Anda di halaman 1dari 15

PELAPORAN KORPORAT

OLEH
Kelompok
II
1. I Gst Ngr Bagus Widana
2. Ni Putu Yuni Widiastuti
3. Ida Ayu Swanita Trinayani

1506325007
1506325008
1506325009

PROGRAM PENDIDIKAN PROFESI AKUNTANSI


FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS

UNIVERSITAS UDAYANA
2016
ANALISIS LAPORAN KEUANGAN

FINANCIAL SHENANIGANS MENDETEKSI FRAUD DAN GIMMICK


AKUNTANSI DALAM LAPORAN KEUANGAN

Jenis Financial Shenanigans


1. Mengakui adanya pendapatana sebelum waktunya, atau mengakui pendapatan
yang kualitasnya masih dipertanyakan:
a. Mengakui pendapatan saat masih ada jasa yang belum diserahkan.
b. Mengakui pendapatan sebelum pengiriman barang atau sebelum barang
diterima dengan sah oleh konsumen.
c. Mengakui pendapatan meskipun atas transaksi tersebut konsumen tidak
wajib melakukan pembayaran.
d. Melakukan transaksi penjualan pada pihak afiliasi
e. Menyerahkan sesuatu yang berharga kepada konsumen sebagai quid-proquo; pada dasarnya transaksi yang terjadi adalah pertukaran yang
seimbang.
f. Melakukan gross-up atas pendapatan.
2. Mengakui adanya pendapatan palsu sebagai pendapatan:
a. Mengakui penjualan yang tidak memiliki substansi ekonomis
b. Mengakui kas yang diterima dalam transaksi pinjaman sebagai pendapatan
c. Mengakui laba investasi sebagai pendapatan
d. Mengakui potongan harga dari pemasok atas transaksi pembelian dimasa
yang akan datang sebagai pendapatan.
e. Mencatatkan pendapatan yang sebelumnya dengan sengaja tidak diakui
dalam proses merger.
3. Meningkatkan laba dengan keuntungan insidental:
a. Meningkatkan laba dengan menjual aset yang undervalued
b. Menyertakan keuntungan atau laba investasi sebagai bagian dari
pendapatan.
c. Melaporkan keuntungan atau laba investasi sebagai pengurang atas beban
operasi
d. Memunculkan laba dengan melakukan reklasifikasi atas akun laporan
posisi keuangan.
4. Merubah periode pencatatan beban tahun berjalan ke periode sebelum atau
setelahnya:
a. Mengkapitalisasi biaya operasional, khususnya ketika sebelumnya entitas
langsung membebankan biaya tersebut.
b. Merubah kebijakan akuntansi dan merubah periode pencatatan beban
tahun berjalan ke periode sebelumnya yang telah lalu

c. Mengakui amortisasi dengan sngat lambat, masa manfaat diperpanjang.


d. Tidak melakukan pencatatan penurunan nilai pada aset yang telah turun
nilainya.
e. Mengurangi cadangan aset.
5. Tidak melakukan pencatatan atau dengan sengaja mengurangi nilai liabilitas:
a. Tidak melakukan pencatatan atas beban dan liabilitas terkait ketika
b.
c.
d.
e.

kewajiban masa depan masih ada.


Mengurangi nilai liabilitas dengan merubah asumsi akuntansi
Mencatatkan cadangan yang diragukan dalam laporan laba rugi
Menciptakan rabat (potongan harga) palsu.
Mencatatkan pendapatan ketika kas diterima, meskipun sebenarnya masih

ada kewajiban masa depan atas penerimaan kas tersebut.


6. Memindahkan pencatatan pendapatan periode berjalan ke periode yang akan
datang.
a. Menciptakan cadangan dan mencatatkannya sebagai laba di periode yang
akan datang.
b. Dengan sengaja menunda pencatatan pendapatan samapi dengan proses
akuisisi selesai.
7. Memindahkan beban masa depan ke periode berjalan sebagai kerugian
insidental.
a. Dengan sengaja memperbesar nilai yang diakui sebagai kerugian
insidental.
b. Dengan sengaja menghapuskan nilai biaya penelitian dan pengembangan
yang masih berjalan dari perhitungan akuisisi.
c. Mempercepat beban diskresioner pada periode berjalan.

