Anda di halaman 1dari 25

KATA PENGANTAR

Puji dan syukur kami ucapkan kehadirat Allah SWT, karena atas berkat rahmat dan
karunia-Nya juga Laporan Modul I tentang Metode Transportasi pada praktikum optimasi ini,
secara sistematis dapat diselesaikan oleh Kelompok 9 melalui sarana yang tersedia.

Dalam penulisan laporan ini, tidak lepas dari bimbingan dan dukungan dari berbagai
pihak, terutama kepada dosen pengampu mata kuliah ini:

1. Bapak Dr.Eng. Mohammad Sofitra, MT.


2. Ibu Silvia Uslianti, ST, MT.
3. Ibu Pepy Angela, ST, MT.

Untuk itu pada kesempatan ini, ingin mengucapkan terimakasih kepada semua pihak
yang telah membantu dan membimbing kami dalam menyelesaikan laporan ini.

Kami menyadari bahwa laporan ini masih jauh dari sempurna. Untuk itu kami
mengharapkan saran beserta kritik yang membangun, selain itu kami juga berharap laporan
ini dapat berguna bagi yang membaca, maupunn yang membutuhkannya untuk kepentingan
pendidikan.

Pontianak, Maret 2016

Penyusun
Praktikum Optimisasi
Modul 1 Transportasi dan Penugasan
Kelompok 9

DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR............................................................................................................................1
DAFTAR ISI.........................................................................................................................................2
BAB I....................................................................................................................................................4
PENDAHULUAN.................................................................................................................................4
1.1 Latar Belakang.......................................................................................................................4
1.2 Perumusan Masalah...............................................................................................................4
1.3 Tujuan Praktikum..................................................................................................................5
1.4 Alat dan Bahan......................................................................................................................5
BAB II...................................................................................................................................................6
LANDASAN TEORI............................................................................................................................6
2.1. Transportasi................................................................................................................................6
2.2. Peranan Transportasi...................................................................................................................6
2.3. Sejarah Permasalahan Transportasi.............................................................................................7
2.4. Masalah Transportasi..................................................................................................................7
2.5. Keseimbangan Transportasi........................................................................................................8
2.6. Model Umum Permasalahan Transportasi..................................................................................9
2.6.1. Asumsi Dasar.......................................................................................................................9
2.6.2. Model transportasi.............................................................................................................10
2.6. Algoritma..................................................................................................................................13
2.7. Algoritma Transportasi.............................................................................................................13
BAB III................................................................................................................................................16
PENGUMPULAN DATA....................................................................................................................16
BAB IV...............................................................................................................................................17
PENGOLAHAN DATA DAN ANALISA...........................................................................................17
4.1 Pengolahan Data............................................................................................................................17
4.2. Analisa.................................................................................................................................22
BAB V.................................................................................................................................................23
KESIMPULAN DAN SARAN...........................................................................................................23
5.2. Kesimpulan...............................................................................................................................23

Program Studi Teknik Industri


Universitas Tanjungpura
Praktikum Optimisasi
Modul 1 Transportasi dan Penugasan
Kelompok 9

5.2.1 Metode Transportasi...........................................................................................................23


5.3 Saran..........................................................................................................................................23
5.3.1 Metode Transportasi...........................................................................................................23
DAFTAR PUSTAKA..........................................................................................................................24

Program Studi Teknik Industri


Universitas Tanjungpura
Praktikum Optimisasi
Modul 1 Transportasi dan Penugasan
Kelompok 9

BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Sepatu menjadi salah satu barang yang paling dibutuhkan bagi siapa saja dari
anak-anak, remaja hingga orang dewasa. Sepatu yang menarik dari segi kualitas dan
fisiknya serta nyaman untuk dipakai menjadi kriteria penting bagi setiap produsen
sepatu untuk mendapatkan perhatian konsumen. Persaingan didunia bisnis sepatu saat
ini mulai meningkat seiring banyaknya produsen-produsen sepatu yang hampir
memenuhi kriteria pilihan konsumen. Bisnis ini semakin menjanjikan keuntungan yang
lebih banyak bagi produsen sepatu, hal ini dapat dibuktikan melalui banyaknya
permintaan sepatu oleh konsumen dan juga hal ini mempengaruhi banyaknya toko-toko
sepatu dikalangan konsumen.

