Anda di halaman 1dari 35

MODUL PEMBELAJARAN

PENGAUDITAN 2
AUDIT SIKLUS INVESTASI

OLEH :

NURUL INSANIA

A31114024

PROGRAM STUDI AKUNTANSI


FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS
UNIVERSITAS HASANUDDIN

KATA PENGANTAR
Puji syukur kita panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas
limpahan rahmat-Nya sehingga modul pembelajaran ini dapat
terselesaikan dengan baik dan tepat waktu.
Penyusun mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang
telah memberi waktu untuk berdiskusi dan sumbangsi yang sangat
bermanfaat dalam penyusunan modul ini. Penyusun menyadari bahwa
masih banyak kesalahan dan kekurangan dalam modul ini, oleh sebab itu
penyusun senantiasa menanti kritik dan saran yang membangun dari
semua pihak untuk penyempurnaan modul ini.
Penyusun berharap modul ini dapat memberi apresiasi dan manfaat
kepada pengguna dan utamanya kepada penyusun sendiri.
Aamiin.

Makas
sar, 22 Maret 2017

Penyusun

DAFTAR ISI

2
Halaman

HALAMAN JUDUL 1

KATA PENGANTAR 2

DAFTAR ISI 3

BAGIAN I TINJAUAN MATA KULIAH


4

BAGIAN II PENDAHULUAN
10

BAGIAN III MATERI PEMBELAJARAN 12

BAGIAN IV LATIHAN 26

BAGIAN V RANGKUMAN
27

BAGIAN VI TES FORMATIF


28

BAGIAN VII UMPAN BALIK ATAU TINDAK LANJUT


30

BAGIAN VIII KUNCI TES FORMATIF


31

BAGIAN IX DAFTAR PUSTAKA


32

3
BAGIAN I

TINJAUAN MATA KULIAH

1. DESKRIPSI MATA KULIAH


Mata kuliah Pengauditan II merupakan mata kaliah lanjutan dari
Pengauditan I. Dimana dalam Pengauditan II ini membahas mengenai
audit siklus transaksi mulai dari audit siklus pendapatan, audit siklus
pengeluaran, audit siklus produksi, audit siklus jasa personalia, audit
siklus investasi, audit siklus pembiayaan dan juga membahas mengenai
audit saldo kas, penyelesaan audit dan tanggungjawab pasca audit,
penyusunan laporan audit atas laporan keuangan yang telah diaudit,
serta jasa jasa lain akuntan dan pelaporannya hingga BAPEPAM dan
akuntan Publik.

2. KEGUNAAN MATA KULIAH


Kompetensi Utama
Mampu melaksanakan proses pengauditan dan penyusunan laporan
auditan suatu entitas secara professional dan berstandar
internasional.

Kompetensi Pendukung
Selain itu mahasiswa juga diharapkan memiliki kompetensi
pendukung seperti :
1. Mampu melaksanakan dan menerapkan proses pengauditan
berdasarkan siklus akuntansi perusahaan
2. Mampu melaksanakan dan memahami pengauditan berbasis
resiko (ISA)
3. Mampu menilai, mendeteksi dan merespon resiko kecurangan
terjadi;
4. Mampu menggunakan pengetahuan akuntansi dan komputerisasi

Kompetensi Lainnya
1. Mampu membuat prosedur audit atas siklus akuntansi

4
2. Mampu memahami struktur pengendalian intern perusahaan
3. Mampu membuat perencanaan audit, menilai resiko deteksi
pengendalian, dan cara-cara pengambilan sampel atas bukti yang
diperiksa
4. Mampu menggunakan pengetahuan akuntansi dan komputerisasi
5. Mampu untuk bekerjasama, baik sebagai pimpinan maupun
sebagai anggota kelompok

3. SASARAN BELAJAR
Menyiapkan tenaga auditor yang siap pakai dan proffesional yang
berstandar internasional dan memiliki keterampilan pada level
manajerial dan operasional dalam bidang pengauditan yang memiliki
kemampuan :

Melaksanakan pengauditan siklus atas penjualan dan pengumpulan


piutang

Melaksanakan sampling audit untuk pengendalian substantive


transaksi

Merancang penyelesaian pengujian dalam siklus penjualan dan


piutang

Melaksanakan sampling audit untuk pengujian rinci terhadap saldo

Melaksanakan pengauditan siklus pembelian dan pembayaran

Melaksanakan penyelesaian pengujian dalam siklus pembelian dan


pembayaran

Melaksanakan pengauditan siklus pembelian dan pembayaran

Melaksanakan pengauditan siklus penggajian dan personalia

Melaksanakan pengauditan siklus investasi dan pendanaan

Melaksanakan pengauditan kas dan instrument keuangan lainnya

Menyelesaikan audit atas laporan keuangan

Perkuliahan dilakukan selama 16 kali pertemuan, 2 pertemuan akan


digunakan untuk evaluasi (Mid dan Final) dan 14 pertemuan

5
didistribusikan sasaran-sasaran pembelajaran yang ingin dicapai
sebagai berikut :

PERTEMUAN SASARAN PEMBELAJARAN


Mampu memahami GBRP dan kerangka
1.
konseptual auditing II
Mampu memahami sifat pendapatan
Mampu memahami aktivitas pengendalian
transaksi penjualan kredit
Mampu memahami aktivitas pengendalian
2. transaksi penerimaan kas
Mampu memahami aktivitas pengendalian
Mampu memahami transaksi penyusuaian
penjualan
Mampu memahami pengujian substantif atau
piutang usaha
Mampu memahami penentuan risiko deteksi
Mampu memahami perancangan pengujian
3. substantif
Mampu memahami prosedur awal dan analitis
Mampu memahami pengujian rincian transaksi
Mampu memahami pengujian rincian saldo
Mampu memahami sifat siklus pengeluaran
Mampu memahami komponen pengendalian
intern

