Anda di halaman 1dari 31

Laboratorium Ilmu Kesehatan Masyarakat

Kedokteran Keluarga

Fakultas Kedokteran
Universitas Mulawarman

SKABIES

Oleh :
Nur Aprillia Ramadhani
1410029052
Pembimbing :

dr. Meiliati Aminoto,M.Kes.,Sp.GK


Veronika Hinum,S.KM,MM
dr. Kasiman
Laboratorium/SMF Ilmu Kesehatan Masyarakat
Fakultas Kedokteran Universitas Mulawarman
Puskesmas Lempake Samarinda
2016

BAB I
PENDAHULUAN
Scabies merupakan manifestasi klinis yang disebabkan oleh penetrasi kutu
parasit obligat pada manusia, Sarcoptes scabies var. hominis ke dalam lapisan
epidermis. Kutu scabies ini adalah

hewan

Arthropoda yang awalnya

diidentifikasi pada tahun 1600-an, namun tidak dikenal sebagai penyebab erupsi
kulit hingga tahun 1700-an. Perkiraan sekitar 300 juta jiwa diseluruh dunia
terinfeksi kutu scabies. Scabies menyerang seluruh lapisan masyarakat, dimana
wanita dan anak-anak lebih banyak terinfeksi. Penyakit ini umumnya cenderung
banyak ditemukan pada area urban, khususnya pada area padat penduduk. Insiden
scabies telah meningkat dalam 2 dekade terakhir ini, terutama di rumah-rumah
perawatan, penjara, dan bangsal-bangsal rumah sakit. Transmisi parasit ini
biasanya terjadi melalui kontak personal, meskipun kutu scabies ini dapat hidup
di kulit manusia selama lebih dari 3 hari. (1) Riwayat kontak di sekolah, atau
dengan teman dekat merupakan hal yang penting, terutama ketika tidak ada
konfirmasi laboratorium. Dalam hal anamnesis, paparan terjadi sedikitnya dalam
1 bulan sebelum munculnya gejala. Gejala awal ini terdiri dari adanya lesi yang
bermacam-macam, kadang muncul pada pergelangan tangan dan lengan, namun
lesi ini kadang diabaikan. Pruritus yang bersifat progresif, yang dapat
mengganggu tidur dan aktivitas normal, merupakan gejala yang sering dikeluhkan
pasien dalam mencari pengobatan. Munculnya lesi primer kadang-kadang dapat
diperoleh hanya dari anamnesis langsung kepada pasien. Scabies sendiri
seharusnya dianggap berbeda dari penyakit-penyakit gatal yang umum. Bentuk
khusus yang disebut crusted atau scabies Norwegia dapat muncul dengan
keluhan gatal yang minimal atau bahkan tidak ada.(2)
Beberapa pasien datang berobat dengan perubahan sekunder yang luas
pada kulit, seperti dermatitis yang meluas, infeksi bakterial sekunder, self-induced
dermatitis yang disebabkan oleh pengobatan yang tidak sesuai. Diperkirakan
bahwa rata-rata pasien-pasien seperti ini telah terinfeksi sedikitnya 1 bulan
sebelum gejala ketidaknyamanan generalisata ini muncul.(2) Manifestasi klinis dari
scabies yaitu gatal secara umum yang lebih intens terutama pada malam hari dan
2

menyebabkan ketidaknyamanan pada pasien, namun, komplikasi dan kematian


juga dapat terjadi, umumnya karena adanya pioderma bakterial sekunder, yang
umumnya disebabkan oleh Streptococcus pyogenus atau Staphylococcus aureus.
Infeksi sekunder ini dapat menyebabkan komplikasi seperti glomerulonefritis
post-streptococcus dan sepsis sistemik.(3)
Kutu ini membuat liang terowongan pada stratum corneum dan melanjutkan
siklus hidupnya di sana. Banyak obat-obatan, terutama dari golongan insektisida,
yang digunakan dalam terapi scabies pada abad ke-20. Namun, kebanyakan dari
obat-obatan ini bersifat toksik. Akhir-akhir ini, adanya resistensi terhadap obat
yang sudah ada sebelumnya, derajat keparahan penyakit, dan reaksi lanjut dari
obat-obatan

telah

mendorong

perkembangan

strategi

pengobatan

dan

antiektoparasit baru untuk manajemen yang lebih optimal.(4

BAB II
LAPORAN KASUS
2.1. Identitas Pasien
Nama

: An. TAN

Umur

: 13 tahun

Jenis Kelamin

: Laki-laki

Pendidikan

: SD

Pekerjaan

: Pelajar

Agama

: Islam

Suku

: Jawa, Bugis

Alamat

: Jl. Gotong Royong, Palaran RT.13

2.2.

Anamnesis
Anamnesis dilakukan pada tanggal 20 Mei 2016 pada pukul 14.00 WITA

di Rumah Pasien. Anamnesis dilakukan secara autoanamnesis.