Mendeteksi Financial Shenanigans


Ukuran yang dapat digunakan sebagai indikasi awal adanya financial shenanigans
adalah:
1. Entitas dengan penurunan Arus Kas dari Kegiatan Operasi yang sangat
tajam relatif terhadap laba bersih.
2. Entitas dengan pertumbuhan penjualan tahunan yang tinggi, namun
kemudian diikuti dengan pertumbuhan yang rendah atau negatif.
3. Entitas dengan pertumbuhan piutang yang tinggi relatif terhadap penjualan
gunakan rasio Perputaran Piutang.

4. Entitas dengan tingkat persediaan yang tinggi relatif terhadap penjualan


dan harga pokok penjualan gunakan rasio Perputaran Persediaan.
5. Entitas dengan penurunan laba kotor yang paling relatif rendah atau paling
tinggi.
6. Entitas dengan peningkatan yang signifikan pada aset tak berwujudnya.
7. Entitas dengan nilai pendapatan tangguhan yang tinggi
Penyaringan juga dapat dilakukan pada entitas dengan kata kunci berikut ini:
1. Pertumbuhan prinsip atau estimasi akuntansi
2. Adanya pendanaan oleh konsumen atau perpanjangan jangka waktu kredit
3. Perubahan kebijakan akuntansi
4. Perubahan klasifikasi akun
5. Perubahan Auditor eksternal
6. Perpanjangan pada termin pembayaran
7. Bill and hold
8. Termin kredit yang lebih liberal
9. Insider stock sales
10. Transaksi nonkeuangan
11. Transaksi pihak berelasi
12. Decline in backlog
13. Layaway sales
Apabila ditemukan adanya entitas yang memenuhi kriteria penyaringan awal di
atas, langkah selanjutnya adalah penelusuran lebih lanjut informasi yang
dikeluarkan oleh entitas berupa:
1. Laporan Auditor Independen
a. Ada tidaknya opini audit WTP
b. Reputasi auditor
2. Catatan atas Laporan Keuangan
a. Kebijakan akuntansi dan perubahan atas kebijakan akuntasi
b. Transaksi hubungan istimewa
c. Kontinjensi dan komitmen
3. Laporan Tahunan
a. Laporan Direksi
Penyampaian laporan, apakah langsung pada fokusnya atau tidak
b. Diskusi dan Analisis
Pengungkapan spesifik
Konsistensi dengan CALK
Bagaimana entitas menilai kondisi keuangan, likuiditas, dan rencana
biaya modal untuk periode yang akan datang.
c. Lainnya
Litigasi dan tuntutan hukum lainnya

Remunerasi direksi dan komisaris


Transaksi hubungan istimewa
4. Prospektus
Kinerja masa lalu
Kualitas manajemen, direksi, dan komisaris
Hal - hal lain yang perlu diperhatikan:
1. Keberatan dan indenpedensi Komite Audit
2. Penggunaan kebijakan akuntansi yang agresif.
3. Ada tidaknya tuntutan hukum yang masih berjalan, khususnya yang
memiliki konsekuensi tinggi bagi entitas.
4. Ada tidaknya komitmen dalam bentuk kontrak pembelian jangka panjang,
khususnya jika klausul dalam kontrak ternyata merugikan entitas.
5. Ada tidaknya perubahan pada estimasi atau prinsip akuntansi yang
digunakan.
6. Penekanan pada penjelasan dari Direktur Utama, Khususnya untuk menilai
integritas manajemen: apakah penjelasan yang diberikan merupakan
pengalih perhatian dari kondisi keuangan sebenarnya dan apakah terjadi
pergantian yang cukup sering pada jajaran manajemen atas

Analisis atas Laporan Keuangan.