4. Mampu memahami aktifitas pengendalian


transaksi pengendalian
Mampu memahami aktifitas pengendalian
transaksi pengeluaran kas
Mampu memahami pengujian substansi atas
5.
saldo utang usaha
Mampu memahami penentuan risiko deteksi
Mampu memahami perancangan pengujian

6
substansi
Mampu memahami prosedur awal
Mampu memahami prosedur analisis
Mampu memahami penujian rincian transaksi
Mampu memahami pengujian rincian saldo
Mampu memahami sifat siklus produksi
Mampu memahami aktivitas pengendalian

6. transaksi pabrikasi
Mampu memahami pengujian substansi atas
saldo persediaan
Mampu memahami sifat siklus jasa personalia
Mampu memahami tujuan audit jasa personalia
Mampu memahami aktivitas pengendalian
7 transaksi penggajian
Mampu memahami pengujian substansi atas
saldo gaji dan upah

8 Mid Semester
Mampu memahami sifat siklus investasi
Mampu memahami tujuan audit siklus investasi
Mampu memahami pertimbangan perencanaan
audit
9 Mampu memahami pengujian substantif atas
saldo utang jangka panjang
Mampu memahami pengujian substantif atas
saldo ekuitas pemegang saham
Mampu memahami sifat siklus pembiayaan
Mampu memahami tujuann audit siklus
pembiayaan

10. Mampu memahami pengujian substantif atas


saldo utang jangka panjang
Mampu memahami pengujian substantif atas
saldo ekuitas pemegang saham
Mampu memahami sifat siklus kas
11

7
Mampu memahami tujuan audit kas
Mampu memahami penyusunan program audit
kas
Mampu memahami penerapan proses audit
Mampu memahami pengujian saldo kas
sebelum tanggal neraca
Mampu memahami pengujian saldo kas setelah
tanggal neraca
Mampu memahami menyelesaikan pekerjaan
lapangan
Mampu memahami mengevaluasi temuan
12 Mampu memahami komunikasi dengan klien
Mampu memahami tanggung jawab setelah
audit
Mampu memahami standar pelaporan
Mampu memahami laporan auditor
Mampu memahami laporan standar
Mampu memahami penyimpanan dari laporan
13
standar
Mampu memahami pengaruh situasi yang
menyebabkan penyimpangan dari laporan
standar
Mampu memahami penerimaan dan
pelaksanaan penugasan atestasi
Mampu memahami standar atestasi

14 Mampu memahami penugasan yang


dilaksanakan menurut standar atestasi
Mampu memahami penugasan yang
dilaksanakan menurut standar atestasi
Mampu memahami struktur BAPEPAM
15
Mampu memahami komponen BAPEPAM dan
pasar modal
Mampu memahami kualifikasi dan registrasi

8
akuntan publik di BAPEPAM
Mampu memahami keterkitan BAPEPAM dengan
auditor independen
Mampu memahami tanggung jawab akuntan
publik terhadap BAPEPAM

16 Final Test

4. URUTAN PENYAJIAN

Audit siklus pendapatan

Audit siklus pengeluaran

Audit siklus produksi

Audit siklus jasa personalia

Audit siklus investasi

Audit siklus pembiayaan

Audit siklus saldo kas

Penyelesaian audit dan tanggungjawab pasca audit

Laporan audit atas laporan keuangan yang telah diaudit

Jasa-jasa lain akuntan dan pelaporannya

Bapepam dan akuntan publik

5. PETUNJUK BELAJAR BAGI MAHASISWA

Modul ini berisikan materi pembelajaran yang diharapkan dapat


menjadi refernsi bagi mahasiswa dalam belajar yang dapat

9
dikombinasikan dengan referensi yang lain. Modul ini juga disertai
dengan soal latihan dan setelah latihan diselesaikan, mahasiswa dapat
mencocokkan jawabannya dengan kunci jawaban yang disediakan
untuk mengukur tingkat kepahaman mahasiswa terhadap materi yang
telah disajikan.

BAGIAN II

PENDAHULUAN

1. SASARAN PEMBELAJARAN YANG INGIN DICAPAI


Adapun sasaran pembelajaran yang ingin dicapai pada saat mengikuti
pembelajaran ini :

Mampu memahami sifat siklus investasi


Mampu memahami tujuan siklus investasi
Mampu memahami pertimbangan perencanaan audit
Mampu memahami pengujian substansi atas saldo utang jangka
panjang

10
Mampu memahami pengujian substantif atas saldo ekuitas
pemegang saham

2. RUANG LINGKUP BAHAN MODUL


Modul ini akan membahas tentang Audit Siklus Investasi Didalam
modul ini akan dijelaskan mengenai sifat siklus investasi, tujaun audit
siklus investasi, bagaimana pertimbangan perencanaan, dan pengujian
substantif atas saldo utang jangka panjang dan ekuitas pemegang
saham

3. MANFAAT MEMPELAJARI MODUL


Setelah mempelajari modul ini diharapkan :
a. Dapat menjelaskan sifat siklus investasi
b. Dapat menjelaskan tujuan audit siklus investasi
c. Dapat menjelaskan pertimbangan perencanaan audit
d. Dapat menjelaskan pengujian substantif atas saldo utang jangka
panjang
e. Dapat menjelaskan pengujian substantif atas saldo ekuitas
pemegang saham

