Anda di halaman 1dari 6

CRUSTACEA

A. Pengertian
Krustasea adalah suatu kelompok besar dari artropoda, terdiri dari kurang lebih
52.000 spesies yang terdeskripsikan, dan biasanya dianggap sebagai suatu subfilum.
Kelompok ini mencakup hewan-hewan dengan tubuh tersegmentasi (beruas-ruas) yang
cukup dikenal seperti lobster, kepiting, udang, kutu kayu, kutu air, udang karang,
serta teritip. Mayoritas merupakan hewan air, baik air tawar maupun laut, walaupun
beberapa kelompok telah beradaptasi dengan kehidupan darat, seperti kepiting darat dan
kutu kayu. Kebanyakan anggotanya dapat bebas bergerak, walaupun beberapa takson
bersifat parasit dan hidup dengan menumpang pada inangnya.
Hewan-hewan Crustacea bernapas dengan insang yang melekat pada anggota
tubuhnya dan sistem peredaran darah yang dimilikinya adalah sistem peredaran
darahterbuka. O2 masuk dari air ke pembuluh insang, sedangkan CO2 berdifusi dengan
arah berlawanan. O2 ini akan diedarkan ke seluruh tumbuh tanpa melalui pembuluh darah.
B. Klasifikasi
Crustacea dibagi menjadi enam kelas, yaitu Remipedia, Branchiopoda, Ostracoda,
Cephalocarida, Maxillopoda, dan Malacostraca.
1)

Remipedia, merupakan udang purba, hidup di perairan yang gelap, contohnya di

dalam gua-gua yang berhubungan dengan air laut. Air di dalam gua memiliki stratifikasi,
lapisan air tawar berada di atas lapisan air asin. Tubuh Remipedia berukuran sekitar 30
mm, terdiri atas kepala (sepal) dan badan yang memanjang (trunk) dengan 32 ruas. Ruas
tubuh yang pertama bersatu dengan kepala, sedangkan ruas terakhir bersatu dengan telson
(ruas terakhir pada tubuh Crustacea). Kepala ditutupi pelindung dan memiliki tonjolan
preantenula sebagai indra peraba. Remipedia memiliki alat sengat yang tajam dan beracun
sebagai jarum injeksi dan berenang dengan menggunakan punggung sebagai landasan.
Hanya terdapat 22 spesies Remipedia, contohnya Speleonectes atlantida (ditemukan di
terowongan

vulkanik

Godzillognomus schrami.

Atlantida,

Kepulauan

Canary), Speleoiectes tanumekes,

dan

2)

Branchiopoda, hidup di air tawar. Jumlah segmen tubuh dan appendage (bagian-

bagian tubuh luar) sangat bervariasi, maksila tereduksi atau tidak ada, dan memiliki kaki
berbentuk seperti daun. Contohnya Artemia salina, Lepidocaris rhyniensis, dan Daphnia
pulex.
3)

Ostracoda, memiliki tubuh berukuran kecil sekitar 0,2 30 mm, berbentuk bulat atau

lonjong, ruas-ruas tubuh tampak tidak jelas, dan memiliki antena yang panjang sebagai alat
gerak untuk berenang. Ostracoda memiliki karapas berkeping dua yang menyatu di bagian
dorsal dan menutupi badan serta kepala. Karapas ada yang keras karena mengandung zat
kapur dan setiap kali molting akan diganti dengan yang baru. Ada Ostracoda yang hidup
sebagai zooplankton di laut dengan kedalaman hingga 700 m, sebagai bentos atau melekat
di dasar perairan, atau membuat liang. Ostracoda merupakan herbivor, karnivor, predator,
atau pemakan detritus (sisa tumbuhan/hewan yang sudah mati). Beberapa spesies ada yang
hidup komensalisme dengan Echinodermata atau Crustacea lainnya. Terdapat sekitar
13.000 spesies Ostracodayang masih hidup, contohnya Cypridina mediterranea,
Azygocypridina lowryi, dan Gigantocypris pellucida.
4)

