Anda di halaman 1dari 12

BAB III

GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN


3.1. Sejarah Singkat Perusahaan
Pembangkit Listrik Tenaga Mesin Gas (PLTMG)

Peaker Sungai Gelam

adalah salah satu instalasi pemerintah yang bergerak di bidang pembangkit listrik
tenga mesin gas yang resmi beroperasi pada tanggal 20 mei 2013 dan terletak di
jalan Lintas kebun IX Rt 15 kecamatan sungai gelam kabupaten muaro jambi
provinsi jambi. Manajer PLTMG Peaker Sungai Gelam adalah Bapak Irmansyah.

Gambar 3.1 Plant Layout Proyek PLTMG Sei Gelam

Gambar 3.2 Lahan Proyek PLTMG

34

35

Pembangkit Listrik Tenaga Mesin Gas (PLTMG) Peaker adalah pembangkit


yang bekerja menghasilkan listrik hanya pada beban puncak.Pembangkit Listrik
Tenaga Mesin Gas (PLTMG) umumnya disebut dengan GEPP (Gas Engine
Power Plant) merupakan pembangkit listrik dengan menggunakan bahan bakar
gas. Prinsip kerja dari mesin gas menggunakan Siklus Otto yaitu

dengan

memanfaatkan energi panas dari bahan bakar yang dibakar dalam ruang
bakar (internal combustion chamber) menjadi energi mekanik, selanjutnya
energi tersebut digunakan untuk menghasilkan listrik melalui generator listrik.
PLTMG Sei Gelam direncanakan mampu menghasilkan listrik sebesar
90 MW, dan berfungsi sebagai peaker yang bekerja pada saat listrik pemakaian
puncak di malam hari dari pukul 5 sore sampai pukul 10 malam.
Bahan bakar yang digunakan adalah gas dari EMP Gelam menuju instalasi
gas tersendiri yang disebut CNG (Compressed Natural Gas). PLTMG Sei Gelam
menggunakan 11 mesin yang terdiri dari Engine (4 tak), Generator, dan Auxiliary
Equipment yang didesain untuk dioperasikan dengan menggunakan natural
gas. Engine dan Generator sudah menyatu dengan alignment setting dari
pabrikan dan tidak memerlukan angkur untuk duduk diatas pondasi karena
memiliki sistem Common Base Frame menggunakan steel spring element.Mesin
yang digunakan adalah berupa Mesin Gas Engine produk dari Wrtsil Oy
Finlandia.

36

Gambar 3.3 Mesin Wartsila


Data Gas Engine :
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.

Manufacturer : Wartsila Finland Oy


Type : 20V34SG
Jumlah Silinder : 20
Speed : 750 rpm
Berat : 130.430 kg
Dimensi (PxLxT) : 12.917 m x 3.345 m x 4.251 m
Power Output : 9730 kW (ISO)
Heat Rate : 8110 btu/kwh (ISO)
Jumlah unit : 11 Unit.

Spesifikasi Mesin
1) Firing Orde

: A1 - B1 - A7 - B7 - A3 - B3
A9 - B9 -A5 - B5 - A10 - B10
A4 - B4 - A8 - B8 - A2 - B2 A6 - B6

2) Tipe Block

V Engine

3) Jumlah Silinder

20 Silinder

4) Putaran Mesin

750 Rpm

5) Jumlah Katup

4 Buah / Silinder

6) Silinder Stroke

400 Mm

7) Silinder Bore

340 Mm

37

8) Piston Speed

9,6 M/S 10,0 M/S

9) Volume Minyak Pelumas

4680 Liter

10) Volume Air Cooling

920

11) Maen Effective Pressure

22,0 Bar

12) Natural Gas Metane Number

50-90

13) Lower Heating Value

Min 28 MJ/Nm2. 5,0 Bar

14) Out Put Silinder

500 Kw

3.2. Keunggulan PLTMG


Berikut petimbangan energi gas dibandingkan dengan bahan bakar fosil
lainnya:
1) Lebih efisien (Heat Rate : 8804 btu/kwh) artinya dengan jumlah bahan
bakar yang sama dapat dihasilkan energi listrik yang lebih besar jika
dibandingkandengan jenis pembangkit yang lain.
2) Kemampuan untuk mencapai beban maksimum dengan waktu yang
lebih cepat, hal ini sangat penting untuk pembangkit peaker (bekerja hanya
pada beban puncak yaitu pada pukul 17.00 22.00).
3) Emisi gas buang yang lebih bersih, polusi minimal, lingkungan lebih
sehat.
4) Lebih ekonomis.