2.2.1. Keluhan Utama
Tangan , sela sela jari dan kaki terdapat bintik-bintik kemerahan dan
terasa sangat gatal
2.2.2. Riwayat Penyakit Sekarang
Pasien mengeluhkan bagian

tangan dan kaki timbul bintik-bintik

kemerahan disertai rasa sangat gatal didaerah tangan dan kaki. Keluhan ini
dirasakan sudah 3 hari ini, dan ini terjadi kedua kalinya. sebelumnya keluhan ini
pertama kali dirasakan 1 tahun yang lalu, dan pasien berobat lalu sembuh,
beberapa bulan kemudian pasien merasakan lagi keluhan yang sama. Riwayat
demam sebelumnya disangkal.
Pasien saat ini tinggal di asrama, pasien menempuh pendidikan sekolah
menengah pertama (SMP) di suatu pasantren di Samarinda, pasien mengaku
pertama kali keluhan dirasakan semenjak tinggal di asrama pasantren.

2.2.3. Riwayat Penyakit Dahulu


Pasien pernah mengalami keluhan keluhan yang sama 1 tahun yang lalu.
Pada akhir tahun 2015, pasien berobat ke Puskesmas Lempake
2.2.4. Riwayat Penyakit Keluarga
Keluarga memiliki riwayat keluhan serupa dengan pasien
2.2.5. Riwayat Kebiasaan dan Psikososial
Pasien saat ini sedang menempuh pendidikan tingkat SMP di suatu
pasantren di Samarinda, saat ini pasien kelas VII. Sudah sekitar 1 tahun lebih
pasien tinggal di asrama yang telah di sediakan oleh pihak pasantren, dimana
dalam satu kamar terdapat lima sampai enam orang dengan tempat tidur
bertingkat.
2.3.

Pemeriksaan Fisik

Keadaan umum

: sakit sedang

Kesadaran

: compos mentis

Antropometri
BB

: 35 kg

TB

: 155 cm

Tanda vital
Tekanan Darah

: 120/ 80 mmHg

Frekuensi Nadi

: 80 kali/menit

Frekuensi Nafas

: 20 kali/menit

Suhu

: 36,9o C

Status generalisata
Kepala/ Leher

:Rambut hitam, lebat, tidak mudah dicabut


Mata konjungtiva anemis (-/-), sklera ikterik (-/-)
Pupil isokor (3mm/3mm), refleks cahaya (+/+)
Pernafasan cuping hidung (-)
Mulut

: Mukosa mulut basah, faring hiperemi (-),

pembesaran tonsil (-), sariawan (-), perdarahan gusi (-)

Leher

: Pembesaran KGB (-/-)

Kulit

: Dermatosis (+), turgor baik

Paru

Inspeksi :

Pergerakan dada simetris, retraksi

ICS (-), pelebaran ICS (-)

D
Sonor
Sonor
Sonor

Palpasi :

Perkusi :

S
Sonor
Sonor
Sonor

Auskultasi :

Gerakan dada simetris

vesikuler, rhonki (-/-), wheezing (-/-)

Jantung
Inspeksi

: Ictus cordis tampak

Palpasi

: Ictus cordis teraba

Perkusi : Batas jantung kanan : axilaris anterior line dekstra,


batas jantung

kiri : midclavicula line ICS V sinistra

Auskultasi : S1S2 tunggal, regular, murmur (-), gallop (-)


Abdomen
Inspeksi

: Distensi(-)

Palpasi

: Soefl, hepar dan lien tidak teraba, nyeri tekan epigastrium (-)

Perkusi

: Timpani di seluruh lapangan abdomen

Auskultasi : Bising usus (+) normal


Ekstremitas

Atas

: oedem (-/-) akral hangat, terdapat adanya bintik kemerahan

dengan batas tegas.

Bawah : oedem (-/-) akral hangat, terdapat adanya bintik kemerahan


dengan batas tegas.

Refleks patologis (-)

Refleks fisiologis dalam batas normal

Pemeriksaan genetalia
- Dalam batas normal
2.6.

Penatalaksanaan

2.6.1. Edukasi
a. Edukasi kembali mengenai penyakit skabies yang bersifat menular sehingga
anggota keluarga lain yang berkontak dengan pasien juga perlu mengetahui
bagaimana cara penularannya, karena memiliki kemungkinan tertular.
Meminta keluarga pasien untuk memeriksakan diri apabila memiliki keluhan
serupa dengan pasien.
b. Edukasi mengenai pentingnya menjemur alat tidur (kasur, bantal, guling dan
selimut) ventilasi rumah yang memadai (jendela terbuka), sehingga
kemungkinan untuk menularkan kepada anggota keluarga lain dapat
dihindari.
c. Edukasi mengenai pentingnya perilaku hidup bersih dan sehat dengan
menjaga kebersihan rumah. Anggota keluarga juga dianjurkan untuk
meningkatkan gizi dan menjaga daya tahan tubuh.
d. Pentingnya dukungan keluarga, baik masalah motivasi maupun kebutuhan
sehari-hari pasien.
2.6.2. Medikamentosa
a. Skabinet cream 3x1
b. Vit C 1x1
c. Edukasi
2.7.

Prognosis

Et Dubia

BAB III
ANALISIS KEDOKTERAN KELUARGA
3.1. Identitas Keluarga
No.
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.

