Anda di halaman 1dari 11

RPP IKATAN KIMIA KURIKULUM 2013

RANCANGAN PELAKSANAAN PEMBELAJARAN



A. Identitas

Nama Sekolah : SMA Negeri 8 Pekanbaru

Mata Pelajaran : Kimia

Kelas / Semester : X / I

Materi Pokok : Ikatan Kimia

Sub Materi Pokok : Ikatan Ion dan Ikatan Kovalen

Alokasi Waktu : 3 x 45 menit



B. Kompetensi Inti

KI 1 : Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya.



KI 2 : Menghayati dan mengamalkan perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, peduli (gotong
royong, kerjasama, toleran, damai), santun, responsif dan proaktif, dan menunjukan sikap
sebagai bagian dari solusi atas berbagai permasalahan dalam berinteraksi secara efektif
dengan lingkungan sosial dan alam serta dalam menempatkan diri sebagai cerminan bangsa
dalam pergaulan dunia.



KI 3 : Memahami, menerapkan, dan menganalisis pengetahuan faktual, konseptual,
prosedural, dan metakognitif berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan,
teknologi, seni, budaya, dan humaniora dengan wawasan kemanusiaan, kebangsaan,
kenegaraan, dan peradaban terkait penyebab fenomena dan kejadian, serta menerapkan
pengetahuan prosedural pada bidang kajian yang spesifik sesuai dengan bakat dan minatnya
untuk memecahkan masalah.



KI 4 : Mengolah, menalar, dan menyaji dalam ranah konkret dan ranah abstrak terkait
dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah secara mandiri, bertindak secara
efektif dan kreatif, serta mampu menggunakan metoda sesuai kaidah keilmuan.



C. Kompetensi Dasar ( KD ) dan Indikator



KD dari KI 3 :

3.2 Membandingkan proses pembentukan ikatan ion, ikatan kovalen, ikatan koordinasi, dan
ikatan logam serta hubungannya dengan sifat fisika senyawa yang terbentuk.



Indikator :

Menjelaskan kecenderungan suatu unsur untuk mencapai kestabilannya.

Menggambarkan susunan elektron valensi atom gas mulia (duplet dan okted) dan elektron
valensi bukan gas mulia (struktur Lewis).

Menjelaskan proses terbentuknya ikatan ion.

Menjelaskan proses terbentuknya ikatan kovalen tunggal, rangkap dua, dan rangkap tiga.



KD dari KI 4 :

4.2 Menyajikan hasil diskusi kelompok tentang kestabilan unsur, struktur lewis, ikatan ion,
dan ikatan kovalen, kovalen koordinasi, senyawa kovalen polar dan non polar ikatan logam
dan sifat-sifatnya.



Indikator :



Menjelaskan tentang kestabilan unsur serta struktur lewis dari suatu atom.

Mempresentasikan proses pembentukan ikatan ion.

Menyajikan proses terbentuknya ikatan kovalen tunggal, rangkap dua, dan rangkap tiga.



D. Tujuan Pembelajaran

1. Siswa mampu menjelaskan kecenderungan suatu unsur untuk mencapai kestabilannya.

2. Siswa mampu menggambarkan susunan elektron valensi atom gas mulia (duplet dan okted)
dan elektron valensi bukan gas mulia (struktur Lewis).

3. Siswa mampu menyajikan proses terbentuknya ikatan ion.

4. Siswa mampu menyajikan proses terbentuknya ikatan kovalen tunggal, rangkap dua, dan
rangkap tiga.

5. Siswa mampu memprediksi jenis ikatan yang terbentuk jika diberikan beberapa contoh
senyawa.



E. Materi Pelajaran

Ikatan Kimia : 1. Kestabilan unsur

2. Struktur Lewis

3. Ikatan Ion dan Ikatan Kovalen

F. Pendekatan dan Metode Pembelajaran

Pendekatan : Scientific

Model : Cooperative Tipe Numbered Head Together ( NHT )





G. Media dan Sumber Belajar

LCD Projektor

Laptop

Internet (web Page)

