Anda di halaman 1dari 12

METAMORFOSIS AKAR, BATANG, DAN DAUN

Organ pokok tumbuhan hanya akar, batang, dan daun,


sedangkan bagian-bagian lain pada tumbuhan hanyalah
penjelmaan salah satu di antara ketiga bagian pokok tersebut.
Di antara berbagai macam bagian tumbuhan yang sering
kita jumpai, yang tidak lagi jelas berupa akar, batang, atau daun,
ialah:
1. Kuncup (gemma)
2. Rimpang (rhizoma), umbi (tuber), dan umbi lapis (bulbus)
3. Alat pemmbelit atau sulur (cirrhus)
4. Piala (ascidium) dan gelembung (utriculus)
5. Duri (spina)
6. Alat-alat tambahan (organa accessoria)
Kuncup (Gemma)
1. Kuncup merupakan bagian tumbuhan yang sesungguhnya adalah
tunas, jadi terdiri atas calon batang beserta calon daun-daunnya.
2. Kuncup lazimnya dilindungi oleh alat-alat seperti rambut-rambut,
sisik-sisik, daun penumpu dan lain-lain.
3. Kuncup dapat berkembang menjadi bagian tumbuhan yang baru.
4. Tidak semua kuncup dapat berkembang menjadi bagian
tumbuhan yang baru.
5. Pada tumbuhan ada kuncup yang selama bertahun-tahun berupa
kuncup saja. Kuncup ini disebut kuncup tidur atau kuncup laten.
6. Menurut tempatnya kuncup dibedakan dalam tiga macam:
a. Kuncup ujung (gemma terminalis)
Kuncup yang terdapat pada ujung-ujung batang, cabang-cabang
dan ranting-ranting.
b. Kuncup ketiak (gemma axillaris atau gemma lateralis)
1. Kuncup yang terdapat di dalam ketiak daun.
2. Kuncup inilah yang kalau berkembang lazimnya akan
menghasilkan cabang baru.
c. Kuncup liar (gemma adventicius)
Kuncup-kuncup yang tidak terdapat pada ujung atau ketiak daun.
Menurut tempatnya, kuncup liar dapat dibedakan seperti berikut:
1. Di sembarang tempat pada batang, dan jika tumbuh biasanya
akan menghasilkan wiwilan atau tunas air. Ex: pohon coklat
(Theobroma cacao L.)
2. Pada tepi daun, dan kalau tumbuh bahkan dapat menghasilkan
tumbuhan baru. Ex: cocor bebek (Kalanchoe pinnata Pers.)

3. Pada akar, dan biasanya juga dapat menjadi tumbuhan baru. Ex:
sukun (Artocarpus communis Forst.), dan talok (Muntingia
calabura L.)
Selain pembagian kuncup di atas. Kuncup juga dapat dibedakan
menjadi:
1. Kuncup daun (gemma foliifera)
Nama kuncup ini sesungguhnya kurang tepat, karena kuncup
tidak berkembang menjadi daun, melainkan menjadi tunas yang
mendukung daun-daun.
2. Kuncup bunga (gemma florifera atau alabastrum)
Kuncup yang tidak berkembang menjadi tunas, melainkan
menjadi bunga (mengalami metamorfosis). Kuncup bunga dapat
dijumpai pada ujung batang maupun dalam ketiak daun.
3. Kuncup campuran (gemma mixta)
Kuncup yang jika berkembang akan menghasilkan tunas dengan
daun-daun biasa dan bunga.
Berdasarkan keberadaan pelindungnya, kuncup dapat dibedakan
menjadi:
1. Kuncup telanjang (gemma nudus)
Kuncup yang sama sekali tidak mempunyai alat-alat
pelindung.
2. Kuncup tertutup (gemma claulus)
Kuncup yang mempunyai pelindung yang menyelubungi
kuncup tadi.
Rimpang (Rhizoma), Umbi (Tuber), dan Umbi Lapis
(Bulbus)
Ketiga macam alat tersebut di atas adalah metamorfosis
batang dan/ atau akar/ daun. Alat-alat ini merupakan badan yang
membengkak dan umumnya menjadi tempat penimbunan
makanan,
disamping
itu
dapat
pula
dijadikan
alat
perkembangbiakan.
Rimpang (rhizoma)
1. Sesungguhnya adalah batang beserta daunnya yang terdapat di
dalam tanah, bercabang-cabang dan tumbuh mendatar, dan dari
ujungnya dapat tumbuh tunas yang muncul di atas tanah dan
dapat merupakan suatu tumbuhan baru.

