Anda di halaman 1dari 14

KROMATOGRAFI LAPIS TIPIS

I. TUJUAN PERCOBAAN Setelah praktikum ini, mahasiswa diharapkan : 1. Mengetahui tentang cara pembuatan plat KLT 2. Memahami fungsi penggunaan KLT dalam bidang fitokimia . Mampu mengaplikasikan cara analisis kandungan kimia dari simplisia menggunakan metode KLT. II. TEORI SINGKAT Tehnik Kromatografi Lapis Tipis ! KLT " merupakan metode #ang paling cocok untuk analisis obat di laboratorium farmasi, metode ini han#a memerlukan in$estasi #ang kecil untuk perlengkapan, menggunakan waktu #ang singkat untuk men#elesaikan analisis ! 1%&'( menit " dan memerlukan )umlah cuplikan #ang sangat sedikit ! kira&kira (,1 g ". Definisi dan Prinsip KLT Kromatografi Lapis Tipis ! KLT " ialah metode pemisahan fisikokimia. Lapisan #nag memisahkan #ang terdiri dari bahan berbutir& butir ! fase diam ", ditempatkan pada pen#angga berupa pelat gelas, logam, atau lapisan #ang cocok. *ampuran #ang akan dipisahkan berupa larutan, ditotolkan berupa bercak atau pita !awal". Setelah pelat atau lapisan ditaruh di dalam be)ana tertutup rapat !*hamber" #ang berisi larutan pengembang #ang cocok !fase gerak", pemisahan ter)adi selama perambatan kapiler !pengembangan", selan)utn#a #ang tidak berwarna harus ditampakkan.

Kondisi +aku ,. -ase diam !lapisan pen#erap" Lapisan dibuat dari salah satu pen#erap #ang khusus digunakan untuk KLT #ang dihasilkan oleh berbagai perusahaan, pan)ang lapisan tersebut 2( cm dengan lebar 2( cm atau 1( cm. .ntuk analisis tebaln#a (,1&(, mm. Sebelum digunakan lapisan disimpan dalam lingkungan #ang tidak lembab dan bebas dari uap laboratorium. /en#erap #ang umum ialah silica gel, aluminium oksida, kieselgur, selulosa dan turunann#a, poliamida dan lain&lain. +. -ase gerak !larutan pengembang0larutan eluasi" -ase gerak adalah media angkut dan terdiri dari satu atau beberapa pelarut, bergerak di dalam fase diam, #aitu suatu lapisan berpori, karena adan#a ga#a kapiler. ,ngka banding campuran sederhana atau multikomponen pelarut din#atakan dalam bagian $olume sedemikian rupa sehingga $olume total 1((. 1eteksi sen#awa #ang dipisah Terdapat berbagai kemungkinan untuk deteksi sen#awa pada kromatogaram. 1eteksi paling sederhana )ika sen#awa menun)ukkan pen#erapan di daerah .2 gelombang pendek !radiasi utama kira&kira 2%3 nm" atau )ika sen#awa itu dapat dieksitasi ke fluoresensi radiasi .2 gelombang pendek dan atau gelombang pan)ang ! '% nm".

1eteksi 1engan /ereaksi Semprot .ntuk penentuan posisi sen#awa #ang tidak berwarna pada suatu kromatogram ditambahkan pereaksi #ang dapat mengubah sen#awa tersebut men)adi sen#awa #ang berwarna atau turunan #ang memberikan fluoresensi. /enting diingat bahwa pereaksi warna harus mencapai pelat KLT dalam bentuk tetesan #ang sangat halus sebagai aerosol, dan bukan sebagai semprotan kasar. 4enis pen#emprotan tiga bagian #ang mudah digunakan lebih menguntungkan dan lebih murah, karena itu disarankan untuk digunakan. Sebuah tabung reaksi dapat digunakan sebagai pengganti wadah pereaksi kaca, tabung ini berisi 1 mL pereaksi #ang dapat digunakan untuk men#emprot langsung dengan cara mencelupkan pipa dan menekan tombol. /emanasan /embentukan warna #ang optimum seringkali memerlukan peningkatan suhu dan waktu tertentu. 5ang lebih baik adalah pemanas #ang men#ebarkan suhun#a seragam dan #ang dilengkapi thermostat atau pemanas #ang menghasilkan suhu tetap pada 12(6*. Selain itu, pemanas harus mempun#ai sisi #ang halus untuk memindahkan pelat KLT 2(72( cm. Angka RF dan KLT .ntuk identifikasi ditentukan harga 8f #aitu pembanding )arak rambat 9at tersebut terhadap )arak garis depan #ang dicapai pelarut, kadang& kadang ditentukan harga 8f, #aitu perbandingan )arak rambat 9at terhadap )arak rambat sen#awa baku. 8f : 4arak titik pusat bercak dari titik awal 4arak garis depan dari titik awal h8f : 1(( 7 8f

