Anda di halaman 1dari 40

PABRIK PAKAN MINI

PENDAHULUAN
Latar Belakang
Pakan merupakan salah satu faktor yang sangat penting dalam usaha budidaya ikan.
Kebutuhan pakan ikan meliputi jenis, jumlah dan kualitas bahan pakan yang diberikan
kepada ikan seara langsung akan dapat mempengaruhi produksi dan produktifitas ikan yang
dipelihara.
!i Indonesia pan umumnya diproduksi oleh perusahaan"perusahaan #feed mill$ dengan
skala produksi jyang besar, sehingga tingkat ketergantungan menjadi sangat tinggi.
Ketergantungan yang seara terus"menerus akan berakibat buruk bagi pembudidaya, hal ini
dikarenakan bahan baku banyak yang masih di impor, apabila harga bahan mengalami
kenaikan maka harga pakan pun menjadi meningkat pula, sehingga mengganggu kegiatan
perikanan. %ingkat keuntungan yang diperoleh dari usaha budidaya ikan sangat dipergaruhi
oleh total biaya pakan yang dikeluarkan, dimana biaya pakan dapat menapai &'"(') dari
seluruh biaya produksi yang diperlukan muntuk usaha budidaya ikan.
Penyediaan pakan yang murah, dari bajan"bahan lokal yang tersedia seara terus
menerus di sekitar tempat usaha budidaya serta dapat memenuhi kebutuhan gi*i ikan, perlu
diupayakan untuk memperoleh keuntungan yang maksimal dalam menunjang keberhasilan.
Pakan buatan dapat diramu dari beberapa maam bahab baku pakan dan diolah menjadi
bentuk tertentu sesuai dengan kebutuhan. Bahan pakan yang digunakan sebaiknya
disesuaikan dengan sumber daya alam yang terdapat di sekitar fasilitas budidaya sehingga
biaya produksi dapat ditekan serendah mungkin. !engan demikian, komposisi bahan baku
pakan buatan dapat berbeda antara satu lokasi dengan lokasi lainnya.
Kebutuhan nutrient setiap jenis ikan pada fase pertumbuhan yang berbeda akan berbeda
jug. Ini berarti bah+a pakan dengan komposisi asam amino, asam lemak esensial dan
makronutrien yang memenuhi persyaratan tertentu harus dibuat dari bahan baku yang
ketersediaannya selalu berubah karena tergantung pada beberapa faktor ekonomi, biologi dan
ketersediaan limbah di daerah setempat. Adakala bahan baku alami yang semula sesuai untuk
bahan pakan menjadi tidak layak setelah dijumpai ara pengolahan yang lebih
menguntungkan
Pakan buatan dapat digolongkan menjadi dua golongan, yaitu pakan lengkap #omplete
feed$ dan pakan suplemen #supplemental feed$. Pakan lengkap adalah pakan yang
diformulasikan sedemikian rupa sehingga menjadi memiliki semua ,itamin esensial dalam
jumlah yang dibutuhkan oleh ikan. Pakan ini lebih ditujukan untuk memberikan pertumbuhan
normal bagi ikan yang tidak mendapatkan suplai ,itamindari pakan alami atau ikan yang
dibudidaya seara intensif. Pakan suplemen adalah pakan yang diformulasi sedemikian rupa
sehingga mengandung protein dan energi memadai, tetapi mungkin kekurangan mikronutrien
tertentu. Pakan ini mengandung beberapa ,itamin dan mineral tertentu untuk melengkapi
nutrien yang diperoleh ikan dari pakan alami. Pakan suplemen biasanya digunakan pada
pemeliharaan ikan yang masih mengandalkan pakan alami, seperti alga, *ooplankton,
serangga dan lain"lain.
Pemberian pakan buatan dilakukan sejak adangan makanan dalam kantung kuning
telur ikan habis. -ar,a ikan membutuhkan pakan berbentuk suspensi karena ukuran mulutnya
relatif keil dan organ penernaannya belum berkembang seaa sempurna. !engan
bertambahnya umur ikan, bentuk dan ukuran pakan harus disesuaikan.
Beberapa keuntungan yang dapat diperoleh dari penggunaan pakan buatan adalah
sebagai berikut .
/. Produksi ikan di kolam dapat ditingkatkan melalui padat penebaran tinggi dan +aktu
pemeliharaan yang relatif singkat.
0. bahan baku pakan dapat berupa limbah industri pertanian, perikanan dan makanan
yang bernilai ekonomis rendah tetapi masih mengandung nilai gi*i tinggi.
1. pakan buatan dapat disimpan dalam +aktu relatif lama tanpa terjadi perubahan
kualitas yang mengganggu. !engan demikian kebutuhan pakan dapat terpenuhi setiap
saat.
2. pemberian pakan buatan dapat mengubah +arna dan rasa daging ikan disesuaikan
dengan selera konsumen. Penambahan lemak dalam jumlah tertentu menjadikan
daging ikan bertambah gurih. Pemberian kepompong ulat sutra dapat memperbaiki
aroma daging ikan 3
Kompleksitas pemilihan bahan bahan baku, formulasi pakan, teknologi proses
pengolahan dan produksi menjadi bagian integral yang harus dikuasai untuk membangun
sebuah produksi. 4elain tentu saja kemampuan dalam menentukan spesifikasi pakan seperti
apa yang diperlukan sehingga menentukan strategi proiduksi yang sesuai. 5leh karena itu
perlu disusun sebuah metode produksi pakan yang dapat menjadi auan dasar bagi pelaksana
produksi pakan. !alam hal ini khususnya untuk kepentingan pabrik pakan skala keil yang
menjadi penopang kebutuhan kelompok petani ikan lokal sehingga seara terpadu memlihara
keberlanjutan usaha budidaya perikanannya.
!engan demikian, hal penting perlu diperhatikan dalam memproduksi pakan bukannya
pada aspek ekonomis, dimana yang dihasilkan dapat terjangkau oleh kekampuan petani ikan.
Tujuan / Saran
/. !apat menjadi panduan dalam proses pengolahan pakan
0. 4ebagai auan dalam pengembangan usaha pengolahan pakan mandiri skala keil.
Ruang Lingkup
Metode proses produksi ini meliputi .
/. Penyiapan bahan dan formulasi
0. Pembuatan pakan pada kapasitas keil
1. Proses pengujian bahan baku dan produksi.
2. Pengemasan dan penanganan produk
Istilah dan Definisi
o Alat dan mesin pengolahan pakan dalah peralatan myang digunakan dalam
proses pengolahan pakan
o Analisis proksimat adalah pengujian laboratorium terdapat bahan pakan yang
parameter kadar air, protein, lemak, serat kasar, abu, kalsium #6a$ dan fosfor
#P$
o 7ormulasi adalah suatu tahap kegiatan dalam proses produksi pakan untuk
membangun pakan dengan nutrisi yang ditentukan
o Pabrik pakan #Feed PlanT$ diartikan sebagai unit industri pengolahan pakan.
o Pakan adalah segala sesuatu yang dapat diberikan sebagai sumber energi dan
*at keuali air. !apat dalam bentuk pelet, mash ataupun rumble.
o Pakan bentuk pelet adalah pakan yang berasal dari formulasi berbagai bahan
pakan yang telah ditentukan dan diolah dengan mesin pelet sehingga menjadi
padatan dengan bentuk tabung, dengan ukuran diameter dan panjang yang
disesuaikan kebutuhan
o Pengujian mutu pakan adalah kegiatan dan atat ara menguji sampel pakan
untuk mengetahui mutunya, baik seara fisika, kimia maupun biologi.
PABRI PAAN SEALA E!IL
"MICRO FEED PLANT#
L$kasi
-okasi plant sebaiknya berada di daerah sentra budidaya ikan, dikarenakan .
/. Memudahkan dalam proses pengangkutan
0. Mengurangi biaya produksi
1. Memudahkan pengontrolan
Bangunan ukuran dan pers%aratan
Bangunan pabrik tidak perlu terlalu ideal ataupun me+ah, namun harus memenuhi
beberapa persyaratan sebagai berikut.
/. Bangunan bersifat melindungi, baik terhadap bahan, peralatan maupun produk yang
dihasilkan
0. Bangunan melindungi dari sinar matahari
1. Bangunan dekat #mudah dalam akses$ dengan sumber air
2. Bangunan memiliki sistem aerasi sirkulasi udara yang ukup
8. Bangunan sebaiknya tidak berada di ka+asan pemukiman penduduk.
Tata letak "lay out# pr$ses& gudang dan peralatan
Bangunan myang ada harus dilakukan pengaturan sedemikian rupa sehingga
memudahkan dalam pengaturan9penempatan posisi peralatan, memudahkan dalam lalulintas
bahan baku dan produk sehingga ukup ruang membuat pekerjaan dapat bekerja seara
nyaman. Bagian yang perlu di siapkan dalam tata letaknya meliputi .
Ruang 9area proses
:udang bahan baku
:udang produk
4anitasi
Ruang administrasi
Peralatan pr$duki pakan
Peralatan yang digunakan dalam proses produksi pakan meliputi
Air pengeilan ukuran #grinder$
Alat penampur bahan #mixer$
Alat pembuat pelet #pelletizer$
Alat pendingin 9 pengering
Alat pengemas
Bahan 'aku pe('uatan pakan
4eperti yang telah dijelaskan sebelumnya karena pertimbangan ekonomi bahan baku
yang digunakan pembuatan pakan ikan umumnya mempunyai kualitas lebih rendah
dibandingkan dengan bahan baku untuk produk pangan. Bahan baku pakan sebaiknya lebih
banyak mengandalkan protein yang tersedia di sekitar lokasi budi daya.