2. Di samping sebagai alat perkembangbiakan juga merupakan


tempat penimbunan zat-zat cadangan makanan. Ex: tasbih
(Canna edulis Ker.) dan kerut (Maranata arundinacea L.)
Rimpang merupakan penjelmaan batang, bukan akar. Hal ini
dapat dilihat dari tanda-tanda berikut:
1. Beruas-ruas dan berbuku-buku
2. Berdaun, tetapi daunnya telah menjelma menjadi sisik-sisik
3. Mempunyai kuncup-kuncup
4. Tumbuhnya tidak ke pusat bumi atau air
Umbi (tuber)
Umbi merupakan suatu badan yang membengkak, bangun
bulat, seperti kerucut atau tidak beraturan, merupakan tempat
penimbunan makanan. Merupakan penjelmaan batang atau akar.
1. Umbi batang (tuber caulogenum)
a. Umumnya tidak mempunyai sisa-sisa daun atau penjelmaannya,
oleh sebab itu seringkali permukaannya tampak licin, buku-buku
batang dan ruas-ruasnya tidak jelas. Karena tidak adanya sisa
daun, maka umbi ini dinamakan umbi telanjang (tuber nudus). Ex:
kentang (Solanum tuberosumL.) dan ubi jalar (Ipomea
batatas Poir.).
b. Pada beberapa jenis tumbuhan dapat dijumpai umbi yang
terletak di bagian tumbuhan yang ada di atas tanah, yaitu pada
batang yang biasanya di tempat itu terdapat bunga atau di ketiak
daun. Umbi ini disebut katak atau katibung (tuber accessorium
atau tuber caulinare). Ex: ubi (Dioscorea alata L.) dan gembili
(Dioscorea aculeata L.)
2. Umbi akar (tuber rhizogenum)
Merupakan penjelmaan akar:
a. Akar tunggang. Ex: lobak (Raphanus sativus L.), bengkuang
(Pachyrrhizus erosus Urb.), dan ubi kayu (Manihot utilissima Pohl.)
b. Akar serabut. Ex: dahlia (Dahlia variabilis Desf.)
Umbi lapis (bulbus)
Merupakan penjelmaan batang beserta daunnya.Pada umbi
lapis dapat dibedakan bagian-bagian berikut:
1. Subang atau cakram (discus)
2. Sisik-sisik (tunica atau squama)
3. Kuncup-kuncupnya (gemmae):

a. Kuncup pokok (gemma bulbi), merupakan kuncup ujung, terdapat


pada bagian atas cakram yang tumbuh ke atas mendukung daundaun biasa, serta bunga
b. Kuncup samping, yang biasanya tumbuh merupakan umbi lapis
kecil-kecil, berkelompok di sekitar umbi induknya. Bagian ini
dinamakan siung (bulbus). Ex: bawang merah (Allium cepa L.)
c. Akar-akar serabut terdapat pada bagian bawah cakram.
Menurut sifat sisik-sisiknya dapat dibedakan dalam dua
macam, yaitu:
1. Yang berlapis (bulbus squamosus), jika daunnya merupakan
bagian yang lebar, dan yang lebih luar menyelubungi bagian yang
lebih dalam, hingga jika umbi diiris membujur akan tampak jelas
susunannya yang berlapis-lapis. Ex: bawang merah (Allium
cepaL.)
2. Yang bersisik (bulbus squamosus), jika metamorfosis daundaunnya tidak merupakan bagian yang lebar yang dapat
merupakan selubung seluruh umbi, melainkan tersusun seperti
genting. Ex: lilia (Lilium candidum L.)
1.
2.
3.
1.
2.
a.
b.
c.
3.

