Anda di halaman 1dari 26

LAPORAN PENUGASAN ELEKTIF

PEMBERANTASAN SARANG NYAMUK


DI PESANTREN LUKMAN AL-HAKIM DESA ADIPURO, KECAMATAN
KALIANGKRIK, KABUPATEN MAGELANG, JAWA TENGAH

Disusun untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Kepaniteraan Klinik


Bagian Ilmu Kesehatan Masyarakat

Oleh :
Akbar prajorghy utama
10711022

FAKULTAS KEDOKTERAN
UNIVERSITAS ISLAM INDONESIA
YOGYAKARTA
2015
LEMBAR PENGESAHAN
KEGIATAN ELEKTIF PEMBERANTASAN SARANG NYAMUK
DI PESANTREN LUKMAN AL-HAKIM DESA ADIPURO, KECAMATAN
KALIANGKRIK, KABUPATEN MAGELANG, JAWA TENGAH

Disusun untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Kepaniteraan Klinik


Bagian Ilmu Kesehatan Masyarakat

Disusun Oleh :
Akbar Prajorghy Utama (10711022)

Telah disetujui dan disahkan oleh :

Dosen Pembimbing Fakultas

dr. Maftunah Nurbeti, MPH

Dosen Pembimbing Lapangan I Dosen Pembimbing Lapangan II

dr. Uma Malika dr. Lingga


KATA PENGANTAR

Assalamualaikum Wr.Wb.,
Alhamdulillahirobbilalamin. Segala puji dan syukur marilah kita ucapakan
kepada Allah SWT, serta shalawat serta salam kita panjatkan untuk Nabi besar
Muhammad SAW. Karena atas berkat dan rahmat yang telah Allah SWT limpahkanlah
maka penulisan Laporan Kegiatan Elektif yang berjudul PEMBERANTASAN
SARANG NYAMUK DI PESANTREN LUKMAN AL-HAKIM DESA ADIPURO,
KECAMATAN KALIANGKRIK, KABUPATEN MAGELANG, JAWA TENGAH ini
dapat terselesaikan tepat waktu. Laporan Kegiatan Elektif ini disusun demi untuk
memenuhi sebagian syarat dan tugas di Kepaniteraan Klinik Ilmu Kesehatan Masyarakat.
Segala Kendala dan hambatan dalam menyelesaikan Laporan Kegiatan Elektif ini datang
silih berganti tetapi dengan bantuan dan dukungan dari semua pihak maka masalah dan
hambatan tersebut dapat diatasi dengan mudah. Pada kesempatan kali ini penulis ingin
menyampaikan rasa terimakasih yang sebesar-besarnya kepada pihak-pihak yang secara
langsung maupun tidak langsung telah membantu penulis dalam penyelesaian laporan
kegiatan elektif ini. Oleh karena itu, penulis ingin menyampaikan rasa terimakasih yang
tulus kepada:
1. dr. Maftunah Nurbeti, MPH selaku dosen pembimbing Fakultas Kedokteran UII
2. dr. Uma Malika selaku dosen pembimbing lapangan
3. Ustad faraouki selaku pemipin di pesantren lukman al-hakim yang telah meberikan
izin untuk melakukan kegiatan elektif di pesantren lukman al-hakim.
4. Para santri pesantren lukman al-hakim.
5. Kedua Orang tua tercinta H. ir. Efredi damri, M.Si dan Hj. Henny muryanti, SE.
yang telah banyak memberikan dukungan baik doa, moril, maupun materiil.
6. Teman-teman sejawat Dokter Muda khususnya teman satu kelompok
7. kepada seluruh pihak yang tidak bisa di sebutkan satu persatu yang telah banyak
sekali memberikan dukungan dan bantuan dalam penyelesaian laporan yang telah
dibuat.

Penulis sangat menyadari bahwa Laporan Kegiatan Elektif ini masih kurang
kesempurnaan dan memerlukan beberapa masukan dan saran serta kritik yang
membangun dari berbagai pihak demi untuk perbaikan dalam penyusunan laporan
selanjutnya. Semoga Laporan Kegian Elektif ini bisa bermanfaat dan berguna bagi
semua pihak dan kemajuan ilmu pengatahuan.
Wassalamualaikum Wr. Wb.

