Anda di halaman 1dari 5

ETHICAL DECISION MODEL AIKEN & CATALANO

Menurut Aiken & Catalano (1994) hak merupakan klaim yang dibuat oleh orang atau sekelompok berdasarkan pada moral atau etika yang ditujukan kepada orang lain. Otonomi telah didefinisikan

oleh Aiken dan Catalano (1994) sebagai "hak kemerdekaan dan kebebasan penentuan nasib sendiri". Secara umum hak didefenisikan sebagai tuntutan atas sesuatu yang harus dipenuhi
berhubungan dengan tuntutan individu berupa jaminan hukum atau prinsip-prinsip etika dan moral. Prinsip-prinsip etika dan moral tersebut antara lain: 1. Otonomi Merupakan hak untuk membuat keputusn mandiri. Perawat yang mematuhi prinsip ini menyadari bahwa setiap klien unik, berhak menjadi dirinya sendiri, dan berhak memilih tujuan pribadinya, misalnya pada saat klien harus memberikan inform consent sebelum menjalani pemeriksaan, prosedur, penelitian atau menjadi peserta didik. 2. Non maleficienci Meruakan kewajiban untuk tidak membahayakan. Meski tampak mudah pada kenyataannya prinsip ini sulit dilakukan. Bahaya dapat berarti sengaja menimbulkan bahaya, membuat orang lain beresiko terhadap bahaya dan secara tidak sengaja menyebabkan bahaya. Sebagai contoh saat menangkap klien yang jatuh, perawat memegang klien dengan cukup erat sehingga menyebabkan lebam pada tangan klien. 3. Beneficiency Berarti berbuat baik, dimana perawat wajib berbuat baik yakni melakukan tindakan yang menguntungkan klien dan orang yang mendukung mereka. Sebagai contoh perawat dapat menganjurkan klien mengenai program tindkan untuk meningkatkan kesehatan umum, tetapi seharusnya tidak memberikan anjuran tersebut jika klien beresiko. 4. Justice Sering dianggap sebagai ketidakberpihakan. Perawat sering diharapkan pada keputusan yang menuntut rasa keadilan. Sebagai contoh seorang perawat yang mengadakan kunjungan rumah mengetahui pasiennya dalam keadaan tertekan dan menangis dan tau bahwa ia dapat tinggal selama 30 menit untuk berbincang. Namu tindakan itu dapat mengambil jatah waktu untuk klien berikutnya yang menyandang diabetes dan perlu diobservasi serta diberi penyuluhan. Disini perlu perawat menimbang fakta yang ada secara adil bagi kliennya. 5. Fidelity Berarti patuh terhadap kesepakatan dan janji. Berdasarkan posisi mereka sebagai pemberi pelayanan professional, perawat bertanggung jawab kepada klien, atasan, pemerintah, dan masyarakat serta diri sendiri.

6. Veracity Berarti mengatakan yang sebenarnya. Meski tampk mudah pada praktiknya pilihan yang ada tidak selalu jelas. Apakah perawat harus mengatakan hal yang sebenarnya meski hal tersebut diketahui dapat menimbulkan bahaya. Atau apakah harus berbohong bila itu diketahui dapat meredakan kecemasan dan ketakutan.

Pada prinsipnya hak dasar manusia, terdapat dua hal yaitu: Human Right dan Fundamental Right. Beberapa hak manusiawi (human right) adalah hak untuk mengekspresikan dirinya secara bebas untuk tumbuh dan untuk menerima upah/pembayaran atas pekerjaannya, sedangkan Hak dasar (Fundamental right) termasuk hal-hal yang berkaitan dengan kebutuhan dasar manusia, seperti hak untuk hidup layak, hak untuk bernafas, hak untuk mendapatkan makanan yang layak dan sebagainnya (Aiken, 2003). Menurut Aiken & Catalano terdapat lima langkah proses pengambilan keputusan dalam dilemma etik yaitu: 1. Mengumpulkan data, menganalisa dan menginterpretasikan data

2. Menyatakan dilemma 3. Mempertimbangkan pilihan tindakan 4. Menganalisis kekuatan dan kelemahan tiap tindakan 5. Mengmbil keputusan.

Analisa kasus proses pengambilan keputusan menurut Aiken & Catalano: Langkah 1. Mengumpulkan Data Nama Umur : ny. S : 25 tahun

Sedang hamil 32 minggu Masuk IGD dengan menggunakan collar servikal. Mengalami kecelakaan, kepala terbentur kaca depan KU sadar, Orientasi terhadap orang, tempat dan waktu baik, GCS=15 Keluhan pasien: kepala terasa berat, lemah, nyeri bahu kiri, rasa kram berat di perut segera setelah kecelakaan. Riwayat kesehatan: riwayat sickle cell disease (+), gravida1 Kedua paru normal, vital sign: HR 90, RR 28, BP 130/80, HB 6 g/dl, hematokrit 21% Ada indikasi perdarahan internal Ultrasound memperlihatkan darah dalam rongga amnion Doppler menunjukkan DJJ 90 Ada indikasi distress janin. Tim medis menjelaskan kondisinya kritis Rencana perawatan: transfuse dan seksio sesaria Ny. S penganut Saksi Jehova dan menolak dilakukan rencana perawatan.

Analisa Data. Dari data diatas dapat dianalisa bahwa ny. Susiana : Ny. S memerlukan transfuse dan seksio segera, namun ny. S menolak untuk ditransfusi dan seksio Interpretasi: Jika tidak dilakukan transfuse dan seksio segera, resiko tinggi terjadi kematian ibu dan janin

Langkah 2. Menyatakan dilemma Dilakukan transfusi dan seksio atau tidak dilakukan. Langkah 3. Mempertimbangkan pilihan tindakan Pertimbangan Dilakukan transfusi dan seksio Tidak dilakukan transfusi dan sesaria seksio sesaria

1. Prinsip moral dan etik

Berdasarkan prinsip beneficien

Berdasarkan prinsip autonomy

2. Hukum

Berdasarkan PP NO. 32 Tahun 1996 Pasal 22 ayat 1 menyatakan bahwa dalam menjalankan tugas profesinya (dokter dan perawat) wajib untuk menghormati hak pasien, menjaga kerahasiaan

identitas dan data kesehatan pribadi pasien, meminta

persetujuan terhadap tindakan yang akan dilakukan dan

membuat dan memelihara rekam medis.

Langkah 4. Menganalisis kekuatan dan kelemahan dari tiap tindakan. Kekuatan Kelemahan

Dilakukan

Secara medis meminimalkn resiko Melanggar kematian hukum

prinsip

moral

dan

Tidak dilakukan

Menghormati hak dan keyakinan Prognosa lebih jelek dan resiko pasien kematian ibu dan janin lebih besar.

Langkah 5. Membuat keputusan Berdasarkan pertimbangan: 1. Tidak melanggar prinsip etik keperawatan 2. Tidak melanggar hukum 3. Menghormati hak pasien Maka tindakan transfuse dan seksio sesaria tidak dilakukan, akan tetapi tetap diberikan penjelasan tentang resiko dari pilihan pasien tersebut. Selanjutnya perawat memberikan inform consent tentang pernyataan penolakan tindakan.

DAFTAR PUSTAKA

Barbara Kozier.et.l. 2010. Buku Ajar Fundamental Keperawatan: Konsep, dan Praktik. Jakarta: EGC.

http://www.scribd.com/doc/57447087/ETIK-DALAM-KEPERAWATAN08