Bahan baku yang digunkan sangat menentukan kualitas pakan buatan yang dihasilkan.
4edikitnya ada lima persyaratan yang sebaiknya dipenuhi dalam pemilihan bahan baku yaitu .
/. Nutrisi 9 Nilai :i*i
Pengetahuan mengenai nutrisi bahan pakan sangat penting untuk menentukan
komposisi bahan tersebut di dalam pakan buatan. !engan demikian kandungan nutrisi
pakan buatan dapat disesuaikan menurut kebutuhan. Pengetahuan mengenai nutrisi
bahan baku pakan sangat berguna untuk menutupi kekurangan yang dimiliki oleh bahan
baku lainnya.
0. Mudah di erna
Bahan baku pakan buatan hendaknya mudah dierna oleh ikan agar nilai efesiensi
pakannya ukup tinggi. Ada beberapa bahan baku pakan yang membutuhkan perlakuan
lebih lanjut untuk meningkatkan keterenaannya. 4ebagai ontoh, kaang kedelai dalam
bentuk mentah mengandung en*im tripsin inhibitor yang dapat menghambat akti,itas
en*im tripsin sehingga menukar keterernaannya. Pemanasan dengan autoklaf pada
suhu /2' ; /8'
o
6 sehingga 0.8 menit dapat menghilangkan tripsin inhibitor sehingga
derajat keterernaannya meningkat.
1. %idak mengandung raun
Raun adalah *at yang dapat menyebabkan sakit atau kematian apabila masuk ke dalam
tubuh. Kemungkinan terdapatnya raun dalam bahan baku pakan harus dideteksi sedini
mungkin agar tidak membahayakan ikan peliharaan. Raun yang biasa menemari
bahan baku pakan antara lain obat pemberantas ham, buangan industri, hasil akti,itas
mikroba, hasil proses oksidasi atau sisa oli dan bahan bakar pada saat pembuatan pakan
2. Mudah diperoleh
Pengeluaran terbesar dalam budidaya ikan seara intensif adalah biaya pengadaan
pakan. Apabila bahan baku pembuatan pakan sulit diperoleh, biaya pengadaan pakan
juga akan meningkat. Bahan baku pakan yang mudah diperoleh dengan harga murah
antara lain limbah pasa, limbah rumah tangga, limbah rumah makan, limbah industri
makanan #seperti pabrik pengalengan ikan, pabrik keap$ dan limbah pertanian. !engan
menggunakan bahan yang ada disekitar kita maka biaya untuk bahan baku dapata
ditekan, namun perlu juga diperhatikan kesetimbangan nutrisinya sehingga pakan yang
dihasilkan bisa menukupi kebutuhan nutrisi yang dibutuhkan
8. Bukan merupakan kebutuhan pokok manusia
Bahan baku yang digunakan dalam pembuatan pakan ikan sebaiknya bukan merupakan
kbutuhan pokok manusia sehingga tidak terjadi persaingan. Bahan baku yang masih
dapat dimanfaatkan oleh manusia harganya relatif tinggi sehingga kurang efisien
apabila digunakan sebagai bahan baku pakan
4elain kualitas, perlupula dijaga kuantitas dan kontinuitas dari bahan yang digunakan
tersebut, sehingga pakan yang dihasilkan tidak mengalami fluktuasi kualitas yang tinggi.
<ntuk menjaga kesetabilan kualitas pakan, maka dilakukan penambahan bahan yang
merupakan ampuran bahan mikro dalam bentuk premi=
PR)SEDUR PE*BUATAN PAAN IAN
Apabila dirangkai dalam suatu kesatuan proses, maka pembuatan pakan ikan dengan
memanfaatkan berbagai bajan baku terpilih sesuai dengan formulasi yang di kehendaki dan
memanfaatkan seri peralatan pembuatan pakan sehingga menghasilkan produk dalam bentuk
pelet mele+ati tahap"tahap seperti bagan alir di ba+ah ini .
*engukur Efisiensi Penggunaan Pakan
<ntuk mengukur efisiensi penggunaan pakan, ada beberapa parameter yang dapat
digunakan .
Rasio kon,ersi Pakan
Pengukuran dengan rasio kon,ersi pakan atau 7eed Conversion Ratio #76R$, yaitu
perbandingan antara berat pakan yang diberikan dibandingkan dengan jumlah berat ikan
yang dihasilkan. !apat dihitung menggunakan rumus sbb >
76R ?
Nilai umum 76R sekitar 0"0,8 atau kurang dari itu. 4emakin keil nilai 76R berarti
semakin efisien penggunaannya
-aju pertumbuhan
4elain jumlah pakan yang dibutuhkan, untuk menunjukan efisiensi pakan dihitung pula
lama +aktu yang diperlukan untuk menapai ukuran yang diharapkan. -ama +akti ini
terkait dengan laju pertumbuhan #growth rate$ ikan, dimana makin tinggi laju
pertumbuhan maka +aktu yang dibutuhkan untuk budidaya juga semakin singkat, yang
menunjukan penggunaan pakan yang efisien.
Penghitungan efisiensi pemberian pakan ini bermanfaat untuk mengetahui jumlah
pakan yang dibutuhkan dalam kurun +aktu budidaya. @ang berpengaruh pada jumlah
kebutuhan bahan dan mengetahui pembiaan pada ujungnya
Pen%iapan Bahan
Bahan baku pembuatan pakan ikan terbagi menjadi 0 yaitu bahan baku he+ani dan
nabati. Perbedaan kedua bahan baku ini terletak pada kualitas dan kandungan nutrisi di
dalamnya. Bahan he+ani dan hasil ikutannya mengandung protein dan asam amino yang
tinggi dan mudah dierna olah ikan. Protein yang terkandung dalam bahan baku nabati dan
hasil ikutannya memiliki asam"asam amino yang tidak begitu lengkap dan sebagian susah
dierna oleh ikan
Bahan"bahan baku pembuatan pakan ikan yang digunakan berfungsi untuk sumber
protein, sumber energi, sumber mineral, dan sumber ,itamin. Bahan baku dapat dikatakan
sebagai sumber protein bila kadar protein kasarnya melebihi dari /A). 4ementara untuk
bahan baku yang mengandung protein kasar kurang /&) dan serat kasarnya lebih keil dari
/B) digolongkan sebagai bahan baku sumber energi. !ipilihnya berbagai bahan baku ikan
bertujuan untuk menghasilkan komposisi kyang diinginkan.
Bahan baku yang sering digunakan diantaranya .
Cagung
!edak padi
Bungkil kedelai
%epung ikan
Pollar #dedak gandum$
Minyak nabati
Minyak ikan
Bahan perekat seperti tepung tapioka
Bahan tambahan seperti mineral, ,itamin dan asam amino
Komposisi nutrisi beberapa jenis bahan pakan #Alamsyah 0''8$
No Bahan
BK
(%)
P
(%)
L
(%)
SK
(%)
ABU
(%)
Ca
(%)
P
(%)
EM
(cal/g)
/ Cagung B&,2 /',& 2,A 0,B 0,/ ','& ',1& 11('
0 !edak padi B(,B //,2 /0,1 //,B /',8 ',// /,1A /&1'
1 Pollard B(,1 /1,( 1,8 &,0' 2,'& ','B ',&1 2'10
.2 %epung ikan BB,8 88,( B,/ /,8 0',1 2,(8 0,28 1/A'
8 Bungkil kedelai BB,/ 2&,A 1,&8 (,&B 1,&8 '.10 ',&2 210&
Ket .
BK . Berat Kering 6a . Kalsium
P . Protein P . 7ospor
- . -emak DM . Dnergi Metabolisme
4K . 4erat Kasar
AB< . Kadar Abu
Nilai nutrisi ini tidak baku, namun dapat digunakan sebagai perkiraan a+al untuk
menyususun formulasi pakan. Eal ini dikarenakan adanya berbagai tingkatan kualitas dan
jenis bahan yang ada, sehingga terjadi perbedaan nilai nutrisi dari bahan. <ntuk mendapatkan
formulasi sesuai kebutuhan berdasarkan bahan yang ada disekitar kita, maka perlu dilakukan
analisis terdapar bahan yang akan digunakan formulasi penyusun pakan.
!e+asa ini, dengan didoronya pemanfaatan bahan baku lokal berbagai jenis limbah
tanaman pertanian dan perkebunan sedang diteliti potensinya sebagai bahan baku pakan ikan.
Bahan"bahan baku yang akan digunakan sebagai ampuran untuk membuat pakan ikan harus
disiapkan dalam jumlah yang sesuai dengan formulasi yang diranang. Bahan baku juga
dalam kondisi yang baik dengan ara dilakukan pengamatan kualitas dalam masa
penyimpanan serta menerapkan prinsip 7I75 #Firs in First Out$ sehingga bahan yang lebih
dulu datang maka diolah dahulu, hal ini untuk memisahkan bahan yang telah terjadi
penurunan kualitas karena proses penyimpana.
+$r(ulasi Pakan
7ormulasi pada dasarnya adalah pekerjaan menata ;kelola komposisi nutrisi di dalam
beberapa jenis bahan baku yang telah diketahui kandungan nutrisinya. @ang terbaik adalah
dengan menggunakan perkiraan"tidak hanya kadar protein yang dipertimbangkan ;akan
tetapi jumlah dan konfigurasi asam amino.
