Anda di halaman 1dari 59

Pemberdayaan Alat Peraga dalam

Pembelajaran
Disampikan pada acara MGMP Kabupaten Banyuasin
Tahun 2019 di hotel Grand Duta Palembang.
Senin, 5 Maret 2019

Oleh :
Agus Suherwan, S.Pd
Kasi Kurikulum, Penilaian dan
Pembangunan Karakter
Pengertian
Alat Peraga

 Alat Peraga Pendidikan adalah


segala sesuatu yang dapat
digunakan untuk
menyalurkan pesan dan dapat
merangsang pikiran,
perasaan, perhatian dan
kemauan siswa sehingga
dapat mendorong terjadinya
proses belajar pada diri siswa
TUJUAN DAN MANFAAT ALAT PERAGA
PENDIDIKAN
 Alat peraga pendidikan bertujuan agar
proses pendidikan lebih efektif dengan
jalan meningkatkan semangat belajar
siswa,
 Alat peraga pendidikan memungkinkan
para siswa belajar dengan banyak
kemungkinan sehingga belajar
berlangsung sangat menyenangkan bagi
masing-masing individu,
 Alat peraga pendidikan memiliki manfaat
agar belajar lebih cepat segera bersesuaian
antara kelas dan diluar kelas,
 Alat peraga memungkinkan mengajar
lebih sistematis dan teratur.
Fungsi media pendidikan atau
alat peraga pendidikan

Agar komunikasi antara guru dan siswa dalam hal


penyampaian pesan, siswa lebih memahami dan mengerti
tentang konsep abstrak yang diinformasikan kepadanya.
Siswa yang diajar lebih mudah memahami materi
pelajaran jika ditunjang dengan alat peraga pendidikan.
Manfaat Alat Bantu Pendidikan
• Menimbulkan minat sasaran pendidikan
1
• Membantu Mencapai tujuan pembelajaran
2

3 • Membantu mengatasi hambatan bahasa

4 • Membantu siswa untuk belajar lebih banyak dan cepat

• Merangsang siswa untuk meneruskan pesan-pesan yang diterima kepada


5 orang lain.
• Mempermudah penyampaian bahan pendidikan / informasi oleh para
6 pendidik /pelaku pendidikan

7 • Mempermudah penerimaan informasi oleh siswa.

• Mendorong keinginan orang untuk mengetahui kemudian lebih mendalami


8 dan akhirnya memberikan pengertian yang lebih baik

9 • Membantu memahami pengertian yang diperoleh


Jenis Alat Peraga
1. Alat Peraga Penglihatan (Visual Aids)
Alat ini berguna didalam membantu
menstimulasi indera mata (penglihatan)
pada waktu terjadinya proses pendidikan.
Alat ini ada 2 bentuk :
a. Alat yang diproyeksikan, misalnya slide,
film, film strip, dan sebagainya.
b. Alat-alat yang tidak diproyeksikan :
2 dimensi, gambar, peta, bagan, dan sebagainya.
3 dimensi misal bola dunia, boneka, dan
sebagainya.
2. Alat Peraga Pendengaran (Audio Aids)
Alat yang dapat membantu
menstimulasi indera pendengar pada
waktu proses penyampaian bahan
pendidikan / pengajaran. Misalnya
piringan hitam, radio, pita suara, dan
sebagainya.

3. Alat Peraga Penglihatan dan Pendengaran


(Audio Visual Aids)
Seperti televisi dan video cassette. Alat-
alat bantu pendidikan ini lebih dikenal
dengan Audio Visual Aids (AVA).
Alat peraga juga dapat dibedakan menjadi 2 macam
menurut pembuatannya dan penggunaannya.

Alat Peraga Menurut Pembuatannya


1. Alat peraga yang complicated (rumit), seperti film, film strip
slide dan sebagainya yang memerlukan listrik dan proyektor
2. Alat peraga yang sederhana, yang mudah dibuat sendiri
dengan bahan-bahan setempat yang mudah diperoleh, seperti
bambu, karton, kaleng bekas, kertaskoran, dan sebagainya.