4. URUTAN PEMABAHASAN
a. Sifat siklus investasi dan pembiayaan
b. Tujuan audit terhadap siklus investasi

c. Pertimbangan perencanaan audit

d. Pengujian substantif atas saldo utang jangka panjang

e. pengujian substantif atas saldo ekuitas pemegang saham

11
BAGIAN III

MATERI PEMBELAJARAN

A. SIFAT SIKLUS JASA INVESTASI DAN PEMBIAYAAN


PENELAAHAN ATAS SIKLUS INVESTASI DAN PEMBIAYAAN
Secara teratur manajemen mengambil keputusan tentang bagaimana
cara menggunakan sumber daya untuk mencapai tujuan-tujuannya.
Sumber daya ini juga dapat digunakan pada pengeluaran modal yang
diprlukan untuk mendukung kesinambungan dan pertumbuhan
operasi. Seringkali pengeluaran modal ini begitu besar sehingga
entitas bersangkutan perlu mencari pembiayaan tambahan untuk

12
memperoleh aktiva yang diperlukan. Auditor biasanya ingin
memperoleh jawaban terhadap pertanyaan-pertanyaan berikut ketika
mengaudit siklus investasi dan pembiayaan:
Aktiva apa yang diperlukan untuk mendukung operasi entitas, dan
apakah rencana jangka panjang manajemen untuk menumbuhkan
siklus dasar aktiva entitas?
Aktiva apa yang diakuisisi. Atau dibayarkan selama periode
berjalan?
Bagaimana aktiva yang baru diakuisisi dibiayai dan apakah rencana
jangka panjang manajemen untuk membiayai pertumbuhan
entitas?

Aktivitas investasi adalah pembelian dan penjualan tanah dan


bangunan, peralatan, serta aktiva lainnya yang umumnya tidak
ditahan untuk dijual kembali. Suatu entitas mengakuisisi aktiva ini
karena aktiva tersebut menunjang aktivitas operasi dan proses
intinya. Kebanyakan perusahaan akan mengakuisisi aktiva baru jika
tingkat pengembalian yang dihasilkan oleh aktiva-aktiva tersebut
melebihi biaya marginal sesudah pajak dari pembiayaan dengan
hutang menyangkut akuisisi aktiva tambahan.

Langkah petama dalam mengaudit aktivitas investasi meliputi


pemahaman atas aktiva yang diperlukan untuk mendukung operasi
yang bersangkutan dan tingkat pengembalian yang diharapkan
perusahaan akan dicapai dari aktiva yang mendasarinya.

Langkah kedua dalam mengaudit aktivitas investasi melalui


penentuan aktiva apa yang dapat diakuisisi selama periode berjjalan.
Biasanya pertumbuhan aktiva tetap harus memperlihatkan hubungan
konsisten dengan pertumbuhan pendapatan; dengan
memperhitungkan sejumlah pendapatan; dengan memperhitungkan
sejumlah periode pembukuan.

MENGGUNAKAN PEMAHAMAN TENTANG BISNIS DAN INDUSTRI


UNTUK MENGEMBANGKAN STRATEGI AUDIT

13
Ketika seorang auditor mengembangkan strategi audit berdasarkan
transaksi, dari bawah ke atas untuk audit atas investasi dalam aktiva
tetap, dan aktiva jangka panjang lain, proses ini biasanya merupakan
produk sampingan dari siklus pengeluaran. Pengendalian internal atas
transaksi pengeluaran juga mempengaruhi akuisisi, dan investasi
dalam aktiva tetap. Apabila auditor mengembangkan pendekatan
berdasarkan berdasarkan bisnis dari bawah ke atas untuk aktivitas
investasi, maka ia akan sering mengaudit investasi ini, karena hal itu
saling berkaitan sangat erat. Sebagai contoh, jika perusahaan
melakukan ekspansi besar-besaran dalam aktiva tetap, maka
perusahaan juga harus mempertimbangkan bagaimana akan
membiayai akuisisi itu. Jika auditor ingin mengembangkan ekspansi
mengenai laporan keuangan, maka penting untuk memahami
bagaimana aktiva yang dimiliki mendukung operasi entitas itu, aktiva
baru apa yang diakuisisi, dan bagaimana hal itu dibiayai.

B. TUJUAN AUDIT TERHADAP SIKLUS JASA INVESTASI


Tujuan audit pesifik untuk audit atas aktiva tetap dalam siklus investasi
disajikan dalam gambar berikut. Masing-masing tujuan itu diuraikan
dalam asersi implisit atau eksplisit manajemen tentang transaksi siklus
investasi seperti hal yang berkaitan dengan aktiva jangka panjang.
Tujuan-tujuan ini merupakan hal yang utama bagi siklus ini dalam
kebanyakan audit. Hal ini tidak dimaksudkan agar bersifat all inclusive
untuk semua situasi yang dihadapi klien.

Kategori Tujuan Audit atas Tujuan Audit Saldo Akun


Asersi Kelompok Transaksi
Keberadaan Akusisi yang tercatat Aktiva tetap yang tercatat
atau dari transaksi aktiva merupakan aktiva produktif
keterjadian tetap (EO1), dan yang digunakan pada
pelepasan aktiva tetap tanggal neraca (EO4)
(EO2), dan reparasi serta