38

Gambar 3.4 Kondisi Perusahaan


3.3. Visi, Misi dan Moto Perusahaan
1) Visi perusahaan
Diakui sebagai perusahaan kelas dunia yang bertumbuh kembang, unggul
dan terpercaya dengan bertumpu pada potensi insani.
2) Misi perusahaan
1) Menjalankan bisnis kelistrikan dan bidang lain yang terkait,
berorientasi pada kepuasan pelanggan, anggota perusahaan dan
pemegang saham.
2) Menjadikan tenaga listrik sebagai media untuk meningkatkan kualitas
kehidupan masyarakat.
3) Mengupayakan agar tenaga listrik menjadi pendorong kegiatan
ekonomi.
4) Menjalankan kegiatan usaha yang berwawasan lingkungan.
3) Moto perusahaan
Electricity For A Better Life
Listrik Untuk Kehidupan Yang Lebih Baik
3.4. Makna Lambang PLN
Bentuk lambang, warna dan makna lambang perusahaan
resmi yang digunakan adalah sesuai yang tercantum pada
lampiran surat keputusan direksi perusahaan umum listrik
negara

No:

031/Dir/76 Tanggal

: 1

Juni

1976,

pembakuan lambang perusahaan umum listrik negara.

mengenai

39

Gambar 3.5 Lambang PLN


Bidang persegi panjang vertikal menjadi bidang dasar bagi elemen-elemen
lambang lalnnya, melambangkan bahwa PT PLN (Persero) merupakan wadah atau
organisasi yang terorganisir dengan sempurna. Berwarna kuning untuk
menggambarkan pencerahan, seperti yang diharapkan PLN bahwa listrik mampu
menciptakan pencerahan bagi kehidupan masyarakat. Kuning juga melambangkan
semangat yang menyala-nyala yang dimiliki tiap insan yang berkarya di
perusahaan ini.
Petir atau kilat melambangkan tenaga listrik yang terkandung di dalamnya
sebagai produk jasa utama yang dihasilkan oleh perusahaan. Selain itu petir pun
mengartikan kerja cepat dan tepat para insan PT PLN (Persero) dalam
memberikan solusi terbaik bagi para pelanggannya. Warnanya yang merah
melambangkan kedewasaan PLN sebagai perusahaan listrik pertama di Indonesia
dan kedinamisan gerak laju perusahaan beserta tiap insan perusahaan serta
keberanian dalam menghadapi tantangan perkembangan jaman

40

Tiga gelombang memiliki arti gaya rambat energi listrik yang dialirkan oteh
tiga bidang usaha utama yang digeluti perusahaan yaitu pembangkitan, penyaluran
dan distribusi yang seiring sejalan dengan kerja keras para insan PT PLN
(Persero) guna memberikan layanan terbaik bagi pelanggannya. Diberi warna biru
untuk menampilkan kesan konstan (sesuatu yang tetap) seperti halnya listrik yang
tetap diperlukan dalam kehidupan manusia. Di samping itu biru juga
melambangkan

keandalan

yang

dimiliki

insan-insan

perusahaan

dalam

memberikan layanan terbaik bagi para pelanggannya.


3.5. Instalasi dan Testing Operasional
Dengan luas lahan yang disediakan oleh PLN sebesar 5 hektar, Plant Lay
out didesain seefisien mungkin. PLTMG 100 MW Sei Gelam hanya
membutuhkan 3 hektar dan sudah termasuk memperhitungan kebutuhanlahan
untuk Switchyard 150 kV.