Alat Peraga Menurut Penggunaannya


1. Di rumah tangga seperti leaflet, model buku bergambar,
benda-benda yang nyata seperti buah-buahan, sayur-sayuran,
dan sebagainya.
2. Di kantor-kantor dan sekolah-sekolah, seperti papan tulis,
flipchart, poster, leaflet, buku cerita bergambar, kotak gambar
gulung, boneka dan sebagainya.
3. Di masyarakat umum, misalnya poster, spanduk, leaflet, fanel
graph, boneka wayang, dan sebagainya.
Sasaran yang Dicapai Alat Bantu Pendidikan

Menggunakan alat peraga harus didasari


pengetahuan tentang sasaran
pendidikan yang akan dicapai alat
peraga tersebut.
a. Individu atau kelompok
b. Kategori-kategori sasaran seperti
kelompok umur, pendidikan,
pekerjaan, dan sebagainya.
c. Bahasa yang mereka gunakan
d. Adat-istiadat serta kebiasaan
e. Minat dan perhatian
f. Pengetahuan dan pengalaman
mereka tentang pesan yang akan
diterima.
Tempat memasang (menggunakan)
alat-alat peraga :
a. Di dalam keluarga antara lain dalam kesempatan
kunjungan rumah, waktu menolong persalinan,
merawat bayi atau menolong orang sakit dan
sebagainya.
b. Di masyarakat, misalnya seperti pada waktu
perayaan hari-hari besar, arisan-arisan, pengajaran,
dan sebagainya; serta dipasang juga di tempat-
tempat umum yang strategis.
c. Di instansi-instansi, antara lain puskesmas, rumah
sakit, kantor-kantor, sekolah-sekolah, dan
sebagainya.
Merencanakan dan Menggunakan Alat Peraga
 Biasanya kita menggunakan alat peraga sebagai pengganti
objek-objek yang nyata sehingga dapat memberikan
pengalaman yang tidak langsung bagi sasaran. Didalam
menggunakan alat peraga untuk memperjelas pesan-pesan
yang disampaikan kepada siswa, benda-benda yang
sebenarnya mempermudah siswa untuk mengerti dan
memahaminya, karena alat peraga seperti ini merupakan
benda-benda yang mereka jumpai sehari-hari.
 Oleh karena itu sebelum mempergunakan alat peraga lain
sebagai pengganti benda-benda asli, perlu ditelaah terlebih
dahulu apakah penggunaan benda-benda asli
memungkinkan atau tidak. Sebaliknya kalau tidak ada
benda-benda asli maka dibuatlah alat peraga dari benda-
benda pengganti.
 Sebelum membuat alat peraga kita harus merencanakan dan
memilih alat peraga yang paling tepat untuk digunakan.
Untuk itu perlu diperhatikan antara lain hal-hal sebagai
berikut :
I. Tujuan yang Hendak Dicapai
1. Tujuan pendidikan.
 Mengubah sikap dan persepsi

 Mengubah pengetahuan / pengertian, pendapat dan


konsep-konsep.
 Memingkatkan ketrampilan

2. Tujuan penggunaan alat peraga


 Sebagai alat bantu dalam latihan / penataran /
pendidikan
 Untuk menimbulkan perhatian terhadap sesuatu
masalah
 Untuk mengingatkan sesuatu pesan / informasi

 Untuk menjelaskan fakta-fakta, prosedur, tindakan.


Perancanaan dan pemilihan alat peraga ditentukan
sebagian besar oleh tujuan. Kalau tujuannya itu rumit
maka mungkin diperlukan lebih dari satu macam alat
peraga. Kemampuan penyampaian pesan masing-masing
alat peraga berbeda-beda, misalnya :

leaflets dan pamplets lebih banyak berisi pesan sedangkan


poster lebih sedikit pesan-pesan tetapi bersifat
pemberitahuan dan propaganda.

Dengan sendirinya alat peraga yang dipergunakan untuk


meningkatkan pengetahuan akan berbeda dengan alat
peraga yang dipergunakan untuk meningkatkan
keterampilan.
Persiapan Penggunaan Alat Peraga
Semua alat peraga yang dibuat berguna
sebagai alat bantu belajar dan tetap
harus diingat bahwa alat ini dapat
berfungsi mengajar dengan maksimal
maka Kita harus mengembangkan
keterampilan dalam memilih,
mengadakan alat peraga secara tepat
sehingga mempunyai hasil yang
maksimal.
Misalnya satu set flip chart tentang makanan sehat untuk
bayi / anak-anak harus diperlihatkan satu-persatu secara
berurutan sambil menerangkan tiap-tiap gambar beserta
pesannya.

