. seluruh kecamatan memiliki besaran yang relatif sama antara 3. Analisis Tenaga Kerja Lokal Kota Manado Tahun 2009                                                            50  . Tuminting. disajikan pada Tabel 4. berdasarkan tabel 4.

575 96. Lembaga Keuangan dan Jasa Perusahaan (9.69 4.896 50. Jumlah Rumah Tangga.42 4.400 48.23 persen).88 7.90 152.88 4.079 434.24 Kecamatan (1) Malalayang Sario Wanea Wenang Tikala Mapanget Singkil Tuminting Bunaken JUMLAH/ Total Desa (2) 9 7 9 12 12 11 9 10 8 87 Sumber: Manado Dalam Angka 2009 Jika ditinjau menurut lapangan usaha.636 14.568 14.947 9. dan Kepadatan Penduduk menurut Kecamatan di Kota Manado Tahun 2008 Rumah Tangga (3) 13.01 persen.845 Penduduk Per Rumah Tangga (5) 3.556 71. Selain sektor tersebut.718 58.47 145. Pertambangan dan Penggalian (9.685 Penduduk (4) 54.48 persen) mengalami Analisis Tenaga Kerja Lokal Kota Manado Tahun 2009                                                            51  .53 persen) dan sektor Bank.Tabel 4.1 Jumlah Desa. Restoran dan Hotel pada tahun 2008 sebesar 12.494 66. Jumlah Penduduk.536 42. maka pertumbuhan yang paling pesat terjadi pada sektor Perdagangan.93 5.105 11.98 3. Pertumbuhan ini dipicu oleh persiapan pemerintah dan masyarakat dalam menyambut even internasional pada tahun 2009 seperti WOC (World Ocean Conference).56 50.200 9.42 124.24 38.915 4.401 5.115 22.20 4. CTI (Coral Triangle Initiative) dan Sail Bunaken.338 13.50 Kepadatan Penduduk / Ha (6) 17.72 4.33 3.33 23.88 111.051 20.96 4. ada juga sektor Bangunan (10.45 4.

37%).pertumbuhan yang pesat. dengan subsektor Perdagangan Besar dan Eceran sebagai andalannya. Sementara sektor Pertambangan dan Penggalian (0. Analisis Tenaga Kerja Lokal Kota Manado Tahun 2009                                                            52  . Restoran dan Hotel yaitu sebesar 28. Pertumbuhan sektor tersebut merupakan akibat efek pengali dari persiapan even internasional WOC dan CTI yang saling berkaitan.1. (Tabel 4.64%) dan sektor Pertanian (2. Gas dan Air Bersih (0.2) Struktur perekonomian suatu wilayah menurut lapangan usaha.16%) memiliki kontribusi terkecil dengan capaian masing-masing tidak lebih dari 3 %.32 %) dan sektor Angkutan dan Komunikasi (17. Sektor-sektor yang disebutkan diatas memang sudah menjadi ciri khas dari pertumbuhan kota besar yang cenderung unggul dalam sektor tersier.09%). dapat ditunjukkan oleh kontribusinya terhadap total PDRB atas dasar harga berlaku. Tampak bahwa struktur perekonomian di Kota Manado masih didominasi oleh sektor Perdagangan. Posisi berikutnya diikuti oleh sektor Jasa-jasa (23.98%. Kontribusi masing-masing lapangan usaha terhadap PDRB atas dasar harga berlaku tahun 2008 disajikan pada Gambar 4. sektor Listrik.

226.149.400. Restoran dan Hotel Angkutan dan Komunikasi Keuangan.84 420.79 2008 (5) 89.439. 1996).298.571.99 2007 (4) 85. 7.413. Pertanian Pertambangan Penggalian Industri Pengolahan Listrik.64 1.42 297.41 1.874.10 Pembangunan ekonomi atau lebih tepatnya pertumbuhan ekonomi merupakan prasyarat bagi tercapainya pembangunan manusia.75 693.26 4.72 33.430.773. 6.86 4.08 705.595.66 1. Menurut United Nations Development Programe (UNDP.987.986.17 337. 2.193.612.65 650.130.97 30.32 4.68 4.32 5. Gas dan Air Bangunan Perdagangan.861.159. 9.2 PDRB Atas Dasar Harga Konstan (Tahun Dasar 2000) menurut Lapangan Usaha di Kota Manado Tahun 2006-2008 (Juta Rupiah) No (1) 1. 8. pembangunan ekonomi akan dapat ditingkatkan Melalui dan produktivitas pendapatan penduduk dengan penciptaan kesempatan kerja.61 4.040. 5. Persewaan dan Jasa Perusahaan Jasa-jasa Total Sumber: BPS Kota Manado   LAPANGAN USAHA (2) dan 2006 (3) 82.173.20 318.076.614. 3.69 743.659.73 876.30 803.977..69 504.969.42 460.047.86 911.381.593.Tabel 4.209.410.797.741. 4.27 959.287.046.00 29. hubungan antara Analisis Tenaga Kerja Lokal Kota Manado Tahun 2009                                                            53  .36 777.491.001.

Artinya.   4. pertumbuhan ekonomi Manado bergerak dari 4. dan di sisi lain pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan perlu dukungan ketersediaan SDM yang memadai.71 persen pada tahun 2008. Di satu sisi pembangunan manusia yang berkelanjutan perlu didukung oleh pertumbuhan ekonomi yang memadai. yakni mereka yang bekerja Analisis Tenaga Kerja Lokal Kota Manado Tahun 2009                                                            54  .77 persen pada tahun 2008.2) Selama enam tahun terakhir. Kenaikan pertumbuhan ekonomi tersebut dapat menjadi penyelamat pada periode yang sama dimana laju inflasi justru ikut bergerak naik dari 0. Pertumbuhan ekonomi Manado menunjukkan tren yang meningkat walaupun juga diiringi dengan pertumbuhan inflasi yang cenderung meningkat. (Gambar 4.2.2 Gambaran Umum Ketenagakerjaan Kota Manado 4.pertumbuhan ekonomi dan pembangunan manusia bersifat timbal balik.1. Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja Tingkat partisipasi angkatan kerja (TPAK) adalah proporsi penduduk usia kerja yang termasuk ke dalam angkatan kerja.91 persen pada tahun 2003 menjadi 8. pertumbuhan ekonomi mempengaruhi pembangunan manusia dan sebaliknya.69 persen pada tahun 2003 menjadi 9.

25 58.73 48.42 82.dan mencari pekerjaan.12 20.52 14.84 52. 2003.62 87.12 17. 1998-2008 Tingkat Tingkat Pengangguran Terbuka (3) 18.53 14.3 menyajikan peningkatan TPAK selama Tabel 4.97 Tingkat Kesempatan Kerja (4) 81.42 Tahun (1) 1998 1999 2000 2001 2002 2003 2004 2005 2006 2007 2008 Sumber: Survei Sosial Ekonomi Nasional 2001.88 79.83 64.35 56. Analisis Tenaga Kerja Lokal Kota Manado Tahun 2009                                                            55  .84 55. 2006.88 82.46 19.54 80.89 63.93 13. Sakernas 2008 (adjusted) Data Susenas dan Sakernas menunjukkan bahwa TPAK tiap tahun terus mengalami kenaikan.28 20. Tabel 4.65 62.3 Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja dan Tingkat Pengangguran Terbuka.72 79.58 17.07 86. Hal ini dapat dimengerti karena tekanan perekonomian yang semakin berat membuat partisipasi penduduk dalam pekerjaan semakin meningkat.06 47.22 57.47 68.48 85. 2005. tahun 2001-2008.03 Partisipasi Angkatan Kerja (2) 56.53 31.47 85.38 12.