Alat Pembelit atau Sulur (Cirrhus)


Merupakan bagian-bagian tumbuhan yang biasanya menyerupai
spral dan berguna untuk membelit benda-benda yang
disentuhnya.
Alat ini ditemukan pada tumbuhan yang memanjat saja.
Merupakan metamorfosis daun, batang, dan atau akar.
Menurut asalnya alat-alat pembelit dapat dibedakan dalam:
Cabang pembelit (sulur dahan atau sulur cabang). Ex: air mata
pengantin (Antigonan leptopus Hook et Arn.) markisah (Passiflora
quadrangularis L.), dan anggur (Vitis vinifera L.)
Daun pembelit (sulur daun). Pembagiannya:
Tangkai daunnya
Ujung daunnya
Ujung ibu tangkai daun pada daun majemuk
Akar pembelit. Ex: panili (Vanilla planifolia Andr.)
Piala (Ascidium) dan Gelembung (Utriculus)
Gelembung atau piala merupakan metamorfosis daun atau
sebagian daun, dan lazimnya digunakan untuk menangkap
serangga.

1. Piala, biasanya merupakan ujung daun yang diubah menjadi


badan menyerupai piala yang lengkap dengan tutupnya. Ex:
kantong semar (Nepenthes ampullaria Jack.)
2. Gelembung, terdapat pada tumbuhan insectivora yang hidup di
air. Ex: rumput gelembung (Utricularia flexuosa Vahl.)
Duri sejati
Duri yang merupakan metamorfosis salah satu bagian pokok
tumbuhan, oleh karena itu biasanya sukar ditanggalkan dari
batang, dan jika dapat ditanggalkan akan meninggalkan bekas
luka.
Menurut asalnya dapat dibedakan menjadi:
1. Duri dahan (spina caulogeneum). Ex: bogenvil (Bougainvillea
spectabilis Wild.)
2. Duri daun (spina phyllogenum). Ex: kaktus (Cactussp., Opuntia sp.
dll)
3. Duri akar (spina rhizogenum). Ex: gembili (Dioscorea aculeata L.)
dan gembolo (Dioscorea bulbivera L.)
4. Duri daun penumpu (spina stipulogenum). Ex: susuru (Euphorbia
trigona Haw.)
Duri kulit atau duri tempel
Duri yang tidak merupakan metamorfosis suatu alat,
melainkan hanya merupakan semacam alat tambahan, jadi hanya
menempel pada kulit.
Alat-Alat Tambahan (Organa Accessoria)
Bukan merupakan penjelmaan salah satu dari ketiga bagian
pokok tumbuhan. Alat-alat ini dapat dibedakan dalam tiga
golongan:
1. Papila (papillae)
Merupakan penjolan-penjolan pada permukaan suatu alat, yang
hanya merupakan peninggian dinding sel yang jika diraba akan
terasa halus seperti beludru, biasanya terdapat pada daun
mahkota bunga. Ex: bunga telang (Clitoria ternatea L.)
2. Rambut-rambut (trichoma)
Merupakan alat-alat tambahan berupa rambut-rambut atau sisisksisik, yang pada pembentukannya hanya kulit luar tubuh
tumbuhan saja yang ikut mengambil bagian, sehingga alat
tersebut sangat mudah ditanggalkan. Trikoma pada tumbuhan
dapat berupa:

a.

Sisik bulu (ramentum). Bulu-bulu yang pipih yang menutupi


batang atau bagian-bagian tumbuhan yang lain. Ex: pakis haji
(Cycas rumphii Miq.)
b. Sisik (lepis), bagian-bagian yang pipih menempel rapat pada alatalat tumbuhan, misalnya pada daun atau tangkai daun. Ex: daun
durian (Durio zibethinus Murr.)
c. Bulu-bulu atau rambut halus (pilus). Bulu-bulu atau rambut ini
sangat bermacam-macam bentuk dan susunannya, ada yang
bercabang, ada yang seperti bintang. Ex: daun waru (Hibiscus
tiliaceusL.)
d. Rambut kelenjar (pilus capilatus). Bentuknya seperti bulu-bulu
pada umumnya, tetapi dari bagian ujungnya dapat dikeluarkan
suatu zat, misalnya semacam resin. Ex: tembakau (Nicotiana
tabacum L.)