Lapisan silica gel 4arak gel merupakan pen#erap #ang paling ban#ak digunakan, suatu kombinasi #ang tepat dengan sistem sol$en #ang dipakai akan mampu menghasilkan pemisahan secara adsorpsi, partisi bahkan dengan efek pen#aring molekular. /ada kromatografi sen#awa&sen#awa bersifat basa, #akni keberadaan gugus ;<= bebas dari silica gel pada pemukaan partikeln#a menimbulkan sifat sedikit relati$e asam !p= 3&%". Karena itu sen#awa basa akan tertahan pada tempat start bila menggunakan sol$en #ang bereaksi basa atau dengan penambahan Kalium =idroksida !K<=" pada bubuk silica gel sebelum dibuat lempeng. III. URAIAN SIMPLISIA Piperis Nigri Fructus 1i$isi Sub di$isi Kelas +angsa Suku Marga 4enis /emerian Makroskopik : +uah berbentuk hampir bulat, warna hitam kecoklatan. >aris tengah 2,% mm sampai ' mm? permukaan berkeriput kasar, dalam dan serupa )ala? pada u)ung buah terdapat sisa dari kepala putik #ang tidak bertangkai? pada irisan membu)ur tampak perikarp #ang tipis, sempit, dan berwarna gelap, men#elubungi inti bi)i #ang : Spermatoph#ta : ,ngiospermae : 1icot#ledonae : /iperales : /iperaceae : /iper : /iper nigrum Linne. : +au aromatik khas, rasa pedas

putih dari bi)i tunggal? perikarp melekat erat pada bi)i. +agian tengah dan u)ung perisperm berongga, embrio sangat kecil, terbenam dalam endosperm. Mikroskopik : @pikarp tersusun dari satu lapis sel epidermis #ang sel&seln#a berbentuk segi emapat membulat, berisi hablur kecil berbentuk prisma dan 9at berwarna coklat tua sampai kehitam&hitaman? pada pandangan tangensial epikarp tampak berbentuk polingol dengan dinding lurus. =ipodermis terdiri dari )aringan parenkim berdinding tipis dan kelompok&kelompok sel batu? sel batu berbentuk isodiametrik sampai persegi pan)ang, dinding tebal berlapis&lapis, berlignin, warna kuning kecoklatan, lumen cukup lebar dan berisi 9at warna coklat tua, saluran noktah )elas. Mesokarp merupakan bagian #ang terlebar? bagian luar terdiri dari beberapa sel parenkim besar berbentuk pol#gonal berisi butir pati dan butir hi)au daun, di antara sel parenkim terdapat sel sekresi berisi min#ak berwarna kekuningan atau berisi damar #ang tersebar? lapisan selan)utn#a terdiri dari beberapa lapis sel parenkim berdinding tipis #ang #ang mampat, di antara sel aerenkim terdapat berkas pembuluh fibro$askuler? di mesokarp bagian dalam terdapat bagian dalam berisi min#ak tidak berwarna. @ndokarp terdiri dari satu lapis sel piala dengan dinding radial dan dinding tangensial dalam tebal, berlignin, dinding dalam lebih berlignin daripada dinding luar. Spermoderm terdiri dari lapisan sel #ang termampat dan lapisan pigmen berisi 9at warna coklat dengan larutan +@SA AAA klorida L/ berwarna biru. Serbuk : warna coklat muda. -ragmen pengenal adalah kelompok butir pati #ang berupa massa pol#hedral, fragmen epikarp, fragmen h#podermis

dengan parenkim dan kelompok sel batu? fragmen endokarp dengan sel piala, kerapkali masih berlekatan dengan spermoderm? fragmen epikarp berikut h#podermis? fragmen parenkim dengan sel sekresi. IV. ALAT DAN BA AN ,lat : & & & & & & & & @rlenme#er Tabung reaksi /lat KLT /ipa kapiler *hamber Lampu .2 2%3 dan '' nm <$en /elat kaca ukuran 2(72( cm

+ahan : & & & & & & & & Silica gel >-2%3 ,ir suling n&heksana ,nisaldehida ,sam sulfat pekat Serbuk simplisia /iper Bigri -ructus @til asetat Metanol

V.