Keterangan
Nama
Umur
Jenis kelamin
Status
perkawinan
Agama
Suku bangsa
Pendidikan
Pekerjaan
Alamat
lengkap

I. Kepala Keluarga
Tn.Y
40 tahun
Laki-laki

II. Pasangan
Ny. M
35 tahun
Perempuan

Menikah

Menikah

Islam
Jawa
SMA
Swasta

Islam
Bugis
SMA
Swasta

Jl. Gotong Royong, Palaran RT 13

3.2. Anggota Keluarga


No.

Anggota

Hub.

Stt.

40 th Swasta

Klrg.
Kepala

Nikah
Menikah

Serumah
Ya
Tdk Kdg
Ya
-

Menikah

Ya

Belum

Ya

Ya

Usia

Pekerjaan

1.

Keluarga
Tn.Y

2.

Ny. M

35 th

Pekerja

keluarga
Istri

3.

An. TAN

13 th

Pabrik
Pelajar

Anak

Pelajar SD

kandung
Anak

Menikah
Belum

kelas 2

Kandung

Menikah

4.

An. A

8 th

Status Imunisasi di keluarga:


Ibu kandung pasien mengaku riwayat imunisasi yang lengkap pada kedua
anaknya. Untuk riwayat imunisasi ibu sendiri lengkap akan tetapi riwayat
imunisasi pada bapak tidak tahu.

Riwayat Penyakit Keluarga di Keluarga :


Ada yang memiliki keluhan serupa dengan pasien, yaitu ibu dan adik
kandung pasien. tidak mempunyai penyakit kronis seperti DM, Gangguan ginjal,
Jantung. Keluarga pasien jarang melakukan pemeriksaan diri untuk kontrol
kesehatan ke layanan kesehatan.
3.3. Status Fisik, Sosial, Ekonomi dan Lingkungan
No
.
1.
2.
3.

Ekonomi Keluarga

Keterangan

Luas tanah
Luas Bangunan
Pembagian ruangan

12 x 7,5 meter
6 x 7 meter
Rumah ialah rumah sendiri yang terbuat
dari beton, terdiri dari 1 lantai, dengan 1
ruang keluarga, 1 kamar tidur, 1 ruang
makan yang bergabung dengan dapur.
Kamar mandi menjadi satu dengan WC
dan berada di dalam rumah, berdekatan

4.
5.

Besarnya daya listrik


Tingkat pendapatan keluarga pasien :
a. Pengeluaran rata-rata per bulan

dengan tempat dapur.


900 Watt
Rp 2.500.000,00

Bahan makanan :
-

Beras

Rp 360.000,00

Lauk/ikan, sayur

Rp1.000.000,00

Air minum

Rp 40.000,00

Diluar bahan makanan


-

Pendidikan

Rp 500.000,00 - Rp 1.000.000

Kesehatan

Listrik

Rp 50.000,00

Lain-lain

Tidak menentu

b. Penghasilan keluarga/bulan

Rp3.000.000,00 3.500.000,00

c. Penghasilan pasien

Tidak ada

No
.

Perilaku Kesehatan

1.
2.

Pelayanan promotif/preventif
Pemeliharaan
kesehatan

Puskesmas
anggota Puskesmas

3.
4.

keluarga lain
Pelayanan pengobatan
Jaminan pemeliharaan kesehatan

No

Pola Makan Keluarga

1.

Pasien

Puskesmas
BPJS

Makan 3 kali sehari (pagi, siang dan


malam). Menu terdiri dari nasi, ikan,
sayur dan buah-buahan.

No
.
1.

Aktivitas Keluarga
Aktivitas fisik
a. Pasien

Pasien masih dalam masa pendidikan


sekolah menengah pertama (SMP)

b. Tn. Y (Ayah kandung)

Ayah kandung pasien bekerja sebagai


pegawai

pabrik

semen

di

daerah

palaran. Mulai jam kerja dari jam


08.00-18.00 WITA
c. Ny. M (Ibu Kandung)

Ibu kandung pasien bekerja sebagai ibu


rumah tangga dan bekerja di pabrik
kayu di daerah bukuan.

d. An. A (Anak ke-2)


2.
No
.
1.

Aktivitas mental

Adik kandung pasien saat ini sekolah


dasar kelas 2.
Melaksanakan ibadah sholat 5 waktu.

Lingkungan
Sosial

Hubungan dengan lingkungan sekitar


baik. Sering mengikuti kegiatan sosial
di sekitar tetangga rumah.

2.

Fisik/Biologik :

10

Perumahan dan fasilitas

Sederhana

Luas tanah

12x7,5 m2

Luas bangunan

6x7 m2

Jenis dinding terbanyak

Beton

Jenis lantai terluas

Semen cor

Sumber penerangan utama

Lampu listrik

Sarana MCK

Kamar mandi bergabung dengan WC.


Mencuci

pakaian

dan

alat

makan

bersebelahan dengan kamar mandi


Sarana Pembuangan Air Limbah

Melalui saluran air ke parit

Sumber air sehari-hari

PDAM

Sumber air minum

Air isi ulang (galon)

Pembuangan sampah

Sampah dikumpulkan didalam kantong


plastik.

