Anda di halaman 1dari 10

R - 3.

1a

PERANCANGAN KEGIATAN
PEMBELAJARAN SAINTIFIK
Tujuan Kegiatan

:
Melalui diskusi kelompok peserta mampu
merancang kegiatan pembelajaran dengan
pendekatan saintifik

Langkah Kegiatan
Pelajari hand out dan contoh penerapan pendekatan saintifik pada pebelajaran
Fisika
Isilah Lembar Kerja perancangan pembelajaran yang tersedia
Setelah selesai, presentasikan hasil diskusi kelompok Anda
Perbaiki hasil kerja kelompok Anda jika ada masukan dari kelompok lain

LEMBAR KERJA PERANCANGAN KEGIATAN


PEMBELAJARAN
Kompetensi Dasar
geometri).
Topik /Tema
Sub Topik/Tema
Tujuan Pembelajaran

Alokasi Waktu
Tahapan
Pembelajaran
Mengamati

:3.2 Menerapkan prinsip penjumlahan vektor (dengan pendekatan


: Vektor

: Penjumlahan vektor dengan metode jajaran genjang


: -Peserta didik dapat melakukan penjumlahan vektor dengan
metode
jajaran genjang melalui percobaan
-Peserta didik dapat menghitung resultan vektor
: 2 jam pelajaran ( 2 x 45 menit )
Kegiat
andemontrasi yang dilakukan
Siswa diminta untuk ngamamati

oleh seorang temannya di depan kelas yang menarik meja


ke timur sejauh 3 m kemudian ke arah utara sejauh 4 m.
Menanya

Kemana arah perpindahan meja?


Berapa besar resultan perpindahan meja

Mengumpulkan
informasi

Melakukan percobaan untuk mengetahui resultan


penjumlahan vektor dengan metode jajaran genjang
Mencatat data hasil percobaan yang tersedia pada
lembaran kegiatan siswa

Mengasosiasikan

Mengolah data dan mendiskusikan hasil dari percobaan


yang telah dilakukan peserta didik
Menghitung resultan vektor dengan menggunakan rumus
R = F 1+ F 2+2 F 1 F 2 cos
Menyimpulkan hasil percobaan

Mengkomunikasikan

Menyampaikan laporan hasil praktikum di depan kelas


tentang penjumlahan vektor dengan metode jajaran
genjang
Hasil kerja dan percobaan pada kegiatan persentasi secara
berkelompok dan merespon pertanyaan /sanggahan yang
dikemukakan oleh kelompok lainnya.

SMA/SMK/
MA

Materi Pelatihan Implementasi


Kurikulum 2013
Mata Pelajaran Fisika

R - 3.1a

RUBRIK RANCANGAN PENERAPAN


PENDEKATAN SAINTIFIK
Rubrik perancangan penerapan saintifik digunakan fasilitator untuk
menilai hasil rancangan peserta pelatihan dalam merancang contoh
penerapan pendekatan saintifik salah satu topik Fisika.
Langkah-langkah
hasil analisis

penilaian

1. Cermati
tugas yang diberikan kepada peserta
pelatihan pada LK -3.1
2. Berikan nilai pada rancangan sesuai dengan penilaian Anda
terhadap hasil rancangan
Penilaian
LK- 3.1
PERINGKAT
Amat Baik (
AB)

NIL
AI
90 < AB
100

KRITER
IA
1. Identitas: topik, sub topik, KD dan tujuan
pembelajaran dan alokasi waktu lengkap
dan benar
2. Kegiatan mengamati,menanya,
mengumpulkan informasi,
mengasosiasikan dan
mengkomunikasikansesuai dengan
topik/sub topik, KD, tujuan dan alokasi
waktu

Baik (B)
Cukup (C)
Kurang (K)

80 < B
90
70 < C
80

70

3. Kegiatan mengamati,menanya,
mengumpulkan
Ada
2 aspek sesuaiinformasi,
dengan kriteria, 1 aspek
kurang sesuai
Ada 1 aspek sesuai dengan kriteria, 2
aspek kurang sesuai
Ketiga aspek kurang sesuai

LK- 3.1b

PERANCANGAN
PENERAPAN
PEMBELAJARAN FISIKA

MODEL-MODEL

PADA

Tujuan
Kegiatan
Pada kegiatan ini diharapkan peserta mampu merancang model
Project Based Learning (PJBL), Discovery Learning (DL) dan
Problem Based Learning (PBL) pada pembelajaran Fisika
Langkah
Kegiatan
1. Kerjakan secara berpasangan , cermati lembar kerja
perancangan model pembelajaran
2. Pilihlah satu subtopik/submateri/subtema untuk satu kali tatap
muka yang sesuai salah satu model
3. Isilah Lembar Kerja perancangan model pembelajaran
model yang
Anda pilih

sesuai dengan

4. Presentasikan hasil rancangan Anda


5. Perbaiki rancangan jika ada saran atau usulan perubahan

Catatan: Pada lembar kerja ini ada dua format model pembelajaran yaitu
model Problem Based Learning dan Discovery Learning jika Anda merancang
model Lainnya silahkan sesuai sintak model yang sesuai.