Salah satu perusahaan sepatu yang memberikan perhatiannya kepada konsumen


sepatu adalah PT. Keren Banget (KB), perusahaan tersebut ingin meramalkan
permintaan sepatu perusahaannya selama enam bulan kedepan untuk dapat memenuhi
kebutuhan konsumen. Dalam menghadapi persaingan yang tinggi, maka perusahaan ini
perlu melakukan strategi agar pengalokasian sepatu dapat terpenuhi dengan baik. Salah
satu strategi yang dapat membantu menyelesaikan permasalahan tersebut adalah dengan
menggunakan Linear Progamming, yakni suatu model matematis yang dapat digunakan
dalam pemecahan masalah pengalokasian sumber-sumber terbatas secara optimal.
Untuk menyelesaikan permasalahan tentang bagaimana mendistribusikan sepatu dari
sumber yang terbatas ke tempat-tempat yang membutuhkan secara optimal, dapat
digunakan metode transportasi.

1.2 Perumusan Masalah


1. Bagaimana menyelesaikan permasalahan yang melibatkan permintaan konsumen
(demand) dan sumber yang tersedia (supply) berdasarkan data yang telah ada di PT.
KB?
2. Apa metode yang dapat digunakan untuk menyelesaikan permasalahan tentang
pendistribusian sepatu yang terjadi di PT. KB?
3. Bagaimana cara yang tepat untuk mengalokasikan sepatu di PT. KB agar diperoleh
biaya yang optimal?

Program Studi Teknik Industri


Universitas Tanjungpura
Praktikum Optimisasi
Modul 1 Transportasi dan Penugasan
Kelompok 9

1.3 Tujuan Praktikum


1. Dapat mengetahui pendistribusian sepatu untuk memenuhi demand dan supply secara
tepat.
2. Dapat mengetahui pengalokasian sepatu dengan baik agar memperoleh biaya yang
optimal, dalam hal ini dapat digunakan program LPSolve.

1.4 Alat dan Bahan


1. Lembar Kerja
2. Alat Tulis
3. Kalkulator (alat penghitung)
4. Komputer dan Printer
5. Software pendukung (LPSolve)

Program Studi Teknik Industri


Universitas Tanjungpura
Praktikum Optimisasi
Modul 1 Transportasi dan Penugasan
Kelompok 9

BAB II
LANDASAN TEORI

Untuk menyelesaikan permasalahan-permasalahan nyata yang terjadi didalam


kehidupan sehari-hari, seperti permasalahan pemenuhan suatu sumber daya tertentu
serta mengalokasikan sumber daya tersebut secara optimal agar tercapai hasil yang baik
bagi suatu pihak maupun dengan pihak yang lain, dapat digunakan suatu permodelan
matematis, yakni Linear Programming. Program linear merupakan perencanaan
kegiatan-kegiatan untuk mencapai suatu hasil yang dapat mencapai sasaran tertentu
yang paling baik diantara alternatif-alternatif yang mungkin dengan menggunakan
fungsi linear. Salah satu metode didalam program linear yang dapat menyelesaikan
permasalahan alokasi sumber daya adalah metode transportasi. Berikut penjelasan teori
mengenai metode transportasi.

2.1. Transportasi
Transportation (transportasi) adalah elemen supply chain (rantai persediaan) yang
berfungsi untuk memindahkan barang dari suatu tempat ke tempat lain. Transportasi
dapat diartikan sebagai usaha memindahkan, menggerakkan, mengangkut, atau
mengalihkan suatu objek dari suatu tempat ke tempat lain, di mana di tempat lain objek
tersebut lebih bermanfaat atau dapat berguna untuk tujuan-tujuan tertentu. Karena
dalam pengertian di atas terdapat kata-kata usaha, berarti transportasi juga merupakan
sebuah proses, yakni proses pindah, proses gerak, proses mengangkut dan mengalihkan,
di mana proses ini tidak bisa dilepaskan dari keperluan akan alat pendukung untuk
menjamin lancarnya proses perpindahan sesuai waktu yang diinginkan.
Transportasi merupakan suatu model yang digunakan untuk mengatur distribusi
dari sumber yang menyediakan produk yang sama ke tempat-tempat yang
membutuhkan secara optimal. Alokasi produk ini harus diatur sedemikian rupa, karena
terdapat perbedaan beban dari satu sumber ke suatu-suatu tempat yang berbeda-beda.

