Anda di halaman 1dari 17

Makalah ini diajukan untuk melengkapi Tugas Mata

Kuliah
Penganggaran Perusahaan, STIE TRIBUANA
BEKASI.
Bpk. Alister Aritonang, S.E., M.M., Ak., C.A.,
C.P.A.

DISUSUN OLEH :

1 SLAMET KARSONO 43181340214397


2 DEDI HERMANTO 43181340214400
3 TOMI ISTANTO 43181340214388

JURUSAN MANAJEMEN
SEKOLAH TINGGI ILMU EKONOMI
TRIBUANA
BEKASI
2017

KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah memberikan rahmat serta
karunia-Nya kepada kami sehingga kami berhasil menyelesaikan Makalah ini yang alhamdulillah
tepat pada waktunya yang berjudul ANGGARAN PENJUALAN
Makalah ini berisikan tentang informasi Pengertian ANGGARAN PENJUALAN atau
yang lebih khususnya membahas penyusunan Anggaran Penjualan, Diharapkan Makalah ini
dapat memberikan informasi kepada kita semua tentang Anggaran Penjualan
Kami menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari sempurna, oleh karena itu kritik dan
saran dari semua pihak yang bersifat membangun selalu kami harapkan demi kesempurnaan
makalah ini.
Akhir kata, kami sampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah berperan serta
dalam penyusunan makalah ini dari awal sampai akhir. Semoga Allah SWT senantiasa meridhai
segala usaha kita. Amin.

Cikarang, 09-Februari-2017

Penyusun
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ................................................................................................ i


DAFTAR ISI.............................................................................................................. ii
BAB I PENDAHULUAN.......................................................................................... 1
1.1 Latar Belakang..................................................................................................... 1
1.2 Rumusan Masalah................................................................................................ 1
BAB II PEMBAHASAN........................................................................................... 2
2.1 Pengertian Anggaran dan Anggaran Penjualan.................................................... 2
2.2 Mengapa Anggaran Penjualan di Perlukan.......................................................... 4
2.3 Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Penysutan Anggaran Penjualan.................. 4
2.4 Periode Anggaran Penjualan................................................................................ 7
2.5 Langkah Dalam Menyusun Anggaran Penjualan................................................. 7
2.6 Bentuk Anggaran Penjualan................................................................................. 7
2.7 Beberapa Hal Yang Perlu di Perhatikan Dalam Penysunan Anggaran Penjualan8
2.8 Teknis Penyusutan Anggaran Penjualan dan Ilustrasi.......................................... 9
2.9 Tujuan, Manfaat, dan Fungsi Anggaran Penjualan.............................................. 12
BAB III PENUTUP.................................................................................................... 13
3.1 Kesimpulan.......................................................................................................... 14
DAFTAR PUSTAKA................................................................................................. 15
BAB I
PENDAHULUAN

1.1 LATAR BELAKANG

Bagian penjualan dan pemasaran mempunyai peranan penting dalam mempertahankan


kelangsungan hidup perusahaan. berdasarkan hal tersebut, manajemen harus berupaya sebaik-
baiknya agar seluruh kegiatan operasional perusahaan dapat berjalan secara efektif dan efesien
demi tercapainya tujuan yang telah ditetapkan, yaitu memperoleh laba dan untuk
mempertahankan kelangsungan hidup perusahaan.

Agar tujuan tersebut dapat tercapai, manajemen bertumpu pada fungsi perencanaan dan
pengendalian. Salah satu cara yang dapat yang dapat digunakan manajemen untuk melaksanakan
fungsi-fungsi tersebut adalah dengan mengunakan anggaran. Pada umumnya angaran perusahaan
disusun dari anggaran penjualan dan atas dasar penjualan dapat disusun anggaran-anggaran
lainnya yang dapat digunakan untuk meningkatkan efektivitas pengendalian aktivitas
perusahaan.

1.2 RUMUSAN MASALAH

Berdasarkan latar belakang yang telah diungkapkan maka dapat dirumuskan sub-sub
masalah sebagai berikut:

1. Apa pengertian anggaran penjualan?

2. Apa saja kegunaan anggaran penjualan?

3. Apa saja faktor- faktor yang mempengaruhi penyusunan anggaran penjualan?

4. Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam penyusunan anggaran penjualan?