14
pemeliharaan (EO3)
merupakan transaksi
yang terjadi selama
setahun.
Kelangkapa Semua transaksi akuisisi Saldo aktiva tetap
n aktiva tetap (C1) dan mencakup pengaruh semua
pelepasan aktiva tetap transaksi yang terjadi
(C2) serta reparasi dan selama periode berjalan
pemeliharaan (C3) yang (C4)
terjadi selama periode
berjalan telah dicatat.
Hak dan Entitas itu memilii atau
Kewajiban mendapatkan hak atas
semua aktiva tetap yang
dicatat pada tanggal neraca
(RO1).
Penilaian Transaksi untuk beban Aktiva tetap dicatat pada
atau Alokasi penyusutan dan harga pokok dikurangi
penurunan nilai aktiva akumulasi penyusutan
tetap telah dinilai (VA2) dan diturunkan
dengan tepat. (VA1) nilainya sebesar penuruna
nilai yang material (VA3).
Penyajian Transaksi penyusutan, Aktiva tetap dan lease
dan reparasi, dan modal telah diidentifikasi
Pengungkap pemeliharaan serta dengan benar dan
an lease operasi telah diklasifikasi dalam laporan
diidentifikasi dengan keuangan (PD2).
benar dan diklasifikasi
Pengungkapan yang
dalam laporan keuangan
berkaitan dengan harga
(PD1).
pokok, nilai buku, metode
penyusutan, dan umut
manfaat dari kelas utama
aktiva tetap, penggadaian
aktiva tetap sebagai

15
agunan, dan syarat-syarat
utama dari kontrak lease
modal sudah memadai
(PD3).

C. PERTIMBANGAN PERENCANAAN AUDIT


Materialitas
Aktiva tetap biasanya merupakan aspek yang material dari laporan
keuangan. Alokasi materialitas ke akun-akun yang dipengaruhi oleh
transaksi dalam siklus ini akan bervariaso menurut pertimbangan telah
dijelaskan pada materi pengauditan I. Pertimbangan utama dalam
mengevaluasi alokasi materialitas ini adalah penentuan besarnya salah
saji yang akan mempengaruhi keputusan seorang pemakai laporan
keuangan yang layak. Pertimbangan kedua adalah hubungannya
dengan biaya yang mendeteksi kesalahan. Audit atas aktiva tetap
relative mutah bila dibandingkan dengan auditor atas akun-akun
piutang atau persediaan. Akibatnya, auditor biasanya akan
mengalokasikan secara proporsional materialitas yang lebih kecil ke
aktiva tetap dibandingkan ke piutang atau persediaan.

Risiko Inheren
Risiko inheren yang berkaitan dengan asersi eksistensi keberadaan
seringkali rendah karena aktiva tetap tidak mudah dicuri. Akan
keberadaan, risiko inheren dapat meningkatkan sampai ke tingkat
sedang atau tinggi karena potensi bahwa aktiva yang dibersatukan atau
tidak digunakan lagi, mungkin tidak dihapuskan. Asersi kelengkapan
dapat mencapai tingkat sedang sampai tinggi dalam kasus aktiva-aktiva
konstruksi, atau lease modal yang mungkin dicatat sebagai lease
operasi karena kerumitan akuntansi yang lease. Tergantung pada
industri dan tingkat kesulitan yang berkaitan dengan estimasi umut
manfaat dan nilai sisa serta kerumitan metode penyusutan, risiko
inheren yang menyangkut asersi penilaian mungkin dinilai sedang atau

16
tinggi berkaitan dengan estimasi akuntansi dalam hubungannya dengan
estimasi beban penyusutan.

Prosedur Analitis
Risiko prosedur analitis unsur elemen dari risiko deteksi bahwa prosedur
analitis akan gagal mendeteksi kesalahan yang material. Prosedur
analitis bersifat efektif dari segi biaya dan membantu auditor dalam
mengevaluasi kelayakan laporan keuangan. Aktiva tetap secara relative
harus stabil, dan akibatnya, prosedur analitis dapat memberikan
keyakinan tentang kewajaran penyajian laporan keuangan. Akan tetapi,
auditor harus menunjukkan tingkat skreptisisme profesional ketika
mengevaluasi kelayan beban penyusutan, termasuk kebijakan
mengenai kapitalisasi lawan langsung membebankan aktiva sebagai
beban melalui beban perbaikan dan pemeliharaan. Dalam gambar
berikut menyajikan beberapa contoh prosedur analitis beserta
penjelasan mengenai masalah yang dapat diidentifikasikannya.

Prosedur Analitis yang Biasa Digunakan untuk Audit Aktiva


Tetap

Rasio Rumus Signifikansi Audit


Perputaran Penjualan bersih Suatu kenaikan yang tidak
aktiva tetap aktiva tetap rata-rata terduga pada perputaran
aktiva tetap dapat
menunjukkan kelalaitan
untuk mencatan atau
mengkapitalisasi aktiva
yang dapat disusutkan
Perputaran Pwnjualan bersih Suatu kenaikan yang tidak
total aktiva total aktiva terduga dalam perputaran
total aktiva dapat
menunjukkan kelalaian
untuk mencarrar atau
mengkapitalisasikan aktiva

17
yang dapat disusutkan.
Pengembalian (Laba bersih + (bunga Suatu kenaikan yang tidak
atas total x 1- tarif pajak)))/total dapat terduga pada
aktiva aktiva rata-rata pengembalian atas aktiva
dapat menunjukkan
kelalaian untuk mencatat
atau mengkapitalisasi
aktiva yang disusutkan.
Beban Beban penyusutan / Suatu kenaikan atau
penyusuran properti, pabrik dan penutrunan yang tidak
sebagai peralatan rata-rata terduga pada beban
persen dari penyusutan sebagai
property, persentase dari aktiva yang
pabrik dan dapat disusutkan dapat
peralatan menunjukkan suatu
kesalahan dalam mengitung
penyusutan.
Beban Beban reparasi dan Suatu kenaikan yang tidak
reparasi pemeliharaan terduga dalam beban
terhadap penjualan bersih reparasi dan pemeliharaan
penjualan dapat menunjukkan
bersih kemungkinan bahwa aktiva
yang seharusnya
dikapitalisasi telah dicatat
sebagai beban.

