Anda di halaman 1dari 36

LAPORAN AKHIR PRAKTIKUM

TATANIAGA BENIH

KUNJUNGAN TOKO BENIH


(DIANA PHON DAN SAHABAT TANI)

Praktikum 2
Kelompok 8 (Acalypha australis)
Amalia Elok J3G114003
Zia Ulfah Azizah J3G114023
Sri Wafda Fazriani J3G114037
M. Furqon Abi W. J3G214053

PROGRAM KEAHLIAN TEKNOLOGI INDUSTRI BENIH


PROGRAM DIPLOMA
INSTITUT PERTANIAN BOGOR
BOGOR
2016
KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan yang Maha Esa karena dengan
rahmat, karunia serta taufik dan hidayah-Nya kami dapat menyelesaikan Laporan
Praktikum Tataniaga Benih dengan baik meskipun banyak kekurangan di dalamnya.
Kami juga berterimakasih kepada Bapak Dony Sahatua Manalu, SE, MSi, MS, Ph.D
dan Ibu Mulyani SP. selaku dosen mata kuliah Tataniaga Benih Diploma IPB yang
telah memberikan tugas ini kepada kami. Kami juga berterimakasih kepada kakak
asisten dosen Kak Zaka Satria A.Md yang telah membimbing kami menyelesaikan
laporan ini, serta teman-teman kami, mahasiswa Teknologi Industri Benih angkatan
51 yang turut menyukseskan pembuatan makalah ini.
Kami sangat berharap laporan ini dapat berguna dalam rangka menambah
wawasan serta pengetahuan kami. Kami juga menyadari sepenuhnya bahwa di dalam
laporan ini terdapat kekurangan dan jauh dari kata sempurna. Oleh sebab itu, kami
berharap adanya kritik, saran dan usulan demi perbaikan laporan yang telah kami buat
di masa yang akan datang, mengingat tidak ada sesuatu yang sempurna tanpa saran
yang membangun.
Semoga laporan sederhana ini dapat dipahami bagi siapapun yang
membacanya. Sekiranya laporan yang telah disusun ini dapat berguna bagi kami
sendiri maupun orang yang membacanya. Sebelumnya kami mohon maaf apabila
terdapat kesalahan kata-kata yang kurang berkenan dan kami memohon kritik dan
saran yang membangun dari Bapak/Ibu dosen serta Kakak asisten praktikum demi
perbaikan laporan ini di waktu yang akan datang.

Bogor, 22 Maret 2016

Kelompok 8
BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Benih merupakan mahluk hidup yang membutuhkan perlakuan khusus pada saat
penyimpanan sebelum pemasaran. Benih yang tidak disimpan sesuai dengan syarat
yang ditetapkan akan mengalami kemunduran benih secara cepat dan menyebabkan
daya berkecambah benih menjadi rendah.
Pengawasan toko benih diperlukan agar benih memiliki viabilitas yang
maksimum sehingga dapat meningkatkan hasil produksi. Selain itu pengawasan toko
benih benih berguna untuk memelihara kemunian genetik, fisik maupun fisiologis
serta kebenaran label yang tertulis dan untuk meminimalisir beredarnya benih palsu
yang tidak bersertifikat sehingga menyebabkan kerguian pada konsumen. Survey
toko benih dilakukan untuk mngetahui alur pemasaran benih dan klasifikasi pedagang
benih.
Hasil-hasil produk pertanian membutuhkan peran dari tataniaga pertanian,
dimana tataniaga merupakan suatu aktivitas bisnis yang didalamnya terdapat aliran
barang dan jasa dari titik produksi sampai ke titik konsumen. Tataniaga pertanian juga
merupakan salah satu faktor pertanian untuk memperlancar proses produksi,
distribusi dan pemasaran hasil produk pertanian.
Sebagai proses produksi yang komersial, maka pemasaran pertanian merupakan
syarat mutlak yang diperlukan dalam pembangunan pertanian. Pemasaran pertanian
dapat menciptakan nilai tambah melalui nilai guna tempat, guna bentuk, dan guna
waktu. Dengan demikian pemasaran pertanian di anggap memberikan nilai tambah
yang dapat dianggap sebagai kegiatan produktif. Pemasaran pertanian merupakan
bagian dari ilmu pemasaran pada umumnya, tetapi dapat dianggap sebagai disiplin
ilmu yang berdiri sendiri. Anggapan ini didasarkan pada karakteristik produk
pertanian serta subjek dan objek pemasaran pertanian itu sendiri
Pemasaran produksi barang pertanian, membutuhkan lembaga pemasaran dan
proses yang lebih panjang (pengolahan, penyimpanan, pengangkutan) bila
dibandingkan dengan pemasaran produk non pertanian. Hal tersebut terjadi karena
komoditas pertanian memiliki karakteristik khusus yang dimiliki oleh barang-barang
non pertanian, karakteristik tersebut meliput : sifat produk pertanian yang mudah
busuk, rusak dan bersifat bulky serta sangat tergantung oleh faktor lingkungan
(khususnya musim).
Karakteristik hasil pertanian tersebut menuntut lembaga-lembaga pemasaran
untuk lebih mengefesienkan biaya dalam proses produksi pertanian, karena pada
dasaranya kegiatan pemasaran produk pertanian membutuhkan rantai pemasaran yang
panjang, sehingga dengan adanya efisiensi tersebut diharapkan dapat memberikan
pemasaran yang efisien, dimana pendapatan untuk petani dapat meningkat, namun
harga yang dibebankan pada konsumen juga tidak terlampau tinggi.
Pemasaran adalah suatu proses sosial yang di dalamnya individu dan
kelompok mendapatkan apa yang mereka butuhkan dan inginkan dengan
menciptakan, menawarkan, dan secara bebas mempertukarkan produk yang bernilai
dengan pihak lain (Kotler, 2004).
Peranan pemasaran benih saat ini tidak hanya menyampaikan produk atau jasa
hingga tangan konsumen tetapi juga bagaimana produk atau jasa tersebut
dapat memberikan kepuasan kepada pelanggan dengan menghasilkan laba. Sasaran
dari pemasaran adalah menarik pelanggan baru dengan menjanjikan nilai superior,
menetapkan harga menarik, mendistribusikan produk dengan mudah,
mempromosikan secara efektif serta mempertahankan pelanggan yang sudah
ada dengan tetap memegang prisip kepuasan pelanggan.
Kotler (2002) menyatakan bahwa Bauran pemasaran adalah seperangkat alat
pemasaran yang digunakan perusahaan untuk terus-menerus mencapai tujuan
pemasarannya di pasar sasarannya. Menurut Stanton (1978) Bauran pemasaran atau
marketing mix adalahkombinasi dari 4 variabel atau kegiatan yang merupakan inti
dari sistem pemasaran perusahaan yaitu produk, harga, kegiatan promosi dan sistem
distribusi.
Pentingnya menganalisis bauran pemasaran yaitu agar pemasar medapatkan apa
yang diinginikan perusahaan dari produk yang di tawarkan dan menciptaan
pembelian atas produk yang di jual. Bauran pemasaran sangat menentukan terjualnya
sebuah produk sesuai dengan yang ditargetkan.
Analisis SWOT bisa dianggap sebagai metode analisis yangg paling dasar, yang
bermanfaat untuk melihat suatu topik ataupun suatu permasalahan dari 4 empat sisi
yang berbeda. Hasil dari analisa biasanya berupa arahan ataupun rekomendasi untuk
mempertahankan kekuatan dan untuk menambah keuntungan dari segi peluang yang
ada, sambil mengurangi kekurangan dan juga menghindari ancaman. Jika digunakan
dengan benar, analisis ini akan membantu untuk melihat sisi-sisi yang terlupakan atau
tidak terlihat selama ini. Dari pembahasan diatas tadi, analisis SWOT merupakan
instrumen yang bermanfaat dalam melakukan analisis strategi. Analisis ini berperan
sebagai alat untuk meminimalisasi kelemahan yang terdapat dalam suatu perusahaan
atau organisasi serta menekan dampak ancaman yang timbul dan harus dihadapi.
Analisis purna jual berfungsi sebagai kegiatan yang dapat memenuhi harapan
konsumen yang dilakukan oleh produsen. sehingga konsumen merasa puas dan
membeli produk tersebut kembali.