Analisis atas laporan keuangan entitas dilakukan dengan tiga langkah utama
berikut ini:
1. Melakukan common soze analysis atas Laporan Posisi Keuangan dan
Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif lain.
2. Membaca dengan seksama Catatan Atas Laporan Keuangan dan
penjelasan kualitatif lainnya sesuai daftar yang ada di atas.
3. Membandingkan Arus Kas dari Kegiatan Operasi entitas dengan Laba
Bersihnya.
Common Size Analysis
Common Size Analysis

adalah teknik yang digunakan oleh analis untuk

menetukan porsi dari komponem Laporan Posisi Keuangan dan Laporan Laba
Rugi dan Penghasilan Komprehensif Lain terhadap suatu angka tertentu, yaitu

Nilai total Aset untuk komponem Laporan Posisi Keuangan, dan Nilai Total
Pendapatan untuk komponem Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif
Lain. Hasil dari Common Size Analysis dapat digunakan untuk menentukan
tingkat kesehatan dan kemampuan suatu entitas. Common Size Analysis dapat
dilakukan dalam bentuk vertikal dan horizontal.
Analisis vertikal dilakukan untuk suatu periode tertentu, sementara analisis
horizontal dilakukan untuk beberapa periode dengan suatu periode dijadikan
sebagai periode dasar. Analisis vertikal memungkinkan analis untuk melihat
struktur dan perubahan dalam struktur Laporan Posisi Keuangan dan Laporan
Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif Lain. Aturan umumnya adalah:

Struktur komponem kedua laporan tersebut akan relatif stabil tanpa

banyak perubahan yang signifikan.


Persentase perubahan pendapatan akan tercemen dalam perubahan akun
beban dan modal kerja entitas.

Tabel 1. Daftar indikasi adanya shenanigans (warning signs)


Dalam Laporan Posisi Keuangan dan Laporan Laba Rugi dan Penghasilan
Komprehensif Lain
No
Tanda - tanda
Potensi Masalah/Shenanigans
Nilai Kas dan Kas Ekuivalen Masalah likuiditas, ada kemungkinan
1
yang turun lebih rendah dari perlu melakukan pinjaman
penurunan Nilai Total Aset
Nilai Piutang yang tumbuh lebih Kemungkinan
aanya
Pengakuan
cepat dari pada pertumbuhan Pendapatan yang terlalu agresif 2
Nilai Penjualan/Pendapatan
pengakuan pendapatan dipercepat atau
pemberian
perpanjangan
waktu
piutang pada konsumen
Nilai Piutang yang meningkat Piutang kemungkinan diklasifikasikan
lebih
lambat
dari
pada dalam kategoti aset lain
3
peningkatan
Nilai
Penjualan/Pendapatan
Pencadangan (penurunan nilai) Kemungkinan penggelembungan laba
4
piutang menurun relatif terhadap
nilai piutang
5
Nilai piutang yang belum Proporsi pendapatan yang diakui
ditagihkan tumbuh lebih cepat berdasarkan metode percentage-ofdari
pada
pertumbuhan completion meningkat

10

11

12

13

14

15

16

penjualan atau piutang yang


telah ditagihkan
Nilai persediaan tumbuh lebih Persediaan kemungkinan telah usang,
cepat dari pada penjualan, harga membutuhkan penghapusan, atau
pokok, atau utang usaha
entitas lalai membebankan sebagaian
harga pokok penjualan
Pencadangan (penurunan nilai) Kemungkinan pengglembungan laba
persediaan menurun secara
relatif terhadap nilai persedian
Persentase
Beban
Dibayar Kemungkinan terjadinya kapitalisasi
Dimuka terhadap Total Aset yang tidak wajar terhadap beban
entitas meningkat tajam
operasi
Persentase
Aset
Lainnya Kemungkinan terjadinya kapitalisasi
terhadap Total Aset entitas yang tidak wajar terhadap beban
meningkat secara signifikan
operasi
Persentase Harga Perolehan Aset Kemungkinan terjadinya kapitalisasi
Tetap terhadap Total Aset entitas atas Beban Perawatan dan Perbaikan
meningkat tajam
Persentase Harga Perolehan Aset Kegagalan Investasi pada Aset Tetap
Tetap Terhadap Total Total Aset di tahun berjalan
entitas menurun tajam
Nilai Akumulasi Penyusutan Kelalaian dalam pengakuan ilai
mengalami penurunan saat nilai pensutan
yang
wajar

