Anda di halaman 1dari 74

PT.

PLN (PERSERO)
PUSAT PENDIDIKAN DAN PELATIHAN PENGOPERASIAN SISTEM DEMIN PLANT

3 PENGOPERASIAN SISTEM DEMIN PLANT

3.1 Pengoperasian Normal Start-up.

Sistem distart dengan jalan mengoperasikan saklar-saklar di control panel. Maka semua
peralatan bekerja secara otomatis. Operator dibutuhkan untuk mengamati semua indikator pada
control panel tersebut dan mengawal area sistem selama operasi otomatis.

3.1.1 Start Demineralizer

Sebelum start, yakinkan bahwa katup hisap pompa sudah dibuka dan tinggi tekan (head)
pompa air distilat sebesar 15 m.

a. Set semua saklar katup ke posisi “AUTO”

b. Set saklar pompa berikut ke posisi “AUTO” :

salah satu dari Distillated water booster pump

salah satu dari Recovery pump

c. Pilih saklar “OPERATION MODE” ke posisi “DESALT 1 UNIT” atau “DESAL 2 UNIT”.

d. Set saklar “FAST RINSE” ke posisi “AUTO”

e. Set saklar “CONTROL” ke posisi “AUTO”

f. Set saklar “REGENE, SELECT” ke posisi “OFF”

g. Set saklar “OPERATION” ke posisi “OPERATION”

3.1.2 Selama Pelayanan Service.

Untuk pertama kali, Unit ditempatkan pada posisi Fast Rinse. Yakini hal-hal dibawah ini:

a. Fast Rinse

Jalankan Distillated water booster pump. Katup (A-W1) dan (A-B3) dibuka.

Flow rate = 65 m3/hr

Time = 20 menit.

Berbagi dan Menyebarkan Ilmu Pengetahuan Serta Nilai-Nilai Perusahaan 101


PT. PLN (PERSERO)
PUSAT PENDIDIKAN DAN PELATIHAN PENGOPERASIAN SISTEM DEMIN PLANT

b. Service

Distillated water booster pump tetap dijalankan. Katup (A-W1) masih tetap terbuka. Katup
(AB3) ditutup. Katup (A-W4) dibuka. Flow rate = 65 m3/hr.

c. Recycle

Katup (D1) ditutup

Katup (RC1) dibuka

Sistem ditempatkan dalam posisi Recycling.

3.1.3 Demineralizer Water Supplay.

Air demin disimpan dalam tangki dan dipasok oleh demineralized water pump.

a. Yakinkan bahwa jalur by-pass tangki ditutup.

b. Set saklar “Demineralized water pump” ke posisi “AUTO”

c. Pilih saklar “Demineralized water supply pump mode”

Fungsi saklar ini adalah:

Position Running Pump

Constant Additional Stop

I A B C

II B C A

III C A B

Berbagi dan Menyebarkan Ilmu Pengetahuan Serta Nilai-Nilai Perusahaan 102


PT. PLN (PERSERO)
PUSAT PENDIDIKAN DAN PELATIHAN PENGOPERASIAN SISTEM DEMIN PLANT

Gambar 1.

Berbagi dan Menyebarkan Ilmu Pengetahuan Serta Nilai-Nilai Perusahaan 103


PT. PLN (PERSERO)
PUSAT PENDIDIKAN DAN PELATIHAN PENGOPERASIAN SISTEM DEMIN PLANT

3.1.4 Regenerasi.

Setelah 1300 m3 air diolah, unit secara otomatis ditempatkan dalam posisi regenerasi. Jika
diperlukan regenerasi dapat dilakukan secara manual dengan operasi berikut:

a. set saklar “Control” ke posisi “Man”

b. Set saklar “Regene, Select “ke A atau B

c. Tarik saklar “Regene Start”

Yakinkan bahwa kondisi-kondisi berikut ini sebelum regenerasi dijalankan. Jika tidak terpenuhi,
regenerasi tidak akan start.

a. 502 liter caustic soda diisikan kedalam dilution tank.

b. 276 liter acid diisik kedalam dilution tank.

c. Urutan regenerasi tidak dalam “in progress” (berlangsung disistem yang lain.

Yakini item-item berikut sebelum langkah-langkah regenerasi.

Ada beberapa langkah (step) regenerasi Saringan Mixed Bed, sebagian diikuti oleh skematik
diagramnya.

Backwash.

AIR DISTILAT POMPA W2 W3 MB B1 Open Ditch


(Mixed Bed)

Distillate water booster pump dioperasikan.

Setel katup (A-W2) untuk mendapatkan aliran 12 m3/hr. Buka penuh katup (A-B1) dan (A-W3).
Langkah ini dilangkhi pada regenerasi pertama kali, juga setting-setting yang dibuat pada
langkah-langkah yang lain. Katup (A-W5) ditutup.

- Kecepatan aliran : 12 m3/hr

- Waktu : 20 menit

Berbagi dan Menyebarkan Ilmu Pengetahuan Serta Nilai-Nilai Perusahaan 104


PT. PLN (PERSERO)
PUSAT PENDIDIKAN DAN PELATIHAN PENGOPERASIAN SISTEM DEMIN PLANT

Settling (Pengendapan).

Distillate water booster pump tetap dioperasikan.

Katup (A-W2), (A-W3)ndan (A-B1) ditutup

Katup (A-W5) dibuka penuh.

- Waktu : 10 menit

Caustic Injection.

NaOH R2 PS1 STEAM

R1 EJECTOR SILENCER R5
BAK
AIR DISTILAT POMPA MB B2 PENETRAL
(Mixed Bed)
R3 EJECTOR R6 W3

Distillate water booster pump tetap dioperasikan.

Katup (R1) diatur agar aliran caustic 2,5 m3/hr.

Katup (R2) diatur agar 276 liter larutan caustic diinjeksikan selama 20 (40) menit.

Katup R3 diatur agar aliran acid 2,4 m3/hr.

Katup (A-R5) , (A-R6, (A-W3)) dan (A-B2) dibuka penuh.

Katup (A-W5) ditutup.

Katup PS1 diatur agar temperatur larutan caustic secara perlahan-lahan naik mencapai 55 oC.

- Kecepatan aliran air larutan caustic (down) 2,5 m3/hr

- Kecepatan aliran air larutan acid (up) 2,4 m3/hr

- Kecepatan aliran di-set pada valve : R1, R2, R3

- Waktu : 40 menit

Amati caustic density pada meter. Normalnya konsentrasi 7%.

Amati temperatur pemanas caustic. Bila temperatur melebihi 60 oC, yakinkan katup PS1 ditutup.

Amati level dari caustic dilution tank. Jika level turun sampai nol, lanjutkan ke lngkah berikutnya.

Berbagi dan Menyebarkan Ilmu Pengetahuan Serta Nilai-Nilai Perusahaan 105


PT. PLN (PERSERO)
PUSAT PENDIDIKAN DAN PELATIHAN PENGOPERASIAN SISTEM DEMIN PLANT

Caustic Displacement.

PS1 STEAM

R1 EJECTOR SILENCER R5
BAK
AIR DISTILAT POMPA MB B2 PENETRAL
(Mixed Bed)
R3 EJECTOR R6 W3

Distillate water booster pump tetap dioperasikan.

Katup (R1), (R3), (A-R6), (A-W3), dan (A-B2) masih terbuka.

Katup (R2) ditutup.

Katup (PS1) masih terbuka.

Katup (A-W5) masih tertutup.

- Kecepatan aliran air larutan caustic (down) 2,5 m3/hr

- Kecepatan aliran air larutan acid (Up) 2,4 m3/hr

- Waktu : 20 menit

- Kecepatan aliran di-set pada valve : R1, R3

Berbagi dan Menyebarkan Ilmu Pengetahuan Serta Nilai-Nilai Perusahaan 106


PT. PLN (PERSERO)
PUSAT PENDIDIKAN DAN PELATIHAN PENGOPERASIAN SISTEM DEMIN PLANT

Gambar 2.

Berbagi dan Menyebarkan Ilmu Pengetahuan Serta Nilai-Nilai Perusahaan 107


PT. PLN (PERSERO)
PUSAT PENDIDIKAN DAN PELATIHAN PENGOPERASIAN SISTEM DEMIN PLANT

Gambar 3.

Berbagi dan Menyebarkan Ilmu Pengetahuan Serta Nilai-Nilai Perusahaan 108


PT. PLN (PERSERO)
PUSAT PENDIDIKAN DAN PELATIHAN PENGOPERASIAN SISTEM DEMIN PLANT

Gambar 4.

Berbagi dan Menyebarkan Ilmu Pengetahuan Serta Nilai-Nilai Perusahaan 109


PT. PLN (PERSERO)
PUSAT PENDIDIKAN DAN PELATIHAN PENGOPERASIAN SISTEM DEMIN PLANT

Acid Injection ( Hcl ).

R1 EJECTOR SILENCER R5
BAK
AIR DISTILAT POMPA MB B2 PENETRAL
(Mixed Bed)
R3 EJECTOR R6 W3

HCl R4

Distillate water booster pump tetap dioperasikan.

Katup (R1), (A-R5), (R3), (A-R6), (A-W3) dan (A-B2) masih terbuka.

Katup (A-W5) masih tertutup.

Katup (R4) ditutup.

Katup (R4) diatur sehingga 128 liter larutan asam diinjeksikan selam 20 menit.

- Kecepatan aliran caustic (down) 2,5 m3/hr

- Kecepatan aliran acid (Up) 2,4 m3/hr

- Kecepatan aliran di-set pada valve : R1, R3, R4

- Waktu : 20 menit

Acid Displacement.

R1 EJECTOR SILENCER R5
BAK
AIR DISTILAT POMPA MB B2 PENETRAL
(Mixed Bed)
R3 EJECTOR R6 W3

Distillate water booster pump tetap dioperasikan

Katup (R1), (A-R5), (R3), (A-R6), (A-W3) dan (A-B2) masih terbuka.

Katup (A-W5) masih tertutup.

Katup (R4) ditutup.

- Kecepatan aliran larutan caustic (down) 2,5 m3/hr

- Kecepatan aliran larutan acid (Up) 2,4 m3/hr

- Kecepatan aliran di-set pada valve : R1, R3

- Waktu : 20 menit

Berbagi dan Menyebarkan Ilmu Pengetahuan Serta Nilai-Nilai Perusahaan 110


PT. PLN (PERSERO)
PUSAT PENDIDIKAN DAN PELATIHAN PENGOPERASIAN SISTEM DEMIN PLANT

Rinse.

W6 MB BAK
AIR DISTILAT POMPA (Mixed Bed) B2 PENETRAL

W2 W3

Distillate water booster pump tetap dioperasikan

Katup (R1), (A-R5), (R3), dan (A-R6) tertutup

Katup (A-W5) masih tertutup.

Katup (A-B2) dan (A-W3) masih terbuka.

Katup (A-W6) dan (A-W2) dibuka.

Katup (A-W6) diatur agar aliran menjadi 9,6 m3/hr.

- Kecepatan aliran (down) 9,6m3/hr

- Kecepatan aliran (Up) 12 m3/hr

- Kecepatan aliran di-set pada valve : W6, W2

- Waktu : 20 menit

Catatan : Urutan pemindahan (transfer) kimia dijalankan pada langkah ini.

Draining.

B1 B4

MB B3
(Mixed Bed)

Distillate water booster pump tetap dioperasikan

Katup (A-B1) dan (A-B4) dibuka.