3. Emergensia (emergentia)
Merupakan alat tambahan yang tidak hanya tersusun atas
bagian-bagian kulit luar, akan tetapi bagian yang lebih dalam
daripada kulit luar ikut pula mengambil bagian dalam
pembentukannya. Yang digolongkan dalam emergensia yaitu:
a. Rambut-rambut gatal atau perangsang (stimulus). Ex: kemaduh
(Laportea stimulans Miq.)
b. Duri tempel (aculeus). Ex: mawar (Rosa sp.), dan pohon randu
(Ceiba pentandra Gaertn.)
A. Kuncup (gemma)
Kuncup merupakan calon tunas yang terdiri atas calon batang dan calon daun-daunnya. Kuncup
adalah bagian yang sangat lemah sehingga biasanya kuncup dilindungi oleh alat-alat seperti
ramut-rambut,sisik-sisik,daun penumpu dan lain sebagainya agar tidak mengalami kerusakan
akibat pengaruh faktor luar.
Jika kuncup mulai berkembang maka pelindungnya akan runtuh, ada yang cepat runtuh dan ada
pula yg agak lama dan tidak semua kuncup berkembang menjadi tumbuhan yang baru. Kuncup
yang tidak memperlihatkan kegiatan hidupnya disebut kuncup tidur atau kuncup laten. Menurut
tempatnya kuncup dibedakan menjadi 3 macam:
1. Kuncup ujung(gemma terminalis)
Yaitu kuncup yang terdapat pada ujung-ujung batang,cabang-cabang,dan ranting.
2. Kuncup ketiak (gemma axillaris atau gemma lateralis)
Yaitu kuncup yang terdapat di ketiak daun, jadi di bagian samping batang.kuncup inilah yang
biasanya menghasilkan cabang baru.
3. Kuncup liar (gemma adventicius)

Yaitu kuncup-kuncup yang tidak terdapat pada ujung atau ketiak daun. Menurut tempatnya,
kuncup liar dapat dibedakan sebagai berikut:
Disembarang tempat pada batang, , dan jika tumbuh biasanya akan menghasilkan wiwilan atau
tunas air. Misalnya pada pohon coklat (Theobroma cacao L.)
Pada tepi daun, dan kalau tumbuh bahkan dapat menghasilkan tumbuhan baru. Misalnya pada
cocor bebek (Kalanchoe pinnata Pers.)
Pada akar, dan biasanya juga dapat menjadi tumbuhan baru. Ex: sukun Artocarpus
communis Forst.), dan talok (Muntingia calaburaL.)
Selain pembagian kuncup di atas. Kuncup juga dapat dibedakan menjadi:
1. Kuncup daun (gemma foliifera)
Nama kuncup ini sesungguhnya kurang tepat, karena kuncup tidak berkembang menjadi
daun, melainkan menjadi tunas yang mendukung daun-daun.
2. Kuncup bunga (gemma florifera atau alabastrum)
Yaitu Kuncup yang tidak berkembang menjadi tunas, melainkan menjadi bunga
mengalami metamorfosis). Kuncup bunga dapat dijumpai pada ujung batang maupun dalam
ketiak daun.
3. Kuncup campuran (gemma mixta)
Yaitu Kuncup yang jika berkembang akan menghasilkan tunas dengan daundaun
biasa dan bunga.
Berdasarkan keberadaan pelindungnya, kuncup dapat dibedakan menjadi:
1. Kuncup telanjang (gemma nudus)
Yaitu Kuncup yang sama sekali tidak mempunyai alat-alat pelindung.
2. Kuncup tertutup (gemma claulus)
Yaitu Kuncup yang mempunyai pelindung yang menyelubungi kuncup tadi.
B. Rimpang (rhizoma), umbi (tuber), dan umbi lapis (bulbus)
Ketiga macam alat tersebut di atas adalah metamorfosis batang dan/ atau akar/ daun. Alat-alat ini
merupakan badan yang membengkak dan umumnya menjadi tempat penimbunan makanan,
disamping itu dapat pula dijadikan alat perkembangbiakan.
1. Rimpang (rhizoma)
Rhizoma adalah suatu bagian tumbuhan metamorphosis dari batang dan daun. Sepintas
nampak seperti akar karena terdapat didalam tanah, namun rhizoma sebenarnya adalah sebuah
batang lengkap dengan kuncup bakal daun.
Hal ini memungkinkantumbuhan yang memiliki rhizome dapat berkembang biak secara
vegetative melalui batang yang terpendam, sehingga kuncup yang terdapat pada rhizome dapat
tumbuh dan memisahkan diri dari induk asalnya. Selain sebagai alat perkembangbiakan rhizome
juga digunakan untuk menyimpan cadangan makanan. Berbeda dengan akar, rhizome tidak
tumbuh mengikuti arah gravitasi dan air, melainkan mendatar horizontal, memiliki sisik atau
rambut yang tidak lain adalah penjelmaan dari daun daunnya. Rhizoma juga memiliki ruas ruas
serta buku buku yang menunjukkan bahwa rhizome berasal dari batang. Tumbuhan yang
memiliki rhizome antara lain jahe, lengkuas, dan lain lain. Rimpang Sesungguhnya adalah
batang beserta daunnya yang terdapat di dalam tanah, bercabang-cabang dan tumbuh mendatar,