2.2. Peranan Transportasi


Pentingnya sarana transportasi dalam perkembangan dunia bersifat multidimensi.
Sebagai contoh, salah satu fungsi dasar transportasi adalah menghubungkan tempat
kediaman dengan tempat bekerja atau para pembuat barang dengan para pelanggannya.

Program Studi Teknik Industri


Universitas Tanjungpura
Praktikum Optimisasi
Modul 1 Transportasi dan Penugasan
Kelompok 9

Dari sudut pandang yang lebih luas, fasilitas transportasi memberikan aneka pilihan
untuk menuju ke tempat kerja, pasar, dan sarana rekreasi, serta menyediakan akses ke
sarana-sarana kesehatan, pendidikan, dan sarana lainnya.
Transportasi bermanfaat bagi masyarakat, dalam arti hasil-hasil produksi dan
bahan-bahan baku suatu daerah dapat dipasarkan kepada perusahaan industri. Hasil-
hasil barang jadi diproduksi oleh pabrik, dijual oleh produsen kepada masyarakat atau
perusahaan-perusahaan yang bergerak di bidang pemasaran. Untuk mengangkut bahan-
bahan baku dan barang-barang jadi dibutuhkan jasa-jasa transportasi (darat, laut, dan
udara).

2.3. Sejarah Permasalahan Transportasi


Masalah transportasi ini sebenarnya telah lama dipelajari dan dikembangkan
sebelum lahir model program linear. Pada tahun 1939, L.V Kantorovitch mempelajari
beberapa permasalahan yang berhubungan dengan model transportasi. Kemudian, pada
tahun 1941, F.L. Hitchcock merumuskan model matematika dari persoalan transportasi
yang kini dianggap sebagai model matematika dari persoalan transportasi yang kini
dianggap sebagai model baku, sehingga sering disebut juga sebagai model
Hitchcock.Ada lagi seseorang yang bernama T.C. Koopmans pada tahun 1947 banyak
mempelajari hal-hal yang berhubungan dengan program transportasi (PT) atau model
transportasi (MT).

2.4. Masalah Transportasi


Masalah transportasi sering disebut sebagai masalah khusus dalam pemrograman
linear, karena dalam struktur modelnya terdapat bagian yang menggambarkan sisi
permintaan dan sisi penawaran. Sesuai dengan namanya, model ini berkaitan dengan
penentuan rencana biaya terendah untuk mengirim susuatu dari sejumlah sumber ke
sejumlah tujuan.
Sasaran transportasi adalah mengalokasikan produk yang ada pada sumber asal
sedemikian rupa hingga terpenuhi semua kebutuhan pada tempat tujuan. Sedangkan
tujuan utama dari persoalan transportasi adalah untuk mencapai biaya yang serendah-
rendahnya (minimum) atau mencapai jumlah laba yang sebesar-besarnya (maksimal).
Persoalan transportasi terdapat pada pemilihan rute dalam jaringan distribusi produk

Program Studi Teknik Industri


Universitas Tanjungpura
Praktikum Optimisasi
Modul 1 Transportasi dan Penugasan
Kelompok 9

antara pusat industri dan distribusi gudang atau antara distribusi gudang regional dan
distribusi pengeluaran lokal.
Persoalan transportasi membicarakan masalah pendistribusian suatu komoditas
atau produk dari sejumlah sumber (supply) ke sejumlah tujuan (demand, destination)
dengan tujuan meminimumkan ongkos pengangkutan yang terjadi. Masalah transportasi
juga dapat digunakan ketika perusahaan mencoba untuk keputusan dimana akan dibuka
fasilitas baru, sebelum membuka gudang, perusahaan atau kantor pemasaran, sangat
baik sekali untuk mendapatkan sejumlah tempat alternatif. Keputusan keuangan yang
baik berhubungan dengan lokasi juga dapat meminimalisasi biaya transportasi dan
produksi secara keseluruhan.
Ciri-ciri khusus transportasi ini adalah:
1. Terdapat sejumlah sumber dan sejumlah tujuan tertentu.
2. Kuantitas komoditas atau barang yang didistribusikan dari setiap sumber dan yang
diminta oleh setiap tujuan, besarnya tertentu.
3. Komoditas yang dikirim atau diangkut dari suatu sumber ke suatu tujuan, besarnya
sesuai dengan permintaan dan atau kapasitas sumber.
4. Ongkos pengangkutan komoditas dari suatu sumber ke suatu tujuan, besarnya
tertentu.