Lingkungan kerja
- Pasien Tn. TAN

Risiko kecelakaan kerja (-)

- Tn.Y

Risiko kecelakaan kerja (+)

- Ny. M

Risiko kecelakaan kerja (+)

- An.A (Anak ke-2)

Risiko kecelakaan kerja (-)

3.4 PENILAIAN APGAR KELUARGA

Kriteria

Pernyataan

Adaptasi

Saya puas dengan keluarga


saya karena masing-masing
anggota
keluarga
sudah
menjalankan sesuai dengan
seharusnya

Hampir

Kadang

Selalu
(2)

Kadang
(1)

Hampir
tidak pernah
(0)

11

Kemitraan

Pertumbuhan

Saya puas dengan keluarga


saya karena dapat membantu
memberikan solusi terhadap
permasalahan yang dihadapi

Saya puas dengan kebebasan


yang diberikan keluarga saya
untuk
mengembangkan
kemampuan yang saya miliki

Kasih sayang Saya puas dengan kehangatan


dan
kasih
sayang
yang
diberikan keluarga saya
Kebersamaa
n

Saya puas dengan waktu yang


disediakan keluarga untuk
menjalin kebersamaan

Total

Keterangan :
Total skor 8-10 = Fungsi keluarga sehat
Total skor 6-7 = Fungsi keluarga kurang sehat
Total skor 5= Fungsi keluarga sakit
Kesimpulan : Nilai skor keluarga ini adalah 6, artinya keluarga ini menunjukan
fungsi keluarga kurang sehat.

3.5. Pola Hidup Bersih dan Sehat Keluarga


No

Indikator Pertanyaan

A. Perilaku Sehat
1
Tidak merokok

Keterangan

Jawaban
Ya

Pasien tidak merokok.

Apakah ada yang memiliki


2

kebiasaan merokok?
Persalinan
Dimana
persalinan?

ibu

Tidak

melakukan Anak ke-1 lahir ditolong


oleh bidan.

12

Anak ke-2 lahir ditolong


oleh bidan.
3

Imunisasi
Apakah bayi ibu sudah di Riwayat imunisasi anak

imunisasi lengkap?
Balita di timbang
Apakah

balita

ibu

lengkap.
sering Balita

ditimbang? Dimana?

ditimbang

Posyandu

di

setiap

bulannya.
5

Sarapan pagi
Apakah

seluruh

anggota Pasien

keluarga memiliki kebiasaan pasien


sarapan pagi?

dan

keluarga

sarapan

sebelum

pagi

memulai

aktivitas.
6

Dana sehat / Askes


Apakah anda ikut menjadi Pasien
peserta jaminan kesehatan?

dan

anggota

keluarga memiliki BPJS.

Cuci tangan
Apakah

seluruh

keluarga
kebiasaan

anggota Seluruh anggota keluarga

mempunyai mencuci tangan dengan


mencuci

tangan air dan sabun sebelum

menggunakan sabun sebelum makan

dan

sesudah

makan dan sesudah buang air buang air besar.


8

besar ?
Sikat gigi
Apakah
memiliki

anggota
kebiasaan

keluarga Seluruh anggota keluarga


gosok melakukan

gigi menggunakan odol?

kebiasaan

menggosok gigi dengan


odol.

Aktivitas fisik/olahraga
Apakah anggota keluarga

Pasien

dan

melakukan aktivitas fisik atau

keluarga

olahraga teratur?

melakukan olahraga.

lain

anggota

jarang

13

B. Lingkungan Sehat
1

Jamban

Di

rumah

terdapat

Apakah dirumah tersedia

jamban yang bergabung

jamban dan seluruh keluarga

dengan kamar mandi dan

menggunakannya?

seluruh

Air bersih dan bebas jentik

menggunakannya.
Di rumah menggunakan

Apakah dirumah tersedia air

sumber air berasal dari

bersih dengan tempat/tendon

air PDAM.

air tidak ada jentik ?

Di kamar mandi yang

keluarga

bergabung dengan WC
terdapat 1 bak air mandi
untuk menampung air.
3

Bebas sampah
Apakah dirumah tersedia

Tersedianya

tempat sampah? Dan di

sampah dan lingkungan

lingkungan sekitar rumah

sekitar

tidak ada sampah berserakan?


SPAL

berserakan.

Apakah ada/tersedia SPAL

Lingkungan

disekitar rumah?

rumah tdk dekat rawa


tempat

tempat

rumah

tidak

sekitar

pembuangan

limbah keluarga.
5

Ventilasi
Apakah ada pertukaran udara

Ukuran ventilasi kurang

didalam rumah?

