Anda di halaman 1dari 7

TUGAS PIO DAN KOMUNIKASI

KASUS - 2

Dosen : Dra. Harlina Kisdarjono, MM., Apt

DISUSUN OLEH:

ADE WIRASTUTI 16/402595/PFA/01659


DWI RETNA SUSILOWATI 16/402603/PFA/01667
HANANUN ZHARFA HANIFAH 16/402610/PFA/01674
MINAR PASKAH LIANTI MANIK 16/402617/PFA/01681
PUTRI HASANAH RAHMIN 16/402623/PFA/01687
SYARIFAH HIDAYATUL FITRI 16/402629/PFA/01693

MAGISTER FARMASI KLINIK


FAKULTAS FARMASI
UNIVERSITAS GADJAH MADA
2017
KASUS 2

dr. Andreawati Susanti Jalaludin. Sp.OG


Spesialis Kebidanan & penyakit Kandungan

Praktek :
RS. Bhina Tunggal
Jl. Kaliurang Km 6,5
Telp. (0274) 7651234
Sleman Yogyakarta
Yogyakarta, 9 Maret 2017

R/ Diane 1 strip no I

S. 1 dd1

R/ R/ Metformin XXX

S. 3 dd 1

Pro : Ibu Tini


Umur : 30 th
Alamat :

Penggantian obat harus seijin Dokter

Tugas :

Siapkan skenario untuk melakukan konseling melalui proses pengkajian resep, menggali
informasi dari pasien ataupun dokter kalau diperlukan, dan KIE bagi pasien, serta monitoring
yang dibutuhkan. Semua harus siap praktek ke depan sbg apoteker maupun pasien.
Ibu Tini datang ke Apotek RS sambil menyerahkan resep yang di dapat setelah periksa ke
spesialis bidan & penyakit kadungan.

Ibu Tini menyerahkan resep yang dia dapat,

AA : Selamat pagi, ada yang bisa saya bantu

Pasien : Iya mbak, saya mau menebus resep ini

AA : Silahkan duduk dulu bu, nanti kami panggil kembali.

AA : Bu, ini ada resep dokter

Apoteker : Oh iya mbak, (Apoteker melakukan pengkajian resep)

==================================================================

Apoteker : Resep atas nama ibu Tini ? (memanggil dengan microfone)

Pasien : iya saya. (Ibu Tani menuju ke sumber suara)

Apoteker : Resep atas nama ibu Tini ?

Pasien : iya mbak, saya sendiri.

Apoteker : Selamat siang ibu, nama saya PUTRI apoteker di Rumah sakit ini, boleh
dibantu nama dan tanggal lahirnya?

Pasien : Tini hartini, 30 Feb 1987

Apoteker : Ibu dari poli mana dan dengan dokter siapa ?

Pasien : Saya dari poli OBGIN mbak dengan dokter Wati.

Apoteker : Oh iya bu, untuk menebus obat yang diresepkan totalnya Rp. 150.000,- apakah
ibu bersedia ?

Pasien : Iya mbak, saya ambil obatnya. (menyerahkan uang)

Apoteker : Baik ibu, saya siapkan sebentar. Ibu berkaitan dengan resep ini apakah ibu
sebelumnya sudah pernah menebusnya ?

Pasien : Belum mbak

Apotekr : Apakah ibu berkenan dilakukan konseling ? Ibu berkenan konseling di sini
atau di ruangan?
Pasien : ia mb boleh, di ruangan saja ya. Saya agak risih kalau ditempat ramai

Apoteker : Baik bu, sebentar ya bu (Apoteker mengambil obat). Mari bu silahkan masuk.

=========================Di Ruangan=================================

Apoteker : Ibu Tini apa kabar hari ini ?

Pasien : Alhamdulillah mbak

Apoteker : terima kasih waktunya ibuk. Konseling ini bertujuan supaya pengobatan yang
ibu jalani sesuai dengan harapan ibu.

Pasien : ia mbak.

Apoteker : Ibu, tadi waktu periksa ke dokter, apaakah sudah dijelaskan dokter mengenai
obat yang diresepkan ?

Pasien : dokter saya bilang itu obat untuk PCOS mbak.

Apoteker : Ibu sudah dijelaskan mengenai PCOS itu apa ?

Pasien : Sudah mbak, kemarin saya sudah cek ke laboratorium. Kata dokter, hormon
laki laki saya tinggi jadi menstruasi saya tidak teratur. Itu juga penyebab
kenapa saya belum punya keturunan.

Apoteker : Ibu tadi dokter sudah memberikan penjelasan mengenai cara pemakaian obat
ini bu ?

Pasien : Sudah mbak, dokter bilang nanti ada yang diminum sehari 1 tablet, ada yang
diminum sehari 3 tablet mbak. Tapi saya lupa, mana yang diminum 1 tablet,
mana yang diminum 3 tablet.

Apoteker : Iya ibu benar, obat ini ada yang diminum sehari 1 tablet dan ada yang diminum
sehari 3 tablet. Ibu sudah diberikan penjelasan dokter mengapa dokter
meresepkan obat ini ?

Pasien : Sudah mbak, tapi saya kurang paham dengan penjelasan dokter mbak. Dokter
tadi bilang ini obat untuk melancarkan siklus haid saya, tadi dokter juga bilang
kalau hormon gula saya itu ga peka, gula darah saya juga tinggi. Tapi saya
kurang paham maksudnya ga peka itu apa.

