Anda di halaman 1dari 12

A.

PEMANTAUAN PERKEMBANGAN ANAK DENGAN


MENGGUNAKAN KUISIONER PRA SKRINING
PERKEMBANGAN (KPSP)

1. PENGERTIAN
Pemantauan perkembangan mempunyai arti terus dan teratur mengamati
perkembangan anak supaya tidak ada yang terlewatkan mulai dari anak lahir
sampai berumur 6 tahun. Pemantauan juga di definisikan sebagai kemampuan
mencocokan perkembangan anakk sesuai standar sehingga apabila ada kelainan
atau penyimpangan sekecil apapun dapat dengan segera di deteksi secara dini
dengan menggunakan Kuisioner Pra Skrining Perkembangan.
Formulir KPSP adalah alat/instrumen yang digunakan untuk mengetahui
perkembangan anak normal atau ada penyimpangan.
KPSP adalah daftar pertanyaan singkat yang di tujukan kepada orang tua
sebagai alat untuk melakukan pemantauan arau skrining pendahuluan
perkembangan anak usia 3 bulan sampai dengan umur 6 tahun. KPSP terdiri dari
10 pertannyaan sesuai golongan usia tentang kemapuan yang telah dicapai oleh
anak. Di dalam KPSP terdapat 4 askpek kemampuan perkembangan yaitu : aspek
perkembangan gerakan kasar, gerakan halus, bicara dan bahasa, serta sosialisasi
dan kemandirian.
2. TUJUAN
Tujuan pemanatauan/ skrining perkembangan anak dengan menggunakan
KPSP adalah untuk mengetahui perkembangan anak normal atau ada
penyimpangan.
3. CARA MENGHITUNG UMUR ANAK
Di dalam penggunaan KPSP kita perlu memperhatikan usia anak agar
dapat menggunakan lembar usia berapa yang akan di lakukan pemantauan pada
anak dan orang tua. Usia anak di tetapkan menurut tahun dan bulan. Apabila lebih
16 hari maka di bulatkan menjadi satu bulan.
Misalnya :
Anak usia 4 bulan 16 hari di bulatkan menjadi 5 bulan
Anak usia 6 bulan 14 hari dibulatkan menjadi 6 bulan.
4. CARA MENGGUNAKAN KPSP
a. Pada waktu skrining anak wajib dibawa
b. Tentukan usia anak dengan menanyakan tanggal bulan, dan tahun
kelahiran anak. Sesuaikan dengan cara penghitungan usia anak.
c. Setelah mementukan usia anak pilih KPSP sesuai dengan kelompok
umur anak.
d. Pertanyaan diajukan kepada orang tua/ pengasuh anak, pertanyaan
yang di ajukan sesuai usia anak.
e. Jelaskan kepada orang tua agar tidak ragu-ragu atau takut menjawab,
oleh karena itu pastikan ibu atau pengasuh anak mengerti apa yang
ditanyakan kepadanya.
f. Tanyakan pertanyaan terebut secara berurutan, satu persatu. Setiap
pertanyaan hanya ada jawaban ya atau tidak. Catat jawaban tersebut
pada formulir.
g. Ajukan pertanyaan berikutnya setelah ibu atau pengasuh anak
menjawab pertanyaan terdahulu.
h. Teliti kembali apakah semua pertanyaan sudah terjawab.
5. INTERPRETASI KPSP
Interprestasi hasil KPSP dilakukan dengan langkah :
a. Hitung jawaban Ya (bila dijawab bisa atau sering atau kadang-kadang)
b. Hitung jawabab Tidak (bila jawaban belum pernah atau tidak pernah)

c. Bila jawaban YA = 9-10, perkembangan anak sesuai dengan tahapan


perkembangan (S)

Untuk Anak dengan Perkembangan SESUAI (S)

Beri pujian kepada Orangtua/pengasuh anak sudah mengasuh anak


dengan baik.
Teruskan Pola asuh anak selanjutnya terus lakukan sesuai dengan
bagan stimulasi sesuaikan dengan umur dan kesiapan anak.
Keterlibatan orangtua sangat baik dalam tiap kesempatan stimulasi.
Tidak usah mengambil momen khusus. Laksanakan stimulasi
sebagai kegiatan sehari-hari yang terarah.
Lakukan pemeriksaan/ skrining rutin menggunakan KPSP setiap 3
bulan pada anak berumur kurang dari 24 bulan dan setiap 6 bulan
pada anak berumur 24 sampai 72 bulan.
d. Bila jawaban YA = 7 atau 8, perkembangan anak meragukan (M)
Untuk Anak dengan Perkembangan MERAGUKAN (M)