(a)
(b)
Gambar 3.6 (a) Instalasi dan (b) Testing dan Operasional
Pada praktiknya, pelaksanaan proyek ini juga mengalami kendala sosial
terutama

saat

pembebasan

lahan.

Sempat

tiga

bulan

tertunda

untuk

melakukan upaya pendekatan pada masyarakat dengan melibatkan unsur


pemerintahan, aparat militer dan masyarakat, akhirnya proyek ini dapat
berjalan dengan baik. Instalasi dilaksanakan dengan memasang peralatan pada

41

pondasi beton yang sudah matang usia. Beberapa engine sudah dipasang langsung
saat datang, sisanya dirakit kemudian. Kemudian

dilakukan

pengaliran

listrik.Urusan elektrikal ini dilaksanakan bersamaan dengan mekanikal oleh


masing-masing engine. Kemudian setelah pemasangan selesai dilakukanlah
testing.Pengetesan yang dilakukan satu persatu (Individual test) pada mulanya,
dengan melakukan first rolling yaitu uji coba pada masing-masing kinerja
bagian engine.Kemudian dilakukan pengetesan pipa (All pipe test) yang
mana seluruh pipa untuk aliran gas diperiksa dan dibersihkan dengan cara
Pickling, Flushing,Purging.Lalu dilakukan hipottest yaitu pengetesan kabel
aliran listrik, diharapkan

bahwa

tidak

ada

kebocoran.

Dan

terakhir

dilaksanakan island test, yaitu pengetesan pendinginan alat. Pengetesanpengetesan

tersebut

dilakukan

secara

paralel

persistem. Semuanya

dilaksanakan sesuai prosedur keamanan karena memiliki resiko cukup tinggi


sehingga proyek khusus menyediakan pemadam kebakaran. Setelah

semua

engine dinyatakan siap dan mendapatkan sertifikasi Rekomendasi Layak


Bertegangan dari PLN.

Lalu dilaksanakan load test, yaitu percobaan kerja

engine, yaitu mengalirkan listrik ke jaringan. Load test ini menjadikan engine
dengan beban listrik melaksanakan tes sampai 100 % kapasitasnya. Pengetesan
tahap ini dilaksanakan kurang lebih selama 2-3 jam dengan sistem shift, setelah
berjlan lancar dan aman, maka PLN mengeluarkan Rekomendasi Layak
Sinkron. Setelah load test berhasil, barulah dilakukan Reability Run(RR) yaitu
engine bekerja selama 72 jam nonstop, dengan peraturan

apabila engine

bermasalah maka pengetesan ini harus diulang dari waktu 0 lagi, namun
apabila kesalahan pada jaringan atau pendukung engine saja, maka waktu tetap

42

dilanjutkan sejak padamnya engine. Suksesnya RR ditandai dengan keluarnya


sertifikat layak operasi. Adapun alat-alat, struktur dan sistem yang mendukung
proyek ini adalah sebagai berikut :
1) Gas Engine
Setiap engine dilengkapi

dengan Turbochargers dan Intercoolers.

Beberapa bagian dari auxiliary equipment juga berada dalam Engine


sepertilubricating oil circulation sistem dan engine-driven cooling water
pumps.engine memiliki sistem pendingin tertutup (closed circuit cooling
watersistem) dengan menggunakan radiator yang dipasang diluar power
house.Didalam power house terdapat hall,

sebagian

besar auxiliary

equipment,switchgear room, DC room, control room, starting and


working

air

room. Switchgear room terdiri dari electrical cabinet

Medium voltage power dan low volt age power. Pada control room
terdapat control panel dan ruang operator. Auxiliary equipment memiliki
fungsi sangat penting bagi engine dan harus beroperasi penuh ketika
Engine running atau standby. Auxiliary sistemmendukung

operasional

Engine dengan suplai bahan bakar gas, lubricatingoil, compressed air,


cooling water dan charge air.
2) Lube Oil System
Berfungsi untuk menyimpan dan mendistribusikan lube oil (minyak
pelumas) baik itu baru maupun bekas. Terdiri dari beberapa peralatan
utama sebagai berikut :
3
1) New lube oil tank 30 m : untuk menyimpan minyak pelumas baru

