Anda di halaman 1dari 5

MODUL VI VARIASI TEGANGAN

Durrotus Sarofina (H1E014002)


Asisten: Rahmat M. Yasin
Tanggal Percobaan: 26/05/2016
PAF15211P-Elektroika Dasar II

Laboratorium Elektronika, Instrumentasi dan GeofisikaFakultas Matematika


dan Ilmu Pengetahuan Alam Unsoed
Abstrak
Pada
praktikum
variasi
tegangan
tujuannya
adalah
agar
mahasiswa
mampu memahami berbagai variasi yang
dapatdi kerjjakan dengan tegangan di
antarannya membuat rangkaian pembagi
tegangan
dan
rangkaian
pelipat
tegangan. Pada percobaan komponen
yang di gunakan adalah CRO,Generator
isyarat,
papan
breadbord
MMD,dioda,kapasitor dan resisitor serta
potensiometer 100k. Pada rangkaian
pelipat dan pembagi tegangan kita
mencari nilai tegangan yang di dapatkan
dari osiloskop dan MMD di mana nilai
tegangan itu dari tegangan generator
yang di setting untuk pembagi tegangan
20 Vpp dan untuk pelipat tegangan 2
Vpp.
Kata kunci: Variasi tegangan, Pelipat
Tegangan, Pembagi Tegangan.
1. PENDAHULUAN
Catu daya merupaan perangkat baku
dalam dunia elektronika. Suatu rangkaian
elektronika akan bekerja secara optimal
apabila mendapatkan catu daya sesuai
kebutuhannya, terkadang suatu peralatan
membutuhkn catu daya yang kecil tapi
terkadang ada juga yang membutuhkan
tegangan yang tinggi, untuk mengantisipasi
hal itu di buatlah rangkaian untuk mengatasi
hal
terebut
yaitu
rangkaian pembagi
tegangan dan pelipat tegangan.
Rangkaian pembagi tegangan biasanya
digunakan untuk membuat suatu tegangan
referensi dari sumber tegangan yang lebih
besar, titik tegangan referensi pada sensor,
untuk memberikan bias pada rangkaian
penguat atau untuk memberi bias pada
komponen
aktif.
sedangkan
Rangkaian
pelipat tegangan adalah rangkaian yang
dapat menghasilkan tegangan DC beberapa
kali lebih besar dari tegangan puncak sinyal
input.

Percobaan pada praktikum ini untuk


pembagi tegangan kita mencari nilai
tegangan dengan bantuan resistor dan
mencari nilai tegangan di kaki kedua resistor
apakah hasilnya sama dengan tegangan di
generator jika di jumlah. Kmudian pada
resistor satu kita ganti engan potensio dan
kita variasikan tegangannya dari maks ke
minimum. Dan untuk pelipat tegangan kita
gunakan tiga dioda dan tiga kapasitor untuk
mendapatkan pelipatan tegangan.

2. STUDI PUSTAKA
2.1. Pembagi Tegangan
Rangkaian
pembagi
tegangan
biasanya
digunakan untuk membagi tegangan atau
mengkonversi dari resistensi menjadi sebuah
tegangan. Biasanya fungsi dari pembagi tegangan
ini untuk mengubah atau mengkonversikan dari
tegangan tegangan yang lebih besar untuk memberi
bias kepada komponen yang aktif dalam rangkaian
tersebut
Voltage
Divider
atau
Pembagi
Tegangan adalah suatu rangkaian sederhana
yang mengubah tegangan besar menjadi
tegangan yang lebih kecil. Fungsi dari
Pembagi
Tegangan
ini
di
Rangkaian
Elektronika adalah untuk membagi Tegangan
Input menjadi satu atau beberapa Tegangan
Output yang diperlukan oleh Komponen
lainnya didalam Rangkaian.
Hanya dengan menggunakan dua
buah Resistor atau lebih dan Tegangan Input,
kita
telah
mampu
membuat
sebuah
rangkaian
pembagi
tegangan
yang
sederhana. Rangkaian pembagi tegangan
pada dasarnya dapat dibuat dengan 2 buah
resistor, contoh rangkaian dasar pembagi
tegangan dengan output VO dari tegangan
sumber VI menggunakan resistor pembagi
tegangan R1 dan R2 seperti pada gambar
berikut.

Laporan Praktikum Laboratorium Elektronika, Instrumentasi dan Geofisika FMIPAUnsoed

Dari rangkaian pembagi tegangan


diatas dapat dirumuskan tegangan output
VO. Arus (I) mengalir pada R1 dan R2
sehingga nilai tegangan sumber VI adalah
penjumlahan VS dan VO sehingga dapat
dirumuskan
sebagai
berikut.