Konsultasikan nomer jawaban tidak, mintalah jenis stimulasi apa


yang diberikan lebih sering .
Lakukan stimulasi intensif selama 2 minggu untuk mengejar
ketertinggalan anak.
Bila anak sakit lakukan pemeriksaan kesehatan pada dokter/dokter
anak. Tanyakan adakah penyakit pada anak tersebut yang
menghambat perkembangannya.
Lakukan KPSP ulang setelah 2 minggu menggunakan daftar KPSP
yang sama pada saat anak pertama dinilai.
Bila usia anak sudah berpindah golongan dan KPSP yang pertama
sudah bisa semua dilakukan. Lakukan lagi untuk KPSP yang sesuai
umur anak.
Misalnya umur anak sekarang adalah 8 bulan 2 minggu, dan ia
hanya bisa 7-8 YA. Lakukan stimulasi selama 2 minggu. Pada saat
menilai KPSP kembali gunakan dulu KPSP 6 bulan. Bila semua
bisa, karena anak sudah berusia 9 bulan, bisa dilaksanakan KPSP 9
bulan.
Lakukan skrining rutin, pastikan anak tidak mengalami
ketertinggalan lagi.
Bila setelah 2 minggu intensif stimulasi, jawaban masih (M) = 7-8
jawaban YA. Konsultasikan dengan dokter spesialis anak atau ke
rumah sakit dengan fasilitas klinik tumbuh kembang.
e. Bila jawaban YA = 6 atau kurang, kemungkinan ada penyimpangan (P).
Untuk anak dengan perkembangan PENYIMPANGAN (P)
Rujuk anak ke fasilitas pelayanan kesehatan yang lebih lengkap
atau melakukan rujukan dengan menuliskan jenis keterlambatan.
f. Rincilah jawaban TIDAK pada nomer berapa saja.

B. PEMANTAUAN PERTUMBUHAN ANAK DENGAN


PENGUKURAN ANTROPOMETRI

1. PENGERTIAN
Pengukuran antropometri adalah pengukuran yang dilakukan untuk
mengetahui ukuran-ukuran fisik seorang anak dengan menggunakan alat ukur
tertentu, seperti timbangan dan pita pengukur (meteran). Ukuran antropometri
dapat dikelompokkan menjadi dua yaitu :

a. Tergantung umur, yaitu hasil pengukuran disbanding dengan umur.


Misalnya, BB terhadap usia atau TB terhadap usia. Dengan demikian,
dapat diketahui apakah ukuran yang dimaksud tersebut tergolong
normal untuk anak seusianya.
b. Tidak tergantung umur, yaitu hasil pengukuran dibandingkan dengan
pengukuran lainnya tanpa memperhatikan berapa umur anak yang
diukur.

2. PENGUUKURAN BERAT BADAN


Berat badan merupakan salah satu ukuran antropometri yang terpenting
karena dipakai untuk memeriksa kesehatan anak pada semua kelompok umur.Pada
usia beberapa hari, berat badan akan mengalami penurunan yang sifatnya normal,
yaitu sekitar !0% dari berat badan lahir. Hal ini disebabkan karena keluarnya
mekonium dan air seni yang belum diimbangi asupan yang mencukupimisalnya
produksi ASI yang belum lancar. Umumnya berat badan akan kembali mencapai
berat badan lahir pada hari kesepuluh.
a. Perkiraan Berat Badan
Dari perkiraan tersebut, dapat diketahui bahwa pada usia 6 bulan pertama
berat badan akan bertambah sekitar 1 kg/bulan, sementara pada 6 bulan
berikutnya hanya + 0,5 kg/bulan. Pada tahun kedua, kenaikannya adalah + 0,25
kg/bulan. Setelah 2 tahun, kenaikkan berat badan tidak tentu, yaitu sekitar 2,3
kg/tahun. Pada tahap adolesensia(remaja) akan terjadi pertambahan berat badan
secara cepat ( growth spurt).Selain perkiraan tersebut, berat badan juga dapat
diperkirakan dengan menggunakan rumus atau pedoman dari Behrman (1992),
yaitu :