PROSEDUR ! CARA KERJA 1. +uat garis tipis dengan pensil pada )arak 2 cm dari bawah lempeng KLT !garis start" 2. .kur 1% cm dari garis start ke atas lalu buat garis tipis. . +uat 2 titik pada lempeng KLT, masing&masing ber)arak 1,2% cm. 3. /embuatan sari , : Timbang (,1 gram serbuk simplisia piper nigri, masukkan kedalam rabung reaksi , tambahkan 1,(ml metanol, panaskan selama beberapa saat,kocok kuat, diamkan.,mbil filtratn#a.Totolkan pada titik , di lempeng KLT seban#ak 1(Cl %. Sebagai pembanding: Larutan /iperin ditotolkan pada titik + di lempeng KLT seban#ak 17 pipa kapiler. '. @luasi dengan cairan eluasi dengan )arak rambat 1% cm sampai batas tanda. D. Keringkan selama 1( menit di udara. ,mati pada sinar biasa, sinar .2 2%3 nm, dan sinar .2 '' nm. Tandai bercak dengan pensil. >ambar pada kertas buram bening. E. Semprot dengan pereaksi semprot dengan )arak ( cm keringkan dalam o$en pada suhu 1((&11(F* selama 1( menit. ,mati pada sinar biasa, sinar .2 2%3 nm dan sinar .2 '' nm.

VI.

ASIL PERCOBAAN ! PENGAMATAN 1ata terlampir

VII.

PER ITUNGAN =asil KLT : Menggunakan 8f dan h8f !dengan rumus" : 8f : )arak titik pusat bercak di penotolan awal 4arak rambat pengembang dari titik awal

h8f : )arak titik pusat bercak di penotolan awal G 1(( 4arak rambat pengembang dari titik awal ,. Sebelum /en#emprotan 1. Sinar biasa 1 ,ngka 8f : 2,D01% : (,1E h8f : 1EH 2 angka I 8f : 2,201% ; 2,J01% : (,13'' ; (,1J h8f : 13,''H ; 1J, 2. Sinar .2 2%3nm S 1 ,ngka I 8f : 2,'01% : (,1D h8f : 1D, H S 2 angka I 8f : 2,201% ; ,101% : (,13'' & (,2('' h8f : 13,''H & 2(,''H + 1 ,ngkaI 8f : 2,'01% : (,1D h8f : 1D, H + 2 ,ngka I8f : 2,201%& ,(01% : (,13''&(,2 h8f : 13,''H&2(H . Sinar .2 '' nm S 1 ,ngkaI 8f: 2,D01% : (,1E H

h8f : 1EH S 2 ,ngka I 8f : 2, 01% ; ,101% : (,1% h8f : 1%, : (,' h8f : '(H S 2 ,ngka I 8f : E,'01% ; J,201% : (,%D h8f : %D, ; (,'1 H ;'1, H ; (,2('' H & 2(,''H

S 1 ,ngka I 8f : J,(01%

+ 1 ,ngkaI 8f : 2,D01% : (,1E h8f : 1EH + 2 ,ngka I 8f: 2, 01% ; ,101% : (,1% h8f : 1%, +. Setelah /en#emprotan 1. Sinar +iasa S 1 ,ngka I 8f : 2 ,'01% : (,1D h8f : 1D, H S 2 ,ngka I 8f : 2,201% ; ,101% : (,13'' ; (,2('D h8f : 13,''H & 2(,''H S 1 ,ngka I 8f : E,101% : (,%3 h8f: %3H ; (,2('D H&2(,'DH

S 2 ,ngka I 8f : D,'01% ; E,D01% : (,%('' ; (,%E h8f: %(,''H & %EH + 1 ,ngka I 8f : 2,'%01% : (,1D'' h8f : 1D,''H + 2 ,ngka I 8f : 2,201% ; ,101% : (,13'' ; (.2('' h8f: 13,''H & 2(,''H 2. Sinar .2 2%3 nm S 1 ,ngka I 8f : 2,'01% : (,1D h8f : 1D, H S 2 ,ngka I 8f : 2,201% ; ,(01% : (,13'' ; (,2 h8f: 13,''H & 2(H S 1 ,ngka I 8f : E,D01% : (,%E h8f: %EH S 2 ,ngka I 8f : E,301% ; J,(01% : (,%' ; (,' h8f: %'H & '(H + 1 ,ngka I 8f : 2,'% : (,1D'' h8f : 1D,''H