5. Apa saja tujuan dan fungsi anggaran penjualan?


BAB II

PEMBAHASAN

2.1 Pengertian Anggaran dan Anggaran Penjualan

Glenn A. Welsch mendefenisikan anggaran sebagai berikut:


"Profit planning and control may be broadly as de fined as sistematic and formalized
approach for accomplishing the planning, coordinating and control responsibility of
management". Dari pengertian tersebut, anggaran dikaitkan dengan fungsi-fungsi dasar
manajemen yang meliputi fungsi perencanaan, koordinasi dan pengawasan. Jadi bila anggaran
dihubungkan fungsi dasar manajemen maka anggaran meliputi fungsi perencanaan,
mengarahkan, mengorganisasi dan mengawasi setiap satuan dan bidang-bidang organisasional
didalam badan usaha.
Perencanaan merupakan satu diantara fungsi-fungsi manajemen, begitu juga dengan
pengendalian. Perencanaan dan pengendalian adalah dua hal yang erat kaitannya dengan
anggaran. Perencanaan yang telah disiapkan dengan baik, tidak akan ada manfaatnya tanpa ada
pengendalian, demikian pula sebaliknya.
Anggaran merupakan suatu perencanaan yang terinci dalam bentuk kuantitatif yang menunjukan
bagaimana sumber daya diperoleh dan digunakan dalam suatu periode tertentu.
Anggaran penjualan merupakan anggaran yang sangat penting dalam penentuan proyeksi
penjualan dan penghasilan yang realistis dan pendukung utama dalam menyusun rencana
anggaran komprehensip perusahaan. Sebab jika anggaran penjualan bersifat tidak realistis seperti
"over convidance" atau terlalu percaya diri maka sebagian besar bagian dari rencana laba
keseluruhan juga akan ikut tidak realistis
Adapun defenisi dari anggaran penjualan itu sendiri adalah "Anggaran yang menerangkan
secara terperinci dan teliti tentang penjualan perusahaan dimasa datang dimana didalamnya ada
rencana tentang jenis barang, jumlah, harga, waktu serta tempat penjualan barang

Anggaran penjualan perlu dikembangkan dengan teliti agar anggaran-anggaran operasi dan
anggaran finansial saling isi mengisi dan saling memantau dalam menyusun rencana anggaran
komprehensip. Agar anggaran penjualan lebih teliti dan meyakinkan maka diperlukan "Tim
Peramal Penjualan" yang terdiri dari beberapa ahli dari bidang distribusi dan didukung oleh ahli-
ahli bidang keuangan, produksi dan dari bidang lainnya. Peramalan penjualan akan menilai target
penjualan yang akan dicapai sebagai dasar penjualan.
Pengertian anggaran penjualan menurut M. Nafarin (2007:166) yaitu :
Anggaran penjualan merupakan rencana tertulis yang dinyatakan dalam angka dari produk
yang akan dijual perusahaan pada periode tertentu .

Selain itu menurut Darsono dan Ari Purwanti (2008:15) anggaran penjualan adalah :
Anggaran Penjualan ialah rencana pendapatan (revenue) perusahaan dalam kurun waktu satu
tahun atau lebih .

Menurut Tendi Haruman dan Sri Rahayu (2007:45) pengertian anggaran penjualan adalah
sebagai berikut :

Anggaran Penjualan ialah budget yang direncanakan secara lebih terperinci penjualan
perusahaan selama periode yang akan datang yang di dalamnya meliputi rencana tentang jenis
(kualitas) barang yang akan di jual, jumlah (kuantitas), harga barang, waktu penjualan serta
tempat atau daerah penjualannya.

Kesimpulan kedua, yang dimaksudkan dengan anggaran penjualan adalah dasar


penyusunan anggaran lainnya dan umumnya disusun terlebih dahulu sebelum menyusun
anggaran lainnya. Oleh karena itu, anggaran penjualan sering disebut dengan anggaran kunci.
Berhasil tidaknya sebuah perusahaan bergantung pada keberhasilan bagian penjualan dalam
meningkatkan penjualannya. Penjualan merupakan ujung tombak dalam mencapai tujuan
perusahaan mencari laba secara maksimal. Kesalahan dalam penyusunan anggaran penjualan
mengakibatkan kesalahan pada anggaran yang lain.