Akurasi dalam penyususnan formulasi menentukan rasio kon,ersi pakan yang diberikan
dan efisien biaya pengelolaan. Ketidak seimbangan nutrisi dalam tahap formulasi
berpengaruh terhadap pertumbuhan ikan. Mengakibatkan pemborosan penggunaan pakan,
definisi nutrisi dan menimbulkan efek penurunan daya tahan terhadap penyakit.
4umber protein, merupakan nutrisi untuk pertumbuhan sel baru dan penggantian
kerusakan jaringa, misal tepung ikan, bungkil kedelai.
4umber karbohidrat, merupakan penyumbang energi dalam pakan misal jagung,
dedak dan pollard
4umber lemak, merupakan bahan yang mengatur laju pertumbuhan energi dan pelarut
beberapa jenis ,itamin misal, minyak ikan, dan minyak nabati.
4umber ,itamin misal, tepung jagung, tepung ikan, bungkil kedelai.
4umber mineral misal, tepung tulang
4eara umum jumlah kandungan protein pakan ditentukan oleh peruntuknya, misal .
pakan yang mengandung protein sebesar 1') dan berdiameter 0 m diperuntukan bagi ikan"
ikan keil yang berumur /'"0' hari sesudah menetes, kandungan protein sebesar 0&"0B)
adalah untuk ikan yang berumur 1'"/'' hari, sedangkan pakan dengan kandungan protein
sebesar 02"0&) adalah untuk ikan umuran >konsumsiF atau /'' gram lebih.
!ikenal beberapa metode penyusunan formulasi pakan diameternya .
/. Metode bujur sangkar
0. Metode penghitungan aljabar
1. !engan bantuan soft+are #ontoh . program pembuatan formulasi yang dibangun
dengan mirosoft e=el$
Pekerjaan menyusun formula pkan, kini sangat dimudahkan dengan adanya pemograman
yang menghitung formulasi berdasarkan data base komposisi nutrisi bahan dan kebutuhan
nutrisi yang diharapkan. Kerumitan teratasi dengan baik melalui pembuatan model yang
dapat menja+ab dengan epat kebutuhan bahan baku guna mendapatkan pakan yang
memiliki kandungan nutrisi tertentu.
Teknik Pe('uatan Pakan
Peralatan dan proses menjadi kbagaian yang penting karena menyangkut hasil yang
akan diperoleh, dengan penga+asan yang ketat terhadap proses yang dijalankan maka
diharapkan konsistensi produk menjadi lebih terjaga. Adapun penga+asan mutu dilakukan
pada tiap titik yang dianggap penting dan banyak berpengaruh untuk hasil akhir.
Proses yang berlangsung dan peralatan yang digunakan dalam pembuatan pakan meliputi.
No Proses
Peralatan yang
digunakan
Parameter penga+asan
/. Penghanuran
#pengeilan
ukuran bahan
baku$
!isk mill
Eammer mill
Rendemen pengilingan
Gaktu penggilingan
<kuran partikel bahan
setelah digiling H &' mesh
0. 7ormulasi dan
penimbahan bahan
Neraa Ketepatan dalam
menimbang bahan sesuai
formulasi
1. Penampuran Mi=er Gaktu penampuran
Kerataan bahan air dalam
ampuran #ditujukkan
dengan tidak adanya
gumpalan$
2. Penetakan pelet Pelleti*er
Boiller
Cumlah bahan yang
diumpankan
Cumlah uap air yang masuk
4uhu proses dan produk
keluaran
%ingkat kehanuran pellet
yang diproses #kesetabilan
bentuk$
8. Pendinginan dan
pengeringan
Eori*ontal
ooler
Kelembaban dan suhu
ruang
4uhu pellet
Kadar air pellet
4ifat fisis pellet #densitas
+ater stability, durability$
,- Pr$ses penge.ilan ukuran "grinding#
Pengeilan ukuran dengan ara penggilingan dimaksudkan untuk memperkeil
ukuran dan menghaluskan bahan baku yang semula berbentuk gumpalan atau
bongkahan sehingga permukaannya menjadi luas. !engan demikian nilai kandungan
nutrisi per satuan berat pakan yang dikonsumsi oleh ikan menjadi lebih besar.
Penggilingan juga berfungsi untuk mempermudah proses selanjutnya, yaitu
penampuran dan penetakan9pembuatan pelet
4elain itu dengan pengeilan ukuran maka luas permukaan pakan menjadi
bertambah sehingga kontak dengan en*im penernaan dan daerah penyerapan #dinding
usus$ akan bertambahn besar pula. !engan demikian energi pakan yang dapat diserap
oleh tubuh ikan juga semakin meningkat
4elain proses oksidasi, kerugian lain dari penghalusan bahan baku pakan adalah
terjadinya susut bobot karena tereernya atau terbangnya bahan pakan yang berukuran
sangat halus. Pemilihan alat penghalus bahan baku pakan yang sesuai dapat mengurangi
kerugian ini.
Bahan kering yang dihaluskan dengan menggunakan Hammer Mill dan Dist Mill.
Apabila bahan baku pakan mempunyai karakteristik liat dan berkadar air tinggi,
sebaiknya dilakukan penaahan terlebih dahulu. 4ementara bahan baku yang keras
#biji"bijian$ sebaiknya dihanurkan terlebih dahulu dengan menggunakan Roller mill
atau cutter
Penghalusan bahan baku pakan buatan dalam jumlah keil dapat dilakukan
dengan menggunakan blender , alat pengilingan daging, atau alat penghalus kopi.
4etelah halus, bahan baku pakan diayak terlebih dahulu untuk mendapatkan butiran
bahan yang berukuran seraga. 4elanjutnya sesuai dengan formulasi maka masing"
masing bahan baku pakan ditimbang berdasarkan bobot yang telah dihitung
sebelumnya. Cenis timbangan yang digunakan ditentukan berdasarkan bobot masing"
masing bahan baku tersebut. <ntuk bahan baku yang memiliki bobot sangat rendah
#misalnya . ,itamin dan mineral$, sebaiknya digunakan timbangan analitik #dengan
tingkat ketelitian yang lebih tinggi$
/- Pen.a(puran 'ahan 'aku pakan
Penampuran bahan baku dimaksudkan agar seluruh bagian pakan yang
dihasilkan memiliki komposisi yang sama seperti komposisi yang telah direnanakan.
4emakin keil dan seragam ukuran bahan baku pakan semakin tinggi kemungkinan
terbentuknya ampuran yang homogen.
Penampuran bahan baku dilakukan seara bertahap, mulai dari bahan yang
,olumenya keil sehingga yang terbesar. Komponen yang ber+arna sebaiknya
diampur terlebih dahulu karena dapat digunakan sebagai indikator homogenitas. Bahan
baku yang berbentuk airan dan banyak mengandung lemak sebaiknya diampurkan
setelah bahan baku yang berbentuk kering sudah terampur rata. Partikel bahan yang
berbentuk airan dan bahan yang banyak mengandung lemak mempunyai
keenderungan menarik partikel lain untuk membentuk partikel baru yang berukuran
relatif besar.
Proses penampuran bahan baku pakan dapat dilakukan dengan tangan bila dalam
jumlah yang sedikit. Akan tetapi untuk mendapatkan hasil yang lebih rata sebaiknya
digunakan mesin penampur atau mi=er, baik berupa mi=er hori*ontal ataupun ,ertikal.
0- Pr$ses pe('uatan pellet "pelleting#
-angkah a+al sebelum dilakukannya penetakan pelet adalah proses
pengkondisian, dimana bahan kering ditambahkan uap air #steam$ proses ini berfungsi
untuk .
o Pakan menjadi matang sehingga dapat lebih mudah untuk dierna
o %erjadinya gelatinisasi sebagai perekat antar partikel bahan penyususn.
Mempermudah proses penetakan sehingga penampakan pelet menjadi
kompak, tektur dan kekerasannya juga baik.
o Pakan menjadi steril
o Meniptakan aroma pakan
Pengkondisian ini dapat dilakukan terpisah dengan proses penetakan ataupun
dilakukan seara series dalam peralatan yang digabungkan dengan pelleti*er sehingga
memudahkan dalam penanganannya
Penetakan pakan dilakukan untuk menghasilkan bentuk dan ukuran pakan yang
sesuai dengan kebutuhan ikan. Bentuk dan ukuran pakan buatan bermaam"maam,
diantaranya emulsi pasta, lempengan, remah dan pellet. Membguat pellet pakan
memerlukan alat penetak pelet yang dapat mengolah dan membentuk ampuran bahan
baku sedemikian rupa sehingga menjadi butiran"butiran berbentuk pelet. Alat penetak
pelet sedehana tidak mampu untuk menghasilkan pelet berbentuk seragam. Akan tetapi
mesin penetak pelet yang telah dilengkapi dengan dyes yang standar akan
menghasilkan butiran pelet dengan bentuk dan ukuran standar pula.
Keuntungan pakan bentuk pelet .
Membuat pakan menjadi lebih kompak sehingga mengurangi tempat penyimpanan,
menekan biaya transportasi serta memudahkan dalam penanganan dan pemberian
pakan.
!ensitas yang tinggi akan meningkatkan konsumsi pakan dan mengurangi pakan yang
tereer
Menegah terjadinya peruraian kembali komponen penyusun pelet sehingga
konsumen pakan sesuai dengan kebutuhan standar.