52 persen menjadi 20. Tingkat Kesempatan Kerja (TKK) bergerak turun dari 86. Dilihat dari sisi penawaran. penyediaan tenaga kerja yang dihasilkan melalui sektor pendidikan belum sepenuhnya dapat menghasilkan jenis tenaga kerja yang sesuai dengan kebutuhan lapangan pekerjaan. penciptaan lapangan kerja memerlukan investasi baru yang besar dan penyerapan tenaga kerja yang masih terkendala kesenjangan Analisis Tenaga Kerja Lokal Kota Manado Tahun 2009                                                            56  . hotel dan infrastruktur lain menyebabkan permintaan akan tenaga kerja menjadi meningkat dan pencari pekerjaan dapat terserap.54 persen pada tahun 2008.Merupakan suatu hal yang umum. Hal ini dapat dimungkinkan karena pada tahun 2008 sedang terjadi persiapan dalam rangka menyambut pelaksanaan WOC 2009 di Kota Manado.48 persen pada tahun 2001 menjadi 79. Tabel 4.46 persen. Seringkali angkatan kerja yang dikeluarkan mempunyai keahlian dan keterampilan yang tidak sesuai (mismatch) dengan kesempatan kerja yang tersedia. bahwa peningkatan penawaran tenaga kerja di Manado tidak selalu diikuti dengan peningkatan yang memadai pada permintaan tenaga kerja atau kesempatan kerja. Pembangunan jalan. sebagian tenaga kerja tidak mendapatkan pekerjaan atau akan menjadi pengangguran. Dari sisi permintaan. Sebagai hasilnya.3 menunjukkan bahwa pada periode 2001-2006 tingkat pengangguran terbuka meningkat dari 13. Hal ini dipengaruhi karena semakin berkurangnya kesempatan mendapatkan kerja. Sedangkan pada tahun 2008 tingkat pengangguran terbuka cukup turun drastis.

76 17. wilayah dan pendidikan.32 12. Secara umum.72 9.56 8.14 12.33 22.4.97 Laki-laki Perempuan Jumlah Sumber: Survei Angkatan Kerja Nasional 2008 Tabel 4.68 19.struktur lapangan kerja antar daerah. tingkat pengangguran terbuka untuk mereka yang berpendidikan Akademi/Diploma merupakan yang paling rendah Analisis Tenaga Kerja Lokal Kota Manado Tahun 2009                                                            57  . tingkat pengangguran terbuka cenderung tinggi untuk mereka yang mempunyai pendidikan tinggi dan cenderung rendah untuk mereka yang tidak berpendidikan. Tingkat Pengangguran Terbuka Menurut Pendidikan Tertinggi Yang Ditamatkan dan Jenis Kelamin Tahun 2008 Pendidikan Tertinggi (1) <= SD SLTP SLTA AKADEMI/DIPLOMA UNIVERSITAS TOTAL (2) 8.47 (3) 16. Pada tahun 2008. Faktor lain yang berpengaruh pada ketenagakerjaan ialah ketersediaan akses pada media informasi peluang kerja dimana informasi itu berisikan jenis keahlian yang diperlukan pasar kerja secara akurat dan tepat waktu. Tabel 4.55 (4) 11.31 29.28 18.94 14.18 10.27 9.4 menunjukkan tingkat pengangguran terbuka menurut tingkat pendidikan tertinggi yang ditamatkan.46 13.53 5.75 11.

Tabel 4.14 persen. Tabel 4.24 78.23 76. pada tahun yang sama tingkat pengangguran terbuka untuk mereka yang tamat pendidikan tinggi universitas mencapai 13.2.sebesar 8.46 persen.79 2003 (3) 5. 2003. Komposisi Penduduk Yang Bekerja Menurut Kelompok Lapangan Usaha.19 Sumber: Survei Sosial Ekonomi Nasional 1998. sedangkan tingkat pengangguran terbuka untuk mereka yang berpendidikan paling tinggi SD hanyalah 11. 2003 dan 2008 Lapangan Pekerjaan (1) Pertanian (Primer) Industri (Sekunder) Jasa-jasa (Tersier) 1998 (2) 5. Sedangkan proporsi penduduk yang bekerja di sektor pertanian terus menurun dari 5. 4. hal ini karena sumbangan sektor perdagangan dan jasa-jasa terhadap penyerapan tenaga kerja dan terhadap pembentukan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) relatif masih dominan.94 persen.67 2008 (4) 4.98 16.5 menunjukkan bahwa proporsi penduduk yang bekerja di sektor jasa-jasa masih mendominasi selama 10 tahun terakhir.5.10 18.96 15.83 78. Sebagai perbandingan. Sakernas 2008 Analisis Tenaga Kerja Lokal Kota Manado Tahun 2009                                                            58  .2008.98 persen pada kurun waktu 1998 . 1998.2. Lapangan Usaha dan Status Pekerjaan Manado masih dapat digolongkan sebagai daerah perdagangan dan jasa.96 persen menjadi 4.

15 100 26. sedangkan pada tahun 2008 (SAKERNAS) digunakan batasan usia 15 tahun keatas.6. 1998.Tabel 4.59 59. Komposisi Penduduk Yang Bekerja Menurut Status Pekerjaan.35 100 Sumber: Survei Sosial Ekonomi Nasional 1998.34 0.71 persen pada tahun 2008. untuk mereka yang bekerja sebagai berusaha sendiri menunjukkan peningkatan. Tabel 4. 2003 dan 2008 Status Pekerjaan (1) Berusaha sendiri Berusaha dibantu buruh tidak tetap/brh tdk dibayar Berusaha dibantu buruh tetap/brh dibayar Buruh/karyawan Pekerja bebas pertanian Pekerja bebas non tani Pekerja tak dibayar/ keluarga TOTAL 1998 (2) 23.70 2.34 persen pada tahun 2008. Tabel tersebut menunjukkan bahwa proporsi penduduk yang bekerja sebagai buruh/karyawan berkurang dari 59. Sakernas 2008 Catatan: a) Terdapat perbedaan batasan usia dalam penentuan penduduk usia kerja.6 menyajikan distribusi persentase penduduk usia kerja yang bekerja menurut status pekerjaan.b) 4.68 62.69 2.15 1.64 persen pada tahun 2003 menjadi 57.71 100 . Analisis Tenaga Kerja Lokal Kota Manado Tahun 2009                                                            59  . Pada tahun 1998 – 2007 (SUSENAS) digunakan batasan usia 10 tahun ke atas.08 b) b) a) 2003 (3) a) 2008 (4) 28.64 0.06 2.11 3.19 7.19 persen pada tahun 1998 menjadi 28.75 5. Namun.92 57.03 1. 2003.15 2.71 8. yaitu dari 23.

2. data buruh/karyawan sudah mencakup pekerja bebas pertanian dan pekerja bebas dan non pertanian.44 persen pada tahun 2008.b) Tahun 1998. Sedangkan proporsi penduduk yang bekerja kurang dari 35 jam kerja seminggu menurun dari 17.68 persen pada tahun 2008.7.41 100 2003 (3) 0. Sakernas 2008 Analisis Tenaga Kerja Lokal Kota Manado Tahun 2009                                                            60  .44 84.88 13. Jumlah Jam Kerja Sebagian besar pekerja di Manado bekerja dengan jam kerja normal.20 17.39 persen pada tahun 1998 menjadi 13.41 persen pada tahun 1998 menjadi 84. Tabel 4.7 menunjukkan bahwa selama tahun 1998 – 2008 proporsi penduduk yang bekerja dengan lebih dari 35 jam kerja seminggu meningkat dari 80.3. 2003. Persentase Penduduk Yang Bekerja Menurut Jam Kerja Jam Kerja (1) 0* 1-34 35+ TOTAL 1998 (2) 2.36 100 2008 (4) 1.39 80. Tabel 4. 4.68 100 Sumber: Survei Sosial Ekonomi Nasional 1998. yaitu 35 jam atau lebih seminggu.10 83.54 16.

Turunnya penyerapan tenaga kerja ini secara khusus berdampak pada para pencari kerja di Manado. perbaikan kualitas daya beli masyarakat yang pada akhirnya meningkatkan produktifitas perusahaan. ditunjukkan oleh kecenderungan indikator TKK yang semakin menurun. perusahaan baru umumnya lebih condong untuk melakukan perekrutan dari luar daerah atau pusat baru kemudian ditempatkan di Manado.4. Pertumbuhan ekonomi yang tinggi secara kasar menunjukkan telah terjadi pergerakan positif ekonomi yang ditandai dengan bertambahnya perusahaan-perusahaan baru.3 Gambaran Ketenagakerjaan Lokal Telah diuraikan sebelumnya dimana pertumbuhan penduduk Manado yang tinggi juga disertai meningkatnya partisipasi masyarakat dalam angkatan kerja. Begitu juga dengan peningkatan pertumbuhan ekonomi tapi diiringi juga dengan naiknya trend laju inflasi. Konsekuensinya ialah timbulnya kecemburuan sosial antara pencari kerja Analisis Tenaga Kerja Lokal Kota Manado Tahun 2009                                                            61  . Meski naiknya pertumbuhan ekonomi masih tidak terhambat oleh laju inflasi. namun hal ini diperparah dengan penurunan penyerapan tenaga kerja. meningkatnya omset perusahaan. Namun pada kenyataannya para Umumnya karena perusahaan- pencari kerja tetap masih belum terserap. Hal yang sama terlihat dari besaran indikator TPT yang cenderung meningkat yang berarti jumlah pengangguran semakin bertambah.