LKS ( Lembar Kerja Siswa )

Buku Kimia



H. Langkah-Langkah Pembelajaran

1. Pendahuluan ( 15 menit )

a. Guru masuk ke dalam kelas dan menyapa siswa, Assalamulaikum anak-anak!

b. Guru menciptakan suasana kelas yang religius dengan menunjuk ketua kelas untuk
memimpin doa.

c. Guru memeriksa kehadiran siswa (guru menanamkan sikap disiplin), kebersihan dan
kerapian kelas sebagai wujud kepedulian terhadap lingkungan.

d. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran.

Apakah ananda masih ingat bagaimana membuat konfigurasi electron ?

Guru menampilkan slide senyawa NaCl dan meminta siswa mencari tahu bagaimanakah cara
terbentuknya senyawa tersebut.



Na
+
+ Cl
-
NaCl

Ikatan ion adalah serah terima electron yang terjadi antara logam dan non logam contohnya
MgCl
2
. Tetapi kenapa BeCl
2
dan BCl
3
membentuk ikatan kovalen sedangkan unsur Be dan B
merupakan logam dan Cl adalah non logam ?



e. Memotivasi siswa dengan mengajukan pertanyaan atau pernyataan untuk menuntun siswa
dan menggali pengetahuan siswa tentang materi yang akan dipelajari.

Ikatan kimia sama halnya dengan ikatan sebuah perkawinan. Jika seorang wanita atau laki-
laki hidup sendirian maka ia akan merasa kesepian dan merasa hidupnya ada yang kurang
begitu juga dengan unsur jika berdiri sendiri ia tidak akan stabil tetapi jika ia berikatan
dengan unsur lain ia akan dapat mencapai kestabilannya baik dalam bentuk okted maupun
duplet. Sehingga dengan mempelajari ikatan kimia ini kita akan dapat melihat bagaimana
unsur-unsur tersebut mencapai kestabilannya dan sifat apa yang dihasilkannya.



Air dengan rumus molekul H
2
O dapat membentuk seperti itu karena adanya ikatan kimia.
Molekul tersebut dapat terbentuk karena adanya ikatan kimia yaitu terbentuknya ikatan
hydrogen. Dengan adanya ikatan hydrogen ini air memiliki titik didih yang tinggi yaitu
100
0
C. Coba bayangkan jika air tidak memiliki ikatan hydrogen ia akan sangat mudah sekali
untuk menguap yaitu 0
0
C, mungkin tidak akan ada lagi air yang tersisa di bumi. Sungguh
Maha Besar ciptaan Tuhan YME bagi makhluk-makhluknya. Jadi ananda sekalian, itu lah
salah satu gunanya ikatan kimia.



2. Kegiatan Inti



a. Guru membagi siswa menjadi beberapa kelompok dimana kelompok tersebut sudah dibagi
guru sebelumnya dan memberi siswa nomor sehingga setiap siswa dalam kelompok
mendapat nomor yang berbeda-beda, sesuai dengan jumlah siswa di dalam kelompok tersebut
( setiap kelompak terdiri dari 3-5 orang ).

b. Guru membagikan LKS kepada siswa yang berisi permasalahan-permasalahan mengenai
kestabilan unsur, struktur lewis serta ikatan ion dan ikatan kovalen.

c. Guru menyatakan bahwa setiap siswa harus memahami dan menguasai setiap soal yang
didiskusikan dalam kelompok karena siswa yang akan presentasi akan diundi secara acak
oleh guru tepat sebelum presentasi dilakukan.

d. Siswa diminta untuk mendiskusikan jawaban pertanyaan yang ada dalam LKS dan setiap
siswa dituntut untuk memahami materi yang dibahas dalam kelompok itu.

e. Guru menunjuk salah satu nomor dan siswa yang terpilih nomornya dalam suatu kelompok
akan mempresentasikan jawabannya dari hasil diskusi yang telah mereka lakukan.

f. Siswa yang mendapatkan nomor sama dengan siswa yang presentasi didepan kelas
bertanggung jawab untuk membantu temannya yang sedang presentasi jika ada pertanyaan
dari kelompok lain atau menambahkan jawaban temannya jika kurang lengkap.

g. Siswa yang lain diminta untuk menanggapi jawaban dari hasil diskusi yang disampaikan oleh
penyaji atau bertanya kepada penyaji dengan bahasa yang sopan dan santun.