1/10 luas lantai untuk tiap

ruangan.
6

Kepadatan
Apakah ada kesesuaian

Pengukuran kepadatan

rumah dengan jumlah

dimana 1 orang penghuni

anggota keluarga?

membutuhkan 2x2x2

meter.
7

Lantai
Apakah lantai bukan dari

Seluruh lantai rumah

14

tanah?
C. Indikator tambahan
1
ASI Eksklusif

terbuat dari semen cor

Apakah ada bayi usia 0-6

Semua anaknya

bulan hanya mendapat ASI

mendapatkan asi

saja sejak lahir sampai 6

eksklusif.

bulan
Konsumsi buah dan sayur
Apakah dalam 1 minggu

Semua anggota keluarga

terakhir anggota keluarga

mengkonsumsi sayur dan

mengkonsumsi buah dan

buah

sayur?
Jumlah

13

Klasifikasi :
SEHAT I : Dari 18 pertanyaan jawaban Ya antara 1-5 pertanyaan (merah)
SEHAT II : Dari 18 pertanyaan jawaban Ya antara 6-10 pertanyaan (Kuning)
SEHAT III : Dari 18 pertanyaan jawaban Ya antara 11-15pertanyaan (Hijau)
SEHAT IV : Dari 18 pertanyaan jawaban Ya antara 16-18pertanyaan (Biru)
Kesimpulan :
Dari 18 indikator yang ada, yang dapat dijawab Ya ada 13 pertanyaan yang
berarti identifikasi keluarga dilihat dari Perilaku Hidup Bersih dan Sehatnya
masuk dalam klasifikasi SEHAT III.

15

3.6. Resume Faktor Risiko Keluarga


Faktor Resiko

Bentuk rumah merupakan rumah permanen dengan


dinding beton pada seluruh dinding. Berlantai semen
cor dengan penutup karpet plastik. Langit-langit
rumah ada tertutup dan ada yang terbuka langsung ke
atap, termasuk pada kamar mandi + WC yang berada
di belakang dan tidak terpisah dari rumah. Ventilasi
pada rumah ini kurang memadai. Pencahayaan
matahari kedalam rumah kurang, terdapat 1 jendela
di ruang keluarga sedangkan di dapur mempunyai
ventilasi yang cukup. Ukuran 1 kamar tidur

Fisik

berukuran 3x3 m2 dan barang-barang tidak tertata


rapi. Penempatan barang tidak beraturan, bahkan
beberapa barang ditempatkan hingga di dinding
rumah. Lantai kamar mandi dan WC terbuat dari
semen cor dan tampak lembab. Bentuk jamban
jongkok dan terdapat 1 bak mandi terbuka untuk
menampung air. Tempat mencuci piring di dekat
kamar mandi. Tempat memasak dan tempat alat
makan juga diletakkan di dapur (rak piring)
bersampingan dengan WC.
Pasien memiliki riwayat

Biologi

keluhan

yang

sama

sebelumnya

Pasien tinggal di asrama yang dimana saat itu pasien

pertama kali mengalami keluhan yang sekarang.


Pasien tinggal bersama teman-teman di asrama

Psiko-sosio-

Kehidupan sosial dengan sekitar cukup baik.

ekonomi

Pasien dan keluarga memiliki kartu jaminan

Perilaku

kesehatan.
Higiene pribadi cukup.

Kesehatan

Pasien kadang-kadang menjemur selimut, bantal dan


16

guling setiap pagi.

Pasien mengaku di asrama mandi menggunakan air


sumur dan PDAM.

Pengetahuan mengenai pola hidup bersih dan sehat


cukup

Gaya hidup

baik,

namun

masih

kurang

dalam

menerapkannya di kehidupan sehari-hari.


Kurang melakukan aktivitas fisik jasmani

3.7. Diagnosa Keluarga (Resume Masalah Kesehatan)


Status Kesehatan dan Faktor Risiko (Individu, Keluarga dan Komunitas)

Secara umum, pengetahuan mengenai pola hidup bersih dan sehat pada
pasien cukup baik akan tetapi dalam hal penerapannya kurang baik.

Pasien tidur 1 kamar dengan keluarganya.

Status Upaya Kesehatan (Individu, keluarga dan komunitas)

Pasien memiliki jaminan kesehatan.

Pemeriksaan kesehatan dilakukan di Puskesmas, dan Rumah Sakit.

Semua anggota keluarga memiliki kesempatan yang sama dalam berobat dan
memeriksakan kesehatan diri.

Status lingkungan

Pasien tinggal bersama keluarganya dan menempati sebuah rumah dari


beton dengan luas bangunan 6x7 m2 yang dihuni oleh 4 orang. Rumah terdiri
dari 1 lantai, dengan 1 ruang keluarga, 1 kamar tidur, 1 ruang makan, ruang
dapur yang bersampingan dengan kamar mandi. Kamar mandi menjadi satu
dengan WC, tempat cuci piring dan pakaian berada di dalam rumah.
Keseluruhan Lantai rumah, lantai kamar mandi dan WC terbuat dari semen

cor dan beberapa bagian lantai dilapisi oleh karpet plastik.


Ventilasi kurang memadai dan pencahayaan matahari yang kurang ( hanya

memiliki 1 jendela)
Kondisi rumah tampak tidak rapi dan kurang bersih, tata letak barang di
dalam rumah kurang rapi. Penempatan barang tidak beraturan, bahkan
beberapa barang ditempatkan hingga di dinding rumah.