1- Pr$ses pendinginan
Pelet yang dihasilkan dari penetakan tadi masih dalam kondisi yang lembab dengan
suhu yang tinggi, sehingga perlu untuk didinginkan hingga setara dengan suhu ruang.
Pendinginan #sekaligus pengeringan$ dapat dilakukan dengen ara diangin"anginkan
diba+ah sinar matahari atau dengan pengunakan alat pengering khusus #cooler dan
drer$. Proses pengeringan pakan butan dengan menggunakan pengering khusus lebih
menguntungkan sebab tidak terpengaruh oleh kondisi uaa, lebih bersih dan lebih
epat proses pengeringannya. Alat pengering khusus dapat berupa pengering hori*ontal
atau pengering ,ertikal.
Proses pengeringan dilakukan hingga kadar air pakan tinggal /'"/0). Pakan dengan
kadar air yang terlalu tingi #A+ tinggi$ kurang bagus karena mudah ditumbuhi mikroba
atau jamur dan disukai serangga. 4ebaliknya apabila A+ terlalu rendah juga kurang
baik karena akan terjadi peningkatan laju proses oksidasi dan penoklatan. Pellet yang
telah kering dapat disimpan digudang produk untuk selanjutnya digunakan pada proses
budidaya
Penge(asan
Pada prinsipnya, pengemasan pakan buatan dimaksudkan untuk melindungi pakan tersebut
dari kerusakan fisika, kimia, klimatis serta serangan mikroba dan serangga selama
pengangkutan atau penyimpanan. 4elama penyimpanan pakan ikan untukmenekan dan
mengurangi kerusakan harus memperhatikan faktor"faktor sebagai berikut .
/. Kondisi kimia+i . kandungan air dan lemak, yakni kandungan air tidak lebih dari /0)
dan lemak tidak lebih dari 8)
0. Kondisi fisik . ketahanan pakan ikan yang dikemas ukup tahan terhadap kerusakan
penyimpanan.
1. Kondisi biologi . tidak mudah teremar mikroba yang dapat merusak pakan ikan
2. Kondiso penyimpanan . tempat penyimpanan pakan ikan harus memenuhi persyaratan
teknis
PEN2U3IAN PAAN IAN BUATAN
Perkembangan teknologi pakan buatan yang demikian pesat telah mampu menghasilkan
berbagai bentuk pakan. Perbedaan bentuk pakan buatan tersebut telah disesuaikan dengan
perkembangan sistem dan kelenjar penernaan ikan, perbedaan bentuk pakan juga
disesuaikan dengan stadium pertumbuhan ikan
Pakan yang berkualitas rendah dapat menurunkan kualitas perairan. Apabila tidak
dikonsumsi atau tidak tererna oleh ikan, pakan buatan akan tertimbun di dasar perairan
bersama feses.
<ntuk mendapatkan hasil yang akurat, kualitas pakan buatan sebaiknya e,aluasi seara
fisik, kimia, biologis dan organoleptik. :abungan dari keempat hasil pengujian tersebut dapat
digunakan untuk menentukan pakan buatan yang berkualitas baik
E4aluasi +isik
Berdasarkan e,aluasi fisik, pakan dianggap berkualitas baik apabila mempunyai ukuran
partikel bahan baku yang halus dan seragam serta mempunyai homogenitas yang tinggi.
4elain itu, ukuran pakan harus sesuai dengan ukuran bukaan mulut ikan. !emikian juga,
kekerasan dan ketahanan dalam air #+ater stability$ harus sesuai dengan kebutuhan ikan
Kehalusan bahan baku pakan ikan dapat diuji dengan ara menggiling pakan tersebut,
hasil proses penggilingan dipisah"pisahkan atau dikelompokan menjadi komponen yang
sangat halus, halus aga kasar dan kasar. 4emakin besar persentase komponen yang halus
berarti pakan buatan tersebut memiliki kekompakan yang semakin baik.
Easil proses penggilingan juga dapat dimanfaatkan untuk menentukan homogenitas
pakan. Eomogenitas bahan baku pakan buatan dapat dilihat berdasarkan jenis partikel atau
+arna dari masing"masing bahan baku. <ntuk membandingkan kekompakan dan keutuhan
bentuk pakan buatan dapat dilakukan pengujian terhadap daya apung dan daya tahan pakan
tersebut di dalam air. Ketahanan pakan di dalam air menggambarkan kekompakan pakan
buatan tersebut. 4ifat ini dapat ditentukan dengan merendam pakan tersebut di dalam air.
4emakin lama +aktu yang dibutuhkan untuk menghanurkan pakan, berarti semakin tinggi
kekompakan pakan buatan tersebut.
!aya apung pakan buatan di air merupakan parameter lain yang dapat digunakan untuk
menentukan kualitas pakan. Pakan terapung ook untuk ikan yang mempunyai kebiasaan
menari makan dipermukaan perairan, sedangkan pakan tenggelam ook untuk ikan yang
biasa hidup di dasar perairan. !aya apung pakan buatan dapat diukur dengan menjatuhkan
atau menebarkan pakan tersebut ke dalam bejana kaa yang telah diisi air hingga kedalaman
/8"08 m, +aktu yang dipelukan oleh pakan sejak ditebarkan hingga tenggelam di dasar
bejana merupakan gambaran mengenai daya apung pakan buatan.
Kekerasan pakan buatan dapat diuji dengan memberikan beban dengan bobot tertentu
hingga pakan tersebut hanur. 4emakin berat bobot beban yang dapat ditahan oleh pakan,
berarti pakan buatan tersebut semakin keras.
E4aluasi i(ia
Pada umumnya, tujuan pengujian pakan buatan seara kimia+i adalah untuk
mengetahui kandungan *at"*at yang terdapat di dalam pakan. Pengujian pakan seara
kimia+i umumnya dilakukan di laboratorium kimia. Ada beberapa pengujian kimia yang
dapat dilakukan, yaitu analisis proksimat, analis nutrient, uji kimia untuk menentukan
kualitas pakan skor kimia dan !ndispensable "mino "cid !ndex#IA AI$
Parameter dan metode uji proksimat
No Parameter <ji Metode #%eknik$ <ji
/.
0.
1.
2.
8.
Kadar air
Abu
Protein
-emak
4erat kasar
4NI '/"0BA/"/AA0 butir 8./
4NI '/"0BA/"/AA0 butir &./
4NI '/"0BA/"/AA0 butir (./
4NI '/"0BA/"/AA0 butir B./
4NI '/"0BA/"/AA0 butir //
&.
(.
Kalsium #6a$
7osfor #P$
A5A6 /8
th
Dd /AA', AA4
4pektrofotometer
E4aluasi Bi$l$gis
D,aluasi pakan seara biologis ditunjukan untuk mengetahui sejauh mana kandungan
gi*i yang terdapat di dalam pakan dapat mempengaruhi pertumbuhan ikan. D,aluasi dapat
dilakukan dengan melaksanakan pengamatan terhadap #/$ retensi nutrient, yakni jumlah
nutrient yang menjadi daging #0$ susut nutrient yakni jumlah nutrient yang terbuang melalui
urin, feses dan insang #1$ performane pakan, yakni pengukuran pertumbuhan pada ikan yang
akan digunakan sebagai informasi untuk menge,aluasi dan membandingkan performane
pakan buatan.
D,aluasi biologi juga dapat dilakukan terhadap tingkat kesukaan ikan terhadap pakan
buatan, pertumbuhan, rasio kon,ersi pakan, koefisien penernaan dan carcass deposition#
Pertumbuhan merupkan metode biologis yang dapat digunakan untuk menentukan kualitas
pakan buatan. !engan jumlah pakan buatan yang sama, demikian besar pertumbuhan ikan
yang dihasilkan, maka semakin baik kualitas pakanny. Pertumbuhan dapat ditentukan
berdasarkan pertumbuhan mutlak, pertumbuhan relati,e dan laju pertumbuhan harian.
E4aluasi )rgan$leptik
D,aluasi organoleptik merupakan pengujian pakan buatan yang dapat dilakukan seara
epat dan murah. Keandalan e,aluasi organoleptik sama seperti e,aluasi lainnya. !alam hal
ini diperlukan panelis yang benar"benar mampu dan peka terhadap karakteristik pakan,
mengingat teknik e,aluasi ini sepenuhnya mengandalkan kemampuan pana indra. Parameter
organoleptik yang biasanya diuji adalah kenampakan, tektur, aroma dan +arna. Pengujian
organoleptik akan memberikan hasil lebih dari hasil pengujian sebelumnya. Berdasarkan
lembar penilaian tersebut dapat ditentukan dengan mudah kualitas pakan yang dihasilkan.
PENUTUP
Pada dasarnya pembuatan pakan merupakan suatu proses yang terdiri dari beberapa seri
kegiatan yang melibatkan bahan"bahan baku sebagai >inputF untuk diolah. 4eperti telah
dikemukakan di paragraf terdahulu bahan"bahan baku yang digunakan penting untuk dapat
melalui sebuah proses yang >ramahF terhadap kandungan nutrisinya. Proses pembuatan
pakan tidak semata menampur beragam bahan baku, akan tetapi juga dengan
memperhitungkan terjadinya interaksi fisik dan kimia antara bahan agar nutrisi yang
dikandungnya tetap ada dalam jumlah sesuai dengan ranangan a+al. 5leh karena itu,
metode proses pembuatan pakan melibatkan juga pengetahuan mengenal sifat"sifat bahan
yang menjadi dasar penetapan perlakuan"perlakuan tertentu sehingga produk yang dihasilkan
memenuhi harapan.