Yogyakarta, 06 November 2015

Dokter Muda
BAB I
LATAR BELAKANG

Dewasa ini pemberantasan sarang nyamuk sudah mulai menjadi masalah yang di
nomer duakan di lingkungan kita, hal ini didukung oleh data dari WHO yang
menunjukkan populasi di dunia diperkirakan berisiko terhadap penyakit DBD mencapai
2,5-3 miliar terutama yang tinggal di daerah perkotaan di negara tropis dan subtropis.
Saat ini juga diperkirakan ada 50 juta infeksi dengue yang terjadi diseluruh dunia setiap
tahun. Diperkirakan untuk Asia Tenggara terdapat 100 juta kasus demam dengue (DD)
dan 500.000 kasus DHF yang memerlukan perawatan di rumah sakit, dan 90%
penderitanya adalah anak-anak yang berusia kurang dari 15 tahun dan jumlah kematian
oleh penyakit DHF mencapai 5% dengan perkiraan 25.000 kematian setiap tahunnya
(WHO, 2012). Dari data tersebut dapat kita pahami bahwa angka penderita penyakit
DBD masih sangat tinggi terutama didaerah tropis seperti di indonesia. Hal ini
menunjukkan bahwa pada dasarnya mencegah terjadinya penyakit DBD sangatlah
penting terutama di daerah tropis seperti di indonesia. Selain hal di atas tersebut data
yang diberikan WHO juga menunjukkan bahwa negara Indonesia sebagai negara dengan
kasus DBD tertinggi di Asia Tenggara dan tertiggi nomor dua di dunia setelah Thailand
(Depkes, 2010). Hal ini semakin menujukkan betapa tingginya angka kejadian penyakit
DBD di indonesia sejauh ini.
Pada dasarnya nyamuk sendiri bukan hanya sumber dari penyakit DBD melainkan
juga merupakan vektor dari berbagai penyakit, salah satunya penyakit malaria. Nyamuk
sendiri merupakan hewan bersayap dua yang berisik dan bisa tinggal disemua daerah
bahkan di kutup sekalipun. Meskipun mampu hidup di kutub, sebagian besar nyamuk
lebih suka hidup di daerah yang beriklim tropis dengan kelembaban tinggi seperti di
Indonesia (Sunaryo 2001). Nyamuk pada dasarnya hidup dengan usia yang cukup
singkat, yaitu nyamuk betina berusia kurang lebih 3 minggu dan nyamuk jantan berusia
kurang lebih hanya satu minggu. Nyamuk berkembang biak dengan cara bertelur, dan
telur yang dihasilkan nyamuk biasanya diletakkan di genangan air. Untuk beberapa saat
kemudian nyamuk yang berada didalam genangan air tersebut akan berubah menjadi
larva, kemudian menjadi pupa, setelah itu akan berubah kembali menjadi nyamuk
dewasa. Setelah menjadi nyamuk dewasa maka siklusna akan kembali lagi dengan
nyamuk tersebut meletakkan telurnya di atsa genangan air.
Peningkatan populasi nyamuk biasanya banyak disebabkan oleh kondisi
perubahan global seperti bertambahnya kepadatang penduduk, pemanasan global, dan
termasuk didalamnya program kontrol nyamuk yang kurang efektif. Menurut WHO,
stadium larva penting karena pada stadium ini merupakan saat yang rentan dalam siklus
hidup vektor dan penting untuk perencanaan program pengendalian yang efektif. Untuk
mencegah penyakit yang disebabkan oleh nyamuk kita harus menghapuskannya di
peringkat larva, karena ini merupakan cara yang paling ideal dan efektif (WHO 1992).
Melihat tempat keberadaan larva yang ada didalam genangan air sehingga sudah jelas
bahwa menjaga kondisi penamungan air menjadi hal yang sangat penting untuk
melakukan pemberantasan nyamuk.
Setelah memahami tentang uraian di atas maka dapat kita pahami bahwa
mencegah berbagai penyakit yang disebabkan oleh nyamuk sangatlah penting karena
resiko yang dihadapi dapat hingga mengancam jiwa. Salah satu cara yang dapat
dilakukan adalah dengan program pembrantasan sarang nyamuk yang caranya bisa
dilakukan dengan gerakan 3M plus yaitu :
1. Menguras tempat-tempat penampungan air seperti bak mandi, ember, dll
2. Menutup rapat tempat penampungan air
3. Mengubur barang bekas yang dapat menampung air hujan seperti kaleng, gelas, dll
4. Plus kegiatan memelihara ikan yang memakan jentik nyamuk seperti ikan gubi, nila
merah, cupang dan mujair.
Maka dari itu kegiatan pemberantasan sarang nyamuk sangatlah perlu dilakukan di
pesantren tersebut, hal ini mengingat tempat penampungan air yang tidak sering
dibersihkan dan kesadaran para santrinya tentang menjaga kebersihan diri sebagai contoh
masih banyak yang menggantung pakaian dengan menumpuk yang mana hal tersebut
dapat mengakibatkan peningkatan populasi nyamuk. Sehingga betapa pentingya kegiatan
pemberantasan sarang nyamuk di pesantren lukman al-hakim.
BAB II
METODE