1.2 Tujuan

Tujuan dari praktilkum ini adalah agar mahasiswa dapat mengerti alur tataniaga
benih melalui survey toko benih dan mengetahui kelayakan toko benih di daerah
Bogor.

1.3 Ruang Lingkup

Kegiatan ini dilakukkan dilakukan di Kabupaten Bogor. Dari hasil suvey toko
diketahui bahwa system pemasaran benih sangat penting dalam memenuhi kebutuhan
konsumen di Kota dan Kabupaten Bogor. Survey ini dititik beratkan pada alur
distribusi pemasaran dari produsen ke toko benih dan terakhir konsumen.
BAB II TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Pemasaran
Menurut Irawan (1998:10), Pemasaran adalah proses sosial dimana individu
dan kelompok mendapat apa yang mereka butuhkan dan inginkan dengan
menciptakan dan mempertukarkan produk dan nilai dengan individu atau kelompok
lainnya.
Menurut Craven dikutip dari Purwanto (2008:151), Strategi pemasaran
didefinisikan sebagai analisis strategi pengembangan dan pelaksanaan kegiatan dalam
strategi penentuan pasar sasaran bagi produk pada tiap unit bisnis, penetapan tujuan
pemasaran, dan pengembangan, pelaksanaan, serta pengelolaan strategi program
pemasaran, penentuan posisi pasar yang dirancang untuk memenuhi keinginan
konsumen pasar sasaran.
Menurut Kotler dikutip oleh Purwanto (2008:151), dalam mendesain suatu
strategi pemasaran, hal terpenting yang perlu dilakukan oleh manajemen pemasaran
adalah penerapan konsep STP (segmentation, Targeting, Positioning). Konsep ini
saling terkait satu sama lainnya, secara garis besar langkah-langkah STP itu terlihat
pada gambar 2 :
Segmentasi Pasar
1. Mengindentifikasikan variabel segmentasi pasar dan mensegmentasi pasar.
2. Mengembangkan gambaran segmen yang dihasilkan.
Market Positioning
1. Mengindentifikasikan konsep positioning yang memungkinkan bagi
masing-masing segmen pasar.
2. Memilih mengembangkan dan mengkomunikasikan konsep positioning yang
terpilih
Menurut Basu Swastha, Strategi adalah suatu rencana yang diutamakan untuk
mencapai tujuan tersebut (1997, p.6.). Jadi, strategi adalah rencana yang disatukan,
menyeluruh, terpadu yang mengaitkan keunggulan strategi perusahaan dengan
tantangan lingkungan dan yang dirancang untuk memastikan bahwa tujuan utama
perusahaan dapat dicapau melalui pelaksaan yang tepat dalam perusahaan.
Strategi penjualan adalah rencana yang dibuat oleh perusahaan untuk
menentukan bagaimana dapat meningkatkan volume penjualan produknya dan dapat
memenuhi serta memberikan kepuasan akan permintaan konsumen.
Berikut adalah pertimbangan yang harus dilakukan dalam menentukan atau
memperbaharui strategi penjualan yang tepat:
a. Apakah penekanan diutamakan pada mempertahankan pelanggan saat ini atau
menambah pelanggan yang ada.
Keputusan tersebut ditentukan oleh lamanya wiraniaga berurusan dengan pelanggan,
pertumbuhan status industri, kekuatan dan kelemahan perusahaan, kekuatan pesaing,
dan tujuan pemasaran (khususnya dalam menambah pelanggan).
b. Meningkatkan produktivitas wiraniaga. Pemanfaatan biaya tinggi (untuk
meningkatkan motivasi), kemajuan teknologi (telemarketing, teleconferencing,
cybermarketing, dan penjualan terkomputerisasi), dan teknik penjualan inovatif
(seperti prensentasi dengan video) banyak menguntungkan pemasar dalam hal
memproduktifkan sumber-sumber armada penjualnya.
2.1.2 Bauran Pemasaran
Pengertian bauran pemasaran adalah sebagai berikut : Bauran pemasaran
adalah perangkat alat pemasaran yang digunakan perusahaan untuk mengejar tujuan
perusahaannya. Maka, dapat disimpulkan bahwa bauran pemasaran merupakan satu
perangkat yang terdiri dari produk, harga, promosi dan distribusi, yang didalamnya
akan menentukan tingkat keberhasilan pemasaran dan semua itu ditujukan untuk
mendapatkan respon yang diinginkan dari pasar sasaran. (Kotler dan Keller 2007).
Kotler (2005 : 19), menyatakan bahwa Bauran Pemasaran (marketing mix)
adalah: seperangkat alat pemasaran yang digunakan perusahaan untuk terus-menerus
mencapai tujuan pemasarannya di pasar sasaran, alat-alat pemasaran tersebut
diklasifikasikan menjadi empat kelompok yang luas yang disebut empat P: Produk
(product), harga (price), tempat (place), dan promosi (promotion).
Menurut Adrian Palmer dalam jasa ditambahkan elemen people, physical
evidence dan process, sehingga disebut dengan Tujuh P. Dengan mengadopsi
ketiga elemen yang dikemukakan oleh Palmer ini, yaitu People, Physical evidence
dan Process maka disebut dengan Tujuh P.
Lamb, Hair dan McDaniel (2001 : 55) menyatakan bahwa, Bauran
pemasaran adalah paduan strategi produk, promosi, tempat dan harga yang bersifat
unik yang dirancang untuk mengahsilkan pertukaran yang saling memuaskan dengan
pasar yang dituju. Berdasarkan pengertian-pengertian di atas, maka variabel bauran
pemasaran jasa adalah sebagai berikut:
a. Kepuasan Konsumen
Dewasa ini perhatian terhadap kepuasan maupun ketidakpuasan pelanggan
telah semakin besar karena pada dasarnya tujuan dari suatu perusahaan adalah untuk
menciptakan rasa puas pada pelanggan. Semakin tinggi tingkat kepuasan pelanggan,
maka akan mendatangkan keuntungan yang semakin besar bagi perusahaan, karena
pelanggan akan melakukan pembelian ulang terhadap produk perusahaan. Namun,
apabila tingkat kepuasan yang dirasakan pelanggan kecil, maka terdapat
kemungkinan bahwa pelanggan tersebut akan pindah ke produk pesaing.
Menurut Kotler, kepuasan adalah tingkat perasaan seseorang setelah
membandingkan kinerja atau hasil yang dia rasakan dibandingkan dengan harapannya
(Kotler, 2000). Sedangkan Tse dan Wilton (1988) dalam Lupiyoadi (2004:349)
kepuasan atau ketidakpuasan pelanggan adalah respon pelanggan terhadap evaluasi
ketidaksesuaian (disconfirmation) yang dirasakan antara harapan sebelumnya dan
kinerja aktual produk yang dirasakan setelah pemakaiannya. Kepuasan pelanggan
merupakan respon pelanggan terhadap ketidaksesuaian antara tingkat kepentingan
sebelumnya dan kinerjaaktual yang dirasakannya setelah pemakaian (Rangkuti,
2002). Kepuasan pelanggan dipengaruhi oleh persepsi kualitas jasa, kualitas produk,
harga dan faktor-faktor yang bersifat pribadi serta yang bersifat situasi sesaat. Dari
berbagai pendapat yang dilontarkan para ahli bisa disimpulkan definisi kepuasan
pelanggan adalah respon dari perilaku yang ditunjukkan oleh pelanggan dengan
membandingkan antara kinerja atau hasil yang dirasakan dengan harapan. Apabila
hasil yang dirasakan dibawah harapan, maka pelanggan akan kecewa, kurang puas
bahkan tidak puas, namun sebaliknya bila sesuai dengan harapan, pelanggan akan
puas dan bila kinerja melebihi harapan, pelanggan akan sangat puas.
Menurut Cannon, Perreault dan McCarthy (2008:43), bahwa terdapat banyak cara yang
bisa dilakukan untuk memuaskan kebutuhan pembeli sasaran. Suatu produk bisa jadi
memiliki banyak fitur yang berbeda tetapi tingkat kepuasan pelanggan sebelum atau sesudah
penjualan dapat disesuaikan.