Hal ini jika tidak segera diteliti akar permasalahannya dan diatasi bisa saja menyebabkan kerawanan sosial. Perusahaan yang akan diambil datanya untuk analisis dalam publikasi ini jumlahnya telah disesuaikan dengan struktur perekonomian Manado. Untuk itu cukup beralasan bila dalam pengumpulan data Analisis Ketenagakerjaan Lokal Kota Manado ini akan menggunakan sebanyak 39 perusahaan dari 42 perusahaan yang direncanakan. Analisis Tenaga Kerja Lokal Kota Manado Tahun 2009                                                            62  .43 persen serta menyerap tenaga kerja sebesar 78. Kemudian. untuk sektor sekunder akan diambil cukup 3 perusahaan saja.lokal terhadap pekerja pendatang. Asumsinya ialah perusahaan industri cenderung memiliki karakteristik yang sama sehingga 3 perusahaan tersebut sudah cukup mewakili analisis terkait ketenagakerjaan lokal di sektor industri.19 persen dari pekerja yang ada di Manado. Sedangkan untuk sektor pertanian sengaja tidak ada perusahaan yang didata karena dipandang belum cukup mendesak dan proporsinya terhadap PDRB dan penyerapan ketenagakerjaan cenderung kecil. Sektor yang menjadi primadona di Manado ialah sektor Tersier yang memiliki share PDRB sebesar 77.

masing-masing sektor tersebut memiliki proporsi untuk tenaga kerja lokal sebesar 78 persen dan tenaga kerja pendatang sebesar 22 persen.16 20. Kondisi serupa juga terjadi pada perusahaan yang bergerak pada sektor sekunder dan tersier. Distribusi PDRB Distribusi Penyerapan Kerja 2008 (%) (3) 4.98 16.83 78. Sedangkan untuk tenaga kerja pendatang Analisis Tenaga Kerja Lokal Kota Manado Tahun 2009                                                            63  . Hal ini terlihat dari tingkat penyerapan tenaga kerja lokal sebesar 78 persen.8 Distribusi Perusahaan Sampel untuk Analisis Tenaga Kerja Lokal Kota Manado 2009.19 Banyak Sampel Perusahaan (4) 0 3 39 Lapangan Usaha (1) Pertanian (Primer) Industri (Sekunder) Jasa (Tersier) 2008 (%) (2) 2. tenaga lokal ataupun tenaga pendatang (Tabel 4.9).1. Komposisi Pegawai Dari 42 perusahaan yang didata didapatkan komposisi yang sama baik secara umum.Tabel 4.41 77.43 4.3. tercatat hanya sebesar 22 persen. Secara rata-rata. Secara umum perusahaan di Manado sudah menggunakan tenaga kerja lokal dalam menggerakkan roda bisnis.

09 persen. Dari hasil pengumpulan data dapat dilihat bahwa secara umum pihak perusahaan memandang kualitas tenaga kerja lokal dan tenaga kerja pendatang tidaklah berbeda jauh.19 – 72. Indikator-indikator tersebut akan diberikan penilaian berdasarkan pendapat dari manajer/pemilik/pimpinan dari perusahaan yang didata.2. Tabel.Tabel 4. Kualitas Tenaga Kerja Lokal Untuk menguji kualitas tenaga kerja lokal dibandingkan tenaga kerja pendatang digunakan 13 karakteristik. Pada tabel 4.09 persen.10. 4.3. Karakteristik kualitas tenaga kerja yang bertaraf sama menurut perusahaan dan paling tinggi proporsinya ialah masalah integritas sebesar 72.10 menunjukkan persentase pihak perusahaan yang menyatakan bahwa kualitas tenaga kerja lokal sama dengan kualitas tenaga pendatang bervariasi antara 44. Hasil dari pengumpulan data dapat dilihat pada Analisis Tenaga Kerja Lokal Kota Manado Tahun 2009                                                            64  .9 Lapangan Usaha Utama Menurut Asal Usul Tenaga Kerja Tenaga Kerja Lokal (%) (2) 78 78 78 Tenaga Kerja Pendatang (%) (3) 22 22 22 Lapangan Usaha Utama (1) Umum Sekunder Tersier 4.

91 32.30 Faktor Spesifik Kesopanan (1) Kedisiplinan Tingkat Pendidikan Keterampilan Kerja Kemampuan Kerjasama Loyalitas Masa Kerja Kerajinan Kehadiran Kerja Kerja Keras Integritas Keseluruhan Prestasi Kerja Kualitas Kerja Melihat tabel 4.47 67.56 25.19 23.28 11.28 6. kekurangan.47 46.30 18.26 27.19 65.09 44.10.14 44.Tabel 4. Untuk mengidentifikasi kelebihan.58 20.95 23.10 Persentase Penilaian Pihak Perusahaan terhadap Kualitas Tenaga Kerja Lokal Dibandingkan dengan Tenaga Kerja Pendatang Lebih Baik (2) 39.88 23.63 9.88 34.63 44.21 11.28 16.51 72. peluang maupun tantangan dari masing-masing kualitas tenaga kerja.26 9.65 9.26 Sama Saja (3) 44.93 37.81 60.19 55.60 16. peluang maupun tantangan akan digunakan aturan sederhana sebagai berikut: Analisis Tenaga Kerja Lokal Kota Manado Tahun 2009                                                            65  . kekurangan.98 4.12 60.30 13. perlu dipetakan potensi strategis dari tenaga kerja lokal baik dari sisi kelebihan.21 34.44 Lebih Buruk (4) 16.53 37.19 67.44 58.47 60.65 4.

maka dipandang kualitas tenaga kerja lokal dalam kriteria tertentu tersebut dipandang menjadi kelebihan tenaga kerja lokal. Kualitas tenaga kerja dalam hal ini masih belum diasah dan bila digiatkan bisa menjadi nilai lebih. 3. Untuk meningkatkan kualitas tersebut perlu adanya pembinaan terhadap tenaga kerja lokal.1. Jika persentase tenaga kerja lokal dalam kriteria tertentu dimana kategori “lebih baik” bernilai lebih atau sama dari persentase tenaga kerja lokal dengan kategori “Sama Saja”. 4. 2. Jika persentase tenaga kerja lokal dalam kriteria tertentu dimana kategori “lebih baik” bernilai lebih besar 10 persen dari persentase tenaga kerja lokal dengan kategori “Sama Saja” dan bernilai lebih besar dari persentase tenaga kerja lokal dengan kategori “Lebih Buruk”. maka dipandang kualitas tenaga kerja lokal dalam kriteria tertentu tersebut dipandang memiliki peluang untuk menjadi nilai tantangan. Jika persentase tenaga kerja lokal dalam kriteria tertentu dimana kategori “lebih baik” bernilai lebih kecil dari persentase tenaga kerja Analisis Tenaga Kerja Lokal Kota Manado Tahun 2009                                                            66  . maka dipandang kualitas tenaga kerja lokal dalam kriteria tertentu tersebut dipandang memiliki peluang untuk menjadi potensi kuat. Jika persentase tenaga kerja lokal dalam kriteria tertentu dimana kategori “lebih baik” bernilai lebih kecil 10 persen dari persentase tenaga kerja lokal dengan kategori “Sama Saja”.

tantangan dan kekurangan dari tenaga kerja lokal. Tabel 4. Kualitas inilah yang perlu mendapat perhatian ekstra dari pemerintah agar tidak menjadi citra buruk tenaga kerja lokal bagi perusahaan baru.11 Pemetaan (1) Nilai Lebih Nilai Peluang Nilai Tantangan Pemetaan Kelebihan.lokal dengan kategori “Lebih Buruk”.11. peluang. Pada tabel 4. Peluang. terlihat Analisis Tenaga Kerja Lokal Kota Manado Tahun 2009                                                            67  . maka dipandang kualitas tenaga kerja lokal dalam kriteria tertentu tersebut dipandang lemah. Tantangan dan Kekurangan Tenaga Kerja Lokal Kota Manado Kualitas (2) Prestasi Kerja Kedisiplinan Kerja Keras Kesopanan Tingkat Pendidikan Keterampilan Kerja Kemampuan Kerjasama Loyalitas Masa Kerja Kerajinan Kehadiran Kerja Kerja Keras Kualitas Kerja Nilai Kurang Integritas Dari aturan sederhana tersebut berhasil dipetakan kelebihan.

