Anda di halaman 1dari 6

Nama : Yoga Mukti Wibowo NIM : 105020307111049 Kelas : CA

Kasus 9 1. Proses perekrutan karyawan yang kurang berkualitas menurut saya dapat menjadi salah satu penyebab kenapa di PT Maju Makmur terdapat beberapa karyawan yang tidak mengetahui secara mendetail isi dari PSAK yang saat ini diterapkan di Indonesia. Selain itu, dapat juga dikarenakan tidak adanya pengembangan sumber daya manusia di perusahaan tersebut. 2. Dalam PSAK No 17 mengenai Akuntansi Penyusutan, dijelaskan bahwa penyusutan adalah jumlah suatu aktiva yang dapat disusutkan sepanjang masa manfaat yang diestimasi. Masa manfaat adalah : Periode suatu aktiva diharapkan digunakan oleh perusahaan; Jumlah produksi atau unit serupa yang diharapkan diperoleh dari aktiva oleh perusahaan. Beban depresiasi tidak dicatat sebelum aset digunakan karena manfaat aset akan berkurang saat aset tersebut digunakan. Saat aset digunakan maka aset akan mengalami penyusutan dan saat penyusutan itu terjadi maka saat itu pula beban depresiasi dicatat. 3. Menurut saya jika KAP Adi Susilo dan Rekan melakukan perhitungan jumlah bunga yang harus dikapitalisasikan pada proyek PT Maju Makmur, hal tersebut kurang tepat dilakukan. Karena KAP Adi Susilo dan Rekan berperan sebagai auditor, dimana auditor tidak bertanggung jawab atau berhak dalam pembuatan laporan keuangan PT Maju Makmur. Yang berhak atau bertanggungjawab dalam pembuatan laporan keuangan adalah pihak manajemen PT Maju Makmur itu sendiri. 4. Auditor harus memeriksa apakah sewa guna usaha perusahaan apakah operating lease atau capital lease. Apabila suatu transaksi sewa guna usaha yang berdasarkan makna ekonominya merupakan pemindahan dari seluruh manfaat serta risiko yang melekat pada kepemilikan suatu aktiva, maka transaksi tersebut harus dipandang sebagai perolehan suatu aktiva dan terjadinya kewajiban (capitallease) bagi

penyewa guna usaha, dan suatu penjualan atau pembiayaan (finance lease) bagi perusahaan sewa guna usaha. Sebaliknya apabila suatu transaksi sewa guna usaha yang berdasarkan makna ekonominya tidak merupakan suatu pemindahan seluruh manfaat dan risiko yang melekat pada kepemilikan aktiva tersebut, maka transaksi tersebut harus dipandang sebagai transaksi sewa menyewa biasa (operating lease). Pada perjanjian disebutkan jika properti mendapatkan asuransi dari pihak yang menyewakan sedangakan isi dari properti memdapatkan asuransi dari si penyewa properti. Sistem sewa guna yang digunakan adalah operating lease karene tidak adanya peralihan seluruh risiko dan manfaat yang terkait kepemilikan aset. Dalam pelaporan keuangan PT Maju Makmur, terdapat ketidaksesuaian yang mengakibatkan ketidakwajaran. Pada sistem capital lease akan mempengaruhi

laporan keuangan di neraca. Sedangkan sistem operating lease mempengaruhi laporan keuangan di laporan laba rugi. Jika kedua sistem tersebut tidak ditempatkan sesuai dengan seharusnya maka akan mempengaruhi kewajaran suatu laporan keuangan. 5. Pada PSAK No. 7 tentang pengungkapan pihak pihak yang mempunyai hubungan istimewa, di poin 18 menjelaskan Agar pembaca laporan keuangan mendapat gambaran tentang pengaruh hubungan istimewa, perusahaan pelapor wajib mengungkapkan adanya hubungan istimewa bila terdapat pengendalian (control), sehubungan dengan transaksi antara pihak yang mempunyai hubungan istimewa. Sedangkan pada poin 19 Jika terdapat transaksi antara pihak yang mempunyai hubungan istimewa, perlu diungkapkan hakikat transaksi dan unsurunsur transaksi yang diperlukan agar laporan keuangan tersebut dapat dimengerti. Unsur-unsur ini biasanya mencakup : (a) suatu petunjuk mengenai volume transaksi, baikjumlah maupun proporsinya; (b) jumlah atau proporsi pos-pos terbuka (outstanding items); dan (c) kebijakan harga. Berdasarkan keterangan di atas maka menurut saya transaksi terhadap pihak istimewa perlu diungkapkan secara terpisah pada catatan atas laporan keuangan. 6. Tren penjualan pada toko ke 6 PT Maju Makmur memang mengalami peningkatan, namun secar keseluruhan masih mengalami kerugian. Serta perusahaan tersebut tidak mengungkapkan atau mencatat penurunan nilai yang dilaporkan atas investasi. Maka dari itu sebaiknya KAP Adi Susilo dan Rekan memberikan opini wajar dengan pengecualian. 7. Ya, ini merupakan salah satu bentuk ancaman yang diberikan klien terhadap auditor pada masa ini. Ancaman atas pemutusan perikatan atau penggantian tim

perikatan merupakan salah satu contoh situasi yang dapat menimbulkan ancaman intimidasi. Menurut saya sebaiknya KAP Adi Susilo dan Rekan memberikan pemahaman terhadap klien yang akan diaudit. Dengan adanya pemahaman tersebut akan mengurangi adanya risiko kesalahpahaman antara kedua belah pihak. Dalam pemahaman tersebut juga meliputi tanggungjawab auditor dan batasan perikatan. Setelah adanya pemahaman tersebut maka klien dapat mengerti bagaimana perikatan audit yang ia jalani.

