Anda di halaman 1dari 5

PRAYOGA

(2013030173)
SEMESTER VI
WT-E-016

1. Apa yang dinamakan pusat pembangkit tenega listrik coba jabarkan menurut
pendapat anda?
Jawab : Pembangkit Listrik adalah stasiun di mana listrik di hasilkan. Biasanya
listrik di bangkitkan distasiun pembangkit listrik thermal, yaitu pembangkit listrik
yang mengubah tenaga panas menjadi energi listrik. Di stasiun tersebut, listrik
dibangkitkan dengan menggunakan berbagai bahan bakar. Bahan bakar yang banyak
di gunakan untuk membangkitkan listrik adalah bahan bakar fosil seperti batubara.
Namun seiring dengan perkembangan teknologi, kini banyak sekali pembangkit
listrik yang menggunakan bahan baku yang diperbaharui. Seperti pembangkit
listrik tenaga air (PLTA).

2.

Pada umumnya pembangkit Tenaga listrik terdapat beberapa instalasi coba


sebutkan dan jabarkan?
Jawab :
A. Instalasi Tegangan Tinggi
Tegangannya antara 70.000 Volt (70 KV) sampai 150.000 Volt (150 KV). tegangan ini
diperlukan pada jaringan transmisi jarak jauh seperti jaringan antara pusat
pembangkit listrik misalnya PLTA Bakaru ke Gardu Induk di PLTU Tello. Tegangan
tinggi diperlukan karena dengan jarak yang jauh, tentu sebagian tegangan akan
hilang (losses) dan berubah menjadi panas, maka tegangannya perlu dinaikkan dulu
baru dikirimkan ke beban.
B. Instalasi Tegangan Menengah
Tegangannya antara 6.000 Volt (6 KV), 12.000 Volt (12 KV) dan 20.000 Volt (20 KV).
Contohnya pada jaringan distribusi primer yaitu antara gardu hubung ke gardu
distribusi.
C. Instalasi tegangan Rendah
Tegangannya antara 220 Volt, 380 Volt dan 600 Volt. Contohnya ialah instalasi
listrik penerangan dan tenaga pada rumah tinggal, pabrik-pabrik atau pada
jaringan distribusi

3.

Sebutkan jenis-jenis pembangkit tenaga listrik yang ada dan dioprasikan secara
komersil menurut pengertian anda?
Jawab :
1. Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro (PLTMH) PLTMH ini adalah pembangkitan
listrik yang memanfaatkan tenaga air, tetapi dalam skala kecil, biasanya PLTMH ini
dibangun untuk daerah-daerah terpencil yang susah terjangkau oleh PLN.
2. Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) PLTA merupakan pusat pembangkitan listrik
yang menggunakan energi potensial yang dihasilkan oleh air, sehingga dapat
memutarkan turbin air dan menngerakkan generator. Pola PLTA ini dapat
menggunakan sistem bendungan atau aliran sungai (run of river).

3. Pembangkit Litrik Tenaga Uap (PLTU) PLTU adalah pembangkit yang


mengandalkan energi kinetik dari uap untuk menghasilkan energi listrik. Bentuk
utama dari pembangkit listrik jenis ini adalah Generator yang dihubungkan ke
turbin yang digerakkan oleh tenaga kinetik dari uap panas/kering. Pembangkit
listrik tenaga uap menggunakan berbagai macam bahan bakar terutama batu bara
dan minyak bakar serta MFO untuk start up awal.
4. Pembangkit Listrik Tenaga Gas (PLTG) PLTG adalah pembangkitan listrik yang
mengkonversi energi kinetik dari gas untuk menghasilkan putaran pada turbin gas
sehingga menggerakkan generator dan kemudian menghasilkan energi listrik.
5. Pembangkit Listrik Tenaga Gas dan Uap (PLTGU) Pada dasarnya PLTGU adalah
gabungan dari PLTG dan PLTU yang dikombinasikan, PLTGU sangat efektif
dikarenakan pemanfaatan energi yang sangat efisien, dengan menggunakan satu
macam bahan bakar dapat menggerakkan dua turbin, yaitu tubin gas dan turbin
uap.
6. Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) PLTP merupakan pembangkit listrik
yang memanfaatkan energi dari panas bumi, sehinnga dapat memanaskan ketel
uap, dan uap yang dihasilkan dugunakan untuk menggerakkan turbin.
7. Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) PLTD adalah pembangkit listrik yang
menggunakan tenaga mesin diesel sebagai penggerak untuk memutarkan turbin.
8. Pembangkit Litrik Tenaga Nuklir (PLTN) PLTN adalah pembangkit listrik yang
mengkonversi energi panas (thermal) menjadi energi mekanik dimana panas yang
dihasilkan diperoleh dari satu atau lebih reaktor nuklir pembangkit listrik.
4.