Pihak perusahaan menyatakan bahwa tingkat kedisiplinan dan kerja keras dari tenaga kerja lokal sudah cukup memuaskan. Hal ini terlihat dari persentase perusahaan yang menyatakan kedisiplinan dan kerja keras tenaga kerja lokal “lebih baik” masing-masing sebesar 39. Nilai yang dimaksud dalam hal ini ialah kualitas tenaga kerja lokal yang dipandang dimiliki juga oleh kualitas tenaga kerja pendatang. kedepan bisa menjadi “nilai lebih” tenaga kerja lokal daripada tenaga kerja pendatang. Meskipun kedisiplinan dan kerja keras tenaga kerja lokal masih belum maksimal namun pihak perusahaan di Manado sudah memberikan apresiasi. Setelah nilai lebih dan nilai peluang. persaingan kerja dan lainnya dibandingkan dengan tenaga kerja pendatang. Analisis Tenaga Kerja Lokal Kota Manado Tahun 2009                                                            68  . Nilai peluang ini jika bisa dibina dengan benar oleh instansi terkait. Kualitas yang dimaksud dalam hal ini. ada juga nilai peluang. Hal ini menunjukkan bahwa tenaga kerja lokal di Manado sudah mampu menunjukkan prestasi kerja baik dari sisi pencapaian target. perlu juga diketahui tentang nilai tantangan. antara lain: kesopanan. Pihak perusahaan yang menyatakan bahwa tenaga kerja lokal lebih baik dalam hal prestasi kerja sebesar 44. missal Dinas Tenaga Kerja.19 persen. Selain nilai kelebihan.21 persen.bahwa tenaga kerja lokal memiliki nilai lebih dalam hal prestasi kerja.53 persen dan 37. tingkat pendidikan.

kerajinan. Ketika diinstruksikan untuk memberikan senyuman kepada pelanggan. ternyata integritas dari tenaga kerja lokal diragukan oleh pihak perusahaan.88 60. Hal terakhir dari pemetaan kualitas tenaga kerja lokal ialah kekurangannya.00 Analisis Tenaga Kerja Lokal Kota Manado Tahun 2009                                                            69  . 4.12 Komposisi Formasi Pegawai Berdasarkan Asal Usulnya dan Tingkat Jabatan Jabatan (1) Pimpinan/Manajerial Staf/Bawahan Total Tenaga Kerja Lokal (2) 19. masa kerja.28 persen. kehadiran kerja dan kerja keras. Formasi Jabatan Pegawai Tabel 4. umumnya kasir hanya melayani sekenanya dan memberikan uang kembalian pun sembarangan meskipun perusahaan sudah menyusun aturan baku bagi kasir menghadapi pelanggan. kemampuan kerjasama. Misalkan soal pelayanan pada perdagangan.3.3. Melalui hasil pendataan.keterampilan kerja.41 100. loyalitas.59 80. Pihak perusahaan mengatakan tenaga kerja lokal seringkali tidak menepati tugas dan perintah dari atasan serta aturan perusahaan. Hal ini terlihat dari persentase perusahaan yang menyatakan bahwa integritas tenaga kerja lokal lebih buruk dari tenaga pendatang sebesar 16.12 100.00 Tenaga Kerja Pendatang (3) 39.

88 persen.59 persen kalah jauh dibandingkan dengan tenaga kerja pendatang yang mencapai 39. Bahkan jika kebutuhan tenaga kerja perusahaan tidak dapat dipenuhi oleh tenaga kerja di Manado.Melalui hasil pengumpulan data terlihat perbedaan komposisi antara tenaga kerja lokal maupun tenaga kerja pendatang. Tenaga kerja lokal banyak terkonsentrasi pada posisi bawahan dan tenaga kerja pendatang banyak terkonsentrasi pada posisi pimpinan/manajerial.4. Perbedaan terlihat dari komposisi jabatan pimpinan dimana tenaga kerja pendatang memiliki proporsi posisi manajemen jauh lebih besar daripada tenaga kerja pendatang. Lowongan Pekerjaan Secara umum.3.12) Tenaga kerja lokal yang menjadi pimpinan/manajerial baik dari level puncak sampai level bawah mencapai 19. pihak pengusaha/pimpinan/manajerial memandang tenaga kerja lokal dan tenaga kerja pendatang memiliki peluang yang sama apabila mereka membuka lowongan kerja. pihak perusahaan lebih mengutamakan kualitas dan kompetensi tenaga kerja yang sesuai dengan kebutuhan daripada memperhatikan asal usul tenaga kerja. 4. Karena ketika ada proses perekrutan tenaga kerja. (Tabel 4. biasanya Analisis Tenaga Kerja Lokal Kota Manado Tahun 2009                                                            70  .

Hal ini terlihat dari jumlah perusahaan yang mengutamakan pendatang apabila merekrut tenaga kerja lokal sebanyak 18 perusahaan (42. (Tabel 4.8 persen).13 Preferensi Pengusaha/Manajerial Terhadap Perekrutan Tenaga Kerja Tenaga Jabatan Kerja Lokal (1) Manajer Kelas Atas Manajer Kelas Menengah Manajer Kelas Bawah Staf/Bawahan 11 30 1 42 13 28 1 42 (2) 18 16 Tenaga Peluang Sama (3) 12 22 Kerja Pendatang (4) 12 4 Jumlah Perusahaan (5) 42 42 Analisis Tenaga Kerja Lokal Kota Manado Tahun 2009                                                            71  . Pengecualian terjadi jika ada perekrutan pada level manajer puncak.pihak perusahaan akan mendatangkan atau merekrut tenaga kerja di luar Manado.13) Hal ini disebabkan pola pembinaan karir oleh perusahaan dimana rotasi. Sehingga. Pihak perusahaan lebih condong untuk merekrut top manajer dari tenaga kerja pendatang. seringkali tenaga kerja yang datang dari luar akan dipromosikan ke Manado dan tenaga kerja lokal akan dipromosikan ke luar daerah. Tabel 4. mutasi dan promosi pegawai dilakukan bukan pada lingkup regional Manado melainkan pada lingkup nasional.

memanfaatkan iklan. Untuk menyikapi hal ini. Jalur Pencarian Kerja Berbagai cara dilakukan tenaga kerja dalam memperoleh pekerjaan. pemerintah Dinas Ketenagakerjaan Kota Manado perlu untuk lebih mengintensifkan bursa kerja guna memperbesar peluang tenaga kerja lokal masuk dalam dunia kerja.4. Analisis Tenaga Kerja Lokal Kota Manado Tahun 2009                                                            72  . Dari hasil pengumpulan data nampak bahwa tenaga kerja lokal paling banyak memperoleh pekerjaan dengan menghubungi perusahaan/kantor (44. mulai dari mendaftar pada bursa kerja. Jalur pencarian kerja yang paling sedikit digunakan adalah jalur bursa kerja sebesar 2.19 persen) dan menghubungi keluarga/kenalan (39. menghubungi langsung kantor.3. Hal ini wajar terjadi karena tenaga kerja lokal umumnya memiliki banyak relasi/keluarga/kenalan yang sudah bekerja di Manado dan bisa menjadi referensi bagi pada pencari kerja lokal.5.33 persen. menghubungi keluarga/kenalan dan lainnya.53 %).

19% 39. Analisis Tenaga Kerja Lokal Kota Manado Tahun 2009                                                            73  . Semakin lama pegawai bekerja di suatu perusahaan menunjukkan bahwa pegawai tersebut sudah dapat didayagunakan secara efektif dan produktif bagi kemajuan perusahaan. Lama Bekerja Tenaga Kerja akan mampu bertahan di perusahaan jika tenaga kerja tersebut mampu mendapatkan kebutuhannya diperusahaannya.63% Kenalan Lainnya Gambar 4. Akses pegawai perusahaan masuk perusahaan sekarang 4. Kebutuhan tenaga kerja tentu akan bervariasi antara satu dengan lainnya.6.33% 2.2.2.53% Bursa Kerja Perusahaan Iklan 11.3. Berdasarkan sampel pegawai. rata-rata tenaga kerja lokal di Manado memiliki masa kerja kurang lebih 6 tahun dalam suatu perusahaan.33% 44.