Metode yang digunakan dalam kegiatan elektif di pesantren lukman al-hakim


adalah dengan beberapa kegiatan, yaitu observasi langsung lingkungan sekolah dan
wawancara langsung dan diskusi.
Metode yang pertama dilakukan adalah dengan observasi langsung lingkungan
pesantren lukman al-hakim, desa Adipuro, kecamatan Kaliangkrik, Magelang, Jawa
Tengah. Saat observasi, peneliti memeriksa langsung kondisi lingkungan pesantren.
Kegiatan observasi yang peneliti lakukan mencakup :
1. Observasi halaman pesantren dan observasi tempat pembuangan sampah yang
ada di pesantren.
2. Observasi lokasi MCK dan tempat penampungan air.
3. Observasi ruang kelas pesantren.
4. Observasi ruang tidur pesantren.
Metode selanjutnya adalah wawancara langsung dengan warga pesantren dan para
santri. Wawancara yang dilakukan mencakup :
1. Wawancara langsung dengan pemimpin pesantren.
2. Wawancara dengan para ustad dipesantren.
3. Wawancara dengan para santri di pesantren.
BAB III
HASIL OBSERVASI

1. Fakta-fakta yang ditemukan di pesantren lukman al-hakim


Berdasarkan hasi observasi yang telah dilakukan oleh peneliti, secara keseluruhan
lingkungan pesantren lukman al-hakim sudah cukup bersih, tidak ditemukan adanya
sampah yang berserakan di lingkungan pesantren. Pesantren lukman al-hakim memiliki
luas yang tidak terlalu luas dengan hanya tersedia 3 ruang kelas yaitu kelas 1 satu kelas,
kelas 2 satu kelas, dan kelas 3 satu kelas, Pesantren lukman al-hakim sedrajat dengan
SMP. Pesantren ini dilengkapi dengan satu mesjid, satu ruang tidur yang berupa seperti
barak dengan seluruh santri tidur di satu ruangan tersebut. Pesantren ini memiliki dua
tempat pemandian yang cukup luas dan cukup bersih dengan terdapat beberapa bak
penampungan air yang terbuka. Namun pesantren ini tidak memiliki lapangan yang luas
untuk aktifitas para santri.
Di lingkungan pesantren sudah banyak tersedia tempat pembuangan sampah yang
cukup memadai, sebagai contoh tempat sampah memiliki tutup. Selain itu tempat sampah
isinya selalu dibuang ditempat penampungan sampah yang ada didesa setiap hari,
sehingga sampah sampah yang ada ditempat sampah tidak pernah dibiarkan menumpuk
begitu saja atau menunggu hingga penuh. Namun meskipun demikian masih ada santri
yang kurang memiliki kesadaran untuk membuang sampah pada tempatnya. Hal ini
dijelaskan oleh salah satu santri yang diwawancarai yang mengatakn bahwa masih ada
teman temannya yang sering membuang sampah sembarangan. Hal ini didunkung pula
degan terlihat adanya penumpukan sampah pada gorong gorong yang ada disebelah
pesantren.
Kamar mandi yang ada dipesantren terlihat cukup bersih namun terdapat banyak
tempat genangan air yang jarang dibuang. Selain itu saat peneliti melakukan observasi ke
kamar mandi terlihat air di dalam bak mandi terdapat kotoran yang cukup banyak dan
nampak ada beberapa jentik nyamuk yang dibiarkan oleh para ustad maupun para santri.
Tempat kakus yang ada pada pesantren ini sudah memadai dengan menggunakan metode
kakus leher angsa sehingga kebersihannya bisa cukup terjaga, dan juga septitengyang ada
dipesantren berada cukup jauh dari sumber air, karena pesantren menggunakan sumber
mata air dari pegunungan.
Untuk ruang tidur yang ada pada pesantren terlihat sangat minimal, hal ini terjadi
karena ukuran ruang yang hanya berkisar 5x15m2 harus ditempati oleh 58 orang santri,
sehingga masih sangatlah kekurangan ruang. Selain itu pada ruang tidur masih terlihat
bahwa para santri masih banyak menggantung pakaiannya dengan menumpuk didinding
dinding kamar tidur, sehingga hal ini mengakibatkan banyaknya nyamuk yang berdiam
diantara baju yang bergantung tersebut.
Ruang kelas yang ada berjumlah 3 kelas dengan masing masing untuk kelas
satu, dua, dan tiga. Setiap ruang kelas yang ada masih sangat minim pencahayaan
sehingga banyak nyamuk yang berkeliaran diruang kelas dan hal ini menyebabkan
konsentrasi para santri untuk belajar menjadi terganggu.
Langkah selanjutnya adalah berdiskusi dengan warga pesantren lukman al-hakim.
Berdasarkan hasil wawancara dan diskusi bersama, terdapat beberapa masalah dan fakta
yang ada di lingkungan pesantren lukman al-hakim terkait dengan pemberantasan sarang
nyamuk. Masalah dan fakta tersebut adalah :
- Masih kurangnya kesadaran para santri tentang bahaya nyamuk sehingga
masih banyak yang membiarkan nyamuk berkeliaran disekitar mereka.
- Kurangnya kegiatan bersih bersih pesantren yang dilakukan para santri
dan para ustad.
- Masih banyak para santri yang menggantung pakaian dengan jumlah
yang banyak didinding dinding ruang tidur..