FORMAT PERANCANGAN MODEL PEMBELAJARAN


Model Discovery Learning
Kompetensi Dasar
geometri).
Topik
Sub Topik
Tujuan Pembelajaran

Alokasi Waktu

: 3.2 Menerapkan prinsip penjumlahan vektor (dengan pendekatan


: Vektor

: Penjumlahan vektor dengan metode jajaran genjang


: -Peserta didik dapat melakukan penjumlahan vektor dengan
metode
jajaran genjang melalui percobaan
-Peserta didik dapat menghitung resultan vektor vektor
: 2 jam pelajaran ( 2 x 45 menit )

TAHAP
PEMBELAJARAN
1. Stimulation
(simullasi/Pembe
rian rangsangan)

2. Problem statemen
(pertanyaan/identif
ikasi masalah)

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Guru memberikan contoh / mendemontrasika percobaan


singkat yang berkaitan dengan penjumlahan vektor
Misal:
Menjatuhkan benda di depan kipas angin

Guru memberikan masalah berkaitan dengan penjumlahan


vektor, contohnya :
Sebuah perahu didayung tegak lurus dengan arah arus
sungai, kemanakah arah perahu berpindah?
Berapa besar perpindahan perahu?

3. Data collection
(pengumpulandata)

Melakukan percobaan untuk mendapatkan data penjumlahan


vektor dengan metode jajaran genjang

4. Data processing
(pengolahan
Data)

Mengolah data hasil percobaan untuk meghitung resultan


vektor dengan metode jajaran genjang

5. Verification
(pembuktian)

Mendiskusikan hasil percobaan dengan memperhatikan


pertanyaan-pertanyan pada lembar kegiatan dan
membandingkan pengolahan dengan data-data pada buku
sumber.
Menyimpulkan hasil percobaan yang telah dilakukan
tengtang penjumlahan vektor dengan metode jajaran
genjang.

6. Generalization
(menarik
kesimpulan/generali
sasi)

Model Pembelajaran Problem Based Learning


Kompetensi Dasar
geometri).
Topik
Sub Topik
Tujuan Pembelajaran

: 3.2 Menerapkan prinsip penjumlahan vektor (dengan pendekatan


: Vektor

: Penjumlahan vektor dengan metode jajaran genjang


: -Peserta didik dapat melakukan penjumlahan vektor dengan
metode
jajaran genjang melalui percobaan
-Peserta didik dapat menghitung resultan vektor
: 2 jam pelajaran ( 2 x 45 menit )

Alokasi Waktu
FASEFASE
Fase 1

Orientasi peserta didik kepada


masalah

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Peserta didik dihadapkan pada masalah hasil


percobaan, tentang penjumlahan vektor dengan
metode jajaran genjang

Mengorganisasikan peserta didik

Peserta didik dikelompokkan secara heterogen,


masing-masing mengkaji lembar kerja kegiatan
percobaan tentang penjumlahan vektor dengan
metode jajaran genjang

Fase 3

Membimbing penyelidikan
individu dan kelompok

Fase 2

Peserta didik diarahkan untuk bekerja secara


kelompok
Peserta didik secara berkelompok melakukan
percobaan tentang penjumlahan vektor dengan
metode jajaran genjang
Setiap kelompok melakukan percobaan sesuai
dengan prosedur dengan LK
Setiap kelompok menjawab berbagai masalah
yang di ajukan dalam LK
Guru membimbing siswa dalam memecahkan
masalah
Diskusi konsep mengenai penjumlahan vektor
dengan metode jajaran genjang
Mempersentasikan hasil diskusi kelompok

Fase 4

Mengembangkan dan menyajikan


hasil karya

Fase 5

Diskusi kelas untuk menganalisis hasil pemecahan


masalah dan menyamakan persepsi tentang
penjumlahan vektor dengan metode jajaran
genjang.Peserta didik diharapkan menggunakan
buku sumber untuk bantuan mengevaluasi hasil
diskusi.

Menganalisa dan mengevaluasi


proses pemecahan masalah

RUBRIK PERANCANGAN PENERAPAN MODEL


PEMBELAJARAN

Rubrik
perancangan
penerapan
saintifik
dan
perancangan
model
pembelajarandigunakan fasilitator untuk menilai hasil rancangan peserta
pelatihan dalam merancang contoh penerapan pendekatan saintifik dan contoh
rancangan model pembelajaran satu topik Fisika.
Langkah-langkah
hasil analisis

penilaian

1.
Cermati
tugas yang diberikan kepada peserta
pelatihan pada LK- 3.2
2.
Berikan nilai pada rancangan sesuai dengan penilaian Anda
terhadap hasil rancangan
Penilaian
LK- 3.2

PERINGKA
T

Amat Baik (
AB)

NILAI
90 < AB
100

KRITER
IA

1. Identitas: topik, sub topik, KD dan tujuan


pembelajaran dan alokasi waktu lengkap
dan benar
2. Kegiatan pada tahapan model
pembelajaran sesuai dengan topik/sub
topik, KD, tujuan dan alokasi waktu
3. Kegiatan pada tahapan model pembelajaran
lengkap, sistematis dan logis ( sesuai dengan

Baik (B)
Cukup (C)
Kurang (K)

80 < B
90
70 < C
80

70

Ada 2 aspek sesuai dengan kriteria, 1 aspek


kurang sesuai
Ada 1 aspek sesuai dengan kriteria, 2 aspek
kurang sesuai
Ketiga aspek kurang sesuai