Dari pengetian tersebut, jelaslah bahwa budget penjualan hanyalah merupakan salah satu
bagian saja dari seluruh rencana perusahaan di bidang pemasaran (sales planning). Beberapa
rencana perusahaan di bidang pemasaran yang lain misalnya:

1. Rencana tentang sasaran atau tujuan pemasaran selama periode yang akan datang, seperti
misalnya mencapai laba maksimal, penetrasi pasar ( market penetration ), pengembangan
pasar (market develovment), mempertahankan market share, memperkenalkan produk baru,
dan sebagainya.
2. Rencana tentang organisasi penjualan yang akan dipergunakan selama periode yang akan
datang.
3. Rencana tentang saluran disrtibusi yang akan dipergunakan selama periode yang akan datang.
4. Rencana tentang biaya distribusi selama periode yang akan datang.
5. Rencana tentang media-media promosi yang akan dipergunakan selama periode yang akan
datang.
6. Rencana tentang biaya promosi selama periode yang akan datang.
7. Rencana tentang pengembangan produk selama periode yang akan datang, dan sebagainya.

2.2 Mengapa Anggaran Penjualan Diperlukan

Anggaran penjualan sangatlah diperlukan dalam memulai suatu usaha dalam perusahaan.
Karena perusahaan dapat mengetahui berapa target penjualan dan berapa harga yang akan dijual
untuk setiap produknya pada periode yang akan datang. Dengan begitu perusahaan dapat
menargetkan penjualan pada periode yang akan datang sesuai apa yang diharapkan oleh
perusahaan.

2.3 Faktor- Faktor Yang Mempengaruhi Penyusunan Anggaran Penjualan

Menurut M. Nafarin (2007 : 169), bahwa anggaran penjualan dipengaruhi oleh beberapa faktor
diantaranya:

1. Faktor Pemasaran
Luas pasar, apakah bersifat lokal, regional, nasional,atau internasional; keadaan persaingan,
apakah bersifat monopoli, oligopoli, atau bebas; keadaan konsumen, bagaimana selera konsumen
apakah konsumen akhir atau konsumen industri.

2. Faktor Keuangan

Yang perlu diperhatikan perusahaan antara lain mengenai kemampuan modal kerja mendukung
pencapaian target penjualanyang dianggarkan, seperti untuk membeli bahan baku, membayar
upah, biaya promosi produk dan lain-lain.

3. Faktor Ekonomis

Yang perlu diperhatikan perusahaan antara lain dengan meningkatnya penjualan berarti
meningkatkan laba (rentabilitas) atau sebaliknya.

4. Faktor Kebijakan Perusahaan

Yaitu seperti kebijakan membuat produk dengan kualitas nomor satu sehingga kesempatan untuk
menjual produk nomor dua dan nomor tiga menjadi tertutup

5. Faktor Perkembangan Penduduk

Faktor perkembangan penduduk juga mempengaruhi anggaran, misalnya peningkatan kelahiran


dapat meningkatkan konsumsi susu, pakaian, mainan dan lain-lain.

6. Faktor Kondisi Politik, Sosial, Budaya, Pertahanan dan Keamanan

7. Faktor Teknis

Apakah kapasitas seperti mesin dan alat mampu memenuhi target penjualan yang dianggarkan
apakah bahan baku dan tenaga kerja mudah dan murah.

8. Faktor Lainnya

Apakah pada musim tertentu anggaran penjualan ditambah, apakah kebijaksanaan pemerintah
tidak berubah sampai lama anggaran yang disusun harus dapat dipertahankan.

Sedangkan ada dua faktor lagi yang akan disebutkan dan harus dipertimbangkan dalam
penyusunan anggaran penjualan menurut Tendi Haruman dan Sri Rahayu (2007:45) yaitu:

1. Faktor Intern
Yang termasuk dalam faktor intern adalah data, informasi, dan pengalaman yang terdapat
didalam perusahaan sendiri. Faktor- faktor tersebut yaitu:
a. Penjualan tahun-tahun yang lalu meliputi baik kualitas, kuantitas, harga, waktu maupun
tempat penjualannya.
b. Kebijaksanaan perusahaan yang berhubungan dengan masalah penjualan, seperti tentang
pemilihan saluran distribusi, pemilihan media-media promosi, cara penetapan harga jual dan
sebagainya.
c. Kapasitas produksi yang dimiliki perusahaan serta kemungkinan perluasannya diwaktu yang
akan datang.
d. Tenaga kerja tersedia, baik jumlahnya maupun keterampilan dan keahliannya, kemungkinan
pengembangannya diwaktu yang akan datang.
e. Fasilitas-fasilitas lain yang dimiliki perusahaan, serta kemungkinan perluasannya diwaktu
yang akan datang.