2.5 Keseimbangan Transportasi


Suatu model transportasi dikatakan seimbang apabila total supply (sumber) sama
dengan total demand (tujuan). Dengan kata lain:
Supply (a) = Demand (b)
Keterangan :
a = Total jumlah Supply
b = Total Jumlah Demand
i = 1, 2, 3,...m = Panjang atau indeks dari a (Supply), dimana m sebagai batas akhir
dari panjang indeks.
j = 1, 2, 3,....n = Panjang atau indeks dari b (Demand ), dimana n sebagai batas akhir
dari panjang indeks.

Dalam persoalan transportasi yang sebenarnya, batasan ini tidak selalu terpenuhi
atau dengan kata lain jumlah supply yang tersedia mungkin lebih besar atau lebih kecil

Program Studi Teknik Industri


Universitas Tanjungpura
Praktikum Optimisasi
Modul 1 Transportasi dan Penugasan
Kelompok 9

daripada jumlah demand. Jika hal ini yang terjadi, maka model persoalan disebut
sebagai model yang tidak seimbang. Batasan di atas dikemukakan hanya karena itu
menjadi dasar dalam pengembangan teknik transportasi. Namun, setiap persoalan
transportasi dapat dibuat seimbang dengan memasukkan kolom dummy atau baris
dummy. Jika demand melebihi supply maka dibuat suatu sumber dummy yang akan
men-supply kekurangan tersebut.Dengan formulasinya sebagai berikut:

Jika Supply (a) < Demand (b)

Keterangan :
a = Total jumlah Supply
b= Total jumlah Demand
i = 1, 2, 3,...m = Panjang atau indeks dari a (Supply), dimana m sebagai batas akhir dari
panjang indeks.
j = 1, 2, 3,....n = Panjang atau indeks dari b (Demand ), diaman n sebagai batas akhir
dari panjang indeks.
Sebaliknya, jika jumlah supply melebihi jumlah demand, maka dibuat suatu
tujuan dummy untuk menyerap kelebihan tersebut. Dengan formulasinya sebagai
berikut:

Jika Demand (b) < Supply (a)

Keterangan :
a = Total jumlah Supply
b = Total jumlah Demand
i = 1, 2, 3,....m = Panjang atau indeks dari a (Supply), dimana m sebagai batas akhir
dari panjang indeks.
j = 1, 2, 3,....n = Panjang atau indeks dari b (Demand ), dimana n sebagai batas akhir
dari panjang indeks.

Program Studi Teknik Industri


Universitas Tanjungpura
Praktikum Optimisasi
Modul 1 Transportasi dan Penugasan
Kelompok 9

2.6 Model Umum Permasalahan Transportasi

2.6.1 Asumsi Dasar


Model transportasi pada dasarnya merupakan sebuah program linier yang
dapat dipecahkan oleh metode simpleks yang biasa. Tetapi strukturnya yang
khusus memungkinkan pengembangan sebuah prosedur pemecahan, yang disebut
teknik transportasi yang lebih efisien dalam hal perhitungan. Asumsi dasar dari
model ini adalah bahwa biaya transportasi di sebuah rute tertentu adalah
proposional secara langsung dengan jumlah unit yang dikirimkan. Defenisi unit
transportasi akan bervariasi bergantung pada jenis barang yang di kirimkan.
Model umum suatu persoalan transportasi dilandasi pada asumsi-asumsi
berikut:
1. Bahwa suatu produk yang ingin diangkat tersedia dalam jumlah yang
tetap dan diketahui.
2. Bahwa produk tersebut akan dikirim melalui jaringan transpotasi yang
ada dengan memakai cara pengakutan tertentu dari pusat-pusat permintaan.
3. Bahwa jumlah permintaan di pusat permintaan pun diketahui dalam
jumlah tertentu dan tetap.
4. Bahwa ongkos angkutan per-unit produk yang diangkut pun diketahui,
sehingga tujuan kita untuk meminimumkan biaya total angkutan dapat
tercapai.
Karena hanya ada satu jenis komoditas, pada dasarnya setiap daerah tujuan
dapat menerima komoditas dari sembarang daerah sumber.