2. Rencana Intervensi Pesantren Lukman Al-Hakim


Intervensi yang akan dilakukan terhadap pesantren lukman al-hakim berdasarkan
hasil observasi dan diskusi dengan para santri dan ustad adalah terkait dengan belum
terlaksanakannya kegiatan pemberantasan sarang nyamuk dipesantren lukman al-hakim.
Rencana intervensi yang akan dilakukan adalah :
a. Penyuluhan tentang kegiatan pemberantasan sarang nyamuk untuk para santri
dan para ustad.
b. Pembentukan kader pemberantasan sarang nyamuk yang diharapkan dapat
berkesinambungan.
c. Memberikan contoh kegiatan 3M plus kepada para kader yang semoga bisa
dilakukan kegiatan tersebut secara rutin.
d. Melakukan kegiatan bersih bersih pesantren dan penaburan bubuk abate.
e. Pengadaan poster tentang PSN.
f. Memberikan sertifikat dan pin kepada para kader PSN.
BAB IV
INTERVENSI DAN HASIL

1. Kegiatan yang telah dilakukan di Pesantren Lukman Al-Hakim.


Dari pemaparan masalah yang telah dijelaskan dan dihasilkan berdasarkan
observasi dan diskusi, maka intervensi nya adalah :
a) Penyuluhan tentang kegiatan pemberantasan sarang nyamuk untuk para santri
dan para ustad.
Penyuluhan yang dilakukan ini bertujuan agar semua warga masyarakat pesantren
bisa memahami secara jelas tentang apa itu bahaya dari gigitan nyamuk, cara mencegah
gigitan nyamuk dan bagaimana cara melakukan pemberantasan sarang nyamuk tersebut.
Selain itu kegiatan ini agar sedikit mempermudah para kader dalam menjalankan
tugasnya sebagai kader pemberantasan sarang nyamuk yang ada di pesantren lukman al-
hakim desa Adipuro, Kecamatan Kaliangkrik, Magelang, Jawa Tengah.
b) Pembentukan kader pemberantasan sarang nyamuk yang diharapkan dapat
berkesinambungan.
Pembentukan kader ini bertujuan agar pesantren memiliki santri yang
bertanggung jawab dalam mencegah terjadinya perkembangbiakan nyamuk yang ada di
pesantren lukman al-hakim. Sehingga para santri yang terpilih menjadi kader ini
diharapkan dapat terus memberikan penjelasan kepada para temannya tentang bahaya
dari gigitan nyamuk, dan cara pemberantasan sarang nyamuk. Selain itu pembentukan
kader ini diharapkan bisa berkesinambungan sehingga kader pemberantasan sarang
nyamuk akan terus ada disetiap tahun ajaran baru.
c) Memberikan contoh kegiatan 3M plus kepada para kader yang semoga bisa
dilakukan kegiatan tersebut secara rutin.
Memberikan contoh kegiatan 3M plus kepada para kader ini diharapkan agar para
kader bisa dengan jelas memahami bagaimana cara pemberantasan sarang nyamuk
sehingga tidak diajarkan secara teori saja, namun juga dijelsakan secara langsung dengan
praktek dilapangan. Sehingga para kader akan bisa lebih detail lagi mengetahui tentang
pemberantasan sarang nyamuk.
d) Melakukan kegiatan bersih bersih pesantren dan penaburan bubuk abate.
Kegiatan bersih bersih ini bertujuan untuk memberikan rangsangan kepada para
santri dan para ustad agar membuat kegiatan bersih bersih lingkungan pesantren secara
rutin dan berkesinambungan sehingga pemberantasan sarang nyamuk bisa dilakukan
dengan baik.
e) Pengadaan poster tentang PSN.
Pengadaan poster dilakukan agar warga pesantren tetap ingat untuk menjaga
lingkungan pesantren agar terhindar dari perkembangbiakan nyamuk sehingga dapat
mengancam kesehatan warga pesantren lukman al-hakim. Selain itu hal ini juga bisa
memudahkan para kader untuk menjelasakan kepada para santri tentang cara
pemberantasan sarang nyamuk.
f) Memberikan sertifikat dan pin kepada para kader PSN.
Pemberian sertifikat dan pin kepada para kader ini bertujuan agar para kader
mendapatkan pembeda daripada santri yang lainnya, sehingga hal ini akan membuat para
kader menjadi lebih semangat menjadi kader pemberantasan sarang nyamuk.