Terdapat empat P yang membentuk bauran pemasaran, dimana akan berguna bagi
kita untuk mengurangi semua variabel dalam bauran pemasaran menjadi empat variabel
dasar, yaitu : produk (product), tempat (place), promosi (promotion) dan harga (price).

a. Produk (product)
Wilayah produk berkaitan dengan menyusun produk yang benar untuk suatu pasar
target. Penawaran ini bisa melibatkan barang, jasa atau campuran dari keduanya. Produk
tidak hanya terbatas pada barang saja, tetapi juga dapat berupa tujuan yang akan
diusahakannya. Hal yang penting untuk diingat adalah barang atau jasa harus dapat
memuaskan kebutuhan pelanggan.
b. Tempat (place)
Berkaitan dengan semua keputusan dalam membawa produk yang benar ke
wilayah pasar target. Suatu produk tidak akan banyak gunanya bagi seorang
pelanggan jika tidak tersedia pada saat dan tempat yang dibutuhkan. Produk dapat
mencapai pelanggan melalui saluran distribusi. Saluran distribusi (channel of
distribution) merupakan sekumpulan perusahaan atau individu yang berpartisipasi
dalam aliran produk dari produsen hingga pengguna akhir atau konsumen.
c. Promosi (promotion)
Berkaitan dengan memberi tahu pasar target atau pihak lain dalam saluran
distribusi mengenai produk yang tepat. Terkadang promosi ditujukan untuk
mendapatkan pelanggan baru dan mempertahankan pelanggan yang ada. Promosi
mencakup penjualan personal, penjualan masal dan promosi penjualan. Tugas dari
manajer pemasaran adalah meramu metode-metode komunikasi ini.
d. Harga (price)
Penentuan harga harus mempertimbangkan jenis kompetisi dalam pasar
target dan biaya keseluruhan bauran pemasaran. Seorang manajer juga harus
mencoba untuk memperkirakan reaksi pelanggan atas harga-harga yang mungkin
ada. Selain itu manajer tersebut harus mengetahui praktik- praktik terkini mengani
markup, diskon dan jenis-jenis penjualan lain. Jika pelanggan tidak mau menerima
harga tersebut, maka seluruh upaya perencanaan akan sia-sia.

Seluruh 4P dibutuhkan dalam suatu bauran pemasaran. Bahkan semuanya harus dapat
bekerja sama secara baik. Namun, adakah salah satu yang lebih penting dari yang lain ?
Secara umum jawabannya adalah tidak, setiap bagian 4P berkontribusi terhadap keseluruhan.
Ketika suatu bauran pemasaran sedang disusun, semua keputusan akhir mengenai seluruh P
harus dibuat pada saat yang bersamaan. Itulah alasan mengapa 4P mengelilingi pelanggan
dalam satu lingkaran, itu adalah untuk menunjukkan bahwa seluruhnya penting.

2.2 Analisis SWOT


a. Pengertian SWOT
SWOT adalah akronim untuk kekuatan (Strenghts), kelemahan (Weakness),
peluang (Opportunities), dan ancaman (Threats) dari lingkungan eksternal
perusahaan. Menurut Jogiyanto (2005:46), SWOT digunakan untuk menilai
kekuatan-kekuatan dan kelemahan-kelemahan dari sumber-sumber daya yang
dimiliki perusahaan dan kesempatan-kesempatan eksternal dan tantangan-tantangan
yang dihadapi.
Menurut David (Fred R. David, 2008), Semua organisasi memiliki kekuatan
dan kelemahan dalam area fungsional bisnis. Tidak ada perusahaan yang sama
kuatnya atau lemahnya dalam semua area bisnis. Kekuatan/kelemahan internal,
digabungkan dengan peluang/ancaman dari eksternal dan pernyataan misi yang jelas,
menjadi dasar untuk penetapan tujuan dan strategi.Tujuan dan strategi ditetapkan
dengan maksud memanfaatkan kekuatan internal dan mengatasi kelemahan. Berikut
ini merupakan penjelasan dari SWOT (David,Fred R.,2005:47) yaitu :
Kekuatan (Strenghts)
Kekuatan adalah sumber daya, keterampilan, atau keungulan-keungulan lain
yang berhubungan dengan para pesaing perusahaan dan kebutuhan pasar yang dapat
dilayani oleh perusahaan yang diharapkan dapat dilayani. Kekuatan adalah kompetisi
khusus yang memberikan keunggulan kompetitif bagi perusahaan di pasar
Kelemahan (Weakness)
Kelemahan adalah keterbatasan atau kekurangan dalam sumber daya,
keterampilan, dan kapabilitas yang secara efektif menghambat kinerja perusahaan.
Keterbatasan tersebut daoat berupa fasilitas, sumber daya keuangan,kemampuan
manajemen dan keterampilan pemasaran dapat meruoakan sumber dari kelemahan
perusahaan.
Peluang (Opportunities)
Peluang adalah situasi penting yang mengguntungkan dalam lingkungan
perusahaan. Kecendrungan kecendrungan penting merupakan salah satu sumber
peluang, seperti perubahaan teknologi dan meningkatnya hubungan antara perusahaan
dengan pembeli atau pemasokk merupakan gambaran peluang bagi perusahaan.
Ancaman (Threats)
Ancaman adalah situasi penting yang tidak menguntungan dalam lingkungan
perusahaan. Ancaman merupakan pengganggu utama bagi posisi sekarang atau yang
diinginkan perusahaan. Adanya peraturan-peraturan pemerintah yang baru atau yang
direvisi dapat merupakan ancaman bagi kesuksesan perusahaan.

b. Fungsi SWOT
Menurut Ferrel dan Harline (2005), fungsi dari Analisis SWOT adalah untuk
mendapatkan informasi dari analisis situasi dan memisahkannya dalam pokok
persoalan internal (kekuatan dan kelemahan) dan pokok persoalan eksternal (peluang
dan ancaman). Analisis SWOT tersebut akan menjelaskan apakah informasi tersebut
berindikasi sesuatu yang akan membantu perusahaan mencapai tujuannya atau
memberikan indikasi bahwa terdapat rintangan yang harus dihadapi atau
diminimalkan untuk memenuhi pemasukan yang diinginkan. Analisis SWOT dapat
digunakan dengan berbagai cara untuk meningkatkan analisis dalam usaha penetapan
strategi. Umumnya yang sering digunakan adalah sebagai kerangka / panduan
sistematis dalam diskusi untuk membahas kondisi altenatif dasar yang mungkin
menjadi pertimbangan perusahaan.
c. Matriks SWOT
Menurut Rangkuti (2006), Matriks SWOT dapat menggambarkan secara jelas
bagaimana peluang dan ancaman eksternal yang dihadapi perusahaan dapat
disesuaikan dengan kekuatan dan kelemahan yang dimilikinya. Matriks ini dapat
menghasilkan empat set kemungkinan altenatif strategis.
d. Analisa SWOT
Setelah melakukan analisis lingkungan eksternal dan internal maka dapat
dirumuskan kedalam analisis SWOT yang menggambarkan setiap kekuatan,
kelemahan, kesempatan, serta tantangan. Berdasarkan kekuatan dan kelemahan
internal serta peluang dan ancaman, empat set alternatif strategis yang dapat diambil
oleh manager perusahaan dalam menghadapi persaingan yang semakin kompetit
keterangan dari matriks SWOT :
1. Strenght (S) atau disebut sebagai analisis kekuatan
Adalah suatu kondisi internal yang menjadi pendorong keberhasilan meraih posisi
unggul dari suatu organisasi atau perusahaan dalam menghadapi persaingan. Yang
harus di lakukan dalam analisis ini adalah setiap organisasi atau perusahaan harus
bisa menilai kekuatan-kekuatan dan kelemahan di bandingkan dengan para
pesaingnya. Misalnya jika kekuatan perusahaan tersebut unggul didalam
teknologinya, maka keunggulan itu dapat di manfaatkan untuk mengisi segmen pasar
yang membutuhkan tingkat teknologi dan juga kualitas yang lebih maju.
2. Weaknesses (W) atau disebut sebagai analisi kelemahan

Adalah suatu kondisi internal yang menghambat keberhasilan dari suatu organisasi
atau perusahaan untuk mencapai tujuannya. Weaknesses merupakan sebuah cara
untuk menganalisis kelemahan sebuah organisasi ataupun perusahaan yang menjadi
kendala serius dalam kemajuan suatu organisasi atau perusahaan. Misalnya jika
perusahaan tersebut terdapat kendala dalam pemasaran yang kurang baik, maka
perusahaan harus meneliti kekurangan-kekurangan yang di miliki yang berhubungan
dengan sektor pemasaran.

