Anda di halaman 1dari 8

ACARA I

IDENTIFIKASI KATION
A. PELAKSANAAN PRAKTIKUM
1. Tujuan Praktikum
Agar dapat memisahkan dan mengidentifikasi kation-kation (Al3+, Ag+, Ba2+, Co2+,
Cu2+, Fe3+, Mn2+, Ni2+, dan Pb2+ ).
2. Waktu Praktikum
Senin, 29 Oktober 2012
3. Tempat Praktikum
Lantai III, Laboratorium Kimia, Fakiltas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam,
Universitas Mataram.
B. LANDASAN TEORI
Analisis kualtatif mengacu pada seperangkat prosedur laboratorium yang dapat
digunakan untuk memisahkan dan menguji adanya ion dalam larutan. Analisis ini berlaku
untuk kation dan anion, analisis ini dinamakan analisis kualitatif karena hanya
menentukan jenis ion yang ada dalam campuran. Dalam melakukan analisis kualitatif
menggunakan seperangkat prosedur yang dinamakan bagan analisis kualitatif.
Pendekatan ya ng digunakan untuk memisahkan kation ke dalam goongannya adalah
melalui pengendapan. Hasil akhir dari suatu analisa suatu sampel adalah penetapan ada
atau tidakin ya masing-masing ion dalam bagan analisis kualitatif (Petrucci, 1992: 352).
Analisi kation memerlukan pendekatan yang ssitematis. Umumnya ini dilakukan
dengan dua cara yaitu pemisahan dan identifikasi. Pemisahan dilakukan dengan cara
mengendapkan suatu kelompok katio dari larutannya. Kelompok kation yang
mengendapkan dipisahkan dari larutan dengan cara sentrifus dan menuangkan filtratnya
ke tabung uji yang lain. Larutan yang masih berisi sebagian besar kation kemudian
diendapkan kembali membentuk kelompok kation baru. Jika dalam kelompok kation
yang terendapkan masih berisi beberapa kation maka kation-kation tersebut dipisahkan
lagi menjadi kelompok kation yang lebih kecil, demikian seterusnya sehingga akhirnya
daapt dilakukan uji spesifik untuk satu kation. Jenis dan konsentrasi preaksi serta
pengaturan pH larutan dilakukan untuk memisahkan kation menjadi beberapa kelompok
(Skoog, 1999: 253).

Untuk tujuan analisis kualitatif sistematik kation-kation diklasifikasikan dalam lima


golongan berdasarkan sifat-sifat kation itu terhadap beberapa reagnesia. Dengan memakai
apa yangdisebut reagnesia golongan secara sistematik, dapat kita tetapkan ada tidaknya
golongan-golongan kation, dan dapat juga memisahkan golongan-golongan ini untuk
pemeriksaan lebih lanjut. Reagnesia golongan yang dapat dipakai untuk klasifikasi kation
yang palin umum adalah asam klorida, hydrogen sulfide, ammonium sulfide dan
ammonium karbonat. Klasifikasi ini didasarkan atas apakah suatu kation bereaksi dengan
reagnesia-reagnesia ini dnegan membentuk endapan atau tidak. Jadi boleh dikatakan
bahwa klasifikasi kation yang paling umum didasarkan atas perbedaa kelarutan dari
klorida, sulfide, dan karbonat dari kation tersebut (Svehla, 1985 : 2003).
Endapan adalah zat yang memisahkan diri sebagai suatu fase padat keluar dari
larutan . endapan terbentuk jika larutan terlalu jenuh dengan zat yang bersangkutan.
Kelarutan suatuatu endapan menurut definisi adalah sama dengan konsentrasi molar dari
larutan jenuhnya. Kelarutan bergantung pada berbagai kondisi, seperti suhu,tekanan,
konsentrasi bahan-bahan lain dari larutan itu, dan pada komposisi pelarutnya
(Lesdantina,2009).
Pertukaran ion merupakan proses pertukaran kimia yaitu zat yang tidak dapat larut
memisahkan ion bermuatan positif atau negative dari larutan elektrolit dan melepaskan
ion bermuatan sejenis ke dalam larutan yang secara kimiawi jumlahnya sama. Proses
pertukaran ion ini tidak menyebabkan perubahan struktur fisik dari resin penukar ion
(Mustahiqul,2009).
C. ALAT dan BAHAN
1. Alat-alat Praktikum
a. Tabung reaksi
b. Rak tabung reaksi
c. Pipet tetes
d. Alat sentrifugasi
e. Hot plate
f. Gelas kimia 250 ml
2. Bahan Praktikum
a. Sampel kation (garam-garam nitrat)
b. Larutan NaCl 1M
c. Larutan NaOH 2M
d. Larutan NH3 10 %

e.
f.
g.
h.
i.