2. Respon peserta kegiatan


Respon dari para santri dan para ustad yang ada di pesantren lukman al-hakim
selama peneliti melakukan magang cukup baik. Hal ini terbukti dari kegiatan yang
dlakukan oleh peneliti diikuti dengan antusias yang tidak hanya oleh para santri namun
juga diikuti dengan antusias oleh para ustad. Selain itu antusiasme para santri dan ustad
juga ditunjukkan dengan banyaknya sesi tanya jawab yang dilakukan selama kegiatan
penyuluhan kepada para santri dan para ustad.

3. Perubahan yang terjadi


Setelah intervensi dilakukan, didapatkan hasil yaitu :
- Para santri sudah mulai memahami apa yang menjadi bahaya jika digigit
oleh nyamuk.
- Para santri sudah mulai sadar dan ingin melakukan kegiatan
pemberantasan sarang nyamuk di lingkungan pesantren lukman al-hakim.
- Para kader PSN akan terus memantau bagaimana menjaga tempat
penampungan air, kebersihan lingkungan pesantren, dan kebersihan dan
perkembangbiakan nyamuk didalam ruang tidur agar populasi nyamuk
diruang tidur dan ruang kelas tidak meningkat.
- ustad pesantren akan siap menjalankan kader PSN secara
berkesinambungan untuk tahun tahun berikutnya.

4. Harapan dari warga pesantren


Harapan dari para warga pesantren mengenai kegiatan intervensi dokter muda
adalah agar kegiatan ini tidak berhenti saat dokter muda selesai magang. Kegiatan
pemberantasan sarang nyamuk akan terus terlaksana secara berkesinambungan,
mengingat adanya para kader yang telah dibentuk oleh dokter muda untuk melakukan
kegiatan pemberantasan sarang nyamuk.
BAB V
PEMBAHASAN