Risiko Pengendalian
Aspek yang sama dari pengendalian internal yang menetapkan
kesadaran akan tingkat pengendalian yang tinggi seperti lingkungan
pengendalian yang kuat, penilaian risiko yang efektif, akuntabilitas yang
efektif atas penggunaan sumber daya, dan pemantauan sistem
pengendalian adalah penggunaan sumber daya, dan pemantauan
sistem pengendalian adalah penting dalam konteks akuntansi untuk
aktiva tetap.

18
Transaksi yang secara individu bersifat material, seperti akuisisi tanah
atau bangunan, atau pengeluaran modal yang besar, biasanya
merupakan pokok dari pengendalian terpisah yang mencakup anggaran
modal dan otorisasi oleh dewan komisaris. Akibatnya, risiko
pengendalian mungkin rendah untuk asersi keberadaan atau
keterjadian.
Pengendalian yang berkaitan dengan asersi penilaian mencakup
pengendalian atas estimasi akuntansi menyangkut beban penyusutan.
Seringkali program komputer digunakan untuk menghitung beban
penyusutan dan biasanya program-program ini mencakup pengujian
kelayakan seperti pengujian pengecekan yang terbatas untuk
memastikan bahwa aktiva tidak disusutkan terlalu besar. Namun,
auditor harus mengevaluasi kelayakan asumsi-asumsi yang terlibat
langsung dalam program-program ini, seperti estimasi umur manfaat
dan nilai sisa aktiva.

D. PENGUJIAN SUBSTANTIF ATAS SALDO UTANG JANGKA


PANJANG
DESKRIPSI UTANG JANGKA PANJANG
Utang jangka panjang adalah kewajiban sekarang yang timbul dari
kegiatan atau transaksi yang lalu, yang jatuh tempunya lebih satu tahun
ditinjau dari tanggal neraca. Contoh kewajiban yang termasuk dalam
kelompok utang jangka panjang adalah utang jangka panjang dari bank
(berupa kredit investasi), utang obligasi, utang kepada induk
perusahaan, utang sewa jangka panjang, utang pensiun, utang wesel
jangka panjang.

PRINSIP AKUNTANSI BERTERIMA UMUM DALAM PENYAJIAN


UTANG JANGKA PANJANG DI NERACA
1. Utang jangka panjang harus dijelaskan dengan cukup dalam neraca.
Setiap jenis utang jangka panjang harus disajikan secara terpisah di
dalam neraca

19
2. Umumnya utang jangka panjang dipisah menjadi dua kelompok:
utang jangka panjang yang ditarik dengan perjanjian tertulis dan
utang jangka panjang yang tidak disertai dengan perjanjian tertulis
3. Utang obligasi dapat disajikan dalam neraca pada nilai nominalnya,
dan dicantumkan pula tanggal jatuh tempo srta tarif bunganya
4. Obligasi yang dilunasi, yang dibeli sebagai treasury bond, dan yang
belum dikeluarkan lagi harus disajikan dalam neraca sebagai
pengurangan jumlah obligasi yang diizinkan untuk dikeluarkan
sebesar nilai nominalnya

TUJUAN PENGUJIAN SUNSTANTIF TERHADAP UTANG JANGKA


PANJANG
1. Memperoleh keyakinan tentang keandalan catatan akuntansi yang
bersangkutan dengan utang jangka panjang
2. Membuktikan bahwa saldo utang jangka panjang mencerminkan
kepentingan kreditur yang ada pada tanggal neraca dan
mencerminkan keterjadian transaksi yang berkaitan dengan utang
jangka panjang selama tahun yang diaudit
3. Membuktikan kelengkapan transaksi yang dicatat selama tahun yang
diaudit dan kelengkapan saldo utang jangka panjang yang disajikan
dalam neraca
4. Membuktikan bahwa utang jangka panjang yang dicantumkan dalam
neraca merupakan klaim kreditur terhadap aktiva entitas
5. Membuktikan kewajaran penilaian utang jangka panjang yang
dicantumkan di neraca
6. Membuktikan kewajaran penyajian dan pengungkapan utang jangka
panjang di neraca

ASERSI DALAM AKUN HUTANG JANGKA PANJANG DAN AKUN


PENILAINNYA
1. Keberadaan dan Keterjadian

20
Auditor membuktikan apakah saldo hutang jangka panjang
mencerminkan kepentingan transaksi yang berkaitan dengan hutang
jangka panjang selam tahun yang diaudit. Untuk mencapai tujuan
tersebut, auditor melakukan berbagai pengujian substantif berikut
ini: Pengujian analitik, Pemeriksaan bukti pendukung transaksi yang
berkaitan dengan hutang jangka panjang & biaya bunga, Review
terhadap otorisasi & kontrak penarikan hutang jangka panjang, dan
Konfirmasi dari kreditur & bond trustee

2. Kelengkapan

Untuk membuktikan bahwa hutang jangka panjang yang dicantumkan


di neraca mencakup semua kepentingan kreditur terhadap aktiva
entitas pada tanggal neraca dan mencakup semua transaksi yang
berkaitan dengan hutang jangka panjang dalam tahun yang diaudit,
auditor melakukan berbagai pengujian substantif berikut ini:
Pengujian analitik, Pemeriksaan bukti transaksi yang berkaitan
dengan hutang jangka panjang & biaya bunga, Review terhadap
perjanjian hutang jangka panjang & pelajari pasal - pasal yang
terdapat di dalamnya, dan Konfirmasi dari kreditur & bond trustee

3. Penilaian

Penyajian di dalam neraca harus dengan penjelasan sebagaimana diatur


dalam prinsip akuntansi tersebut. Dengan demikian untuk
membuktikan asersi penilaian hutang jangka panjang yang
dicantumkan pada neraca, auditor melakukan pengujian substantif
berikut ini: Prosedur audit awal, Pengujian analitik, Pemeriksaan bukti
pendukung transaksi yang berkaitan dengan hutang jangka panjang &
biaya bunga, Review terhadap perjanjian hutang jangka panjang &
pelajari pasal - pasal yang terdapat di dalamnya, Konfirmasi dari
kreditur & bond trustee, dan Penghitungan kembali.