Nampak bahwa tegangan masukan


terbagi menjadi dua bagian ( Vs , Vo), masingmasing sebading dengan harga resistor yang
dikenai
tegangan
tersebut.
Sehingga
besarnya VO dapat dirumuskan sebagai
berikut.

menggeser
bagian
pengatur
dari
Potensiometer tersebut. Adapun pengertian
secara
umum
potensiometer
bisa
didefinisikan sebagai sebuah resistor tiga
terminal
dengan
kontak
geser
yang
membentuk pembagi tegangan yang diatur.
Jika hanya dua terminal yang digunakan (satu
sisi dan wiper), bertindak sebagai variabel
resistor atau rheostat.
Prinsip kerja dari Potensiometer dapat
kita asumsikan dua buah resistor yang di
hubungkan secara seri R1 dan R2 tapi dapat
dirubah nilai resistansinya. Nilai resistansi
total dari resistor akan selalu tetap dan nilai
ini
merupakan
nilai
resistansi
dari
potensiometer. Jika nilai resistansi dari R1
diperbesar dengan cara memutar bagian
potensiometer, maka otomatis nilai resistansi
dari R2 akan
berkurang, begitu juga
sebaliknya.
Prinsip kerja potensiometer dapat di
ibaratkan sebagai gabungan dua buah
resistor yang di hubungkan secara seri.
Tegangan yang berbeda muncul di setiap
resistor menghasilkan sebuah rangkaian
yang disebut Rangkaian Pembagi Tegangan.
Dalam
rangkaian
dua
resistor
yang
dihubungkan secara seri melalui ,yang
merupakan tegangan listrik yang terhubung
ke resistor, , di mana tegangan keluaran ,
adalah tegangan resistor , yang diberikan
oleh formula. Jika lebih resistor dihubungkan
secara seri pada rangkaian maka tegangan
yang berbeda akan muncul di setiap resistor
berkaitan dengan masing-masing hambatan
R (IxRhukum Ohms) menyediakan tegangan
berbeda dari satu sumber
pasokan/catudaya.
2.2.Pelipat Tegangan

Atau bisa menggunakan rumus di


bawah:

Pada percobaan pembagi tegangan yang


kedua kita ganti nilai R1
dengan
potensiometer 100K.
Potensiometer merupakan resistor
variable yang sering dipakai sebagai pembagi
tegangan. Potensiometer akan berganti
Resistansi dengan cara mengatur atau

Dioda sebagai salah satu komponen


aktif sangat popular digunakan dalam
rangkaian elektronika, karena bentuknya
sederhana dan penggunaannya sangat luas.
Ada beberapa macam rangkaian dioda,
diantaranya: penyearah setengah gelombang
(Half-Wafe Rectifier), penyearah gelombang
penuh
(Full-Wave
Rectifier),
rangkaian
pemotong (Clipper), rangkaian penjepit
(Clamper)
maupun
pengganda/pelipat
tegangan (Voltage Multiplier).
Rangkaian
pelipat
tegangan
di
gunakan
untuk
menghasilkan
sumber
tegangan tinggi dari sumber tegangan
rendah.
Sebuah
pengganda
tegangan
kaskade pengganda setengah-gelombang
berubah-ubah
panjangnya
dan
dikenal
sebagai Pengganda Cockcroft-Walton yang
ditunjukkan di gambar bawah.

Laporan Praktikum Laboratorium Elektronika, Instrumentasi dan Geofisika FMIPAUnsoed

Pengganda
digunakan
ketika
tegangan tingi pada arus rendah dibutuhkan.
Keuntungan dari suplai konvensional adalah
sebuah trafo tegangan hinggi yang mahal
tidak dibutuhkan kurang lebih tidak setinggi
dari output.

4. Papan breadboard
5. Kabel penghubung
6. Jumper
7. Potensiometer 1 buah 100 k
8. Resistor 10 ohm dan 20 ohm
9. Dioda 6 buah
10. Kapasitor 1000 pF 6 buah
Langkah kerja yang di lakukan pada
percobaan variasi tegangan ada dua yaitu
pembagi tegangan dan pelipat tegangan.

Sepasang diode dan kapasitor ke simpul


(node) 1 dan 2 bagian kiri pada gambar di
atas
merupakan
sebuah
pengganda
setengah-gelombang. Memutar diode 45oC
berlawanan arah jarum jam dan kapasitor
bawah membuat 90o sperti pada gambar (a).
Empat bagian kaskade ke hokum teoritis
perkalian factor x8. Simpul 1 mempunyai
bentuk gelombang, sebuah gelombang sinus
digeser sampai 1 x (5V). Sejumlah simpul
ganjil lainnya adalah gelombang sinus yang
dijepit (clamped) ke tegangan yang lebih
tinggi berturut-turut. Simpul 2, output
pertama dari doubler dengan nilai 2 x
Tegangan DC v(2) pada gambar di bawah.
Berturut-berturut sejumlah simpul genap
mengisi ke tegangan yang lebih tinggi secara
berturut-turut: v(4), v(6), v(8).