Cephalocarida, merupakan kelompok udang-udangan kecil paling primitif yang

masih hidup. Panjang tubuh Cephalocarida sekitar 2-4 mm, maksila (rahang atas) tidak
berkembang, pemakan detritus (sisa tumbuhan/hewan), sebagai bentos di sedimen lumpur
atau pasir dasar laut dengan kedalaman laut hingga 1.500 m, dan bersifat hermafrodit.
Terdapat hanya empat genus Cephalocarida, contohnya Lightiella monniotae dan
Hutchinsoniella macracantha.
5)

Maxillopoda, memiliki tubuh yang berukuran kecil (kecuali teritip/barnacle). Tubuh

Maxillopoda pendek, terdiri atas bagian kepala (5 ruas), dada (6 ruas), dan perut (4 ruas),
dan sebuah telson. Kepala dan dada ada yang bersatu. Ada yang memiliki karapas, dan ada
yang tidak. Mata ada yang memiliki tiga mangkuk yang disebut naupliar eyes. Contoh

Maxillopoda antara lain Cyclops bicuspidatus, Austromegabalanus psittacus dan


Stygotantulus stocki.
6) Malacostraca, memiliki tubuh yang terdiri atas lima ruas kepala, delapan ruas dada,
dan enam ruas perut (kecuali Leptostraca yang memiliki tujuh ruas), dan sebuah telson.
Karapas menutupi toraks, atau tereduksi. Kepala dan dada bersatu membentuk
sefalotoraks. Malacostraca merupakan Crustacea dengan anggota paling banyak, terdapat
lebih dan 25.000 spesies. Malacostraca dibagi menjadi beberapa ordo, antar kelomang
(Pagurus bernhardus) lain Isopoda (berkaki seragam) contohnya Asellus sp, Amphipoda,
contohnya Alicella gigantean, Stomatopoda, contohnya Odontodactylus latirostris,
dan Decapoda (jumlah kaki sepuluh), contohnya udang windu (Penaeus monodon),
kelomang (Pagurus bernhardus), rajungan (Portunus), dan kepiting bakau (Scylla serrata).
C. Ciri-ciri
Crustacean termasuk ke dalam kategori hewan anthropoda. Adapun ciri-ciri dari
crustasea tersebut adalah :
a) Bagian kepala dan dada bersatu (chepalotorax).
b) Mempunyai rangka luar yang keras.
c) Kakinya terdapat hampir pada semua ruas tubuh.
d) Tidak memiliki sayap.
e) Sistem pencernaan : mulut > kerongkongan > lambung > usus > anus.
f) Sistem saraf crustacea merupakan susunan saraf tangga tali.
g) Sistem peredaran darah terbuka.
h) Memiliki dua pasang antena.
i) Kebanyakan julurannya bercabang dua,
j) Terbagi menjadi 2 sub-kelas, yakni entomostraka dan malakostraka.
D. Contoh
1. Udang Galah (Macrobrachium rosenbergii de Man)

Udang Galah (Macrobrachium rosenbergii de Man) adalah komoditas perikanan air


tawar yang merupakan salah satu kekayaan perairan Indonesia. Selain mempunyai ukuran
terbesar dibandingkan dengan udang air tawar lainnya juga mempunyai nilai ekonomis
penting karena sangat digemari konsumen baik dalam maupun luar negeri terutama di
Jepang dan beberapa negara Eropa.
a) Klasifikasi
Adapun klasifikasi dari udang galah (Macrobrachium rosenbergii de Man) itu

yakni :
Kingdom
Phylum
Class
Order
Family
Genus
Specific name
Scientific name
Badan udang

: Animalia
: Arthropoda
: Malacostraca
: Decapoda
: Palaemonoidea
: Macrobrachium
: Rosenbergii
: Macrobrachium rosenbergii
galah terdiri ruas-ruas yang ditutup dengan kulit keras, tak elastis dan