2. Faktor Ekstern
Yang termasuk dalam faktor ekstern adalah data, informasi, dan pengalaman yang terdapat di
luar perusahaan, tetapi di sana mempunyai pengaruh terhadap budget penjualan perusahaan.
Faktor-faktor tersebut antara lain berupa:

a. Keadaan persaingan dipasar.


b. Posisi perusahaan dalam persaingan.
c. Tingkat pertumbuhan penduduk.
d. Tingkat penghasilan masyarakat.
e. Elastisitas permintaan terhadap harga barang yang dihasilkan perusahaan, yang terutama akan
mempengaruhi dalam merencanakan harga jual dalam budget penjualan yang akan disusun.
f. Agama, adat- istiadat, dan kebiasaan-kebiasaan masyarakat.
g. Berbagai kebijakan pemerintah baik dibidang politik, ekonomi, sosial, budaya, maupun
keamanan.
h. Keadaan perekonomian nasional maupun internasional.
i. Kemajuan teknologi, barang-barang substitusi, selera konsumen dan kemungkinan
perubahannya, dan sebagainya.
Faktor-faktor yang harus dipertimbangkan dalam memprediksi penjualan yang akan datang
adalah :
1. Pengalaman masa lalu (volume penjualan)
2. Prospektif kebijaksanaan harga jual
3. Jumlah pesanan penjualan yang belum terpenuhi
4. Studi penelitian pasar
5. Kondisi ekonomi secara umum
6. Promosi
7. Persaingan dalam industri

2.4 Periode Anggaran Penjualan

Menurut Welsch Hilton dan Gordon (2000 : 175), periode anggaran penjualan:

1. Anggaran Penjualan Jangka Panjang (Strategi Sales Plan)

Anggaran penjualan yang waktunya sesuai dengan corporate plan, anggaran penjualan jangka
panjang biasanya dalam jumlah tahunan dan menyangkut analisis mendalam mengenai potensi
pasar di masa mendatang yang dapat diakibatkan oleh perubahan populasi, keadaan
perekonomian dan lain-lain.

2. Anggaran Penjualan Jangka Pendek (Tactical Sales Plan)

Anggaran penjualan yang periodenya biasanya hanya mencangkup satu tahun atau dua belas
bulan, lalu dirinci lagi dalam triwulan atau bulanan. Anggaran penjualan jangka pendek harus
disusun berdasarkan daerah pertanggung jawaban untuk memudahkan perencanaan dan
pengendaliannya.

2.5 Langkah Dalam Menyusun Anggaran Penjualan

Dalam menyusun anggaran penjualan, langkah yang perlu diperhatikan menurut M. Nafarin
(2007 : 176), yaitu:

1. Mempertimbangkan faktor yang mempengaruhi anggaran penjualan.

2. Menetapkan harga jual untuk produk tertentu dan daerah tertentu.

3. Membuat taksiran (ramalan penjualan) tiap jenis produk yang akan dijual dan penentuan
produk yang akan dijual pada daerah tertentu.

4. Memperhitungkan anggaran penjualan.

5. Menyusun anggaran penjualan


2.6 Bentuk Anggaran Penjualan

Tidak ada suatu bentuk standar yang harus dipergunakan oleh perusahaan jika akan
menyusun budget penjualan. Ini berarti tiap-tiap perusahaan mempunyai kebebasan untuk
menentukan bentuk serta formatnya. Namun harus mencakup rencana tentang jenis (kualitas)
barang yang akan dijual, jumlah (kuantitas) barang yang akan dijual, harga barang yang akan
dijual, waktu penjualan serta tempat (daerah) penjualan.

2.7 Beberapa Hal Yang Perlu Diperhatikan Dalam Penyusunan Anggaran Penjualan

a. Rincian jumlah dan jenis produk perusahaan.


Anggaran penjualan hendaknya menyebutkan dengan jelas jenis produk yang akan dijual
serta jumlah unit dari masing-masing produk tersebut. Walaupun nantinya seluruh penjualan
akan dijumlahkan, namun untuk keperluan pengawasan perlu masing-masing jenis peroduk yang
dijual tersebut diketahui jumlahnya.

b. Rincian daerah pemasaran.