3. Opportunity (O) atau disebut sebagai analisis peluang


Adalah suatu kondisi eksternal yang menjadi pendorong keberhasilan dari suatu
organisasi atau perusahaan dan dapat memberikan peluang berkembangnya organisasi
dimasa depan. Opportunity adalah sebuah alat analisa yang gunanya untuk mencari
sebuah peluang ataupun terobosan yang memungkinkan suatu perusahaan ataupun
organisasi bisa berkembang di masa sekarang ataupun di masa yang akan datang.

4. Threats (T) atau disebut sebagai analisis ancaman

Adalah suatu kondisi eksternal yang menghambat keberhasilan pencapaian tujuan


suatu organisasi atau perusahaan. Threat adalah sebuah alat analisa yang digunakan
untuk menghadapi berbagai macam faktor lingkungan yang tidak menguntungkan
pada suatu perusahaan atau organisasi yang dapat menyebabkan kemunduran. Jika
tidak segera di atasi, maka ancaman tersebut akan menjadi penghalang bagi suatu
usaha yang bersangkutan baik di masa sekarang maupun masa yang akan datang.

Layanan Purna Jual


Kotler (2000) menyatakan pelayanan adalah setiap tindakan yang dapat
ditawarkan oleh suatupihak kepada pihak lain, yang pada dasarnya tidak berwujud
atau tidak mengakibatkan kepemilikan apapun. Layanan purna jual adalah berbagai
macam layanan yang disediakan produsen atau perusahaan setelah produk dibeli oleh
konsumen. Pelayanan purna jual merupakan suatu penyediaan jasa pendukung suatu
produk begi pembeli atau konsumen pasca pembelian (Kotler 2002) Para perusahaan
akan selalu berusaha memberikan atribut produk yang terbaik pada produk mereka,
layanan purna jual yang diberikan oleh produsen juga memegang peranan yang cukup
penting dalam mendukung kesuksesan produk di pasar yang telah ditetapkan,
khususnya pada produk tahan lama. Dengan adanya layanan purna jual, suatu produk
akan memiliki daya tarik tersendiri di benak konsumen dan akan mempengaruhi
minat beli konsumen dalam menentukan pilihan atau keputusan pembelian yang akan
mereka ambil. Secara tidak langsung layanan purna jual yang ada dalam suatu produk
juga menjadi media promosi perusahaan dalam menarik perhatian konsumen serta
meminimalisir kehawatiran produsen dalam menentukan keputusan pembelian.
Menurut kotler (2002) Strategi yang bisa diterapkan dalam layanan purna jual adalah
sebagai berikut :
1) Departemen pelanggan yang giat menerima permintaan, saran, dan bakan keluh
kesah pelanggan
2) Departemen suku cadang atau jasa Pelayanan dan kepuasan sesudah transaksi
merupakan salah satu alasan mengapa konsumen tertarik untuk memilih suatu produk
atau dengan kata lain, pelayanan purna jual menjadi daya tarik dari suatu produk dan
layanan purna jual mempunyai sumbangan penting terhadap keberhasilan produk
dalam bersaing di pasar. Layanan purna jual juga diperlukan oleh perusahaan untuk
menjaga citra baik produk, merek dagang, dan citra perusahaan atau produsen.
Dengan citra baik yang ada pada perusahaan, diharapkan konsumen yang merasa
puas atas penggunaan produk dan layanan purna jual, bersedia untuk melakukan
pembelian ulang dan menganjurkannya kepada keluarga dan teman untuk ikut
membeli produk tersesbut. Tujuan dari pemberian layanan purna jual ini sendiri tidak
lepas dari tujuan utama perusahaan yaitu meningkatkan minat beli konsumen
terhadap produk perusahaan. Tjiptono (2001) menjelaskan pada dasarnya ada tiga
kunci untuk dapat memberikan layanan unggul kepada pelanggan:
1. Kemampuan memahami kebutuhan dan keinginan pelanggan
2. Pengembangan data base yang lebih akurat dari pesaing (mencakup data kebutuhan
dan keinginan setiap segmen pelanggan dan perubahan kondisi persaingan)
3. Pemanfaatan informasi-informasi yang diperoleh dari riset pasar dalam suatu
Keputusan Pembelian
Perilaku konsumen adalah tindakantindakan yang dilakukan individu,
kelompok atau organisasi yang berhubungan dengan proses pengambilan keputusan
dalam mendapatkan, menggunakan barang-barang atau jasa ekonomis yang dapat
dipengaruhi oleh lingkungan (Swastha, 2003). Perilaku konsumen akan menentukkan
proses pengambilan keputusan dalam pembelian mereka, proses tersebut merupakan
sebuah pendekatan penyesuaian masalah yang terdiri dari lima tahap yang dilakukan
konsumen, kelima tahap tersebut adalah pengenalan masalah, pencarian informasi,
penilaian alternatif, membuat keputusan, dan perilaku pasca pembelian (Kotler,
2004).
Keputusan pembelian adalah sebuah pendekatan penyelesaian masalah pada
kegiatan manusia untuk membeli suatu barang atau jasa dalam memenuhi keinginan
dan kebutuhannya yang terdiri dari pengenalan kebutuhan dan keinginan, pencarian
informasi, evaluasi terhadap alternatif pembelian, keputusan pembelian dan tingkah
laku setelah pembelian (Swastha, 1997). Menurut Swastha perilaku konsumen dapat
diartikan sebagai suatu kegiatan-kegiatan individu yang secara langsung terlibat
dalam mendapatkan serta menggunakan barang-barang dan jasa-jasa, termasuk di
dalamnya proses pengambilan keputusan pada persiapan dan penerapan kegiatan
(Swastha,2005).
Perilaku konsumen akan menentukan proses pengambilan keputusan dalam
pembelian mereka. Proses tersebut merupakan sebuah pendekatan penyelesaian
masalah yang terdiri atas beberapa tahap. Seluruh proses tersebut tidak selalu
dilakukan oleh konsumen dalam pembeliannya. Pada umunya konsumen akan lebih
mudah mengambil keputusan dalam pembelian ulang atau pembelian yang sifatnya
terus menerus terhadap produk yang sama. Tahapan dalam proses keputusan
pembelian menurut kotler (2007) sebagai berikut:
1. Pengenalan masalah
2. Pencarian informasi
3. Evaluasi alternatif

a. Pakcoy
Pakcoy (Brassica rapa L.) adalah jenis tanaman sayur-sayuran yang termasuk
keluarga Brassicaceae. Tumbuhan pakcoy berasal dari China dan telah dibudidayakan
setelah abad ke-5 secara luas di China selatan dan China pusat serta Taiwan. Sayuran
ini merupakan introduksi baru di Jepang dan masih sefamili dengan Chinese
vegetable. Saat ini pakcoy dikembangkan secara luas di Filipina dan Malaysia, di
Indonesia dan Thailand.
Tanaman pakcoy merupakan salah satu sayuran penting di Asia, atau
khususnya di China. Daun pakcoy bertangkai, berbentuk oval, berwarna hijau tua,
dan mengkilat, tidak membentuk kepala, tumbuh agak tegak atau setengah mendatar,
tersusun dalam spiral rapat, melekat pada batang yang tertekan. Tangkai daun,
berwarna putih atau hijau muda, gemuk dan berdaging, tanaman mencapai tinggi 15
30 cm.
Keragaman morfologis dan periode kematangan cukup besar pada berbagai
varietas dalam kelompok ini. Terdapat bentuk daun berwarna hijau pudar dan ungu
yang berbeda. Lebih lanjut dinyatakan pakcoy kurang peka terhadap suhu ketimbang
sawi putih, sehingga tanaman ini memiliki daya adaptasi lebih luas. Vernalisasi
minimum diperlukan untuk bolting. Bunga berwarna kuning pucat.
Pakcoy ditanam dengan benih langsung atau dipindah tanam dengan
kerapatan tinggi; yaitu sekitar 20 25 tanaman/m2, dan bagi kultivar kerdil ditanam
dua kali lebih rapat. Kultivar genjah dipanen umur 40-50 hari, dan kultivar lain
memerlukan waktu hingga 80 hari setelah tanam. Pakcoy memiliki umur pasca panen
singkat, tetapi kualitas produk dapat dipertahankan selama 10 hari, pada suhu 0.
Media tanam adalah tanah yang cocok untuk ditanami sawi adalah tanah gembur,
banyak mengandung humus, subur, serta pembuangan airnya baik. Derajat
kemasaman (pH) tanah yang optimum untuk pertumbuhannya adalah antara pH 5
sampai pH 7.