17

Sumber air minum berasal dari air isi ulang (galon). Mencuci dan mandi

berasal dari air PDAM. Terdapat 1 kamar mandi bergabung dengan WC,
dengan bentuk jamban jongkok dan terdapat 1 bak mandi untuk menampung

air.
Lantai kamar mandi terbuat dari semen dan tampak lembab.
Tempat mencuci piring dekat di kamar mandi. Tidak ada westafel.
SPAL melalui saluran air ke parit belakang rumah.
Hubungan dengan tetangga sekitar cukup baik, sering berinteraksi.

Diagnosis Keluarga:
Sebuah keluarga Tn. Y terdiri dari 4 orang anggota keluarga inti, dengan seorang
anggota keluarga atau anak kandung pertama An. TAN yang merupakan pasien
rawat jalan Puskesmas Palaran yang didiagnosis Skabies. Keluarga ini menempati
rumah yang cukup sehat, namun masih perlu perbaikan di beberapa bagian,
terutama ventilasi rumah, kamar mandi dan WC. Keluarga ini juga memiliki
penerapan higiene pribadi dan lingkungan yang kurang sehingga memerlukan
edukasi serta pengetahuan akan faktor resiko penularan akan penyakit yang
diderita. Pengobatan terhadap penyakit Skabies dilakukan oleh pasien.
3.8. Rencana Penatalaksanaan Masalah Kesehatan
No.

Masalah kesehatan

1.

Individu

Pengobatan/Tindakan

Diagnosis kerja pada pasien ini adalah Skabies

Memotivasi pasien agar menjaga kebersihan


tempat tinggal, lebih sering menjemur alat
tidur dan edukasi bagaimana cara penularan

penyakit.
mengatur pola makan, olahraga, dan menjaga
higiene diri dan lingkungan.

Keluarga

Edukasi mengenai pentingnya perilaku hidup


bersih dan sehat dengan menjaga kebersihan
rumah dan lingkungan sekitarnya. Anggota

18

keluarga juga dianjurkan untuk meningkatkan


menjaga daya tahan tubuh.

Edukasi keluarga untuk lebih sering menjemur


kasur,

selimut,

bantal

dan

guling,

dan

membuka jendela setiap pagi agar sirkulasi

udara lebih baik, memperbaiki ventilasi rumah.


Menganjurkan untuk pemeriksaan kesehatan
guna mengetahui status kesehatan yang dialami
untuk menghindari dari penularan penyakit
yang diderita pasien.

3.9. Perawatan Masalah Kesehatan Keluarga


Masalah
Kesehata

Tindakan Perawatan (Promotif, Preventif, Protektif)


Individu

n
Skabies

Memotivasi

Komunitas

Edukasi

Edukas

mengenai

i mengenai

menjaga

pentingnya

penularan

kebersihan

perilaku

tempat

bersih dan sehat

tinggal, lebih

dengan menjaga

sering

kebersihan rumah

i mengenai

menjemur

dan

pentingnya

alat tidur dan

sekitarnya.

higiene

edukasi

Anggota keluarga

perorangan

bagaimana

juga

dan

cara

untuk

lingkungan

penularan

meningkatkan

, serta pola

penyakit.
mengatur

menjaga

hidup

tahan tubuh.

bersih dan

pola makan,
olahraga,

Edukasi keluarga

sehat.

pasien

Keluarga

agar

untuk

hidup

lingkungan

dianjurkan

daya

penyakit
scabies.
Edukas

lebih
19

dan menjaga

sering menjemur

higiene

kasur,

selimut,

dan

bantal

dan

lingkungan.

guling,

dan

diri

membuka jendela
setiap pagi agar
sirkulasi

udara

lebih

baik,

memperbaiki
ventilasi rumah.
Menganjurka

untuk

pemeriksaan
kesehatan

guna

mengetahui
status kesehatan
yang

dialami

untuk
menghindari dari
penularan
penyakit

yang

diderita pasien.

20

3.10. Mandala of Health


GAYA HIDUP

PERILAKU KESEHATAN

LINGK. PSIKO-SO
Pasien jarang melakukan olahraga.
Sering berhubungan dengan teman-teman sekolah terutama yang laki-laki. Karena pasien tinggal di pasantren, dan satu kamar dengan teman teman pas

Higiene pribadi cukup.


Kehidupan sosial dengan
Pasien masih mengalami penyakit scabies berulang
Pasien dan keluarga memiliki
Pengetahuan mengenai pola hidup bersih dan sehat cukup baik, namun masih kurang dalam menerapkannya di kehidupan sehari-hari.
pasien tinggal di pasantren, dan satu kamar dengan teman

FAMILY

PASIEN
SKABIES

Badan terasa sangat gatal, disetai bintik bintik kemerahan berbatas tegas
BIOLOGI
Telah didiagnosis dengan skabies berdasarkan anamnesis mendalam dan pemeriksaan fisik.
Pasien memiliki riwayat penyakit skabies sebelumnya.
Pasien mengungkapkan bahwa teman teman sekamar pasien mengalami hal yang serupa.

