Anda di halaman 1dari 3

I.

Judul Percobaan
II. Hari/Tanggal
III. Selesai
IV. Tujuan
V. Dasar Teori
VI. Alat dan Bahan
VII. Alur Kerja
VIII. Hasil Pengamatan
IX. Analisis dan Pembahasan
Pada percobaan KCKT atau Kromatografi Cair Kinerja Tinggi dengan
judul Analisis Asam Cuka ini bertujuan untuk menentukan kadar asam cuka
pasar secara KCKT.
Prinsip dasar dari HPLC adalah pemisahan analit-analit berdasarkan
kepolarannya. Adapun prinsip kerja dari alat HPLC adalah ketika suatu sampel
yangpakan diuji diinjeksikan ke dalam kolom maka sampel tersebut kemudian
akan terurai dan terpisah menjadi senyawa-senyawa kimia ( analit ) sesuai dengan
perbedaan afinitasnya. Hasil pemisahan tersebut kemudian akan dideteksi oleh
detector (spektrofotometer UV, fluorometer atau indeks bias) pada panjang
gelombang tertentu, hasil yang muncul dari detektor tersebut selanjutnya dicatat
oleh recorder yang biasanya dapat ditampilkan menggunakan integrator atau
menggunakan personal computer (PC) yang terhubung online dengan alat HPLC
tersebut.

Pada prinsipnya kerja HPLC adalah sama yaitu pemisahan analit-analit


berdasarkan kepolarannya, alatnya terdiri dari kolom (sebagai fasa diam) dan
larutan tertentu sebagai fasa geraknya. Yang paling membedakan HPLC dengan
kromatografi lainnya adalah pada HPLC digunakan tekanan tinggi untuk
mendorong fasa gerak. Campuran analit akan terpisah berdasarkan kepolarannya
dan kecepatannya untuk sampai kedektetor (waktu retensinya) akan berbeda, hal
ini akan teramati pada spectrum yang puncak-puncaknya terpisah. Ukuran skala
polaritas : golongan fluorocarbon < golongan hidrokarbon < senyawa
terhalogenasi < golongan eter < golongan ester < golongan keton < golongan
alcohol < golongan asam.
Sebelum melakukan percobaan kami meyiapkan alat dan bahan yang
digunakan diantaranya adalah asam cuka standar, asam cuka pasar, aquades, pipet,
tabung reaksi, gelas ukur, labu ukur, serta seperangkat alat KCKT Hewlet
Packard.
Larutan induk yang digunakan dalam percobaan ini adalah larutan induk
asam cuka, larutan tak berwarna, dengan berbagai konsentrasi yaitu ( 1; 1,5; 2).10 -
2
M; 9.10-3 M; 0,1 M ) yang telah disiapkan oleh koas.
Percobaan dimulai dengan menyiapkan 100 L larutan standar dengan
berbagai konsentrasi. Kemudian memasukkan larutan ke dalam syring yang telah
dibersihkan dengan aquades dan larutan standar asam cuka. Menginjeksikan ke
dalam spektrofotometri HPLC yang telah diatur pada panjang gelombang 240 nm
dengan kecepatan alir fasa gerak 1 mL/menit. Menyimpannya dalam folder
kromatogram kemudian menentukan kurva standarnya.
Dalam percobaan ini luas puncak larutan standar yang kami dapatkan yaitu
Konsentrasi (M) Luas Puncak Waktu Retensi
0 0 0
-3
9x10 180,97829 4,067
1x10-2 251,61375 4,266
-2
1,5x10 306,93222 4,226
2x10-2 433,7090 4,242
0,1 2304,53101 4,067
Dari data tersebut kami menentukan kurvanya yaitu

Dari kurva tesebut kami mendapatkan persamaan y yaitu


y = 13144x + 14,503 dengan R2 sebesar 0,9993
Langkah selanjutnya yaitu menginjeksikan larutan asam cuka pasar yang
telah diencerkan kemudian memplotkan luas puncak kromatogram yang kami
dapatkan ke dalam kurva standar. Kemudian menentukan kadar asam cuka pasar
yang kami gunakan sebagai sampel.
Kadar asam cuka pasar dengan luas area sampel 608,87225 sebesar
y = 23144 x 14.503
602.87225 = 23144 x 14.503
602.87225 + 14.503 = 23144 x
x = 0,02667
Sampel diencerkan dari 1 mL asam cuka pasar menjadi 10 mL, maka
faktor pengenceran menjadi :
V
D= 2
V1
10 mL
D= =10 mL
1 mL
Kemurnian larutan (M) sebesar 25 % = 0,25
Kadar sampel = interpolated amount (x) X DX M
= 0,02667 x 10 x 0.25= 0,066 Molar
Persamaan reaksi dalam percobaan ini adalah :
CH3COOH (aq) + H2O(l) CH3COOH(aq)
X. Kesimpulan
XI. Jawaban Pertanyaan
XII. Daftar Pustaka
XIII. Lampiran
Dokumentasi
Perhitungan