b. Kacang Panjang
Tanaman Kacang panjang (Vigna sinense L) merupakan salah salah satu
tanaman yang sangat mudah di budidayakan. Tanaman kacang panjang ini masih
berfamili dengan tanaman polong polongan atau kacang-kacangan. Tanaman ini
hidup merambat dan juga memiliki buah kacang panjang lunak dan berwana hijau.
Tanaman kacang panjang merupakan tanaman menjalar, dan musiman. Tanaman ini
memliki ketinggian 2,5 m. Batang tanaman ini tegak, silindris, berwarna hijau dengan
permukaan licin. Daun pada tanaman ini majemuk, lonjong, berseling panjang 6-8,
dan lebar 3-4,5 cm. Bunga pada tanaman ini majemuk, terdapat pada ketiak daun,
panjang kurang lebih 12 cm, berwarna hijau keputih-putihan. Buah pada tanaman ini
berbentuk polong, berwarna hijau da panjang 15-25 cm. Biji lonjong, berwarna coklat
mudah. Akar tunggang dan berwarna coklat muda.
BAB III PROSEDUR PELAKSANAAN

3.1 Waktu dan Tempat


Dalam kunjungan ke toko benih, kami berkunjung ke dua toko di daerah
Bogor. Pada kunjungan pertama kami ke toko benih Diana Phon pada hari Sabtu
tanggal 12 Maret 2016, beralamat di Jalan Otto Iskandar Dinata nomor 56 Kota
Bogor yang berdekatan dengan Pasar Bogor. Pada kunjungan kedua, kami
mengunjungi ke toko benih Sahabat Tani pada hari Selasa tanggal 15 Maret 2016,
beralamat di Jalan Raya Ciapus nomor 165 Kecamatan Ciomas, Kabupaten Bogor.
Setelah melakukan survei kunjugan ke dua toko benih, dilakuan pengujian purna jual
benih. Pengujian purna jual benih dilakukan pada hari Sabtu tanggal 19 Maret 2016
di Laboratorium GG BENIH 1 Kampus Gununggede Program Diploma Institut
Pertanian Bogor.
3.2 Pelaksanaan Kegiatan
Dalam survei kunjungan ke toko benih, metode yang digunakan adalah
metode wawancara. Pada tahap pertama, pemilik toko atau karyawan toko
diwawancarai mengenai 4 komponen, yaitu produk, tempat, harga, dan promosi .
Berikut merupakan kuesioner yang digunakan dalam mewawancarai pemilik toko
atau karyawan toko benih tersebut:
KUISIONER SURVEY PASAR KOMODITI HORTIKULTURA

A. PROFIL TOKO/KIOS
1. Nama Toko / Kios :
2. Nama Pemilik :
3. Alamat :
4. Tahun Awal Berdiri :
5. Nomor Telepon/HP :
6. Omset Penjualan :

B. KUESIONER
A.PRODUCT (PRODUK)
No Pertanyaan

1. Berapa banyak jumlah produk benih hortikultura yang dijual di toko/kios Anda?
sebutkan!
2. Berapa banyak jumlah produsen benih yang menjual produknya di toko/kios
Anda? sebutkan!
3. Produk benih apa saja yang paling banyak dicari pembeli (petani)? Sebutkan
pula nama varietasnya dan berasal dari produsen mana? Urutkan minimal 5
4. Urutkan penjualan produk yang paling tinggi untuk minimal 5 produk!
produk
(minimal 2 tahun terakhir!
5. Kapan penjualan mencapai periode tertinggi sesuai history

6. Apakah Benih kadaluarsa sering terjadi di Toko? Bagaimana cara mengatasinya

B. PLACE (TEMPAT)
No Pertanyaan

1. Apakah letak toko/kios tersebut strategis? Jelaskan !

2. Apakah letak toko/kios tersebut dekat mudah dijangkau pembeli (petani)?

3. Apakah tata letak toko/kios tersebut sudah sesuai standar? Jelaskan!

4. Apakah toko/kios tersebut mempunyai gudang penyimpanan khusus?

5. Bagaimana kebersihan toko/kios tersebut sehingga dapat menjamin keamanan


kondisi benih, jelaskan!
C. PRICE (HARGA)
No Pertanyaan

1. Bagaimana penetapan harga yang dilakukan toko/kios? Apakah benih yang


dijual harganya terjangkau atau terlalu mahal? jelaskan !
2. Apakah harga eceran tertinggi yang ditentukan oleh produsen untuk masing-
masing komoditi?
3. Berapa harga jual benih untuk masing-masing produsen? (minimal 5 varietas)
4. Berapa % keuntungan atau laba yang ditetapkan untuk komoditi yang dijual,
jelaskan!
5. Berapakah rata-rata Omset penjualan benih pertahun, jelaskan!

D. PROMOTION (PROMOSI)
No Pertanyaan
1. Apa saja bentuk promosi yang diberikan oleh produsen terhadap toko/kios dan
bagaimana cara melakukannya? Jelaskan!
2. Apa saja bentuk promosi yang diberikan oleh toko/kios terhadap
konsumen/petani dan bagaimana cara melakukannya? Jelaskan!
3. Bagaimana pola diskon atau bonus yang diberikan produsen kepada toko/kios
dan jika ada jelaskan juga pola diskon atau bonus yang diberikan oleh toko/kios
4. Bagaimana sistem pembayaran yang ditetapkan oleh produsen kepada
kepada konsumen/petani.
toko/kios? jelaskan!
5. Bagaimana sistem pembayaran yang ditetapkan oleh toko/kios kepada
pembeli/petani? jelaskan!

Setelah mengetahui 4 komponen tersebut, hasil tersebut di analisis dengan


menggunakan Analisis SWOT untuk mengetahui strategi-strategi dalam mendapatkan
informasi dari analisis situasi dan memisahkannya dalam pokok persoalan internal
(kekuatan dan kelemahan) dan pokok persoalan eksternal (peluang dan ancaman).
Analisis SWOT tersebut akan menjelaskan apakah informasi tersebut berindikasi
sesuatu yang akan membantu perusahaan mencapai tujuannya atau memberikan
indikasi bahwa terdapat rintangan yang harus dihadapi atau diminimalkan untuk
memenuhi pemasukan yang diinginkan. Berikut merupakan cara analisis SWOT dengan
menggunakan matriks SWOT
Internal KEKUATAN KELEMAHAN
Eksternal (Strengths - S) Daftar (Weekness - W)
Kekuatan Internal Daftar Kelemahan Internal
PELUANG STRATEGI - SO STRATEGI - SW
(Opportunities-O) Menggunakan kekuatan MengatasiX kelemahan
untuk memanfaatkan dengan memanfaatkan
Daftar Peluang Eksternal peluang Peluang
ANCAMAN STRATEGI - ST STRATEGI - WT
(Threats-T) Menggunakan kekuatan Meminimalkan
Daftar Ancaman untuk menghindari kelemahan dan
Eksternal Ancaman menghindari ancaman
Untuk pengujian purna jual benih dilakukan meliputi pengujian kadar air
benih dan daya berkecamabah benih.
A. Pengujian Kadar Air Benih
1. Alat dan Bahan
Alat yang digunakan untuk pengujian kadar air benih adalah
oven, cawan porselin, timbangan digital, wadah benih, desikator,
grinder dan alat tulis. Bahan yang digunakan adalah benih kacang
panjang, benih pak choy, dan label.
2. Metode
Metode yang digunakan ialah dengan menggunakan oven
dengan suhu tinggi konstan (130-133oC). Sampel untuk pengujian
kadar air diambil dari benih hasil pengujian kemurnian benih
kurang lebih sebanyak lima gram. Dalam pengujian ini, dilakukan
dengan satu ulangan. Dalam menggunakan metode oven dengan
suhu tinggi, benih yang ukurannya besar harus digrinding terlebih
dahulu agar memperluas permukaan benih seperti jagung dan
kacang panjang, jika benih yang ukurannya kecil tidak perlu diberi
perlakuan. Kemudian, timbang bobot awal cawan beserta tutupnya
diberi label (M1). Selanjutnya, masukkan benih yang sudah
ditimbang 5 gram ke dalam cawan porselin, lalu ditimbang
bobotnya kemudian diberi label (M2). Masukkan cawan yang
bersisi benihnya ke dalam oven dengan suhu tinggi konstan 133 oC
selama 1 jam. Setelah 1 jam, keluarkan cawan lalu didiinginkan di
dalam desikator dan kemudian timbang kembali, diberi label (M3).
Dihitung kadar airnya.