Katup (A-B2) masih terbuka

Katup (A-W2) dan (A-W3) ditutup

Katup (A-W5) dibuka)

- Waktu: 20 menit.

Berbagi dan Menyebarkan Ilmu Pengetahuan Serta Nilai-Nilai Perusahaan 111


PT. PLN (PERSERO)
PUSAT PENDIDIKAN DAN PELATIHAN PENGOPERASIAN SISTEM DEMIN PLANT

Gambar 5.

Berbagi dan Menyebarkan Ilmu Pengetahuan Serta Nilai-Nilai Perusahaan 112


PT. PLN (PERSERO)
PUSAT PENDIDIKAN DAN PELATIHAN PENGOPERASIAN SISTEM DEMIN PLANT

Gambar 6.

Berbagi dan Menyebarkan Ilmu Pengetahuan Serta Nilai-Nilai Perusahaan 113


PT. PLN (PERSERO)
PUSAT PENDIDIKAN DAN PELATIHAN PENGOPERASIAN SISTEM DEMIN PLANT

Gambar 7.

Berbagi dan Menyebarkan Ilmu Pengetahuan Serta Nilai-Nilai Perusahaan 114


PT. PLN (PERSERO)
PUSAT PENDIDIKAN DAN PELATIHAN PENGOPERASIAN SISTEM DEMIN PLANT

Gambar 8.

Berbagi dan Menyebarkan Ilmu Pengetahuan Serta Nilai-Nilai Perusahaan 115


PT. PLN (PERSERO)
PUSAT PENDIDIKAN DAN PELATIHAN PENGOPERASIAN SISTEM DEMIN PLANT

Loosening ( Membersihkan Lumpur).

B1 B4

MB
AIR DISTILAT POMPA W2 W3 (Mixed Bed)

Distillate water booster pump tetap dioperasikan

Air mengalir dari bawah kolom dan melonggarkan/melepaskan (loosening) resin bed.

Katup (A-W2) dan (A-W3) dibuka

Katup (A-W5) ditutup.

Katup (A-B1), (A-B2) dan (A-B4) ditutup.

- Kecepatan aliran : (12 m3/hr)

- Kecepatan aliran di-set pada valve : W2

- Waktu : 5 menit

Resin Mixing.

B1 B4

MB
AIR DISTILAT POMPA W2 W3 (Mixed Bed)

Distillate water booster pump tetap dioperasikan

Air mengalir dari bawah kolom dan melonggarkan/melepaskan (loosening) resin bed.

Katup (A-W2) dan (A-W3) dibuka

Katup (A-W5) ditutup.

Katup (A-B1), (A-B2) dan (A-B4) ditutup.

- Kecepatan aliran : (12 m3/hr)

- Kecepatan aliran di-set pada valve : W2

- Waktu : 5 menit.

Berbagi dan Menyebarkan Ilmu Pengetahuan Serta Nilai-Nilai Perusahaan 116


PT. PLN (PERSERO)
PUSAT PENDIDIKAN DAN PELATIHAN PENGOPERASIAN SISTEM DEMIN PLANT

Fill –Up.

B4 Open Ditch

MB
AIR DISTILAT POMPA W1
(Mixed Bed)
B3 Open Ditch

Distillate water booster pump dioperasikan.

Katup (A-B4) masih terbuka.

Katup (A-MA1), (A-B1) dan (A-W3) ditutup

Katup (A-W5) dibuka.

Katup (A-W1) dan (A-B3) dibuka.

- Kecepatan aliran : 65 m3/hr sampai 90 m3/hr

- Waktu : 5 menit

Fast Rinse.

MB Open Ditch
AIR DISTILAT POMPA W1 B3
(Mixed Bed)

Distillate water booster pump masih dioperasikan.

Katup (A-B4) ditutup

Katup (A-W1) dan (A-B3) masih dibuka

Katup (A-B3) diatur agar aliran mencapai 65 m3/hr.

- Kecepatan aliran : 65 m3/hr

- Waktu : 20 menit

Amati Conductivity meter. Conductivity berangsur-angsur turun ke nilai yang memuaskan. Maka
regenerasi selesai dan unit diposisikan melayani.

Berbagi dan Menyebarkan Ilmu Pengetahuan Serta Nilai-Nilai Perusahaan 117


PT. PLN (PERSERO)
PUSAT PENDIDIKAN DAN PELATIHAN PENGOPERASIAN SISTEM DEMIN PLANT

Gambar 9.

Berbagi dan Menyebarkan Ilmu Pengetahuan Serta Nilai-Nilai Perusahaan 118


PT. PLN (PERSERO)
PUSAT PENDIDIKAN DAN PELATIHAN PENGOPERASIAN SISTEM DEMIN PLANT

Gambar 10.

Berbagi dan Menyebarkan Ilmu Pengetahuan Serta Nilai-Nilai Perusahaan 119


PT. PLN (PERSERO)
PUSAT PENDIDIKAN DAN PELATIHAN PENGOPERASIAN SISTEM DEMIN PLANT

Gambar 11.

Berbagi dan Menyebarkan Ilmu Pengetahuan Serta Nilai-Nilai Perusahaan 120


PT. PLN (PERSERO)
PUSAT PENDIDIKAN DAN PELATIHAN PENGOPERASIAN SISTEM DEMIN PLANT

Gambar 12.

Berbagi dan Menyebarkan Ilmu Pengetahuan Serta Nilai-Nilai Perusahaan 121


PT. PLN (PERSERO)
PUSAT PENDIDIKAN DAN PELATIHAN PENGOPERASIAN SISTEM DEMIN PLANT

Service.

Setel katup (A-W4) agar aliran 65 m3/hr.

3.1.5. Neutralizing, Recycle.

Urutan neutralizing dijalankan secara manual ketika sump level mencapai level yang ditetapkan.
Level bersesuaian dengan waste regenerant (limbah regenerasi) dari 2 siklus regenerasi
demineralizer dan 1 siklus regenerasi condensate polishing.

Yakini kondisi ini sebelum start :

- Sump level diatas batas yang ditetapkan.

- Regenerasi tidak dalam “in progress” didalam demineralizer dan condensate polishing plant.

- Distillate water booster pump dalam keadaan operasi untuk memberikan air perapat
Effluent discharge pump.

Jalankan neutralizing dengan dengan prosedur berikut :

- Set salah satu dari saklar Effluent discharge pump ke posisi “AUTO”

- Tekan tombol start neutralizing.

Set katup (NW2) agar tekanan keluar Effluent discharge pump menjadi 2,5 kg/cm 2(g). Set katup
(NW3) sehingga air contoh (sampling) mengalir ke pH meter. Katup (NW5) dibuka penuh. Set
katup-katup air perapat agar mengalirkan air ke pump stuffing box.

Yakini hal-hal berikut:

Recycle.

Effluent discharge pump dioperasikan

Katup (NW5), (NW3), dan (NW2) dibuka.

- Waktu 60 menit.

- Amati pH indicator

Berbagi dan Menyebarkan Ilmu Pengetahuan Serta Nilai-Nilai Perusahaan 122


PT. PLN (PERSERO)
PUSAT PENDIDIKAN DAN PELATIHAN PENGOPERASIAN SISTEM DEMIN PLANT

Neutralizing.

Effluent dischrge pump masih dioperasikan.

Katup (NW5), (NW3) dan (NW2) masih dibuka.

Set katup (NW7) dan (NW6) sambil mengamati kontrol pH.

Apabila pH lebih rendah dari 7, katup (OH3) dan (NW7) dibuka untuk periode tertentu
tergantung kepada range pH sebagai berikut:

pH range Time

lebih rendah di 3

antara 3 sampai 5 (setelah start up)

diatas 5 sampai 7

Berbagi dan Menyebarkan Ilmu Pengetahuan Serta Nilai-Nilai Perusahaan 123


PT. PLN (PERSERO)
PUSAT PENDIDIKAN DAN PELATIHAN PENGOPERASIAN SISTEM DEMIN PLANT

Gambar 13. Contoh tangki netralisasi Bukit Asam.

Bila pH lebih tinggi dari 9, katup (NW6) dan (H3) dibuka untuk periode tertentu tergantung
kepada range pH sebagai berikut:

pH range Time

antara 9 sampi 11,5

antara 11,5 sampai 12,5 (setelah start up)

diatas 12,5

Berbagi dan Menyebarkan Ilmu Pengetahuan Serta Nilai-Nilai Perusahaan 124


PT. PLN (PERSERO)
PUSAT PENDIDIKAN DAN PELATIHAN PENGOPERASIAN SISTEM DEMIN PLANT

Setting waktu tersebut diatas ditetapkan sewaktu start-up sehingga neutralizing selesai kira-
kira 2 jam.

Discharge.

Effluent discharge pump masih dioperasikan.

Valve (NW2) dan (NW3) ditutup

Katup (NW5) masih terbuka.

Katup (NW1) dibuka.

Kira-kira 60 menit dibutuhkan untuk membuang larutan sampai sump level mencapai level
nol.

Amati discharge pH meter.

Yakinkan bahwa sump hampir kosong setelah pembuangan.

Set katup (NW1) sehingga tekanan keluar pompa menjadi 2.5 kg/cm2 (g). Atur katup air
contoh agar mengalir ke pH meter.

ph Meter Rinse.

Katup (NW1) dan (NW5) ditutup

Katup (NW4) dibuka.

Waktu 5 menit.

3.1.6. Chemical Transver Fill Up Water.

Transfer Acid/caustic ke d ilution tank yang kosong dijalankan ketika langkah rinse mulai
sewaktu regenerasi.

Yakinkan hal berikut :

Acid Transfer.

Katup (DW2) dibuka dan 100 liter air dimasukan kedalam dilution tank.

Katup (MW3) dibuka untuk memasok ejector motive water.

Bila level measuring tank naik sampai 128 liter, katup (H2) dan (H1) dibuka.

Berbagi dan Menyebarkan Ilmu Pengetahuan Serta Nilai-Nilai Perusahaan 125


PT. PLN (PERSERO)
PUSAT PENDIDIKAN DAN PELATIHAN PENGOPERASIAN SISTEM DEMIN PLANT

Katup (MW3) masih terbuka untuk 10 detik, kemudian ditutup.

Bila level measuring tank turun sampai nol, katup (H1) dan (H2) ditutup. Agitator
dioperasikan selama 10 menit.

Caustic Transfer.

Katup (DW1) dibuka, dan 160 liter air dimasukan kedalam dilution tank.

Katup (MW1) dibuka untuk memasok ejector motive water.

Bila level measuring tank naik sampai 280 liter, katup (OH1) dan (OH2) dibuka.

Katup (MW1) masih terbuka untuk 10 detik, kemudian ditutup.

Bila level measuring tank turun sampai nol, katup (OH1) dan (OH2) ditutup. Agitator
dioperasikan selama 10 menit.

Acid/Caustic transfer ke day tank dijalankan ketik langkah pertama dari Recycle mulai
didalam neutralizing.

Yakini hal berikut :

a. Acid transfer

Katup (MW4) dibuka dan ejector digerakan. Bila day tank menjadi penuh, katup (H3) dibuka
dan katup (MW4) ditutup 10 detik kemudian.

b. Caustic transfer

Katup (MW2) dibuka dan ejector digerakan. Bila day tank menjadi penuh, katup (OH3)
dibuka dan katup (MW2) ditutup setelah 10 detik kemudian.