Berat badan lahir rata-rata : 3,25 kg


Berat badan usia 3 12 bulan, menggunakan rumus :
Umur (bulan) + 9 = n + 9
2 2
Berat badan usia 1 6 tahun, menggunakan rumus :
( Umur(tahun) X 2) + 8 = 2n + 8
Keterangan : n adalah usia anak
Berat badan usia 6 12 tahun , menggunakan rumus :
Umur (tahun) X 7 5
2
b. Cara pengukuran berat badan
1) Lepas pakaian yang tebal pada bayi dan anak saat pengukuran.
Apabila perlu, cukup pakaian dalam saja.
2) Tidurkan bayi pada meja timbangan. Apabila menggunakan
timbangan dacin, masukkan anak dalam gendongan, lalu kaitkan
gendongan ke timbangan. Sedangkan apabila dengan berdiri, ajak
anak untuk berdiri diatas timbangan injak tanpa dipegangi.
3) Ketika minmbang berat badan bayi, tempatkan tangan petugas diatas
tubuh bayi (tidak menempel) untuk mencegah bayi jatuh saat
ditimbang.
4) Apabila anak tidak mau ditimbang, ibu disarankan untuk menimbang
berat badannya lebih dulu, kemudian anak digendong oleh ibu dan
ditimbang
5) Selisih antara berat badan ibu bersama anak dan berat badan ibu
sendiri menjadi berat badan anak. Untuk lebih jelasnya, dapat dilihat
rumus berikut : BB anak = (Berat badan ibu dan anak) BB ibu
6) Tentukan hasil timbangan sesuai dengan jarum penunjuk pada
timbangan.
7) Selanjutnya, tentukan posisi berat badan anak sesuai dengan standar
yang berlaku, yaitu apakah status gizi anak normal, kurang atau
buruk. Untuk menentukan berat badan ini juga dapat dilakukan
dengan melihat pada kurva KMS, apakah berada berat badan anak
berada pada kurva berwarna hijau, kuning atau merah.
c. Interpretasi Berat Badan Anak
Normal : - 2 SD s/d 2 SD ( Gizi Baik)
Kurus : < - 2 SD s/d 3 SD (Gizi Kurang)
Kurus sekali : < - 3 SD (Gizi Buruk)
Gemuk : > 2 SD (Gizi Lebih)

3. PENGUKURAN TINGGI BADAN ( PANJANG BADAN)

Tinggi badan untuk anak kurang dari 2 tahun sering disebut dengan panjang
badan. Pada bayi baru lahir, panjang badan rata-rata adalah sebesar + 50 cm. Pada
tahun pertama, pertambahannya adalah 1,25 cm/bulan ( 1,5 X panjang badan
lahir). Penambahan tersebut akan berangsur-angsur berkurang sampai usia 9
tahun, yaitu hanya sekitar 5 cm/tahun. Baru pada masa pubertas ada peningkatan
pertumbuhan tinggi badan yang cukup pesat, yaitu 5 25 cm/tahun pada wanita,
sedangkan pada laki-laki peningkatannya sekitar 10 30 cm/tahun. Pertambahan
tinggi badan akan berhenti pada usia 18 20 tahun.

a. Perkiraan Panjang Badan


Seperti halnya berat badan, tinggi badan juga dapat diperkirakan berdasarkan
rumus dari Behram (1992), yaitu :
1) Perkiraan panjang lahir : 50 cm
2) Perkiraan panjang badan usia 1 tahun = 1,5 Panjang Badan Lahir
3) Perkiraan panjang badan usia 4 tahun = 2 x panjang badan lahir
4) Perkiraan panjang badan usia 6 tahun = 1,5 x panjang badan usia 1
tahun
Atau dengan menggunakan rumus :
Lahir : 50 cm
Umur 1 tahun : 75 cm
Umur 2 12 tahun ; umur (tahun) x 6 + 77

