Anda di halaman 1dari 6

MAKALAH

PROSES INDUSTRI KIMIA 2


SOFT DRINK DAN ALCOHOL BEER

Kelompok :
Anggota : 1. Boby Nurhakim
2. Deden Lukmana D
3. Delvi Aprilia Sandi
4. Muhammad Affan
5. Rian syaherul

JURUSAN TEKNIK KIMIA


UNIVERSITAS SULTAN AGENG TIRTAYASA
2014
Soft Drink
Pengertian Soft Drink

Soft drink ialah minuman berkarbonasi yang diberi tambahan berupa bahan perasa
dan pemanis seperti gula. Soft drink terdiri dari sugar-sweetened soft drink dan non-
sugar soft drink. Sugar-sweetened soft drink merupakan soft drink dengan zat
pemanis yang berasal dari gula, sedangkan non-sugar soft drink merupakan soft drink
dengan zat pemanis yang berasal dari pemanis buatan.

Jenis jenis Soft Drink


1. Soft drink terdiri dari sugar-sweetened soft drink dan non-sugar soft drink
2. Sugar-sweetened soft drink merupakan soft drink dengan pemanis dari gula
3. Sedangkan non-sugar soft drink merupakan soft drink dengan zat pemanis berasal
dari pemanis buatan

Kandungan Soft Drink


1. Carbonated Water (Air Soda)
Air soda merupakan kandungan utama yang terdapat dalan soft drink yaitu sekitar
86%. Air soda berperan sebagai salah satu sumber air pada tubuh manusia. Di
dalam air soda, terdapat kandungan gas karbon dioksida (CO2).
2. Bahan Pemanis
Bahan pemanis yang terdapat pada soft drink dapat berasal dari sukrosa atau
pemanis buatan. Sukrosa merupakan perpaduan antara fruktosa dan glukosa yang
termasuk dalam karbohidart. Jumlah sukrosa dalam soft drink sekitar 10%.
Pemanis buatan yang sering digunakan dalam soft drink ialah aspartam. Aspartam
dibentuk dari perpaduan asam aspartat dengan fenilalanin dan bersifat 200 kali
lebih manis dari gula sehingga hanya sedikit jumlah aspartam dalam soft drink.
3. Bahan Perasa
Bahan perasa terdiri dari bahan perasa alami dan bahan perasa buatan. Bahan
perasa alami terdapat pada buah-buahan, sayuran, kacang, daun, tanaman herbal,
dan bahan alami lainnya. Bahan perasa buatan digunakan agar soft drink memberi
rasa yang lebih baik.
4. Asam
Asam berperan dalam mebambah kesegaran dan kualitas pada soft drink. Asam
yang digunakan ialah asam sitrat dan asam fosfor.
5. Kafein
Kafein berperan dalam meningkatkan rasa yang terkandung dalam soft drink.
Kafein yang terkandung dalam soft drink berjumlah sampai 1/3 dari jumlah
kafein yang terkandung dalam kopi.
6. Pewarna
Pewarna bersamaan dengan gas CO2 merupakan bagian dari karakteristik soft
drink. Pewarna terdiri dari perwarna alami dan pewarna buatan yang dapat
digunakan.
Proses Pembuatan Soft Drink
Karbonasi terjadi ketika karbon dioksida dimasukan ke dalam minuman. Proses ini
memberikan gelembung-gelembung udara dalam berbagai minuman bersoda.
Karbonasi merupakan proses karbon dioksida yang larut dalam air atau aqueous
solution. Dengan reaksi :

H2O + CO2 H2CO3


H2CO3 H+ + HCO3
Reaksi karbonasi memberikan efek terhadap minuman sebagai berikut :

1. Menyegarkan
2. Adanya CO2 dapat menurunkan pH sehingga menghambat pertumbuhan
mikroorganisme
3. Dengan kadar gula tinggi
4. Kadar gizi rendah
5. Kadar alkohol ringan bahkan tidak ada
6. Cenderung asam karena CO2 dapat menurunkan pH

Ada dua aplikasi karbonasi dalam minuman :

1. Minuman ringan berkarbonasi dengan kandungan karbon dioksida 5-8 g/L


2. Still drink, yaitu minuman dengan sedikit kandungan karbonasi hingga 1 g/L,
untuk meningkatkan profil sedap di mulut.

Sistem karbonasi pada produk minuman berkarbonasi harus terdiri dari alat
pengaduk yang higienis yang dapat membuat gelembung mikro, untuk memastikan
larutnya gas kedalam produk secara menyeluruh. Sistem ini tidak menggunakan disc
berpori ataupun lilin sinter dalam penyebaran gas.