Dewasa ini merupakan hal yang umum apabila suatu perusahaan mempunyai daerah
pemasaran yang cukup luas. Bagi perusahaan-perusahaan seperti ini di dalam penyusunan
anggaran penjualannya perlu untuk memperlihatkan kemana saja produk perusahaan tersebut
akan dijual. Hal ini sangat membantu para pelaksana penjualan serta memudahkan pengawasan
penjualan. Pada umumnya daerah pemasaran yang luas ini akan dibagi menjadi beberapa daerah
pemasaran dengan dasar-dasar tertentu yang sesuai dengan kondisi perusahaan. Dasar yang
paling umum digunakan adalah letak geografis dan tidak jarang pula yang mempergunakan
pembagian atas dasar kota tujuan atau kelompok kota tujuan pemasaran.

c. Diskriminasi harga
Didalam penentuan harga jual produk, terdapat beberapa perusahaan yang menetapkan
harga yang sama bagi penjualan produknya untuk seluruh daerah pemasaran yang ada. Namun
demikian tidak disangkal pula bahwa terdapat beberapa perusahaan yang menerapkan kebijakan
diskriminasi harga untuk daerah yang berbeda. Untuk perusahaan-perusahaan semacam ini harga
yang dapat ditentukan untuk masing-masing daerah pemasaran tersebut harus jelas sehingga
dapat diketahui dan diawasi pelakksanaannya dengan mudah. Jika harga untuk masing-masing
daerah pemasaran ini tidak dijelaskan maka penjualan produk perusahaan tersebut akan
mengalami beberapa kesulitan didalam pemantauannya, karena terdapat beberapa harga yang
berbeda antara satu daerah dengan daerah pemasaran yang lainnya.

d. Potongan harga
Didalam pelaksanaan penjualan produk perusahaan sangat sering dijumpai adanya
potongan harga. Bagi pembeli atau distributor yang membeli dalam jumlah tertentu, atau
pembayarannya dengan jangka waktu tertentu seringkali mendapatkan perlakuan harga yang
berbeda. Untuk memudahkan pengawasan penjualan produk perusahaan ini, maka didalam
anggaran yang disusun seharusnya disebutkan seberapa banyak potongan yang akan diberikan
oleh perusahaan sehubungan dengan pembelian dengan persyaratan-persyaratan khusus tersebut.
Pengawasan pemberian potongan pembelian ini akan lebih mudah apabila perusahaan telah
mempersiapkan didalam anggaran yang ddisusun tersebut. Bagi perusahaan-perusahaan dimana
potongan pembelian ini merupakan hal yang rutin, misalnya dihubungkan dengan waktu
pembayaran, maka lebih baik bila anggaran penjualan yang disusun tersebut dilengkapi dengan
anggaran potongan pembelian. Pelaksanaan penyusunan anggaran ini dapat disusun sendiri atau
berdiri sendiri, namun tidak jarang pula yang langsung digabungkan dengan anggaran penjualan
yang ada.

e. Pada umumnya anggaran penjualan ini disusun untuk satu periode atau satu tahun. Namun
untuk keperluan perencanaan, koordinasi dan pengawasan dalam perusahaan tersebut selayaknya
anggaran penjualan yang disusun ini juga dilengkapi dengan rincian penjualan bulanan. Bahkan
beberapa perusahaan yang mendasarkan penyusunan anggaran penjualan dari pada pengecer,
agen dan distributor, tidak jarang disusun perencanaan penjualan produk perusahaan perbulan
dahulu baru kemudian dijadikan perencanaan tahunan dengan jalan menjumlahkan seluruh
penjualan bulanan yang ada. Namun bagi perusahaan yang menyusun peramalan penjualan
tahunan, pada umumnya pemecahan perencanaan penjualan bulanan ini akan dilaksanakan atas
dasar pola penjualan bulanan yang telah ada dari beberapa periode yang telah lalu. Atas dasar
pola ini ditentukan berapa besarnya jumlah penjualan perbulan pada periode yang bersangkutan.
Semakin jelas anggaran penjualan dalam perusahaan tersebut disajikan, semakin mudah
pula manajemen perusahaan yang bersangkutan melaksanakan koordinasi dan pengawasan
kegiatan penjualan perusahaan ini.