B. Pengujian Daya Berkecambah Benih


1. Alat dan Bahan
Alat yang digunakan adalah alat pengepress kertas, cawan
petri, pinset, gunting, alat tulis, Alat Pengecambah Benih (APB)
dan wadah benih. Bahan yang digunakan adalah benih kacang
panjang, benih pak choy, kertas merang, air, dan plastik.
2. Metode
Metode yang digunakan adalah metode Uji Kertas Digulung
dengan Plastik (UKDdP) dan Uji Diatas Kertas (UDK). Untuk
UKDdP, benih yang digunakan adalah benih kacang panjang.
Kertas merang dengan lima lembar dibasahi dengan air kemudian
dipress. Kemudian kertas merang di alasi dengan plastik, lalu
benih ditanam sebanyak 50 butir untuk kacang panjang. Setelah
ditanam kemudian digulung dan ditaruh di APB. Untuk UDK,
benih yang digunakan adalah benih pak choy sebanyak 50 butir.
Kertas merang digunting membentuk lingakaran di cawan petri
sebanyak lima lembar, kemudian dibasahi dengan air. Lalu benih
pak choy ditanam diatas cawan petri kemudian dimasukkan ke
dalam APB.
BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN
1.1 HASIL
a. Matriks SWOT

Toko Diana Phon

Internal KEKUATAN KELEMAHAN


(Strengths - S) (Weekness - W)
1. Letak Toko1. Toko tidak
Strategis (mudahmemiliki gudang
Eksternal dijangkau) penyimpanan
2. Pelayanan yang2. Menjual benih
diberikan olehdarii beberapa
karyawan toko optimal produsen
3. Harga standar

PELUANG STRATEGI SO STRATEGI - WO


(Opportunities-O) S1O1: Melakukan W1O1: Toko harus
perluasan toko membuat gudang
1. Konsumen Banyak S1O1: Membuka penyimpanan agar
2. Banyaknya produsen cabang benih selalu tersedia
benih S1O1: Perluasan pasar dengan kualitas yang
S1O2 : S1O1 baik.
S2O2: Tetap W1O2: Toko benih
memelihara menambah beberapa
kualiatas dan komoditas benih dari
mutu pelayanan produsen yang
S2O2: Menjalin berbeda
kerjasama W1O2=W2O1
dengan W2O2 : Menjalin
produsen benih kerjasama dengan
lain produsen
S3O2: Membuat harga
tetap kompetitif

ANCAMAN STRATEGI ST STRATEGI WT


(Threats-T)
S1T1: Mencari tauW1O1:W1T1
kebutuhan konsumenW2T1 : Menambah
(melakukan risetvolume benih yang
1. Banyaknya Kompetitor pasar) dibutuhkan
S2O2 : S2T1 konsumen
S3T1: MemberikannW1O2 : W2T1
bonus pada konsumen
(dalam pembelian
yang telah ditentukan
Menjaga agar harga
tetap stabil
Toko Sahabat Tani

Internal KEKUATAN KELEMAHAN


(Strengths - S) (Weekness - W)
1. Letak toko
Eksternal strategis (mudah
dijangkau)
2. Memiliki gudang
simpan
3.STRATEGI
Pelayanan
- SO STRATEGI - WO
PELUANG S1O1: Melakukan
(Opportunities-O) perluasan
toko
1. Konsumen S1O1: Membuka
(pelanggan) banyak cabang
2. Banyaknya produsen S1O1: Perluasan
benih pasar
S2O1: Menambah
volume benih
dan jumlah
komoditi yang
dijual
S2O1 : S2O2
S2O2: Menjalin
kerjasama
dengan
produsen
benih lain
S3O1 : S3O1: Tetap
memelihara
kualiatas dan
mutu
pelayanan
S4O1: Membuat
harga tetap
kompetitif

ANCAMAN STRATEGI ST STRATEGI WT


(Threats-T)
S1T1: Mencari tau
kebutuhan
konsumen
1. Banyaknya (melakukan riset
Kompetitor pasar)
S2T1: Memberikann
bonus pada
konsumen (dalam
pembelian yang
ditentukan
riset pasar)
S2T1 : Menambah
volume benih
S3T1: Tetap
memelihara
kualiatas dan mutu
pelayanan
Memberikann bonus
pada konsumen
(dalam pembelian
yang ditentukan
riset pasar)

S4T1: Membuat
harga tetap
kompetitif

b. PENGUJIAN PURNA JUAL

A. Kadar Air

Metode Langsung
No Komoditi KA
M1 M2 M3 Benih
(%)

1 Pakcoy 35,68 40,68 40,40 5,6


Kacang
2 37,80 42,85 42,31 10,69
Panjang

Keterangan:
M1 : Berat wadah + tutup (gr)
M2 : Berat wadah + tutup + isi benih sebelum dikeringkan (gr)
M3 : Berat wadah + tutup + isi benih setelah dikeringkan (gr)

B. Daya Berkecambah

Metode Perkecambahan*
No Komoditi DB
N AB BK BSTT BM
(%)
1 Pakcoy 100 0 0 0 0 100
Kacang
2 43 2 0 5 0 86
Panjang

*disesuaikan dengan jenis benih (UAK,UDK,UKD,UKDp)


Keterangan:
N : Benih normal
AB : Benih abnormal
BK : Benih keras
BSTT : Benih segar tidak tumbuh
BM : Benih mati