DA+TAR PUSTAA
Alamsyah, R, 0''8 Pengolahan Pakan Ayam dan Ikan seara Modern, Penebar 4+adaya.
Cakarta
Assauri, 4, 0''B Manajemen Produksi dan 5perasi -embaga Penerbit 7akultas Dkonomi <I.
Cakarta
Eale,i, :, 0''/ Handboo$ o% Production Managenemt Methods& Butter+orth Eeinemann
5I75R!
Eassard, J.!.4 Dra%t Technical Duidelelines %or 'ood "(uaculture Feed Manu%acturing
Practice. Montana
Mobley, K.R, 0''/, Plant )ngineer*s Handboo$ Butter+orth Eeinemann, <4A
Keputusan Menteri Pertanian Nomor . 02'9Kpts95%.0/'9/90''1 tentang Pedoman 6ara
Pembuatan Pakan yang Baik #6PPB$
Keputusan Menteri Pertanian Nomor . 02/9Kpts95%.0/'9/90''1 tentang Pedoman
Penga+asan Mutu Pakan
Pe('uat Pakan Ikan Apung dari ITB
BAN!<N:, K5MPA4 ; Peneliti Institut
%eknologi Bandung meniptakan mesin
pembuat pakan ikan yang dapat mengapung
dengan ongkos produksi pakan per kilonya Rp.
8.''' ; Rp. &.'''. Mesin ini diharapkan
menjadi harapan peternak ikan yang
tergantung pada pakan pabrikan, serta
menggerakkan ekonomi rakyat untuk
pemanfaatan limbah organik.
Mesin itu dikembangkan -aboratorium Proses Material 7akultas %eknologi Industri I%B
bekerjasama dengan Balai Besar -ogam dan Mesin Kementrian Perindustrian. Rampung
dikembangkan a+al 0'//, mesin ini sudah dipesan /8' unit oleh berbagai pihak. Mesin
dita+arkan Rp. /0' juta per unit.
>Kapasitas produksi / ton per hari dengan operasional enam
jam. 6ukup untuk perikanan /' hektarF kata Ba('ang
Sunendar dari -aboratorium Proses Material 7%I I%B, 4elasa
#/9//$.
Menurut Bambang, salah satu kuni memproduksi pakan yang
bisa mengapung adalah pemberian uap bertekanan selama
proses. 4elain mensterilkan bahan baku dari kuman, uap air
membentukanya menjadi semaam adonan kenyal le+at
proses polimerisasi, 4elama proses itu, udara akan
terperangkap dalam pori"pori keil dan membuatnya
mengambang saat dpermukaan air.
Penemuan mesin ini diharapkan jadi kuni kemandirian
pembudidaya ikan dari pakan pabrikan. 4elama ini, upaya
menghasilkan pellet seara mandiri terkendala teknologi dan pengetahuan membuatnya
mengapung.
Li('ah Pertanian
4alah satu bahan baku pakan yang dapat digunakan adalah limbah pertanian. >Artinya
takhanya peternak ikan yang diuntungkan, petani sekitar juga mendapat manfaat,F kata
Bambang.
Kepala Biro Perikanan Budidaya Eimpunan Nelayan 4eluruh Indonesia #EN4I$ Muhamad
Eusen mengungkapkan, salah satu kendala dalam produksi pakan seara mandiri adalah
faktor membuatnya tetap mengapung di air. Ini penting, karena pakan yang tenggelam bakal
membusuk dan tidak dikonsumsi ikan. 4elain boros, bisa menimbukan raun.
Ia mengatakan, meskipun pakan ikan bisa diproduksi sendiri, peternak harus tetap memahami
komposisi yang dibutuhkan ikan, seperti protein. Pasalnya kebutuhan protein untuk ikan yang
dibesarkan ataupun pengeemukan, jumlahnya berbeda. #D-!$
4umber. Earian Kompas, 0 No,ember 0'//
XXXXXXXXXX
Pe('uat Pakan Ikan Apung dari ITB
BAN!<N:, K5MPA4 ; Peneliti Institut
%eknologi Bandung meniptakan mesin
pembuat pakan ikan yang dapat mengapung
dengan ongkos produksi pakan per kilonya Rp.
8.''' ; Rp. &.'''. Mesin ini diharapkan
menjadi harapan peternak ikan yang
tergantung pada pakan pabrikan, serta
menggerakkan ekonomi rakyat untuk
pemanfaatan limbah organik.
Mesin itu dikembangkan -aboratorium Proses Material 7akultas %eknologi Industri I%B
bekerjasama dengan Balai Besar -ogam dan Mesin Kementrian Perindustrian. Rampung
dikembangkan a+al 0'//, mesin ini sudah dipesan /8' unit oleh berbagai pihak. Mesin
dita+arkan Rp. /0' juta per unit.
>Kapasitas produksi / ton per hari dengan operasional enam
jam. 6ukup untuk perikanan /' hektarF kata Ba('ang
Sunendar dari -aboratorium Proses Material 7%I I%B, 4elasa
#/9//$.
Menurut Bambang, salah satu kuni memproduksi pakan yang
bisa mengapung adalah pemberian uap bertekanan selama
proses. 4elain mensterilkan bahan baku dari kuman, uap air
membentukanya menjadi semaam adonan kenyal le+at
proses polimerisasi, 4elama proses itu, udara akan terperangkap dalam pori"pori keil dan
membuatnya mengambang saat dpermukaan air.
Penemuan mesin ini diharapkan jadi kuni kemandirian pembudidaya ikan dari pakan
pabrikan. 4elama ini, upaya menghasilkan pellet seara mandiri terkendala teknologi dan
pengetahuan membuatnya mengapung.
Li('ah Pertanian
4alah satu bahan baku pakan yang dapat digunakan adalah limbah pertanian. >Artinya
takhanya peternak ikan yang diuntungkan, petani sekitar juga mendapat manfaat,F kata
Bambang.
Kepala Biro Perikanan Budidaya Eimpunan Nelayan 4eluruh Indonesia #EN4I$ Muhamad
Eusen mengungkapkan, salah satu kendala dalam produksi pakan seara mandiri adalah
faktor membuatnya tetap mengapung di air. Ini penting, karena pakan yang tenggelam bakal
membusuk dan tidak dikonsumsi ikan. 4elain boros, bisa menimbukan raun.
Ia mengatakan, meskipun pakan ikan bisa diproduksi sendiri, peternak harus tetap memahami
komposisi yang dibutuhkan ikan, seperti protein. Pasalnya kebutuhan protein untuk ikan yang
dibesarkan ataupun pengeemukan, jumlahnya berbeda. #D-!$
4umber. Earian Kompas, 0 No,ember 0'//
http://www.radarkepri.com/mesin-bantuan-pembuatan-pakan-ikan-dari-apbn-di-desa-berakit-
mubazir/)
XXXXXXXXXXXXX
MERAMU PAKAN IKAN LELE
'
Posted by .admin 5n . Marh A, 0'/0
6ategory. Bangka, Bebas, Belitung, !o+nload, Pengabdian Masyarakat, <ni,ersitas Bangka
Belitung
%ags.meramu pakan ikan, nutrisi ikan lele, pakan ikan, pakan lele
Komponen biaya paling tinggi dalam industri peternakan dan perikanan adalah pakan.
Apabila peternak menggunakan pakan buatan dari toko, nilainya bisa menapai (') dari
seluruh komponen biaya. 4aat ini harga pakan buatan sudah sekitar Rp /'.'''," per kg.
Karenanya, para peternak lele biasanya memilih menggunakan pakan ramuan sendiri hingga
marjin yang diperoleh bisa lebih besar dibanding penggunaan pakan buatan pabrik. Biasanya,
para peternak akan meramu pakan yang terdiri dari dedak halus #bekatul$ 0'), ampas tahu
0'), menir atau jagung giling 0'), dan ayam broiller mati yang dibeli borongan di
peternakan ayam atau ikan ruah yang dibeli di %empat Pelelangan Ikan #%PI$ sebanyak 18),
tepung tapioka 8) dan ,itamin 6 serta B 6omple=. Ayam broiller atau ikan tadi dibersihkan
dan hanya diambil dagingnya. Berikut teknik pembuatan pakan ikan lele.
IDENTI+IASI 5 PE*ILIHAN BAHAN BAU BUATAN
!alam membuat pakan buatan untuk ikan, hal pertama yang harus dipertimbangkan,
adalah persyaratan bahan baku untuk pakan, yaitu .
1. Bahan baku pakan tidak boleh bersaing dengan bahan makanan manusia. Bila
manusia banyak membutuhkannya, bahan baku ini tidak boleh diberikan kepada
ikan.
. Bahan baku ini harus tersedia dalam waktu lama, atau ketersediaannya harus
kontinyu. Bahan baku yang pada suatu saat ada dan kemudian lenyap, harus
dihindari. !adi yang diproduksi secara massal dan nasional, tentu menyebabkan
ketersediaan dedak dan bekatul untuk ternak "uga melimpah ruah. #ebaliknya untuk
bahan baku yang diproduksi secara terbatas, "uga akan menghasilkan bahan secara
terbatas pula.