3.1.7. Operasi Pompa.

Sewaktu menjalankan pompa, perhatikan hal-hal berikut ini. Jika ketidak-teraturan terdeteksi,
segera matikan pompa dan periksa ketidak-teraturan tersebut.

a. Yakinkan bahwa pompa berjalan normal tanpa vibrasi

b. Yakinkan bahwa tidak terjadi kavitsi

c. Yakinkan bahwa tekanan discharge yang ditentukan diperoleh

Berbagi dan Menyebarkan Ilmu Pengetahuan Serta Nilai-Nilai Perusahaan 126


PT. PLN (PERSERO)
PUSAT PENDIDIKAN DAN PELATIHAN PENGOPERASIAN SISTEM DEMIN PLANT

d. Yakinkan bahwa penggeraknya tidak overload.

e. Perhatikan bahwa pompa tidak berjalan dengan tiada pengisian casing dan dengan katup
tekan tertutup.

f. Periksa temperatur bearing dan minyak pelumasnya pada interval waktu tertentu.
Temperatur bearing Effluent Discharge pump harus sebagai berikut :

Temperatur ruangan plus 40 oC at tidak melebihi 70 oC.

Untuk pompa yang lain : Temperatur ruangan plus 50 oC atau tidak melebihi 80 oC.

g. Periksa kebocoran pada bagian perapat poros

Kebocoran fluida dari bagian gland yang layak, umumnya 10 sampai 15 drip (tetes) per menit.
Jika perlu, atur lagi dengan mengencangkan paket stuffing box.

Perhatian : Cegahlah benda-benda asing memasuki pompa dan bagian perapatnya. Air
perapat untuk mechanical seal harus bersih.

3.2. Operasi Shut Down.

Demineralizer.

Set saklar “OPERATION” ke posisi “STAND BY”.

Catatan : Jangan menyetop Demineralizer saat regenerasi. Jika perlu, stop operasi saat akhir
dari backwash, Settling, Rinse atau Fast Rinse.

Neutralization.

Jika perlu, stop sewaktu neutralization dalam kelangsungannya, tekan tombol stop.

Demineralizer Water Supply.

Set saklar “Demineralizer Water Supply pump” ke posisi “OFF”

Complate Shut Down.

Jika complete shutdown dibutuhkan, lakukan hal2 berikut:

a. set saklar semua katup keposisi “CLOSE”

Berbagi dan Menyebarkan Ilmu Pengetahuan Serta Nilai-Nilai Perusahaan 127


PT. PLN (PERSERO)
PUSAT PENDIDIKAN DAN PELATIHAN PENGOPERASIAN SISTEM DEMIN PLANT

b. set saklar semua pompa keposisi “STOP”

c. tutup katup manual seperti : katup tekan pompa, katup pemasok bahan kimia, katup
pemasok uap, katup pemasok udara dll.

d. matikan control panel

e. matikan sumber tenaga motor.

3.3. Pengoperasian Kondisi Darurat (Emergency).

Raw Water Supply

Jika Raw water dipasok langsung dari Main Fresh water Tank, lakukan hal-hal berikut:

a. yakinkan katup dibuka.

b. Set saklar “OPERATION MODE” ke “FRESH WATER TANK”

c. Set saklar Fresh Water tank ke posisi tangki yang diinginkan.

d. Set salah satu Sodium sulphite dosing pump ke posisi “AUTO”

e. Yakinkan bahwa setting stroke (langkah) pompa sudah benar.

Catatan : Regenerasi dijalankan dalam periode pelayanan yang pendek.

3.4. Trouble Shooting.

Dalam operasi water treatment plant atau demin. plant ini kemungkinan terjadi gangguan-
gangguan. Trouble-shooting pada setiap manual book-nya, menunjukan macam-macam
gangguan dan cara mengatasinya.

Berbagi dan Menyebarkan Ilmu Pengetahuan Serta Nilai-Nilai Perusahaan 128


PT. PLN (PERSERO)
PUSAT PENDIDIKAN DAN PELATIHAN PENGOPERASIAN SISTEM DEMIN PLANT

Gangguan-gangguan tersebut antara lain:

JENIS GANGGUAN PENYEBAB TINDAKAN PERBAIKAN

Mixed Bad Demineralizer - Regenerasi tidak sempuma - Atur dan perbaiki


penyebab utama pemisahan
a. Conductivity Tidak Periksa dan atur waktu proses,
resin dengan back washing
Normal jumlah aliran, pembukaan/penutup
tidak sempuma, kesalahan
an katup-katup dsb, untuk melaku
b. Service berhenti sesaat injeksi, campuran tidak
kan regenerasi yang normal.
memadai.

P & I, N1Cu, SiO2 pada Kemampuan Resin menjadi - Analisa Resin


aliran keluar deminerahzer merosot.
- Periksa dan atur kembali waktu
naik.
Regenerasi tidak sempuma proses,

Suhu air masuk terlalu tinggi. - Jumlah aliran pembukaan /


penutupan katup-katup yang
normal.

- Atur suhu air masuk sampai


kurang dari 40°C.

- Suhu yang lebih tinggi


menyebabkan SiO2 lolos.

Jika ada alarm, sebuah buzzer


sound dan lampu alarm akan
berkedip-kedip pada kontrol panel.
Tekan tombol

"Acknowledge" dan buzzer akan


stop, kemudian berkedip-kedip
akan stop. Bila perlu, tekan tombol
"lampu eset" untuk menghilangkan
lampu, setelah membetulkan
penyebab alarm itu. Tekan tombol
"lampu test" bila akan mengecek
lampu-lampu alarm.

Mixed Bed A (B) effluent - Sistem diposisikan ke stand by


conductionty high.
- Cek kwalitet air yang masuk,
regenerasi dan seterusnya.

Mixed Bed A (B) differential - Cek kwalitet dari air masuk, flow
pressure high. rate dan lain-lain.

- Regenerasi resin, untuk menghi-


langkan lapisan suspensi yang

Berbagi dan Menyebarkan Ilmu Pengetahuan Serta Nilai-Nilai Perusahaan 129


PT. PLN (PERSERO)
PUSAT PENDIDIKAN DAN PELATIHAN PENGOPERASIAN SISTEM DEMIN PLANT

menyumbat. Dalam hal ini waktu


backwash diperpanjang, naik
diatas spesifik, karena penyum-
batan, tunggu sampai 3 menit.

- Bila sering terjadi, demineralizer


stop, betulkan trap screen net, dan
cuci resin-resin yang hancur itu.

Caustic Dilution Water Flow Alarm ini ditransmisikan jika Set flow rate sampai spesifiknya
Low larutan NaOH kecepatan dengan valve R1
alirannya turun dibawah harga
spesifiknya dan tunggu 3 menit
selama caustis injection dalam
regenerasi.

Dilution Caustic Temperature Selama 3 menit selama caustic


High injection stop untuk regenerasi.
Valve PS1 tertutup bila temperatur
diatas alarm level. Jika alarmj ini
terlalu sering, periksa aliran
tekanan, volume air pelarut, dan
pembukaan jamm valve PS1 yang
biasanya diatur untuk menjaga
temperatur injeksi caustic pada 55
°C.

Dilution Caustic Temperatur Kembalikan ke item diatas


Low

Caustic Density Low Cek volume dari air pelarut dan


kecepatan larut Na OH.

Mixed Bed A (B) Water Flow Alarm ini terjadi, bila kecepatan Periksa destilate water booster
Low aliran yang diukur oleh flow pump valve, valve W1dan W4,
meter outlet mixed beda jatuh differensial pressure dan lain-lain.
dibawah nilai spesifiknya Jika saluran air yang melalui resin
tersumbat oleh suspensi, start
regenerasi.

Acid Dilution Water Flow Low Alarm ini terjadi, jika kecepatan Set flow rate ke nilai spesifiknya
aliran air pelarut H Cl jatuh dengan valve R1.
dibawah nilai spesifik dan tunggu
selama 3 menit, selama injeksi
asam untuk regenerasi.

Berbagi dan Menyebarkan Ilmu Pengetahuan Serta Nilai-Nilai Perusahaan 130


PT. PLN (PERSERO)
PUSAT PENDIDIKAN DAN PELATIHAN PENGOPERASIAN SISTEM DEMIN PLANT

Acid Dilution Density High Aliran ini terjadi, Jika density dari Periksa volume dari pada pelarut
acid injeksi naik diatas alarm dan larutan PS1.
level yang ditunjukkan oleh
density meter dalam saluran
injeksi selama stop acid injection
untuk regenerasi.

Demi Water Storage Tangki Alarm ini terjadi, jika tangki Pastikan bahwa valve D1 tertutup
Level High. persediaan air demineral naik dan valve RC1 terbuka, dan
diatas nilai spesifiknya. recycling terjadi. Jika recycling
terjadi selama 2 jam, maka demi
plant dalam posisi service lagi jika
tangki sudah turun dibawah
spesifik, test dapat dihksanakan iagi
sebelum service.

Demi Tank Level Low Alarm ini terjadi jika level air Jika level air dalam tangki tersebut
demin dalam tangki persediaan rendah terus, pastikan bahwa
tumn dibawah spesifikasinya. pompa pensupplai air demin
tersumbat.

Caustic Storage A (B) Level Alarm terjadi, jika level caustic


High storage tank naik diatas nilai
spesifiknya.

Caustic Storage Tank A (B) Alarm ini terjadi, jika caustic Tambahkan cepat-cepat larutan
Level Low storage tank turun dibawah nilai NaOH.
spesifiknya

Acid Storage Tank A (B) Identik dengan item diatas


Level High atau Low.

Neut Pump Level High Alarm ini terjadi, jika level larutan Pastikan valve NW1 terbuka dan
dalam neut pump diatas alarm pompa discharge effluen distart
level. untuk pembuangan larutan itu.

Recovery Tank Level High Alarm ini terjadi, jika level dari Periksalah kondisi dari operasi
recovery Tank naik diatas alarm recovery pump. jika levelnya terus
levelnya. menerus rendah, pastikan bahwa
sodium sulphite dosing pump akan
Alarm ini terjadi, jika level tangki
berhenti, siapkan larutan Na2 S03.
persediaan sodium suplly rendah
dibawah alann level.

Berbagi dan Menyebarkan Ilmu Pengetahuan Serta Nilai-Nilai Perusahaan 131


PT. PLN (PERSERO)
PUSAT PENDIDIKAN DAN PELATIHAN PENGOPERASIAN SISTEM DEMIN PLANT

Eff-Sump. pH. Low Alarm ini terjadi bila pH Ulangi netralisasi dari semula.
discharger water < 7 selama
stop discharger dan netralisasi

Eff-Sump pH High Idem item diatas untuk pH > 9.

Mixing Air Pressure Low Alarm ini terjad', bila mixing air pastikan regenerasi terhenti pada
receiver pressure turun < 6,0 stop dari draining, tidak dilanjutkan
2
kg/cm (g), selama regenerasi dengan loosening. Betulkan segera
2
dan mau masuk draining, tekanannya sampai 6,5 kg/cm (g).

Demin Supply Pump Outlet Alarm ini terjadi, bila tekanan


Press Low outlet dari. demin rendah
dibawah spesifiknya.

Mixed Bed A (B) Flow Preset Alarm ini terjadi, bila volume dari
Counter-count Up. air yang diolah mencapai nilai
spesifik, control switch system

3.4.1. Low Capacity.

Raw water solids increased or changed

- Reduced capacities
- Check with Hungerford & Terry Lab.

Low regeneration levels

- Increase regeneration levels (See Operating Instructions).