2.6.2 Model transportasi


Sebuah model transportasi dari sebuah jaringan dengan m sumber dan n
tujuan. Sebuah sumber atau tujuan diwakili dengan sebuah node. Busur yang
menghubungkan sebuah sumber dan sebuah tujuan mewakili rute pengiriman
barang tersebut. Jumlah penawaran di sumber i adalah ai dan permintaan di
tujuan j adalah bj. Biaya unit transportasi antara sumber i dan tujuan j adalah cij.
Anggaplah Xij mewakili jumlah barang yang dikirimkan dari sumber i ke tujuan

Program Studi Teknik Industri


Universitas Tanjungpura
Praktikum Optimisasi
Modul 1 Transportasi dan Penugasan
Kelompok 9

j; maka model program linier yang mewakili masalah transprotasi ini secara
umum adalah sebagai berikut:
Model transportasi berusaha menentukan sebuah rencana transportasi sebuah
barang dari sejumlah sumber ke sejumlah tujuan.

Secara diagramatik, model transportasi dapat digambarkan sebagai berikut:

Gambar 2.1 Grafik Model Transportasi


(Sumber. USU Institutional Repository, Universitas Sumatera Utara)
Selain menggunakan penggambaran grafik seperti diatas, model
permasalahan transportasi juga dapat diformulasikan kedalam bentuk umum
persamaan linear, langkah-langkahnya sebagai berikut:

1. Minimumkan suatu fungsi Z, ini dilakukan jika ingin meminimumkan


biaya dan sebaliknya jika ingin memaksimalkan keuntungan, maksimalkan
fungsi Z.

Program Studi Teknik Industri


Universitas Tanjungpura
Praktikum Optimisasi
Modul 1 Transportasi dan Penugasan
Kelompok 9

Contoh:

Min. Z = C11X11 + C12 X12 + C13X13 + C21X21 + C22X22 + C23X23 + C31X31 +


C32X32 + C33X33 atau Maks. Z = C11X11 + C12 X12 + C13X13 + C21X21 +
C22X22 + C23X23 + C31X31 + C32X32 + C33X33

2. Berdasarkan pembatas (constraint)

Const: X11 + X12 + X13 = a1

X21 + X22 + X23 = a2

X31 + X32 + X33 = a3

X11 + X21 + X31 = b1

X12 + X22 + X32 = b2

X13 + X23 + X33 = b3

Program Studi Teknik Industri


Universitas Tanjungpura
Praktikum Optimisasi
Modul 1 Transportasi dan Penugasan
Kelompok 9

3. Bentuk model tabular

Selain dengan menggunakan model program linear, formulasi permasalahan


transportasi juga dapat dimodelkan ke dalam model tubular seperti pada tabel
2.51 berikut ini:

Tabel 2.5.1 Persoalan Transpotasi

Biaya Tujuan
Supply
1 2 . J . N
C11 C12 C1j C1n
S 1 X11 X12 X1j X1n S1

u C21 C22 C2j C2n


2 X21 X22 X2j X2n S2
m .. .. . .. .. ..
b I Ci1 Ci2 Cij Xin
Xi1 Xi2 Xij Xin Si
e .. .. .. .. ..
r Cm1 Xm2 Cm2 Cmj Cmn
M Xm1 Xmj Xmn Sm
Demand D1 D2 Dj Dn Si=Dj

2.7 Algoritma
Dalam matematika dan komputasi, algoritma merupakan kumpulan perintah
untuk menyelesaikan suatu masalah. Perintah-perintah ini dapat diterjemahkan secara
bertahap dari awal hingga akhir. Masalah tersebut dapat berupa apa saja, dengan catatan
untuk setiap masalah, ada kriteria kondisi awal yang harus dipenuhi sebelum

Program Studi Teknik Industri


Universitas Tanjungpura
Praktikum Optimisasi
Modul 1 Transportasi dan Penugasan
Kelompok 9

menjalankan algoritma. Algoritma akan dapat selalu berakhir untuk semua kondisi awal
yang memenuhi kriteria, dalam hal ini berbeda dengan heuristic (kondisi file
sebelumnya). Algoritma sering mempunyai langkah pengulangan (iterasi) atau
memerlukan keputusan (logika Boolean dan perbandingan) sampai tugasnya selesai.