4. Kepentingan ( Stockholder's Interest )

21
Untuk membuktikan klaim kreditur atas aktiva entitas pada tanggal
neraca, auditor melakukan pengujian substantif berikut ini:
Pemeriksaan bukti pendukung transaksi yang berkaitan dengan
hutang jangka panjang & biaya bunga, Review terhadap perjanjian
hutang jangka panjang & pelajari pasal - pasal yang terdapat di
dalamnya.

5. Penyajian dan Pengungkapan

Penyajian dan pengungkapan unsur - unsur laporan keuangan harus


didasarkan pada PABU. Pengujian substantif terhadap hutang jangka
panjang diarahkan untuk mencapai salah satu tujuan membuktikan
apakah unsur hutang jangka panjang telah disajikan dan diungkapkan
oleh klien di neracanya sesuai dengan PABU. Satu - satunya pengujian
substantif untuk membuktikan asersi penyajian dan pengungkapan
hutang jangka panjang di neraca adalah dengan membandingkan
penyajian dan pengungkapan hutang jangka panjang di neraca yang
diaudit dengan PABU melalui berbagai prosedur berikut ini: Review
terhadap perjanjian hutang jangka panjang & pelajari pasal - pasal
yang terdapat di dalamnya, Pemeriksaan terhadap klasifikasi hutang
jangka panjang yang segera jatuh tempo di dalam neraca, dan
Pemeriksaan terhadap pengungkapan yang berangkutan dengan
hutang jangka panjang.

PROGRAM PENGUJIAN SUNSTANTIF TERHADAP UTANG JANGKA


PANJANG
Prosedur Awal Audit
1. Usut saldo utang jangka panjang yang tercantum di neraca ke saldo
akun utang jangka panjang yang bersangkutan dalam buku besar.
2. Hitung kembali saldo akun utang jangka panjang di dalam buku besar.
3. Lakukan review terhadap mutasi luar biasa dalam jumlah dan sumber
posting dalam akun utang jangka panjang.
4. Usut saldo awal akun utang jangka panjang ke kertas kerja tahun
yang lalu.

22
5. Usut posting pendebitan dan pengkreditan akun utang jangka
panjang ke dalam jurnal yang bersangkutan.

Prosedur Analitik
Menghitung rasio:
Ratio Formula
Ratio utang dengan total Total utang Total aktiva
aktiva
Ratio utang dengan ekuitas Total utang Total ekuitas
Times interest earned Laba bersih usaha Biaya bunga
obligasi
Ratio biaya bunga dengan Biaya bunga Rerata utang
utang

Lakulan analisis hasil prosedur analitik dengan harapan yang


didasarkan pada ratio tahun lalu, rerata ratio industry, atau ratio yang
dianggarkan. Pembandingan ini membantu auditor mengungkapkan
peristiwa atau transaksi tidak biasa, perubahan akuntansi, perubahan
usaha, fluktuasi acak atau salah saji.

Pengujian terhadap transaksi rinci


1. Usut penerimaan dana dari penarikan utang jangka panjang
2. Mintalah konfirmasi mengenai utang jangka panjang dari bank dan
trust company.
3. Periksa dokumen yang mendukung transaksi pembayaran bunga.
4. Periksa dokumen yang mendukung transaksi pembayaran pokok
pinjaman.
5. Periksa aktiva yang dijaminkan dalam penarikan utang jangka
panjang.
6. Periksa polis asuransi yang dijaminkan dalam penarikan utang
jangka panjang.
7. Periksa kepatuhan klien terhadap batasan-batasan yang dikenakan
oleh kreditur.
8. Periksa dokumen yang mendukung transaksi treasury bond.

23
9. Verifikasi perhitungan bunga, amortisasi premi dan diskonto obligasi,
dan utang bunga obligasi.

PENGUJIAN TERHADAP AKUN RINCI


1. Minta atau buatlah daftar utang jangka panjang.
2. Minta dan pelajari copy trust indenture dan surat perjanjian penarikan
kredit utang jangka panjang.
3. Periksalah kesesuaian penilaian utang jangka panjang dengan prinsip
akuntansi berterima umum di Indonesia.
4. Hitung kembali amortisasi premi dan diskonto obligasi.

VERIFIKASI PENYAJIAN DAN PENGUNGKAPAN


1. Periksa klasifikasi utang jangka panjang yang segera jatuh tempo di
dalam neraca.
2. Mintalah perjanjian utang jangka panjang dan pelajari pasal-pasal
yang terdapat di dalamnya.
3. Periksa penjelasan yang berkaitan dengan utang jangka panjang.

E. PENGUJIAN SUBSTANTIF ATAS SALDO EKUITAS PEMEGANG


SAHAM
DESKRIPSI EKUITAS PEMEGANG SAHAM
Ekuitas pemegang saham adalah jumlah kumulatif kontribusi yang
diberikan oleh pemilik (pemegang saham) kepada perusahaan sebagai
suatu entitas, ditambah dengan laba yang diperoleh perusahaan yang
ditahan di dalam perusahaan. Ekuitas pemegang saham pada PT
ditunjukkan dengan akun Modal Saham, Paid-in Capital, Treasury Stock,
Saldo Laba, dan Cadangan (Reserve).
Modal sendiri merupakan jumlah kumulatif kontribusi yang diberikan
oleh pemilik kepada perusahaan sebagai suatu entitas, ditambah
dengan laba yang diperoleh perusahaan yang ditahan di dalam
perusahaan. Pengujian substansif terhadap ekuitas pemegang saham
berbeda dengan pengujian substantive terhadap aktiva lancer dan

24
utang lancar. Sebelum membahas pengujian substantive terhadap
ekuitas pemegang saham di neraca sebagai berikut:

1. Modal saham

Penjelasan yang lengkap terhadap akun modal saham harus dibuat di


neraca yang dapat disajikan dalam bentuk catatan kaki atau sebagai
catatan atas laporan keuangan.