Apa saja masalah utama yang di hadapi dalam pembangkitan tenaga listrik?
Jawab :
1. Penyediaan Energi Primer
2. Penyediaan Air Untuk pendingin
3. Masalah Limbah
4. Operasi pusat pembangkit listrik sebagian besar 24 jam sehari
5. Masalah kebisingan
6. Pemeliharaan
7. Gangguan dan kerusakan
8. Pengembangan pembangkit
9. Perkembangan Teknologi pembangkitan

5.

Apa keuntungan dan kerugian pembangkit tenaga listrik?


Jawab :
1. PLTA
Keuntungan PLTA : Respon pembangkit listrik yang cepat dalam
menyesuaikan kebutuhan beban. Sehingga pembangkit listrik ini sangat
cocok digunakan sebagai pembangkit listrik tipe peak untuk kondisi beban
puncak maupun saat terjadi gangguan di jaringan.Kapasitas daya keluaran
PLTA relatif besar dibandingkan dengan pembangkit energi terbarukan
lainnya dan teknologinya bisa dikuasai dengan baik oleh Indonesia.PLTA

umumnya memiliki umur yang panjang, yaitu 50-100 tahun.Bendungan yang


digunakan biasanya dapat sekaligus digunakan untuk kegiatan lain, seperti
irigasi atau sebagai cadangan air dan pariwisata.Bebas emisi karbon yang
tentu saja merupakan kontribusi berharga bagi lingkungan.Tidak
menyebabkan polusi gas rumah kaca
Kelemahan PLTA : Mebutuhkan inventasi yang besarMembutuhkan lahan yang
luas untuk membuat pusat listrik yang berkapasitas besarPenetapan sumber
daya angin dan persetujuan untuk pengadaan ladang angin merupakan
proses yang paling lama untuk pengembangan proyek energi angin, dapat
memakan waktu hingga 4 tahun dalam kasus ladang angin yang besar yang
membutuhkan studi dampak lingkungan yang luas. Memerlukan lapangan
yang luas dan terbuka (mengurangi areal pertanian dan bangunan).
Mengganggu penerimaan sinyal televisi atau transmisi gelombang mikro
untuk perkomunikasian.
2. PLTU
Kelebihan PLTU : Efisiensi Tinggi. Cocok untuk memenuhi beban dasar. Daya
yang dihasilkan besar. Bisa menggunakan segala jenis bahan bakar (cair,
padat, atau gas). Biaya perawatan murah (penggantian suku cadang tidak
terlalu sering). Usia mesin lebih lama. Tidak terlalu sering diadakan
pemeriksaan bagianbagian turbin
Kekurangan PLTU : Proses start lama. Membutuhkan lahan yang luas.
Membutuhkan
air
pendingin
yang
cukup
banyak
sehingga
biasanyaditempatkan didaerah yang dekat dengan sumber air yang
melimpah. Investasi awal mahal. Proses pembangunan lama. Emisi gas buang
tidak ramah lingkungan (biasanya untuk bahan bakarbatubara atau residu).
Fondasi berat

3. PLTGU
Kelebihan PLTGU : Dapat memperbaiki efisiensi (dibandingkan yang hanya
menggunakan PLTG). Daya yang dihasilkan menjadi lebih besar.
Pembangunan dapat dilakukan secara bertahap (pertama dibangun PLTG
danselanjutnya ditambah PLTU). Dapat dibangun dengan beberapa turbin
gas dan HRSG untuk satu turbin uapsehingga pengoperasian PLTG dapat
bergantian tanpa melakukan shutdown pada bagian PLTU. Jumlah air
pendingin tidak terlalu banyak jika dibandingkan dengan PLTUkonvensional
untuk daya yang sama. Proses start lebih cepat dibandingkan PLTU
konvensional. Tidak membutuhkan lahan yang luas. Emisi lebih ramah
lingkungan karena menggunakan bahan bakar gas
Kerugian PLTGU : Emisi gas buang tidak ramah lingkungan (biasanya untuk
bahan bakarbatubara atau residu).Proses pembangunan lama.Membutuhkan
lahan yang luas.