3. Kegiatan Penutup

a. Setiap siswa diminta untuk menyimpulkan mengenai materi yang telah didiskusikan dengan
bimbingan guru.

b. Guru menyimpulkan secara keseluruhan mengenai materi yang telah dipelajari serta
meluruskan konsep dan pemahaman siswa mengenai kestabilan unsur, struktur lewis dan
jenis ikatan kimia.

c. Guru menanyakan pada siswa apakah kalian merasa senang dan mengerti pelajaran hari
ini?

d. Guru mengadakan kuis mengenai materi yang telah dipelajari untuk mengukur sejauh mana
pemahaman siswa.

e. Guru memberikan tugas atau latihan kepada siswa untuk mengulang kembali mengenai
materi yang telah dipelajari.

f. Guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk merefleksi diri mengenai materi mana
yang dirasa belum pahami siswa.



I. Penilaian Hasil Belajar

Tes hasil belajar ( pemahaman ) berupa kuis secara individu yang dilakukan pada akhir
pertemuan dengan system pengskoran ( skor sesuai dengan kedalaman materi yang dipahami
oleh siswa ).

Penilaian dari segi ranah kognitif dan afektif siswa berdasarkan sikap dan perilaku siswa
pada saat diskusi dan persentasi.



Soal-soal evaluasi :

1. Mengapa suatu unsur dapat berikatan dengan unsur lain?

2. Bagaimana terbentuknya senyawa NaCl?

3. Karbon dapat bersenyawa dengan oksigen membentuk karbon dioksida.

Ramalkan jenis ikatan yang terdapat dalam karbon dioksida tersebut!

Terangkan bagaimana karbon dioksida CO2 terbentuk berdasarkan electron valensi dari
unsur-unsur pembentuknya!







































Jawaban Pertanyaan

1. Karena setiap atom memiiki electron terluar yang disebut dengan electron valensi dimana
electron valensi tersebut menyimbolkan kemampuan atom tersebut untuk mengikat atom
lainnya. Itulah yang membuat atom dapat berikatan denganunsur lain.

Contohnya:
11
Na = 2,8, 1 Na
+
maka Na dapat mengikat satu atom lain karena hanya
memiliki satu electron valensi.


17
Cl = 2, 8,7 Cl
-


Na
+
+ Cl
-
NaCl



2. Kita tahu bahwa ikatan ion dapat terbentuk jika terjadi serah terima electron antara logam
dengan non logam. Na adalah logam yang kelebihan satu elektron sedangkan Cl adalah non
logam yang kekurangan satu electron. Jadi Na
+
dan Cl
-
dapat berikatan satu sama lain
dengan serah terima electron. Sehingga Na dapat memenuhi aturan duplet dan Cl dapat
memenuhi aturan okted.



3. Karbon dan oksigen adalah unsur nonlogam yang bersenyawa membentuk karbon dioksida
sehingga dapat diramalkan bahwa senyawa tersebut berrikatan kovalen.

Karbon memiliki electron valensi = 4, untuk menbentuk okted karbon memerlukan 4 elektron
lagi sedangkan oksigen memiliki electron valensi = 6, untuk membentuk okted memerlukan 2
elektron lagi. Makan atom karbon saling menggunakan electron bersama yang bersal dari
kedua belah pihak.