dan dari ujungnya dapat tumbuh tunas yang muncul di atas tanah dan dapat merupakan suatu
tumbuhan baru.
Di samping sebagai alat perkembangbiakan juga merupakan tempat penimbunan zat-zat
cadangan makanan. contoh: tasbih (Canna edulis Ker.) dan kerut (Maranata arundinacea L.)
Rimpang merupakan penjelmaan batang, bukan akar. Hal ini dapat dilihat dari tanda-tanda
berikut:
a. Beruas-ruas dan berbuku-buku
b. Berdaun, tetapi daunnya telah menjelma menjadi sisik-sisik
c. Mempunyai kuncup-kuncup
d. Tumbuhnya tidak ke pusat bumi atau air
2.
Umbi (tuber)
Tuber Istilah dalam bahasa Indonesia disebut umbi, berbentuk membengkak. Digunakan sebagai
tempat penimbunan makanan, adakalanya digunakan sebagai alat perkembang biakan secara
vegetative.Umbi merupakan suatu badan yang membengkak, bangun bulat, seperti kerucut atau
tidak beraturan, merupakan tempat penimbunan makanan pula seperti rimpang. Merupakan
penjelmaan batang atau akar.
Oleh sebab itu umbi dibedakan dalam:
a. Umbi batang (tuber caulogenum)
Umumnya tidak mempunyai sisa-sisa daun atau penjelmaannya, oleh sebab itu seringkali
permukaannya tampak licin, buku-buku batang dan ruas-ruasnya tidak jelas. Karena tidak adanya
sisa daun, maka umbi ini dinamakan umbi telanjang (tuber nudus). Ex: kentang (Solanum
tuberosum L.) dan ubi jalar (Ipomea batatas Poir.).
Pada beberapa jenis tumbuhan dapat dijumpai umbi yang terletak di bagian tumbuhan yang ada
di atas tanah, yaitu pada batang yang biasanya di tempat itu terdapat bunga atau di ketiak daun.
Umbi ini disebut katak atau katibung (tuber accessorium atau tuber caulinare). Ex: ubi
(Dioscorea alata L.) dan gembili (Dioscorea aculeata L.)

b. Umbi akar
adalah umbi yang merupakan penjelmaan akar,dan karena akar tidak pernah mempunyai
daun, umbi yang berasal dari akar pada dasar nya akan merupakan umbi yang telanjang. Melihat
akar yang mana yang mengalami metamorfosis menjadi umbi itu,maka umbi akar dapat
merupakan penjelmaan.
Akar tunggang. Ex: lobak (Raphanus sativus L.), bengkuang (Pachyrrhizus erosusUrb.), dan ubi
kayu (Manihot utilissima Pohl.)
Akar serabut. Ex: dahlia (Dahlia variabilis Desf.)

c. Umbi lapis (bulbus)