$. %arga bahan baku& walaupun bisa digunakan, tapi bila harganya mahal maka
penggunaan bahan atau peran bahan baku itu sebagai bahan baku sudah
tersisihkan. #ebenarnya murah atau mahalnya bahan baku itu harus dinilai dari
man'aat bahan itu, yang merupakan cermin dari kualitas bahan tersebut. (epung
ikan, misalnya harganya memang mahal, tetapi bila dibandingkan dengan
kandungan proteinnya yang tinggi dan kelengkapan asam aminonya, maka
penggunaan tepung ikan men"adi murah.
). *ualitas gizi bahan baku, men"adi persyaratan penting lainnya. +alaupun harganya
murah, banyak terdapat di ,ndonesia, dan ketersediaannya kontinyu, tetapi bila
kandungan gizinya buruk, tentu bahan baku ini tidak dapat digunakan.
Khusus untuk ikan, pakan buatan yang diberikan dapat dikatagorikan menjadi .
1. !akan alami, merupakan kelompok pakan yang berasal dari hewan yang berukuran
renik sampai ukuran beberapa centimeter yang di kultur atau dikumpulkan dari alam&
contohnya adalah -rtemia, .aphnis dan /acing #utra. !akan alami ini dapat "uga
berasal dari tumbuhan, misalnya 'itoplankton dan daun talas.
. !akan lembek, merupakan cincangan ikan-ikan rucah dan cumi-cumi yang langsung
diberikan kepada ikan. .aya tahan pakan lembek ini 0 $ hari dalam lemari
pendingin.
$. !akan kering lengkap, merupakan pakan berbentuk pelet, 1'lake2 dan 1crumble2
dengan kadar air rendah sehingga daya tahannya bisa $ 0 ) bulan dan kandungan
gizinya cukup lengkap karena dibuat sesuai dengan kebutuhan. 3enis pakan inilah
yang akan dikupas lebih mendalam.
Bahan Baku Na'ati
3agung kuning merupakan bahan baku ternah dan ikan yang popular digunakan di Indonesia
dan di beberapa negara. Cagung kuning digunakan sebagai bahan baku penghasil energi,
tetapi bukan sebagai bahan sumber protein, karena kadar protein yang rendah #B,A)$, seperti
yang terlihat pada tabel /, bahkan defisien terhadap asam amino penting, terutama lysin dan
triptofan.
Dedak halus merupakan limbah proses pengolahan gabah, dan tidak dikonsumsi manusia,
sehingga tidak bersaing dalam penggunaannya. !edak mengandung bagian luar beras yang
tidak terba+a, tetapi terampur pula dengan bagian penutup beras itu. Eal ini mempengaruhi
tinggi"rendahnya kandungan serat kasar dedak. Kandungan serat kasar dedak /1,&), atau &
kali lebih besar dari pada jagung kuning, merupakan pembatas, sehingga dedak tidak dapat
digunakan berlebihan. Kandungan asam amino dedak, +alaupun lengkap tapi kuantitasnya
tidak menukupi kebutuhan ikan, demikian pula dengan ,itamin dan mineralnya.
*in%ak Na'ati- Penggunaan minyak diperlukan pada pembuatan pakan ikan yang
membutuhkan pasokan energi tinggi, yang hanya dapat diperoleh dari minyak. Minyak nabati
yang digunakan hendaknya minyak nabati yang baik, tidak mudah tengik dan tidak mudah
rusak. Penggunaan minyak nabati yang biasanya berasal dari kelapa atau sa+it pada
umumnya berkisar antara 0 ; & )
Hijauan 4ebagai bahan ampuran pakan, kini hijauan mulai dilirik kembali, karena ternyata
sampai batasan tertentu hijauan dengan protein tinggi dapat mensubstitusi tepung ikan.
Eijauan yang dimaksud antara lain a*ola, turi dan daun talas, yang bila akan digunakan harus
diolah terlebih dahulu, yakni pengeringan #o,en atau panas matahari$ tapi tidak boleh
merusak +arna, lalu penggilingan dan pengayakan.
Bahan *akanan He6ani
Tepung Ikan Berasal dari ikan sisa atau buangan yang tidak dikonsumsi oleh manusia, atau
sisa pengolahan industri makanan ikan, sehingga kandungan nutrisinya beragam, tapi pada
umumnya berkisar antara &' ; ('). %epung ikan merupakan pemasok lysin dan metionin
yang baik, dimana hal ini tidak terdapat pada kebanyakan bahan baku nabati. Mineral
kalsium dan fosfornya pun sangat tinggi, dan karena berbagai keunggulan inilah maka harga
tepung ikan menjadi mahal.
Tepung Darah Merupakan limbah dari rumah potong he+an, yang banyak digunakan oleh
pabrik pakan, karena protein kasarnya tinggi. Galaupun demikian ada pembatas >religiusF
dan >dampak kesehatanF. Baik buruknya tepung darah yang digunakan sebagai bahan baku
dari segi kesehatan, tergantung pada bagaimana bahan itu diperoleh dari rumah potong
he+an. Bila berasal dari penampungan yang berampur kotoran, tentu bahan ini tidak layak
digunakan, tapi bila berasal dari penampungan yang bersih, maka tepung ini memenuhi syarat
sebagai bahan baku pakan
Sisa P$t$ngan Ru(ah 3agal/Tepung Tulang Berasal dari tulang"tulang dengan sedikit
daging yang melekat, kemudian dikeringkan dan digiling, di pasaran biasa disebut tepung
tulang. Bahan ini dapat digunakan antara 0,8 ; /') dalam formula pakan dan lebih bersifat
sebagai pendamping tepung ikan. Bila digunakan berlebihan, tentu tidak menguntungkan,
karena kalsium akan terlalu banyak sehingga menurunkan selera makan.
Tepung Bulu Ter$lah diperoleh dengan merebus bulu unggas dalam +adah tertutup dengan
tekanan 1,0 atmosfer selama 28 menit dan dikembalikan lagi pada tekanan normal, setelah itu
dikeringkan pada temperatur &'o6 dan digiling hingga halus. %epung bulu mempunyai energi
metabolis 0182 kal9kg dan asam amino tersedia sebesar &8) dan penggunaannya maksimal
/').
2i7i Pakan Ikan
4eperti halnya he+an lain, ikan pun membutuhkan *at gi*i tertentu untuk
kehidupannya, yaitu untuk menghasilkan tenaga, menggantikan sel"sel yang rusak dan untuk
tumbuh. Kat gi*i yang dibutuhkan adalah . protein, lemak, karbohidrat, ,itamin, mineral dan
air.
A- Pr$tein
Protein sangat diperlukan oleh tubuh ikan, baik untuk pertumbuhan maupun untuk
menghasilkan tenaga. Protein nabati #asal tumbuhtumbuhan$, lebih sulit diernakan daripada
protein he+ani #asal he+an$, hal ini disebabkan karena protein nabati terbungkus dalam
dinding selulosa yang memang sukar dierna. Pada umumnya, ikan membutuhkan protein
lebih banyak daripada he+an"he+an ternak di darat #unggas dan mamalia$. 4elain itu, jenis
dan umur ikan juga berpengaruh pada kebutuhan protein. Ikan karni,ora membutuhkan
protein yang lebih banyak daripada ikan herbi,ora, sedangkan ikan omni,ora berada diantara
keduanya. Pada umumnya ikan membutuhkan protein sekitar 0' ; &'), dan optimum 1' ;
1&). Protein nabati biasanya miskin metionin, dan itu dapat disuplau oleh tepung ikan yang
kaya metionin.
B- Le(ak
Nilai gi*i lemak dipengaruhi oleh kandungan asam lemak esensialnya yaitu asam"asam lemak
tak jenuh atau P<7A #Poly <nsaturated 7atty Aid$ antara lain asam oleat, asam linoleat dan
asam linolenat. Asam lemak esensial ini banyak terdapat di tepung kepala udang, umi"umi
dll. Kandungan lemak sangat dipengaruhi oleh faktor ukuran ikan, kondisi lingkungan dan
adanya sumber tenaga lain. Kebutuhan ikan akan lemak ber,ariasi antara 2 ; /B).
!- ar'$hidrat
Karbohidrat atau hidrat arang atau *at pati, berasal dari bahan baku nabati. Kadar
karbohidrat dalam pakan ikan, dapat berkisar antara /' ; 8'). Kemampuan ikan untuk
memanfaatkan karbohidrat ini tergantung pada kemampuannya untuk menghasilkan en*im
pemeah karbohidrat #amilase$. Ikan karni,ora biasanya membutuhkan karbohidrat sekitar
/0), sedangkan untuk omni,ora kadar karbohidratnya dapat menapai 8').
D- 8ita(in
Apabila ikan kekurangan ,itamin, maka gejalanya adalah nafsu makan hilang,
keepatan tumbuh berkurang, +arna abnormal, keseimbangan hilang, gelisah, hati berlemah,
mudah terserang bakteri, pertumbuhan sirip kurang sempurna, pembentukan lendir terganggu
dll. Agar ikan tetap sehat, suplai ,itamin harus kontinyu, tapi kebutuhan akan ,itamin
dipengaruhi oleh ukuran ikan, umur, kondisi lingkungan dan suhu air.
E- *ineral
Mineral adalah bahan an"organik yang dibutuhkan oleh ikan untuk pembentukan
jaringan tubuh, proses metabolisma dan mempertahankan keseimbangan osmotis. Mineral
yang penting untuk pembentukan tulang, gigi dan sisik adalah kalsium, fosfor, fluorine,
magnesium, besi, tembaga, kobalt, natrium, kalium, klor, boron, alumunium, seng, arsen, dll.