2) Service lube oil tank 7

m3 : untuk penyimpanan minyak

pelumas sementara saat engine sedang di maintenance

43

3) Lube oil transfer pump : untuk mendistribusikan minyak pelumas dari


lube oil tank ke sump tank yang ada di engine
4) Pre-lube oil pump : berfungsi untuk memberikan tekanan yang sesuai
sebelum engine dinyalakan
5) Lube oil circulation system : berfungsi untuk melumasi moving part
didalam engine untuk

meminimalisasi

gesekan,

terdiri

dari

beberapa peralatan seperti engine driven circulating pump, pressure


regulating valve, Heat Exchanger, Automatic filter. Sistem ini di
desainsedemikian rupa sehingga dapat menyatu dengan engine,
seperti circulating pump yang menggunakan engine sebagai tenaga
penggeraknya.
3) Compressed Air System
Terdiri dari dua sistem yaitu starting air system dan instrument air
system.Starting air system berfungsi untuk memberikan udara bertekanan
yang akan digunakan untuk menyalakan engine, terdiri dari peralatan
utama sebagai berikut :
1) Empat unit compressor 30 bar(g)
2) Dua unit starting air bottle dengan kapasitas masing-masing sebesar
4800 liter Instrument air system berfungsi untuk memproduksi udara
kering

bertekanan dan didesain untuk beroperasi secara terus

menerus, udara tersebut digunakan untuk

peralatan control dan

instrumentasi yang ada di power plant. Tekanan desain yang


dibutuhkan adalah sebesar 7 bar (g), terdiri dari peralatan utama
sebagai berikut :
1) Dua unit compressor dengan tekanan kerja sebesar 7 bar(g)
2) Dua unit air dryer, yang berfungsi untuk mengeringkan udara
3) Dua unit airreceiver.
4) Cooling Water System

44

Fungsi utama dari sistem ini adalah untuk membuang panas yang
dihasilkan oleh engine, menjaga temperature udara hisap dan minyak
pelumas pada nominal temperature.
5) Charge Air system
Sistem ini berfungsi untuk memastikan bahwa udara yang dihisap oleh
engine kering dan bersih, selain untuk meningkatkan efisiensi dari udara
hisap, sehingga didapatkan udara dengan kepadatan (density) yang
maksimal. Sistem

ini

terdiri

dari

beberapa

peralatan

utama

seperticharge air filter, charge air silencer, Low Temperature dan High
Temperature charge air cooler.
6) Exhaust Gas system
Sistem ini berfungsi untuk mengurangi noise dan memventilasi gas
buang (exhaust gas) dengan aman ke udara bebas. Terdiri dari
beberapa peralatan utama yaitu exhaust gas module, exhaust gas
ventilation, exhaust gas silencer, explosion vent dan stack (cerobong).
3.6. Sarana Lain
Pembangkit PLTMG Sei Gelam juga dilengkapi dengan administration
building, workshop & warehouse, substation building, masjid dan mess operator.

(a)

(b)

Gambar 3.7.(a) Administration dan (b) Musholla


3.7. Struktur Organisasi Perusahaan
MANAJER PLTMG
IRMANSYAH

45

SUPERVISOR OPERASI

SUPERVISOR
OPERASI A
ANTON
MUCHTAR

SUPERVISOR
OPERASI B
ARISAN JAYA

SUPERVISOR
OPERASI C

SUPERVISOR
OPERASI D

NELSON LUBIS

DARDJI

SUPERVISOR
PEMELIHARAAN

SUPERVISOR
PEMELIARAAN
MEGIOVANDI
PURBA

SUPERVISOR LINGKUNGAN
K2 DAN ADMINISTRASI

SUPERVISOR
LINGKUNGAN
K2 DAN
ADMINISTRASI
DARMANSYAH