terdiri dari zat chitin. Badan udang galah terdiri dari tiga bagian yaitu bagian kepala dada
(cephalothiorax), badan (abdomen) dan ekor (uropoda).
Bagian cephalothorax dibungkus oleh kulit keras yang disebut carapace. Pada
bagaian depan terdapat tonjolan yang bergerigi disebut rostrum. Secara taksonomi rostrum
mempunyai fungsi sebagai penunjuk jenis (species). Ciri khusus udang galah yang
membedakan dengan jenis udang lainnya adalah bentuk rostrum yang panjang dan
melengkung seperti pedang dengan jumlah gigi bagian atas 11-13 buah dan gigi bawah 814 buah. Pada bagian dada terdapat lima pasang kaki jalan (periopoda). Pada udang galah
jantan dewasa pasangan kaki jalan ke-2 tumbuh sangat panjang dan besar, panjangnya

dapat mencapai 1,5 kali panjang badannya. Sedangkan pada udang galah betina
pertumbuhan kaki jalan ke-2 tidak begitu menyolok.
Bagian abdomen terdiri dari lima ruas, tiap ruas dilengkapi sepasang kaki renang
(pleiopoda). Pada udang galah betina bagian ini agak melebar, membentuk semacam
ruangan untuk mengerami telurnya (broadchamber). Bagian uropoda merupakan ruas
terakhir dari ruas badan, yang kaki renangnya berfungsi sebagai pengayuh atau yang biasa
disebut ekor kipas. Uropoda terdiri dari bagian luar (exopoda) dan bagian dalam
(endopoda) serta bagian ujungnya meruncing disebut telson.
Udang galah hidup pada dua habitat, yakni pada stadia larva hidup di air payau dan
akan kembali ke wilayah air tawar pada stadia juvenile hingga menjadi dewasa. Pada
stadia larva perubahan metamorfosa terjadi selama 11 kali dan berlangsung selama 30-25
kali. Jenis udang ini bersifat omnifora yg cenderung aktif di malam hari.
Ciri-ciri khusus udang galag jantan dan betina antara lain ;
Udang galah jantan
- Ciri yang paling mencolok adalah pasangan kaki jalan ke-2, tumbuh sangat besar , kuat,
-

bercapit besar dan panjang.


Bagian perut lebih ramping dari udang galah betina.
Kepala udang galah jantan tampak lebih besar dari udang galah betina.
Tubuh udang galah jantan langsing dan keadaan ruang dibawah perut sempit.
Alat kelamin udang galah jantan terletak pada pangkal kaki jalan ke-5.
Udang galah betina
Pasangan kaki jalan ke-2 tumbuh kecil, capit yang ke-2 lebih pendek.
Bagian perutnya nampak lebih gemuk dan lebar.
Kepala udang galah betina lebih kecil daripada udang galah jantan.
Tubuh udang galah betina terlihat gemuk dan ruang bagian bawah perut membesar

sesuai dengan kegunaannya untuk mengerami telur.


- Alat kelamin udang galah betina terletak pada pangkal kaki jalan ke-3.
b) Manfaat
1) Secara ekologi
2) Secara ekonomi
c) Potensi sebaran udang galah di Indonesia
Komoditas udang galah diklaim oleh berbagai negara sebagai fauna asli, antara lain
oleh India dan Indonesia. Di Indonesia, udang galah dapat ditemukan di berbagai wilayah,
dan masing-masing memiliki varietas dengan ciri-ciri tersendiri. Misalnya, dari wilayah
Sumatera dan Kalimantan, udang galah memiliki ukuran kepala besar, capit yang panjang,

dan berwarna hijau kuning. Dari wilayah Jambi, udang galah memiliki ukuran kepala yang
lebih kecil, capit kecil dan berwarna keemasan.
Peluang pasar udang galah masih terbuka luas baik di dalam maupun di luar negeri.
Untuk pasar lokal, permintaan datang terutama dari wilayah yang banyak dikunjungi turis,
seperti Bali, Jakarta, Batam dan Surabaya. Sedangkan pasar udang di luar negeri telah
terbentuk di Negara Jepang, Korea, Singapura, Amerika Serikat, Kanada, Skotlandia,
Belanda, Inggris, Selandia Baru, dan Australia dengan pasokan utama dating dari Thailand,
China dan India. Ukurannya mulai dari 100 gr hingga 200 gr per-ekor. Bahkan udang yang
tertangkap di perairan bisa mencapai hingga 300 gr per-ekor.
2. Udang Windu
3.
4.

Udang
Udang
5. Udang