b. Cara Pengukuran Tinggi Badan Anak


1) Usia kurang dari 2 tahun :
Siapkan papan atau meja pengukur. Apabila tidak ada, dapat
digunakan pita pengukur (meteran)
Baringkan anak telentang tanpa bantal (supinasi), luruskan lutut
sampai menempel pada meja (posisi ekstensi)
Luruskan bagian puncak kepala dan bagian bawah kaki (telapak
kaki tegak lurus dengan meja pengukur) lalu ukur sesuai dengan
skala yang tertera.
Apabila tidak ada papan pengukur, hal ini dapat dilakukan dengan
cara memberi tanda pada tempat tidur (tempat tidur harus
rata/datar) berupa garis atau titik pada bagian puncak kepala dan
bagian tumit kaki bayi. Lalu ukur jarak antara kedua tanda tersebut
dengan pita pengukur. Untuk lebih jelasnya. Lihat gambar 1
2) Usia 2 tahun atau lebih :
Tinggi badan diukur dengan posisi berdiri tegak, sehingga tumit
rapat, sedangkan bokong, punggung dan bagian belakang kepala
berada dalam satu garis vertikal dan menempel pada alat pengukur.
Tentukan bagian atas kepala dan bagian kaki menggunakan sebilah
papan dengan posisi horizontal dengan bagian kaki, lalu ukur
sesuai dengan skala yang tertera.

4. PENGUKURAN LINGKAR KEPALA


a. Pengertian
Tujuan pengukuran lingkaran kepala anak adalah untuk mengetahui
lingkaran kepala anak dalam batas normal atau di luar batas normal.Jadwal,
disesuaikan dengan umur anak. Umur 0 11 bulan, pengukuran di lakukan
setiap 3 bulan.Pada anak usia 12- 72 bulan pengukuran dilakukan setiap 6 bulan.
Pengukuran dan penilaian lingkaran kepala anak dilakukan oleh tenaga
kesehatan terlatih.
b. Cara Mengukur Lingkaran Kepala
1) Alat pengukur dilingkarkan pada kepala anak melewati dahi,
menutupi alis mata, diatas kedua telinga, dan di bagian belakang
kepala yang menonjol, tarik agak kencang .
2) Baca angka pada pertemuan dengan angka 0.
3) Tanyakan tanggal lahir bayi atau anak, hitung umur bayi atsu anak .
4) Hasil pengukuran di catat pada grafik lingkaran kepala menurut umur
dan jenis kelamin anak.
5) Buat garis yang menghubungkan antara ukuran yang lalu dengan yang
sekarang.
c. Interpretasi Lingkar Kepala
1) Bila ukuran lingkaran kepala anak berada di dalam jalur hijau maka
lingkaran kepala anak normal.
2) Bila ukuran lingkaran kepala anak berada di luar jalur hijau maka
lingkaran kepala anak tidak normal.
3) Lingkaran kepala anak tidak normal ada dua, yaitu makrosefal bila
berada diatas jalur hijau dan mikrosefal bila berada di bawah jalur
hijau

5. PENGUKURAN LINGKAR LENGAN ATAS (LILA)


a. Pengertian
Pertambahan lingkar lengan atas ini relatif lambat. Saat lahir, lingkar lengan
atas sekitar 11 cm dan pada tahun pertama, lingkar lengan atas menjadi 16 cm.
Selanjutnya ukuran tersebut tidak banyak berubah sampai usia 3 tahun.Ukuran
lingkar lengan atas mencerminkan pertumbuhan jaringan lemak dan otot yang
tidak berpengaruh oleh keadaan cairan tubuh dan berguna untuk menilai keadaan
gizi dan pertumbuhan anak prasekolah.

b. Cara Pengukuran Lingkar Lengan Atas


1) Tentukan lokasi lengan yang diukur. Pengukuran dilakukan pada
lengan bagian kiri, yaitu pertengahan pangkal lengan dan siku.
Pemilihan lengan kiri tersebut dengan pertimbangan bahwa
aktivitas lengan kiri lebih pasif dibandingkan dengan lengan
kanan sehingga ukurannya lebih stabil.
2) Lingkarkan alar pengukur pada lengan bagian atas seperti pada
gambar ( dapat digunakan pita pengukur). Hindari penekanan
pada lengan yang diukur saat pengukuran.
3) Tentukan besar lingkar lengan sesuai dengan angka yang tertera
pada pita pengukur
4) Catat hasil pada KMS

6. PENGUKURAN LINGKAR DADA


a. Pengertian
Sebagaimana lingkar lengan atas, pengukuran lingkar dada
jarangdilakukan. Pengukurannya dilakukan pada saat bernapas biasa ( mid
respirasi ) pada tulang Xifoidius( insicura substernalis). Pengukuran lingkar dada
ini dilakukan dengan posisi berdiri pada anak yang lebih besar, sedangkan pada
bayi dengan posisi berbaring.