Merupakan penjelmaan batang beserta daunnya. Dinamakan unbi lapis karena
memperlihatkan susunan yang berlapis-lapis. Pada umbi lapis dapat dibedakan bagian-bagian
berikut:
1) Subang atau cakram (discus)
2) Sisik-sisik (tunica atau squama)
3) Kuncup-kuncupnya (gemmae):
kuncup-kuncupnya dapat dibedakan dalam:
Kuncup pokok (gemma bulbi).
Kuncup samping
Akar-akar serabut
Menurut sifat sisik-sisiknya dapat dibedakan dalam dua macam, yaitu:
1. Yang berlapis (bulbus squamosus), jika daunnya merupakan bagian yang lebar, dan yang lebih
luar menyelubungi bagian yang lebih dalam, hingga jika umbi diiris membujur akan tampak jelas
susunannya yang berlapis-lapis. Ex: bawang merah (Allium cepa L.)

2. Yang bersisik (bulbus squamosus), jika metamorfosis daun-daunnya tidak


merupakan
bagian yang lebar yang dapat merupakan selubung seluruh umbi, melainkan tersusun seperti
genting. Ex: lilia (Lilium candidum L.)
C. Alat Pembelit atau Sulur (Cirrhus)

Yang dinamakan alat-alat pembelit adalah bagian-bagian tumbuhan yang biasanya menyerupai
spiral dan berguna untuk membelit benda-benda yang disentuhnya Yaitu untuk berpegangan pada
waktu tumbuhan ini berusaha mendapatkan menunjang untuk dapat naik ke atas karena
tumbuhan naik keatas menggunakan alat-alat dinamakan memanjat maka Alat ini ditemukan
pada tumbuhan yang memanjat saja.Alat-alat ini pada hakikatnya juga merupakan penjelmaan
antara
ketiga
bagian
pakok
tumbuhan
biasanya
merupakan
metamorfosis
dahan(cabang),daun,atau sebagaiaan daun saja,dapat pula merupakan metamorfosis akar.
Menurut asalnya alat-alat pembelit dapat dibedakan dalam:
1. Cabang pembelit (sulur dahan atau sulur cabang) yaitu akar pembelit yang terjadi dari cabang
atau tunas, yang biasanya terlihat dari tempatnya yaitu dalam ketiak daun atau terhadapan
dengan daun dan sering kali mendukung daun-daun kecil. Ex: air mata pengantin (Antigonan
leptopus Hook et Arn.) markisah (Passiflora quadrangularis L.), dan anggur (Vitis vinifera L.)

2. Daun pembelit (sulur daun) Yaitu alat pembelit yang biasanya merupakan penjelmaan suatu
bagian daun, jadi bukan berasal dari daun salurannya ada kalanya bagian yang menbali itu :
Pembagiannya:
a. Tangkai daunnya
b. Ujung daunnya
c. Ujung ibu tangkai daun pada daun majemuk
3. Akar pembelit, Yaitu akar yang merubah menjadi suatu alat pembelit.
Ex: panili (Vanilla planifolia Andr.)
D. Piala (Ascidium) dan Gelembung (Utriculus)
Gelembung dan piala merupakan metamorfosis daun atau sebagian daun, dan lazimnya
digunakan untuk menangkap serangga.
1. Piala, biasanya merupakan ujung daun yang diubah menjadi badan menyerupai piala yang
lengkap dengan tutupnya. Ex: kantong semar (Nepenthes ampullariaJack.)
2. Gelembung, terdapat pada tumbuhan insectivora yang hidup di air. Ex: rumput gelembung
(Utricularia flexuosa Vahl.)

E. Duri sejati
1. Duri yang merupakan metamorfosis salah satu bagian pokok tumbuhan, oleh karena itu
biasanya sukar ditanggalkan dari batang, dan jika dapat ditanggalkan akan meninggalkan bekas
luka.
Menurut asalnya dapat dibedakan menjadi:
a. Duri dahan (spina caulogeneum) jika merupakan penjelmaan cabang atau dahan,misalnya pada:
bogenvil (Bougainvillea spectabilis Wild.)
b. Duri daun (spina phyllogenum) yaitu duri yang merupakan metamorfosis daun seperti terdapat
pada:kaktus (Cactus sp., Opuntia sp. dll)
c. Duri akar (spina rhizogenum)yaitu akar yang menjadi keras dan mempunyai ujung-ujung yang
tajam saperti terdapat : gembili (Dioscorea aculeata L.) dan gembolo (Dioscorea bulbivera L.)
d. Duri daun penumpu (spina stipulogenum)yaitu duri yang berasal dari daun penumpu dan oleh
sebab itu sering kali terdapat dalam jumlah sepasang di kanan kiri atau metamorfosisnya terdapat
pada : susuru (Euphorbia trigonaHaw.)
2. Duri yang tidak merupakan metamorfosis suatu alat, melainkan hanya merupakan semacam
alat tambahan, jadi hanya menempel pada kulit. Oleh sebab itu disebut jga dengan duri kulit atau
duri tempel (aculeus).
F. Alat-Alat Tambahan (Organa Accessoria)