Kemudian diadakan pembahasan sesuai dengan kebutuhan


pendengarnya agar terjadi komunikasi 2 arah.

Apabila kita tidak mempersiapkan diri dan hanya


mempertunjukkan lembaran-lembaran flip chart 1 demi 1
tanpa menerangkan atau membahasnya maka penggunaan
flip chart tersebut mungkin gagal.
 Sebelum penggunaan alat peraga sebaiknya mencoba
terlebih dahulu alat-alat tersebut, yang masih dalam
bentuk kasar sebelum diproduksi seluruhnya.
Gunanya tes percobaan ini adalah untuk mengetahui
sejauh mana alat peraga tersebut dapat dimengerti
oleh siswa.
 Contoh : Sebuah poster yang akan dipergunakan
menunjang program keluarga berencana dibuat desain
/ rancangan beberapa buah. Lalu ini dicobakan pada
sekelompok kecil sasaran yang dianggap mempunyai
ciri-ciri yang sama dengan sasaran pada umumnya,
kepada siapa poster itu nantinya ditunjukkan.
 Salah satu desain yang paling mudah dipahami,
terutama yang dapat dikenal pesan-pesannya dengan
baik itulah yang akan diproduksi dan diperbanyak.
Cara melakukan percobaan tersebut antara lain sebagai berikut :

1. Merencanakan terlebih dahulu tes pendahuluan untuk suatu media


yang akan diproduksi.
2. Menentukan pokok-pokok yang akan dipesankan dalam media tersebut.
3. Menentukan gambar-gambar pokok atau simbol-simbol yang
disesuaikan dengan ciri-ciri sasaran (siswa).
4. Memperlihatkan alat peraga / media tersebut kepada siswa.
5. Menanyakan kepada siswa :
 Apakah mereka mengalami kesukaran dalam memahami pesan-
pesan, kata- kata dan gambar-gambar didalam media tersebut.
 Menanyakan hal-hal yang tidak dimengerti.

6. Mencatat komentar-komentar dari siswa.


7. Melakukan perbaikan alat peraga (media) tersebut.
8. Mendiskusikan alat yang dibuat tersebut dengan orang lain (teman-
teman) atau dengan para ahli.
Cara Mempergunakan Alat Peraga
 Cara mempergunakan alat peraga sangat tergantung
pada alatnya. Menggunakan gambar sudah barang
tentu lain dengan menggunakan film strip dan
sebagainya.
Pada waktu menggunakan AVA hendaknya
memperhatikan hal-hal sebagai berikut :
1. Senyum adalah lebih baik untuk mencari simpati.
2. Tunjukkan perhatian bahwa hal yang akan dibicarakan
/ diragakan itu adalah penting.
3. Pandangan mata hendaknya ke seluruh pendengar
agar mereka tidak kehilangan kontrol dari pihak
pendidik.
4. Nada suara hendaknya ditukar-tukar agar pendengar
tidak bosan dan tidak mengantuk.
5. Ikut sertakan para peserta / pendengar, berikan
kesempatan untuk memegang dan atau mencoba alat-
alat tersebut.
6. Bila perlu, berilah selingan humor, guna
menghidupkan suasana dan sebagainya
Media
2.1. Pengertian
 Kata media berasal dari bahasa Latin yang adalah
bentuk jamak dari medium. Batasan mengenai
pengertian media sangat luas, namun kita membatasi
pada media pendidikan saja yakni media yang
digunakan sebagai alat dan bahan kegiatan
pembelajaran.
Mengapa perlu media dalam
pembelajaran?
Amati Gambar di bawah ini !

Bagaimana memaksimalkan penyampaian pesan ?


