Anda di halaman 1dari 19

DAFTAR ISI

A. PENGANTAR.................................................................................................................................................. 3
B. RUANG LINGKUP........................................................................................................................................... 3
C. TUJUAN ......................................................................................................................................................... 3
D. METODE ....................................................................................................................................................... 3
E. ALAT DAN BAHAN ......................................................................................................................................... 5
F. PROSEDUR KERJA .......................................................................................................................................... 5
F1. Memuat Data Ke Arcmap ....................................................................................................................... 5
F2. Melakukan Proses Digitasi ...................................................................................................................... 6
F3. Editing Feature ...................................................................................................................................... 10
PANDUAN IDENTIFIKASI OBJEK/UNSUR .......................................................................................................... 13
FORMAT DATA DIGITASI .................................................................................................................................. 17
LOAD DATA SHAPEFILE KE GEODATABASE ...................................................................................................... 18

2
MODUL DIGITASI ON SCREEN
PEMETAAN POTENSI DESA KABUPATEN LUWU TIMUR

A. PENGANTAR

Digitasi secara umum dapat didefinisikan sebagai proses konversi data analog ke dalam format digital.
Objekobjek tertentu seperti jalan, rumah, sawah dan lainlain yang sebelumnya dalam format raster maka
menjadi objekobjek vektor. Pada sebuah citra satelit resolusi tinggi dapat diubah kedalam format digital
dengan proses digitasi.
Metode digitasi onscreen paling sering dilakukan karena lebih mudah dilakukan karena tidak memerlukan
tambahan peralatan lainnya, dan lebih mudah untuk dikoreksi apabila terjadi kesalahan. Digitasi onscreen
biasanya dilakukan pada/dibantu oleh suatu baselayer yang punya referensi spasial, misalnya citra satelit.

B. RUANG LINGKUP

Lingkup dari kegiatan ini terdiri atas lingkup wilayah yakni yang termasuk ke dalam cakupan administrasi
Kabupaten Luwu Timur dan lingkup kedalaman data informasi yang tersajikan pada skala 1:10.000

C. TUJUAN

- Melakukan digitasi on screen citra satelit resolusi tinggi pada wilayah Kab. Luwu Timur
- Digitasi dilakukan terhadap unsur-unsur penggunaan dan penutupan lahan
- Melakukan identifikasi objek-objek pada citra satelit
- Adanya data dijital (vektor dan attribut) pada skala 1:10.000

D. METODE

Metode atau pendekatan yang dilakukan dalam digitasi on screen adalah sebagai berikut:
- Digitasi on screen dilakukan terhadap penampakan objek pada citra satelit secara visualisasi di layar
monitor.
- Sebelum melakukan digitasi, dilakukan pembuatan shapefile (shp) baru dengan tipe point (titik), line
(garis) dan polygon (area).
- Identifikasi objek disertai dengan pengisian attribut tiap-tiap feature dari shp. Identifikasi objek
sebaiknya berpedoman pada unsur-unsur yang telah ditetapkan untuk pemetaan skala 1:10.000 (SNI 19-
6502.1-2000 Spesifikasi teknis peta rupabumi skala 1 : 10.000)
- Penggambaran objek-objek pada citra satelit meliputi:
PENUTUPAN/PENGGUNAAN LAHAN:
1 Pemukiman 38 Waduk
2 Rumah susun 39 Danau/Telaga/Situ
3 Apartemen 40 Rawa
4 Kompleks olahraga 41 Perairan bekas tambang
5 Lapangan golf 42 Rumah diatas air
6 Lapangan olahraga 43 Keramba
3
7 Pemakaman umum 44 Dam
8 Taman makam pahlawan 45 Tanah terbuka
9 Pemakaman khusus 46 Tanah reklamasi
10 Kawasan industri 47 Padang pasir
11 Pergudangan 48 Gumuk pasir
12 Pertambangan terbuka 49 Gosong
13 Pertambangan tertutup 50 Terumbu karang
14 Sawah 51 Pasir pantai
15 Tegalan/ladang 52 Karang/bebatuan
16 Tanaman sayuran 53 Terminal
17 Kebun campuran 54 Pelabuhan laut
18 Kebun sejenis 55 Dermaga apung
19 Perkebunan besar 56 Stasiun KA
20 Perkebunan rakyat 57 Bandara
21 Peternakan 58 SPBU/SPBBG/lainnnya
22 Perikanan 59 Perkantoran
23 Padang rumput 60 Pertokoan
24 Sabana 61 Pasar
25 Alang-alang 62 Gedung pertemuan
26 Semak belukar 63 Kompleks perbankan
27 Hutan 64 Fasilitas pendidikan
28 Mangrove 65 Fasilitas kesehatan
29 Hutan kota 66 Fasilitas peribadatan
30 Obyek wisata 67 Pembangkit tenaga listrik
31 Taman 68 Instalasi
32 Jalur hijau 69 Kompleks militer
33 Situs bersejarah 70 Jalan
34 Kawasan konservasi 71 Jalan tol
35 Kolam air tawar/empang 72 Sungai
36 Tambak 73 Sungai besar
37 Penggaraman 74 Lainnya
HIDROLOGI
1. Irigasi
2. Sungai
TRANSPORTASI
1. Jalan
2. Jembatan
INFRASTRUKTUR
1. Infrastruktur Umum