2. Treasury stock

Treasury stock harus disajikan di neraca kelompok modal saham.


Jumlah yang disajikan harus sebesar kosnya, sebagai pengurangan
terhadap jumlah modal saham dan saldo laba.

3. Saldo laba

Perubahan saldo laba dalam tahun yang diaudit dapat disajikan di


dalam laporan tersendiri yang disebut laporan perubahan saldo laba
atau digabungkan dalam laporan laba rugi.

Sementara itu tujuan untuk pengujian substantif terhadap ekuitas


pemegang saham adalah:

1. Memperoleh keyakinan tentang keandalancatatan akuntansi yang


bersangkutan dengan ekuitas pemegang saham.

2. Membuktikan bahwa saldo modal saham mencerminkan kepentingan


pemegang saham yang ada pada tanggal neraca dan mencerminkan
keterjadian transaksi yang berkaitan dengan ekuitas pemegang
saham selama tahunyang diaudit.

3. Membuktikan kelengkapan transaksi yang dicatat selama tahun yang


diaudit dan kelengkapan saldo ekuitas pemegang saham yang
disajikan di neraca.

4. Memebuktikan bahwa saldo ekuitas pemegang saham yang


dicantumkan di neraca merupakan klaim pemilik terhadap aktiva
entitas.

25
5. Membuktikan kewajaran penilaian ekuitas pemegang saham yang
dicantumkan di neraca.

6. Membuktikan kewajaran penyajian dan pengungkapan ekuitas


pemegang saham di neraca.

MENENTUKAN RISIKO DETEKSI

Penilaian risiko inheren untuk asersi asersi yang berkaitan dengan


saldo ekuitas pemegang saham tergantung pada sifat dan frekuensi
transaksi yang mempengaruhi akun akun bersangkutan. Transaksi
saham yang bersifat rutin dalam perusahaan terbuka sering ditangani
oleh registar dan agen transfer. Dalam kasus tersebut, baik penilain
risiko inheren maupun pengendalian untuk asersi saldo akunyang
dipengruhi oleh transaksi tersebut mungkin rendah. Penilaian risiko
inheren dan pengendalian mungkin tinggi jika ada transaksi non rutin
yang melibatkanpenerbitan saham dalam akuisisi, sekuritas
konvertabel, atau opsi saham.

MERANCANG PENGUJIAN SUBSTANTIF


1. Prosedur awal
Sebelum membuktikan apakah saldo ekuitas pemegang saham yang
dilaporkan oleh klien di dalam neracanya sesuai dengan ekuitas
pemegang saham yang benar benar ada pada tanggal neraca,
auditor harus mengetahui terlebih dahulu tentang bisnis dan dan
industri, serta melakukan rekonsiliasi antara informasi ekuitas
pemegang saham yang dicantumkan dengan catatan akuntansi yang
mendukungnya. Oleh karena itu auditor melakukan prosedur audit
awal sebagai berikut:

Usut saldo ekuitas pemegang saham yang tercantum di neraca


saldo ke saldo akun ekuitas pemegang saham yang bersangkutan
dalam buku besar.

26
Hitung kembali saldo akun ekuitas pemegang saham di dalam buku
besar.

Lakukan review terhadap mutasi luar biasa dalam jumlah dan


sumber posting dalam akun ekuitas pemegang saham.

Usut saldo awal akunekuitas pemegang saham ke kertas kerja


tahun yang lalu.

Usut posting pengkreditan dan pendebitan akun ekuitas pemegang


saham ke dalam jurnal yang bersangkutan.

Lakukan rekonsiliasi akun control modal saham dalam buku besar


ke buku pembantu pemegang saham dan buku sertifikat saham.

2. Prosedur analitis
Pada tahap awal pengujian substantif terhadap ekuitas pemegang
saham, pengujian analaitis dimaksudkan untuk membantu auditor
dalam memahami bisnis klien dan dalam mememukan bidang yang
memerlukan audit yang lebih intensif. Untuk itu auditor, melakukan
perhitungan berbagai ratio anatar lain niali buku saham biasa, return
on common stockholder equity, dividen payout, dan laba per saham.
3. Pengujian rincian transaksi
Kategori pengujian ini mencakup vouching ayat jurnal dalam
akunmodal dan laba ditahan. Setiap perubahan dalam akunmodal
disetor harus divouch ke dokumen pendukung. Untuk penerbitan
saham baru, auditor dapat memeriksa surat kiriman uang uang dari
hasil penerbitan tersebut.selain itu setiap ayat jurnal pada laba
ditahan kecuali posting laba bersih atau (rugi bersih) harus divouch ke
dokumen pendukung.
4. Pengujian rincian saldo
Pengujian terhadap rincian saldo ekuitas pemegang saham dapat
dilakukan oleh auditor denganberbagai prosedur audit sebagai
berikut:
Pelajari anggaran dan anggaran rumah tangga perusahaan klien

27
Pelajari notulen rapat pemegang saham ddan sewan komisaris

Pelajari kontrak underwriting dan persyaratan emisi saham

Pelajari notulen rapat dewan komisaris dan pemegang saham


mengenai pembagian dividen

Pelajari surat perjanjian penarikan kredit dan bond indentures


mengenai pasal yang membtasi pembagian dividen

Laukan analsis terhadap akun modal saham.

