Anda di halaman 1dari 11

PRESENTED BY: YONA AISHA

DEPARTEMEN TEKNIK GEOFISIKA


FAKULTAS TEKNIK SIPIL DAN PERENCANAAN
INSTITUT TEKNOLOGI SEPULUH NOPEMBER SURABAYA

LAPORAN TUTORIAL INTERACTIVE


PETROPHYSICS
Interactive Petrophysics atau bisa disingkat IP merupakan sebuah program yang digunakan
untuk memaksimalkan potensi dari data sumur dengan menawarkan control dan eleksibilitas,
melalui antar user. Software Interactive Petrophysic ini juga berguna untuk memudahkan suatu
pekerjaan dalam menginterpretasikan pembacaan logging. User IP dapat melakukan interpretasi
seperti minimal curve, penentuan lithology suatu batuan. Penentuan volume shale, penentuan
porositas batuan, analisa multi zone, analisa multi well, penentuan Rw hingga pay zone. Berikut
merupakan tahapan dalam pengolahan (workflow)

Perhitungan
Membuka Input Data Penentuan Zona
Temperature
Software IP Sumur Reservoir
Gradient

Perhitungan Perhitungan Menentukan


Perhitungan
Porositas dan Water Zona Batubara
Volume Shale
Saturasi air Resistivitas (Rw) (Coal)

Penentuan Pay
Zone

1. Input Data Sumur


Membuka program Interactive Petrophysics v3.5
Untuk file baru, buka menu file dan pilih new database, akan muncul kotak dialog
seperti gambar berikut, klik browse dan pilih folder yang diinginkan untuk dijadikan
database dan klik OK

Setelah ditentukan tempat untuk database, pilih menu Well kemudian Create New
Well untuk membuat sumur baru, Beri nama pada sumur kemudian klik OK.
Open Database > Pilih lokasi penyimpanan > OK > Create New Well > Tulis nama
sumur > OK

Click input/output pada toolbar > Load Data > LAS/LBS Load > buka data yang akan
diinputkan

Setelah load data sumur, akan muncul window seperti ini

Untuk melihat log pada data sumur


pilih view > log plot, setelah itu akan muncul kotak dialog berjudul plot.
Pada kotak dialog tersebut pilih File > Program Default Plot > Triple Combo
Maka muncul tampilan seperti pada gambar berikut:

Dikarenakan track masih belum sesuai maka ditentukan plotting data log seperti
berikut:
Track 1 : Depth
Track 2 : Gamma Ray, SP, HCAL
Track 3 : RLA 5, RLA 3, RX0Z
Track 4 : RHOZ, TNPH, HDRA, PEFZ, DT
Dengan range skala, warna kurva, diatur untuk memudahkan dalam menganalisa,
sehingga seperti pada gambar berikut:

Membuat track baru


Klik kanan pada track yang sudah ada > new track > munculkan log HCAL pada
track baru > buat shading

Kemudian akan muncul tampilan seperti ini:


Membuat well header
Input Parameter-parameter data sumur dengan cara :
Well > Manage Well Header Info > Default Parameter.
Inputan data sesuai pada .LAS

Input FORMASI
input / output > Load Data > Load Top Zone > New Zones > File excel well marker,
kemudian salin data-data nama formasi dari data excel well marker > OK.

Setelah dilakukan input formasi, masukkan data formasi tersebut ke track pada plot
log seperti pada gambar berikut. Jangan lupa untuk mengganti style > zone untuk
input header track formasi.
2. Penentuan Zona Reservoir
Double click pada header track log 3 (yang terdapat log neutron dan densitas) > Shading
> RHOZ (densitas) & TNPH (neutron).
Sementara shading antara RXOZ dengan RLA 5 pada track 2 untuk melihat separasi dapat
dilakukan

Sehingga muncul zona reservoir seperti pada gambar berikut:

3. Perhitungan Temperature Gradient


Dapat dilakukan dengan tahapan berikut
Klik calculation > Temperature Gradient sehingga muncul kotak dialog seperti
dibawah ini
Sebelum run hasil kalkulasi temperature gradient dilakukan lagi tahap berikut :
klik output set dan create new set, dengan nama TempGrad sehingga muncul output set
baru yakni Tempgrad. Setelah output set Tempgrad tersedia. Pilih output set Tempgrad
tersebut lalu klik run. Lalu, munculkan kurva temperature gradient pada track baru.

4. Penentuan Zona Batubara


Bahwasanya batubara memiliki densitas yang sangat kecil namun memiliki nilai log
neutron yang besar. Sehingga dapat digunakan formula sendiri yakni calculation >
user formula.
Setelah kotak dialog muncul atur discriminator logic, dan result curve berupa COAL seperti
pada gambar berikut:

Lalu muncul output sebagai berikut


5. Perhitungan Water Resistivitas
Calculation > Rw from SP dengan parameter diisi pada kotak dialog dibawah ini

Kemudian input salinitas

6. Perhitungan Volume Shale


dilakukan koreksi gamma ray yakni menggunakan Koreksi Gamma Ray (ECGR)
Ganti input log RLA 5 menjadi RL, HRLT yang merupakan nilai resistivitas asli dari
perhitungan Rw.

perhitungan Vshale
menu Interpretation > Clay Volume, dan memasukkan parameter di kotak dialog
dibawah ini
Untuk melihat hasil perhitungan
interpretation > clay volume parameter

7. Perhitungan Porositas dan Saturasi air


interpretation > Porosity dan Water Saturation, dengan parameter yang diisi:

Nilai porositas dan saturasi terplot dengan jelas pada plot sumur seperti berikut:
Untuk melihat hasil perhitungan
interpretation > Porosity & Water saturation parameter

8. Penentuan Pay Zone


Interpretation > Cut Off Summation >input curve (Depth curve yang digunakan adalah TVD)>
centang pay > run