Makanan alami biasanya telah ukup mengandung mineral, bahkan beberapa dapat diserap
langsung dari dalam air. Namun pada umumnya, mineral"mineral itu didapatkan dari
makanan. 5leh karena itu, beberapa maam mineral yang penting perlu kita tambahkan pada
proses pembuatan pakan.
4elain kandungan gi*i, ada beberapa bahan tambahan dalam meramu pakan buatan.
Bahan"bahan ini ukup sedikit saja, diantaranya . antioksidan, perekat dan pele*at. 4ebagai
antioksidan atau *at anti tengik dapat ditambahkan fenol, ,itamin D, ,itamin 6, etoksikuin,
BE%, BEA dan lain"lain dengan penggunaan /8' ; 0'' ppm. Beberapa bahan dapat
berfungsi sebagai perekat seperti agar"agar gelatin, tepung kanji, tepung terigu dan sagu,
dengan pemakaian maksimal /'). Bahan perekat ini menjadi penting pada pembuatan pakan
udang, sebab pakan udang harus mempunyai ketahanan yang tinggi, agar tidak epat hanur
dalam air. 4ebagai pele*at, pada umumnya dipakai garam dapur sebanyak 0).
+)R*ULASI PAAN IAN
*et$da *enghitung e'utuhan Bahan Baku
4ebelum mulai menghitung, harap diingat bah+a suatu bahan baku disebut bahan sumber
protein apabila kadar proteinnya L 0'). Karena harga protein paling mahal, maka yang
pertama dihitung adalah protein, sedangkan yang lainnya menyesuaikan, misalnya dengan
menambahkan sumber energi. @ang paling mudah adalah menggunakan metoda >Bujung
4angkarF. 4ebagai ontoh, akan disiapkan pakan ikan mas dengan 0() protein, dari bahan
dedak dan bungkil kedelai. <ntuk membuat pakan ikan mas 0() protein sebanyak /'' kg,
kita harus menampur dedak . /(918,B ? 2(,8) = /'' ? 2(,8 kg. bungkil kedelai
. /B,B918,B ? 80,8) = /'' ? 80,8 kg
X444444444
proses pembuatan mesin pencetak pakan ikan
Estu Karya
Cl. 4olo"@ogya km.0B Karang+uni, 6eper, Klaten
Ca+a %engah
Bp. 4amidi
%elp #'0(0$880&'(
'B/B'22''/'/
e"mail . estukaryaMgmail.om
Alat Mesin Pertanian
Perontok Padi Roda 2
Po+er %hresher
Pengaduk Pakan Ikan
Pengering Pakan Ikan
Mesin Potong 4ingkong
Penetak Pakan Ikan
Eammermill
:erobak %raktor
Dmposan %ikus
Mesin Pembuat Kompos
Mesin Pembuat %epung
Peleet Kedelai %empe
Facebook
Mesin Pencetak Pakan Ikan
5ay 6, 71$ -lat 5esin !ertanian
Mesin Penetak Pakan Ikan
Mesin Pencetak Pakan Ikan:
7ungsi
<ntuk menetak pakan ikan seperti serotan.
!imensi .
A''=2''=/''' mm
Kapasitas.
&'kg9jam
Penggerak .
!iesel BEP

Anda berminat N Eubungi #'0(0$880&'( atau 'B/B'22''/'/
Incoming search terms:
mesin pakan ikan
alat alat penggiling pakan 'ungsi dan gambarnya
alat pencetak pakan ikan
merancang mesin pencetak pakan ikan
mesin mi4er pakan ikan
mesin pembuat tepung ikan
444444444444444
Warga Grogol Menemukan Pelet Ikan erba!an "ampa! #rganik
Su('er9 http9//666-dep$k-g$-id/ :; 3uli /:,,
4ampah merupakan persoalan pelik di kota besar yang sangat sulit diatasi
pemerintah, termasuk !epok. Namun, masalah itu, tidak dijadikan persoalan bagi Ius Munif
#8'$. !itangan lelaki ini, sampah justru bisa diolah menjadi barang ekonomis yang memba+a
keuntungan besar. Betapa tidak, dengan kreatifitasnya, sisa dari sampah rumah tangga bisa
disulap menjadi pellet ikan.
4ampah menjadi kompos, bukanlah hal yang baru bagi Ius Munif. Akan tetapi, Pada
pertengahan Canuari 0'//, +arga R% '89'8, Calan Pulo Mangga, Kelurahan :rogol, -imo itu
mendapat sebuah tantangan dari rekannya. Pria paruh baya tersebut ditantang !osen Curusan
Biologi, <ni,ersitas Indonesia #<I$ mengubah sampah menjadi sesuatu yang bernilai jual
tinggi.
%antangan dari sahabatnya itupun diterima. Ius mulai memutar otaknya dan menja+ab
tantangan. 4eminggu, lelaki berkulit sa+o matang ini terus berfikir, namun belum juga
mendapatkan ja+aban yang diari. Namun, diluar dugaan, ja+aban dari tantangan yang
sahabatnya itu berhasil terja+ab saat memandangi ikan koi peliharaannya di kolam
rumahnya. >Kala itu, saya langsung berpikir jika sampah bisa dijadikan pellet ikan,Fkatanya.
Perobaan demi perobaan dilakukan +arga kelurahan :rogol itu, tetrmasuk Bro+sing ara
membuat pellet ikan di dunia maya. Bahkan, beberapa buku berisi panduan tentang membuat
makan ikan dibelinya. %anpa terasa, sudah satu, dua, sampai tiga hari, Ius menari akal
dikediamannya yang sederhana itu,F4aya mulai mengerjakannya di rumah sendirian. 4ampah
dapur yang dihasilkan sang istripun saya kumpulkan,Fuapnya. Bahan baku yang didapat ius,
satu persatu mulai diolah dengan gilingan daging milik sang istri. Kemudian sayur, tulang,
kepala ikan hingga beberapa sampah organi digiling menjadi satu. >4eminggu saya iptakan
pelet itu. %etapi hasilnya tidak maksimal seperti yang saya harapkan,Fbebernya.
Meski demikian, ia mengaku tidak merasa putus asa dan terus melakukan eksplorasi. !ari
bahan sampah yang dibusukan, bapak tiga anak ini menoba peruntungan kembali. !engan
pola sederhana, dirinya menemukan sesuatu dari perobaannya. Alhasil, mantan sis+a 4%M
Curusan Mesin ini, menemukan sesuatu yang mengejutkan. Pelet ikanpun, selesai
dikerjakannya. >Pelet ikan itu langsung saya ba+a ke teman saya. !an teman saya langsung
memberi makan ikannya dengan pellet saya tanpa diuji lab dahulu,Ftukasnya.
Pada akhirnya, lanjut dia,pellet ikan temuannya itu diuji lab sahabatnya. Namun, hasilnya
tidak begitu memuaskan, karena beberapa kekurangan dalam pelet ikannya itu.Karena
kandungan gi*i didalam pakan ternak itu tidak ada. >!engan hasil itu saya pun terus
melakukan terobosan. Karena belum ada pellet ikan dari sampah dapur di !epok,Fsingkatnya.
Eari demi hari dilalui Ius dengan menyempurnakan pellet ikannya. %anpa terasa, satu bulan
sudah berlalu. Easilnyapun sangat menengangkan. Apa yang diinginkan Ius Munif dalam
menyempurnakan pellet ikanpun ter+ujud. <ji laboratorium menyatakan temuan lelaki ini
layak jual.
http://depokbebassampah.wordpress.com/acuan/pelet-ikan/
4444444444
Pentingnya "tu$i Kelayakan "ebelum Memulai isnis
03 May 2014 Hits : 7,733
4udah banyak dibahas mengenai beraneka ragam jenis usaha yang dapat dijadikan pilihan
untuk memulai suatu usaha bahkan sampai dengan masalah detail teknis pelaksanaannya.
Namun untuk memulai sebuah usaha sangatlah penting untuk melakukan studi kelayakan
usaha.
Eal ini berkaitan dengan mempelajari berbagai hal tentang usaha tersebut, menyusun
renana, mengumpulkan data dan menganalisisnya. 4etelah itu baru memutuskan untuk
merealisasikannya dengan mendirikan atau membatalkan usaha tersebut.
Adapun beberapa aspek yang perlu Anda ermati dan perhatikan dalam menyusun sebuah
studi kelayakan usaha adalah sebagai berikut.
Aspek pe(asaran
Pada saat Anda berenana mendirikan usaha, faktor pemasaran merupakan hal terpenting
dalam menyusun studi kelayakan. Cika tidak ada gambaran yang jelas tentang pemasaran
akan sulit diharapkan usaha akan berjalan dengan lanar. 5leh karena itu, Anda perlu
menggali informasi tentang pasar, mulai dari siapa, di mana, dan jumlah konsumennya. -ebih
baik lagi apabila kita mengetahui peta kekuatan persaingan dari usaha sejenis, baik
kelemahan maupun kekuatannya. Apabila Anda berenana mengembangkan usaha, informasi
penting lainnya adalah renana pesaing juga perlu diketahui termasuk pula kekuatan modal
yang dimiliki pesaing. Amati pula harga dan mutu yang Anda inginkan dan sistem
distribusinya.