5. Perbandingan penyajian laporan dengan GAAP


APB No 12 menetapkan bahwa pengungkapan atas perubahan akun
akun terpisah yang terdiri dari ekuitas pemegang saham disyaratkan
untuk membuat laporan keuangan yang cukup informatif.
Pengngkapan yang berkaitan dengan bagian ekuitas mencakup
rincian program opsi saham, dividen yang tertunggak, nilai pari atau
ditetapkan, dan preferensi dividen serta likuidasi.

28
BAGIAN IV

LATIHAN

Jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut dengan tepat dan benar :

1. Jelaskan sifat siklus investasi !


2. Jelaskan materialitas dan risiko inheren yang berkaitan dengan siklus
investasi !
3. Jelaskan pertimbangan yang penting dalam perencanaan audit yang
berkaitan langsung dengan aktiva tetap dalam siklus investasi!
4. Apa pengujian substantif yang berlaku pada asersi keberadaan dan
penilaian untuk saldo hutang jangka panjang?
5. Pertimbangan apa yang berlaku untuk menentukan tingkat risiko deteksi
yang dapat diterima untuk saldo ekuitas pemegang saham?

BAGIAN V

29
RANGKUMAN

Aktivitas investasi adalah pembelian dan penjualan tanah dan


bangunan, peralatan, serta aktiva lainnya yang umumnya tidak ditahan
untuk dijual kembali. Suatu entitas mengakuisisi aktiva ini karena aktiva
tersebut menunjang aktivitas operasi dan proses intinya. Kebanyakan
perusahaan akan mengakuisisi aktiva baru jika tingkat pengembalian yang
dihasilkan oleh aktiva-aktiva tersebut melebihi biaya marginal sesudah
pajak dari pembiayaan dengan hutang menyangkut akuisisi aktiva
tambahan.

Langkah petama dalam mengaudit aktivitas investasi meliputi


pemahaman atas aktiva yang diperlukan untuk mendukung operasi yang
bersangkutan dan tingkat pengembalian yang diharapkan perusahaan
akan dicapai dari aktiva yang mendasarinya.

Langkah kedua dalam mengaudit aktivitas investasi melalui


penentuan aktiva apa yang dapat diakuisisi selama periode berjjalan.
Biasanya pertumbuhan aktiva tetap harus memperlihatkan hubungan
konsisten dengan pertumbuhan pendapatan; dengan memperhitungkan
sejumlah pendapatan; dengan memperhitungkan sejumlah periode
pembukuan.

BAGIAN VI

30
TES FORMATIF

Pilih satu jawaban yang benar di antara empat pilihan jawaban yang
tersedia dengan cara melingkari huruf di muka jawaban yang benar.

1. Dalam siklus investasi akan dibahas mengenai hal di bawah ini

a. Properti

b. Pabrik

c. Pinjaman

d. Peralatan

2. Dalam pertimbangan perencanaan audit, yang bersifat efektif dari segi


biaya dan hal itu dapat membantu auditor dalam mengevaluasi
kelayakan laporan keuangan adalah

a. Meterialitas

b. Risiko Inheren

c. Prosedur analitis

d. Risiko pengendalian

3. Untuk mendeteksi dan mencegah gaji dan upah dibayarkan kepada


orang yang tidak berhak menerimanya, aktivitas pengendalian yang
diperlukan adalah:
a. Hanya karyawan yang memiliki identitas yang sah yang berhak
menerima gaji dan upah.
b. Penggunaan panduan akun.
c. Penggunaan bukti kas keluar bernomor urut tercetak.
d. Penggunaan kartu jam kerja

31
4. Langkah-langkah apa saja yang dilakukan dalam memeriksa buku
sertifikat saham

a. Memvouching buku sertifikat

b. Menginspeksi adanya perubahan

c. Menelusuri total saham

d. Menghitung sertifikat

32
BAGIAN VII

UMPAN BALIK ATAU TINDAK LANJUT

Kunci jawaban dari tes formatif terdapat di akhir bagian modul. Dengan
adanya kunci jawaban tersebut maka anda dapat menilai sejauh mana
memahami dan menguasai materi yang terdapat pada modul. Untuk
mengetahui sejauh mana materi yang anda ketahui dalam modul ini,
maka anda dapat menghitung jawaban benar yang ada, dengan rumus
perhitungan sebagai berikut :

Jumlah jawaban benar


Nilai= x 100
Jumlah soal

Penilaian:

90 - 100 = Amat Baik

80 - 89 = Baik

70 - 79 = Cukup Baik

60 - 69 = Cukup

< 60 = Kurang

Ketika hasil penilaian sudah mencapai keterangan baik maka tetap


pertahankan pemaham anda mengenai isi modul. Ketika hasil penilaian
masih hanya cukup maka anda perlu mempelajari kembali modul yang
telah dibuat.

33
BAGIAN VIII

KUNCI TES FORMATIF

1. C. Pinjaman
2. C. Prosedur analitis
3. A. Hanya karyawan yang memiliki identitas yang sah yang berhak
menerima gaji dan upah
4. B. Menginspeksi adanya perubahan

34
BAGIAN IX

DAFTAR PUSTAKA

Boynton, William C., Johnson, Raymond N., and Kell, Welter G. 2003.
Modern Auditing Edisi Ketujuh Jilid II. Erlangga. Jakarta.

Jusup, Al. Haryono. 2001. Auditing. STIE YKPN. Yogyakarta.

Mulyadi. Auditing Buku 2. Edisi ke-6 Jakarta: Salemba Empat, 2016

https://www.scribd.com/doc/144630219/Audit-Pengujian-Substantif-
Terhadap-Utang-Jangka-Panjang-Dan-Ekuitas#

35