Kasus 9 Riset Kelompok Pada PSAK Nomor 07 tentang pihak yang memiliki hubungan istimewa poin 3 disebutkan bahwa pihak-pihak yang mempunyai hubungan istimewa adalah pihak-pihak yang dianggap mempunyai hubungan istimewa bila satu pihak mempunyai kemampuan untuk mengendalikan pihak lain atau mempunyai pengaruh signifikan atas pihak lain dalam mengambil keputusan keuangan dan operasional. Transaksi antara Pihak-Pihak yang Mempunyai Hubungan Istimewa adalah suatu pengalihan sumber daya atau kewajiban antara pihak-pihak yang mempunyai hubungan istimewa, tanpa menghiraukan apakah suatu harga diperhitungkan. Pengendalian adalah kepemilikan langsung melalui anak perusahaan dengan lebih dari setengah hak suara dari suatu perusahaan, atau suatu kepentingan substansial dalam hak suara dan kekuasaan untuk mengarahkan kebijakan keuangan dan operasi manajemen perusahaan berdasarkan anggaran dasar atau perjanjian. Pengaruh signifikan (untuk tujuan pernyataan ini) adalah penyertaan dalam pengambilan keputusan kebijakan keuangan dan operasi suatu perusahaan, tetapi tidak mengendalikan kebijakan itu. Pengaruh signifikan dapat dijalankan dengan berbagai cara antara lain berdasarkan perwakilan dalam dewan komisaris atau penyertaan dalam proses perumusan kebijakan, transaksi antar perusahaan yang material, pertukaran karyawan manajerial atau ketergantungan pada informasi teknis. Pengaruh signifikan dapat diperoleh berdasarkan kepemilikan bersama, anggaran dasar atau perjanjian. Dengan kepemilikan bersama, pengaruh signifikan dianggap sesuai dengan definisi yang dimuat dalam Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan No. 4 tentang Laporan Keuangan Konsolidasi. Untuk pihak-pihak yang mempunyai hubungan istimewa yang digambarkan sebagai berikut: a) Perusahaan yang melalui satu atau lebih perantara (intermediaries),

mengendalikan, atau dikendalikan oleh, atau berada di bawah pengendalian bersama, dengan perusahaan pelapor (termasuk holding companies, subsidiaries dan fellow subsidiaries); b) Perusahaan asosiasi (associated company); c) Perorangan yang memiliki, baik secara langsung maupun tidak langsung, suatu kepentingan hak suara di perusahaan pelapor yang berpengaruh secara signifikan, dan anggota keluarga dekat dari perorangan tersebut (yang dimaksudkan dengan

anggota keluarga dekat adalah mereka yang dapat diharapkan mempengaruhi atau dipengaruhi perorangan tersebut dalam transaksinya dengan perusahaan pelapor); d) Karyawan kunci, yaitu orang-orang yang mempunyai wewenang dan tanggung jawab untuk merencanakan, memimpin dan mengendalikan kegiatan perusahaan pelapor yang meliputi anggota dewan komisaris, direksi dan manajer dari perusahaan serta anggota keluarga dekat orang-orang tersebut; e) Perusahaan di mana suatu kepentingan substansial dalam hak suara dimiliki baik secara langsung maupun tidak langsung oleh setiap orang yang diuraikan dalam (c) atau (d), atau setiap orang tersebut mempunyai pengaruh signifikan atas perusahaan tersebut. Ini mencakup perusahaan-perusahaan yang dimiliki anggota dewan komisaris, direksi atau pemegang saham utama dari perusahaan pelapor dan perusahaan-perusahaan yang mempunyai anggota manajemen kunci yang sama dengan perusahaan pelapor. Dalam mempertimbangkan setiap kemungkinan hubungan istimewa, perhatian diarahkan pada substansi hubungan, bukan hanya pada bentuk hukumnya. Pihak-pihak berikut tidak dianggap sebagai pihak-pihak yang mempunyai hubungan istimewa: a. (i) Penyandang dana; (ii) Serikat dagang; (iii) Perusahaan pelayanan umum (public utilities); (iv) Departemen dan instansi pemerintah; dalam pelaksanaan urusan normal dengan perusahaan pelapor (meskipun pihak-pihak tersebut dapat membatasi kebebasan suatu perusahaan atau ikut serta dalam proses pengambilan keputusan). b. satu-satunya pelanggan, pemasok, pemegang hak franchise, distributor atau perwakilan/agen umum dengan siapa suatu perusahaan mengadakan transaksi usaha dengan volume yang signifikan, semata-mata karena ketergantungan ekonomis yang diakibatkan oleh keadaan. Menurut kelompok kami, Langgeng Santoso Development Company masuk dalam kategori entitas yang memiliki hubungan istimewa, karena pemiliknya adalah Langgeng Santoso yang juga presiden PT Maju Makmur. (Masuk poin c, dalam kategori pihak-pihak yang memiliki hubungan istimewa). Laporan keuangan Langgeng Santoso Development Company tidak harus

dikonsolidasikan dengan laporan keuangan PT Maju Makmur karena menurut PSAK no 4, Laporan keuangan konsolidasi adalah suatu laporan keuangan dari suatu group perusahaan

yang disajikan sebagai satu kesatuan ekonomi. Sedangkan Langgeng Santoso Development Company tidak memiliki kesatuan ekonomi dengan PT Maju Makmur, walaupun keduanya memiliki hubungan istimewa.