Kegunaan Media
 Secara umum media mempunyai kegunaan:
 memperjelas pesan agar tidak terlalu verbalistis.
 mengatasi keterbatasan ruang, waktu tenaga dan daya
indra.
 menimbulkan gairah belajar, interaksi lebih langsung
antara murid dengan sumber belajar.
 memungkinkan anak belajar mandiri sesuai dengan bakat
dan kemampuan visual, auditori & kinestetiknya.
 memberi rangsangan yang sama, mempersamakan
pengalaman & menimbulkan persepsi yang sama.
kontribusi media pembelajaran
menurut Kemp and Dayton, 1985:
1. Penyampaian pesan pembelajaran dapat lebih terstandar
2. Pembelajaran dapat lebih menarik
3. Pembelajaran menjadi lebih interaktif dengan
menerapkan teori belajar
4. Waktu pelaksanaan pembelajaran dapat diperpendek
5. Kualitas pembelajaran dapat ditingkatkan
6. Proses pembelajaran dapat berlangsung kapanpun dan
dimanapun diperlukan
7. Sikap positif siswa terhadap materi pembelajaran serta
proses pembelajaran dapat ditingkatkan
8. Peran guru berubahan kearah yang positif
Fungsi Media Pembelajaran
Media memiliki multi makna, baik dilihat secara terbatas maupun secara
luas. Munculnya berbagai macam definisi disebabkan adanya perbedaan
dalam sudut pandang, maksud, dan tujuannya.

AECT (Association for Education and Communicatian Technology) dalam


Harsoyo (2002) memaknai media sebagai segala bentuk yang
dimanfaatkan dalam proses penyaluran informasi.

NEA (National Education Association) memaknai media sebagai segala


benda yang dapat dimanipulasi, dilihat, didengar, dibaca, atau
dibincangkan beserta instrumen yang digunakan untuk kegiatan tersebut.

Raharjo (1991) menyimpulkan beberapa pandangan tentang media, yaitu


Gagne yang menempatkan media sebagai komponen sumber,
mendefinisikan media sebagai “komponen sumber belajar di lingkungan
peserta didik yang dapat merangsangnya untuk belajar.”

Briggs berpendapat bahwa media harus didukung sesuatu untuk


mengkomunikasikan materi (pesan kurikuler) supaya terjadi proses
belajar, yang mendefinisikan media sebagai wahana fisik yang
mengandung materi instruksional.
2.4. Jenis-jenis media
Dari berbagai ragam dan bentuk dari media pengajaran, pengelompokan atas
media dan sumber belajar ekonomi dapat juga ditinjau dari jenisnya, yaitu
dibedakan menjadi media audio, media visual, media audio-visual, dan media
serba neka.
1. Media Audio : radio, piringan hitam, pita audio, tape recorder, dan telepon .
2. Media Visual :
a. Media visual diam : foto, buku, ansiklopedia, majalah, surat kabar, buku
referensi dan barang hasil cetakan lain, gambar, ilustrasi, kliping, film
bingkai/slide, film rangkai (film stip) , transparansi, mikrofis, overhead
proyektor, grafik, bagan, diagram, sketsa, poster, gambar kartun, peta, dan
globe.
b. Media visual gerak : film bisu .

3. Media Audio-visual
a. Media audio visual diam : televisi diam, slide dan suara, film rangkai dan
suara , buku dan suara.
b. Media audio visual gerak : video, CD, film rangkai dan suara, televisi,
gambar dan suara.
Media Serba aneka :
1. Papan dan display : papan tulis, papan pamer/pengumuman/majalah
dinding, papan magnetic, white board, mesin pangganda.
2. Media tiga dimensi : realia, sampel, artifact, model, diorama, display.
3. Media teknik dramatisasi : drama, pantomim, bermain peran,
demonstrasi, pawai/karnaval, pedalangan/panggung boneka,
simulasi.
4. Sumber belajar pada masyarakat : kerja lapangan, studi wisata,
perkemahan.
5. Belajar terprogram
6. Komputer

Media yang tidak memerlukan keahlian khusus misalnya :


Papan tulis / whiteboardØ
Transparansi ( OHT )Ø
Bahan cetakØ ( buku, modul, handout )
Media yang memerlukan keahlian khusus :
ProgramØ audio visual
Program slide, Microsoft PowerpointØ
Program internetØ

Yang tergantung hadirnya guru misalnya :

Papan tulis / whiteboardØ


Tansparansi (OHT )Ø

Sedangkan yang tidak bergantung kehadiran guru


misalnya :
Umumnya media rekamØ
Bahan belajar mandiriØ
(dapat dipelajari tanpa guru/ pengajar )
Pemilihan Media
Beberapa media tertentu lebih sesuai untuk pengajaran
individual misalnya buku teks, modul, program
rekaman interaktif (audio, video, dan program
computer).

Jenis yang lain lebih sesuai untuk pengajaran kelompok


di kelas, misalnya media proyeksi (OHP, Slide, Film) dan
juga program rekaman (audio dan video).

