Anda di halaman 1dari 15

BAB I

PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Laboratorium merupakan tempat dimana dilakukannya berbagai penelitian
dan juga praktikum. Di dalam laboratorium ini terdapat berbagai macam alat dan
bahan yang dibutuhkan guna mendukung kegiatan di dalam laboratorium. Pada saat
praktikum , praktikan akan menggunakan alat-alat yang berada di laboratorium. Alat
dan bahan yang digunakan ketika praktikum sangat penting untuk terlebih dahulu
dipahami sehingga praktikan dapat menggunakannya dengan baik dan mengetahui
fungsinya dengan baik. Dalam penggunaan alat dan bahan praktikum ini harus
dilakukan dengan hati-hati danteliti agar alat tersebut tidak rusak. Dengan
mengenali alat dan bahan pula praktikan dapat mengetahui alat dan bahan mana saja
yang berbahaya maupun tidak sehingga praktikan dapat menggunakannya dengan
baik. (Egi Pamungkas, 2014).
Pada saat sekarang ini alat merupakan salah satu pendukung dari pada
keberhasilan suatu pekerjaan di laboratorium. Sehingga untuk memudahkan dan
melancarkan berlangsungnya praktikum pengetahuan mengenai penggunaan alat
sangat diperlukan. Pengenalan alat-alat laboratorium penting dilakukan untuk
keselamatan kerja saat melakukan penelitian. Alat-alat laboratorium biasanya
dapat rusak atau bahkan berbahaya jika penggunaannya tidak sesuai dengan
prosedur. Pentingnya dilakukan pengenalan alat-alat laboratorium adalah agar
dapat diketahui cara penggunaan alat tersebut dengan baik dan benar, sehingga
kesalahan prosedur pemakaian alat dapat diminimalisasi sedikit mungkin. Hal ini
penting agar saat melakukan penelitian, data yang diperoleh akan benar pula.

Bekerja di laboratorium tidak akan lepas dari berbagai kemungkinan terjadinya


bahaya dari berbagai jenis bahan kimia baik yang bersifat sangat berbahaya
maupun yang bersifat berbahaya. Selain itu, peralatan yang ada di dalam
laboratorium juga dapat mengakibatkan bahaya yang tak jarang berisiko tinggi
bagi praktikan yang sedang melakukan praktikum jika tidak mengetahui cara
dan prosedur penggunaan alat yang akan digunakan. Setiap percobaan kita selalu
menggunakan peralatan yang berbeda atau meskipun sama tapi ukurannya
berbeda. (Cipto Suriantika, dkk, 2013).
B. Tujuan Dan Manfaat
Adapun
tujuan
dari praktikum

tentang Pengenalan Alat-alat

Laboratorium yaitu:
1. Mengenal alat-alat laboratorium yang digunakan
2. Mengetahui fungsi alat-alat laboratorium dan cara pemakaiannya
Manfaat praktikum kali ini adalah:
1. Agar mahasiswa mengenal alat-alat yang digunakan dalam laboratorium,
2. Agar mahasiswa mengetahui fungsi dan cara pengunaan alat-alat laboratorium

BAB II
METODOLOGI PRAKTIKUM
A. Waktu Dan Tempat
Praktikum Nutrisi Ternak Dasar tentang Pengenalan Alat-alat Laboratorium
dilaksanakan pada hari Kamis tanggal 6 Oktober 2016, bertempat di Laboratorium
Nutrisi Dan Makanan Ternak, Fakultas Peternakan Universitas Halu Oleo, Kendari
B. ALAT
Alat yang digunakan pada praktikum Pengenalan Alat-alat Laboratorium,
kali ini adalah:

1. Cawan Alumunium
2. Cawan Porselin
3. Labu Erlemeyer
4. Gelas Ukur
5. Gelas Beaker
6. Pipet Ukur
7. Pipet Gondok
8. Pipet Tetes
9. Mikropipet
10. Pipet Biasa
11. Timbangan Analitik
12. Lemari Asam
13. Destilasi Otomatis
14. Tanur
15. Bulp
16. Labu Kjedahl
17. Hoplet
18. Tabung Destilasi
19. Alat Titrasi
20. Soclet
21. Alat Penyuling
22. Eksikator
23. Oven
C. Prosedur Kerja
Adapun prosedur kerja yang digunakan pada praktikum kali ini adalah
1. Pembimbing menjelaskan nama alat
2. Mahasiswa menulis nama alat
3. Mahasiswa mengambar alat-alat yang dijelaskan dosen dan menuliskan fungsi
dari masing-masing alat.

