Anda di halaman 1dari 20

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR .............................................................................. ii


PENDAHULUAN ................................................................................. 01
A. KEUNTUNGAN PAVING BLOCK ................................................ 02
B. SYARAT MUTU PAVING BLOCK ............................................... 03
1. Persyaratan Paving Block Menurut SNI 03-0691-1996 .......... 03
2. Persyaratan Paving Block Menurut British Standart 6717 ...... 04
C. TAHAP PELAKSANAAN PEMBANGUNAN JALAN PAVING ....
1. Tahap Perencanaan Teknis ....................................................
2. Tahap Pra Konstruksi .............................................................
3. Tahap Konstruksi ....................................................................
a. Pekerjaan Pembuatan Badan Jalan .................................
b. Pekerjaan Kanstin ............................................................
c. Pekerjaan Pasangan Paving Block ..................................
d. Pekerjaan Sauran Semen ................................................
4. Tahap Pasca Konstruksi .........................................................
5. Tahap Evaluasi Pasca Proyek ................................................
a. Sistem Penangkal Petir .........................................................
b. Instalasi Gas..........................................................................
c. Kebisingan dan Getaran ........................................................
d. Aksesibilitas dan fasilitas bagi penyandang cacat .................

06
06
07
10
10
11
13
15
15
15
37
37
37
38

e. PERSYARATAN SARANA PENYELAMATAN............................


a. Tangga Darurat .....................................................................
b. Pintu Darurat .........................................................................
c. Pencahayaan Darurat Dan Penunjuk Arah EXIT ...................
d. Koridor/Selasar......................................................................
e. Sistem Peringatan Bahaya ....................................................
f. Fasilitas Penyelamatan .........................................................

39
39
40
41
41
42
42

KATA PENGANTAR
Puji syukur kehadirat Allah SWT atas terbitnya Pedoman Teknis
Pembangunan Jalan Lingkungan (Paving Block). Pedoman Teknis ini
disusun sebagai pedoman pelaksanaan bagi pelaksana teknis khusus
dalam pekerjaan jalan lingkungan (paving block) di wilayah Kabupaten
Sumenep.
Luas Wilayah Kabupaten Sumenep adalah 2.093,457573 km dengan
wilayah administrasi pemerintahan yang ada di Kabupaten Sumenep
yang terdiri atas :

Kecamatan : 27

Kelurahan : 4

Desa : 328

Rukun Warga (RW) : 1774

Rukun Tetangga (RT) : 5569

dibutuhkan suatu infrastruktur jalan didalam poros-poros desa agar


proses pertumbuhan ekonomi tumbuh secara merata di daerah
pedesaan.
Infrastruktur jalan tersebut harus menggunakan bahan yang kuat namun
biaya yang rendah serta sampah sisa konstruksi yang lebih sedikit untuk
tetap menjaga lingkungan sekitar. Oleh karena itu, Dinas PU Cipta Karya
dan Tata Ruang Kabupaten Sumenep menggunakan Paving Block
ii

sebagai salah satu bahan dalam pembangunan jalan lingkungan terutama


di poros-poros desa.
Penyusunan Pedoman Teknis ini telah melibatkan banyak pihak, namun
demikian kami menyadari sepenuhnya bahwa sebagai manusia tidak ada
yang sempurna. Olehkarena itu kritik dan saran perbaikan sangat kami
nantikan dari berbagai pihak, guna penyempurnaan di masa mendatang.
Kami berterima kasih atas bantuan, dukungan, dan partisipasi semua
pihak baik langsung maupun tidak langsung atas terbitnya Pedoman
Teknis ini. Semoga Pedoman Teknis ini bermanfaat bagi semua pihak
yang terkait dalam mendukung dan menuju upaya pencapaian sasaran
pembangunan infstruktur pedesaan terutama jalan lingkungan dalam
rangka MEMBANGUN DESA , MENATA KOTA.
Sumenep, 01 Februari 2016
KEPALA DINAS PU CIPTA KARYA DAN TATA RUANG
KABUPATEN SUMENEP

BAMBANG IRIANTO, M.Si


Pembina Tingkat I
NIP. 19650116 198503 1 003

iii

.STANDAR PEMBANGUNAN JALAN LINGKUNGAN

(PAVING)

PENDAHULUAN
Pembangunan infrastruktur jalan lingkungan bertujuan untuk mendukung
distribusi lalu lintas barang maupun manusia. Pembangunan infrastruktur
memiliki 2 (dua) sisi yaitu tujuan pembangunan dan dampak
pembangunan. Setiap kegiatan pembangunan yang dilaksanakan pasti
menimbulkan dampak terhadap lingkungan baik dampak positif maupun
dampak

negatif.

