Anda di halaman 1dari 18

MAKALAH KONSERVASI:

PRINSIP PERAWATAN,TEKNIK PREPARASI DAN OBTURASI SALURAN AKAR


Untuk Memenuhi Tugas Matakuliah Konservasi igi !

"en#usun: Se$tina Anggun "utri %&'(!(&&'&)(* +osen "em,im,ing: -rg.Ul/a 0asmin "RO RAM STU+I "EN+I+IKAN +OKTER 1AKULTAS KE+OKTERAN UNIVERSITAS SRI2I3A0A !&() I I

"ERA2ATAN SALURAN AKAR Perawatan saluran akar adalah suatu perawatan di dalam kedokteran gigi dimana pada perawatan tersebut sebagian atau seluruh jaringan pulpa diangkat dan kemudian di tumpat dengan bahan pengis saluran akar ( gutta percha). Perawatan saluran akar mempunyai berbagai tahapan yang kompleks. Keberhasilan dari perawatan saluran akar tergantung pada keahlian operator dan ditunjang dengan pengetahuan yang benar tentang tahapan-tahapan perawatan saluran akar. Perawatan saluran akar ini mempunyai fungsi mempertahankan gigi yang telah terinflamasi maupun yang telah mati supaya tetap berada pada lengkung rahang, tentunya dengan berbagai pertimbangan. Perawatan saluran akar dapat didefinisikan sebagai mengeluarkan seluruh pulpa gigi yang rusak diikuti dengan pembersihan, perbaikan bentuk dan pengisian sistem saluran akar sehingga gigi dapat menjadi unit fungsional, dalam lengkung rahang. Eksterpasi dari pulpa vital diikuti dengan terapi saluran akar mungkin diperlukan pada kasus dimana rencana perawatan mencakup pembuatan overdenture atau bila susunan angulasi akar terhadap mahkota mengharuskan dibuatnya pasak atau core. ewasa ini mulai mencoba penggunaan laser sebagai preparasi saluran akar, selain penggunaan alat-alat !ickel-"itan yang sangat fleksibel. anatomi gigi, dan teknik perawatan yang dilakukan. A. "RINSI" "ERA2ATAN SALURAN AKAR Prinsip utama pada perawatan saluran akar adalah$ %. Preparasi saluran akar, preparasi akses dilakukan sampai harus bisa melewatkan instrument ke kamar pulpa lancar dan tanpa hambatan. kegunaanya. &. Debridement atau pembersihan saluran akar dilakukan dengan cara mengerok dinding saluran akar serta menggunakan bahan irigasi untuk melepaskan debris atau iritan serta melarutkan' menghancurkan iritan dari saluran akar. apat menggunakan instrument file dan reamer sesuai alam melakukan perawatan endodonti, ada # hal utama yang perlu diperhatikan, yaitu mikrobiologi,

#.

en!"aluskan

dindin!

saluran

akar,

dilakukan

dengan

menggunakan bahan glyserin yang bertujuan untuk mendapatkan kelancaran di dalam melakukan pengisian saluran akar nantinya. (uatu preparasi saluran akar dianggap selesai jika$ a. b. c. d. Pulpanya bersih sampai serupa dengan warna dentin )asuknya instrument lancar di dalam saluran akar inding saluran akar sudah cukup halus *ukup lebar untuk pengisian saluran

Gambar 1.Contoh preparasi saluran akar

+gar tujuan tersebut dapat tercapai, maka diperlukan juga untuk mengikuti suatu konsep perawatan P(+ sebagai berikut$ (. "emakaian isolator karet %ru,,er -am* -an -esin/eksi $a-a gigi #ang -i$re$arasi. ,solator karet merupakan satu-satunya usaha perlindungan yang pasti terhadap kontaminasi bakteri dari ludah dan tertelannya alat saluran akar yang tidak sengaja. (emua tindakan endodontik harus dilakukan dengan menggunakan isolator karet. Pada beberapa kasus, pertama perlu mengganti dinding kavitas yang hilang dengan amalgam atau menyemen suatu ban baja anti karat untuk mencegah penjepit isolator karet terlepas dari gigi.
3

Gambar 2. Rubber dam

!. "em,uangan semua karies -engan ,ur ta4am -alam $utaran ren-ah. -aringan lunak harus ditangani dengan lemah lembut dan semua trauma harus dihindari. .ur yang tajam dengan putaran rendah dapat memberikan hasil yang baik karena akan dapat mempreparasi saluran akar tanpa menimbulkan panas berlebihan yang dapat menimbulkan trauma pada gigi.