Harga Perolehan Aset Tetap penggelembungan laba


mengalami peningkatan
Persentase Goodwill terhadap kemungkinan pengklasifikasian aset
Total Aset entitas menigkat berwujud sebagai goodwill untuk
tajam
menghindari
pengakuan
beban
penyusutan
Pertumbuhan Utang Usaha yang Kelalaian
dalam
melakukan
jauh lebih tinggi dari pada pembayaran atas utang terkait
pertumbuhan Pendapatan
pembelian
persediaandan
perlengkapan potensi pengeluaran
kas yang tinggi pada periode yang
akan datang
Persentase Beban yang masih Kemungkinan Pengglebungan laba
harus dibayar terhadap Total
Aset
entitas
mengalami
penurunan
Nilai
Pendapatan
yang Bisnis entitas mengalami penurunan
Ditangguhkan
mengalami atau
entitas
menggelembungkan
penurunan saat nilai Pendapatan pendapatan
meningkat

17

18

19

20

21

22

23

24

No
1

Persentase Harga Poko terhadap


Penjualan meningkat dengan
cepat
Persentase
Harga
Pokok
terhadap Penjualan mengalami
penurunan
Persentase
Harga
Pokok
terhadap Penjualan mengalami
fluktuasi yang signifikan secara
periodic
Persentase Beban Operasional
terhadap Pendapatan mengalami
penurunan tajam
Persentase Beban Operasional
terhadap Pendapatan mengalami
peningkatan secara signifikan

Kemungkinan adanya tekanan atas


kebijakan penetapan harga sehingga
laba kotor menurun
Kemungkinan entitas lalai untuk
mengalihkan biaya produk dari
persediaan ke harga pokok
Laba kotor yang tidak stabil dapat
menunjukan
adanya
accounting
irregularities.

Kemungkinan terjadinya kapitalisasi


yang tidak wajar terhadap beban
operasi
Kemungkinan adanya penurunan
efisiensi entitas, menghasilkan beban
lebih tinggi untuk setiap unit yang
terjual.
Sebagian besar Laba Bersih Bisnis utama entitas mengalami
sebelum Pajak berasal dari penurunan
Keuntungan insidentil
Persentase
Beban
Bunga Potensi pengeluaran kas yang lebih
terhadap Nilai Utang Jangka tinggi
Panjang mengalami peningkatan
yang signifikan
Persentase
Beban
Bunga Kemungkinan terjadinya kapitalisasi
terhadap Nilai Utang Jangka yang tidak wajar terhadap beban
Panjang mengalami penurunan bunga
yang signifikan

Dalam Laporan Arus Kas


Tanda - tanda
Potensi Masalah / Shenanigans
Nilai Arus Kas dari Kegiatan Kualitas Laba dipertanyakan atau
Operasi entitas jauh lebih renda pengeluaran untuk modal kerja terlalu
dibandingkan dengan nilai Laba tinggi
Bersih
Entitas
lalai
untuk Entitas kemungkinan berusaha untuk
mengungkapkan rincian Arus menyembunyikan sumber masalah
Kas dari Kegiatan Operasi
dari masalah arus kas operasional
Penerimaan
kas
entitas Tanda-tanda
kelemahan
entitas,
sebagaian besar berasal dari khususnya apabila penerimaan kas
penjualan aset, pinjaman, atau hanya berasal dari penjualan aset,
tambahan modal
pinjaman, atau tambahan modal