Menurut bahasa pesantren berasal dari kata santri dengan awalan pe- dan akhiran
-an yang memiliki arti tempat tinggal santri. Kata santri sendiri, menurut C. C Berg
berasal dari bahasa India, shastri , yaitu orang yang tahu buku-buku suci agama Hindu
atau seorang sarjana ahli kitab suci agama Hindu. Sementara itu, A.H. John menyebutkan
bahwa istilah santri berasal dari bahasa Tamil yang berarti guru mengaji. Sedangkan
menurut Soegarda Poerbakatwatja yang dikutip oleh Haidar Putra Daulay
mengatakan pesantren berasal dari kata santri yaitu seseorang yang
belajar agama Islam sehingga dengan demikian pesantren mempunyai
arti tempat orang berkumpul untuk belajar agama Islam. Dari
penjelasan berdasarkan beberapa teori tersebut dapat kita pahami
pada dasarnya pesantren memiliki arti tempat berkumpulnya orang
orang yang ingin belajar agama, namun berdasarkan pemahaman
masyarakat indonesia secara awam pesantren merupakan tempat
berkumpulnya orang orang islam untuk menimba agama islam dan
ilmu formal lainnya.
Pada dasarnya pesantren seharusnya memiliki image yang bersih dan rapih
mengingat pesantren merupakan tempat belajar agama. Namun hal ini berbanding
terbalik dengan kondisi yang ada di pesantren pada saat ini. Termasuk dipesantren
lukman al-hakim, pada pesantren ini sebenarnya kebersihan lingkungan cukup baik
namun kesadaran para santri dan para ustadnya masih kurang terkait dengan tempat
penampungan air. Hal ini terbukti dari kondisi saat dilakukan observasi semua bak
penampungan air terbuka dan dibiarkan menggenang, sehingga banyak terlihat jentik
jentik nyamuk. Seperti yang telah diketahui sebelumnya, tempat nyamuk menempatkan
telurnya adalah di atas genangan air, hal ini akan menyebabkan peningkatan populasi
nyamuk yang ada disuatu lingkungan tersebut. Karena hal tersebut maka dapat
menyebabkan terjadi peningkatan angka kejadian DBD, Terjadinya peningkatan kasus
DBD setiap tahunnya berkaitan dengan sanitasi lingkungan dengan tersedianya tempat
perindukan bagi nyamuk betina yaitu bejana yang berisi air jernih (bak mandi, kaleng
bekas dan tempat penampungan air lainnya). Kondisi ini diperburuk dengan pemahaman
masyarakat yang kurang tentang DBD dan juga partisipasi masyarakat yang sangat
rendah, terlihat dari kondisi lingkungan yang buruk dan mempermudah pertumbuhan
nyamuk DBD (Hermansyah, 2012).
Karena hal tersebutlah sehingga kegiatan pemberantasan sarang nyamuk harus
digalakan sejak dini, bahkan perlu dilakukan pembentukan kader agar kegiatan
pemberantasan sarang nyamuk dapat dilakukan secara berkesinambungan.
Pemberantasan sarang nyamuk merupakan kegiatan yang sangat membantu dalam
melakukan kegiatan pencegahan DBD. Dengan demikian maka cara paling efektif adalah
memutus daur hidup nyamuk dengan memberantas sarangnya, melalui kegiatan
pemberantasan sarang nyamuk (PSN). Oleh karenanya perilaku memberantas sarang
nyamuk perlu terus ditumbuhkan, apalagi di banyak negara PSN terbukti dapat
mengurangi kasus DBD (Depkes RI, 2008). Mengingat hal tersebutlah sehingga peneliti
sebagai dokter muda menggalakan kegiatan pemberantasan sarang nyamuk agar para
santri dan ustad yang ada di pesantren lukman al-hakim dapat terhindar dari penyakit
DBD.
Penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) atau Dengue Haemorhagic Fever
(DHF) adalah penyakit menular yang disebabkan oleh virus dengue dan ditularkan
melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti. Penyakit ini dapat menyerang semua orang dan
dapat mengakibatkan kematian. Penyakit DBD atau DHF merupakan penyakit menular
yang sering menimbulkan kejadian luar biasa (KLB) di Indonesia (Salawati, 2010). Dari
pengertian tersebutlah sehingga betapa pentingnya memberantas penyebaran sarang
nyamuk dengan jalan melakukan gerakan pemberantasan sarang nyamuk. Gerakan
pemberantasan sarang nyamuk di pesantren ini diharapkan dapat terus dijalankan dengan
berkesinambungan. Salah satu cara yang dilakukan adalah dengan pembentukan kader
PSN agar para kader dapat terus mengontrol kondisi yang ada di lingkunagan pesantren,
yang mana tunjuannya adalah agar warga pesantren lukman al-hakim dapat terhindar dari
serangan penyakit DBD. Berbagai upaya telah dilakukan untuk menanggulangi terjadinya
peningkatan kasus, salah satu diantaranya dan yang paling utama adalah dengan
memberdayakan masyarakat dalam kegiatan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN)
melalui gerakan 3M ( Menguras-Menutup-Mengubur). Kegiatan ini telah diintensifkan
sejak tahun 1992 dan pada tahun 2000 dikembangkan menjadi 3M Plus yaitu dengan cara
menggunakan larvasida, memelihara ikan dan mencegah gigitan nyamuk. Sampai saat ini
upaya tersebut belum menampakkan hasil yang diinginkan karena setiap tahun masih
terjadi peningkatan angka kematian. Namun sejauh ini cara yang paling tepat untuk
melakukan pemberantasan sarang nyamuk adalah dengan gerakan 3M plus.
Jika para santri dan para ustad dapat terus menjaga kondisi penampungan bak air
dan ditambah dengan selalu menjaga kebersihan lingkungan maka semua warga
pesantren lukman al-hakim diharapkan dapat terhindar dari berbagai macam penyakit
yang disebabkan oleh nyamuk. Selain itu kegiatan selalu menjaga kebersihan lingkungan
tersebut juga diatur dalam agama islam yaitu sesuai dengan sabda Rasulullah SAW yaitu:
Sesungguhnya Allah SWT itu suci yang menyukai hal hal yang suci, dia maha bersih
dan menyukai kebersihan, dia maha mulia yang menyukai kemuliaan, dia maha indah
yang menyukai keindahan, karena itu bersihkanlah tempat tempatmu. (HR. Tirmizi).
Selain itu Rasulullah SAW juga pernah bersabda bahwa Sesungguhnya Allah Taala
adalah baik dan mencintai kebaikan, bersih dan mencintai kebersihan, mulia dan
mencintai kemuliaan, dermawan dan mencintai kedermawanan, maka bersihkanlah
rumahmu dan janganlah kamu menyerupai orang yahudi. (HR. Tarmizi RA)
DIARY ELEKTIF (PESANTREN LUKMAN AL-HAKIM)