2.8 Teknis Penyususan Anggaran Penjualan dan Ilustrasi


Ketika ingin menyusun anggaran penjualan, terlebih dahulu harus melihat data penjualan pada
periode yang lalu.

Contoh : PT. Sladetom Maju Jaya yang berdiri pada tahun 2014 adalah perusahaan yang
memproduksi berbagai macam jenis Sepeda. Dalam menyusun anggaran penjualan PT. Sladetom
Maju Jaya mengumpulkan data penjualan tahun lalu.

Table 1, Data Penjualan untuk bulan berakhir Desember 2015

Keterangan Ukuran Besar Ukuran sedang Ukuran Kecil


Penjualan (unit) 3000 5000 8000
Harga Jual (unit) Rp100.000 Rp55.000 Rp20.000

Rp300.000.000 Rp275.000.000 Rp160.000.000


Untuk bulan Januari 2016, manajemen : PT. Sladetom Maju Jaya menargetkan penjualan
masing-masing sebanyak 5%.

PT. Sladetom Maju Jaya

Anggaran Penjualan untuk Bulan Berakhir pada Januari 2016

Keterangan Ukuran Besar Ukuran sedang Ukuran Kecil


Penjualan (unit) 3150 5250 8400
Harga Jual (unit) Rp100.000 Rp55.000 Rp20.000

Rp315.000.000 Rp288.750.000 Rp168.000.000

Caranya :

1. dengan menambahkan persentase kenaikan penjualan pada periode yang lalu.

Penjualan bulan Januari = penjualan bulan Desember x(1+ Pertumbuhan Bulan Januari).
Jadi penjualan (unit) untuk boneka di bulan Januari 2016 ialah

Ukuran Besar 3000x(1+5%) = 3150 unit

Ukuran Sedang 5000x(1+5%) = 5250 unit

Ukuran Kecil 8000x(1+5%) = 8400 unit

2. menghitung harga penjualan

Penjualan (Rp) = Penjualan (unit) x harga jual perunit

Ukuran Besar 3150x Rp 100.000 = Rp 315.000.000

Ukuran Sedang 5250x Rp 55.000 = Rp 288.750.000

Ukuran Kecil 8400x Rp 20.000 = Rp 168.000.000

Dalam memperkirakan penjualan ada 4 metode yang dapat di pakai yaitu :

1. Metode Rata-rata Bergerak

2. Metode Trend Moment

3. Metode Perkiraan Asosiatif; Regresi dan Analisis Kolerasi

4. Metode Analisis Industri

Berikut contoh anggaran penjualan berdasarkan metode analisis industri

Pada bulan Desember 2015, : PT. Sladetom Maju Jaya menjual produknya sebesar 16.000 unit
dan penjualan industri pada saat itu 50.000 unit. Pada bulan Januari, Februari dan Maret tahun
2013 mengalami kenaikan penjualan industri sebesar 5%, 10%, dan 5%. Pangsa pasar untuk
ketiga bulan tersebut sama seperti tahun sebelumnya.

Caranya :

1. Hitunglah pangsa pasar untuk perusahaan PT. Sladetom Maju Jaya

Pangsa pasar bulan Desember 2015 = penjualan perusahaan/ penjualan indutri

Pangsa pasar bulan Desember 2015 = 16.000/50.000 = 32%


2. setelah mendapatkan pangsa pasar perusahaan, kemudian menghitung kenaikan penjualan
industri dan penjualan perusahaan.

Bulan Januari 2016

Penjualan industri 2016 = 50.000 x(1+5%) = 52.500 unit

Penjualan perusahaan 2016 = 52.500 x 32% = 16.800 unit

Bulan Februari 2016

Penjualan industri = 52.500 x (1+10%) = 57.750 unit

Penjualan perusahaan = 57.750 x 32% =18.480 unit

Bulan Maret 2016

Penjualan industri = 57.750 x (1+5%) =60.638 unit

Penjualan perusahaan =60.638 x 32% =19.405 unit

PT. Sladetom Maju Jaya

Anggaran Penjualan untuk Triwulan yang berakkhir 31 Maret 2016

Keterangan Ukuran Besar Ukuran Sedang Ukuran kecil Total


Januari 3150 5250 8400 16800
Februari 3465 5775 9240 18480
Maret 3638,25 6063,75 9702 19405

2.9 Tujuan, Manfaat, Dan Fungsi Anggaran Penjualan

Menurut Welsch Hilton dan Gordon (2000 : 174), manfaat anggaran penjualan:

1. Untuk mengurangi ketidakpastian tentang pendapatan dimasa datang.

2. Untuk memasukkan kebijakan dan keputusan manajemen ke dalam proses perencanaan


(contoh dalam rencana pemasaran).
3. Untuk memberikan informasi penting berisi pembentukan elemen lain dari rencana laba yang
menyeluruh.