Dalam Catatan atas Laporan Keuangan, Laporan Tahunan, Laporan Audit


Independen
No
Tanda - tanda
Potensi Masalah/Shenanigans
Perubahan Kebijakan Akuntansi Usaha
untuk
menyembunyikan
1
masalah operasional
Perubahan Estimasi Akuntansi
Usaha untuk menyebunyikan masalah
2
operasional
Perubahan Klasifikasi Akuntansi Usaha
untuk
menyembunyikan
3
masalah operasional
Perubahan
KAP
yang Tanda tanda klien yang beresiko
4
melakukan eksternal auditor
Perubahan Chief Financial Tanda tanda klien yang beresiko
5
Officer
Adanya
investigasi
dari Dapat
mengakibatkan
adanya
6
Bapepam atau OJK
restatement atas laporan keuangan
Komitmen
Jangka Kemungkinan adanya pengeluaran kas
7
Panjang/Kontinjensi
yang besar dimasa depan
Adanya tuntutan hukum atau Kemungkinan adanya pengeluaran kas
8
potensial adanya tuntutan hukum yang besar dimasa depan
Kebijakan akuntansi yang liberal Kemungkinan
adanya
9
penggelembungan laba dalam laporan
keuangan
Insentif
manajemen
yang Kemungkinan
adanya
financial
misguided
shenanigans sebagai sarana untuk
10
meningkatkan laba, bonus, dan harga
saham
Lingkungan pengendalian yang Menimbulkan kesempatan untuk
11
lemah
melakukan financial shenanigans
12
Kekhawatiran auditor
Tanda tanda klien yang beresiko
Manajemen yang promosional
Kemungkinan penggunaan financial
shenanigans yang lebih tinggi
13
dibandingkan manajemen yang lebih
konservatif
Pengendalian
metode Adanya
kemungkinan
14
percentage of completion untuk penggelembungan pendapatan
pengakuan pendapatan
Penggunaan metode bill and Ada kemungkinan penggelembungan
15
hold
untuk
pengakuan pendapatan
pendapatan
Ketergantungan yang berlebihan Potensi masalah bisnis dan keuangan
16
pada beberapa konsumen
di masa depan jika salah satu
konsumnen meninggalkan entitas

17

18

19
20
21
22
23

24

25

26

Konsumen utama
masalah keuangan

mengalami Bisnis dan Keuangan entitas dapat


melemah bila konsumen utama
mengalami kebangkrutan
Penjual mendanai konsumen
Ada kemungkinan penggelembungan
pendapatan, dan bisnis entitas
kemungkinan lebih lemah dari yang
dibayangkan
Konsumen memiliki hak untuk Kemungkinan pendapatan diakui
mengembalikan produk
sebelum waktunya
Transaksi barter
Ada kemungkinan penggelembungan
pendapatan
Penjual memberikan waran Ada kemungkinan penggelembungan
saham kepada konsumen
pendapatan
Adanya kapitalisasi atas bunga Ada kemungkinan penggelembungan
atau software
Laba
Adanya liabilitas yang tidak Kewajiban atas kas di masa depan
tercatat, seperti opsi saham
lebih tinggi dari ekspektasi dan ada
kemungkinan penggelembungan laba
Kelalaian dalam menentukan Ada kemungkinan bank akan menarik
debt covenant
pinjaman yang berdampak buruk pada
posisi kas entitas
Tidak adanya pihak independen Lingkungan pengendalian yang lemah
pada jajaran direksi/komisaris
dapat menimbulkan kesempatan bagi
manajemen
untuk
melakukan
financial shenanigans
Beban operasi masa depan telah Dapat
mengakibatkan
dibayar dimuka
penggelembungan pada laba operasi
di masa depan

Checklist 1 : Tanda-tanda Kemungkinan adanya Laporan Keuangan yang


Menyesatkan
Pemilihan Kebijakan AKuntansi
Terlalu Liberal
Merubah kebijakan akuntansi
Tidak memiliki dasar/alasan yang jelas
Menangguhkan Biaya
Laba akan overstated
Melakukan income smooting
Laba akan understated
Mengakui pendapatan lebih cepat
Laba akan overstated
Kurang menyisihkan cadangan untuk beban Laba akan overstated
Merubah biaya diskresioner
Manipulasi laba
Kualitas pengendalian yang rendah
Resiko adanya shenanigans
Mengganti KAP
Resiko adanya shenanigans
Melakukan big bath
Laba masa depan akan meningkat

