Anda di halaman 1dari 5

Echo Integrator adalah suatu alat yang berfungsi untuk mengintegrasikan isyarat pantl yang di terima

dari perairan, kemdian menggubahnya kedlam bentuk grafik pada kertas pencatat. Dengan demikian
akan di peroleh data kuantitatif dalam pendugaan biomassa yang dideteksi dalam perairan.

1. Fungsi dan Komponen utama echo integrator


Terdiri dari dua bagian utma yaitu electronic unit yang memiliki dua saluran dan recorder unit
yang juga mempunyai dua saluran yaitu :
Unit Pencatat (Recorder unit)
Berfungsi untuk merekam isyarat pantul yang telah di integrasikan oleh electro unit.
Unit pencatat ini memiliki dua saluran yaitu A dan B (Simrad, 1975).
Kertas pencatat yang di gunakan pada recorder unit adalah kertas grafik jenis Thermal
writing system. Kertas ini akan memberikan goresa (trace) yang berwarna hitam bila
terkea benda panas. Sedangkan struktur kertas pencatat terdiri dari dua bagian yaitu
bagian atas berfungsi untuk mencatat isyarat yang dating dari slran A dan bagian bawah
untuk mencatat isyarat yang dating dari saluran B. Masing masing bagian kertas
pencatat mempunyai 50 skala millimeter.

Gambar 1 Echo Integrator


Keterangan :
1) Gain
2) Treshold
3) Metre Depth
4) Metre interval
5) Bottom interval
6) Mode
7) Konts speed
8) Speed compensation
9) Bottom stop
10) Power
11) Operate and test
12) Saturation
13) Mile marks
14) Signal
15) Interval
16) Sounding
17) Nautical mile
18) Reset
Gambar 1 adalah bagian bagian dari echo integrator. Apabila isyarat suara yang di
terima dari suatu target berada dalam perairan, maka isyarat ini iubah kedalam isyarat
listrik yang akan di teruskan ke jarum pencatat. Dengan adanya arus listrik, jarum
pencatat akan bergerak naik turun membentuk garis pada kertas pencatat sesuai
dengan isyarat yang di terima. Hal ini terjadi karena adanya kenaikan tegangan kibat
pengaruh arus listrik.
Jika isyarat yang di terima cukup banyak (densitas tinggi), maka jarum akan naik
mencapai skala maksimum (50 milimeter) dan jarum akan kembali turun pada skala nol,
kemudian naik lagi sesuai dengan isyarat yang di terima. Sedangkan apabila dalam
periode tertentu isyarat pantul dari target tidak diterima, maka rekaman pada kertas
pencatat berupa garis lurus yang mendatar pada skala nol.
Elektronic Unit
Bagian dari echo integrator yang terdiri dari unit unit listrik yang menangani isyarat
isyarat yang masuk ke dalam echo integrator.
Elektonic unit terdiri dari :
a. Interval pulse generation
Fungsinya adalah untuk mengatur selang intergrasi di atur dengan dua selector.
Yang satu menunjukan kedalaman perairan dan selector yang lain menunjukan
selang kedlaman nya.
b. Signal gate
Berfungsi sebagai gerbang untuk memberikan jalan ke lingkaran integrasi hanya
bagi isyarat pantul yang dating dari kedalaman yang telah di tentukan.
c. Marker generator
Fungsi nya untuk memberikan tanda batas bagian atas dan bawah dari interval
pada rekaman echo sounder dengan dua garis sejajar.
d. Bottom stom generator
Berfungsi sebagai pemisah gema yang dating dari dasar perairan, sehingga tidak
terekam oleh echo integrator.
e. Gain/Treshold amplifier
Lingkaran arus listrik ini di hubungkan pada bagian garis control yang
memberikan cara pengaturan penguatan terhadap isyarat yang masuk. Untuk
menghilangkan keberisikan (noise), gain/threshold di hubungkan dengan control
f. Operating modes
Echo integrator dapat di operasikan dalam dua bentuk pengoperasian yaitu
dengan caramengatur function selector. Pertama, sounding integration
berfungsi sebagai pengukur target strength dimana rekaman yang terliat pada
kertas pencatat berbentuk defleksi yang vertical. Kedua, nautical mile
integration yang berfungsi sebagai pengukur secara kuantitatif diman rekaman
yang terlihat pada kertas pencatat berbentuk garis yang naik dengan tahap
tahap yang kecil sesuai dengan isyarat yang di terima.
g. Sounding integrator
Berfungsi untuk menggabungkan isyarat isyarat yang telah di kuadratkan oleh
squarer.
h. Squarer
Berfungsi untuk menguadratkan voltase isyarat yang di deteksi sebelum
pengintegrasian. Hal ini terjadi apabila di lakukan dengan operasi fungsi nautical
mile integration
i. Read gate
Fungsi nya adalah sebagai pintu gerbang untuk melewatkan voltase gabungan
yang di capai pada sounding integrator ke mile integrator
j. Hold/reset dari sounding integrator
Berfungsi untuk mengembalikan jarum pencatat pada titik nol apabila
millimeter defleksi pada kertas pencatat telah mencapai batas maksimum.
k. Mile integrator
Fungsi nya nautical mile integration, mengumpulkan voltase gabungan yang di
pindahkan dari sounding integrator dan hasil nya adalah kenaikan voltase arus
searah dalam tahap tahap kecil.
l. Read pulse generator
Berfungsi untuk membuka read gate agar voltase gabungan yang di dapat pada
sounding integrator dapat di pindahkan ke mile integrator. Hal ini terjadi pada
tiap transmisi.
2. Macam Macam Echo Integrator
Pada permulaan diketemukan dan dikembangkannya echo integrator ini hanya analog echo
integrator yang berhasil diterapkan dan itupun dengan single beam system. Kemudian
dengan semakin majunya teknologi, maka analog echo integrator ditinggalkan dan lahirlah
digital echo integrator. Walaupun telah menggunakan sistem digital tetapi karena belum bisa
mengukur in situ target strength secara langsung dan time (karena masih menggunakan sistem
beam tunggal) maka ketelitian/ akurasi dan ketepatan pendugaan stok ikan menjadi tidak begitu
tinggi.