7.3. pegawai yang menyatakan pihak perusahaan tidak memberikan kesempatan promosi karir di masa depan ada sebesar 18.60% 65.4. Kesempatan Promosi Karir Kabar menggembirakan bagi tenaga kerja lokal ialah pihak perusahaan umumnya memberikan kesempatan promosi karir pada mereka.12% Ya Tidak Belum Tahu Gambar 4. Pegawai yang menyatakan pihak perusahaan memberikan kesempatan promosi karir di masa depan ada sebesar 65. Persentase Persepsi Pegawai Mengenai Keberadaan Kesempatan Promosi oleh Perusahaan Analisis Tenaga Kerja Lokal Kota Manado Tahun 2009                                                            74  .12 persen.28% 18. 16. Hal ini menurut pengakuan beberapa pegawai dikarenakan perusahaan yang menaungi mereka merupakan perusahaan keluarga atau perusahaan yang manajernya selalu didatangkan dari pusat.3. Selain itu. Pihak perusahaan menyatakan semua pekerja memiliki peluang yang sama asal sesuai dengan persyaratan kualifikasi manajerial.60 persen.

33 persen). bertahan lama di Khusus untuk pekerja yang tidak berniat sekarang dikarenakan alasan masa perusahaan kerja/kontrak mereka segera habis dan perusahaan tidak berniat untuk memperpanjang atau mempermanenkan pekerjaan mereka (2. Sedangkan tenaga kerja yang berniat untuk berhenti dari Ada juga tenaga kerja perusahaan sekarang hanya sebesar 2. diketahui ternyata tenaga kerja lokal banyak yang berniat untuk bertahan lama di perusahaannya sekarang bernaung sebesar 67. masa kerja akan segera habis tetapi belum mendapat kepastian diperpanjang atau lainnya. Niat Pegawai Lokal Untuk Bertahan Lama Di Perusahaan Melalui sampel.3.33 persen. lokal yang belum mengetahui dan ragu-ragu apakah dia akan bertahan lama di perusahaan sekarang atau tidak sebesar 30. Keragu-raguan terjadi karena tenaga kerja lokal masih mencari pekerjaan walaupun sudah punya pekerjaan.8.4.23 %. Analisis Tenaga Kerja Lokal Kota Manado Tahun 2009                                                            75  .44 persen.

23% Ya 67. mereka merasa cukup dengan pekerjaan ini (31.14 persen). Alasan Pegawai Yang Ingin Bertahan di Perusahaan Bermacam alasan diungkapkan para tenaga kerja lokal mengenai pernyataan mereka mengenai niat untuk bertahan lama di perusahaan mereka sekarang.33% Tidak Belum Tahu Gambar 4. yaitu karena mereka merasa cocok dengan lingkungan kerja (34.9.4.48 persen).44% 2. Analisis Tenaga Kerja Lokal Kota Manado Tahun 2009                                                            76  . Persentase Pegawai Menurut Niatnya untuk bertahan Lama di perusahaan 4. Alasan yang paling dominan ada tiga.3.30.03 persen) dan faktor pendapatan yang memuaskan (24.

penduduk yang baru pertama kali mencari pekerjaan karena kesulitan ekonomi atau penduduk yang sudah bertahan lama di suatu perusahaan sejak pertama kali bekerja.6. didapatkan informasi bahwa tenaga kerja lokal umumnya sudah memiliki pengalaman kerja sebelumnya.14 persen.48% 3.14% Gambar 4.3. Hal ini terlihat dari persentase tenaga kerja yang sudah memiliki pengalaman kerja sebelumnya sebesar 58.10. Persentase Alasan Pegawai Untuk Bertahan Lama Di perusahaan 4.03% Karir Bagus Pendapatan Memuaskan Perusahaan Bonafid 34.90% 31.5.45% Cocok Lingkungan Kerja Merasa Cukup 24. Sedangkan sisanya 41. Pengalaman Kerja Dari 43 responden tenaga kerja lokal yang didata.86 persen merupakan tenaga kerja yang belum memiliki pengalaman kerja. Analisis Tenaga Kerja Lokal Kota Manado Tahun 2009                                                            77  . Umumnya mereka ialah tenaga kerja yang baru lulus pendidikan (fresh graduate).

Persentase Pegawai Menurut Keberadaan Pengalaman Kerja 4. PHK (4 persen). perusahaan bangkrut (8 persen).86% 58. ikut suami dll) (12 persen). karir tidak berkembang (16 persen). Alasan Berhenti Pada Pekerjaan Sebelumnya Dari jawaban penduduk yang pernah memiliki pengalaman kerja.11. Alasan lainnya ialah: tidak cocok dengan lingkungan kerja (16 persen).14% Ya Tidak Gambar 4.6.3. dan alasan lainnya (pindah tugas. alasan berhenti dari pekerjaan terakhir yang paling banyak diungkapkan ialah karena pendapatan kurang memuaskan (24 persen) dan habis masa kerja kontrak (20 persen). Analisis Tenaga Kerja Lokal Kota Manado Tahun 2009                                                            78  .41.

sektor ini tidak terjamah oleh tenaga kerja lokal melainkan oleh tenaga kerja pendatang. bahwa pekerjaan pada sektor informal seringkali bisa menjadi jalan keluar dalam menghadapi kesulitan krisis ekonomi disaat permintaan tenaga kerja yang cenderung tidak banyak.3.7. Analisis Tenaga Kerja Lokal Kota Manado Tahun 2009                                                            79  . Pandangan Tenaga Kerja Lokal Manado Terhadap Sektor Informal Seperti sudah diketahui sebelumnya. Sektor informal merupakan sektor yang sudah teruji mampu bertahan di saat banyak sektor formal yang berjatuhan (collaps).PHK 4% 12% 20% 24% 16% 8% Tidak Cocok Dengan  Lingkungan Kerja Habis Masa Kerja/kontrak Karir Tidak Berkembang 16% Pendapatan Kurang  Memuaskan Perusahaan  Bangkrut Gambar 4. Persentase Alasan Berhenti pegawai pada pekerjaan sebelumnya 4.12. Namun meskipun demikian. Tenaga kerja lokal kelihatannya memandang sebelah mata terhadap sektor informal ini.

8 62.8 76.4 48.2 30. Kecuali pekerjaan buruh pabrik. Hal ini menandakan pandangan tenaga kerja lokal bahwa pekerjaan buruh pabrik masih cukup baik dan positif sedangkan pekerjaan informal itu pekerjaan yang kurang terhormat atau negatif.4 76. tenaga kerja lokal yang menyatakan tidak minat terhadap sektor informal baik tukang bakso dan lainnya melebihi 60 persen.2 23.14.6 51.14 terlihat bahwa secara umum tenaga kerja lokal menyatakan tidak berminat untuk menggeluti sektor informal.3 16.3 Tidak (3) 74.3 37. Tenaga kerja lokal hanya berminat pada pekerjaan sebagai buruh pabrik dengan persentase sebesar 51.2 persen.8 69.7 Pekerjaan (1) Tukang Bakso Bas/Buruh Bangunan Pedagang Keliling Bertani/Berkebun Tukang bersih/sapu Buruh Pabrik Pedagang Kaki Lima/ Asongan Transmigran Pembantu Rumah Tangga Analisis Tenaga Kerja Lokal Kota Manado Tahun 2009                                                            80  .6 23.2 37. Tabel 4.Pada tabel 4.2 11. Persepsi tenaga kerja formal lokal terhadap pekerjaan informal Minat Tenaga Kerja Lokal Ya (2) 25.7 83.8 88.7 62.

2. 3. Pertumbuhan ekonomi Manado menunjukkan tren yang meningkat walaupun juga diiringi dengan pertumbuhan inflasi yang cenderung meningkat.37 persen). sektor lain yang juga cukup pesat pertumbuhannya ialah sektor Bangunan (10. Hal ini terlihat dari proporsinya terhadap PDRB ADHB Kota Manado sebesar 28.1.53 persen) dan sektor Bank. pertumbuhan ekonomi Manado bergerak dari 4.01 persen.91 persen pada tahun 2003 menjadi 8.BAB V KESIMPULAN 5. Rumah makan dan Jasa akomodasi.23 persen).98 persen. Lapangan Usaha yang paling dominan di Manado pada tahun 2008 ialah sektor Perdagangan.77 Analisis Tenaga Kerja Lokal Kota Manado Tahun 2009                                                            80  . Lembaga Keuangan dan Jasa Perusahaan (9.32 persen) dan sektor Angkutan dan Komunikasi (17.48 persen). Pada tahun 2008 beberapa lapangan usaha memiliki pertumbuhan yang pesat dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Selain itu. Kesimpulan 1. Lapangan usaha lainnya yang cukup dominan ialah sektor Jasa-jasa (23. Selama enam tahun terakhir. Lapangan usaha yang paling pesat pertumbuhannya ialah sektor Perdagangan. Pertambangan dan Penggalian (9. Rumah Makan dan Jasa Akomodasi sebesar 12.