Area Permasalahan Utama


Berdasarkan contoh kasus yang dibahas dalam buku teks, sebagian besar financial
shenanigans berasal dari 2 (dua) area permasalahan utama:
1. Akuntansi untuk akuisisi
2. Akuntansi untuk pengakuan pendapatan
Kemungkinan shenanigans terkait akuntansi untuk akuisisi:
1. Melakukan

akuisisi

dengan

menggabungkan

entitas

yang

tidak

menghasilkan laba. Penggabungan ini hanya akan meningkatkan


pendapatan, laba, dan harga saham secara jangka pendek. Akan
memberikan keuntungan bagi yang melakukan penggabungan, namun
akan merugikan bagi investor jangka panjang.
2. Menggeser kerugian ke periode stub. Stub-period adalah suatu periode
yang muncul karena perbedaan periode pelaporan antara entitas yang
mengakuisisi dengan entitas yang diakuisisi. Stub-period ini dapat
dimanfaatkan untuk melakukan menahan pengakuan pendapatan dan
meningkatkan pengakuan beban.
3. Melakukan write-off sebelum dan sesudah akuisisi
4. Melepaskan cadangan yang tercipta akibat adanya write-off.
5. Merubah Alokasi harga akuisisi terjadi, meningkatkan alokasi harga
akuisisi pada goodwill dan mengakui beban akuisisi sebagai aset.
6. Melakukan akuisisi dengan meminta adanya potongan harga akuisisi, yang
kemudian diakui sebagai pendapatan bagi entitas yang melakukan akuisisi.
7. Memberikan waran saham sebagai pemanis untuk komitmen pembelian
masa depan.
Beberapa transaksi yang dikhawatirkan akan menimbulkan kesempatan untuk
melakukan financial shenanigans terkait dengan akuntansi untuk pengakuan
pendapatan adalah:
1. Pendapatan dari kontrak kontruksi jangka panjang.
Kontrak jangka panjang memberikan alternatif pengakuan pendapatan
pada

saat

penyelesaian

penyelesiannya.

kontrak

atau

sesuai

dengan

persentase

Pengakuan pendapatan menggunakan metode persentase penyelesaian


mengandung ketidakpastian yang tinggi karena melibatkan estimasi atas
biaya masa depan dan kejadian masa depan.
Tanda-tanda yang perlu diperhatikan adalah jika nilai Piutang yang Belum
Ditagihkan tumbuh lebih cepat dari nilai Piutang atau Penjualan, maka
penggunaan metode persentase penyelesaian kemungkinan tidak tepat atau
digunakan dengan agresif.
2. Penjualan konsinyasi.
Perhatikan apakah entitas (sebagai consignor) mencatat pendapatan saat
pengiriman produk kepada retailer (sebagai consignee)
3. Penjualan cicilan
4. Pendapatan dari penyewaan aset (leasing)
Yang perlu diperhatikan adalah:
a. Apakah entitas telah merubah pengakuan dari operating lease menjadi
finance lease, (dalam hal ini sales-type lease). Pendapatan jangka
pendek dari sales-type lease akan lebih tinggi dibandingkan sekedar
penerimaan sewa dalam operating lease.
b. Apakah ada perubahan pada asumsi finance lease, khususnya pada
tingkat diskonto dan nilai sisa. Tingkat diskonto yang leboh rendah dan
nilai sisa yang lebih tinggi akan menggeser pendapatan ke tahun awal
periode sewa.
Analisis Menggunakan Rasio Keuangan
Rasio Protabilitas Mengukur kinerja keuangan entitas dalam suatu periode
tertentu.
a.
b.
c.
d.
e.
f.

Gross profit margin


Operating margin
Net profit margin
Return on asset (ROA)
Retuen on equity (ROE)
Earnings per share (EPS)

=
=
=
=
=
=

Laba kotor/penjualan
laba operasi/penjualan
laba bersih setelah pajak (LBSP)/penjualan
LBSP/total aset
LBSP/total ekuitas
LBSP/jumlah saham beredar

Rasio Likuiditas mengindikasikan jumlah kas atau aset jangka pendek (seperti
piutang dan persediaan) yang tersedia. Apabila tingkat likuiditas meningkat terlalu
tinggi, maka entitas mengorbankan profitabilitasnya: apabila tingkat likuiditas

turun terlalu rendah, entitas menghadapi potensi tidak dapat membayar


kewajibannya.
a. Current ratio
= aset lancar/liabilitas lancar
b. Working capital = aset lancar liabilitas lancar
c. Quick ratio
= (kas+piutang)/liabilitas lancar
Semakin tinggi nilai working capital, maka cadangan yang tersedia untuk
memenuhi kebutuhan kas tak terduga semakin tinggi.
Rasio

solvency

merefleksikan

kemampuan

entitas

untuk

memenuhi

kewajibannya, mengindikasikan bagaimana entitas mendanai kegiatan operasinya.