4. Untuk memudahkan pengendalian manajemen atas kegiatan penjualan yang dilakukan.

Menurut Tendi Haruman & Sri Rahayu (2007:45) tujuan penyusunan anggaran penjualan
adalah :

Untuk merencanakan setepat mungkin tingkat penjualan pada periode yang akan datang dengan
memperhatikan data yang merupakan pencerminan kejadian yang dialami perusahaan di masa
lalu, khususnya di bidang penjualan .

Sedangkan kegunaan dari anggaran penjualan ialah :

Sebagai pedoman kerja, alat koordinasi dan pengawasan kerja serta sebagai dasar bagi
penyusunan budget-budget lainnya .

Fungsi dari anggaran penjualan dalam suatu perusahaan dapat disimpulkan yaitu:
1. Anggaran penjualan adalah dasar perencanaan atas kegiatan perusahaan pada umumnya.
2. Anggaran penjualan sebagai alat koordinasi dan mengarahkan setiap pelaksanaan divisi
pemasaran.
3. Anggaran penjualan sebagai alat pengorganisasian.
4. Anggaran penjualan sebagai alat pengawasan bagi manajemen.

BAB III

PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Anggaran penjualan (Sales Budget) ialah anggaran yang merencanakan secara lebih
terperinci tentang penjualan perusahan selama periode yang akan datang, yang di dalamnya
meliputi rencana tentang jenis (kualitas) barang yang akan dijual, jumlah (kuantitas) barang yang
akan dijual, harga barang yang akan dijual, waktu penjualan serta tempat (daerah) penjualannya.
Didalam anggaran penjualan terdapat sedikitnya dua metode penaksiran, yang pertama
metode trend moment dan yang kedua adalah metode trand least square.
Adapun tujuan dibuatnya anggaran penjualan pada perusahaan adalah:
1. Mengurangi ketidakpastian dimasa depan.
2. Memasukkan pertimbangan /keputusan manajemen dalam proses perencanaan.
3. Memberikan informasi dalam profit planing control.
4. Untuk mempermudah pengendalian penjualan.
Pada umumnya dalam melaksanakan kegiatan operasionalnya suatu perusahaan akan
menghadapi dua permasalahan utama yang mempunyai hubungan timbal balik sangat erat, yaitu
permasalahan yang berhubungan dengan penjualan dan permasalahan yang berhubungan dengan
produksi. Dari permasalahan ini terdapat dua alternatif hubungan timbal balik antara anggaran
penjualan dan anggaran produksi. Alternatif pertama adalah besar kecilnya perusahaan
dipengaruhi oleh besar kecilnya penjualan. Sedangkan alternatif kedua adalah besar kecilnya
penjualan dipengaruhi oleh besar kecilnya produksi. Dan lebih baik menggunakan trend garis
lengkung untuk semua produk agar dapat melihat metode mana yang lebih baik bagi produk
tertentu dengan melihat standar kesalahan prediksi masing-masing produk dengan kedua metode.

DAFTAR PUSTAKA
AgusAhyari. (1989). Anggaran Perusahaan: Pendekatankuantitatif. (Buku I). Yogyakarta:
BPFE.
Asri Sw., Marwan. (1982). PeramalanPenjualan. Yogyakarta: PenerbitFakultasEkonomi
UGM.
Munandar. (1989). Budgeting. (Edisi 1). Yogyakarta: BPFE
Ridwan Iskandar Sudayat, SE: http://ridwaniskandar.files.wordpress.com/2009/05/91-
pengertian-penjualan.pdf
Dra. NarumondangBulanSiregar, MM: http://library.usu.ac.id/download/fe/akuntansi-
narumondang.pdf
Syihab El Zahry: http://arie.ngeblogs.com/2010/01/04/anggaran-penjualan/