). "enggunaan instrumen #ang steril. .egitu isolator karet dipasang, gigi dan isolator harus diseka secara cermat dengan kapas yang dibasahi dengan antiseptik yang cepat menguap dan tidak mengotori. +lat-alat'instrumen pertama-tama harus dibersihkan dari debris tanpa memandang cara yang digunakan untuk sterilisasi. +lat-alat saluran akar dan alat-alat lain disterilisasi dengan autoklaf, tetapi proses ini menyebabkan instrumen baja karbon menjadi berkarat.

'. "ele,aran semua kanal utama -alam $an4ang -an $enam$ang #ang te$at ,nstrumen jangan sampai dimasukkan saluran akar melebihi foramen apikal. Pertimbangan masak dapat membantu mencegah komplikasi ini, tetapi stop instrumen lebih dapat dipercaya bagi pemula dan dokter gigi lama yang berpengalaman. /ntuk mencegah agar instrumen tidak melampaui foramen, suatu stop mekanis atau diskusi karet atau plastik dapat dipasang di atas
4

instrumen dan disesuaikan kurang dari panjang gigi dari apeks ke permukaan insisal atau oklusal. alam setiap hal, radiograf harus diteliti secara hati-hati, dan operator harus mempunyai gambaran ukuran panjang dan garis bentuk saluran sebelum melewatkan instrumen saluran akar ke dalam gigi.

5. Mem,uang semua -e,ris %-e,ri-ement* -an menghin-ari tersorongn#a -e,ris ke a$ikal. )erupakan suatu dasar pembedahan bahwa luka yang terinfeksi harus dibersihkan terlebih dahulu secara mekanis. emikian juga halnya bahwa saluran akar yang terinfeksi harus dibersihkan terlebih dahulu dari debris. -aringan yang sudah didevitalisasi mendorong pertumbuhan bakteri, sedang jaringan sehat menahan pertumbuhan tersebut. .ila ahli bedah pada awalnya membersihkan luka dari kotoran, maka dokter gigi juga harus mengambil semua bahan nekrotik di dalam saluran akar secepat mungkin.

6. Se7ara intensi/ -an sesering mungkin melakukan irigasi saluran akar -engan 7airan -esin/ektan. 8ila $erlu9 ,ahan anti,akterial -imasukkan ke -alam saluran akar. 0al ini tentunya untuk mengeliminasi seluruh bakteri saluran akar yang dapat berkembang biak pada saluran akar tersebut.(elian itu, cairan irigasi juga berfungsi sebagai pelumas dan pelunak jaringan pulpa serta mengurangi resiko patahnya instrumen sehingga mempermudah preparasi saluran akar.

:. Kavitas harus -itutu$ -engan ,aik9 ti-ak ,oleh -i,iarkan ter,uka Kavitas yang dibiarkan terbuka akan menyebabkan bakteri masuk kembali sehingga sterilisasi yang dilakukan percuma.

;. Saluran akar harus -iisi $enuh -engan ,ahan $engisi saluran akar #ang #ang ,ervolume sta,il9 ti-ak -iresor$si -an ,ersi/at ,iokom$ati,le. (etiap bahan yang digunakan pada tubuh manusia tentunya harus biokompatibel agartidak menimbulkan iritas iatau penyakit lainnya. .ahan pengisi saluran akar yang biasa digunakan dan sudah diuji biokompatibilitas adalah gutta percha. (elain itu, bahan pengisi saluran akar harus lah bervolume stabil dan idak diresorpsi agar tidak terbentuk celah pada tumpatan.

Gambar 3. Guttta Percha

<. +itam,al ,ahan restorasi sehingga 7elah=ke,o7oran seke7il mungkin. alam endodontik, dikenal istilah hermetis yang artinya tumpatan pada saluran akar tidak memiliki celah atau penuh. Keadaan hermetis harus dicapai dalam suatu P(+ agar tidak terdapat celah yang mungkin akan mengakibatkan karies sekunder.

