Anda di halaman 1dari 3

BAB I

PENDAHULUAN
I.1 latar belakang
batuan andesit berasal dari pembekuan magma di dekat atau diatas permukaan
bumi, karena itu sering disebut sebagai batuan beku luar. Andesit sebagian besar
berwarna gelap vesiculer.
Saat ini permintaan akan produk batu andesit untuk wilayah maluku utara
khususnya sangat tinggi, sehingga dengan perminaan pasar yang tinggi maka potensi
bisnis pengolahan batuan andesit cukup bagus.
Tingkat kekerasan kuat tekan batuan andesit mencapai 165 Mpa. Sehingga dengan
dengan tingkat kekerasan 165 Mpa cukup bagus ntuk digunakan sebagai bahan dasar
konstruksi bangunan, jalan dan jembatan maka, diperlukan sistem penambangan yang
yang efektif, efisien erta menguntungkan.
Penelitian ini dilatar belakangi atas dasar salah satu syarat mata kuliah
perencanaan tambang yang merupakan salah satu syarat lulus atau tidaknya mata
kuliah bersangkutan.
I.2 Maksud dan tujuan
Maksud dari penelitian ini adalah untuk menerapkan ilmu dan teori yang selama
ini telah didapatkan di bangku perkuliahan yang nantinya akan di aplikasikan di
dalam lingkungan kerja yang sebenarnya, guna meningkatkan ilmu pengetahuan dan
wawasan peneliti khususnya dan juga syarat untuk lulus dalam mata kuliah
perencanaan tambang.
Tujuan utama dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kondisi geologi dan
keadaan dari endapan batu andesit, perencanaan tambang yang tepat sesuai dengan
kondisi endapa, proses pengolahanya, manfaat atau kegunaan serta sistem
pemasaranya.
I.3 Metode pendekatan/penyelesaian
Pada penelitian ini metode yang penulis pakai adalah metode kualitatif dan
kuantitatif diantaranya adalah sebagai berikut:
I.3.1 teknik pengambilan sampel
Teknik pengambilan ini dilakukan dengan cara melakukan studi literatur,
dengan menggunakan referensi berkaitan dengan masaalah penelitian,
kemudian melakukan pengamatan langsung dilapangan yaitu dengan
mengamati kegiatan penambangn sampai proses penentu. Disamping itu
melakukan pengambilan data sekunder, seperti data geologi, data curah
hujan, dan lain-lain yang dianggap perlu dalam penyusunan skripsi ini.
I.3.2 Teknik pengumpulan data
Teknik Pengumpulan Data ini dilakukan dengan menggunakan referensi
berkaitan dengan masaalah penelitian, kemudian melakukan pengamatan
langsung serta dengan cara wawancara langsung yang berisikan
pertanyaan-pertanyaan yang berhubungan dengan objek penelitian.
I.3.3

Teknik pengolahan data


Data-data yang dikumpulkan selanjutnya diolah secara sistimatik dan
analisis. Pengolahan secara statistik untuk mendapatkan nilai rata-rata

dari suatu data, dan selanjutnya dilakukan perhitungan untuk


mengetahuinya.
I.4 Kondisi pasar
Saat ini adalah batu alam yang banyak digunakan akhir-akhir ini sehingga banyak
yang mengatakan bahwa batu ini cukup menjadi primadona di kalangan kontraktor.
Wajar saja jika batu andesit banyak diminati karena struktur batu ini sangat keras
hampir mirip dengan granit namun harga nya jauh lebih murah daripada batu alam
granit.
Krisis ekonomi Indonesia sejak Juli 1997 menyebabkan lumpuhnya dunia usaha
di dalam negeri termasuk pula pembangunan infrastruktur seperti jalan raya,
jembatan, irigasi, dan pengembang sektor perumahan/real estate, sebagai pemakai
utama andesit. Dengan membaiknya kurs rupiah terhadap dolar diharapkan akan
membawa ke arah pemulihan perekonomian Indonesia sehingga dunia usaha akan
bergairah kembali.
Cadangan andesit di Indonesia berjumlah milyaran ton, tersebar merata di seluruh
daerah Indonesia. Dari kenyataan itu, untuk masa mendatang diperkirakan
pengusahaan andesit di Indonesia akan mengalami peningkatan sejalan dengan
kembali dimulainya pembangunan perumahan baik RSS, RS maupun real estat, juga
pembangunan sektor konstruksi lainnya seperti jalan, jembatan dsb. Identifikasi faktor
yang mempengaruhi pasar, baik itu sektor pendukung maupun penghambat
pengembangan usaha pertambangan andesit adalah :

cadangan; potensi andesit di Indonesia jelas memungkinkan dengan jumlah


cadangan yang besar dan lokasinya tersebar hampir di seluruh wilayah Indonesia;

tenaga kerja; cukup melimpah, biaya operasi tenaga kerja murah adalah faktor
yang menguntungkan baik bagi perusahaan maupun pemerintah;

konsumen; perkembangan sektor kontruksi (jalan dan perumahan) dan sektor


industri yang mulai membaik merupakan indikator akan meningkatnya tingkat
kebutuhan andesit di sektor ini. Oleh karena itu pengembangan pertambangan
andesit dengan berorientasi kepada pemenuhan kebutuhan sektor ini cukup
memberikan harapan.

Perkembangan konsumsi andesit di sektor industri dalam kurun waktu 1987 -1997
menunjukkan kecenderungan yang meningkat dengan laju perubahan tahunan sebesar
0,44%. Jenis industri barang-barang dari semen, genteng, dan barang bukan logam
lainnya merupakan pemakai utama komoditas ini (Tabel 4).

Andesit di sektor industri


Tahun
1987
1988
1989
1990
1991
1992
1993
1994
1995
1996
1997

Andesit (ton)
2.174.000
2.679.000
2.797.000
2.290.000
3.048.000
3.183.000
3.323.000
3.469.000
3.622.000
3.782.000
3.940.000

Sumber : Biro Pusat Statistik, diolah kembali


I.5 Manfaat/hasil yang diharapkan
Adapun manfaat yang diharapkan akan didapatkan sebagai input positif dari
penelitian ini antara lain yaitu:
1. Sebagai dasar pengawasan pelaksanaan penambangan
2. Sebagai dasar dalam pengambilan sebuah keputusan
3. Sebagai pertimbangan untuk melakukan perencanaan penambangan tentang
andesit di daerah lain.
I.6 Jadwal waktu