Hari Jam (WIB KEGIATAN


Tanggal
Rabu 13.00 Tiba dipesantren lukman al-hakim.
21-10- 13.30 14.30 Berkenalan dengan para ustad. Meminta izin untuk

2015 melakukan kegiatan elektif serta berdiskusi mengenai


kegiatan yang akan dilaksanakan selama magang di
pesantren lukman al-hakim
Melakukan observasi dilingkungan pesantren yang
14.30 16.00
dilanjutkan ISHOMA
16.00 17.30
Melakukan wawancara kepada para ustad terkait
dengan masalah yang ditemukan saat observasi.

Hasil yang diperoleh hari ini ;


Mendapatkan informasi tentang profil pesantren tersebut serta mendapatkan
gambaran masalah tentang kebersihan sekolah.
Mendapatkan gambaran rencana intervensi.

Hari Jam (WIB KEGIATAN


Tanggal
Kamis 13.00 Tiba dipesantren
22-10- 13.30 15.00 Mengajak salah satu ustad untuk melihat kondisi

2015 lingkungan pesantren mengingat banyaknya genangan


15.00 16.00 air yang terbuka.
ISHOMA
16.00 17.30
Penyuluhan tentang pemberantasan sarang nyamuk
kepada para ustad dan memberikan pemahaman tentang
bahaya dari nyamuk itu sendiri.

Hasil yang diperoleh hari ini :


Pengetahuan baru oleh para ustad tentang di mana tempat nyamuk berkembang biak
dan apa itu pemberantasan sarang nyamuk.
Hari Jam (WIB KEGIATAN
Tanggal
Senin 13.00 Tiba dipesantren
26-10- 13.30 15.00 Pemilihan kader PSN yang dibantu oleh para ustad.
ISHOMA
2015 15.00 15.30
Memberikan materi kepada para kader yang telah
15.30 17.30
dipilih sebelumnya. Materi yang diberikan adalah
terkait dengan apa itu penyakit yang disebabkan oleh
nyamuk dan apa bahayanya. Beserta sesi tanya jawab.

Hasil yang diperoleh hari ini :


Didapatkannya calon kader PSN yang telah dipilih oleh ustad di pesantren
Kader memahami penyakit dan bahaya yang disebabkan oleh nyamuk.
Hari Jam (WIB KEGIATAN
Tanggal
Selasa 13.00 Tiba dipesantren
27-10- 13.00 15.00 Memberikan penyuluhan kepada santri kelas 1 tentang

2015 pentingnya pemberantasan sarang nyamuk dipesantren.


ISHOMA
15.00 15.30
Memberikan materi kepada para kader tentang cara
15.30 17.30
pemberantasan sarang nyamuk. Serta sesi tanya jawab.

Hasil yang diperoleh hari ini :


Para santri kelas satu memahami betapa pentingnya kegiatan pemberantasan sarang
nyamuk di pesantren.
Para kader memahami cara pemberantasan sarang nyamuk.