(&. 8ila menemui kasus se$erti kista atau a,ses9-rainase harus -ilakukan. -ika dijumpai infeksi luas dan pembengkakan, dokter bedah biasanya membuat suatu insisi untuk mengadakan drainase. -ika dijumpai suatu abses alveolar akut dengan banyak edema, drainase harus segera dilakukan, baik melalui saluran akarmaupun insisi, ataupun dengan keduanya. Perluasan dan keadaan pembengkakan menentukan pilihan pada tiap kasus. rainase melalui saluran akar lebih baik karena memungkinkan keluarnya nanah dan gas yang tertahan. /ntuk menentukan apakah gas disebabkan oleh mikroorganisme
6

dalam saluran akar. "refinasi sebagai cara mengurangi rasa sakit telah digunakan sekalikali. engan trefinasi dimaksudkan pembuatan suatu jalan lintasan suatu bedah pada daerah apeks gigi, biasanya dibuat dengan bur atau bur khusus. )aksud trefinasi adalah mendapatkan suatu salura untuk keluarnya nanah dan darah, meringankan tekanan cairan atau gas yang tertimbun pada tulangrahang.

8.

TEKNIK "RE"ARASI SALURAN AKAR Preparasi saluran akar bertujuan untuk $ a. )embersihkan rongga pulpa dan saluran akar dari sisa jaringan pulpa, kotoran, dentin yang lunak atau terinfeksi b. )enghilangkan obstruksi c. )elebarkan saluran akar sehingga meninggikan daya kerja antibiotik, obatobatan pada bagian yang terinfeksi. d. )enghaluskan dinding saluran akar sedemikian rupa sehingga pengisian saluran akar yang akan dilakukan menjadi lebih baik. !amun sebelumnya, personil dental harus mengenal alat-alat atau instrument

yang masing-masing dibuat untuk tujuan tertentu. (esuai fungsinya alat-alat endodonsi adalah sebagai berikut$ %. +lat persiapan awal$Paket peralatan dasar,bur,rubber dam &. +lat untuk preparasi saluran akar a. )encari 1rifice$-arum miller b. 0and instrument$-arum ekstirpasi,reamer,file

Gambar 4. File instrument

c. +lat saluran akar dengan bantuan listrik$handpiece d. +lat pengukuran saluran akar elektronik e. +lat pengukur, jangka dan penggaris f. +lat untuk mengeluarkan alat endodonti yang patah dan pasak #. +lat pengisian saluran akar a. Kondensasi lateral dan vertikal b. Pemadatan termokemis c. (untikan gutta percha termoplastis d. Kondenser endodonti endotec e. 2ile saluran akar spiral 3. Peralatan untuk menyimpan dan sterilisasi alat TEKNIK PREPARASI SALURAN AKAR +da berbagai macam teknik yang dapat digunakan pada preparasi saluran akar. (ebelum membahas teknik preparasi saluran akar, makalah ini akan membahas sedikit mengenai preparasi kamar pulpa dan ekstirpasi. "re$arasi kamar $ul$a=$em,uatan 4alur masuk kavitas

a. Saluran akar tunggal:Preparasi dimulai dengan round bur no & atau 3 atau tapered fissure diamond bur dengan arah tegak lurus pada permukaan enamel sampai menembus jaringan dentin dan diteruskan sampai atap pulpa terbukan dengan kedalaman #mm.(etelah itu arah bur diubah menjadi sejajar sumbu gigi sampai menembus 4.Pulpa sehingga ditemukan orifice. 5unakan tapered fissure untuk membentuk dinding cavity entrance divergen ke arah oklusal atau insisal samapi jarum miller dapat masuk dengan lurus, setelah terasa tembus maka orifice dicari dengan menggunakan jarum miller.

b. Saluran akar ganda:Pembutan cavity entrance menggunakan round bur atau tapered fissure diamond bur pada tengah fossa di bagian oklusal.(etelah kedalaman preparasi mencapai dentin, preparasi dilanjutkan menggunakan fissure diamond bur sampai ditemukan orifice tiga saluran akar.

am,ar 5. "re$arasi kamar $ul$a Teknik ekstir$asi $ul$a (etelah kavitas jalan masuk diselesaikan dan setelah pengambilan seluruh atap kamar pulpa, pulpa diambil dengan ekskavator sendok endodontik yang tajam. Kamar diirigasi dengan larutan sodium hipoklorit 67 dan dikeringkan. (etelah itu, orifice ditemukan dengan probing menggunakan eksplorer endodontik atau jarum miller (smooth broach8 disekitar alur anatomik yang terletak pada dasar kamar pulpa atau pada sudut titik yang dibentuk oleh dinding dan dasar kamar pulpa dan menuju saluran akar. (etelah saluran saluran ditemukan dan ditembus, harus diselidiki dengan broach halus atau alat endodontik kecil. Panjang kerja gigi yang sebenarnya juga harus ditentukan. Ekstirpasi pulpa dan debridemen makroskopik saluran akar adalah langkah selanjutnya. 0arus digunakan barbed broach (jarum ekstirpasi8, yang digunakan untuk ekstirpasi seluruh pulpa dan untuk pengambilan debris nekrotik dan bahan asing lainnya dari saluran akar. "re$arasi Saluran Akar