Yang

perlu

diperhatikan

adalah

bagaimana

melaksanakan pembangunan untuk mendapatkan hasil dan manfaat yang


maksimum dengan dampak negatif terhadap lingkungan yang minimum.
Oleh karena itu, pembangunan jalan lingkungan berupa paving blok
merupakan salah satu infrastruktur jalan yang lebih ramah terhadap
lingkungan namun memiliki hasil dan manfaat yang maksimal sehingga
Dinas PU Cipta Karya dan Tata Ruang Kabupaten Sumenep memilih
menggunakan paving block bata untuk digunakan sebagai infrastruktur
jalan lingkungan terutama poros desa Kabupaten Sumenep.

Standart Pembangunan Jalan Lingkungan (Paving)

Hal. 1

A. KEUNTUNGAN PAVING BLOCK


Beberapa

keuntungan paving blok dibandingkan dengan jenis

perkerasan jalan lainnya antara lain :


- Diproduksi secara massal.
- Dapat diaplikasikan pada pembangunan jalan dengan tanpa
memerlukan keahlian khusus.
- Pada kondisi pembebanan yang normal paving block dapat
digunakan selama masa-masa pelayanan dan paving block tidak
mudah rusak.
- Paving block lebih mudah dihamparkan dan langsung bisa
digunakan tanpa harus menunggu pengerasan seperti pada
beton
- Tidak menimbulkan kebisingan dan gangguan debu pada saat
pengerjaannya.
- Paving block menghasilkan sampah konstruksi lebih sedikit
dibandingkan penggunaan pelat beton.
- Adanya pori-pori pada paving block meminimalisasi aliran
permukaan dan memperbanyak infiltrasi dalam tanah.
- Perkerasan

dengan

paving

block

mampu

menurunkan

hidrokarbon dan menahan logam berat.


- Paving block memiliki nilai estetika yang unik terutama jika
didesain dengan pola dan warna yang indah.
Standart Pembangunan Jalan Lingkungan (Paving)

Hal. 2

- Perbandingan harganya lebih rendah dibanding dengan jenis


perkerasan konvensional yang lain.
- Pemasangannya cukup mudah dan biaya perawatannya pun
murah.
B. SYARAT MUTU PAVING BLOCK
1. Persyaratan Paving Block Menurut SNI 03-0691-1996
Paving block harus memenuhi persyaratan SNI 03-0691-1996
tentang Bata Beton diantaranya adalah sebagai berikut :
- Sifat tampak paving block harus mempunyai bentuk yang
sempurna, tidak terdapat retak-retak dan cacat, bagian sudut
dan rusuknya tidak mudah direpihkan dengan kekuatan jari
tangan.
- Penyimpangan tebal paving block diperkenankan kurang lebih
3 mm.
- Paving block harus mempunyai kekuatan fisik sebagai berikut :
Tabel 1. Kekuatan Fisik Paving Block
MUTU

KEGUNAAN

A
B
C
D

Perkerasan Jalan
Tempat Parkir Mobil
Pejalan Kaki
Taman Kota

KUAT TEKAN (Kg/cm)


Rata-Rata

400
200
150
100

Min
350
170
125
85

KETAHANAN AUS (mm/menit)


Rata-Rata
0,0090
0,1300
0,1600
0,2190

Min
0,103
1,149
1,184
0,251

PENYERAPAN
AIR RATARATA MAKS
(%)
3
6
8
10

Sumber : SNI 03-0691-1996

Standart Pembangunan Jalan Lingkungan (Paving)

Hal. 3

- Paving block apabila diuji dengan natrium sulfat tidak boleh cacat,
dan kehilangan berat yang diperbolehkan maksium 1%.
Gambar 1. Contoh Paving Block

2. Persyaratan Paving Block Menurut British Standart 6717 Part


I 1986
Menurut British Standart 6717 Part I 1986 tentang Precast
Concrete Paving Blocks, persyaratan untuk paving block antara
lain sebagai berikut :
- Paving block sebaiknya mempunyai ketebalan tidak kurang
dari 60 mm.