- Terhadap data yang memiliki kesalahan/eror dilakukan perbaikan data melalui proses editing feature
ataupun topology. Untuk untuk editing feature dilakukan dengan aplikasi tools standar (clip, split,
edit tool, advanced editing, dan lain-lain) sedangkan editing feature dengan topology, dilakukan
dengan rules sebagai berikut:
Type Feature Rules
Polygon 1. Must Not Overlap
2. Must Not Have Gaps
Polyline 1. Must Not Overlap
2. Must Not Intersect
3. Must Not Have Pseudo Nodes
4. Must Not Self-Intersect
Point 1. Must Be Disjoint

- Konsistensi digitasi unsur/objek pada citra satelit pada skala 1.000

4
E. ALAT DAN BAHAN
- Perangkat PC/ Laptop
Spesifikasi minimum : Processor Intel/AMD minimum 2.2Ghz; RAM >3G; Space kosong dalam
hard disk >10 Gb, VGA > 64Mb
- Software/Aplikasi Pemetaan ArcGis/QGis/dan lain-lain
- Citra Satelit Luwu Timur Res. 1 m
- Mouse
- Alat tulis
- Template data dalam format geodatabase

F. PROSEDUR KERJA
Dalam melakukan proses digitasi pada software ArcGis, terdiri dari beberapa tahapan yaitu :

F1. Memuat Data Ke Arcmap


Langkah awal dalam melakukan digitasi on screen adalah:
- Membuka aplikasi Arcmap, baik itu melalui menu start all program ArcGis 10.x ArcMap,
ataupun melalui icon ArcMap yang terdapat pada desktop/taskbar.

- Setelah aplikasi arcmap terbuka, selanjutnya adalah memasukkan data citra satelit Kab. Luwu Timur
(dalam format ecw) dan data vektor (template dalam format geodatabase) yang terdapat pada folder
kerja melalui menu add data.

5
- Adapun hasil dari memasukkan data seperti pada gambar di bawah ini

F2. Melakukan Proses Digitasi


Setelah tahapan memuat data telah selesai, langkah selanjutnya adalah melakukan proses digitasi on screen.
Tahapannya adalah sebagai berikut:
- Aktifkan modul editor, dengan cara memilih Costumize Toolbars Editor.

6
- Maka pada menu bar akan muncul icon Editor. Kemudian pilih Editor Start editing Pilih
layer Continue

- Untuk memudahkan dalam proses digitasi untuk tipe data polygon, sebaiknya dilakukan pengaturan
pada symbology layer dengan menghilangkan fill dari layer dan memberikan warna yang terang/kontras
dan besaran outline dari layer.

- Mengatur skala peta pada perbesaran 1:1.000

7
- Memulai digitasi objek/unsur-unsur penutupan/penggunaan lahan. Dalam melakukan digitasi
disarankan untuk memulai digitasi dari unsur alam seperti sungai yang memiliki cakupan yang besar
kemudian jalan.

- Setelah proses digitasi selesai, selanjutnya adalah pengisian attribute table dengan memilih jenis
penutupan/penggunaan lahan yang tersedia pada list value maps pada kolom JNPGLU/Jenis
Penggunaan Lahan.

8
- Jika objek/unsur tidak terdapat di list value, dimasukkan ke dalam kategori Lainnya dan pada kolom
REMARK/Catatan diberikan informasi mengenai objek tersebut.

- Tahapan di atas merupakan langkah-langkah dalam proses digitasi dengan tipe data polygon/area dan
untuk tipe data line/garis ataupun point/titik serupa dalam proses digitasinya dengan polygon.

9
F3. Editing Feature
Editing feature dilakukan terhadap kesalahan-kesalahan dalam proses digitasi. Dalam digitasi, kita dapat
memanipulasi hasil digitasi yang kita buat dengan menggunakan menu editor. Fungsi-fungsi yang sering
dipakai diantaranya clip, intersect, union, split, advanced editing, edit tool, dan lain sebagainya. Dalam
modul ini, perbaikan terhadap kesalahan-kesalahan feature diawali dengan membangun topology yang
tujuannya memudahkan dalam mengidentifikasi kesalahan digitasi pada suatu layer. Adapun tahapannya
adalah sebagai berikut:
- Membuka Arccatalog pada menu star

- Membuka file geodatabase yang akan di topology, misalnya PENGGUNAANLAHAN_50K_AR