Apabila entitas memiliki tingkat leverage yang tinggi, maka risiko yang dihadapi
juga semakin besar; apabila tingkat leverage-nya rendah, maka kemungkinan
entitas tersebut tidak menggunakan kesempatan yang ada untuk mendapatkan
pendanaan jangka panjang untuk melakukan pertumbuhan.
a.
b.
c.
d.

Debt to asset
Debt to equity
Long-term debt to equity
Intersr coverage ratio

= total utang/total aset


= total utang/total ekuitas
= utang jangka panjang/total ekuitas
= laba operasi/beban bunga

Rasio aktivitas mengidedikasikan efisiensi produktif dari entitas. Secara umum,


rasio aktivitas yang kuat dapat dikaitkan dengan tingkat profitabilitas yang tinggi,
sebagai hasil dari tingginya efisiensi produktif.
a.
b.
c.
d.

Inventory turnover
Average days inventory
Receivable turnover
Average receivable collection period

=
=
=
=

harga pokok /rerata persedian


365/inventory/rerata piutang
penjualan/rerata piutang
365/receivable turnover

Semakin tinggi nilai inventory turnover, semakin lama persediaan berada dalam
entitas dan tidak terjual. Semakin tinggi receivable turnover, semakin lama
piutang tidak terbayarkan.
Analisis menggunakan rasio keuangan dapat dilakukan dengan membandingkan
rasio keuangan periode tertentu dengan periode sebelumnya, atau antara rasio
keuangan entitas tertentu dengan entitas lain dan dengan industrinya. Penggunaan

rasio memang mudah dan sederhana, namun demikian tetap memiliki kelemahan,
diantaranya:

Rasio hanya merupakan cerminan untuk ukuran tertentu seingga tidak

perlu dianggap sebagai ukuran yang paling tepat.


Apabila terjadi manipulasi atas laporan keuangan, maka rasio yang

digunakan tidak akan akurat.


Rasio hanya melibatkan informasi kuantitatif dalam laporan keuangan

Untuk memastikan bahwa pelaporan keuanan telah akurat, analis dan pembaca
laporan keuangan perlu memperhatikan beberapa prinsip berikut ini:
1. Pendapatan seharusnya diakui setelah proses perolehannya selesai
dilakukan dan pertukaran dengan barang dan jasa telah terjadi. Sejala
dengan hal itu, keuntungan seharusnya diakui ketika suatu aset non
operasional dijual pada harga di atas harga bukunya.
2. Entitas melakukan pencatatan atas biaya yang telah terjadi dalam bentuk
kapitalisasi sebagai aset jika ada manfaat masa depan atas biaya tersebut;
dan membebankannya dalam periode berjalan bila tidak ada manfaat masa
depan atas biaya tersebut.
3. Seiring dengan adanya manfaat aset yang diterima oleh entitas, entitas
akan mengakui manfaat tersebut sebagai beban dalam periode berjalan.
4. Ketika terjadi penurunan nilai aset yang terjadi tiba-tiba dan sangat
signifikan, penurunan nilai tersebut harus segera diakui seluruhnya pada
periode berjalan.
5. Entitas harus mencatatkan adanya liabilitas jika telah muncul kewajiban
untuk melakukan pengorbanan aset di masa depan
6. Pendapatan dicatatkan pada periode terjadinya.
7. Beban dicatatkan pada periode ketika entitas menerima manfaat dari beban
tersebut.

Referensi
Modul Charatered Accountant: Pelaporan Korporat. 2015. Ikatan Akuntan
Indonesia