96 persen (1998) menjadi 4.34 persen pada tahun 2008. proporsi penduduk yang bekerja di sektor primer (pertanian) lambat laun mulai turun dari 5. 6. penduduk usia kerja rata-rata berkurang sekitar 2. Hal ini dipicu oleh semakin terbatasnya Analisis Tenaga Kerja Lokal Kota Manado Tahun 2009                                                            81  . Hal ini dikarenakan penduduk yang bekerja di sektor pertanian mulai banyak beralih ke sektor industri dan jasa.71 persen pada tahun 2008.persen pada tahun 2008. Struktur perekonomian penduduk masih didominasi oleh sektor tersier. Persentase penduduk Manado untuk menjadi buruh/karyawan/pegawai semakin berkurang dari 59.022 jiwa per tahun. Sebaliknya.201 jiwa per tahun. 4.98 persen (2008). Meningkatnya nilai TPAK menunjukkan bahwa pertumbuhan angkatan kerja jauh lebih tinggi dari pertumbuhan penduduk usia kerja. Pada periode 2003-2008. Kenaikan pertumbuhan ekonomi tersebut dapat menjadi penyelamat pada periode yang sama disaat laju inflasi justru ikut bergerak naik dari 0.64 persen pada tahun 2003 menjadi 57. sementara jumlah angkatan kerja rata-rata bertambah sekitar 4. 5.69 persen pada tahun 2003 menjadi 9. Jumlah Angkatan Kerja yang bergerak cepat disinyalir berkaitan dengan makin singkatnya waktu yang dihabiskan oleh penduduk untuk bersekolah karena harus masuk dalam dunia kerja untuk membantu mencari nafkah akibat tekanan ekonomi.

Idealnya. maka semakin banyak penduduk yang mencoba untuk beralih ke sektor informal dengan status berusaha sendiri. Bertambahnya pusat perdagangan dan bisnis di Kawasan Bisnis Boulevard menyebabkan permintaan akan tenaga kerja menjadi meningkat.19 persen dari pekerja di Manado mencari nafkah dari sektor tersebut. Untuk itu. Hal ini terlihat dari persentase penduduk yang bekerja dengan status berusaha sendiri meningkat dari 23. Sektor tersier merupakan sektor yang paling banyak menyerap tenaga kerja di Manado.permintaan pekerjaan oleh pihak perusahaan.71 persen (2008). Sekitar 78. 7.19 persen (2003) menjadi 28. 8. Secara umum proporsi tenaga kerja lokal dan tenaga kerja pendatang pada perusahaan di Manado masih belum baik. Tenaga kerja pendatang bisa direkrut jikalau lowongan pekerjaan yang ada memiliki tingkat kualifikasi dan keterampilan yang langka dan tidak bisa dipenuhi oleh tenaga kerja lokal. Hal ini biasanya terjadi pada perusahaan konsultan. Hal ini terlihat dari tingkat penyerapan untuk tenaga kerja lokal sebesar 78 persen dan untuk tenaga kerja pendatang tercatat sebesar 22 persen. yang menggunakan peralatan canggih atau jasa Analisis Tenaga Kerja Lokal Kota Manado Tahun 2009                                                            82  . proporsi penyerapan tenaga kerja lokal sebesar 90 persen.

Pihak perusahaan lebih condong untuk merekrut top manajer dari tenaga kerja pendatang. Rasa integritas kurang dimiliki oleh tenaga kerja lokal. kekurangan. 11. Kemudian. Berdasarkan hasil pendataan. antara lain: kesopanan. Meskipun demikian tenaga kerja lokal juga memiliki kekurangan/citra buruk dalam hal integritas. 10. kehadiran kerja. kerajinan. Tenaga kerja lokal banyak terkonsentrasi pada posisi bawahan (80. kemampuan kerjasama. dan kualitas kerja. Hal ini terlihat dari jumlah perusahaan yang Analisis Tenaga Kerja Lokal Kota Manado Tahun 2009                                                            83  .88 persen). tingkat pendidikan. peluang dan tantangan. keterampilan kerja. tenaga kerja lokal memiliki keunggulan dalam hal prestasi kerja. tenaga kerja lokal juga memiliki peluang untuk diidentikkan dengan karakter kedisiplinan dan kerja keras.41 persen) dan tenaga kerja pendatang banyak terkonsentrasi pada posisi pimpinan/manajerial (39. Karakter tenaga kerja di suatu daerah mengandung kelebihan. Melalui hasil pengumpulan data terlihat perbedaan komposisi antara tenaga kerja lokal maupun tenaga kerja pendatang. ada beberapa karakter yang masih harus dibina lebih keras guna meningkatkan kualitas tenaga kerja lokal. loyalitas. Setelah itu. kerja keras. Perbedaan terlihat dari komposisi jabatan pimpinan dimana tenaga kerja pendatang memiliki proporsi posisi manajemen jauh lebih besar daripada tenaga kerja lokal.9. masa kerja.

Tenaga kerja lokal memperoleh pekerjaannya bisa dengan menggunakan beberapa cara.44 persen. Hal ini wajar terjadi karena tenaga kerja lokal umumnya memiliki banyak relasi/keluarga/kenalan yang sudah bekerja di Manado dan bisa menjadi referensi bagi para pencari kerja lokal.33 persen. Cara yang paling umum ialah dengan menghubungi perusahaan/kantor (44. Jalur pencarian kerja yang paling jarang digunakan adalah jalur bursa kerja sebesar 2. Analisis Tenaga Kerja Lokal Kota Manado Tahun 2009                                                            84  . 12. Hal ini terlihat dari persentasenya sebesar 67. 14. Banyak tenaga kerja lokal yang menyatakan bahwa mereka betah di perusahaan tempat bernaung dan berniat untuk bertahan lama. Alasan paling dominan ada tiga yaitu: merasa cocok dengan lingkungan kerja.mengutamakan pendatang apabila merekrut tenaga kerja lokal sebanyak 18 perusahaan (42. Tenaga kerja lokal sebanyak 65.53 persen).19 persen) dan menghubungi keluarga/kenalan (39. 13.8 persen).12 persen menyatakan bahwa pihak perusahaan memberikan tenaga kerja lokal dan tenaga kerja pendatang peluang yang sama untuk mendapatkan promosi karir asalkan sesuai dengan kualifikasi yang ditetapkan. pihak perusahaan menyatakan peluang untuk tenaga kerja lokal dan tenaga kerja pendatang untuk terpilih ialah sama besar. Khusus untuk bawahan/staff dan manajer kelas bawah.

17. 16. Keragu-raguan terjadi karena tenaga kerja lokal masih mencari pekerjaan walaupun sudah punya pekerjaan atau masa kerja akan segera habis tetapi belum mendapat kepastian diperpanjang dan lainnya. 15. Jumlah tenaga kerja yang merasa ragu-ragu akan bertahan lama juga memiliki persentase yang tinggi sebesar 30.2 persen).merasa cukup dengan pekerjaan ini dan faktor pendapatan yang memuaskan. Lama pekerjaan pun bervariasi ada yang masih berkisar bulanan hingga puluhan tahun. Yang patut diperhatikan adalah tenaga kerja lokal yang baru pertama kali bekerja dan lama kerja masih singkat. Namun demikian. Jumlah tenaga kerja lokal yang baru pertama kali bekerja cukup tinggi sebesar 41. ada satu pekerjaan yang masih bisa diterima oleh tenaga kerja lokal yaitu buruh lepas pabrik (51. Analisis Tenaga Kerja Lokal Kota Manado Tahun 2009                                                            85  . Alasan yang paling sering diungkapkan oleh tenaga kerja lokal ketika berhenti dari pekerjaan terakhir ialah karena faktor pendapatan yang kurang memuaskan (24 persen) dan habis masa kerja/kontrak (20 persen). Secara umum tenaga kerja lokal menyatakan tidak berminat terhadap sektor informal.23 persen.86 persen.