3.1.Langkah kerja pembagi tegangan

Pada intinya Rangkaian pengganda


tegangan menggunakan kapasitor sebagai
penyimpan
tegangan,
dimana
setiap
kapasitor memiliki 1 dioda yang berfungsi
sebagai saklar, ketika memiliki polaritas yg
serupa dengan tegangan input, dioda akan
konduksi dan melewatkan arus dan tegangan
pada kapasitor maka kapasitor pun terisi,
sedangkan dioda yang lain akan nonkonduksi
sehingga kapasitor yg lain belum dapat terisi
tegangan. Lalu jika polaritas tegangan input
berubah kembali, akan ada dioda lain yang
konduksi dan mengisi tegangan pada
kapasitor dan begitu seterusnya.

3. METODOLOGI
Pada praktikum variasi tegangan alat dan
bahan yang di butuhkan adalah sebagai
berikut:
1. Osiloskop
2. Generator isyarat
3. MMD
Laporan Praktikum Laboratorium Elektronika, Instrumentasi dan Geofisika FMIPAUnsoed

4. HASIL DAN ANALISIS


4.1.Rangkaian Pembagi Tegangan
R1

R2

V1

V2

VG

20

10

18

20

No

R2

V2

VR1

V1

VG

10

18

20

10

16

2,4

20

10

14

5,6

20

10

12

11,1

20

10

10

9,2

20

4.2.Rangkaian Pelipat Tegangan


Posisi

Teganga
n

Vg

Faktor
kelipatan

(MMD)

3.2.Langkah kerja pelipat tegangan

2,2

1,1

4,4

2,2

3,5

9,6

4,8

11,8

5,9

15,6

7,8

Dari hasil di atas jika di gunakan perhitungan


manual untuk pembagi tegangan
adalah
sebagai berikut:

R2
XV 1
R 1+ R 2
V 2=0,3 X 18=6
V 2=

V 2=

10
X 18
20+10

Dari percobaan dan


perhitungan secara
manual di dapatkan hasil yang sama yaitu 6
V.
Pada percobaan pembagi tegangan
yang terdapat pada ujung-ujung R 1 dan
sebelum R2 berfungsi membagi tegangan
yang keluar masuk pada rangkaian.

Laporan Praktikum Laboratorium Elektronika, Instrumentasi dan Geofisika FMIPAUnsoed

Pada percobaan pelipatan tegangan


dan pembagi tegangan, yang dimaksud
dengan pelipatan tegangan adalah rangkaian
yang dapat menghasilkan tegangan DC
beberapa kali lebih besar dari tegangan
puncak sinyal input. Dengan kata lain, sinyal
DC yang dihasilkan dapat sebesar dua kali,
tiga kali, empat kali, dan seterusnya dari
besarnya sinyal AC yang masuk rangkaian.

[5]

http://teknikelektronika.com/rumusrangkaian-pembagi-teganganvoltage-divider-resistor/[di
akses
tanggal 1/6/16 pukul 08;23]

5. KESIMPULAN
Dari percobaan dapat di simpulkan bahwa :
1. Ragkaian pembagi tegangan adalah
rangkaian yang fungsinya membagi
tegangan
yang
besar
menjadi
tegangan lebih kecil.
2. Dari percobaan Vsumber tidak sama
dengan V1+V2
3. Rangkaian pelipat tegangan adalah
rangkaian yang dapat menghasilkan
tegangan DC beberapa kali lebih
besar dari tegangan puncak sinyal
input.

LAMPIRAN

DAFTARPUSTAKA
[1]

elektronikadasar.web.id/tag/definisi-pelipattegangan , pembagi tegangan.


[di akses 1/6/16 pukul 08:55]

[2]

https://www.academia.edu/8424000
/rangkaian_pembagi_tegangan_elek
tronika [di akses 1/6/16 pukul
09;00]

[3]

http://dokumen.tips/documents/pot
ensiometer-sebagai-pembagitegangan.html [di akses tnggal
1/6/16 pukul 08:45]

[4]

https://lifenmechatronic.wordpress.com/
2014/10/30/voltage-multipilerspengganda-tegangan/ [di akses 1/6/16
pukul 08:30]

Laporan Praktikum Laboratorium Elektronika, Instrumentasi dan Geofisika FMIPAUnsoed