Anda di halaman 1dari 6

LAPORAN PRAKTIKUM FISIOLOGI TUMBUHAN ACARA I PLASMOLISIS

NAMA NIM KELAS

: NISWATI ZAHRO : 100210103068 :C

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BIOLOGI JURUSAN PENDIDIKAN MIPA FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS JEMBER 2012

I. JUDUL DIFUSI DAN OSMOSIS

II. TUJUAN Mengamati pengaruh perlakuan fisik (suhu) dan kimia (jenis pelarut) terhadap permeabilitas membran sel.

III. DASAR TEORI Sel tumbuhan dibatasi oleh dua lapis pembatas yang sangat berbeda komposisi dan strukturnya. Lapisan terluar adalah dinding sel yang tersusun atas selulosa, lignin dan polisakarida lain. Dinding sel berfungsi memberi kekakuan dan bentuk sel tumbuhan. Plasmodesmata adalah lubang pada dinding sel yang berfungsi sebagai saluran antara satu sel dengan sel lainnya. Diameter plasmodesmata sekitar 60 nm sehingga dapat dilalui oleh molekul dengan berat molekul sekitar 1000 Dalton. Lapisan dalam sel tumbuhan adalah membran sel yang terdiri atas dua lapis molekul fosfolipid. Bagian ekor dengan asam lemak yang bersifat hidrofobik (non polar), sedangkan bagian kepala bersifat hidrofilik (Polar)... Komponen protein terletak pada membran dengan posisi berbeda-beda. Beberapa protein terletak periferal dan yang lain terletak intregal (Tim Pembina Fisiologi Tumbuhan, 2012: 1). Berikut adalah skema model mosaik membran sel.

Gambar 3.1 Model mosaik membran sel (http://blog.uad.ac.id/ekost/2011/12/03/struktur-dan-fungsi-sel/membran-sel/)

Ciri-ciri yang selalu dimiliki oleh setiap jenis membran adalah bersifat selektif permeabel terhadap molekul-molekul. Air gas dan molekul kecil hidrofobik secara bebas dapat melewati membran secara difusi sederhana. Ion dan molekul polar yang tidak bermuatan harus dibantu oleh protein permease spesifik untuk dapat diangkut melalui membran dengan proses yang disebut difusi terbantu (fasilitated diffusion). Untuk mengukur ion dan molekul dalam arah yang melawan gradien konsentrasi, suatu proses tranpor aktif harus diterapkan. Dalam hal ini protein aktifnya memerlukan energi berupa ATP (Tim Pembina Fisiologi Tumbuhan, 2012: 1). Permeabilitas membran tergantung pada fluiditas inti hidrofobik membran dan aktivitas protein pengangkutnya. Oleh karena itu keadaan lingkungan yang dapat mengganggu keduanya akan mempengaruhi permeabilitas membran terhadap suatu solut (Tim Pembina Fisiologi Tumbuhan, 2012: 1).

IV. METODE PENELITIAN 4.1 Alat dan Bahan a. Alat Mikroskop Gelas objek Gelas penutup Pipet tetes Pisau silet b. Bahan Umbi bawang merah (Allium cepa) Daun Rhoeo discolor Larutan gula Larutan garam fisiologis Aquadest

4.2 Langkah Kerja

Mengambil dengan hati-hati lapisan dalam dari umbi bawang merah dan bagian daun yang berwarna merah dari Rhoeo discolor secara membujur

Meletakkan sayatan di atas gelas objek

Menetesi preparat dengan larutan glukosa , membiarkan selama 10-15 menit kemudian mengamati preparat dengan mikroskop

Mencatat hasil pengamatan yang diperoleh

Menyerap larutan glukosa yang membasahi preparat dengan tissue hingga kering

Menetesi preparat dengan aquadest , membiarkan selama 10-15 menit kemudian mengamati preparat dengan mikroskop

Mengambil sayatan baru dari umbi bawang merah dan daun Rhoeo discolor kemudian menetesi preparat dengan larutan garam fisiologis

Mengamati dan membandingkan hasil pengamatan sebelumnya dengan preparat yang ditetesi larutan garam fisiologis

Mencatat hasil pengamatan

4.2 Hasil Pengamatan 4.2.1 Rhoeo discolor PERLAKUAN GAMBAR KETERANGAN

Larutan Glukosa

Aquadest

Larutan Garfis

4.2.2 Allium cepa PERLAKUAN GAMBAR KETERANGAN

LARUTAN GLUKOSA

AQUADEST

LARUTAN GARFIS

V. PEMBAHASAN