5. Sosialisasi bisa dilakukan oleh Dinas Tenaga Kerja Manado melalui wadah media cetak. Dengan demikian diharapkan pencari kerja dapat terserap oleh dunia kerja dengan cara berusaha sendiri/wirausaha. pengembangan kewirausahaan. seminar dan lainnya kepada para pencari kerja lokal. keterampilan pendukung lainnya serta pengembangan karakter tenaga kerja yang unggul. Khusus untuk pengembangan karakter tenaga kerja. 2. 4. Rekomendasi 1. media elektronik. 3. Dengan demikian lulusan yang dihasilkan merupakan tenaga kerja yang siap masuk di dunia kerja bukan saja dari sisi kompetensi kerja melainkan juga dari karakter/etika tenaga kerja yang berkualitas. Peningkatan pelatihan yang berkaitan dengan teknologi tepat guna. karakter yang paling mendesak ialah pengembangan rasa integritas terhadap perusahaan dan kualitas pelayanan pelanggan. Perlu disusun Perda yang mengatur perekrutan tenaga kerja dimana perusahaan diwajibkan untuk memprioritaskan tenaga kerja lokal daripada tenaga kerja pendatang. Sosialisasi mengenai peluang dan kelebihan dari sektor informal perlu lebih ditingkatkan kepada pencari kerja lokal.2. Tenaga kerja pendatang bisa Analisis Tenaga Kerja Lokal Kota Manado Tahun 2009                                                            86  . Pembentukan kurikulum di Sekolah Kejuruan dan Perguruan Tinggi mengenai karakteristik tenaga kerja yang berkualitas.

6. 7. pengembangan sistem dan metode peningkatan produktifitas kepada tenaga kerja lokal dan perusahaan. Pemerintah Kota Manado perlu mengatur agar pusat perdagangan dan bisnis tidak terkonsentrasi pada satu kawasan saja seperti Boulevard.direkrut jikalau lowongan pekerjaan yang ada memiliki tingkat kualifikasi dan keterampilan yang langka dan tidak bisa dipenuhi oleh tenaga kerja lokal. pemerintah khususnya Disnaker Kota Manado perlu untuk lebih mengintensifkan kegiatan bursa kerja guna bisa mempertemukan pihak perusahaan sebagai penyedia kerja dengan pihak pencari kerja.33 persen). perusahaan atau pemerintah bisa melakukan pembinaan dan pengembangan SDM bagi tenaga kerja lokal yang direkomendasikan untuk promosi jabatan. Untuk itu. Perlu dibuat lokasi perdagangan dan bisnis baru di kawasan Manado Analisis Tenaga Kerja Lokal Kota Manado Tahun 2009                                                            87  . Jika kualitas tenaga kerja lokal masih kurang untuk posisi manajerial. Jumlah tenaga kerja lokal yang diterima bekerja melalui cara mendaftar pada bursa kerja sangatlah minim (2. posisi manajerial sebaiknya dialokasikan juga untuk tenaga kerja lokal. Pemasyarakatan nilai dan budaya produktif. 5. Selain itu. Hal ini biasanya terjadi pada perusahaan yang menggunakan peralatan canggih atau jasa konsultan.

Utara agar perekonomian di kawasan tersebut bisa lebih bergairah dan mampu menyerap banyak tenaga kerja. Analisis Tenaga Kerja Lokal Kota Manado Tahun 2009                                                            88  .

Tabulasi Hasil Survei Sosial Ekonomi Nasional 1998-2008. ______________. BPS Kota Manado. Manado: BPS Kota Manado. ______________. A. Manado Dalam Angka 2008. 2006. Manado Dalam Angka 2001. 2002. Manado: BPS Kota Manado. CIFOR. Manado: BPS Kota Manado. 1995. BPS Kota Manado. Manado: BPS Kota Manado. Manado Dalam Angka 2006. “Kajian Peningkatan Produktivitas dalam Mewujudkan Ekonomi Rakyat”. and Haug. ______________. Manado Dalam Angka 2007. M. Indonesia. Manado: BPS Kota Manado.DAFTAR PUSTAKA Anwar. Manado. 2005. BPS Kota Manado. Moh Arsjad. ______________. “Sumber Daya. 2007. Manado: BPS Kota Manado. 2009. Manado. 2008. Manado Dalam Angka 2002. Manado Dalam Angka 2004. 2009. Faisal H. 2009. Cahyat. Analisis Tenaga Kerja Lokal Kota Manado Tahun 2009                                                            89  .. 2004. Basri dan Mohamad Ikhsan. Jakarta BPS Kota Manado. Manado: BPS Kota Manado. Tabulasi Hasil Survei Angkatan Kerja Nasional 2008. 1995-1996. BPS Kota Manado. C. ______________. Gönner. Manado: BPS Kota Manado. Teknologi dan Pembangunan”. Jakarta BAPPENAS dan Universitas Gajah Mada. Bogor. Manado Dalam Angka 2009. ______________. Indonesia. 2007 Mengkaji Kemiskinan dan Kesejahteraan Rumah Tangga: Sebuah Panduan dengan Contoh dari Kutai Barat. Manado Dalam Angka 2003. ______________. 2003.

2000.dw-world.de   Analisis Tenaga Kerja Lokal Kota Manado Tahun 2009                                                            90  .org http://www. Mudrajat. Teori. “Leading Issue in Economic Development”. Oxford Suhaimi. Jakarta Tjiptoherijanto. “Pemberdayaan Penduduk dan Peningkatan Kualitas Sumber Daya Manusia”. “Ketenagakerjaan: Beberapa Konsep Ketenagakerjaan dan Isu Kebijakan Terkait”. Jakarta http://www. Jakarta Meier. “Ekonomi Pembangunan. Prijono dan Sutyastie Soemitro. Uzair. Gerald M.. 1997. Prijono dan Sutyastie Soemitro. 1995. 1998. 2004. BPS Tjiptoherijanto.worldbank. Masalah dan Kebijakan”. “Sumber Daya Manusia dalam Pembangunan Nasional”.Kuncoro.

                             

LAMPIRAN

BPS Kota Manado

KUESIONER IDENTIFIKASI TENAGA KERJA LOKAL

Lampiran 1.

KUESIONER ANALISIS TENAGA KERJA LOKAL KOTA MANADO TAHUN 2009

BADAN PUSAT STATISTIK
KOTA MANADO

1

RAHASIA. Data ini hanya untuk keperluan penelitian Pemerintah Kota Manado.

BPS Kota Manado

KUESIONER IDENTIFIKASI TENAGA KERJA LOKAL

LATAR BELAKANG
Pertumbuhan penduduk kota Manado periode 2000 2008 sebesar 1,91 %. Salah satu faktor yang mempengaruhi pertumbuhan penduduk tersebut adalah faktor migrasi. Jumlah penduduk non pribumi (migrant) di Manado pada tahun 2000 mencapai 41,43 %. Tingginya proporsi pendatang ini secara langsung telah berdampak juga pada kehidupan sosial ekonomi dan struktur demografi di Manado. Kehadiran pendatang dapat dipastikan menimbulkan perubahan konfigurasi demografik di Manado. Manado yang dulu dikenal sebagai daerah homogen kini menjadi heterogen, terutama di kawasan perdagangan dan pesisir. Kehadiran pendatang juga menimbulkan pergeseran pola relasi pendatang pribumi, dari hubungan pertukaran menjadi relasi yang kompetitif. Pergeseran ini terjadi ketika pertumbuhan ekonomi membawa ketimpangan antara lapangan kerja yang tersedia dengan jumlah pencari kerja. Di beberapa sektor ekonomi, kehadiran tenaga kerja pendatang memang menjadi komplementer (muncul exchange) karena kelangkaan tenaga kerja lokal yang masuk ke sektor ekonomi itu. Namun, sebagian besar sektor sektor ekonomi menjadi arena kompetisi antara penduduk lokal dan pendatang. Dalam ruang ini, orang Manado bersaing dengan orang Jawa, Sumatera dan sebagainya untuk memperebutkan lapangan kerja. Belakangan, penduduk lokal saat ini mulai memiliki tuntutan untuk lebih terlibat dalam kegiatan ekonomi di Manado. Mereka mulai meng upgrade kualitas pendidikan dan keterampilan yang mereka miliki untuk mencapainya. Kenyataannya, penduduk lokal cenderung tersisih dalam hal kesempatan kerja. Penduduk lokal kurang tertarik dalam sektor sektor informal, seperti bangunan, rumah makan kaki lima, pedagang kaki lima, gerobak keliling. Pedagang kaki lima cenderung diidentikkan dengan orang Gorontalo. Rumah makan kaki lima diidentikkan dengan orang Jawa. Orang bangunan diidentikkan dengan orang Makasar, Jawa, dan Sanger.