BAB III

PEMBAHASAN
A. Hasil
No

Nama Alat

Cawan Alumunium

Cawan Porselin

Gambar

Fungsi

Digunakan untuk
menganalisis bahan kering

Digunakan untuk
menganalisis bahan kering
adan abu

Labu Erlemeyer

Timbangan Analitik

Gelas Ukur

Mereaksikan larutan
berupa air, menyimpan
larutan hasil titrasi

Menimbang bahan dengan


ketelitian yang tinggi

Untuk mengukur
larutan, menyimpan
larutan

Pipet Gondok

Pipet Tetes

Mikropipet

Pipet Biasa

Mengambil larutan
yang berskala tertentu

Mengambil larutan
yang berskala kecil

Mengambil larutan dalam


volume yang kecil

Mengambil larutan dengan

volume tertentu

Tempat mereaksikan
10

Beaker Glass

larutan yang berbentuk


padat

11

Lemari Asam

12

Tabung Destilasi

13

Alat Titrasi

Tempat menyimpan
Larutan yang bersifat
asam atau untuk
melakukan proses analisis
kadar protein

Untuk destilasi larutan


bahan kimia

Untuk melakukan titrasi

protein atau larutan

14

Labu Kjedahl

Untuk analisis kadar


Protein

Untuk menyimpan
15

Eksikator

bahan-bahan yang
harus bebas air dan
mendinginkan larutan.

16

Alat Penyuling

Untuk menyuling air

17

Tanur

Tempat untuk proses


pengabuan dalam

analisis kadar abu

Menghomogenkan dan
18

Hoplet

memanaskan media
yang sudah disterilkan

Menghisap larutan yang


19

Bulp

ingin dipindahkan ke
botol larutan

20

Sochlet

21

Oven

Untuk menganalisis
kadar lemak

Untuk mengeringkan alat

dan bahan yang dalam


keadaan basah.

mengambil cawan yang


23

Gegep

ingin dipanaskan dan


menjepit cawan yang
ingin dipindahkan

B. Pembahasan
Peralatan-peralatan yang digunakan didalam laboratorium dibagi dalam
kelompok peralatan alat sterilisasi, alat aseptic, alat pemanas, alat wadah, alat
penghitung, cawan alumunium, cawan porselin, alat ukur, dan gegep, bulp,. Alat
sterilisasi diantaranya lemari asam, Oven, dan tanur. Alat pemanas salah satunya
Hotplate. Alat ukur diantaranya Erlenmeyer, Gelas Ukur,

Gelas Kimia, labu

kjhedal, Mikropipet, Neraca Analitik, Pipet Tetes, Pipet Gondok, dan Pipet Biasa.
Labu Erlenmeyer berfungsi untuk menampung larutan, bahan atau cairan
yang digunakan untuk meracik dan menghomogenkan bahan-bahan komposisi
media, menampung aquades. Labu erlemeyer terdapat beberapa pilihan berdasarkan
volume cairan yang dapat ditampungnya yaitu 25 ml, 50 ml, 100 ml, 250 ml. Prinsip
kerja dari labu erlenmeyer ini yaitu dengan menuangkan larutan atau zat kimia

secara langsung atau dengan menggunakan corong. Hal ini sesuai dengan pendapat
(Ernalia Rosita, 2013) yang menyatakan bahwa Untuk menyimpan dan memanaskan
larutan, Menampung titran (larutan yang dititrasi) pada proses titrasi.
Gelas Ukur berfungsi untuk mengukur volume suatu cairan, seperti labu
erlenmeyer, gelas ukur memiliki beberapa pilihan berdasarkan skala volumenya.
Pada saat mengukur volume larutan. Prinsip kerja alat ini yaitu dengan menuangkan
larutan atau zat kimia secara dengan berhati-hati. Hal ini sesuai dengan pendapat
(Pramitha Galuh, 2014) yang menyatakan gelas ukur berfungsi untuk mengukur
volume larutan yang tidak memerlukan ketelitian yang tinggi.
Cawan Porselin adalah alat yang digunakan untuk prosedur analisis kadar
abu dan kadar air, Cawan Alumunium adalah alat yang digunakan untuk analisis
kadar air tidak dapat digunakan untuk analisis kadar abu. Labu Kjhejal digunakan
untuk analisis kandungan protein alat ini terbuat dari kaca,
Shoclet digunakan untuk analisis kadar lemak. Hal ini tidak sesuai dengan
pendapat (Karnaia Rahman, 2012) yang menyatakan bahwa Soxhlet berfungsi untuk
memisahkan ekstak padatan suatu bahan dengan pelarut organik dan digunakan pada
proses ekstraksi.
Pipet Tetes berfungsi untuk untuk memindahkan larutan dengan volume
yang tidak diketahui. Prinsip kerja alat ini yaitu dengan menekan bagian karet dari
pipet tetes ini, kemudian bagian ujungnya dimasukkan ke dalam larutan dan
melepaskan karet tersebut. Hal ini sesuai dengan pendapat(Pramitha Galuh, 2014)