larutan H2SO4 1 M
larutan K2CrO4 5 %
larutan HNO3 encer
Aquades
Air panas

D. SKEMA KERJA
Ag+, Co2+, Pb2+, Fe3+, Al3+

+ NaCl
Disentrifugasi

Endapan 1

Endapan

Filtrat b

+ H2O panas
Disentrifugasi

Filtrat a:

+ NaOH berlebih
Disentrifugasi

Endapan 5

Filtrat c:

2:

Diidentifikasi

+ K2CrO4
Disentrifugasi

+ H2SO4
Disentrifugasi

Endapan

Endapan

+ HNO3

+ NH3

Disentrifugasi

Endapan
8

Diidentifikasi
+ NH3
Disentrifugasi

Endapan

Endapan

+ NH3 berlebih
Disentrifugasi

Filtrat d:

+ HNO3
+ NH3
Disentrifugasi

Endapan
9

E. HASIL PENGAMATAN

Sampel (warna larutan kuning)

+ NaCl 1M (warna kuning ada endapan)


sentifugasi
Endapan (1)
(putih)

Filtrat (a)

(warna putih: AgCl(s), PbCl2(s))

(kuning)

+ air hangat

+NaOH

2M
berlebih
sentrifugasi
sentifugasi
Endapan(1a

Filtrat (1a)
orange

Endapan(2

Filtrat(

b)

+ HNO3 dan NH3 berlebih


identifikasi
+ K2CrO4

sentifugasi
+ H2SO4
Endapan
(3) 3
+HNO

Endapan (1.b)
HNO3

endapan (1.c)

coklat

Filtrat (c)
bening
+NH
(kation Co2+)
3

(warna kuning (PbCrO4)

(warna putih (PbSO4)

kation Pb2+)

+NH3

+NH3

kation Pb2+)

(warna coklat muda) (warna orange/


Endapan (3.a)

Endapan(2.

(warna coklat(Fe(OH)3) a)

Endapan(

(larutan putih jernih


(larutan putih
endapan putih coklat)
jernih, endapan
kation Al3+)
putih coklat
kation: Al3+)

F. ANALISIS DATA
sampel

+ NaCl
Disentrifugasi

Endapan 1

Filtrat b
2+
Fe3+ +
CoNaOH
Al3+berlebih

+ H2O panas
Disentrifugasi

Endapan 2

Endapan 3

diidentifikasi

+ K2CrO4
disentrifugasi

Disentrifugasi
Filtrat c

Filtrat a

AgCl

Diidentifikasi

+ HNO3

+ NH3

Disentrifugasi

Endapan
6

+ H2SO4
disentrifugasi
Endapan 4:

Endapan 7
Endapan 5

+ NH3
Disentrifugasi

2b)

Endapan 8

+ NH3 berlebih
Disentrifugasi
Filtrat d

+ HNO3
+ NH3
Disentrifugasi

Endapan 9

G. PEMBAHASAN
Analisis kation dilakukan dengan dua cara yaitu pemisahan dan identifikasi.
Pemisahan dilakukan dengan cara mengendapkan suatu kelompok kation dari larutannya.
Kelompok kation yang mengendap dipisahkan dari larutan dengan cara sentrifus dan
menuangkan filtratnya ke tabung uji yang lain (dekantasi).
Pada praktikum kali ini yang bertujuan untuk mengidentifikasi dan memisahkan
kation dalam sampel. Praduga sementara sampel mengandung kation Fe3+, Co2+, Ag+, Pb2+,
Al3+, Cr3+, Cu2+, Mn2+, Ni2+, dan Ba2+. Sampel tersebut ditambahkan dengan pelarut yang
bisa mengendapkan. Langkah pertama yaitu larutan sampel ditambahkan dengan larutan
NaCl. Pada saat ditambahkan terbentuk endapan, tetapi untuk lebih jelasnya dimasukkan
ke dalam alat sentrifugasi. Sentrifugasi berfungsi untuk memisahkan endapan dari
filtratnya. Sentrifugasi mempunyai kecepatan 25 ribu rpm (radius per menit). Setelah
disentrifugasi, terdapat endapan berwarna putih di dasar tabung. Hal ini merupakan
adanya endapan AgCl dan PbCl2 yang termasuk dalam golongan I. golongan I bisa
mengendap jika ditambahkan HCl, golongan I terdiri dari Ag,Pb, dan Hg. Hg tidak
termasuk ada dalam larutan sampel tersebut, karena Hg + jika ditambahkan HCl akan
mengendap berwarna putih abu-abu. Supaya dapat dilakukan identifikasi, endapan yang
sudah dipisahkan filtratnya, ditambahkan air panas. Hal ini dilakukan untuk
meningkatkan kelarutan PbCl2, agar dapat terpisah sempurna dari AgCl. Saat

ditambahkan air panas, Pb larut, sedangkan AgCl tetap mengendap. Untuk menguji pasti
adanya Pb setelah dipisah dari AgCl , larutan Pb2+ ditambah dengan K2CrO4 dan H2SO4.
Sebelumnya Pb dibagi ke dua tabung. Tabung 1 ditambah larutan kalikum kromat, dan
tabung 2 ditambah dengan larutan asam sulfat. Setelah kedua tabung disentrifugasi, hasil
tabung yang ditambah kalium kromat menghasilkan endapan berwarna kuning, hal ini
menandakan bahwa benar terdapat Pb2+, sedangkan pada tabung yang ditambahkan
larutan asam sulfat menghasilkan endapan yang berwarna putih krem. Penambahan kedua
larutan tersebut membuktikan benar adanya Pb2+. Terbentuknya endapan PbSO4 lebih
sedikit dibandingkan dengan endapan PbCrO4, menandakan bahwa Pb2+ lebih reaktif
terhadap anion CrO4- daripada SO42-. Selain itu pula nilai Ksp yang terdapat dalam
PbCrO4 lebih kecil dibandingkan dengan nilai Ksp PbSO 4, oleh karena itu PbCrO4 lebih
cepat mengendap dan endapan yang terbentuk lebih banyak.
Pada proses identifikasi selanjutnya yaitu filtrate b yang telah dipisahkan dari
endapan 1. Larutan yang semula kuning ditambahkan NaOH berlebih dan disentrifugasi,
hasilnya membentuk endapan yang berwarna cokelat dan filtratnya berwarna kuning
coklat. Filtrate yang dihasilkan dibagi menjadi 2 bagian dalam tabung. Tabung 1
ditambah dengan NH3 dan HNO3 untuk mengidentifikas. Hasilnya setelah disentrifugasi
menghasilkan endapan berwarna putih, dan pada tabung yang kedua ditambah NH3 dan
setelah disentrifugasi menghasilkan endapan yang berwarna putih juga. Terjadinya
perubahan tersebut menandakan terbentuknya endapan Al(OH)3 yang berarti dalam
sampel tersebut terdapat kation Al3+. Dalam proses pengidentifikasinya, Al3+ yang
ditambahkan dengan NaOH berlebih akan menyebabkan terbentuknya ion kompleks
[Al(OH)4]- akan bereaksi dengan NH4+ sehingga akan terbentuk endapan Al(OH)3,
H2O,dan gas NH3 yang akan dibebaskan. Sedangkan pada penambahan NH3 untuk tabung
dua akan terbentuk endapan Al(OH)3 dan NH3 pada suasana sedikit basa. Sementara itu
endapan yang berwarna coklat menandakan terbentuknya Fe(OH)3 dan Co(OH)2. Untuk
memisahkan Fe dengan Co ditambahkan NH3 berlebih, setelah disentrifugasi
menghasilkan endapan dan filtrate. Filtrate yang dihasilkan berwarna biru bening,
menandakan terbentuknya ion heksanaminakobalt(II) [Co(NH3)6]2+ yang menandakan
adanya kation Co2+ dalam sampel. Sementara itu endapan yang terbentuk berwarna coklat
muda tua, diidentifikasi lagi dengan menambahkan HNO3 dan NH3. Setelah disentrifugasi

terbentuk endapan coklat yang membuktikan adanya Fe(OH) 3, yang berarti dalam sampel
tersebut terdapat adanya kation Fe3+. Hasil kali kelarutan Fe(OH)3 begitu kecil (3x10-38),
sehingga terjadi pengendapan sempurna dengan adanya gara-garam ammonia. Semakin
kecil hasil kali kelarutan suatu senyawa, maka semakin mudah senyawa tersebut
mengendap.
H. KESIMPULAN
Berdasarkan percobaan yang telah dilakukan, dari hasil pengamatan didapatkan
bahwadalam sampel larutan terdapat kation Ag+, Pb2+, Fe3+, Co2+, dan Al3+. Dimana Ag+
dan Pb2+ termasuk dalam golongan I yang ditandai dengan terbentuknya endapan putih
setelah direaksikan dengan HCl. AgCl yang warna endapannya putih dan Pb 2+ yang
diidentifikasi membentuk endapan putih (PbSO4) dan kuning (K2CrO4). Adapun
terbentuknya filtrate kuning setelah direaksikan dengan NaOH berlebih terbentuk
endapan putih Al(OH)3, setelah ditambah lagi dengan NH3 dan HNO3. Sedangkan
terbentuknya endapan coklat menandakan adanya kation Co2+ dan Fe3+ dari [Co(NH3)6]
dan Fe(OH)3.