2.8 Algoritma Transportasi


Model transportasi adalah aplikasi dari model program linier yang merupakan
suatu prosedur iteratif untuk pemecahan masalah minimisasi biaya pengiriman
(distribusi) dari pabrik atau sumber m ketempat tujuan.
Data yang dibutuhkan dalam metode transportasi adalah:
1. Level supply pada setiap daerah sumber dan level permintaan pada setiap daerah
tujuan untuk kasus pendistribusian barang; jumlah produksi dan jumlah
permintaan.
2. Biaya transportasi per unit komoditas dari setiap daerah sumber menuju berbagai
daerah tujuan pada kasus pendistribusian biaya produksi.
Data dalam model mencakup:
1. Tingkat penawaran di setiap sumber dan jumlah permintaan di setiap tujuan.
2. Biaya transportasi per unit barang dari setiap sumber ke setiap tujuan.
Model transportasi pada saat dikenalkan pertama kali diselesaikan secara manual
dengan menggunakan algoritma yang dikenal sebagai transportasi. Algoritma ini cukup
dikenal dan masih sering diajarkan hingga tahun 90-an.
Pertama, diagnosis masalah dimulai dengan pengenalan sumber, tujuan,
parameter, dan variabel. Kedua, seluruh informasi tersebut kemudian dituangkan
kedalam matriks transportasi.
Dalam hal ini,
1. Bila kapasitas seluruh sumber lebih besar sari permintaan seluruh tujuan maka
sebuah kolom semu (dummy) perlu di tambahkan untuk menampung kelebihan
kapasitas itu.
2. Bila kapasitas seluruh sumber lebih kecil dari seluruh tujuan maka sebuah baris
semu perlu ditambahkan untuk menyediakan kapasitas semu yang akan memenuhi
kelebihan permintaan itu. Jelas sekali bahwa kelebihan itu tidak bisa dipenuhi.
3. Setelah matriks transportasi terbentuk kemudian dimulai menyusun tabel awal.

Program Studi Teknik Industri


Universitas Tanjungpura
Praktikum Optimisasi
Modul 1 Transportasi dan Penugasan
Kelompok 9

Algoritma transportasi mengenal empat macam metode untuk menyusun table awal,
yaitu:

1. Metode biaya terkecil atau Least Cost Method.


Yaitu sebuah metode untuk menyusun tabel awal dengan cara mengalokasikan
ditribusi barang dari sumber ke tujuan mulai dari sel yang memiliki biaya distribusi
terkecil.
2. Metode sudut barat laut atau North West Corner Method.
Yaitu sebuah metode untuk menyusun tabel awal dengan cara mengalokasikan
distribusi barang mulai dari sel yang terletak pada sudut paling kiri atas.
3. Metode VAM atau Vogells Aproximation Method.
Yaitu sebuah metode menyelesaikan persoalan transportasi dengan mencari nilai
penalti tiap baris dan kolom pada matriks persoalan transportasi.
4. Metode RAM atau Russells Approximation Method.
Yaitu sebuah metode penyusunan tabel awal dengan menggunakan pendekatan
selisih biaya terbesar antara biaya distribusi masing-masing sel dengan biaya
distribusi terbesar pada masing-masing baris dan kolom dimana sel itu berada.
Untuk mendapatkan hasil yang lebih optimal lagi, maka diperlukan metode selanjutnya
yaitu:

1. Metode Stepping Stone


Metode ini dalam merubah alokasi produk untuk mendapatkan alokasi
produksi yang optimal menggunakan cara trial and error atau coba coba.
Walaupun merubah alokasi dengan cara coba- coba, namun ada syarat yang harus
diperhatikan yaitu dengan melihat pengurangan biaya per unit yang lebih besar dari
pada penambahan biaya per unitnya.

2. Metode MODI/ Multiplier


Metode ini dalam pelaksanaannya hampir sama dengan metode stepping stone,
sehingga disebut metode distribusi yang dimodifikasi. Metode ini mirip dengan
stepping stone hanya saja dalam mencari biaya minimal menggunakan cara yang
lebih pasti.