yang menyatakan pipet tetes berfungsi untuk mengambil larutan dalam jumlah yang
kecil
Mikropipet adalah alat untuk memindahkan cairan yang bervolume cukup
kecil, biasanya kurang dari 1000 l. Banyak pilihan kapasitas dalam mikropipet,
misalnya mikropipet yang dapat diatur volume pengambilannya (adjustable volume
pipette) antara 1l sampai 20 l, atau mikropipet yg tidak bisa diatur volumenya,
hanya tersedia satu pilihan volume (fixed volume pipette) misalnya mikropipet 5 l.
Pipet Gondok berfungsi untuk mengambil larutan yang berskala tertentu.
Pipet ini berfariasi mulai daru ukuran 5 ml, 10ml, sampai 30 ml. Hal ini sesuai
dengan pendapat (Pramitha Galuh, 2014) yang menyatakan pipet gondok digunakan
untuk mengambil larutan dengan volume tertentu dan tepat.
Karet penyedot/Bulp adalah alat untuk menyedot larutan yang dari botol
larutan. Untuk larutan selain air sebaiknya digunakan karet pengisat yang telah
disambungkan pada pipet ukur. Sesuai dengan pendapat (Pramitha Galuh, 2014)
yang menyatakan bulp berfungsi untuk mengambil atau menyedot larutan yang akan
diukur
Hotplet berfungsi untuk Menghomogenkan dan memanaskan media yang
sudah disterilkan. Hal ini sesuai dengan pendapat (Egi Pamungkas, 2014) yang
menyatakan bahwa hot plet berfungsi untuk menghomogenkan suatu zat dan
memanaskan suatu media yang sudah disterilkan.
Neraca Analitik, yaitu timbangan digital yang fungsinya untuk menimbang
berat sampel dan berat media. Timbangan ini bisa direset agar kembali ke 0 lagi.

Prinsip kerja alat ini yaitu dengan meletakkan bahan sehingga akan tertera secara
langsung pada layar berat bahan tersebut. Hal ini sesuai dengan pendapat (Egi
Pamungkas, 2014) yang menyatakan bahwa neraca analitik berfungsi untuk
mengukur masa atau berat sampel yang dapat di restar kembali ke angka 0 lagi.
Gelas Beker adalah sebuah wadah penampung yang digunakan untuk
mereaksikan larutan yang berbentuk padat dan memanaskan cairan. Beker seringkali
dibubuhi dengan ukuran yang terdapat pada sisi beker yang mengindikasikan
volume tertampung. Hal ini sesui dengan pendapat (Egi Pamungkas, 2014) yang
menyatakan bahwa gelas beker berfungsi untuk menampung larutan dan
mereaksikan larutan yang berbentuk padatan.
Alat Titrasi berfungsi untuk melakukan proses titrasi larutan atau protein.
Hal ini sesuai dengan pendapat (Ernalia Rosita, 2013) yang menyatakan alat titrasi
terdiri dari statif dan klem yang berfungsi untuk menjepit buret atau pipet, dan buret
berfungsi untuk mengeluarkan larutan dalam volume tertentu. Tabung Destilasi,
berfungsi untuk proses destilasi larutan
Oven adalah peralatan yang digunakan untuk sterilisasi kering, juga dapat
digunakan untuk mengeringkan alat-alat sebelum digunakan dan digunakan untuk
mengeringkan bahan yang dalam keadaan basah. Hal ini sesuai dengan pendapat
(Cipto surianrika, 2013) yang menyatakan bahwa oven berfungsi sebagai alat
mengeringkan alat dan bahan yang harus bebas dari air.
Eksikator