Rumus elektronnya dapat ditulis sebagai berikut :



:O::C::O: atau O=C=O





















PENILAIAN INDIVIDU

KOGNITIF

1. Tertulis : Penilaian dari LKS dan uji tertulis yang dikerjakan secara individu oleh siswa.

AFEKTIF

Mengembangkan perilaku berkarakter, meliputi :

1. Jujur

2. Bertanggung jawab

Mengembangkan keterampilan social meliputi :

1. Bertanya

2. Menyampaikan pendapat

3. Menanggapi pendapat orang lain

Lembar Penilai Kognitif

NAMA SISWA NILAI DASAR NILAI TES NILAI PERKEMBANGAN PENGHARGAAN
KELOMPOK








Keterangan

1. Kelompok dengan skor rata-rata 5-15, dinyatakan sebagai Good Team.

2. Kelompok dengan skor rata-rata 16-25, dinyatakan sebagai Great Team.

3. Kelompok dengan skor rata-rata 26-30, dinyatakan sebagai Super Team.


Lembar Penilaian Afektif

N
O

Nama
Siswa
Aspek yang dinilai Skor
Mengajukan
Pertanyaan
Menjawab
Pertanyaan
Memberikan
Pendapat

1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4
1
2
3
4
5
6
7
8



Keterangan

Aspek yang
Dinilai

Diskriptor
Skor



Mengajukan
pertanyaan

Siswa dapat mengajukan pertanyaan tetapi
menyimpang dari materi yang dipelajari
1
Siswa dapat mengajukan pertanyaan sesuai dari materi
yang dipelajari
2
Siswa dapat mengajukan pertanyaan sesuai dari materi
yang dipelajari dengan jelas
3
Siswa dapat mengajukan pertanyaan sesuai dari materi
yang dipelajari dengan jelas, tepat dan logis
4
Menjawab
Pertanyaan



Siswa dapat menjawab pertanyaan tetapi salah 1
Siswa dapat menjawab pertanyaan tetapi kurang tepat 2
Siswa dapat menjawab pertanyaan dengan jelas 3
Siswa dapat menjawab pertanyaan dengan jelas , tepat
dan logis
4
Memberikan
Pendapat
Siswa dapat memberikan pendapat tetapi menyimpang
dari materi yang dipelajari
1
Siswa dapat memberikan pendapatnya sesuai dengan
materi yang dipelajari
2
Siswa dapat memberikan pendapatnya sesuai dengan
materi yang dipelajari dengan jelas
3
Siswa dapat memberikan pendapatnya sesuai dengan
materi yang dipelajari dengan jelas, tepat dan logis
4



A = amat baik (80 -100)

B = baik (60 -79)

C = cukup (40 -59)

D = kurang (> 39)

Mengetahui,

Kepala sekolah Guru







Dewi Vortuna, S.Pd., M.Pd Yuliani, S.Si., M.Si
Alasan saya memilih materi ini untuk pembelajaran dengan model NHT karena
materinya lebih bersifat hafalan dan tidak memerlukan pratikum jadi tidak terlalu sulit
menyampaikan materi tersebut. Sehingga menurut saya dengan model pembelajaran NHT ini
siswa akan lebih aktif dan lebih cepat menguasai materi tersebut. Karena dalam model
pembelajaran NHT ini siswa akan dibagi menjadi beberapa kelompok dimana masing-masing
anggota kelompok akan diberi nomor yang berbeda sesuai jumlah anggotanya dan diminta
untuk mendiskusikan LKS yang diberikan guru dalam kelompok. Diakhir diskusi siswa
dalam masing-masing kelompok akan diminta untuk mempresentasikan hasil diskusinya atau
menyampaikan jawaban yang ia dapatkan dalam kelompok tersebut dimana siswa yang
mempresentasikan hasil diskusinya itu ditunjuk secara acak oleh guru. Sehingga siswa yang
memiliki nomor yang sama dari masing-masing kelompok akan silih berganti menyampaikan
hasil diskusinya dan siswa yang lain menanggapi jawaban tersebut. Jadi dengan model ini
semua siswa dalam kelompok dituntut harus menguasai materi dengan baik dan benar karena
ditunjuk secara acak oleh guru. Hal ini akan membuat pembelajaran menjadi lebih berkesan
dan siswa akan lebih aktif serta menguasai materi dengan baik.