Aspek teknis
Eal penting selanjutnya yang perlu diermati setelah memahami aspek pemasaran adalah,
menentukan hal teknis yang dipakai untuk menjalankan usaha. Eal ini berkaitan dengan
renana atau program kerja jangka pendek dan jangka panjang. 4istem produksi yang dipilih
perlu mempertimbangkan efisiensi dan efektifitasnya. Ada baiknya dibuat diagram alur mulai
dari dari proses a+al yaitu penyiapan bahan baku sampai menjadi produk yang siap
dipasarakan. !alam hal ini perlu adanya penga+asan mutu untuk menjamin produk atau jasa
yang dihasilkan. Eal penting lainnya adalah menentukan lokasi usaha tersebut perlu
dipertimbangkan dari segala aspek untuk menyusun perkiraan biaya in,estasi a+al.
Siste( (anaje(en
7aktor penentu lain dalam melaksanakan usaha lebih lanjut adalah dibutuhkan tenaga kerja
yang mampu menjalankannya. 5leh karena itu, diperlukan sistem manajemen yang baik agar
semua renana berjalan lanar dan biaya yang rasional. %ahap pertama menyusun jumlah
tenaga kerja yang dibutuhkan, lalu menyusun tugas"tugas pokok dan membagi berdasarkan
jabatannya. 4istem dan prosedur kerja juga dibiarakan dengan rini agar alur pekerjaan
menjadi efisien.
Aspek ek$n$(i
!itinjau dari aspek ekonomi, perlu dilakukan perhitungan besarnya biaya untuk menjalankan
usaha. %ermasuk pula in,estasi a+al, modal kerja, peralatan, dan lain"lain. Anda perlu
mempelajari kemungkinan mendapat sumber biaya tersebut, dari dana sendiri atau menari
in,estor. Anda hitung analisis usahanya, selama perusahaan dijalankan menghasilkan
keuntungan memadai atau tidak.
Aspek huku(
Aspek selanjutnya bukan merupakan hal yang +ajib diikutsertakan dalam pembuatan studi
kelayakan. Namun demikian, ada baiknya bila aspek hukum dimasukkan dalam pembahasan
studi kelayakan agar diperoleh jaminan keamanan pelaksanaan usaha. Masalah"masalah yang
perlu dipelajari meliputi legalisasi badan usaha, i*in usaha, tenaga kerja, kredit, dan
ke+ajiban membayar pajak. #O9dari berbagai sumber$
BACA JUGA
8esep 5emulai Bisnis untuk 9ntrepreneur !emula
$ Bidang Bisnis !otensial untuk !erempuan
5ulai /iptakan #esuatu #ekarang:
;aktor #ukses 5en"alankan Bisnis *ecil
17 *esalahan Besar dalam Berbisnis
<angkah-langkah 5en"adi 5ompreneur
http://www.indonesiaentrepreneur.com/memulai-bisnis/pentingnya-studi-kelayakan-sebelum-
memulai-bisnis
444444444
%onto! "truktur Laporan &asil "tu$i Kelayakan
1:= !5 5ana"emen !royek #,, #istem ,n'ormasi >o comments
1. Judul
!ada halaman "udul, tuliskan >ama !erusahaan klien, >ama !royek ?"ika belum ada nama,
harap ditentukan sekarang), @ersi saat ini dan (anggal.
2. Detail publikasi
(erbagi atas dua bagian, yakni:
a. @ersi dokumen
.a'tar riwayat perubahan dokumen.
b. Atorisasi
5enandakan bahwa dokumen ini resmi dan dapat dipertanggung"awabkan oleh pihak
pembuatnya.
3. i!"kasa! eksekuti#
(uliskan secara ringkas latar belakang dan hasil studi kelayakan. #ampaikan hanya hal-hal
utama sa"a, dan tidak perlu detail.
4. $e!da%ulua!
(uliskan satu atau dua paragra' singkat mengenai tu"uan dan isi dari dokumen ini.
a. (u"uan studi kelayakan
!en"elasan mengenai studi kelayakan ini.
b. -udiens yang ditu"u
.a'tarkan audiens yang ditu"u, yaitu mana"er unit, mana"emen senior, pimpinan proyek dan
mana"er ,(.
c. (in"auan sistem ?#ystem ABerBiew)
!en"elasan singkat mengenai sistem ber"alan yang akan terpengaruh oleh karena adanya
proyek ini.
d. 8ingkasan 'aktor pengaruh studi kelayakan
(uliskan pen"elasan ringkas tentang 'aktor-'aktor yang memengaruhi hasil studi kelayakan,
seperti kebi"akan-kebi"akan bisnis, batasan ruang lingkup ataupun teknologi yang ada.
e. .okumen re'erensi
.a'tarkan dokumen sumber yang berhubungan dengan studi kelayakan proyek ini, seperti
panduan #A!, peraturan perusahaan, dan sebagainya.
&. 'ata( belaka!"
!ada bagian ini berikan pen"elasan mengenai latar belakang dilakukannya studi kelayakan.
(uliskan dua atau tiga paragra' mengenai karakteristik tu"uan bisnis, tetapi tidak perlu
pen"elasan detail mengenai pelaksanaan untuk mencapai tu"uan bisnis tersebut.
a. (in"auan masalah
!en"elasan mengenai masalah yang melatarbelakangi dan kemungkinan solusi yang
didapatkan dari proyek dalam studi kelayakan ini.
b. !engaruhnya pada organisasi/ perusahaan
!en"elasan mengenai pengaruh masalah ini pada organisasi/perusahaan
c. !engaruhnya pada Cnit Bisnis .
!en"elasan lebih detail, mengenai pengaruh pada operasional unit bisnis.
d. !engaruhnya pada aplikasi yang ber"alan
3ika ada so'tware aplikasi yang telah digunakan, beri pen"elasan "uga seberapa banyak
masalah ini memengaruhi aplikasi yang digunakan, atau mungkin aplikasi ini adalah salah
satu sumber permasalahan yang ada.
e. !engaruhnya pada in'rastruktur
!en"elasan mengenai pengaruh masalah ini pada in'rastruktur, seperti aplikasi enterprise,
"aringan maupun bandwidth akses "aringan dan internet.
). *+lusi ya!" dia,uka!
!en"elasan secara singkat mengenai solusi yang dia"ukan untuk mengatasi masalah-
masalah yang telah di"elaskan sebelumnya.
a. .eskripsi #olusi
Berikan pen"elasan mengenai konsep dari solusi yang dia"ukan, bisa berupa diagram, untuk
memberikan gambaran solusinya dan mitigasi dari dampak yang mungkin ter"adi. Bagian ini
"uga bisa berisi rencana kontigensi ?darurat) disertai langkah-langkah yang harus dilakukan
untuk mengambil solusi alternati'.
b. !eningkatan yang diharapkan
Berikan pen"elasan bagaimana dengan adanya solusi ini maka akan memberikan
peningkatan terhadap sistem yang ada sesuai dengan identi'ikasi masalah ?dalam
pen"elasan latar belakang) serta sesuai dengan tu"uan yang hendak dicapai.
c. !engaruh so,usi
Bagian ini serta sub-bagiannya memberikan pen"elasan tentang pengaruh solusi dan
kemungkinan adanya masalah potensial oleh karena adanya solusi tersebut.
1) !engaruh pada organisasi
!en"elasan mengenai training, "ob description, penambahan dan perubahan sta', perubahan
keahlian yang dibutuhkan dan keberlan"utan bisnis oleh karena pengaruh dari solusi
tersebut.
) !engaruh pada unit bisnis
!en"elasan mengenai perubahan pada prosedur operasional, struktur pelaporan, kebi"akan-
kebi"akan dan sebagainya, karena solusi tersebut.
$) !engaruh pada in'rastruktur
!en"elasan mengenai pengaruh solusi terhadap keamanan "aringan dan data, perlunya
peningkatan kapasitas ?upgrade) hardware dan peralatan penun"ang lainnya, atau perlunya
modi'ikasi 'asilitas yang ada.
)) !engaruh pada aplikasi yang ber"alan
!en"elasan mengenai pengaruh solusi pada perubahan metodologi, upgrade dan modi'ikasi
so'tware, atau perlunya tambahan keterampilan pada sta'
d. -lasan pendukung untuk solusi yang dia"ukan
Berikan pen"elasan detail untuk mendukung solusi yang ditawarkan dan hasil studi
kelayakan, bisa dengan mengacu pada bagian analisis biaya-man'aat, atau isu seperti
standardisasi, hubungan dengan Bendor, ataupun best practice.
7. $e(ba!di!"a! te(%adap s+lusi alte-ati#
Berikan gambaran solusi altemati' yang dapat dipertimbangkan, dan berikan perbandingan
serta pen"elasan mengapa solusi yang dia"ukan yang dipilih. Bisa "uga diberikan pen"elasan
detail mengenai perbedaan utama, masalah yang mungkin ada dan man'aat masing-masing
solusi. 3ika memungkinkan, gunakan matri4 untuk men"elaskan perbandingan.
.. A!alisis biaya/-a!#aat 0C+st/Be!e#it A!alysis1
Dunakan analisis biaya man'aat untuk solusi yang ditawarkan dan bila perlu tun"ukkan "uga
analisis solusi alternati', sehingga bisa men"adi data pendukung untuk pen"elasan mengenai
perbandingan pada bagian sebelumnya.
http://m-zulki'li.blogspot.com/71$/76/contoh-struktur-laporan-hasil-studi.html
444444444444444