Standart Pembangunan Jalan Lingkungan (Paving)

Hal. 4

- Ketebalan paving block yang baik yaitu 60 mm, 65 mm, 80


mm, dan 100 mm.
- Paving block dengan bentuk persegi panjang sebaiknya
mempunyai panjang 200 mm dan lebar 100 mm.
- Tali air yang terdapat pada seputar badan paving block
sebaiknya mempunyai lebar tidak lebih dari 7 mm.
Gambar 2. Dimensi ukuran Paving Block

- Toleransi dimensi pada paving block yang diijinkan yaitu :


- Panjang 2 mm
- Lebar

2 mm

- Tebal

3 mm

Standart Pembangunan Jalan Lingkungan (Paving)

Hal. 5

- Faktor koreksi kuat tekan pada paving block menurut


ketebalannya :
Tabel 2.2. Faktor Koreksi Kuat Tekan Paving Block
Faktor Koreksi Ketebalan dan Tali Air untuk Kuat Tekan Paving Block
Faktor Koreksi
Ketebalan Paving Block
Paving Block Datar Paving Block Bertali Air
60 atau 65
1
1,06
80
1,12
1,18
100
1,18
1,24

Sumber : British Standart 6717 Part 1 1986

C. TAHAP PELAKSANAAN PEMBANGUNAN JALAN PAVING


Untuk mencapai pembangunan jalan lingkungan yang baik dan
sesuai dengan SNI, Dinas PU Cipta Karya dan Tata Ruang
Kabupaten Sumenep melaksanakan tahapan - tahapan antara
lain :
1. Tahap perencanaan teknis
Lingkup pekerjaan pada tahap perencanaan teknis antara
lain :
a. Penetapan trase/rute jalan secara definitif berdasarkan
pengukuran lapangan yang akurat

Standart Pembangunan Jalan Lingkungan (Paving)

Hal. 6

b. Pembuatan gambar rencana teknis detail jalan serta


penetapan syarat-syarat dan spesifikasi teknis yang
digunakan pada tahap konstruksi
c. Perhitungan biaya konstruksi
d. Penyusunan dokumen lelang dan dokumen kontrak
pekerjaan konstruksi
2. Tahap Pra Konstruksi
Kegiatan pada tahap ini adalah melaksanakan pengujian
terhadap paving blok yang akan dipasang. Cara pengujian
paving block ada beberapa tahapan antara lain :
a. Pengambilan Contoh
Pengambilan contoh paving block harus mencerminkan
jumlah seluruh satuan dari kelompok dan diambil secara
acak. Untuk jumlah paving block sampai dengan 500.000
buah, dari sebuah kelompok 50.000 buah paving diambil
contoh rata-rata 20 buah. Untuk jumlah lebih dari 500.000
buah, dari sebuah kelompok 100.000 buah paving diambil
contoh rata-rata 5 buah.

Standart Pembangunan Jalan Lingkungan (Paving)

Hal. 7

b. Cara Pengujian
1) Sifat Tampak
Semua contoh yang diambil diperiksa dengan
pengamatan yang teliti. Paving disusun pada
permukaan

yang

rata

sebagaimana

pada

pemasangan yang sebenarnya.


Gambar 3. Contoh pengujian tampak

2) Ukuran
Dilakukan pengukuran dengan peralatan kaliper atau
sejenisnya dengan ketelitian 0,1 mm. Pengukuran
tebal dilakukan di tiga tempat yang berbeda dan
diambil nilai rata-rata. Pengujian dilakukan kepada 10
buah contoh uji paving block.

Standart Pembangunan Jalan Lingkungan (Paving)

Hal. 8

3) Kuat tekan
Kuat tekan paving dilakukan untuk mengetahui
kemampuan paving dalam menahan beban. Kuat
tekan tersebut dilakukan kepada 10 benda uji paving.
Benda uji dipotong-potong dengan bentuk kubus dan
rusuk-rusuknya disesuaikan dengan ukuran contoh
uji. Kuat tekan rata rata dihitung dari jumlah kuat
tekan dibagi jumlah benda uji.
Gambar 4. Contoh benda uji paving yang dipotong

Standart Pembangunan Jalan Lingkungan (Paving)

Hal. 9

3. Tahap Konstruksi
Kegiatan pada tahap konstruksi pembangunan jalan lingkungan /
paving meliputi :
a. Pekerjaan Pembuatan Badan Jalan.
Pekerjaan ini dilakukan untuk membuat patokan lebar
jalan yang akan dilakukan pemasangan paving.
Pekerjaan pembuatan badan jalan ini sangat penting
dilakukan karena didalamnya terdapat pekerjaan urugan
tanah (jika kondisi eksisting berlembah), urugan pasir
tebal 5 cm (hasil ketebalan setelah dipadatkan) dan
pekerjaan

pemadatan

tanah.