Apoteker : Begitu ya bu, begini bu. Ibu mendapat dua obat.


Obat yang pertama (menunjukkan obat Diane); Obat ini berisi hormon
Cyproterone acetate 2 mg dan ethinyl estradiol 0,35 mg. Obat ini berisi hormon
perempuan yang digunakan untuk menyeimbangkan hormon laki laki didalam
tubuh ibu. Obat ini yang diminum 1x1 sehari, setiap pagi ketika ibu sarapan
pagi. diusakah pada waktu yang sama. 1 blister ini berisi 21 tablet diminum
merurut arah panah hingga habis, jadi obat ini akan habis setelah 21 hari ya bu.

Apabila ibu merasakan efek seperti mual atau efek lainnya. Tapi, efek obat ini
tidak terjadi ke semua orang lho bu, mungkin ibu nanti malah tidak merasakan
efek seperti mual atau efek lainya. Tapi kalau ibu merasakan ibu bisa
menghubungi saya, atau ibu bisa langsung menghubungi dokter.

Obat yang ke dua ini namanya metformin 500 mg, (Menunjukkan obat
metformin) obat ini bertujuan agar hormon gula ibu menjadi lebih peka. Selain
itu, Obat ini juga dapat berperan untuk mengontrol kadar gula darah ibu. Ibu
mendapatkan 30 tablet, obat ini diminum sehari 3 tablet, pagi ketika sarapan;
siang ketika makan siang dan malam ketika makan malam. Jadi nanti ibu setelah
10 hari, ibu bisa kembali ke dokter untuk berkonsultasi. Obat ini juga bisa
menyebabkan mual ibu, tapi efek obat ini juga tidak terjadi ke semua orang.
Kalau nanti ibu merasakan mual/ efek lain yang tidak menyenangkan ibu bisa
menghubungi saya atau kembali konsultasi dengan dokter. Ibu selama ini
menyimpan obat dimana bu ?

Pasien : Saya simpan di kotak obat mbak.

Apoteker : Benar bu, obatnya bisa disimpan dikotak obat. Disimpan pada suhu ruangan ya
bu, boleh disimpan di lemari. Tapi jangan disimpan di lemari es. Usahakan
selama penyimpanan tidak terkena cahaya matahari ya bu, karena nanti obatnya
bisa rusak.

Pasien : Oh begitu ya mbak, saya simpen di kamar saya boleh mbak ?

Apoteker : Boleh bu.

Pasien : Mbak saya itu pelupa, bagaimana ya mbak kalau saya lupa minum obat ?
Apoteker : Kalau ibu lupa apakah sudah minum obat ini atau belum, ibu bisa mengikuti
angka dibelakang kemasan ini (tunjukkan). Hari pertama dimulai besok, hari
kedua selanjutnya dan seterusnya bu. Kalau ibu lupa meminum obat ini (Diane),
maka ibu dapat minum saat itu juga. Kalau ibu baru ingat belum minum
kemarin, maka saat itu juga ibu minum 2 tablet (untuk kemarin dan untuk hari
ini). Kalau obat yang ini (metformin) kalau ibu lupa dalam 1 hari, ibu bisa
minum bersamaan dengan obat selanjutnya. Tapi kalau ibu lupa kemarin minum
obat, maka hari ini tetap meminum obat yang hari ini saja.

Pasien : Oh begitu ya mbak, mbak obat ini bahaya ga ya mbak ?

Apoteker : Semua obat memiliki bahayanya bu, tapi insyaAllah jika sesuai dengan yang
saya anjurkan obat ini aman untuk ibu. Selama ini apakah ibu rutin berolah raga
?

Pasien : Saya rutin berolahraga mbak biasanya kalau sempat di hari minggu, soalnya
sehari hari saya ini biasa di kantor, jadi jarang gerak.

Apoteker : Wah ayo bu, disempatkan olah raga di hari minggu. Kalau ibu bisa olahraga
setiap hari minimal laah 3x seminggu, 30 menit setiap olah raga. Tapi kalau ga
bisa yaa ibu harus banyakin jalan. Pola makan ibu bagaimana ?

Pasien : Saya sehari hari makan ya biasa mbak, kaya orang orang.

Apoteker : Ganti nasi putih dengan nasi merah bu, kurangi konsumsi karbohidrat/gula
berlebih, soda, dan minuman-minuman yang terlalu manis.

Pasien : Saya mengikuti suami mbak, makan nasi merah.

Apoteker : Alhamdulillah, di pertahankan ya bu makan pakai nasi merahnya. Ibu apakah


penjelasan saya mengenai obat sudah bisa dimengerti ?

Pasien : Alhamdulillah, saya mengerti mbak.

Apoteker : Bisa tolong diulangi penjelasan saya bu ?

Pasien : (mengulangi dengan baik)

Apoteker : baik ibu, menurut saya ibu sudah cukup memahami penjelasan saya, ini saya
berikan kontak saya, apabila dalam perjalanan pengobatan ibu butuh penjelasan
lebih lanjut mengenai pengobatan ibu, silahkan hubungi saya pada jam-jam
yang sudah tertera pada kartu saya. Apakah ibu ada pertanyaan lain?

Pasien : tidak mbak, sudah cukup, terimakasih banyak

Apoteker : sama-sama, semoga siklus menstruasi ibu segera teratur dan lekas diberi
momongan.

Pasien : Aamin. Terimakasih mbak ( jabat tangan ?)