LINGKUNGA
Rumahpermanen dari beton dengan luas bangunan 6x7m2 yang dihuni oleh 4 orang. Rumah terdiri dari 1 lantai, dengan 1 ruang keluarga, 1 kamar tidur, 1 ruang m
Ventilasi kurang memadai dan pencahaya
Kondisi rumah tampak tidak rapi dan kurang bersih, tata letak barang di dalam rumah kurang rapi. Pen
Banyak sampah berserakan di bagian luar rumah pa

PELAYANAN KESEHATAN
Jarak rumah-pusat pelayanan kesehatan: 15 menit, ditempuh dengan kendaraan roda 2

KOMUNITAS

Tidak ada tetangga yang mengalami keluhan serupa.


Teman sekamar di pasantren mengalami keluhan yang sama.
Keluarga dirumah juga mengalami hal yang sama.
Banyak berinteraksi dengan keluarga dan teman pasantrennya

21

3.11.

Skoring Kemampuan Penyelesaian Masalah Dalam Keluarga


Masalah

Skor

Upaya

Awal

Penyelesaian

Fungsi Biologis
-

Pasien

menderita

penyakit

Skabies

tentang

kebersihan

rumah dan lingkungan.


4

Faktor

Motivasi

Perilaku

Mengedukasi

bagaimana

cara

penularan penyakit scabies ini.

Kesehatan

Keluarga
- Kurangnya pengetahuan kesehatan

- Edukasi

akan perilaku hidup bersih dan

higiene

sehat.
- Kurangnya

pentingnya

perorangan

serta

bagaimana cara meningkatkan


kesadaran

akan

pemeriksaan kesehatan
- Kurangnnya pengetahuan

akan

penyakit menular terutama yang


di derita oleh pasien
- Kurangnya dukungan
yang

bergizi

higiene pribadi.
- Edukasi pentingnya memeriksa
kesehatan

untuk

mengetahui

kondisi

kesehatan

untuk

mencegah terjadinya penyakit

keluarga

yang tidak diharapkan.


- Edukasi kembali tentang cara

untuk membiasakan konsumsi


makanan

tentang

dan

pencegahan penularan penyakit

berolahraga teratur.

skabies ini.
- Edukasi
keluarga
mengingatkan
pentingnya

pasien
makan

untuk
terkait
makanan

bergizi dan teratur berolahraga


Faktor lingkungan fisik
-

Ventilasi

rumah

kurang

- Motivasi

memadai.
-

Kondisi rumah tampak

menyisihkan

sebagian

pengeluaran untuk memperbaiki


tidak

rapi dan kurang bersih, serta


letak tata barang yang kurang

kondisi
3

rumah

yakni

dengan

menambah ventilasi rumah .


- Motivasi

merapikan

dan

22

rapi.

membersihkan

rumah

serta

mengatur tata letak barang sesuai


pada tempatnya
Faktor ekonomi dan pemenuhan
kebutuhan
-

- Motivasi

Penghasilan dari keluaga pasien

mengenai

tabungan.
- Keluarga
memberi

cukup.
5

perlunya
dukungan

finansial selama pasien sakit.

Klasifikasi skor kemampuan menyelesaikan masalah

Skor 1 Tidak dilakukan, keluarga menolak, tidak ada partisipasi.

Skor 2 Keluarga mau melakukan tapi tidak mampu, tidak ada sumber
(hanya keinginan); penyelesaian masalah dilakukan sepenuhnya oleh
provider.

Skor 3 Keluarga mau melakukan namun perlu penggalian sumber yang


belum dimanfaatkan, penyelesaian masalah dilakukan sebagian besar oleh
provider.

Skor 4 Keluarga mau melakukan namun tak sepenuhnya, masih tergantung


pada upaya provider.

Skor 5 Dapat dilakukan sepenuhnya oleh keluarga.

23

BAB IV
PEMBAHASAN
Studi kasus dilakukan pada pasien An. TAN usia 13 tahun dengan
keluhan badan terasa gatal dan timbul bintik bintik kemerahan didaerah
tangan, sela sela jari tangan, ketiak dan kaki, keluhan tersebut telah
dialaminya sejak 3 hari ini, riwayat sebelumnya pasien juga pernah
mengalami hal yang serupa sekitar 1 tahun yang lalu. Dimana awal dari
keluhan tersebut saat pasien tinggal di asrama pasantren, pasien sekamar
dengan 5-6 orang dengan tempat tidur 2 tingkat dan saling berdekatan,
pasien mengaku terdapat hanya satu jendela didalam kamar, sedangkan
untuk WC dan kamar mandi hanya terdapat beberapa saja dan saling
bergantian, untuk sumber air menggunakan air sumur dan PDAM.
Pasien didiagnosis skabies berdasarkan hasil anamnesis dan
pemeriksaan fisik. Dimana hasil anamnesis didaparkan pasien pertama kali
mengalami keluhan tersebut semenjak pasien tinggal di asrama pasantren
selama 1 tahun lebih ini. Transmisi parasit ini biasanya terjadi melalui
kontak personal, meskipun kutu scabies ini dapat hidup di kulit manusia
selama lebih dari 3 hari.(1) Riwayat kontak di sekolah, atau dengan teman
dekat merupakan hal yang penting, terutama ketika tidak ada konfirmasi
laboratorium. Dalam hal anamnesis, paparan terjadi sedikitnya dalam 1
bulan sebelum munculnya gejala.
Telah diberikan edukasi mengenai penyakit skabies kepada pasien
dan keluarga pasien tentang cara penularan, pengobatan yang akan
dilakukan dan pencegahan. Pasien juga mengerti pentingnya menjaga
kebersihan dirinya dan lingkungan sehingga mengurangi kemungkinan
penularan kepada anggota keluarga lain. Seorang dengan skabies
seringkali akan menularkan kepada anggota keluarganya sendiri karena
keluarga merupakan kontak yang dekat. Faktor ventilasi rumah kurang
memadai dapat memicu. Pada tempat tinggal yang didiami pasien saat ini,
didapatkan ventilasi yang kurang memadai dan pencahayaan matahari ke
dalam rumah yang kurang, hal ini dapat menyebabkan meningkatnya
konsentrasi kuman didalam rumah.