Penambahan sedikit CO2 dalam still drinks, yang berfungsi untuk menciptakan
rasa yang menyenagkan, merupakan bagian dari proses aseptik. Dalam kondisi
aseptik, gas sterill disuntikan ke dalam minuman yang sudah dipasteurisasi sebelum
dikemas ke dalam aseptik atau wadah lainnya.

Keuntungan Mengkonsumsi Soft Drink


1. Untuk membersihkan toilet
2. Untuk membersihkan radiator mobil
3. Untuk menghilangkan titik-titik karat dari bumper/chrome mobil
4. Untuk membersihkan korosi dari terminal aki mobil
Kerugian Mengkonsumsi Soft Drink
1. Kelebihan Berat Badan (Overweight) dan Obesitas
Overweight merupakan keadaan gizi lebih, dinyatakan dengan Indeks Massa
Tubuh (IMT) lebih besar dari 23 di daerah Asia Pasifik. Suatu keadaan yang
melebihi overweight dinamakan obesitas. Obesitas ialah peningkatan berat badan
sebagai akibat akumulasi lemak berlebihan dalam tubuh yang melebihi batas
kebutuhan skeletal dan fisik. Pada anak-anak dan remaja, obesitas berkaitan
dengan intoleransi glukosa, hipertensi, dan dislipidemia. Konsumsi sugar-
sweetened soft drink dapat menjadi faktor penting terhadap kejadian obesitas
remaja.
2. Karies Gigi
Konsumsi soft drink memiliki banyak potensi untuk masalah kesehatan.
Kandungan asam dan gula dalam soft drink memiliki potensi untuk menimbulkan
karies gigi dan erosi lapisan enamel. Karies gigi ialah suatu penyakit dari jaringan
kapur atau kalsium pada gigi yang ditandai adanya kerusakan jaringan gigi. Asam
terutama asam fosfor sebagai penyebab kehilangan total enamel gigi. Asam fosfor
menurunkan pH saliva dari 7,4 menjadi suasana asam. Agar dapat meningkatkan
level pH kembali di atas 7, tubuh akan berusaha menarik ion kalsium dari gigi
sehingga lapisan enamel gigi menjadi sangat berkurang, ditandai dengan gigi yang
terlihat berwarna kekuningan.
3. Diabetes
Konsumsi makanan dan minuman yang mengandung fruktosa memiliki sejumlah
kecil insulin dibandingkan dengan asupan karbohidrat. Pada penelitian hewan,
konsumsi fruktosa dapat menimbulkan resistensi insulin, impaired glucose
tolerance, hiperinsulinemia, hipertriasilgliserolemia, dan hipertensi. Keadaan-
keadaan ini dapat menyebabkan timbulnya diabetes. Diabetes ialah suatu sindrom
kronik terjadinya gangguan metabolisme karbohidrat, lemak, dan protein akibat
ketidakcukupan sekresi insulin atau resistensi insulin pada jaringan yang dituju.
4. Osteoporosis dan Fraktur Tulang
Konsumsi soft drink telah menggantikan konsumsi susu, dengan jumlah konsumsi
susu menjadi 1 gelas susu per hari pada remaja putra dan kurang dari satu gelas
per hari pada remaja putri. Akibatnya, konsumsi soft drink meningkat yang diikuti
dengan penurunan konsumsi susu menyebabkan seseorang dapat mengalami
penurunan asupan kalsium. Hal ini meningkatkan resiko terjadinya osteoporosis,
terutama perempuan dan mengarah pada kejadian fraktur tulang. Osteoporosis
ialah massa tulang yang berkurang dan dengan trauma minimal dapat
menyebabkan fraktur. Fraktur ialah suatu kerusakan berupa pemecahan pada
daerah tulang.
Alcohol Beer
Pengertian Alcohol Beer
Alcohol beer adalah minuman yang mengandung alkohol yang telah melalui proses
fermentasi dari bahan beer itu sendiri (biji barley), tepung gandum ataupun beras
fermentasi dengan yeast. Kandungan alkohol pada minuman ini biasa berkisar antara
3-7%.

Jenis-jenis Alcohol Beer


1. Lager merupakan fermentasi dengan yeast lemah, dengan suhu 7 12 C
2. Ale merupakan fermentasi dengan yeast kuat, denga suhu 15 24 C
3. Pilsner merupakan fermentasi dengan yeast kuat dengan suhu 15 24 C, tetapi
lebih terasa hopsnya. Contohnya : bintang.

Kandungan Alcohol Beer


Alcoholic beer terbuat darimalt, hops, gula, air, dan diragikan dengan yeast serta
ditambahkan dengan fining agar beer menjadi jernih.