Proses

pemadatan

menggunakan stemper atau mesin pemadat lainnya.


Gambar 5. Contoh pemadatan badan jalan.

Standart Pembangunan Jalan Lingkungan (Paving)

Hal. 10

b. Pekerjaan Kanstin
Kanstin yang merupakan penahan utama dari susunan
paving block dibedakan menjadi 2 macam antara lain :
1) Kanstin Beton Pracetak
Kanstin beton ini merupakan satu kesatuan dari jenis
paving

block.

Proses

pemasangan

seperti

pemasangan pada paving block. Untuk lebih


memperkuat lagi daya cengkram kanstin ke pondasi
tanah,

maka

sebelum

pemasangan

kanstin,

dilakukan pemasangan spesi dibawah kanstin.


Gambar 6. Contoh pemasangan Kanstin Beton Fibro

Standart Pembangunan Jalan Lingkungan (Paving)

Hal. 11

2) Kanstin Beton Manual


Kanstin beton ini banyak dipakai di wilayah
Kabupaten Sumenep. Komposisi campuran yang
dipakai adalah 1PC : 2Psr : 3Kr (K225) berdimensi
lebar kanstin 10 cm dan tinggi kanstin 20 cm.
Campuran ini diaduk menggunakan mesin concrete
mixer

agar

campuran

menjadi

rata.

Untuk

memperhalus tampilan kanstin, dilakukan pekerjaan


plesteran

kanstin

beton

komposisi

campuran

1PC : 3Ps tebal 1,5 cm.


Gambar 7. Contoh Kanstin Beton Manual

Standart Pembangunan Jalan Lingkungan (Paving)

Hal. 12

c. Pekerjaan Pasangan Paving Block


Pemasangan paving block dapat dilakukan dengan
berbagai

macam

pola

pemasangan.

Pola

yang

merupakan standar pemasangan paving Dinas PU Cipta


Karya dan Tata Ruang Kabupaten Sumenep terdiri dari 2
macam, antara lain :
-

Pola Tulang Ikan 45

Pola Tulang Ikan 90

Standart Pembangunan Jalan Lingkungan (Paving)

Hal. 13

Proses pemasangan paving block dapat dilakukan


dengan penggunaan spesi beton dengan komposisi
campuran semen dan pasir pasang sungai adalah 1
PC : 3PSR tebal 2 cm. Pemakaian spesi tersebut
dimaksudkan untuk memperkuat pondasi dibawah
paving karena kondisi tanah di wilayah kabupaten
sumenep terutama daerah pedesaan rata-rata
merupakan

tanah

lumpur/sawah.

Jika

proses

penggunaan spesi tidak dilakukan, maka setelah


pemasangan pola paving block dilakukan pemadatan
ulang diatas paving block yang sudah terpasang
dengan kanstinnya sebagai pengunci menggunakan
mesin pemadat
Gambar 8. Contoh pedatan diatas paving tanpa spesi

.
Standart Pembangunan Jalan Lingkungan (Paving)

Hal. 14

d. Pekerjaan Sauran Semen


Setelah semua pekerjaan pasangan paving block
dilaksanakan, pekerjaan finishing untuk memperkuat
kuncian antar paving dilakukan pekerjaan sauran air
semen ditabur rata diatas permukaan paving block.
4. Tahap Pasca Konstruksi
Kegiatan
pengoperasian

proyek

pada

(pemanfaatan)

tahap

pasca

jalan

paving

konstruksi
dan

adalah
sekaligus

pemeliharaannya agar dapat dimanfaatkan secara optimal dan


berkelanjutan.

Proses

pemeliharaan

dilakukan

berkala

dengan

menggunakan skala prioritas dalam rangka perbaikannya apabila


mengalami kerusakan dalam pemanfaatannya.
5. Tahap Evaluasi Pasca Proyek
Evaluasi pasca proyek bertujuan untuk menilai penggunaan atau
pengoperasionalan jalan lingkungan yang telah dibangun. Perilaku
masyarakat dalam hal pemanfaatan jalan lingkungan juga perlu
diperhatikan mengingat masyarakat belum mengerti mengenai jenis moda
kendaraan yang bisa melewati jalan lingkungan tersebut.

Standart Pembangunan Jalan Lingkungan (Paving)

Hal. 15

Contoh Detail Pasangan Paving Block

Standart Pembangunan Jalan Lingkungan (Paving)

Hal. 16

Standart Pembangunan Jalan Lingkungan (Paving)

Hal. 17