Program Studi Teknik Industri


Universitas Tanjungpura
Praktikum Optimisasi
Modul 1 Transportasi dan Penugasan
Kelompok 9

Langkah Penyelesaian Metode MODI:


1. Lakukan pengisian awal (Nort West Corner).
2. Memberi bobot dari setiap baris dan setiap kolom.

Ri + Kj = Cij ( Pada kotak-kotak yang terisi)


Ri = Index Baris
Kj = Index Kolom
Cij = Biaya di angkut atau satuan barang dari I ke j

3. Menentukan index perbaikan dengan mengikuti Cij Ri Kj (Pada kotak-


kotak yang masih kosong).
4. Menentukan titik awal perubahan
- Bahwa perubahan dilakukan bila masih ada index perbaikan yang negatif.
- Bila ada beberapa index perbaikan yang negatif maka titik awal perubahan di
mulai pada perbaikan yang paling negatif.
5. Hitung TC untuk masing-masing perubahan dan perubahan berhenti bila tidak
ada index perbaikan yang negatif.

Program Studi Teknik Industri


Universitas Tanjungpura
Praktikum Optimisasi
Modul 1 Transportasi dan Penugasan
Kelompok 9

BAB III
PENGUMPULAN DATA

Berikut ini diberikan suatu permasalahan yang terjadi di PT. Keren Banget (KB).

PT. Keren Banget (KB) merupakan perusahaan sepatu yang meramalkan


permintaan sepatu perusahaannya selama enam bulan kedepan adalah seperti pada tabel
3.1 dibawah. Ongkos produksi pada giliran kerja normal (regular time) adalah
$7/pasang sepatu dan $11/pasang bila dikerjakan pada shift lembur (over time).
Kapasitas produksi jam kerja regular adalah 200 pasang/bulan, sedangkan kapasitas
produksi pada jam kerja lembur adalah 100 pasang/bulan. Setiap pasang sepatu yang
disimpan dalam gudang dikenai ongkos simpan sebesar $1/bulan. Lakukanlah
pendistribusian dan perhitungan sehingga semua ramalan permintaan enam bulan
kedepan dapat terpenuhi pada waktu yang tepat dan dengan ongkos total (ongkos
produksi+ongkos simpan) dapat diminimalkan (optimal)

Tabel 3.1 Jumlah Ramalan Permintaan Sepatu (dalam pasang)


Ramalan Permintaan
Bulan
(dalam pasang)
1 200
2 260
3 240
4 340
5 190
6 150

Program Studi Teknik Industri


Universitas Tanjungpura
Praktikum Optimisasi
Modul 1 Transportasi dan Penugasan
Kelompok 9

BAB IV
PENGOLAHAN DATA DAN ANALISA

4.1 Pengolahan Data


1. Masukkan data yang sudah diberikan kedalam aplikasi/software LPSolve IDE,
lakukan langkah-langkah seperti pada gambar berikut ini:

Program Studi Teknik Industri


Universitas Tanjungpura
Praktikum Optimisasi
Modul 1 Transportasi dan Penugasan
Kelompok 9

Program Studi Teknik Industri


Universitas Tanjungpura
Praktikum Optimisasi
Modul 1 Transportasi dan Penugasan
Kelompok 9

Gambar 4.1 Pengelompokan Data

2. Setelah semua data dimasukkan, klik icon (play) pada software LPSolve IDE, akan
didapatkan hasil Objective seperti gambar dibawah ini:

Lakukan analisa mengenai hasil Objective yang terdapat pada gambar dibawah ini:

Program Studi Teknik Industri


Universitas Tanjungpura
Praktikum Optimisasi
Modul 1 Transportasi dan Penugasan
Kelompok 9

Gambar 4.2 Result Objective

Lakukan analisa mengenai hasil Constraint yang terdapat pada gambar dibawah ini:

Gambar 4.3 Result Constraints

Lakukan analisa mengenai hasil Sensitivity kolom Objective yang terdapat pada
gambar dibawah ini:
Program Studi Teknik Industri
Universitas Tanjungpura
Praktikum Optimisasi
Modul 1 Transportasi dan Penugasan
Kelompok 9

Gambar 4.4 Result Sensitivity Objective

Lakukan analisa mengenai hasil Sensitivity kolom Duals yang terdapat pada gambar
dibawah ini:

Gambar 4.5 Result Sensitivity Duals

Program Studi Teknik Industri


Universitas Tanjungpura
Praktikum Optimisasi
Modul 1 Transportasi dan Penugasan
Kelompok 9