TUJUAN
Maksud dari kegiatan analisis tenaga kerja lokal ini adalah untuk mendapatkan gambaran mengenai tenaga kerja lokal dan menghasilkan suatu kesimpulan bagaimana meningkatkan partisipasi penduduk lokal dalam kegiatan perekonomian daerahnya sendiri. Hasilnya diupayakan menjadi masukan bagi pemerintah Manado dalam meningkatkan kontribusi tenaga kerja lokal.

2

RAHASIA. Data ini hanya untuk keperluan penelitian Pemerintah Kota Manado.

................... KUALITAS TENAGA KERJA LOKAL Apakah penilaian Anda terhadap tenaga kerja lokal dibandingkan dengan tenaga kerja pendatang? Kedisiplinan Prestasi Kerja Kesopanan Tingkat pendidikan Keterampilan Kerja Kemampuan Kerjasama Loyalitas Masa Kerja Kerajinan 3 Lebih Baik 1 Lebih Baik 1 Lebih Baik 1 Lebih Baik 1 Lebih Baik 1 Lebih Baik 1 Lebih Baik 1 Cenderung lama – 1 Lebih Baik 1 Sama Saja 2 Sama Saja 2 Sama Saja 2 Sama Saja 2 Sama Saja 2 Sama Saja 2 Sama Saja 2 Sama Saja 2 Sama Saja 2 Lebih Buruk 3 Lebih Buruk 3 Lebih Buruk 3 Lebih Buruk 3 Lebih Buruk 3 Lebih Buruk 3 Lebih Buruk 3 Cenderung Tidak Lama 3 Lebih Buruk 3 RAHASIA.. % ................BPS Kota Manado KUESIONER IDENTIFIKASI TENAGA KERJA LOKAL Lembar ini untuk ditanyakan pada pihak pemberi data dari perusahaan KUESIONER ANALISIS TENAGA KERJA LOKAL KOTA MANADO TAHUN 2009 PERUSAHAAN : NAMA RESPONDEN : JABATAN I. 2... 1......... : KOMPOSISI PEGAWAI Berapa komposisi pegawai berdasarkan asal? Tenaga Lokal Pendatang ...... % % % II............... Data ini hanya untuk keperluan penelitian Pemerintah Kota Manado........ ............

2. . LOWONGAN PEKERJAAN Jika ada lowongan pekerjaan. 3.BPS Kota Manado KUESIONER IDENTIFIKASI TENAGA KERJA LOKAL Lebih Baik 1 Lebih Baik 1 Lebih Baik 1 Lebih Baik 1 Sama Saja 2 Sama Saja 2 Sama Saja 2 Sama Saja 2 Lebih Buruk 3 Lebih Buruk 3 Lebih Buruk 3 Lebih Buruk 3 Kehadiran Kerja Kualitas kerja Kerja Keras Integritas III. Data ini hanya untuk keperluan penelitian Pemerintah Kota Manado. FORMASI PEGAWAI Banyaknya formasi pegawai berdasarkan asal usulnya dan tingkat jabatan: Top Management Middle Management Bottom Management Staf Tenaga kerja Lokal …………………………Orang …………………………Orang …………………………Orang …………………………Orang Tenaga Kerja Pendatang …………………………Orang …………………………Orang …………………………Orang …………………………Orang IV. manakah yang akan anda prioritaskan pada posisi berikut?: Top Management Middle Management Bottom Management Staff Lokal 1 Lokal 1 Lokal 1 Lokal 1 Peluang Sama 2 Peluang Sama 2 Peluang Sama 2 Peluang Sama 2 Pendatang 3 Pendatang 3 Pendatang 3 Pendatang 3 4 RAHASIA.

.................................. 2 .... PERSEPSI PEGAWAI LOKAL Bagaimana anda bisa bekerja di perusahaan saudara sekarang? Mendaftar pada bursa kesempatan kerja Menghubungi perusahaan/kantor Melamar dengan memanfaatkan iklan Menghubungi keluarga/kenalan Lainnya (…………………………………) ................................. Berapa lama anda bekerja di perusahaan ini? …………………………Tahun 3........ ... 1 ...... 4 ..... Apakah perusahaan memberikan kesempatan promosi karir di masa depan kepada Anda? Ya Tidak Belum Tahu 1 2 3 5 RAHASIA.. 1. 3 ........ 5 2........ Data ini hanya untuk keperluan penelitian Pemerintah Kota Manado......BPS Kota Manado KUESIONER IDENTIFIKASI TENAGA KERJA LOKAL Lembar ini untuk ditanyakan pada pegawai lokal KUESIONER ANALISIS TENAGA KERJA LOKAL KOTA MANADO TAHUN 2009 PERUSAHAAN : NAMA RESPONDEN : JABATAN : Untuk pegawai (pilihlah salah satu pegawai lokal yang cukup representatif): I..................................

...) ... Data ini hanya untuk keperluan penelitian Pemerintah Kota Manado................................ 16 Lainnya (…………………………………………………………………………).................................................. Jika Tidak.............. 8 6 Tidak cocok dengan lingkungan kerja ........... Apakah Anda berniat untuk bertahan lama di perusahaan ini? Ya Tidak Belum Tahu 1 (langsung ke nomor 5) 2 (langsung ke nomor 6) 3 5..................................... 32 Alasan Utama Anda dari rincian diatas? (langsung ke nomor 7) 6................... kenapa? Rencana PHK Perusahaan ............................. Jika Ya...........64 RAHASIA................ ..........................................32 Lainnya (………………………....................................... 2 Pendapatan Kurang Memuaskan .............. 2 Perusahaan Bonafid ......BPS Kota Manado KUESIONER IDENTIFIKASI TENAGA KERJA LOKAL 4........................................................................................................................................... 4 Perusahaan terancam bangkrut................................................ 4 Cocok dengan Lingkungan Kerja ................................ kenapa? Karir Bagus.............. 1 Karir Tidak Berkembang .......................................................16 Masa Kerja/Kontrak segera habis ............. 1 Pendapatan Memuaskan .................................................................................. 8 Merasa sudah cukup dengan pekerjaan ini .....

.................. 1 Karir Tidak Berkembang ....................... Apakah jenis pekerjaan terakhir Anda? ……………………………………...................... 4 Tidak cocok dengan lingkungan kerja .................................... Tahun …………........... 5 Habis Masa Kerja/kontrak............................................. 7 9....... 2 Pendapatan Kurang Memuaskan ...... ...................... 7...........................) . Data ini hanya untuk keperluan penelitian Pemerintah Kota Manado..................... 10........................................................... Alasan utama berhenti bekerja/pindah pekerjaan sebelumnya? PHK ....................................... 6 Lainnya (………………………...............BPS Kota Manado KUESIONER IDENTIFIKASI TENAGA KERJA LOKAL Alasan Utama Anda dari rincian diatas? II.... 3 Perusahaan bangkrut ........................ 7 RAHASIA.................... Berapa lama Anda bekerja pada perusahaan terakhir anda? Bulan ……………................................................................................... PENGALAMAN KERJA Apakah anda pernah mempunyai pekerjaan sebelumnya? Ya 1 Tidak 2 (Jika Tidak Langsung ke nomor 9) 8..

Sudah berapa kali Anda bekerja? ……………………………………… 13. Apakah lapangan pekerjaan terakhir Anda? 12. . Misalkan Anda tidak mempunyai pekerjaan untuk waktu yang lama. Umur berapa pertama kali Anda bekerja? ……………………………Tahun III.BPS Kota Manado KUESIONER IDENTIFIKASI TENAGA KERJA LOKAL ……………………………………… 11. PERSEPSI PENDUDUK LOKAL TERHADAP SEKTOR INFORMAL 13. Data ini hanya untuk keperluan penelitian Pemerintah Kota Manado. apakah Anda berminat untuk pekerjaan berikut: Tukang bakso Bas Bangunan Pedagang Keliling (Makanan/Sayuran Dll) Bertani/berkebun Tukang Bersih/sapu Buruh Pabrik Pedagang Kaki Lima/Asongan Transmigran Pembantu Rumah Tangga Ya 1 Ya 1 Ya 1 Ya 1 Ya 1 Ya 1 Ya 1 Ya 1 Ya 1 Tidak – 2 Tidak – 2 Tidak – 2 Tidak – 2 Tidak – 2 Tidak – 2 Tidak – 2 Tidak – 2 Tidak – 2 8 RAHASIA.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful