Anda di halaman 1dari 13

Anatomi Dan Desain Kurikulum//Kelompok II

Mata Kuliah Analisi Dan Pengembangan Kurikulum

BAB I
PENDAHULUAN
Kurikulum, mungkin kata yang satu ini bukan lagi menjadi bahasa asing bagi kita
semua khususnya para mahasiswa jurusan tarbiyah sebagai calon pendidik
profrsional. Sempit pemahaman kita sering kali mengartikan Kurikulum sebagai
kumpulan mata pelajaran atau bahan ajar. Akan tetapi, dapat juga kita artikan secara
luas yaitu bahwa Kurikulum aalah meliputi semua pengalaman yang diperoleh siswa
karena ada pengaruh atau bimbingan dan tanggung jawab rencana atau program
pendidikan (written curriculum), dan juga pelaksana daripada rencana tersebut (actual
curriculum).

Kurikulum seperti pengertiannya, dapat juga dalam ruang lingkupnya mencakup


lingkup sempit maupun lingkup luas. Kurikulum dalam cakupan luas yaitu sebagai
program pengajaran pada suatu jenjang pendidikan, dan dalam cakupan yang sempit
yaitu seperti program pengajaran suatu mata pelajaran untuk beberapa jam pelajaran.
Akan tetapi keudian pertanyan yang muncul, apakah dalam lingkup yang luas ataupun
yang sempit kurikulum dapat membentuk desain yang menggambarkan pola
organisasi daripada komponen – komponen kurikulum dengan perlengkapan
penunjangnya?

Dari hal tersebut di atas, dalam hal analisis dan desain kurikulum akan sangat
diperlukan sekali pemahaman kita akan pentingya komponen – komponen kurikulum
sendiri yang harus berjalan scara hierarkis dan saling berhubungan antara satu dengan
yang lainnya.

Komponen – komponen kurikulum tersebut kemudian bukan hanya menjadi wacana


yang hanya kita pelajari secara teoritis akan tetapi harus di aplikasikan dalam dunia
sesungguhnya sehingga komponen tersebut dapat membentuk suatu gambaran akan
bentuk ideal sebuah kurikulum.

-1-
Anatomi Dan Desain Kurikulum//Kelompok II
Mata Kuliah Analisi Dan Pengembangan Kurikulum

BAB II
PEMBAHASAN
ANTOMI DAN DESAIN KURIKULUM

Anatomi (berasal dari bahasa Yunani ἀνατομία anatomia, dari ἀνατέμνειν


anatemnein, yang berarti memotong) atau kemudian akan lebih tepat dalam pokok
bahasan ini kita sebut atau kita artikan dengan menggunakan arti struktur atau
susunan atau juga bagian atau komponen.

Desain biasa diterjemahkan sebagai seni terapan, arsitektur, dan berbagai pencapaian
kreatif lainnya. Dalam sebuah kalimat, kata "desain" bisa digunakan baik sebagai kata
benda maupun kata kerja. Sebagai kata kerja, "desain" memiliki arti "proses untuk
membuat dan menciptakan obyek baru". Sebagai kata benda, "desain" digunakan
untuk menyebut hasil akhir dari sebuah proses kreatif, baik itu berwujud sebuah
rencana, proposal, atau berbentuk obyek nyata. Dalam kaitannya hal ini di artikan
sebagai proses daripada pelaksanaan atau penerapan model kurkulum dalam dunia
pendidikan.

Proses desain pada umumnya memperhitungkan aspek fungsi, estetik dan berbagai
macam aspek lainnya, yang biasanya datanya didapatkan dari riset, pemikiran,
brainstorming, maupun dari desain yang sudah ada sebelumnya.

Kurikulum adalah perangkat mata pelajaran yang diberikan oleh suatu lembaga
penyelenggara pendidikan yang berisi rancangan pelajaran yang akan diberikan
kepada peserta pelajaran dalam satu periode jenjang pendidikan. Penyusunan
perangkat mata pelajaran ini disesuaikan dengan keadaan dan kemampuan setiap
jenjang pendidikan dalam penyelenggaraan pendidikan tersebut.

Lama waktu dalam satu kurikulum biasanya disesuaikan dengan maksud dan tujuan
dari sistem pendidikan yang dilaksanakan. Kurikulum ini dimaksudkan untuk dapat
mengarahkan pendidikan menuju arah dan tujuan yang dimaksudkan dalam kegiatan
pembelajaran secara menyeluruh.

-2-
Anatomi Dan Desain Kurikulum//Kelompok II
Mata Kuliah Analisi Dan Pengembangan Kurikulum

A. Komponen-Komponen Kurikulum
1. Tujuan

Tujuan kurikulum dirumuskan berdasarkan perkembangan tuntutan,


kebutuhan dan kondisi masyarakat serta didasari oleh pemikiran-pemikiran
dan terarah pada pencapaian nilai-nilai filosofis, terutama falsafah negara.

Dalam kurikulum pendidikan dasar dan menengah 1975/1976 dikenal kategori


tujuan sebagai berikut:

 Tujuan Pendidikan Nasional, tujuan jangka panjang, tujuan ideal


pendidikan Bangsa Indonesia.
 Tujuan Institusional, sasaran pendidikan sesuatu lembaga pendidikan.
 Tujuan Kurikuler, tujuan yang ingin dicapai oleh sesuatu program
studi.
 Tujuan Instruksional, target yang harus dicapai oleh sesuatu mata
pelajaran.
 Umum, jangka panjang.
 Khusus, jangka pendek.

Mengajar dalam kelas lebih menekanakn tujuan khusus, sebab hal itu akan
dapat memberikan gambaran yang lebih konkret dan menekankan pada
perilaku siswa, sedang perumusan tujuan umum lebih bersifat abstrak,
pencapaiannya memerlukan waktu yang lebih lama dan lebih sukar diukur.

2. Bahan Ajar

Tugas utama seorang guru adalah menciptakan lingkungan (lingkungan orang-


orang, alat-alat dan ide-ide), untuk mendorong siswa melakukan interaksi yang
produktif dan memberikan pengalaman belajar yang dibutuhkan. Cara untuk
menyusun sekuens bahan ajar:

o Sekuens Kronologis, untuk menyusun bahan ajar yang


mengandung urutan waktu.

-3-
Anatomi Dan Desain Kurikulum//Kelompok II
Mata Kuliah Analisi Dan Pengembangan Kurikulum

o Sekuens Kausal, siswa dihadapkan pada peristiwa-peristiwa


atau situasi yang menjadi sebab atau pendahulu dari sesuatu peristiwa
atau situasi lain.
o Sekuens Struktural, bagian-bagian bahan ajar suatu bidang
studi telah mempunyai struktur tertentu.
o Sekuens Logis dan Psikologis
 Sekuens Logis, bahan ajar dimulai dari bagian menuju
keseluruhan, dari sederhana kepada yang kompleks.
 Sekuens Psikologis, dari keseluruhan kepada bagian, dari yang
kompleks kepada yang sederhana.

o Sekuens Spiral, bahan ajar dipusatkan pada topik atau pokok


bahan tertentu.
o Rangkaian ke Belakang, mengajar dimulai dengan langkah
terakhir dan mundur ke belakang.
o Sekuens berdasarkan Heirarki Belajar, prosedur model ini
adalah: tujuan-tujuan khusus utama pembelajaran dianalisis, kemudian
dicari suatu heirarki urutan bahan ajar untuk mencapai tujuan-tujuan
tersebut.

3. Strategi Mengajar
 Reception/Exposition Learning - Discovery Learning
 Exposition atau Reception Learning, keseluruhan bahan ajar
disampaikan kepada siswa dalam bentuk akhir atau bentuk jadi, baik
secara lisan maupun tulisan.
 Discovery Learning, bahan ajar tidak disajikan dalam bentuk
akhir, siswa dituntut untuk melakukan berbagai kegiatan
menghimpun informasi, membandingkan, mengkategorikan,
menganalisis, mengintegrasikan, mereorganisasikan bahan serta
membuat kesimpulan-kesimpulan.
 Rote Learning - Meaningful Learning
 Rote Learning, bahan ajar disampaikan kepada siswa tanpa
memperhatikan arti atau makna bagi siswa.

-4-
Anatomi Dan Desain Kurikulum//Kelompok II
Mata Kuliah Analisi Dan Pengembangan Kurikulum

 Meaningfull Learning, penyampaian bahan mengutamakan


maknanya bagi siswa.
 Group Learning – Individual Learning
Pelaksanaan Discovery Learning aan sangat menuntut aktivitas belajar
yang bersifat individual atau dalam bentuk kelompok – kelompok kecil.
Hal ini akan banyak menimbulkan masalah diantaranya adalah karena
kemampuan setiap anak tidak merata atau tidak sama, maka kegiatan
Discovery Learning hanya akan banyak didominasi oleh anak – anak
pandai sementara yang lainnya akan berpotensi menjadi pengganggu
kelas. Atau pun sebaliknya. Anak – anak yang kurang akan sangat
menderita motivasi belajarnya.

4. Media Mengajar

 Pengelompokkan media mengajar menurut


Rowntree (1974: 104-113) adalah:
 Interaksi Insani, komunikasi langsung antara dua
orang atau lebih.
 Realita, insani berkomunikasi dengan orang-
orang, sedangkandala realita orang-orang tersebut hanya menjadi objek
pengamtan, objek studi siswa.
 Pictorial, menunjukkan penyajian berbagai
bentuk variasi gambar dan diagram nyata ataupun simbol, bergerak atau
tidak, dibuat diatas kertas, film, kaset, disket dan media lainnya.
 Simbol Tertulis, media penyajian informasi yang
paling umum, ttetapi tetap efektif.
 Rekaman Suara, bentuk informasi dapat
disampaikan kepada anak dalam bentuk rekaman suara.

5. Evaluasi Pengajaran

Evaluasi ditujukan untuk menilai pencapaian tujuan-tujuan yang telah


ditentukan serta menilai proses pelaksanaan mengajar secara keseluruhan.

-5-
Anatomi Dan Desain Kurikulum//Kelompok II
Mata Kuliah Analisi Dan Pengembangan Kurikulum

a) Evaluasi Hasil Belajar-Mengajar ; Dalam


evaluasi ini disusun butir-butir soal untuk mengukur pencapaian tiap
tujuan khusus yang telah ditentukan. Untuk tiap tujuan khusus minimal
disusun satu butir soal. Menurut lingkup luas bahan dan jangka waktu
belajar dibedakan antara valuasi formatif dan evaluasi sumatif.

b) Evaluasi Pelaksanaan Mengajar ; Untuk


mengevaluasi komponen-komponen dan proses pelaksanaan mengajar
buka hanya digunakan tes tetapi juga digunakan bentuk-bentuk nontes,
seperti observasi, studi dokumenter, analisis hasil pekerjaan, angket dan
cheklist.

6. Penyempurnaan Pengajaran

Hasil-hasil evaluasi, baik evaluasi hasil belajar, meupun evaluasi pelaksanaan


mengajar secara keseluruhan, merupakan umpan balik bagi penyempurnaan-
penyempurnaan lebih lanjut. Sesuai dengan komponen-komponen yang
dievaluasi, pada dasarnya semua komponen mengajar mempunyai
kemungkinan untuk disempurnakan, bergantung pada kesimpulan-kesimpulan
hasil evaluasi.

B. Desain Kurikulum
1. Subject Centered Design
a. Kurikulum yang dipusatkan pada isi atau meteri yang akan diajarkan
b. Kurikulum tersusun atas jumlah mata pelajaran dan mata pelajaran
tersebut diajarkan secara terpisah-pisah
c. Berkembang dari konsep pendidikan klasik yang menekanakn
pengetahuan dan warisan pendidikan masa lalu, dan berupaya untuk
mewariskannya kepada generasi berikutnya.
Kelebihan
 Mudah disusun, dilaksanakan, dievaluasi dan disempurnakan
 Para pengajarnya tidak dipersiapkan secara khusus, asal
menguasai ilmu atau bahan yang akan diajarkan serinmg dipandang sudah
dapat menyampaikannya
Kekurangan

-6-
Anatomi Dan Desain Kurikulum//Kelompok II
Mata Kuliah Analisi Dan Pengembangan Kurikulum

 Karena pengetahuan diberikan secara terpisah, hal itu bertentangan dengan


kenyataan, sebab dalam kenyataan pengetahuan itu merupakan satu kesatuan
 Karena mengutamakan bahan ajar maka peran peserta didik sangat pasif
 Pengajaran lebih menekankan pengetahuan dan kehidupan masa lalu, dengan
demikian pengajaran lebih bersifat verbalistis dan kurang praktis

a. The Subject Design


 Materi pelajaran disajikan secara terpisah-pisah dalam bentuk
mata-mata pelajaran
 Isi pelajaran diambil dari pengetahuan dan nilai-nilai yang telah
ditemukan oleh ahli-ahli sebelumnya
 Siswa dituntut menguasai semua pengetahuan yang diberikan
Kelebihan
 Karena mata pelajaran diambil dari ilmu yang sudah tersusun
sistematis logis, maka penyusunannya cukup mudah
 Bentuk ini sudah lama dikenal, sehingga mudah untuk dilaksanakan
 Bentuk ini memudahkan peserta didik untuk mengikuti pendidikan di
perguruan tinggi, karena pada perguruan tinggi umumnya digunakan
bentuk ini
 Bentuk ini dapat dilaksanakn secara efisien
 Bentuk ini sangat ampuh untuk melesatarikan budaya masa lalu
Kekurangan
 Kurikulum memberikan pengetahuan terpisah-pisah, satu terlepas dari
yang lainnya
 Out of date
 Isi kurikulum disusun berdasarkan sistematika ilmu sering
menimbulkan kesukaran di dalam mempelajari dan menggunakannya
 Kurang memperhatikan cara penyampaian

b. The Disciplines Design


 Menekankan pada isi atau materi kurikulum
 Kriteria (tentang apa yang disebut subject/ilmu) telah tegas
 Isi kurikulum yang diberikan di sekolah adalah disiplin-disiplin ilmu

-7-
Anatomi Dan Desain Kurikulum//Kelompok II
Mata Kuliah Analisi Dan Pengembangan Kurikulum

 Peserta didik didorong untuk memahami logika atau struktur dasar


suatu disiplin, memahami konsep-konsep, ide-ide dan prinsip-prinsip
penting, juga didorong utuk memahami cara mencari dan menemukan
 Proses belajar menggunakan pendekatan inkuiri dan discovery

Kelebihan
 Kurikulum ini bukan hanya memiliki organisasi yang sistematik dan
efektif tetapi juga dapat memelihara integritas intelektual pengetahuan
manusia
 Peserta didik tidak hanya menguasai serentakan fakta, prinsip hasil
hafalan tetapi menguasai konsep, hubungan dan proses-proses intelektual
yang berkembang pada siswa

Kekurangan
 Belum dapat memberikan pengetahuan yang terintegrasi
 Belum dapat mengintegrasikan sekolah dengan masyarakat atau
kehidupan
 Belum mampu bertolak dari minat dan kebutuhan atau pengalaman
peserta didik
 Susunan kurikulum belum efisien baik untuk kegiatan belajar maupun
untuk penggunannya
 Meskipun sudah lebih luas dibandingkan dengan subject design tetpi
secara akademis dan intelektual masih cukup sempit

c. The Broad Fields Design


Dalam model ini mereka menyatukan beberapa mata pelajaran yang
berdekatan atau berhubungan menjadi satu bidang studi. Tujuan
pengembangan kurikuum ini adalah menyiapkan para siswa yang dewasa ini
hidup dalam dunia informasi yang sifatnya spesiaistis, dengan pemahaman
yang bersifat menyeluruh.

Kelebihan
 Karena dasarnya bahan yang terpisah-pisah, walaupun sudah terjadi
penyatuan beberapa mata kuliah masih memungkinkan penyusunan
warisan-warisan secara sistematis dan teratur
 Karena mengintegrasikan beberapa mata kuliah memungkinkan peserta
didik melihat hubungan antara berbagai hal
Kekurangan

-8-
Anatomi Dan Desain Kurikulum//Kelompok II
Mata Kuliah Analisi Dan Pengembangan Kurikulum

 Kemapuan guru, untuk tingkat sekolah dasar guru mempu manguasai


bidang yang luas, tetapi untuk tingkat yag lebih tinggi, apalagi di pergurua
tinggi sukar sekali
 Karena bidang yang dipelajari itu luas, maka tidak dapat diberikan
secara mendetail, yang diajarkannya hanya permukaannya saja
 Pengintegrasian bahan ajar terbatas sekali, tidak menggambarkan
kenyataan, tidak memberikan pengalaman yang sesungguhnya bagi siswa,
dengan demikian kurang membangkitkan minat belajar
 Meskipun kadarnya lebih redah dibandingkan dengan subject design
tetapi model ini tetap menekankan tujuan penguasaan bahan dan informasi.
Kurang menekankan proses pencapaian tujuan yang sifatnya afektif dan
kognitif tingkat tinggi

2. Learned Centered Design


Learned Centered Design bersumber dari konsep Rousseau tentang pendidikan
alam, menekankan perkembangan peserta didik. Pengorganisasian kurikulum
didasarka atas minat, kebutuhan, dan tujuan peserta didik.
Ciri utama yang membedakan desain model ini dengan subject centered:
a. Learner centered design mengembangkan kurikulum dengan bertolak
dari peserta didik dan buka dari isi.
b. Learner centered design bersifat non-preplanned (kurikulum tidak
diorganisasikan sebelumnya) tetpi dikembangkan bersama antara guru dengan
siswa dalam penyelesaian tugas-tugas pendidikan.
Ada beberapa variasi model ini, diantaranya yaitu The Activity atau Experience
Design. Ciri-ciri The Activity atau Experience Design:
a) Struktur kurikulum ditentukan oleh kebutuhan dan minat peserta didik
b) Kurikulum dapat disusun sebelumnya
c) Desain kurikulum tersebut menekankan prosedur pemecahan masalah

Kelebihan
 Motivasi belajar bersifat intrinsik dan tidak perlu dirangsang
dari luar

-9-
Anatomi Dan Desain Kurikulum//Kelompok II
Mata Kuliah Analisi Dan Pengembangan Kurikulum

 Pengajaran memperhatikan perbedaan individual


 Kegiatan-kegiatan pemecahan masalah memberikan bekal
kecakapan dan pengetahuan untuk menghadapu kehidipan diluar sekolah
Kekurangan
 Penekanan pada minat dan kebutuhan peserta didikbelum tentu cocok dan
memadai untuk menghadapi kenyataan dalam kehidupan
 Kalau kurikulum hanya menekankan minat dan kebutuhan peserta didik,
dasar apa yang digunakan untuk menyusun struktur kurikulum.
 Sangat lemah dalam kontinuitas dan sekuens bahan.
 Kurikulum ini dikatakan tidak dapat dilakukan oleh guru biasa

3. Problem Centered Design


Problem Centered Design berpangkal pada filsafat yang mengutamakan peranan
manusia. Model ini menekankan manusia dalam kesatuan kelompok yaitu
kesejahteraan masyarakat. Konsep pendidikan dan pengembang model ini
berangkat dari asumsi bahwa manusia sebagai makluk social selalu hidup
bersama.

 The areas of living desain

Model ini menekankan prosedur belajar melalui pemcahan masalah ciri lain
model ini adalah menggunakan pengalaman dan situasi-situasi nyata dari
peserta didik sebagai pembuka jalan dalam mempelajari bidang-bidang
kehidupan. Desain ini menarik minat peserta didik dan mendekatkannya pada
pemenuhan kebutuhan hidupnya dalam bermasyarakat.
Kelebihan
 Model ini merupakan the subject matter desain tetapi dalam bentuk yang
terintegrasi
 Model ini mendorong penggunaan prosedur belajar pemecahan masalah
 Menyajikan bahan ajar dalam bentuk yang relevan dan fungsional
 Motivasi belajar datang dari dalam peserta didik
Kekurangan
 Penentuan lingkup dan sekuens dari bidang-bidang kehidupan yang sangat
esensial sangat sukar
 Lemahnya atau kekurangannya integritas dan kontinuitas organisasi kurikulum

- 10
-
Anatomi Dan Desain Kurikulum//Kelompok II
Mata Kuliah Analisi Dan Pengembangan Kurikulum

 Mengabaikan warisan budaya


 Kecenderungan untuk mengindoktrinisasi peserta didik dengan kondisi yang
ada
 Guru maupun buku dan media lain tidak banyak yang disiapkan dengan model
tersebut

 The core desain

Terdapat banyak vasiasi pandangan tentang the core desain. Mayoritas


memadang the core kurikulum sebagai suatu model pendidikan atau program
pendidikan yang memberikan pendidikan umum. The core kurikulum
diberikan guru-guru yang memiliki penguasaan dan berwawasan luas, bukan
spesialis. Variasi the core kurikulum:

1. The sparate subjects core


2. The correlated core
3. The fused core
4. The activity core
5. The areas of living core
6. The social problems core

BAB III
PENUTUP
KESIMPULAN
Wacana yang berjudul Anatomi dan Desain Kurikulum ini mendeskripsikan secara
terperinci tentang komponen yang harus ada pada setiap kurikulum serta desain
kurikulum yang dapat digunankan untuk proses pembelajaran. Wacana tersebut
menyebutkan bahwa dalam kurikulum itu terdapat beberapa komponen, diantaranya
adalah tujuan kurikulum, bahan ajar atau materi atau isi dari kurikulum tersebut,
strategi mengajar atau metode mengajar, media mengajar dan evaluasi pengajaran
serta penyempurnaan pengajaran. Komponen-komponen tersebut saling berhubungan
satu dengan yang lainnya. Setiap komponen mempunyai isi yang sangat penting sekali
bagi kelangsungan kurikulum.

- 11
-
Anatomi Dan Desain Kurikulum//Kelompok II
Mata Kuliah Analisi Dan Pengembangan Kurikulum

Desain kurikulum merupakan rencana pembelajran yang harus dilaksanakan oleh guru
dan siswa dalam proses pembelajaran. Desain kurikulum yang dapat digunakan
diantaranya adalah subject centered design, learned centered design, problem centered
design. Setiap design kurikukum memberikan teknik atau cara yang efektif dalam
proses pembelajaran agar berjalan dengan efektif dan efisien. Tetapi tidak setian
design kurikulum dapat dijadikan sebagai salah satu pedoman dalam melakukan
proses pembelajaran. Jadi setiap design kurikulum memiliki kelebihan dan
kekurangan dalam pelaksanannya.

Sumber Bacaan :
Ahmadi, Abu., Drs., H., Ilmu Pendidikan, 2001, PT. RIENEKA CIPTA, Jakarta.
Akhmad Sudrajat, Komponen-Komponen Kurikulum, http://akhmadsudrajat.wordpress.com/
bahan-ajar/komponen-komponen-kurikulum/, diakses tanggal 17 Januari 2008.
Poerwadinata,WJS., Kamus Besar Bahasa Indonesia, 1984, Balai Pustaka, Jakarta.
Suherman, Aris.,Drs., M.Pd., dkk., Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial, 2008, Pangger Press,
Cirebon.
Sukmadinata, Nana Syaodih., Prof., DR., Pengembangan Kurikulum ; Teori Dan Praktek,
2009, PT. REMAJA ROSDAKARYA, Bandung.
Undang-Undang RI No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, Bandung, Citra
Umbara, 2003.
http://faizhijauhitam.blogspot.com
http://wikipedia.com/anatomi_design_kurikulum

KATA PENGANTAR
Bismillahirrahmanirrahim

Alhamdulillah, puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah rabbul ‘izzati Sang
Penguasa Langit dan Bumi. Berkat rahmat dan hidayat-Nya lah kita semua senantiasa
selalu berada dalam lingkaran suci penuh ridho akan janji kemenangan nanti.

Shalawat dan salam selalu kami panjatkan keharibaan Sang Armada Masa Depan
Rasulullah SAW beserta seluruh keluarga dan sahabatnya. Semoga kita semua
mendapatkan syafa’anya di hari penantian nanti.

Akhirnya dengan penuh niat ikhlas, rampung juga makalah ini sebagai pemenuhan
tugas terstruktur kami sebagai kelompok II dalam mata kuliah Analisis dan
Pengembangan Kurikulum di semester III ini.

- 12
-
Anatomi Dan Desain Kurikulum//Kelompok II
Mata Kuliah Analisi Dan Pengembangan Kurikulum

Makalah ini akan kami dedikasikan sebagai bentuk keseriusan kami dalam
menjalankan amanah pendidikan tentunya serta upaya kami dalam memberants
kebodohan di negeri ini. tentunya makalah ini bukan yang terbaik tapai kami berharap
dan kami yakin akan menjadi baik tentunya dengan bantuan kawan – kawan pembaca
semua.

Kritik dan saran akan membangun semangat perjuangan kami akan mimpi
kesempurnaan. Ucapan terima kasihpun tak pelak kami sampaikan kepada segenap
pihak yang telah membantu kami serta memberikan perhatiannya kepada kami.
Akhirnya kami hanya bisa mengucapkan Jazakallau Ahsanal Jaza.

Wallahu ‘Alam Bishshawab

Cirebon, Oktober 2009


Hormat Kami,

Pemakalah

- 13
-