4.2 Analisa
Berdasarkan hasil yang diperoleh dari program LPSolve dengan mengolah data-
data yang telah ada dan telah dilihat secara Objective untuk mendapatkan hasil
pendistribusian demand dan supply yang optimal adalah sebagai berikut
pengalokasiannya, sumber X7 sebanyak 100 dengan produksi reguler time kepada
pelanggan ke-7. Sumber X14 sebanyak 100 dengan produksi over time kepada
pelanggan ke-7. Sumber x20 sebanyak 200 dengan produksi reguler time kepada
pelanggan ke-7. Sumber X26 sebanyak 100 dengan produksi over time kepada pelanggan
ke-7. Sumber X31 sebanyak 200 dengan produksi reguler time kepada pelanggan ke-7.
Sumber X36 sebanyak 100 dengan produksi over time kepada pelanggan ke-7. Sumber
X40 sebanyak 200 dengan produksi reguler time kepada pelanggan ke-7. Sumber X44
sebanyak 100 dengan produksi over time kepada pelanggan ke-7. Sumber X47 sebanyak
200 dengan produksi reguler time kepada pelanggan ke-7. Sumber X50 sebanyak 100
dengan produksi over time kepada pelanggan ke-7. Sumber X52 sebanyak 200 dengan
produksi reguler time kepada pelanggan ke-7. Sumber X54 sebanyak 100 dengan
produksi over time kepada pelanggan ke-7.
Dari hasil pengolahan data tersebut, dapat dilihat ada penambahan Dummy ini
dikarenakan untuk memenuhi permintaan pelanggan PT. KB yaitu sebanyak 420.
Pendistribusian sepatu di PT. Keren Banget memerlukan Dummy untuk melihat
perbedaan pada variabel-variabel yang tidak terpenuhi. Dengan penambahan dummy
dapat membantu dalam pengalokasian sumber yang tidak terpenuhi tersebut menjadi
terpenuhi, sehingga biaya yang dihasilkan menjadi optimal.

Program Studi Teknik Industri


Universitas Tanjungpura
Praktikum Optimisasi
Modul 1 Transportasi dan Penugasan
Kelompok 9

BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN

5.1 Kesimpulan
1. Penyelesaian masalah yang terjadi pada PT. Keren Banget dengan menggunakan
program lunak LPSolve untuk mengetahui pendistribusian sepatu, guna memenuhi
demand dan supply secara tepat agar memperoleh biaya yang optimal.
2. Berbagai data dari sumber yang berbeda untuk mengetahui pengalokasian secara tepat
sehingga didapat kesimpulan pada perusahaan tersebut memerlukan variabel dummy
agar pemenuhan sumber dan permintaan dapat teratasi dengan baik.

5.2 Saran
1. Dalam praktikum ini perlu diperhatikan ketika memasukan data kedalam program
lunak (LPSolve) agar data yang diproses nantinya menjadi data yang akurat, ketelitian
menjadi poin penting.
2. Sebelum melakukan proses input data sebaiknya pahami dahulu permasalahan yang
terjadi sehingga dapat mengetahui metode apa yang dapat dipakai.

Program Studi Teknik Industri


Universitas Tanjungpura
Praktikum Optimisasi
Modul 1 Transportasi dan Penugasan
Kelompok 9

DAFTAR PUSTAKA

Fogarty, Blackstone, Hoffman, Production and Inventory Management, 1992.

Dyah., Nungki., Metode Transportasi, 23 Maret 2016,


http://nungkidyah.wordpress.com/2013/09/24metode-transportasi.

Nurie., Nunung., Metode Transportasi North West Corner (NWC), 23 Maret 2016,

http://nungnurie.blogspot.com/2012/12/transportasi-north-west-corner.html

Yulianto, Metode Transportasi Modified Distribution (MODI), 23 Maret 2016,

http://digensia.wordpress.com/2013/02/07/metode-transportasi-modi-modified-
distribution/

Tim Dosen Optimisasi Sistem Industri. (2016). Modul Praktikum Optimisasi: Modul 1
Transportasi dan Penugasan. Pontianak: Universitas Tanjungpura Pontianak.

Program Studi Teknik Industri


Universitas Tanjungpura