4.2 PEMBAHASAN
4.2.1 Bauran Pemasaran
Komponen bauran pemasaran meliputi produk, harga, lokasi, dan promosi
pada toko Diana Phon.
a. Produk
Yang dimaksudkan kualitas produk dalam penelitian ini adalah totalitas figur
dan karakteristik produk atau jasa yang bergantung pada kemampuannya untuk
memuaskan kebutuhan yang dinyatakan atau tersirat. (Philip Kotler dan Kevin Lane
Keller, 2008:143)
Menurut Tjiptono (dalam www.untukku. com.2006 25), dimensi kualitas produk
yang merupakan indikator dari kualitas produk, meliputi : 1) Kinerja (performance),
2) Keistimewaan tambahan feature), 3) Keandalan (reliability), 4) Kesesuaian
dengan spesifikasi (conformance to specifications), 5) Daya tahan (durability), 6).
Etetika (estethic) dan 7) Ketetapan kualitas (perceived quality).
Produk yang ada di toko Diana Phon hanya memiliki beberapa komoditas
benih, hal ini dikarenakan toko hanya menyediakan produk sesuai dengan permintaan
konsumen. Produk yang dijual di toko Diana Phon meliputi benih hortikultura
diantaranya; cabai, tomat, terong, bayam, kacang panjang, kangkung, caisim. Produk
ini diperoleh dari beberapa produsen dengan merek dagang Jawara, Pertiwi, tiga
Daun, dan Botani Seed dengan kemasan yang memiliki daya tahan yang baik.
b. Harga
Yang dimaksudkan harga dalam penelitian ini adalah sejumlah uang yang harus
dibayar oleh pembeli untuk mendapatkan produk tertentu. Harga ini diungkapkaan
dengan berbagai istilah seperti tarif, iuran, sewa dan sebagainya. (Kotler, 2000:93).
Adapun indikator dari variabel harga adalah : 1). Kesesuaian harga dengan daya
beli, 2). Kesesuaian harga dengan kualitas produk, 3). Adanya potongan harga yang
menarik dan 4). Adanya cash back jika produk mengalami kerusakan.
Harga pada toko Diana Phon memiliki harga yang cukup terjangkau, karena
harga produk sesuai dengan kemampuan beli konsumen. Pada produk benih
hortikultura kisaran Rp 14.000,- sampai dengan Rp 20.000,- untuk merek dagang
Jawara, Pertiwi dan Botani Seed kemudian untuk merek dagang Tiga Daun benih
cabai harganya mencapai Rp 20.000,-.
c. Lokasi
Yang dimaksudkan tempat dalam penelitian ini adalah tempat (place) membuat
barang dan jasa tersedia dalam kuantitas dan pada lokasi yang tepat, yang sesuai
dengan keinginan pelanggan. (Cannon, Perreault dan McCarthy, 2008:348).
Menurut (Tjiptono, 2000:41) ada beberapa faktor yang mempengaruhi pemilihan
lokasi, yaitu : 1). Akses, misalnya lokasi yang mudah dilalui atau mudah dijangkau
sarana transportasi umum, 2). Visibilitas, misalnya lokasi dapat dilihat dengan jelas
dari tepi jalan, 3). Lalu lintas (traffic) dan 4). Tempat parkir yang luas dan aman.
Lokasi toko Diana Phon berada di Jalan Otto Iskandardinata No. 56 Babakan
pasar, Bogor Tengah, Kota Bogor, Jawa Barat yang tepatnya terletak di pasar Bogor .
lokasi tokonya strategis karena mudah dijangkau oleh konsumen dan memiliki tempat
parkir yang luas dan cukup aman.
d. Promosi
Yang dimaksudkan promosi dalam penelitian ini adalah promosi dipandang
sebagai arus informasi atau persuasi satu arah yang dibuat untuk mengarahkan
seseorang atau organisasi kepada tindakan yang menciptakan pertukaran. (Basu
Swastha, 2001:25).
Adapun indikator yang digunakan untuk promosi ini merujuk pada tujuan
promosi yang dikemukan oleh Cannon, Perreault dan McCarthy (2008:70), yaitu :
1). Promosi secara keseluruhan bertujuan mempengaruhi perilaku konsumen, 2).
Promosi bertujuan untuk menginformasikan dan mengedukasi konsumen, 3). Promosi
bertujuan untuk membujuk konsumen, 4). Promosi bertujuan untuk mengingatkan
konsumen
Toko Diana Phon tidak melakukan promosi khusus seperti menggunakan brosur
atau memasang iklan, toko tersebut hanya mengandalkan informasi dari satu
konsumen ke konsumen lainnya.
Komponen bauran pemasaran meliputi produk, harga, lokasi, dan promosi
pada toko Sahabat Tani.

a. Produk
Yang dimaksudkan kualitas produk dalam penelitian ini adalah totalitas figur
dan karakteristik produk atau jasa yang bergantung pada kemampuannya untuk
memuaskan kebutuhan yang dinyatakan atau tersirat. (Philip Kotler dan Kevin Lane
Keller, 2008:143)
Menurut Tjiptono (dalam www.untukku. com.2006 : 25), dimensi kualitas
produk yang merupakan indikator dari kualitas produk, meliputi : 1). Kinerja
(performance), 2). Keistimewaan tambahan feature), 3). Keandalan (reliability), 4).
Kesesuaian dengan spesifikasi (conformance to specifications), 5). Daya tahan
(durability), 6). Estetika (estethic) dan 7). Ketetapan kualitas (perceived quality).
Produk yang ada di toko Sahabat Tani memiliki variasi komoditas benih
sehingga konsumen mempunyai pilihan terhadap produk yang diinginkan. Produk
yang dijual di toko Sahabat Tani meliputi benih hortikultura, benih kehutanan, dan
benih palawija, diantaranya; cabai, tomat, terong, bayam, jagung, kacang panjang,
kangkung, selada, caisim, pakcoy, kemangi, buncis, timun, bunga kol, pare, melon,
labu, pepaya, sengon, Produk ini diperoleh dari beberapa produsen dengan merek
dagang Jawara, Pertiwi, tiga Daun, Botani Seed, Cap panah merah, Benimas, Permata
Baru, Garuda Seed, Bintang Asia, Cap Mutiara Bumi, dan Tiki Seed.

b. Harga
Yang dimaksudkan harga dalam penelitian ini adalah sejumlah uang yang harus
dibayar oleh pembeli untuk mendapatkan produk tertentu. Harga ini diungkapkaan
dengan berbagai istilah seperti tarif, iuran, sewa dan sebagainya. (Kotler, 2000:93).
Adapun indikator dari variabel harga adalah : 1). Kesesuaian harga dengan daya
beli, 2). Kesesuaian harga dengan kualitas produk, 3). Adanya potongan harga yang
menarik dan 4). Adanya cash back jika produk mengalami kerusakan.
Toko Sahabat Tani memiliki harga yang cukup terjangkau dan sesuai dengan
kualitas produk serta sesuai dengan daya beli konsumen. Harga untuk benih
hortikultura Rp 12.000,- sampai dengan Rp 20.000,- kisaran untuk merek dagang
Jawara, Pertiwi, Botani Seed.

c. Lokasi
Yang dimaksudkan tempat dalam penelitian ini adalah tempat (place) membuat
barang dan jasa tersedia dalam kuantitas dan pada lokasi yang tepat, yang sesuai
dengan keinginan pelanggan. (Cannon, Perreault dan McCarthy, 2008:348).
Menurut (Tjiptono, 2000:41) ada beberapa faktor yang mempengaruhi pemilihan
lokasi, yaitu : 1). Akses, misalnya lokasi yang mudah dilalui atau mudah dijangkau
sarana transportasi umum, 2). Visibilitas, misalnya lokasi dapat dilihat dengan jelas
dari tepi jalan, 3). Lalu lintas (traffic) dan 4). Tempat parkir yang luas dan aman.
Lokasi toko Sahabat Tani berada di Jalan Raya Ciapus No. 165, Kabupaten
Bogor, Jawa Barat. Lokasi tokonya strategis karena mudah dijangkau oleh konsumen.
Tetapi memiliki lahan parkir yang tidak luas sehingga menyulitkan konsumen.

d. Promosi
Yang dimaksudkan promosi dalam penelitian ini adalah promosi dipandang
sebagai arus informasi atau persuasi satu arah yang dibuat untuk mengarahkan
seseorang atau organisasi kepada tindakan yang menciptakan pertukaran. (Basu
Swastha, 2001:25).
Adapun indikator yang digunakan untuk promosi ini merujuk pada tujuan
promosi yang dikemukan oleh Cannon, Perreault dan McCarthy (2008:70), yaitu :
1). Promosi secara keseluruhan bertujuan mempengaruhi perilaku konsumen, 2).
Promosi bertujuan untuk menginformasikan dan mengedukasi konsumen, 3). Promosi
bertujuan untuk membujuk konsumen, 4). Promosi bertujuan untuk mengingatkan
konsumen
Toko Sahabat Tani melakukan promosi khusus seperti menggunakan brosur
dan informasi secara lisan. Selain itu, dari perusahaan benih juga membantu
mempromosikan toko tersebut. Perusahaan benih tersebut terjun langsung ke lapang
untuk menyarankan ke para konsumen untuk membeli benih di toko Sahabat Tani
sekaligus menawarkan produk yang telah dihasilkan oleh perusahaan benih tersebut.