Resin bed low

- Add resin.

Resin bed fouled

- Have resin analyzed, replace resin.

Too high flow rate

- Reduce flow rate.

Regen. Concen. or rates high or low

- Adjust pump stroke accordingly (See Operating Instructions)

Berbagi dan Menyebarkan Ilmu Pengetahuan Serta Nilai-Nilai Perusahaan 132


PT. PLN (PERSERO)
PUSAT PENDIDIKAN DAN PELATIHAN PENGOPERASIAN SISTEM DEMIN PLANT

Water meter in error

- Clean, repair and replace.

Channeling due to high press, loss

- Have resin analyzed, replace resin.


- Open valve

Contaminated resin

- Have resin analyzed, replace resin.

Poor resin bed mix

- More or less water needed for air mix.


- Increase rate and tine.

Poor separation prior to regeneration

- Exhaust resin completely before separating.


- Regenerate cation.

3.4.2. High Conductivity.

Raw water solids increased

- Reduced capacities
- Check with Hungerford & Terry Lab.

Resin bed low

- Add resin.

Too high flow rate

- Reduce flow rate.

Regeneration Concen. high or low

- Adjust pump stroke accordingly (See Operating Instructions)

Low regeneration levels

- Increase regeneration levels (See Operating Instructions).

Berbagi dan Menyebarkan Ilmu Pengetahuan Serta Nilai-Nilai Perusahaan 133


PT. PLN (PERSERO)
PUSAT PENDIDIKAN DAN PELATIHAN PENGOPERASIAN SISTEM DEMIN PLANT

Contaminated resin
- Have resin analyzed, replace resin.

Valves by-passing raw water into treated


- Increase air flow & time

Resin bed fouled


- Have resin analyzed, replace resin.

Conductivity instrument in error


- Clean, repair and replace.

Channeling due to high pressure loss

- Have resin analyzed, replace resin.


- Open valve

Poor resin bed mix

- More or less water needed for air mix.


- Increase rate and tine.

Poor separation prior to regeneration

- Exhaust resin completely before separating.


- Regenerate cation.

High sodium leakage from a cation


- Increase temp. (See Operating Instructions).

3.4.3. High Silica.


Low regeneration level
- Increase regeneration levels (See Operating Instructions).

Low caustic temperature


- Remove resin, clean, repair or replace underdrain.

Low or high regeneration concentration


- Adjust pump stroke accordingly (See Operating Instructions)

Berbagi dan Menyebarkan Ilmu Pengetahuan Serta Nilai-Nilai Perusahaan 134


PT. PLN (PERSERO)
PUSAT PENDIDIKAN DAN PELATIHAN PENGOPERASIAN SISTEM DEMIN PLANT

Contaminated resin

- Have resin analyzed, replace resin.

Low resin bed

- Add resin.

Too high flow rate

- Reduce flow rate.

Raw water silica increased

- Reduced capacities
- Check with Hungerford & Terry Lab.

Valves by-passing water

- Increase air flow & time

Poor resin bed mix

- More or less water needed for air mix.


- Increase rate and tine.

Poor separation prior to regenerazion

- Exhaust resin completely before separating.


- Regenerate cation

Silica .analyzer in error

- Clean, repair and replace.

High sodium leakage from cation

- Increase temp. (See Operating Instructions).

3.4.5. Presure Losser.


Too high flow rate

- Reduce flow rate.

Berbagi dan Menyebarkan Ilmu Pengetahuan Serta Nilai-Nilai Perusahaan 135


PT. PLN (PERSERO)
PUSAT PENDIDIKAN DAN PELATIHAN PENGOPERASIAN SISTEM DEMIN PLANT

Resin bed dirty

- Have resin analyzed, replace resin.


- Open valve.

Underdrain system plugged

- Reduce flow rate.

Resin deteriorated

- Have resin analyzed, replace resin.

Erratic pressure gauges

- Clean, repair and replace.

3.4.6. Resin Loss.


Too high backwash rate

- Reduce flow rate.

Underdrain system passing resin

- Increase temp. (See Operating Instructions).

Tank not drained during air mix

- Increase rate and tine.

interface collector passing resin

- Clean, repair and replace.

Backwash with no pressure on unit

- Backwash at maximum rate without losing resin to waste.

3.4.7. High Back Pressure.


Regenerant distributor plugged

- Clean, repair and replace.

Berbagi dan Menyebarkan Ilmu Pengetahuan Serta Nilai-Nilai Perusahaan 136


PT. PLN (PERSERO)
PUSAT PENDIDIKAN DAN PELATIHAN PENGOPERASIAN SISTEM DEMIN PLANT

Resin bed dirty or packed

- Have resin analyzed, replace resin.


- Open valve.

Regenerant waste valve clogged

Interface distributor plugged

- Clean, repair and replace.

Underdrain system leaking resin

- Throttle backwash rate with waste valve.

3.5. Pencegahan Kecelakaan.

Unit Demin Plant harus dioperasikan oleh staf yang dapat menangani bahan kimia dan jika
mungkin dibawah pengawasan ahli kimia

Instaiasi yang ada harus dengan pentanahan menurut peraturan keselamatan kerja IEG

Panel listrik mempunyai sebuah switch "door block", agar memaksa setiap orang yang
menginginkan masuk kedalam panel harus memutuskannya

Semua motor dibangun menurut peraturan keselamatan kerja dan bagian yang bergerak dari
pompa-pompa diproteksi terhadap kecelakaan

Menghindari kebocoran bahan kimia, perlu area yang benar dan peralatan dilapisi dengan
anti korosi

Menuangkan bahan kimia dari atas tangki harus dengan sarung tangan, safety shoes,
masker dan baju khusus

3.6. Condensate Polisher.

3.6.1. Fungsi.

Condensate Polisher digunakan untuk mengurangi impurities (pencemar) dalam air kondensat
sampai batas yg diijinkan dan melindungi boiler terhadap kontaminasi karena pencemar
tersebut.

Berbagi dan Menyebarkan Ilmu Pengetahuan Serta Nilai-Nilai Perusahaan 137


PT. PLN (PERSERO)
PUSAT PENDIDIKAN DAN PELATIHAN PENGOPERASIAN SISTEM DEMIN PLANT

Gambar 14.

Condensate Polisher ditempatkan pada sistem air pengisi tekanan rendah (sistem air
kondensat) setelah condensate extraction pump. Fungsi dari sistem ini adalah untuk
memproteksi boiler terhadap kontaminasi karena kebocoran kondensor, produk korosi dan
logam-logam dalam air kondensat sampai batas yang dapat diterima dan mempertahankannya
tetap rendah selam operasi.

Sistem terdiri dari 2 buah mixed bed type polisher untuk setiap unit dengan fasilitas regenerasi
yang ditempatkan di bangunan Water Treatment. Resin ditransfer diantara vessel-vessel
dengan memakai air murni dan udara kompresi.

Polisher diisi dengan campuran resin cation (R-H) dan resin anion (R-OH). Ketika air kondensat
mengalir melalui Polisher, partikel halus dan tidak larut dalam air kondensat disaring dan ion2
dilepas dengan jalan proses pertukaran ion. Air dengan kemurnian tinggi diperoleh.

Lamanya usia pelayanan ditentukan oleh kualitas air kondensat dan besarnya aliran dalam unit
yang sedang operasi. Pada operasi normal, sinyal akhir dari pelayanan diberitahukan melalui
Flow Totalizer. Pada akhir dari pelayanan, resin dalam Polisher ditransfer kedalam pemisah
resin dan Cation Regeneration Vessel (CRV). Resin yang akan diregenerasi ini disimpan dalam
Anion Regeneration Vessel (ARV) kemudian ditransfer kembali kedalam Polisher. Maka
Polisher dapat melayani lagi.

Resin bekas dibersihkan secara hidrolik sewaktu langkah scrubbing (pembersihan) didalam
CRV. Resin penukar anion kemudian dipisahkan dari resin penukar kation. Resin penukar anion

Berbagi dan Menyebarkan Ilmu Pengetahuan Serta Nilai-Nilai Perusahaan 138


PT. PLN (PERSERO)
PUSAT PENDIDIKAN DAN PELATIHAN PENGOPERASIAN SISTEM DEMIN PLANT

kemudian ditransfer kedalam ARV dan digenerasi dengan caustic soda (NaOH). Resin penukar
kation tetap tinggal dalam CRV dan digenerasi dengan hydrochloric acid (HCl). Resin cation
yang telah diregenerasi ditransfer kedalam ARV dan siap ditransfer kedalam Polisher.

Contoh : Skema Condensate Polisher Semarang

Gambar 15.

Berbagi dan Menyebarkan Ilmu Pengetahuan Serta Nilai-Nilai Perusahaan 139


PT. PLN (PERSERO)
PUSAT PENDIDIKAN DAN PELATIHAN PENGOPERASIAN SISTEM DEMIN PLANT

Gambar 16.

Berbagi dan Menyebarkan Ilmu Pengetahuan Serta Nilai-Nilai Perusahaan 140


PT. PLN (PERSERO)
PUSAT PENDIDIKAN DAN PELATIHAN PENGOPERASIAN SISTEM DEMIN PLANT

Berbagi dan Menyebarkan Ilmu Pengetahuan Serta Nilai-Nilai Perusahaan 141


PT. PLN (PERSERO)
PUSAT PENDIDIKAN DAN PELATIHAN PENGOPERASIAN SISTEM DEMIN PLANT

3.6.2. Mode Operasi.

Diagram memperlihatkan langkah-langkah operasi. Langkah-langkah itu merupakan program


yang dikendalikan dan dilaksanakan secara ber-ulang-ulang dan berurutan dalam operasi
otomatis. Apabila unit ditempatkan pada langkah berikutnya, beberapa katup dibuka dan ditutup
dan iar akan mengalir dalam laluan yg berbeda. Diagram memperlihatkan katup-katup mana
yang dibuka dan katup-katup mana yang ditutup dari setiap langkahnya. Beberapa katup dibuka
penuh, beberapa katup yang lain dibuka tidak penuh, untuk mengatur besar aliran. Ini disebut
Set Valves.

Laju aliran dan waktunya ditunjukan juga. Jika diinginkan, unit dapat juga dijalankan secara
manual karena semua pompa dan katup mempunyai saklar masing-masing.

Berbagi dan Menyebarkan Ilmu Pengetahuan Serta Nilai-Nilai Perusahaan 142


PT. PLN (PERSERO)
PUSAT PENDIDIKAN DAN PELATIHAN PENGOPERASIAN SISTEM DEMIN PLANT

Berbagi dan Menyebarkan Ilmu Pengetahuan Serta Nilai-Nilai Perusahaan 143


PT. PLN (PERSERO)
PUSAT PENDIDIKAN DAN PELATIHAN PENGOPERASIAN SISTEM DEMIN PLANT

Gambar 17.

Langkah operasi diklasifikasi jadi 2 grup. Satu untuk setiap polisher termasuk: pelayanan,
transfer resin dari CRV ke ARV, injeksi asam dan injeksi caustic.

Berbagi dan Menyebarkan Ilmu Pengetahuan Serta Nilai-Nilai Perusahaan 144


PT. PLN (PERSERO)
PUSAT PENDIDIKAN DAN PELATIHAN PENGOPERASIAN SISTEM DEMIN PLANT

3.6.3. Persiapan Start.


a. set semua saklar katup pneumatic diposisikan otomatis pada input/output panel dan panel
kontrol regenerasi kondensat.

b. set semua saklar katup motor ke “AUTO” pada control panel.

c. set “R.T. pump Field Select” ke “ CRCT”.

d. set salah satu saklar Resin Transfer Pump ke “AUTO”

e. set saklar “Agitator for acid Dillution Tank” ke posisi “AUTO”

f. set saklar “Agitator for caustic Dillution Tank” ke posisi “AUTO”

g. set saklar “Operation Select” ke posisi “LOCAL”.

3.6.4. Condensate Polisher Service and Stand By.

Langkah-langkah ini dilakukan secara bebas pada setiap polisher. Ketika langkah settling dan
Fast Rinse : Tekan saklar “1A Service”.

a. Fast Rinse II

Resin dicuci sampai conductivity mencapai memuaskan. Jika unit stop sementara, ion-ion yang
ditarik dari air kondensat dan dipasang pada resin dibebaskan kedalam air dalam column
(kolom). Akibatnya conductivity air naik pada saat restart unit. Katup-katup (1AW2) dan (1AB2)
dibuka.

b. Service

Usia dari pelayanan diset pada Flow Totalizer di control panel. Totalizer ini akan memberikan
alarm saat akhir pelayanan. Alarm juga diberikan jika conductivity tidak memuaskan dan drop
tekanan tinggi lewat polisher.

c. Untuk stand by

Tekan saklar “1A stand by” pad control panel.

yakini hal berikut:

- katup-katup (1AW1) dan (LAW3) ditutup.

- Booster pump 1A distop.

Berbagi dan Menyebarkan Ilmu Pengetahuan Serta Nilai-Nilai Perusahaan 145


PT. PLN (PERSERO)
PUSAT PENDIDIKAN DAN PELATIHAN PENGOPERASIAN SISTEM DEMIN PLANT

3.6.5. Sikus Transfer Resin.

Resin habis pakai ditransfer dari Condensate Polisher (CP) ke CRV. Resin yang sudah
diregenrasi ditransfer dari ARV ke CP.

Resin itu kemudian dicampur dan dicuci (rinse) didalam polisher dan siapuntuk melayani unit
lagi. Siklus transfer bebas dilakukan pada setiap polisher. Tetapi transfer resin tidak dapat jalan
jika polisher yang lain sedang melakukan transfer resin juga.

Tekan saklar “1A Resin Transfer”

Berbagi dan Menyebarkan Ilmu Pengetahuan Serta Nilai-Nilai Perusahaan 146


PT. PLN (PERSERO)
PUSAT PENDIDIKAN DAN PELATIHAN PENGOPERASIAN SISTEM DEMIN PLANT

Gambar 18.

Berbagi dan Menyebarkan Ilmu Pengetahuan Serta Nilai-Nilai Perusahaan 147


PT. PLN (PERSERO)
PUSAT PENDIDIKAN DAN PELATIHAN PENGOPERASIAN SISTEM DEMIN PLANT

Transfer Start Interlockes.

Siklus transfer tidak akan jalan jika :

- katup inlet polisher (W1) dan katup outlet polisher (W3) tidak terbuka sepenuhnya.

- Siklus tranfer resin sedang berlangsung

- Salah satu saklar untuk semua katup inlet-outlet polisher, dan resin transfer pump tidak
ditempatkan dalam posisi otomatis.

Cp Draining I.

Polisher didrain sampai air berada pada 30 cm diatas resin bed. Katup (1AB3) dan (1AB4)
dibuka. Waktu = 10 menit.

Resin Transfer , CP Ke CRV I.

Polisher ditekan oleh air dan udara yg masuk pada bagian bawah dan sebagian besar
resin ditransfer ke CRV.

Pada Condensate Polishing Vessel, tutup katup-katup (1AB3 dan 1AB4). Buka katup-katup:
(1AA1), (1AT2), (1AQ1), (1AQ2) dan (1AQ3).

Pada jalur udara : tutup katup (A3), buka katup (A4).

Pada Cation Regeneration Vessel, tutup katup (T24). Buka katup (T23) dan (B21). Flow rate
= 50 m3/hr dan waktu = 15 menit.

Resin Transfer , CP Ke CRV II.

Polisher dibuka ke atmosfer untuk mengurangi tekanan dibagian dalamnya. Resin transfer
pump masih dioperasikan. Condensate polishing vessel, tutup katup-katup : (1AA1) dan
(1AQ3).

Pada jalur udara, buka katup (A3). Tutup katup (A4)

Pada Cation regeneration vessel, katup (T23) dan (B21) masih terbuka. Flow rate = 46
m3/hr. Waktu : 3 menit.

Resin Transfer, CP ke CRV III.

Polisher ditekan oleh air dan resin sisa didalam polisher seluruhnya ditransfer.

Berbagi dan Menyebarkan Ilmu Pengetahuan Serta Nilai-Nilai Perusahaan 148


PT. PLN (PERSERO)
PUSAT PENDIDIKAN DAN PELATIHAN PENGOPERASIAN SISTEM DEMIN PLANT

Resin transfer pump masih dioperasikan.

Pada Condensate Polishing Vessel, katup-katup (1AT1), (1AQ1), dan (1AQ2) masih
terbuka.

Pada Cation regeneration vessel, katup-katup (T23) masih terbuka, Katup (B21) ditutup.
Katup (B22) dibuka. Flow rate = 46 m3/hr. Waktu 15 menit.

ARV Draining.

ARV didrain sampai air berada pada level 30 cm diatas resin bed.

Resin transfer pump distop.

Pada condensate polishing vessel, katup (1AB4) dn (1AQ2) ditutup.

Pada Cation regeneration vessel, katup-katup (T23) dan (B22) ditutup

Pada Anion regeneration vessel, katup-katup (B11) dan (B12) dibuka.

Waktu : 5 menit

Resin Transfer, ARV to CP I.

ARV ditekan oleh air dan udara yang masuk melalui bagian bawah dan sebagian besar resin
ditransfer ke polisher.

Resin transfer pump dijalankan.

Pada condensate polishing vessel, katup-katup (1AB3) dan (1AT1) dibuka.

Pada jalur udara, katup-katup (A22) dibuka.

Pada Anion regeneration vessel, katup-katup (T12), (Q11), Q(12) dan (A11) dibuka.

Flow rate = 24,5 m3/hr. Waktu : 15 menit.

Resin Transver, AVR to CP II.

ARV dibuka ke atmosfer dan tekanan dibagian dalamnya dikurangi.

Resin transfer pump masih operasi.

Pada condensate polishing vessel, katup-katup (1AB3) dan (1AT1) masih terbuka dan
katup (1AB4) dibuka.

Pada jalur udara, katup-katup (A22) ditutup.

Berbagi dan Menyebarkan Ilmu Pengetahuan Serta Nilai-Nilai Perusahaan 149


PT. PLN (PERSERO)
PUSAT PENDIDIKAN DAN PELATIHAN PENGOPERASIAN SISTEM DEMIN PLANT

Pada Anion regeneration vessel, katup-katup (T12) dan (Q11) masih terbuka. Katup (Q12)
dan (A11) ditutup. Katup (B11) dibuka.

Flow rate = 23 m3/hr. Waltu 3 menit.

Resin Transver, AVR to CP III.

ARV ditekan oleh air dan resin sisa dalam vessel ditransfer seluruhnya kedalam polisher.

Resin transfer pump masih operasi.

Pada condensate polishing vessel, katup-katup (1AB3), (1AB4) dan (1AT1) masih terbuka.

Pada Anion regeneration vessel, katup-katup (B11) ditutup. Katup (T12) dan (Q11) masih
terbuka. Flow rate = 23 m3/hr. Waktu : 15 menit.

CP Drain II.

Polisher didrain sampai air berada pada level 30 cm diats resin bed.

Resin transfer pump distop

Pada condensate polishing vessel, katup-katup (1AB3) dan (1AB4) masih terbuka.

Pada Anion regeneration vessel, katup-katup (T12) dan (Q11) ditutup. Waktu 15 menit.

CP Resin Mixing.

Resin cation dan resin anion seluruhnya dicampur dengan air dalam polisher.

Pada condensate polishing vessel, katup-katup (1AB4) masih terbuka. Katup (1AA1)
dibuka.

Pada jalur udara, katup-katup (A2) dibuka. Katup (A3) ditutup.

CP Fill UP I.

Polisher diisi dengan air, tetapi tidak sampai penuh.

Pada condensate polishing vessel, katup-katup (1AW2) dan (1AB2) dibuka.

Katup (1AB4) masih terbuka. Katup (1AA1) ditutup.

Flow rate = 120 m3/hr. waktu : 5 menit.

Berbagi dan Menyebarkan Ilmu Pengetahuan Serta Nilai-Nilai Perusahaan 150


PT. PLN (PERSERO)
PUSAT PENDIDIKAN DAN PELATIHAN PENGOPERASIAN SISTEM DEMIN PLANT

CP Settling.

Resin yang mengambang diatas bed mengendap. Jika langkah Fill up dilanjutkan tanpa
langkah ini, resin yang mengambang itu akan keluar dari polisher bersama limpahan air.

Katup (1AB4) masih terbuka. Katup (1AW2) dan (1AB2) ditutup.

Waktu : 8 menit.

Cp Fill UP II

Polisher seluruhnya diisi dengan air.

Katup (1AW2) dan (1AB2) dibuka

Katup (1AB4) masih terbuka.

Flow rate = 120 m3/hr. Waktu 5 menit.

Fast Rinse I.

Air kondensat mengalir melalui resin bed dan bed dicuci. Pada waktu yang bersama Resin
Trap di drain. Bila effluent conductivity memuaskan, langkah ini berakhir dan polisher di-stop.
Polisher siap melayni unit.

Jika conductivity diatas titik yang dapt diterima setelah waktu langkah ini berakhir, alarm akan
dibunyikan. Pre-service step, yaitu langkah “j” sampai “o” diulangi.

Catatan : Effluent Conductivity mengandung oxygen yang terlarut dengan nilai tertentu pada
akhir Fast Rinse I. Oxygen harus dibuang oleh plant yang lain.

Katup (1AW2) dan (1AB2) masih terbuka.

Katup (1AB5) dibuka.

Flow rate = 100 m3/hr. waktu : 10 menit.

3.6.6. Siklus Regenerasi.


Siklus regenerasi dijalankan secara manual dengan mengoperasikan saklar start regenerasi
setelah siklus transfer resin diakhiri.

Selama siklus ini, resin secara hidrolik dibersihkan dengan backwashing dan air mixing, ini
disebut “SCRUBBING”.

Berbagi dan Menyebarkan Ilmu Pengetahuan Serta Nilai-Nilai Perusahaan 151


PT. PLN (PERSERO)
PUSAT PENDIDIKAN DAN PELATIHAN PENGOPERASIAN SISTEM DEMIN PLANT

Ada dua metode scrubbing disediakan, yaitu metode baru dan metode konvensional. Langkah
scrubbing diulangi sejumlah waktu yang diset pada tiap counter.

Setelah scrubbing, anion resin yang dipisahkan dari cation resin, ditransfer dari CRV ke ARV.
Air yang mentransfer resin adalah air demin yang dipasok oleh Resin transfer pump. Air
regenerasi yang lain secara langsung dipasok oleh alat pemasok air demin di Water Treatment
Plant.

Regenerasi Start Interlocks

Regenerasi tidak akan jalan jika :

- tekanan air murni tidak memuaskan

- siklus transfer resin sedang berlangsung

- acid dilution tank tidak diisi sampai level yang memadai

- caustic dilution tank tidak diisi sampai level yang memadai

- teknan udara penyampur tidak memuaskan

- neutralizing sump levelnya tidak cukup rendah.

a. Set saklar “Regeneration Proccess Select” ke “New” atau “Conventional” dan set
conventional scrubbing counter atau New Scrubbing sebagai berikut :

Dalam normal operasi….”New”…20 sampai 30 kali.

Pada waktu unit start dll dimana resin di-kotori (soiled).

…. “Conventional”…3 sampai 5 kali.

b. Yakini bahwa kondisi start regenerasi berikut, memuaskan :

Alarm “DEMIN, TANK OUTLET PRESSURE LOW” tidak menyala.

Siklus transfer resin sudah selesai.

Ada 2462 liter lrutan acid (16% HCl) dalam Acid Dilution Tank.

Ada 1068 liter larutan caustic (25% NaOH) dalam Caustic Dilution Tank.

Udara pencampur siap dan kompresor jalan.

Uap siap.

Effluent neuralizing sump level lebih rendah daripda level tertentu.

c. Tekan saklar “Regeneration Start”. Yakini siklus regenerasi jalan.

Berbagi dan Menyebarkan Ilmu Pengetahuan Serta Nilai-Nilai Perusahaan 152


PT. PLN (PERSERO)
PUSAT PENDIDIKAN DAN PELATIHAN PENGOPERASIAN SISTEM DEMIN PLANT

New Scrubbing.

- CRV backwash 1

Resin di-backwash (cuci ulang) dan bed adalah VRV yang di-loosened.

Katup-katup (B22), (R21) dan (R22) dibuka.

Flow rate = 31 m3/hr (melalui 0FI-6838)

Waktu 9 menit.

- CRV Mixing 1

Resin dicampur dengan udara.

Katup-katup (B22) masih terbuka.

Katup-katup (R21) dan (R22) ditutup.

Katup (A22) dibuk.

Waktu 4 menit.

- CRV Draining 1

Air mengalir melalui resin bed kearah bawah dan didrain dari bawah vessel.

Katup-katup (B22), (A21) dan (A22) ditutup.

Katup (B21) dan (W21) dibuka.

Flow rate = 16 m3/hr

Waktu 2 menit.

- CRV Mixing 2

Resin dicampur untuk periode yang lebih pendek dari langkah CRV Mixing I. Katup (B21),
dan (W21) ditutup.

Katup (B22), (A21) dan (A22) dibuka.

- CRV Draining 2

Vessel didrain dengan cara yang sama seperti CRV Draining 1.

Berbagi dan Menyebarkan Ilmu Pengetahuan Serta Nilai-Nilai Perusahaan 153


PT. PLN (PERSERO)
PUSAT PENDIDIKAN DAN PELATIHAN PENGOPERASIAN SISTEM DEMIN PLANT

CRV Mixing 2 dan CRV Draining 2 akan terjadi untuyk waktu yang sudah diset pada
counter.

Katup (B22), (A21) dan (A22) ditutup

Katup (B21) dan (W21) dibuk.

Flow rate = 16 m3/hr

Waktu 2 menit

- CRV backwash 2

Resin di-backwash lagi.

Katup (B21), dan (W21) ditutup

Katup (B22), (R21) dan (R22) dibuka.

Flow rate = 31 m3/hr

Waktu 40 menit

- CRV Settling 1

Resin yang mengembang mengendap.

Metode scrubbing baru berakhir

Sewaktu langkah ini, ARV mengalami langkah Fill up.

Katup (B22), (R21) dan (R22) ditutup.

Katup (B23) dibuka.

Convesional Scrubbing.

- CRV Draining

CRV didrain

Katup (B22), (B23) dan (B21) dibuka.

Waktu 10 menit.

- CRV Scrubbing

Resin dicampur dengan udara.

Berbagi dan Menyebarkan Ilmu Pengetahuan Serta Nilai-Nilai Perusahaan 154


PT. PLN (PERSERO)
PUSAT PENDIDIKAN DAN PELATIHAN PENGOPERASIAN SISTEM DEMIN PLANT

Katup (B23), dan (B21) ditutup

Katup (B22) masih terbuka.

Katup (A21), (A22) dibuka.

Waktu 5 menit.

- CRV Backwash

Resin di-backwash dan dibersihkan

Katup (A21), dan (A22) ditutup

Katup (B22) masih terbuka.

Katup (R21), dan (R22) dibuka.

Flow rate 31 m3/hr

Waktu 40 menit.

- CRV Settling 1

Resin yangmengembang mengendap

Langkah (1) sampai (4) terjadi dengan sejumlah waktu yang sudah diset pada counter.
Misalnya diulang 5x sewaktu pembersihan atau operasi pertama kali. Pada akhir
scrubbing, langkah Fill up dari ARV mulai.

Katup (R21), (R22) dan (B22) ditutup.

Katup (B23), dibuka.

Flow rate 31 m3/hr

Waktu 10 menit.

Anion Resin Transfer, CRV to ARV.

- ARV Fill up

Resin transfer pump dijalankan. ARV diisi dengan air.

Katup (Q11), dan (B11) dibuka.

Flow rate = 23 m3/hr pada OFI-6846

Waktu 8 menit.

Berbagi dan Menyebarkan Ilmu Pengetahuan Serta Nilai-Nilai Perusahaan 155


PT. PLN (PERSERO)
PUSAT PENDIDIKAN DAN PELATIHAN PENGOPERASIAN SISTEM DEMIN PLANT

- Resin Transfer, CRV to ARV

CRV ditekan oleh air dan resin anion ditransfer ke ARV.

Resin yang tercampur telah dipisah scara hidrolik kedalam dua lapisan sewaktu backwash.

Resin anion yang berada diatas resin cation, ditransfer melalui jalur discharge resin yang
ditempatkan pada level pemisah resin. Air demin digunakan untuk transfer resin di-recover
kedalam recovery tank.

Resin transfer pump jalan.

a. Pada Cation regeneration vessel, katup-katup (T22), (Q21) dan (W21) dibuka. Katup
(B23) ditutup.

b. Pada Anion regeneration vessel, katup-katup (Q11), dan (B11) ditutup.

Flow rate = 16 m3/hr pada OFI-6823, 16 m3/hr pada OFI-6831.

Waktu 10 menit.

Cation Regeneration.

- CRV Backwash 3

Resin dibackwash dan dikendurkan (loosened)

Resin transfer pump dioperasikan untuk “Anion Backwash”.

a. Pada Cation regeneration vessel, Katup (T22), (Q21), dan (Q22) dan (W21) ditutup.
Katup (B22), (R21), dan (R22) dibuka.
Flow rate = 31m3/hr pada OFI-6836
Waktu 3 menit.

b. Pada Anion regeneration vessel, “Anion backwash” dijalankan.Diikuti oleh langkah-


langkah regenerasi anion.

- CRV Settling 2

Resin sudah mengendap sebelum langkah berikutnya.

Katup (B22), (R21), dan (R22) ditutup.

Waktu 10 menit.

Berbagi dan Menyebarkan Ilmu Pengetahuan Serta Nilai-Nilai Perusahaan 156


PT. PLN (PERSERO)
PUSAT PENDIDIKAN DAN PELATIHAN PENGOPERASIAN SISTEM DEMIN PLANT

- Acid Injection

Aliran air pengencer asam menggerakan Ejector dan larutan asam dihisap dari Acid dilution
tank. Larutan asam yang diencerkan memasuki vessel pada bagian atas dan mengalir
kebawah ke resin layer. Limbah kimia dibuang ke neutralizing sump.

Bila level asam mencapai nol didalam acid dilution tank, level switch beraksi menutup acid
supply valve dan langkah ini diakhiri.

Katup (B21), (R23), dan (R24) dibuka.

Flow rate = 9,3 m3/hr pada OFIS-6838

Acid density : 5%

Waktu 38 menit.

- Acid Displacement

Air yang melarutkan terus mengalir.

Katup (R24) ditutup

Katup (R23), dan (B21) masih terbuka.

Flow rate = 9,3 m3/hr pada OFIS-6838

Waktu 20 menit.

- CRV Rinse

Kimia sisa dibuang keluar.

Sewaktu regenerasi cation, regenerasi anion jalan (undergo)

Katup (R21), (W21) dan (W22) dibuka.

Flow rate = 3 m3/hr pada OFIS-6838, 31 m3/hr pada OFIS-6823

Waktu 30 menit.

- CRV Draining 3

Resin transfer pump dijalankan.

Katup (B21) (W21) dan (W22) ditutup

Katup (R21) masih terbuka.

Katup (B22), (R22) dan (Q21) dibuka.

Berbagi dan Menyebarkan Ilmu Pengetahuan Serta Nilai-Nilai Perusahaan 157


PT. PLN (PERSERO)
PUSAT PENDIDIKAN DAN PELATIHAN PENGOPERASIAN SISTEM DEMIN PLANT

Flow rate = 31 m3/hr pada OFIS-6838, 8 m3/hr pada OFI-6831

Waktu 5 menit.

- Resin transfer, CRV to ARV I

Resin transfer pump masih jalan.

a. Pada cation regeneration vessel

Katup-katup (B22) ditutup


Katup-katup (R21), (R22), (Q21) masih terbuka.
Katup-katup (A24), dan (T21) dibuka.

b. Pada jalur udara, katup-katup (A22) dibuka.

c. Pada Anion regeneration vessel,

Katup-katup (Q12), (B12), dan (W11) ditutup


Flow rate = 31 m3/hr pada OFIS-6838, 8 m3/hr pada OFI-6831.

Waktu : 15 menit.

- Resin transfer, CRV to ARV II

Resin transfer pump masih operasi.

a. Pada Cation regeneration vessel,

Katup-katup (A24) ditutup


Katup-katup (T21) (R21) (R22) dan (Q21) masih terbuka
Katup-katup (B22) dibuka.

b. Pada jalur udara, katup (A22) ditutup.

c. Pada Anion regeneration vessel,

Katup (b13) masih terbuka.

Flow rate = 31 m3/hr pada OFIS-6838, 8 m3/hr pada OFI-6831.

Waktu : 3 menit.

- Resin transfer, CRV to ARV III

Resin transfer pump masih operasi.

Berbagi dan Menyebarkan Ilmu Pengetahuan Serta Nilai-Nilai Perusahaan 158


PT. PLN (PERSERO)
PUSAT PENDIDIKAN DAN PELATIHAN PENGOPERASIAN SISTEM DEMIN PLANT

a. Pada Cation regeneration vessel,

Katup (B22) ditutup


Katup-katup (T21) (R21) (R22) dan (Q22) masih terbuka
Katup-katup (B22) dibuka.

b. Pada Anion regeneration vessel,

Katup (B13) masih terbuka.


Flow rate = 31 m3/hr pada OFIS-6838, 8 m3/hr pada OFI-6831.

Waktu : 10 menit.

Anion Regeneration.

- ARV Backwash

Resin di-backwash dan dikendurkan (loosened)

Resin transfer pump masih operasi.

Katup-katup (Q13) dan (B11) dibuka

Katup-katup (B13) ditutup

Flow rate = 23 m3/hr pada OFI-6846

Waktu : 3 menit.

- ARV Settling

Resin mengendap sebelum langkah berikutny.

Resin transfer pump distop

Katup-katup (Q11) dan (B11) ditutup

Waktu : 10 menit.

- Caustic Injection

Air pelarut caustic menggerakan Ejector dan larutan caustic dihisap dari caustic dilution
tank. Larutan caustic yang diencerkan memasuki vessel dibagian atas dan mengalir
kebawah ke resin layer. Limbah kimia dibuang ke neutralizing sump.

Nol dalam caustic dilution tank, level switch

Berbagi dan Menyebarkan Ilmu Pengetahuan Serta Nilai-Nilai Perusahaan 159


PT. PLN (PERSERO)
PUSAT PENDIDIKAN DAN PELATIHAN PENGOPERASIAN SISTEM DEMIN PLANT

Uap diberikan untuk pemanasan lautan caustic.Temperaturnya dikendalikan pada 55


sampai 60 oC.

Bila level caustic soda turun mencapai nol, level switch bekerja menutup caustic supply
valve dan langkah ini diakhiri.

Katup-katup (B12) (R11) (R12) dan (PS2) dibuka

Katup-katup (B22) dibuka.

Flow rate = 5,3 m3/hr pada OFIS-6842

Waktu : 40 menit.

Caustic density : 7%

Caustic Temperature : 55 sampai 60 oC

- Caustic Displacement

Air pelarut terus mengalir.

Katup-katup (B12), (R11) dan (PS2) masih terbuka

Katup-katup (R12) ditutup.

Flow rate = 5,3 m3/hr pada OFIS-6842

Waktu : 15 menit.

Temperature : 55 sampai 60 oC

- ARV Rinse

Kimia sisa dikeluarkan.

Katup-katup (R11), dan (PS2) ditutup

Katup-katup (B12) masih terbuka.

Katup-katup (Q12) dan (W11) dibuka.

Flow rate = 20,5 m3/hr pada OFIS-6842

1,5 m3/hr pada OFIS-6846

Waktu : 30 menit.

Berbagi dan Menyebarkan Ilmu Pengetahuan Serta Nilai-Nilai Perusahaan 160


PT. PLN (PERSERO)
PUSAT PENDIDIKAN DAN PELATIHAN PENGOPERASIAN SISTEM DEMIN PLANT

Langkah diatas dari “Anion backwash” sampai “Anion Rinse” dilakukan saat langkah “Cation
backwash 3 sampai “cation rinse” selesai. Ketika kedua langkah rinse diakhiri, “Resin transfer
CRV to ARV I” dilakukan.

Chemical Transfer

Urutan pemindahan kimia untuk regenerasi berikutnya mulai ketika langkah Rinse jalan.
Transfer acid/caustic ke dilution tank yang kosong dimulai ketika langkah rinse sewaktu
regenerasi.

Acid Transfer

a. Fill up water

Air pelarut diberikan kedalam dilution tank

b. Storage tank to Measuring Tank

Air mengalir untuk menggerakkan Ejector dan kimia dihisap dari Storage tank ke Measuring
tank.

Katup (DW4) dibuka dan 1140 liter acid dimasukan kedalam measuring tank.

c. Measuring tank to Dilution tank

Kimia yang diukur secara volumetric didalam measuring tank di-drop kedalam Dilution tank.

Agitator mulai jalan, dioperasikan 10 menit. Larutan dengan konsentrasi yang layak
dihasilkan.

Katup (H4) dan (H5) dibuka.

Katup (MW6) masih terbuka untuk 10 detik kemudian ditutup. Apabila level measuring tank
drop ke nol, katup (H4) dan (H5) ditutup.

Caustic Transfer

a. Fill up water

Air pelarut diberikan kedalam dilution tank.

Katup (DW3) dibuka dan 510 liter air dimasukan kedalam dilution tank.

Berbagi dan Menyebarkan Ilmu Pengetahuan Serta Nilai-Nilai Perusahaan 161


PT. PLN (PERSERO)
PUSAT PENDIDIKAN DAN PELATIHAN PENGOPERASIAN SISTEM DEMIN PLANT

b. Storage tank to Measuring Tank

Air mengalir untuk menggerakan Ejector dan kimia dihisap dari Storage tank ke Measuring
tank.

Katup (MW5) dibuka dan 594 liter caustic soda dimasukan kedalam measuring tank.

c. Measuring tank to Dilution tank

Kimia yang diukur secara volumetric didalam measuring tank di-drop ke dalam Dilution tank.

Katup (OH4) dan (OH5) dibuka.

Katup (MW5) masih terbuka untuk 10 detik, kemudian ditutup.

Agitator mulai jalan, dioperasikan 10 menit.. Larutan dengan konsentrasi yang layak dihasilkan.

Apabila level measuring tank drop ke nol, katup (OH4) dan (OH5) ditutup.

3.6.7. Pengoperasian Shut Down.

Sewaktu Pelayanan dan Siklus Trafer Resin. Tekan saklar “1A Stand By”

Sewaktu Siklus Regenerasi. Tekan saklr “Regeneration stop”

Complete Shutdown.

Jika shutdown komplit diperlukan, lakukan hal-hal berikut ini:

- set semua saklar katup ke posisi “Close”

- set semua saklr pompa ke posisi “Stop”

- Matikan Control Panel

- Matikan sumber tenaga motor.

Berbagi dan Menyebarkan Ilmu Pengetahuan Serta Nilai-Nilai Perusahaan 162


PT. PLN (PERSERO)
PUSAT PENDIDIKAN DAN PELATIHAN PENGOPERASIAN SISTEM DEMIN PLANT

Berbagi dan Menyebarkan Ilmu Pengetahuan Serta Nilai-Nilai Perusahaan 163


PT. PLN (PERSERO)
PUSAT PENDIDIKAN DAN PELATIHAN PENGOPERASIAN SISTEM DEMIN PLANT

Demineralizer Karakatau Steal.

Sistem menggunakan 2 bed dan 3 tower disertai Pressure Filter yang menyampaikan air ke
Fresh Water Tank dan Water Treatment Plant. Raw Water yang berasal dari KRAKATAU
STEEL SUPPLY dimasukan ke Break Pressure Tank. Raw Water Pump memindahkan air ke
Pressure Filter untuk membuang lumpur atau substansi yang lain. Dari Pressure Filter, dikirim
ke Cation Exchanger, Degasser Tower dan Anion Exchanger untuk mendapatkan air murni.

Sodium sulphite (Na2SO3) dari Sodium Sulphite Dosing Tank dipindahkan oleh Sodium Sulphite

Berbagi dan Menyebarkan Ilmu Pengetahuan Serta Nilai-Nilai Perusahaan 164


PT. PLN (PERSERO)
PUSAT PENDIDIKAN DAN PELATIHAN PENGOPERASIAN SISTEM DEMIN PLANT

Dosing Pump kedalam raw water dengan tujuan membuang chlorine dalam air tersebut. Untuk
regenerasi menggunakan caustic (NaOH) dan acid (HCl)

Filter Backwashing pump digunakan untuk membuang turbidity (lumpur) yang mengendap pada
Pressure Filter layer lalu dikirim ke Break Pressure Tank.

Limbah kimia hasil proses regenerasi ditransfer ke Effluent Neutralization Sump untuk di
netralisir dan dibuang ke drainage oleh Effluent Pump.

Media dari Pressure Filter adalah Anthracite (bagian atas bed) dan pasir (bagian bawah bed).
Setelah beberapa waktu lamanya, filter akan kotor oleh turbidity, akumulasi oxidized iron dll. Ini
dibersihkan dengan dua langkah saja yaitu : backwash dan Rinse.

Chlorine dalam raw water sangat berbahaya jika memasuki ion exchanger. Ia dapat memecah
resin dengan oksidasi, juga membuat resin membengkak. Kapasitas penukaran ion akan drop
dengan cepat. Injeksi Sodium sulfite akan mengurangi chlorine bebas.

Degasser tower akan membuang CO2 dan O2 dalam air. Gas ini dapat menimbulkan korosi.
CO2 berasal dari penguraian H2CO3 sbb. :

H2CO3 - H2O + CO2.

Air yang mengalir turun melalui tellerette packing, sementara udara dari arah bawah
(berlawanan arah) berasal dari blower mendesak gas-gas tersebut keluar saringan.
Pengurangan CO2 kurang lebih 5 -10 ppm as CO2.

Regenerasi.

Regenerasi cation exchanger terdiri dari:

- backwash

- settling (pengendapan resin)

- injeksi asam

- acid displacement (air larutan terus mengalir)

- rinse (membuang kimia sisa)

- Recycle rinse (resin bed dicuci dan air yang keluar dikirim ke break tank)

- Stand by

Berbagi dan Menyebarkan Ilmu Pengetahuan Serta Nilai-Nilai Perusahaan 165


PT. PLN (PERSERO)
PUSAT PENDIDIKAN DAN PELATIHAN PENGOPERASIAN SISTEM DEMIN PLANT

Regenerasi anion exchanger terdiri dari:

- Surface wash (air dialirkan dari bagian atas chemical discharge collector dalam column
dan mencuci permukaan resin untuk membuang benda-benda penyumbat di collector dan
juga kotoran-kotoran pada permukaan resin anion)

- Draining – I (menggunakan udara kompresi, air dalam column di drain sampai level
chemical discharge collector)

- Loosening (air mengalir dari bawah column dan mengendorkan /melonggarkan resin bed)

- Mixing (resin dicampur dengan udara kompresi)

- Backwash (resin di backwash dan benda-benda asing yang melekat pada resin dibuang)

- Draining II (air dalam column dibuang dengan udara kompresi sampai level chemical
discharge collector

Catatan : Draining – I, Loosening, Mixing dan Draining – II di-bypass pada waktu regenerasi
normal.

- Caustic injection (aliran air larutan caustic menggerakan ejector dan laruran caustic
dihisap dari caustic measuring tank. Caustic yang sudah dilarutkan itu dimasukan
kedalam column dari bawah dan mengalir naik mencapai anion resin layer. Udara
kompresi mengalir kebawah dalam column untuk mencegah pengaliran dari resin layer).

- Caustic displacement

- Fill up (column diisi air)

- Rinse (membuang sisa kimia)

- Recycle rinse (resin bed dicuci, dan air buangan dikirim ke break pressure tank. Jika
conductivity memuaskan, proses bisa diakhiri dan siap melayani unit. Jika conductivity
diatas nilai yang ditetapkan, alarm “Regeneration imperfect” dan unit akan melanjutkan
rinse untuk 20 menit lagi sampai nilai conductivity yang memuaskan diperoleh.

Berbagi dan Menyebarkan Ilmu Pengetahuan Serta Nilai-Nilai Perusahaan 166


PT. PLN (PERSERO)
PUSAT PENDIDIKAN DAN PELATIHAN PENGOPERASIAN SISTEM DEMIN PLANT

Gambar 19.

Berbagi dan Menyebarkan Ilmu Pengetahuan Serta Nilai-Nilai Perusahaan 167


PT. PLN (PERSERO)
PUSAT PENDIDIKAN DAN PELATIHAN PENGOPERASIAN SISTEM DEMIN PLANT

Neutralization System.

Sistem netralisasi terdiri dari Effluent neutralization sump, effluent discharge pump, caustic dan
acid measuring tank dan sistem kontrol pH. Limbah cair dari regenerasi Cation dan Anion
exchanger dikumpulkan dalam neutralization sump. Jika levelnya mencapai yang telah
ditetapkan, maka secara manual proses netralisasi dijalankan. Injeksi NaOH atau HCl diberikan
tergantung kepada nilai pH. Proses ini diulang-ulang sampai nilai pH yang diinginkan (7 sampai
9) dicapai. Proses distop dan alarm dibunyikan jika pengulangan melebihi dari yang sudah
disetel. Proses netralisasi distop jika level dalam sump turun mencapai level yang ditentukan.