+ 2 ,ngka I 8f : 2,201% ; ,(01% : (,13'' ; (,2 h8f : 13,''H & 2(% . Sinar .2 '' nm S 1 ,ngka I 8f : 2,'01% : (,1D h8f: 1D, H S 2 ,ngka I 8f : 2,201% ; 2,J01% : (,13'' ; (,1J h8f: 13,''H & 1J, S 1 ,ngka I 8f : E,'01% : (,%D h8f: %D, H S 2 ,ngka I 8f : E,301% ; E,J01% : (,%' ; (,%J h8f: %'H & %J, + 1 ,ngka I 8f : 2,'01% : (,1D h8f : 1D, H + 2 ,ngka I 8f : 2,201% ; 2,J01% : (,13'' ; (,1J h8f: 13,''H & 1J, H H H

VIII.

PEMBA ASAN 1. /enotolan pada silica >- 2%3 harus hati&hati dan perlahan, karena dapat merusak lapisan silica geln#a. 2. /enotolan diusahakan )angan terlalu lebar atau terlalu besar, karena akan berpengaruh pada saat di eluasi. . /en#emprotan dan pemanasan terhadap lempeng KLT dilakukan karena pembentukan warna #ang optimum seringkali memerlukan peningkatan suhu dan waktu tertentu. 3. /ereaksi semprot #ang digunakan adalah : ,nisaldehid&asam sulfat. Se)umlah (.% ml anisaldehid dicampur berturut&turut dengan 1( ml asam asetat biang, E% ml methanol, dan % ml asam sulfat pekat. %. KLT mempun#ai beberapa keuntungan : memerlukan in$estasi #ang kecil untuk perlengkapan, menggunakan waktu #ang singkat untuk analisis !1%&'( menit", memerlukan )umlah cuplikan #ang sedikit !kira&kira 1 g". Selain itu, hasil palsu #ang disebabkan oleh komponen sekunder tidak mungkin ter)adi, kebutuhan ruangan minimum, dan penanganann#a sederhana. '. Setelah dilakukan analisis secara KLT terhadap simplisia /iper Bigrum, dan diamati pada sinar biasa dan sinar .2 identitas /iper nigrum itu sendiri. '' nm diperoleh bercak berbagai macam warna dan )uga didapat bercak

I.

KESIMPULAN
Simplisia /iperis Bigri -ructus mengandung piperin dibuktikan dengan bercak pada KLT. =al ini dapat diketahui dari h8f dan warna bercak dari larutan

u)i : larutan baku pembanding

". DAFTAR PUSTAKA =arborne, 4.+.1JDE. Metode Fitokimia. +andung : AT+. =al 12&1%. Stahl, @gon. 1JE%. Analisis Obat Secara Kromatografi dan Mikroskopi.+andung: AT+. =al 2(%&2(D. Sumar#ono, Kahono.L1iktat -itokimiaM. 4akarta : .ni$./ancasila. =al D&1%. Tim /en#usun. Daftar Tanaman Obat. 4akarta: 1epartemen Kesehatan 8epublik Andonesia. =al 2'D. Tim /en#usun. Materia Medika Indonesia. 4ilid A2. 1JE(..4akarta : 1epartemen Kesehatan Andonesia. =al 1(%&1(E.

Ket : S : Sampel /iper nigri + : +aku pembanding .

LAPORAN RESMI PRAKTIKUM FITOKIMIA PERCOBAAN II

KROMATOGRAFI LAPIS TIPIS

Kelas # B Kelompok : $II ,nggota : 1. -eni Arma 2ita 2. -ren# 2. -itria Susiana 3. =asmarani %. =endra '. =erawati D. Antan /ra)awati !2(('21((D2" !2(('21((DD" !2(('21(( !2(('21(( !2(('21(( " " " !2(('21((E3"

!2(('21((J%"

FAKULTAS FARMASI UNIVERSITAS PANCASILA JAKARTA %&&'