Gambar 6.Preparasi Saluran Akar

Teknik Konvensional: %. "eknik konvensional yaitu teknik preparasi saluran akar yang dilakukan pada gigi dengan saluran akar lurus dan akar telah tumbuh sempurna. &. Preparasi saluran akar menggunakan file tipe K. #. 5erakan file tipe K-fle9 adalah alat diputar dan ditarik. (ebelum preparasi stopper file terlebih dahulu harus dipasang sesuai dengan panjang kerja gigi. (topper dipasang pada jarum preparasi setinggi puncak tertinggi bidang insisal. (topper digunakan sebagai tanda batas preparasi saluran akar. 3. Preparasi saluran akar dengan file dimulai dari nomor yang paling kecil. Preparasi harus dilakukan secara berurutan dari nomor yang terkecil hingga lebih besar dengan panjang kerja tetap sama untuk mencegah terjadinya step atau ledge atau terdorongnya jaringan nekrotik ke apical. 6. (elama preparasi setiap penggantian nomor jarum preparasi ke nomor yang lebih besar harus dilakukan irigasi pada saluran akar. 0al ini bertujuan untuk membersihkan sisa jaringan nekrotik maupun serbuk dentin yang terasah. ,rigasi harus dilakukan secara bergantian anatar 0&1& #7 dan a:uadest steril, bahan irigasi tyerakhir yang dipakai adalah a:uadest steril. ;. .ila terjadi penyumbatan pada saluran akar maka preparasi diulang dengan menggunakan jarum preparasi yang lebih kecil dan dilakukan irigasi lain. .ila masih ada penyumbatan maka saluran akar dapat diberi larutan untuk mengatasi penyumbatan yaitu larutan largal, E "+, atau glyde (pilih salah satu8. <. Preparasi saluran akar dianggap selelsai bila bagian dari dentin yang ter infeksi telah terambil dan saluran akar cukup lebar untuk tahap pengisian
10

saluran akar.

Gambar 7.Preparasi Saluran Akar Teknik Konvensional

Teknik Ste$ 8a7k a. =aitu teknik preparasi saluran akar yang dilakukan pada saluran akar yang bengkok dan sempit pada %'# apikal. b. "idak dapat digunakan jarum reamer karena saluran akar bengkok sehingga preparasi saluran akar harus dengan pull and push motion, dan tidak dapat dengan gerakan berputar. c. apat menggunakan file tipe K-2le9 atau !i"i file yang lebih fleksibel atau lentur. d. Preparasi saluran akar dengan jarum dimulai dari nomor terkecil$ !o. %6 s'd &6 > sesuai panjang kerja 2ile !o. &6 $ )aster +pical 2ile ()+28 !o. #? > panjang kerja @ % mm )+2 !o. #6 > panjang kerja @ & mm )+2 !o. 3? > panjang kerja @ # mm )+2 !o. 36 > panjang kerja sama dengan no. 3? dst e. (etiap pergantian jarum file perlu dilakukan pengontrolan panjang kerja dengan file no. &6, untuk mencegah terjadinya penyumbatan saluran akar karena serbuk dentin yang terasah. f. Preparasi selesai bila bagian dentin yang terinfeksi telah terambil dan saluran akar cukup lebar untuk dilakukan pengisian.

11

Gambar .Preparasi Saluran Akar Teknik Step Back

Teknik 8alan7e 1or7e a. )enggunakan alat preparasi file tipe 4- 2le9 atau !i"i 2le9 b. )enggunakan file no. %? dengan gerakan steam wending, yaitu file diputar searah jarum jam diikuti gerakan setengah putaran berlawanan jarum jam. c. Preparasi sampai dengan no. #6 sesuai panjang kerja. d. Pada &'# koronal dilakukan preparasi dengan 5ates 5lidden rill (55 8 - 55 A& > sepanjang # mm dari foramen apical - 55 A# > sepanjang 55 A& @ & mm - 55 A3 > sepanjang 55 A# @ & mm - 55 A6 > sepanjang 55 A3 @ & mm - 55 A; > sepanjang 55 A6 @ & mm e. Preparasi dilanjutkan dengan file no. 3? s'd no.36 f. ilakukan irigasi Keuntungan balance force $ 0asil preparasi dapat mempertahankan bentuk semula )encegah terjadinya ledge dan perforasi )encegah pecahnya dinding saluran akar )encegah terdorongnya kotoran keluar apeks