1. Single beam system


Echo integrator dengan single beam acoustic system ini semula banyak memberikan
harapan, akan tetapi kemudian banyak menimbulkan permasalahan karena hasil pendugaan
stok ikan yang diperolehnya kurang bisa dipertanggung jawabkan. Echo integrator tipe ini mula-
mula dikembangkan di Norwegia, kemudian di Amerika Serikat, Perancis, dan Jepang.
Akhir-akhir ini dengan berbagai modifikasi dari echo integrator generasi sebelumnya.
Kaijo Denki (Jepang) mengembangkan digital echo integrator dengan sistem yang mereka sebut
quasi dual-beam system (Furusawa et al, 1990), yakni dengan memanfaatkan dua beam dari
dua transducer dengan frequensi yang berbeda (25 dan 100 kHz). Akan tetapi setelah dikaji lebih
lanjut dan kembali kepada prinsip-prinsip dasar dari dual-beam system, maka sebenarnya echo
integrator tersebut masih tetap mengaplikasikan sistem beam tunggal. Selanjutnya walaupun
telah dilengkapi dengan monitor khusus yang bisa diatur sedemikian rupa sehingga nilai target
strength berdasarkan perbedaan warna (dengan ketelitian 1,5 dB), maka tetap tidak bisa
menghasilkan nilai in situ target strength yang sebenarnya dan dengan akurasi yang tinggi.
Dengan demikian, kiranya single-beam system ini tidak akan mampu bersaing di masa depan,
yang dengan demikian pilihan akan tetap jatuh pada sistem beam yang lebih canggih.