- Membuat topology untuk PENGGUNAANLAHAN_50K_AR dengan cara klik kanan pada dataset
PENGGUNAANLAHAN_AR New Topology

10
- Maka akan muncul window baru New Topology, klik Next Isikan nama topologynya (disini
menggunakan defaultnya saja) Next Aktifkan/Centang PENGGUNAANLAHAN_AR (objek yang
ditopology) lalu next Next lagi

- Selanjutnya adalah menentukan rules topology yang akan digunakan, disini kita menggunakan template
rules topology yang telah disediakan dengan cara klik Load Rules browse file topology_ruleset buka
foldernya pilih ruleset sesuai dengan tipe data open pada kolom Target pilih
PENGGUNAANLAHAN_AR Next Finish

11
- Selanjutnya akan muncul box proses dari toplogy dan konfirmasi untuk validasi rules topology. Setelah
itu kita dapat memasukkan topology yang telah dibuat ke dalam arcmap dan memulai proses editing
feature.

12
PANDUAN IDENTIFIKASI OBJEK/UNSUR
TAMBAK
Tipe data Polygon, digitasi persil tambak,
dicirikan dengan rona se nada,
obyek berupa perairan berpetak-petak,
berada pada area pesisir dan di kelilingi oleh
segerumbulan obyek pepohonan/mangrove.

SAWAH
Tipe data Polygon, digitasi persil sawah, dicirikan
dengan rona hijau senada, vegetasi halus, disertai
adanya petak-petak ditengahnya dan juga kadang
dicirikan dengan adanya saluran irigasi.

SALURAN IRIGASI

PEMUKIMAN
dicirikan dengan rona kasar
berupa komplek bangunan, dengan kadang
diselingi pepohonan jarang di tengahnya.

JALAN

13
TANAH KOSONG/TERBUKA
dicirikan dengan warna
coklat dengan rona agak kasar, tidak
ditemukan obyek pepohonan/tumbuhan di
atasnya. Obyek ini cenderung tidak
dimanfaatkan untuk tujuan tertentu atau
ditanami tanaman.

JALAN DUA JALUR

MANGROVE

SUNGAI

ANAK SUNGAI

HUTAN
dicirikan dengan rona seragam
dengan warna hijau gelap. Obyek ini
biasanya berada pada area pegunungan atau
elevasi tinggi. Penggunaan lahan hutan bisa
juga mengambil data wilayah hutan dari
Dinas Kehutanan.

14
JALAN PRODUKSI

BANGUNAN MESJID

PASIR LAUT

KAWASAN PELABUHAN

15
BENDUNGAN

KEBUN/PERKEBUNAN
dicirikan dengan rona tidak seragam,
kadang disertai dengan obyek bangunan,
obyek ini biasanya berada di area sekitar
pemukiman atau persawahan. Contoh Kebun
Sawit

TEGAL/LADANG
dicirikan dengan rona agak
kasar dengan beberapa obyek yang berbeda
warna mulai dari hijau ke coklat. Obyek ini
umumnya berada di antara hutan dan
pemukiman. Dicirikan juga dengan tidak
adanya saluran irigasi dan bentuk petak yang
tidak beraturan.

SEMAK BELUKAR
dicirikan dengan obyek
warna hijau muda rona seragam, biasanya
berada di area obyek hutan atau di area
obyek persawahan.

16
PEMAKAMAN

FORMAT DATA DIGITASI

Untuk penyeragaman data hasil digitasi, maka disusun suatu format data yang menjadi dasar dalam
melakukan digitasi on screen. Penjelasan tentang format data yang telah disusun adalah sebagai berikut:

Format Data Vektor (geodatabase)

Keterangan:
PT : Tipe data titik/point
LN : Tipe data garis/line
AR : Tipe data area/polygon
10K : Skala peta 1:10.000

Pada file geodatabase, templatenya diberi label DIGITASI_KECAMATAN_TANGGAL, untuk selanjutnya


diganti berdasarkan nama lokasi kajian dan tanggal saat dilakukan share data. Contoh
DIGITASI_ANGKONA_01092017.mdb. Selanjutnya saat melakukan sharing data, file topology yang
dilakukan dalam proses cleaning data feature juga diikutkan sebagai acuan dalam melakukan verifikasi.
Contoh:

17
LOAD DATA SHAPEFILE KE GEODATABASE

Data shapefile yang telah dibuat sebelumnya, dapat dimasukkan ke format geodatabase. Adapun tahapannya
adalah sebagai berikut:
Buka arccatalog, klik kanan pada layer load load data

Selanjutnya, akan tampil window baru lalu klik Next browse pilih data shp add next

18
Lalu klik next penyesuaian attribute table data shp dengan yang tersedia di geodatabase (format kolom
data shp harus sama dengan format kolom pada geodatabase (jika tipe kolom gdb integer maka shp
harus integer))

Lalu pilih load all off Next Finish

19