4. PLTP
Kelebihan PLTP : Biaya operasional lebih murah daripada PLTU, karena tidak
perlu membeli bahan bakar.
Kekurangan PLTP : memerlukan biaya investasi yang besar terutama untuk
biaya eksplorasi dan pengeboran perut bumi.
5. PLTD
Kelebihan PLTD : Penggunaan bahan bakar menentukan tingkat efisiensi
pembakaran dan prosesnya.lokasi bisa dimana saja (pantai sampai
pegunungan) dengan kapasitas bisa disesuaikan, malahan di desa terpencil
dengan pengguna sedikit, Kekurangan : menggunakan sumber daya alam
terbatas/tak terbaharukan/fosil
6. PLTS
Kelebihannya PLTS : Memanfaatkan sinar matahari tanpa biaya,cocok sekali
untuk daerah tropikaPraktis dan hematEnergi yang terbarukan/ tidak pernah
habisBersih, ramah lingkunganUmur panel sel surya panjang/ investasi
jangka panjangPraktis, tidak memerlukan perawatanSangat cocok untuk
daerah tropis seperti Indonesia
Kekurangan PLTS : Ketergantungan oleh sinar matahari, tetapi untuk hal ini
diatasi dengan kekuatan penyimpanan aki/batereiBiaya awal relatif mahal.
7. PLTO
Kelebihan PLTO : energi bisa diperoleh secara gratis,tidak butuh bahan
bakar,tidak menghasilkan limbah,mudah dioperasikan dan biaya perawatan
rendah,serta dapat menghasilkan energi dalam jumlah yang memadai
Kekurangan PLTO : Bergantung pada ombak; kadang dapat energi, kadang
pula tidak,Perlu menemukan lokasi yang sesuai dimana ombaknya kuat dan
muncul secara konsisten.
8. PLTG
Kelebihan PLTG : Fleksibel dalam pengoperasian.Start stop cepat. Cocok
untuk memenuhi beban puncakFondasi lebih ringan.Masa pembangunan
cepat.Tidak membutuhkan lahan yang luas.Bisa dibangun di daerah padat
(pusat kota).Ramah lingkungan.Investasi awal cukup murah.
Kekurangan PLTG : Spare part mahal.Perlu sering dilakukan pemeriksaan
terhadap area yang dilewati gas panas.Daya yang dihasilkan rendah.Usia
tidak panjang.Efisiensi rendah.Hanya bisa menggunakan bahan bakar jenis
tertentu (cair dan gas).
9. PLTSa
Kelebihan PLTSa : PLTS menghasilkan energi listrik yang dapat dimanfaatkan
oleh masyarakat. Hal ini berarti mambantu menutupi defisit energi listrik
PLN. Jadi, sudah waktunya sampah diolah jadi energi listrik. Dengan begitu,
krisis listrik yang dihadapi dapat teratasi dan tarif pun bisa

murah.Keberadaan TPA tidak hanya menguntungkan pengelola tetapi juga


masyarakat sekitar. Adanya PLTS membuat masyarakat sekitar TPA dapat
menggunakan listrik dengan gratis. Solusi ini dapat mencegah penolakan
masyarakat sekitar terhadap keberadaan TPA.
Kekurangan PLTSa : dibutuhkan sampah dalam jumlah besar, yang
mengakibatkan diperlukannya beaya tinggi untuk penyediaan sampah itu
atau untuk mengganti kekurangan sampah itu dengan energi lainproyek
tersebut bukan proyek yang mendatangkan untungmencemari lingkungan
hidup dan mendatangkan penyakitakan memicu orang-orang untuk
memerbesar produksi sampah.
10.PLTN
Keuntungan PLTN : Tidak menghasilkan emisi gas rumah kaca (selama
operasi normal) gas rumah kaca hanya dikeluarkan ketika Generator Diesel
Darurat dinyalakan dan hanya sedikit menghasilkan gas)Tidak mencemari
udara tidak menghasilkan gas-gas berbahaya seperti karbon monoksida,
sulfur dioksida, aerosol, mercury, nitrogen oksida, partikulate atau asap
fotokimia.Sedikit menghasilkan limbah padat (selama operasi normal)Biaya
bahan bakar rendah hanya sedikit bahan bakar yang diperlukan.
Ketersedian bahan bakar yang melimpah sekali lagi, karena sangat sedikit
bahan bakar yang diperlukan
Kekurangan PLTN : Risiko kecelakaan nuklir kecelakaan nuklir terbesar
adalah kecelakaan Chernobyl (yang tidak mempunyai containment
building).Limbah nuklir limbah radioaktif tingkat tinggi yang dihasilkan
dapat bertahan hingga ribuan tahun

11.PLTPS
Keuntungan PLTPS : Setelah dibangun energi listrik yang dihasilkan bisa
dimanfaatkan secara gratis,tidak membutuhkan bahan bakar,tidak
menimbulkan efek rumah kaca,produksi listrik stabil karena pasang surut air
laut bisa diprediksi.
Kekurangan PLTPS : bukan energi masa depan karena memiliki berbagai
kelemahan.Biaya pembuatan dam mahal dan merusak ekosistem dipesisr
pantai.