Langkah-langkah Neutralisasi

a. Recycle

Larutan limbah kimia di recycle dan dicampur.

b. Neuralization

Kimia dari measuring tank ditambahkan ke larutan netralisasi. Unit ditempatkan pada salah
satu posisi yang berikut ini, tergantung kepada nilai pH.

Dosing kimia dan recycle diulang-ulang sampai pH mencapai 7-9.

c. Discharge

Larutan netralisasi yang sudah memuaskan dibuang sampai sump menjadi kosong. pH yang
belum dapat diterima membunyikan alarm dan unit akan recycle kembali.

d. pH meter rinse

Air pembersih mengalir ke pH meter electrode

Berbagi dan Menyebarkan Ilmu Pengetahuan Serta Nilai-Nilai Perusahaan 168


PT. PLN (PERSERO)
PUSAT PENDIDIKAN DAN PELATIHAN PENGOPERASIAN SISTEM DEMIN PLANT

Demineralizer Muara Karang.

Demineralizer Muara Karang terdiri dari Carbon Aktif, Polising Filter dan Mixed Bed Exchanger
disamping tangki bahan kimia untuk regenerasi.

Gambar memperlihatkan skema Mixed Bed Exchanger dengan Polishing Filter dimukanya.
Polishing Filter merupakan saringan air yang menyaring air dari Carbon Filter. Saringan ini
terdiri dari lembaran material fiber polypropylene yang berpori-pori dan ditunjang / disangga
oleh suatu saringan atau pelat berpori yang terbut dari bahan stainless steel atau plastik.
Saringan berfungsi untuk menghindari suspensi atau hancuran carbon aktif. Jika kondisi air
masuk dari Desalination plant memenuhi persyaratan, maka dapat langsung melalui Polishing
Filter, bahkan langsung ke Mixed Bed Exchanger. Gambar Polishing Filter sbagai berikut :

Control Panel.

Control panel sudah disediakan dalam suatu lokasi tersendiri, termasuk PLC dan 2 set CRT
(Monitor). 1 set CRT untuk operator kontrol yang berkaitan dengan controlling, alarming,
monitoring, dll. 1 set CRT lainnya untuk operator perencanaan (enjiniring) seperti display grafik,
variable proses dll.

Pada display grafik antara lain:

- Cation exchanger status


- Mixed bed exchanger status
- Pompa dan stirer motor status
- Valve status (Open = merah, close = hijau)
- Level switch status (On = merah, off = hijau)
- Flow switch status ( On = merah, off= hijau )
- Temperature switch status ( On = merah, off= hijau )
- Air presure switch status ( On = merah, ofT= hijau )
- Conductivity meter set point ( high or low = merah
ketika alarm )

- Pre filter switch status ( On = merah, off= hijau )


Gambar 20.

Berbagi dan Menyebarkan Ilmu Pengetahuan Serta Nilai-Nilai Perusahaan 169


PT. PLN (PERSERO)
PUSAT PENDIDIKAN DAN PELATIHAN PENGOPERASIAN SISTEM DEMIN PLANT

System Commands.

Perintah pada pilihan mode MAN atau AUTO dari Cation dan atau Mixed Bed exchanger,
adalah pada halaman grafical (1 halaman Cation Exchanger dan halaman lainnya Mixed Bed
Exchanger).

Bila operator membuka halaman yang menampilkan Mixed Bed Exchanger, dengan menekan
F1, maka akan muncul halaman Mixed Bed STATUS/ COMMANDS; ini menunjukkan selection
mode MAN atau AUTO START regeneration, dan perintah-perintah lainnya.

Dengan menekan TAB key, panah berwarna kuning bergerak ke beberapa perintah, lalu setelah
posisi yang benar, tekan ENTER key untuk mengaktifkan perintah:

Gambar 21.

Berbagi dan Menyebarkan Ilmu Pengetahuan Serta Nilai-Nilai Perusahaan 170


PT. PLN (PERSERO)
PUSAT PENDIDIKAN DAN PELATIHAN PENGOPERASIAN SISTEM DEMIN PLANT

• MAN START OF REG SELECTED: Tekan untuk mengeset MAN mode operating Mixed Bed
Exchanger

• MAN START REGENERATION: Dengan menekan setelah pilihan MAN mode, Mixed Bed
dalain service berlanjut ke regenerasi, sementara Mixed Bed lainnya service.

• MAN PHASES ADVANCEMENT: Dengan menekan tombol ini phase regenerasi


melaksanakan step demi step dalam manual mode

• REG PHASE STOP TIME: Tekan sekali untuk stop waktu tahap regenerasi dan untuk
menghilangkannya tekan lagi

• MAN CHANGE MIXED BED ON SERVICE: Tekan tombol ini untuk mengubah Mixed bed
exchanger, satuservice dan yang lain stand by; tekan F2 untuk kembali ke halaman MIXED
BED monitoring

• AUTO START OF REG SELECTED: Tekan untuk set operasi AUTO mode, pada mode ini,
tipe Regeneration Start harus dipilih dengan menekan satu dari tombol-tombol berikut:

a. AUTO START REG by VOLUME


b. AUTO START REG by CONDUCTIVITY

Setting dan Pengecekan.

Setting unit perlu melaksanakan kontrol operasi sebagai berikut:

a. Cek penghubung listrik dari terminal board

b. Cek hydraulic joints, hati-hati kencangkan semua ring nut dari pipe union dan bolt dari
flange

c. Cek jalannya motor apakah sesuai dengan arah yang ditunjuk oleh tanda panah. Isi sedikit
air dalam semua tangki, dan cek apakah semua pompa telah berjalan dengan benar dan
apakah ada kebocoran pada pipa-pipa (sisi hisap dan keluar)

d. Perhatian: Staf yang menangani operasi ini harus diproteksi dengan alat keselamatan kerja.

Start- Up Demineralisation Plant.

a. Atur tekanan udara untuk katup-katup pada tekanan 6 -7 bar

b. Pengisian pertama unit: disarankan mengerjakannya dalam manual mode, dengan


menggunakan solenoid valve. Pengisian tangki dibuat dari bawah keatas, dan pada akhir
dari pengisian tempatkan switch-switch solenoid valve pada posisi normal

Berbagi dan Menyebarkan Ilmu Pengetahuan Serta Nilai-Nilai Perusahaan 171


PT. PLN (PERSERO)
PUSAT PENDIDIKAN DAN PELATIHAN PENGOPERASIAN SISTEM DEMIN PLANT

c. “On " kan general switch dari panel

d. Atur flow rate unit pada nilai nominal dengan mengatur katup-katup itu.

e. Kini perlu melakukan regenerasi dari unit resin yang jenuh

Pemakai Demineralisation Plant.

Bila conductivity meter yang dihubungkan ke probe pada sisi keluar Mixed Bed dalam service
menunjukkan lebih dari set point dan jika setelah "prefix time" conductivity tetap tinggi, maka
perlu meregenerasi Mixed Bed karena jenuh. Sebelum start regenerasi, perlu di cek:

Asam HCl harus ada/ siap dalam tangki


NaOH harus ada/siap dalam tangki

Bila di start regenerasi, proses regenerasi akan berjalan otomatis mengikuti step-step
regenerasi. Pada saat awal regenerasi, perlu diawasi: flow rate, cek kebocoran pada hidraulik
dan jika perlu diperbaiki.

Cation Exchanger Regeneration.

Backwash.
Cation Acid inlet- Anion Soda inlet
Slow Rinse
Fast Rinse

Mixed Bed Regenaration.

a. Back Wash
b. Settling
c. Acid inlet - Soda inlet
d. Acid Displacement - Soda Displacement
e. Levelling
f. Mixing
g. Settling
h. Filling
i. ast Rinse
j. Conductivity Fast Rinse

Berbagi dan Menyebarkan Ilmu Pengetahuan Serta Nilai-Nilai Perusahaan 172


PT. PLN (PERSERO)
PUSAT PENDIDIKAN DAN PELATIHAN PENGOPERASIAN SISTEM DEMIN PLANT

Shut Down Prosedur.

Normal Shut Down Prosedur.

Shut down dilaksanakan bila kondisi dibawah normal, antara lain kegagalan mesin/peralatan
dan kegagalan pengoperasian

Prosedur:

- Personal unit melakukan 3 aktifitas: Koordinasi dengan bagian terkait, Memeriksa semua
penyebab dan instruksi keselamatan kerja dan Melaksanakan langkah-langkah operasi
dengan urutan yang benar untuk shut down

- Supervisor unit berkoordinasi dengan: Unit-unit lain, untuk informasi jadwal dan tanggal
shut down, Bagian pemeliharaan dan Bagian keselamatan kerja

Emergency Shut Down Prosedur.

Operator dan supervisor harus terbiasa dengan tindakan-tindakan yang harus dilakukan.
Kondisi emergency pada keadaan tertentu dapat ditangani dalam waktu singkat. Emergency
bila tidak ditangani dengan benar dapat melukai personil dan merusak peralatan

Emergency bisa disebabkan oleh:

Air Total Failure

Pada keadaan ini WTP (Water Treatment) perlu di shut down. Dalam hal ini terjadi
sementara sebuah columm sedang regenerasi, tangki tersebut harus diisolasi dengan
normaly close katup utama, untuk menghindari problem dalam mendistribusi fluida

Total Power Failure

Pada keadaan ini WTP shut down, seperti keadaan Air Total Failure

Local Electrical Failure

Dalam beberapa hal, kegagalan ini perlu dikonsultasikan ke bagian pemeliharaan listrik
untuk menentukan penyebabnya. Bila fuse putus, boleh diganti, tetapi bila trouble masih
tetap ada, hubungi bagian pemeliharaan listrik

Berbagi dan Menyebarkan Ilmu Pengetahuan Serta Nilai-Nilai Perusahaan 173


PT. PLN (PERSERO)
PUSAT PENDIDIKAN DAN PELATIHAN PENGOPERASIAN SISTEM DEMIN PLANT

Bacteriological Contamination of Resins

Resin harus ditreatment dengan garam untuk menghilangkan kerusakan karena algae, tetapi
harus ditangani oleh ahlinya.

Conservation instruction for long shut down

Pompa-pompa harus mempunyai casing drains terbuka, sisi hisap dan keluar tertutup dan lines
didrain

- Neutralization basin harus diisi dengan air, diaduk dan dikosongkan, dan dapat
dikeringkan

- Simpan ion exchange resin selama shut down menurut prosedur.

Dalam emergency, petunjuk berikut harus diperhatikan oleh operator:

- Menentukan berkembangnya kondisi emergency.


- Mengatur untuk memberitahukan emergency kepada unit-unit lain jika diperlukan
- Menentukan bagaimana menghadapi emergency
- Berkaitan dengan kondisi lokalisasi tanpa shut down seluruh unit
- Shut down seluruh unit tergantung pada prosedur normal shut down
- Shut down seluruh unit menurut prosedur emergency
- Melaksanakan semua operasi untuk mencegah bahaya mendadak yang mengakibatkan
kerusakan peralatan (seperti pump running dry, situasi vacuum atau overpressure dll.)

- Selama shut-down mencoba menjaga kondisi unit aman untuk start-up dengan cepat

Berbagi dan Menyebarkan Ilmu Pengetahuan Serta Nilai-Nilai Perusahaan 174