24

Pada kasus ini pengetahuan tentang kesehatan terutama dalam


perilaku hidup sehat dan dukungan moral keluarga sangat perlu
ditingkatkan. Oleh karena itu, pendekatan kedokteran keluarga penting
dalam penanganan kasus semacam ini. Hal terpenting dan utama dalam
penanganan kasus ini adalah bagaimana kebersihan lingkungan rumah dan
sekitarnya, pentingnya ventilasi yang baik agar keadaan rumah tidak
lembab yang akan mengakibatkan pertumbuhan kuman semakin banyak,
pencegahan dengan cara menjemur kasur, selimut, bantal dan guling setiap
pagi. Mengganti dan mencuci seprei tempat tidur 1 bulan sekali. Dari
faktor individu adalah rajin mandi 3 kali sehari dengan menggunakan air
bersih mengalir dan sabun.
Pada pasien ini telah diterapkan berbagai upaya untuk mencapai
tujuan pelayanan kedokteran keluarga berupaya pelayanan kesehatan yang
holistik, komprehensif, terpadu dan berkesinambungan.

25

DAFTAR PUSTAKA

Stone SP, Goldfarb JN, Bacelieri RE. Scabies, other mites, and pediculosis
In: Wolff K, Lowell A, Katz GSI, Paller GAS, Leffell DJ, editors.
Fitzpatricks dermatology in general medicine. 7th ed. United state of
America. McGraw-Hill; 2008. p. 2029-2032.

Trozak DJ, Tennenhouse JD, Russell JJ. Herpes Scabies. In: Trozak DJ,
Tennenhouse JD, Russell JJ editors. Dermatology Skills for Primary Care;
An Illustrated Guide: Humana Press; 2006. p. 105-11

Currie JB, McCarthy JS. Permethrin and Ivermectin for Scabies. New
England J Med. 2010; 362: p. 718.

Karthikeyan K. Treatment of Scabies: Newer Perspectives. Postgraduate


Med J. 2005; 81: p. 8 - 10.

Chosidow O. Scabies. New England J Med. 2006; 345: p. 1718-1723.

Handoko,PR. Skabies. In: Prof.Dr.dr.Adi Djuanda, editor. Ilmu penyakit


kulit dan kelamin. Ed 6. Jakarta. FK UI; 2010.p.122-123

Habif TP. Infestations and bites. In: Habif TP, editor. A clinical
dermatology : a color guide to diagnosis and therapy. 4th ed. London.
Mosby; 2004. p. 500.

Amiruddin MD. Skabies. In. Amiruddin MD, editor. Ilmu Penyakit Kulit.
Ed 1. Makassar: Bagian ilmu penyakit kulit dan kelamin fakultas
kedokteran universitas hasanuddin; 2003. p. 5-10.

William DJ, Timothy GB, Dirk ME. Parasitic infestations, stings, and
bites. In: Sue Hodgson/Karen Bowler, editors. Andrews Disease of the
skin: Clinical Dermatology. 10th ed. Canada: Saunders Elsevier; 2006. p.
453

26

10 Hengge UR, Currie BJ, Jager G, Lupi O, Schwartz RA. Scabies: a


Ubiquitous Neglected Skin Disease. PubMed Med. J. 2006; 6: p. 771
11 Park JH, Kim CW, Kim SS. Scabies: The Diagnosis Accuracy of
Dermoscopy for Scabies. Ann Dermatology. 2012; 24: p. 194-99.
12 Elston DM. Bites and stings. In: Bolognia JL, Jorizzo JL, Rapini RP,
editors. Bolognia: Dermatology. 2nd ed. USA: Mosby Elsevier; 2008. p. 84
13 Jones JB. Eczema, lichenidentificatio, prurigo and erythroderma. In: Burns
T, Breathnach S, Cox N, Griffiths C, editors. Rooks textbook of
dermatology. 8th ed. USA. Willey-blackwell; 2010. p. 23.42 22.43.

27

LAMPIRAN DOKUMENTASI

Rumah Tampak dari Depan

Rumah tampak dari samping Kiri

28

Ruang Keluarga

29

Kamar Tidur, tidak terdapat jendela

Dapur dan alat masak

30

Kamar Mandi dan WC

31