Hari Jam (WIB KEGIATAN


Tanggal
Jumat 08.00 Tiba dipesantren
30-10- 09.00 11.00 Melakukan kegiatan kebersihan dan kegiatan 3M plus

2015 dipesantren
Istirahat dan melakukan ibadah sholat Jumat
11.00 13.00
Memberikan penyuluhan kepada santri kelas 2 tentang
13.00 15.00
pentingnya pemberantasan sarang nyamuk dipesantren.
ISHOMA
15.00 15.30
Memberikan penyuluhan kepada santri kelas 3 tentang
15.30 17.30 pentingnya pemberantasan sarang nyamuk dipesantren.

Hasil yang diperoleh hari ini ;


Lingkungan pesantren menjadi lebih bersih dan menerapkan materi yang telah
diberikan kepada para kader tentang cara pemberantasan sarang nyamuk.
Para santri kelas dua dan tiga memahami betapa pentingnya kegiatan pemberantasan
sarang nyamuk di pesantren.

Hari Jam (WIB KEGIATAN


Tanggal
Senin 08.00 Tiba dipesantren
2-11- 09.00 11.00 Melantik para calon kader PSN menjadi para kader

2015 pemberantasan sarang nyamuk di pesantren lukman al-


11.00 13.00 hakim. Dan memberikan pengarahan tambahan tentang
13.00 15.00 tugas para kader PSN.
ISHOMA
Penyerahan form penilaian, diskusi evaluasi kegiatan
dan penyerahan produk-produk terkait PSN dan
perpisahan dengan warga sekolah dan foto bersama
para kader dan ustad pesantren.
Hasil yang diperoleh hari ini ;
Pelantikan para kader PSN secara simbolis.
Penyerahan produk-produk pada pihak pesantren
Evaluasi kegiatan selama magang telah disampaikan pada pihak pesantren
PRODUK

Produk yang dihasilkan dari kegiatan elektif ini adalah :

1. Poster tentang Pemberantsan Sarang Nyamuk (PSN)


Poster ini diberikan kepada para kader pemberantasan sarang nyamuk. Yang mana isi
dari poster ini sendiri adalah penjelasan tentang gerakan 3M plus dan ajakan untuk
melakukan gerakan 3M plus.

2. Kader Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN)


Kader kader ini bertugas menjadi orang yang bertanggung jawab dalam
menjalankan gerakan 3M plus yang ada di pesantren lukman al-hakim.
3. PIN kader PSN
PIN ini bertujuan memberikan tanda kepada para kader bahwa mereka merupakan
para kader pemberantasan sarang nyamuk.
4. Pembagian bubuk abate
Pembagian bubuk abate ini bertujuan untuk memberikan contoh kepada para kader
cara penggunaannya dan manfaatnya yang diharapkan dapat dijalnkan secara
berkesinambungan nantinya.
DAFTAR PUSTAKA

Berg, C.C,dan E.J.H. Corner, (2005), Moraceae - Ficus, Flora Malesiana Series
I,17: 1-70

Depkes R.I., 2008. Profil Kesehatan Indonesia. Jakarta

Hermansyah, 2012,Model Manajemen Demam Berdarah Dengue; Suatu Analisis


Spasial Pasca Tsunami di Wilayah Kota Banda Aceh, Disertasi Fakultas
Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia, Jakarta

Kementerian Kesehatan RI, 2010. Rencana Strategis Kementerian Kesehatan


Tahun 2010-2014. Jakarta.

Salawati, T., Rahayu, A., Nurdiana, H., 2010, Kejadian Demam Berdarah Dengue
Berdasarkan Faktor Lingkungan dan Praktik Pemberantasan Sarang Nyamuk
(Studi Kasus Di Wilayah Kerja Puskesmas Srondol Kecamatan Banyumanik Kota
Semarang), Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol. 6 No. 1 Tahun 2010,
Semarang.

Soegarda Poerbakawatja, dkk. (1981). Enseklopedia Pendidikan. Jakarta: Gunung


Agung.

Sunaryo. 2001. Bionomik Vektor Malaria di Kabupaten Banjarnegara. SLPV,


Banjarnegara. Kes Malaria di Kabupaten Banjarnegara. SLPV, Banjarnegara.

WHO, 2010. World Health Statistic 2009. France. http://www.who.int/


healthinfo/statistics/programme/en/index.html.
LAMPIRAN