Ada juga yang lebih sesuai untuk pengajaran massal ,


misalnya program siaran ( radio, televisi, dan konferensi
jarak jauh dengan audio).
Keluwesan :
Dari segi keluwesan, media ada yang praktis mudah
dibawa kemana-mana , digunakan kapan saja, dan oleh
siapa saja, misalnya media cetak seperti buku teks ,
modul , diktat , dll.

Ketergantungan Media :
Beberapa media tergantung pemakaianya pada
sarana/fasilitas tertentu atau hadirnya seorang
penyaji/guru.
Kendali / control :
Dampak perubahan media komunikasi pada media
pembelajaran
 Para pendidik segera melihat manfaat kemajuan dalam media
komunikasi itu bagi pendidikan. Buku sampai sekarang masih
memegang peranan yang penting sekali dan mungkin akan
masih demikian halnya dalam waktu yang lama. Namun ada
yang optimis yang meramalkan bahwa dalam waktu dekat semua
aspek kurikulum akan di-komputer-kan .Memang kemampuan
komputer sungguh luar biasa . Dalam sehelai nikel seluas 20 x 25
cm dapat disimpan isi perpustakaan yang terdiri atas 20.000 jilid
. Namun ramalan bahwa seluruh kurikulum akan di-komputer-
kan dalam waktu dekat rasanya masih terlampau optimis .
Sewaktu gambar hidup ditemukan oleh Thomas Alva Edison
pada tahun 1913 telah diramalkan bahwa buku-buku segera akan
digantikan oleh gambar hidup dan seluruh pengajaran akan
dilakukan tidak lagi melalui pendengaran akan tetapi melalui
penglihatan. Namun tak dapat disangkal faedah berbagai media
komunikasi bagi pendidikan.
Penyampaian pesan(KBM) konvensional
Penyampaian pesan (KBM) Modren
 Teknologi pendidikan terutama mengenai alat audio-
visual, komputer, dan internet. Walaupun alat audio-
visual telah jauh perkembangannya, dalam kenyataan
alat-alat ini masih terlampau sedikit dimanfaatkaan.

 Pengajaran masih banyak dilakukan secara lisan tanpa


alat audio-visual, komputer, internet walaupun
tersedia
 Dapat dirasakan kesulitan-kesulitan yang dihadapi
dalam menjalankan resource-based learning “atau
belajar dengan menghadap anak-anak langsung
dengan berbagai sumber, seperti buku dalam
perpustakaan, alat audio-visual, komputer, internet
dan sumber lainya. Kesulitan juga akan dihadapi
dalam pengadminitrasiannya.
Ciri-ciri belajar berdasarkan sumber
1. Belajar berdasarkan sumber (BBS ) memanfaatkan
sepenuhnya segala sumber informasi sebagai sumber
bagi pelajaran termasuk alat-alat audio visual dan
memberikan kesempatan untuk merencanakan
kegiatan belajar dengan mempertimbangkan
sumber-sumber yang tersedia dan dapat digunakan
segala macam metode yang dianggap paling serasi
untuk tujuan tertentu
2. BBS (belajar berdasarkan sumber) berusaha
memberi pengertian kepada murid tentang luas dan
aneka ragamnya sumber-sumber informasi yang
dapat dimanfaatkan untuk belajar. Sumber-sumber
itu berupa sumber dari masyarakat dan lingkungan
berupa manusia, museum, organisaisi, dan lain-lain
bahan cetakan, perpustakaan, alat, audio-visual ,dan
sebagainya. Mereka harus diajarkan teknik
melakukan kerja-lapangan, menggunakan
perpustakaan, buku referensi, komputer dan
internet sehingga mereka lebih percaya akan diri
sendiri dalam belajar
 Pada era sekarang ini muncul kebutuhan software
yang dapat mempermudah dan memperindah
tampilan presentasi dalam pengajaran. Kebutuhan ini
dapat kita peroleh dari produk program Microsoft
Power Point yang merupakan salah satu dari paket
Microsoft office. Pogram ini menyediakan banyak
fasilitas untuk membuat suatu presentasi.
Bisang Irisan
PEMBELAHAN SEL
PEMBELAHAN SEL
SIKLUS AIR
Pola keruangan desa dan kota
Ceramah Agama Islam
OPTIK
Peredaran Darah
VIDEO