Teknik >ro?n +o?n "resureless


12

iawali dengan file terbesar s9'5ates 5liden

rill preparasi %'# koronal

(%C mm8 B "entukan panjang kerja K-2ile A%6 (ape9 locator8 B Preparasi badan saluran akar (file (%, (& > PKD 2%-2# > PK8 B /ntuk menghaluskan (0-2ile A&6 > PK8 B ,rigasi !a1*l &,67-67 Keuntungan balance force $ a. "eknik disebut juga dengan teknik step down, merupakan modifikasi dari teknik step back. b. )enghasilkan hasil yang serupa yakni seperti corong yang lebar dengan apeks yang kecil (tirus8. c. .ermanfaat pada saluran akar yang kecil dan bengkok di molar 4+ dan 4.. d. (aluran akar sedapat mungkin dibersihkan dengan baik sebelum instrument ditempatkan di daerah apeks sehingga kemungkinan terjadinya ekstruksi dentin ke jaringan periapeks dapat dikurangi. e. )enggunakan instrument nikel-titanium, baik yang genggam maupun digerakkan mesin. >. O8TURASI SALURAN AKAR 1bturasi siap dilakukan setelah saluran akar dibersihkan dan dipreparasi sesuai dengan ukuran dan kelembaban yang optimum. )enurut 5rossman, material saluran akar dibagi menjadi material plastis, solid, semen, dan pasta. 5rossman juga menyatakan bahwa terdapat %? syarat material saluran akar yang ideal, yang berlaku untuk material metal, plastis dan semen yaitu$ %. 0arus mudah dimasukkan ke saluran akar &. 0arus dapat mengisi dinding lateral saluran akar #. )engalami pengerutan setelah dimasukkan kedalam saluran akar 3. 0arus tahan terhadap kelembaban 6. .ersifat bakteriostatik, atau dapat menghambat pertumbuhan bakteri. ;. .ersifat radiopak <. "idak memberi perwarnaan terhadap struktur gigi E. "idak mengiritasi jaringan periradikular
13

C. .ersifat steril %?. )udah dikeluarkan dari saluran akar jika dibutuhkan !amun untuk menemukan bahan yang benar-benar sesuai tidaklah mudah..ahan yang biasanya digunakan adalah$ /ntuk gigi sulung9 pasta zinc oxide eugenol, iodoform dan kalsium hidroksida paling sering digunakan. /ntuk gigi permanen, sealer berbasis 1(E (F1E' zinc oxide eugenol) sering digunakan. 1(E digunakan karena riwayat keberhasilan berlangsung lamaD kualitas positif mengalahkan aspek negatifnya sewarna gigi, waktu pengerasan sangat lambat, tidak adhesive, larut. Teknik Pen!isian Saluran Akar a. Teknik single cone "eknik pengisian saluran akar untuk teknik preparasi secara konvensional. "ahapan $ - Pencampuran pasta saluran akar petunjuk pabrik - Pasta diulaskan pada jarum lentulo dan guttap point untuk kemudian dimasukan kedalam saluran akar yang telah dipreparasi jarum lentulo sesuai panjang kerja dan diputar berlawanan jarum jam. - 5uttap point kering ( diulas dengan pasta 8 dimasukan ke dalam saluran akar. - 5uttap point di potong %-&mm dibawah orifice dengan ekskavator yang ujungnya telah di panasi dengan .unsen burner hingga membara.

b. Teknik Kondensasi Lateral engan teknik preparasi saluran akar secara step back. (ering digunakan hampir semua keadaan kecuali pada saluran akar yang sangat bengkok ' abnormal Tahapan : - Pencampuran pasta - 5uttap point ( trial foto disterilkan <?7 alcohol dan dikeringkan8

14

- 5uttap point nomor &6 ()+28 diulasi dengan pasta ke saluran akar sesuai dengan tanda yang telah dibuat dan ditekan kea rah lateral menggunakan spreader. - Ke dalam saluran akar diberi guttap tambahan, setiap memasukan guttap di tekan ke arah lateral sampai saluran akar penuh dan spreader tidak dapat masuk dalam saluran akar - 5uttap point dipotong %-&mm dibawah orifice dengan eskavator yang telah dipanasi.