berfungsi untuk Untuk menyimpan bahan-bahan yang harus

bebas air dan mendinginkan larutan. Hal ini sesuai dengan pendapat yang

menyatakan bahwa eksikator berfungsi untuk mendingikkan larutan dan menyimpan


bahan-bahan yang harus bebas dari air eksikator terdapat dua jenis yaitu eksikator
vakum dan eksikator biasa.
Tanur berfungsi untuk, Tempat untuk proses pengabuan dalam analisis
kadar abu, untuk memanaskan larutan. Hal ini sesuai dengan pendapat (Cipto
Suriantika, 2013) yang menyatakan tanur berfungsi untuk memanaskan larutan atau
sampel.
Gegep berfungsi untuk menjepit atau mengambil cawan yang ingin
dipanaskan. Prinsip kerja gegep ialah dengan cara memegang bagian pegangan
gegep, kemudian menjepit cawan yang ingin dipindahkan atau digunakan. Hal ini
sesuai dengan pendapat (Ernalia Rosita, 2013) yang menyatakan gegep atau penjepit
tabung berfungsi untuk menjepit tabung atau cawan yang ingin dipanaskan atau
dipindahkan yang tidak dapat diambil dengan tangan, gegep ini biasa terbuat dari
kayu atau besi.
Lemari Asam, Lemari asam ini digunakan untuk tempat mereaksikan
berbagai jenis reaksi kimia, terutama dalam mereaksikan zat-zat yang berbahaya,
beracun, maupun deskrusi larutan yang bersifat asam, dan untuk proses analisis
kadar protein suatu bahan pakan atau pangan. Hal ini sesuai dengan pendapat
(Hidayat, R. 2015) yang menyatakan bahwa lemari asam berfungsi untuk
menyimpan larutan yang bersifat asam.

BAB IV
PENUTUP
A. Kesimpulan
Berdasarkan hasil praktikum yang dilakukan kami menyimpulkan bahwa
1. Alat-alat mikrobiologi memiliki nama, fungsi dan cara penggunaan yang
berbeda dari masing-masing alat. Alat-alat mikrobiologi pada umumnya
terbuat dari kaca, karena kaca tidak dapat bereaksi dengan zat kimia dan
yang terpenting tahan terhadap panas.
2. Peralatan laboratorium yang digunakan pada saat praktikum tersiri atas cawan
porselin, cawan alumunium, labu erlenmeyer, gelas ukur, tabung reaksi, pipet
ukur pipet tetes, pipet gondok, mikropipet, karet penyedot atau bulp, gegep,
labu kjehal, alat destilasi,timbangan analitik, pipet tetes, mikropipet, beaker
glass, oven, tanur, hot plate, dan lemari asam.
B. Saran
Adapun saran yang dapat kami berikan adalah mahasiswa yang melakukan
praktikum agar mengikutinya dengan baik, dan dapat mengenal alat-alat yang
digunakan beserta dengan fungsinya agar pada praktikum selanjutnya praktikan
tidak melakukan kesalahan.

DAFTAR PUSTAKA

Galuh, P. 2014. Laporan Praktikum Kimia Klinik Percobaan 1 Pengenalan Alat-Alat


Laboratorium. Poltekkes Kemenkes Surabaya. Surabaya
Hidayat, R. 2015. Alat-alat Laboratorium Beserta Fungsinya. Dayat17.blogspot.co.id.
diakses pada tanggal 8 Oktober 2016

http://hestcassie.wordpress.com/2013/03/12/laporanpraktikummikrobiologipengenalanalat-alat/ diakses pada tanggsl 8 Oktober 2016


Pamungkas, E. 2014. Laporan Praktikum Biokimia Perairan Pengenalan Alat Dan
Bahan Praktikum. Semarang.
Rahman, K. 2012. Laporan Praktikum Kimia Dasar. Universitas Lambung Mangkurat.
Banjarbaru
Rosita, E. 2013. Laporan Mingguan Praktikum Kimia Dasar Pengenalan Alat Di
Laboratorium. Universitas pasundan. Bandung
Suriantika, C, dkk. 2013. Laporan Praktikum Mikrobiologi Sterilisasi Dan
Pengenalan Peralatan Mikrobiologi. Universitas Muhammadiyah Prof. Dr.
Hamka