4.2.2 Analisis SWOT


Analisis SWOT adalah identifikasi berbagai faktor secara sistematis untuk
merumuskan strategi. Analisis ini didasarkan pada logika yang dapat memaksimalkan
kekuatan dan peluang namun secara bersamaan dapat meminimalkan kelemahan dan
ancaman. Proses pengambilan keputusan strategis harus berkaitan dengan misi,
tujuan, strategi dan kebijakan. Dengan demikian perencanaan strategis harus
menganalisis factor-faktor strategi pada kondisi saat ini.
Toko Diana Phon merupakan toko yang menjual benih, pupuk dan alat-alat
pertanian, toko ini memiliki kekuatan lokasi tempat yang strategis hal ini karena
lokasi toko mudah dijangkau oleh konsumen, pelayanan pegawai toko dalam
melayani pelanggan yang optimal dan harga benih yang standar. Toko Diana Phon
memiliki peluang konsumen yang banyak serta banyaknya produsen benih. Dilihat
dari beberapa aspek dapat ditentukan beberapa strategi untuk mengatasi hal tersebut.
Strategi adalah penetapan sasaran dan tujuan jangka panjang sebuah
perusahaan, dana rah tindakan serta lokasi sumber daya yang diperlukan untuk
mencapai sasaran dan tujuan itu. Strategi yang kelompok kami rencanakan adalah
melalukan perluasan toko , membuka cabang baru di beberapa tempat, melakukan
perluasan pasar, tetap memelihara kualitas dan mutu pelayanan kepada pelanggan,
menambah jumlah volume benih (dapat dilakukan dengan menambah beberapa
komoditi ataupun varietas yang dibutuhkan olah konsumen), melakukan kerjasama
dengan beberapa produsen benih dan menjaga agar harga benih tetap stabil.
Toko Diana Phon memiliki kelemahan tidak memiliki gudang penyimpanan
serta hanya menjual benih dari beberapa produsen saja dan memiliki ancaman dari
banyaknya kompetitor . competitor dalam suatu industry biasanya membawa dan
menambah kapabilitas baru, keinginan mendapatkan pangsa pasar (market share), dan
juga sumberdaya baru. Berat ringannya ancaman tergantung pada hambatan masuk
dan reaksi dari para pesaing yang telah telah ada. Jika hambatan masuk ke industry
atau pasar baru dapat dikalahkan oleh para pesaing yang telah ada, maka perusahaan
secara nyata tidak akan mendapatkan ancaman serius dari pendatang baru.
Dari hal tersebut dapat ditentukan strategi sebagai berikut toko harus memiliki
gudang penyimpanan benih agar gudang dapat meyimpan atau memasok benih
dengan jumlah banyak serta menjaga kualitas benih agar tetap baik. Toko benih
menambah jumlah volume benih benih (dapat dilakukan dengan menambah beberapa
komoditi ataupun varietas yang dibutuhkan olah konsumen), melakukan kerjasama
dengan beberapa produsen.
Toko Sahabat Tani merupakan toko yang menjual benih, pupuk, makan
hewan, dan alat-alat pertanian, toko ini memiliki kekuatan lokasi tempat yang
strategis hal ini karena lokasi toko mudah dijangkau oleh konsumen, pelayanan
pegawai toko dalam melayani pelanggan yang optimal dan harga benih yang standar,
toko memiliki gudang simpan dan harga jual benih yang standar. Toko Sahabat Tani
memiliki peluang konsumen yang banyak serta banyaknya produsen benih. Dilihat
dari beberapa aspek dapat ditentukan beberapa strategi untuk mengatasi hal tersebut.
Antara lain melalukan perluasan toko , membuka cabang baru di beberapa tempat,
melakukan perluasan pasar, tetap memelihara kualitas dan mutu pelayanan kepada
pelanggan, menambah jumlah volume benih (dapat dilakukan dengan menambah
beberapa komoditi ataupun varietas yang dibutuhkan olah konsumen), melakukan
kerjasama dengan beberapa produsen benih dan menjaga agar harga benih tetap
stabil.
Menurut kelompok kami toko Sahabat Tani tidak memiliki kelemahan dan
ancaman hal ini karena toko Sahabat Tani sudah memiliki pengalaman berwirausaha
selama 34 tahun, jadi toko ini sudah dapat mengatasi segala kelemahan dan ancaman
yang ada.
Produsen benih atau pemasok menyediakan dan menawarkan input yang
diperlukan untuk memproduksi barang atau jasa oleh perusahaan. Apabila pemasok
mampu mengendalikan perusahaan dalam hal penyediaan input, sedang industry tidak
memiliki kemampuan untuk mengendalikan pemasok maka posisi tawar industry
menjadi lemah dan sebaliknya posisi tawar menjadi kuat.
Dalam pembelian terdapat dua jenis pelanggan yang dimaksud yaitu yang
terdiri dari pelanggan individual dan pelanggan organisasi. Dalam industry tertentu
mungkin terdapat beberapa perantara pelanggan antara industry atau pemakai akhir
atau konsumen akhir , namun juga ada industry atau perusahaan yang menjual secara
langsung kapada konsumen akhir.

4.2.3 Pengujian Purna Jual


Pakcoy Kacang Panjang
Benih Hasil Label Hasil Label
Pengujian Kemasan Pengujian Kemasan
%KA 5,60 - 10,69 -
%DB 100 85 86 85

ini
BAB V KESIMPULAN

5.1 Kesimpulan
1.

5.2 Saran
DAFTAR PUSTAKA

Basu Swastha dan Irawan. (2003). Manajemen Pemasaran Modern. (Edisi kedua).
Cetakan ke sebelas. Yogyakarta : Liberty Offset.
Charles W. Lamb, Joseph F. Hair, Carl Mcdaniel. 2001. Pemasaran. Edisi Pertama,
Jakarta: Salemba Empat,
David, Fred R., 2008. Manajemen Strategis. Edisi Sepuluh, Penerbit Salemba Empat,
Jakarta
Irawan, Faried, Wijaya dan M.N. Sudjoni, 1998, Pemasaran Prinsip Dan Kasus,
Edisi 2, Yogyakarta: BPFE Yogyakarta.
Jogiyanto. (2005). Sistem Informasi Strategik untuk Keunggulan Kompetitif Penerbit
Andi Offset, Yogyakarta.
Kotler Philip dan Armstrong. 2004. Principles of Marketing. 9th Edition. Prentice Hall
Inc, New Jersey.
Kotler Philip dan Keller. 2007. Manajemen Pemasaran: Analisis, Perencanaan,
Implementasi dan Pengendalian. Edisi Pertama. Penerbit Prentice Hall,
Salemba Empat, Jakarta.
Kotler, Philip. (2000). Marketing management : The millenium edition. New Jersey :
Prentice Hall
Kotler, Philip. 2002. Manajemen Pemasaran : Analisis, Perencanaan, Implementasi
dan Kontrol, terj : Hendra Teguh dan Ronny Antonius Rusly, Edisi 9, Jilid 1
dan 2, PT Prenhalindo, Jakarta.
Kotler, Philip. 2004. Manajemen Pemasaran: Analisis, Perencanaan, implementasi
dan Kontrol, Edisi Sebelas. Alih Bahasa, Hendra Teguh. Jakarta: Penerbit PT.
Prenhallindo.
Kotler, Phillip dan Gary Amstrong. (2002). Prinsip-Prinsip Pemasaran, jilid 2, edisi
ke- 8, Jakarta: Penerbit Erlangga.
Lupiyoadi, Rambat, 2001, Manajemen Pemasaran Jasa Teori dan Praktek, penerbit
Salemba Empat, Jakarta.
Purwanto, Iwan 2008, Manajemen Strategi, Bandung: Yrama Widya.
Rangkuti, Freddy. (2006). Analisis SWOT Teknik Membedah Kasus Bisnis. PT.
Gramedia Pustaka Utama, Jakarta.
Rangkuti, Freddy. Measuring Customer Satisfaction. Jakarta : Gramedia Pustaka
Utama (GPU), 2002.
Stanton, W.J.(1978), Fundamentals of Marketing, 5th Ed. Tokyo: Kogakusha,
McGraw-Hill Book Company.
Swastha, Basu. (2005). Azas-azas marketing (2nd ed). Yogayakarta : Akademi
Keuangan dan Bisnis
Tjiptono Fandy, 2001, Strategi Pemasaran. Yogyakarta: Andi.

LAMPIRAN