Gambar !.Teknik "bturasi Kon#ensasi $ateral

c. Teknik Kondensasi Vertical (Gutta perca panas) /ntuk pengisian saluran akar dengan teknik step back. )enggunakan pluger yang dipanaskan, dilakukan penekanan pada guttap perca yang telah dilunakan dengan panas kearah vertical dan dengan demikian menyebabkan guttap perca mengalir dan mengisi seluruh lumen saluran akar Tahapan : - (uatu kerucut guttap perca utama sesuai dengan instrument terakhir yang digunakan dipaskah pada saluran dengan cara step back - inding saluran dilapisi dengan lapis tipis semen - Kerucut disemen - /jung koronal kerucut dipotong dengan instrument panas - Pembawa panas segera didorong ke dalam %'# koronal guttap perca. (ebagian terbakar oleh plugel bila diambil dari saluran akar. - *ondenser vertical dengan ukuran yang sesuai dimasukan dan tekanan vertical dikenakan pada guttap perca yang telah dipanasi untuk mendorong guttap perca yang menjadi plastis ke arah apikal - +pikalis panas berganti oleh pembawa panas dan condenser diulangi sampai guttap perca plastis menutup saluran aksesori besar dan mengisi luman saluran
15

dalam # dimensi @ foramen apikal. .agian sisa saluran diisi dengan potongan tambahan guttap perca panas.

Gambar !.Teknik "bturasi Kon#ensasi %ertikal

d.

etode seksional (teknik pluger) apat digunakan untuk mengisi saluran kearah apikal dan lateral "eknik menggunakan suatu bagian kerucut guttap perca untuk mengisi suatu bagian %'# saluran akar ' ujung apikal Tahapan - inding saluran akar dilapisi semen - Pluger saluran dimasukan sampai #-3mm dari apeks dipanaskan dalam sterilitator garam panas (%?%%8 - Kerucut guttap perca dipotong beberapa bagian sesuai dengan ukuran saluran yang telah dipreparasi dengan panjang #-3mm - Potong apikal ditempelkan pada pluger yang telah dipanasi, dimasukan ke dalam saluran pada kedalaman yang sebelumnya telah diukur dan ditekan kea rah vertical - Pluger dilepas dengan hati-hati untuk mencegah ke luarnya bagian guttap perca yang dimasukan ibuat radiograf untuk memeriksa posisi dan kesesuaian bagian yang dikondensasi - .agian berikutnya dimasukan kedalam eukaliptol, dipanaskan tinggi diatas nyala api dan ditambahkan pada bagian sebelumnya dengan tekanan vertical untuk memampatkan pengisi :

e.

etode kompaksi - )enggunakan panas untuk mengurangi viskositas guttap perca dan menaikan plastisitasnya
16

- igunakan untuk pengisi saluran yang lurus - )enggunakan metode step back !. etode "n#erted cone igunakan terbatas pada gigi dengan saluran kecil, berkelok-kelok, yang tidak dapat diisi dengan kerucut guttap perca secara lepas g. etode $ole Gutta perca - /ntuk mengisi saluran kecil bahan tersebut yang bengkok.

+2"+4 P/("+K+

17

.ence, 4. %CC?. .uku Pedoman Endodontik Klinik, terjemahan (undoro. -akarta $ Penerbit /niversitas ,ndonesia. *ohen, (. and .urns, 4.*. %CC3. Pathway of the pulp. ; th ed. (t. Gouis $ )osby. 5rossman, Gouis ,.%CC6. ,lmu endodontik dalam praktek. +lih bahasa. 4afiah +biyono. Ed ke-%%. -akarta$ E5* 5uttman, -.G. %CC&. Problem (olving in Endodontics, Prevention, identification and management. & nd ed., (t louis $ mosby =ear .ook. 5rossman, G.,., 1liet, (. and el 4io, *.E., %CEE. Endodontics Practice. %% th ed. Philadelphia $ Gea H febiger. 0arty. 2-. alih bahasa Gilian =uono. %CC&. Endodontik Klinis. -akarta $ 0ipokrates. ,ngle, -.G. H .akland, G.K. %CE6. Endodontics. # rd ed. Philadelphia $ Gea H 2ebiger. )ardewi, (. K.(.+. &??#. Endodontologi, Kumpulan naskah. *etakan ,. -akarta $ 0afiIh. "arigan, 4. %CC3. Perawatan Pulpa 5igi (endodonti8. *etakan ,, -akarta $ Jidya )edika. Jalton, 4. and "orabinejad, )., %CC;. +lih bahasa$ !arlan (. Gilian -. Ed. Ke-#. -akarta$E5*

18