b. Cara pengukuran lingkar dada


1) Siapkan pita pengukur
2) Lingkarkan pita pengukur pada daerah dada
3) Catat hasil pengukuran pada KMS

Daftar Pustaka

Nursalam, 2005, Asuhan Keperawatan Bayi dan Anak ( untuk perawat dan bidan),
edisi pertama, Jakarta : Salemba Medika
Soetjiningsih, 2005, Tumbuh Kembang pada Anak, Jakarta : EGC

Kasus

A. IDENTITAS PASIEN
1. Nama : BY. RP
2. Tanggal Lahir : 16 Mei 2016
3. Jenis Kelamin : Laki- Laki
4. Usia : 12 bulan
B. PENGUKURAN KPSP
Setelah di lakukan wawancara terhadap orang tua serta pengamatan pada
anak maka di dapatkan hasil pada setiap pertanyaan yang di ajukan
sebagai berikut :
1. Jika anda bersembunyi di belakang sesuatu/ di pojok, kemudian
muncul dan menghilang secara berulang-ulang di hadapan anak,
apakah ia mencari anda atau mengaharapkan anda muncul kembali
(YA)
2. Letakan pensil di telapak tangan bayi. Coba ambil pensil tersebut
dengan perlahan-lahan. Sulitkah anda mendapatkan pensil itu
kembali. (YA)
3. Apakah anak dapat berdiri selama 30 detik atau lebih dengan
berpegangan pada mkursi atau meja? (YA)
4. Apakah anak dapat mengatakan dua suku kata yang sama, misalnya
ma-ma, da-da, pa-pa? Jawab ya bila ia mengeluarkan salah
satu suara tadi. (YA)
5. Apakah anak dapat mengangkat badanya ke posisi berdiri tanpa
bantuan anda. (TIDAK)
6. Apakah anak dapat membedakan anda dengan orang yang belum
dia kenal? Ia akan menunjukan sikap malu-malu atau ragu-ragu
pada saat permulaan bertemu dengan orang yang belum di
kenalnya. (YA)
7. Apakah anak dapat mengambil benda kecil seperti kacang atau
kismis, dengan meremas diantara ibu jari. (YA)
8. Apakah anak dapat duduk sendiri tanpa bantuan. (YA)
9. Sebut dua sampai tiga kata yang dapat di tiru oleh anak (tidak perlu
kata-kata yang lengkap). Apakah ia mencoba meniru menyebutkan
kata-kata tadi. (YA). Anak dapat menirukan kata ba dak.
10. Tanpa bantuan, apakah anak dapat mempertemukan dua kubus
kecil yang ia pegang ? kerincingan bertangkai dan tutup panci tidak
ikut dinilai. (YA)

Dari hasil tadi dapat di jumlahka jawaban YA sebanyak 9 dan TIDAK


sebanyak 1 sehingga perkembangan anak sesuai dengan tahap
perkembangan (S)
Intervensi nya yaitu
Beri pujian kepada Orangtua/pengasuh anak sudah mengasuh anak
dengan baik.
Teruskan Pola asuh anak selanjutnya terus lakukan sesuai dengan
bagan stimulasi sesuaikan dengan umur dan kesiapan anak.
Keterlibatan orangtua sangat baik dalam tiap kesempatan stimulasi.
Tidak usah mengambil momen khusus. Laksanakan stimulasi
sebagai kegiatan sehari-hari yang terarah.
Lakukan pemeriksaan/ skrining rutin menggunakan KPSP setiap 3
bulan pada anak berumur kurang dari 24 bulan

C. PENGUKURAN ANTROPOMETRI
BB = 8.1 kg
TB/PB = 72 cm
LKA = 46 cm
LILA = 15 cm
LD = 49 cm
Dengan interpretasi:
1) Berat badan terhadap panjang badan termasuk dalam rentangan
normal yakni masih berada di rentangan 2 SD s/d 2 SD
2) Lingkar kepala masih pada rentangan normal karena masih berada di
Jalur Hijau.

LEMBAR PENGESAHAN

Mengetahui Denpasar,
Pembimbing Praktik Mahasiswa

(..........................................) ( ................................. ....)


NIP. ............................ NIM..............................

Mengetahui
Pembimbing Akademik
(.............................................)
NIP. ..........................................