2. Dual-beam system
Dengan mengkombinasikan dual-beam system untuk mendapatkan in situ target strength
dan digital echo integrator seperti tertera pada Gambar 19, maka dual-beam acoustic system ini
mempunyai suatu keunggulan dalam sistem perolehan dan pemrosesah data (Burczynski and
Johnson, 1986).
Seperti terlihat pada Gambar tersebut, dengan transducer yang menggunakan dual-beam
yang dioperasikan dengan towed-body (V-fin), maka melalui echo sounder akan diperoleh echo
signal yang kemudian disalurkan ke masing-masing TVG. Echo signal dari wide beam yang
melalui TVG 40 log R + 2R hanya digunakan untuk mengukur in situ target strength melalui
dual-beam processor. Sedangkan echo signal yang berasal dari narrow beam dipecah menjadi
dua, yang satu masuk ke TVG = 40 log R + 2R untuk diproses bersama echo signal dari wide-
beam di dual-beam processor, sedangkan yang satu lagi untuk ke TVG = 20 log R + 2R untuk
diproses lebih lanjut di echo integrator. Demikianlah seterusnya, dari dual-beam processor akan
dihasilkan nilai rata-rata in situ target strength sedangkan dari echo integrator dihasilkan nilai
rata-rata SV. Kemudian dengan micro computer dapat dilakukan penghitungan lebih lanjut
sampai mendapatkan densitas ikan dan kemudian stok/kemelimpahan ikan.
Demikianlah secara ringkas prinsip dari dual-beam acoustic system yang hingga saat ini
memiliki keunggulan komparatif pada portabilits yang tinggi karena transducer dioperasikan
dengan towed body dan sudah tentu jika noise tidak telalu besar maka ketelitiannya tinggi.
3. Split-beam system
Pada prinsipnya tidak ada perbedaan yang mendasar dari digital echo integrator yang
digunakan pada split-beam acoustic system ini dengan dual-beam acoustic system.
Perbedaannya hanya pada perolehan dan pemrosesan data target strength. Secara umum
sistem perolehan dan pemrosesan data dengan sistem ini adalah seperti tertera pada Gambar
20.
Sehubungan dengan prinsip kerja dari sistem ini adalah mencari beda fase dari echo
signal yang diterima oleh dua belahan transducer (sebutlah yang satu adalah port-starboard
phase pulse, dan yang satu lagi fore-aft phase pulse), maka selain dapat mengukur in situ target
strength secara akurat juga dapat mengukur posisi sudut dari masing-masing target yang
terletak di dalam beam (Foote, 1988).
Untuk sistem perolehan dan pengolahan data yang real time, maka ada baiknya diberikan
penyederhanaan dari sistem yang ada hanya untuk memudahkan pemahaman tentang
bagaimana real-time system tersebut bekerja (lihat Gambar 21 diatas).
4. Quasi ideal-beam system
Dengan ditemukannya quasi-ideal-beam seperti yang telah dijelaskan pada Bab-3, maka
kalibrasi akustik dan pengukuran in situ target strength yang akurat menjadi kenyataan.
Echo integrator dengan sistem ini seperti pada sistem lainnya, memiliki dua processor yang
terpisah yang memungkinkan nilai SV dan TS untuk frekuensi ganda dan secara simultan
menghitung SV dan TS untuk frekuensi tinggal tertentu (lihat Gambar 22).
Dalam perhitungan dengan SV mode, SV dan data lain seperti SS (Surface scattering
strength per unit area), S (ratio of the area of the fish echo recorded within each integration
layer), N (density of fish) dan BSV (backscattering strength of a single fish per unit volume = TS)
dapat juga dihitung dan diprint-out secara bersamaan.
Selanjutnya pada penghitungan dengan TS mode, perhitungan dari nilai rata-rata TS
pada masing-masing layer, TS max (maksimum TS), M (total fish density) dan N (densitas ikan)
dapat dihitung dan diprint-out seperti haInya SV-mode. Sebagai tambahan,, disediakan juga
TS distribution mode yang memperlihatkan histogram dari distribusi TS atau panjang dari ikan-
ikan yang diteliti/ disurvai.