Proses Pembuatan Alcohol Beer


Bahan baku yang digunakan untuk pembuatan bir adalah malt, yaitu bijibarley
atau semacam gandum yang dikecambahkan dan dikeringkan. Apabila hendak
digunakan maka harus dihilangkan bagian tunasnya. Malt merupakan bahan baku
yang banyak mengandung pati, protein, vitamin dan mineral. Bahan lainnya adalah
hop atau Humulus. Humulus yaitu sejenis tanaman perdu yang memiliki aroma dan
rasa yang khas. Bagian tanaman yang digunakan untuk pembuatan bir adalah bagian
bunga, getah dari sari tanaman tersebut yang dikeringkan. Bahan ini akan menambah
aroma dan rasa dari cairan yang dihasilkan. Minyak esensial pada hop yang
digunakan untuk mempengaruhi rasa dan aroma bir adalah mircen, linalol, geraniol,
humulen, dan sebagainya. Tanaman ini banyak mengandung tanin (pirogaol dan
katekol) yang pada proses pembuatan bir akan berikatan dengan protein dan harus
dihilangkan karena mempengaruhi kejernihan bir. Selain itu, juga terdapat kandungan
-resin yang akan memberikan rasa pahit. Adanya rasa pahit inilah yang merupakan
rasa pahit yang khas yang diinnginkan terdapat pada minuman bir. Rasa pahit ini akan
timbul terutama bila hop sudah dipanaskan hingga cairannya mendidih. Bahan yang
penting dan akan menemukan mutu akhir adalah air yang digunakan. Air pada
pembuatan bir harus bersifat netral dengan nilai pH 6,5-7,0 kandungan kalsium
sebaiknya kurang dari 100 ppm. Begitu pula dengan kandungan magnesium
karbonat.Kandungan kalsium sulfat, natrium klorida dan besi masing-masing kurang
dari 250, 200, dan 1 ppm. Mikroba yang ditambahkan sebagai starter pada fermentasi
pembuatan bir adalah S. cerevisiae dari jenis khamir permukaan dan khamir
terendam.Selain itu juga digunakan S. carlsbergensis dari jenis khamir terendam.
Adapun tahapan proses nya adalah sebagai berikut :
1. Proses malting
2. Proses mashing
3. Filtrat (wrot) yang dihasilkan kemudian dimasak dan di campurkan dengan hop
4. Disaring melewati sisa-sisa hop sehingga protein dan padatan hop tertahan
5. Endapan yang terpisah dari substrat dicuci kembali
6. Penyaringan dilakukan untuk menahan padatan demikian seterusnya sehingga
filtrat yang terbentuk cukup banyak
7. Fermentasi
8. Pada akhir fermentasi akan terjadi penggumpalan dari sel-sel khamir dan akn
turun kedasar wadah fermentasi
9. Proses penuaan atau aging
10. Selama aging akan terjadi koagulasi komponen-komponen yang akan dipisahkan
pada akhir proses

Keuntungan Mengkonsumsi Alcohol Beer


1. Bir beralkohol rendah dapat digunakan sebagai anti kanker bila diminum secara
teratur
2. Dapat meningkatkan insulin apabila dikonsumsi satu setengah bir per hari
3. Mengurangi resiko diabetes dan batu ginjal
4. Protein yang terkandung di dalam bir mampu melindungi otak atau ancaman
Alzheimer dan serangan kanker payudara pada wanita

Kerugian Mengkonsumsi Alcohol Beer


1. Gangguan Mental Organik (GMO)
Gangguan ini akan mengakibatkan perubahan perilaku, seperti bertindak kasar,
gampang marah sehingga memiliki masalah dalam lingkungan sekitar. Perubahan
fisiologi seperti mata juling, muka merah dan jalan sempoyongan. Perubahan
psikologi seperti susah konsentrasi, sering ngelantur dan gampang tersinggung.
2. Merusak Daya Ingat
Dapat menghambat perkembangan memori dan sel-sel otak
3. Gangguan Jantung
Dapat membuat kerja jantung tidak berfungsi dengan baik
4. Grastinitis
Radang atau luka pada lambung. Ini biasanya diakibatkan muntah akibat
mninuman keras, karena lambung harus memompa secara paksa keluar zat-zat
adiktif yang beracun dalam tubuh
5. Paranoid
Karena kecanduan, kadang-kadang peminum sering seperti merasa kepala
dipukuli atau tidak tenang. Sehingga perilakunya menjadi lebih kasar terhadap
orang di sekelilingnya.