1.

2.

a.
b.
c.

d.

Alat-alat ini bukan merupakan penjelmaan salah satu dari ketiga bagian pokok tumbuhan.
Alat-alat ini dapat dibedakan dalam tiga golongan:
Papila (papillae)
Merupakan penjolan-penjolan pada permukaan suatu alat, yang hanya merupakan
peninggian dinding sel yang jika diraba akan terasa halus seperti beludru, biasanya terdapat pada
daun mahkota bunga. Ex: bunga telang (Clitoria ternatea L.)
Rambut-rambut (trichoma)
Merupakan alat-alat tambahan berupa rambut-rambut atau sisisk-sisik, yang pada
pembentukannya hanya kulit luar tubuh tumbuhan saja yang ikut mengambil bagian, sehingga
alat tersebut sangat mudah ditanggalkan. Trikoma pada tumbuhan dapat berupa:
Sisik bulu (ramentum). Bulu-bulu yang pipih yang menutupi batang atau bagian-bagian
tumbuhan yang lain. Ex: pakis haji (Cycas rumphii Miq.)
Sisik (lepis), bagian-bagian yang pipih menempel rapat pada alat-alat tumbuhan, misalnya pada
daun atau tangkai daun. Ex: daun durian (Durio zibethinus Murr.)
Bulu-bulu atau rambut halus (pilus). Bulu-bulu atau rambut ini sangat bermacam-macam bentuk
dan susunannya, ada yang bercabang, ada yang seperti bintang. Ex: daun waru (Hibiscus
tiliaceus L.)
Rambut kelenjar (pilus capilatus). Bentuknya seperti bulu-bulu pada umumnya, tetapi dari
bagian ujungnya dapat dikeluarkan suatu zat, misalnya semacam resin. Misalnya pada :tembakau
(Nicotiana tabacum L.)

3. Emergensia (emergentia)

a.

b.

1.
2.
3.
4.
5.

Merupakan alat tambahan yang tidak hanya tersusun atas bagian-bagian kulit luar, akan
tetapi bagian yang lebih dalam daripada kulit luar ikut pula mengambil bagian dalam
pembentukannya. Yang digolongkan dalam emergensia yaitu:
Rambut-rambut gatal atau perangsang (stimulus)yaitu rambut-rambut yang ujung nya mudah
patah,dan jika sudah patanh ujungnya menjadi alat semacam jarum penyuntikyang tajam ,mudah
menusuk kulit,dan melalui liang pada ujungnya tadi kedalam kulit dimasukkan zat-zat yang
kepada kulit memberikan rasa gatal dan panas ,seperti : kemaduh (Laportea stimulans Miq.)
Duri tempel (aculeus),duri yang mudah ditinggalkan dari alat yang mendukungnya,terdapat
misalnya pada : mawar (Rosa sp.), dan pohon randu (Ceiba pentandra Gaertn.)
Organa Accessoria mempunyai fungsi yang berbeda-beda, antara lain;
Sebagai pelindung terhadap gangguan binatang, yaitu yang berupa duri dan rambut gatal
Sebagai pelindung terhadap kekeringan, misalnya rambut-rambut pada kaktus
Sebagai alat untuk penyerapan air dan zat makanan, yaitu bulu-bulu akar
Sebagai alat untuk pemencaran biji, misalnya rambut-rambut pada biji kapas (gossipium sp.)
Sebagai alat untuk pernafasan, yaitu lentisel.