Anda di halaman 1dari 20

FAKULTAS EKONOMI UNIVERSITAS PANCA BHAKTI

UJIAN TENGAH SEMESTER TA GENAP 2016/2017


DOSEN : Dra. Reni Dwi Widyastuti
Mata Kuliah : Akuntansi Keperilakuan
INSTRUKSI : Jawablah sesuai konsep teoritisnya !

1. Jelaskan tahap pengendalian dan evaluasi kinerja keuangan dalam organisasi !


Jawab :
Proses pengendalian manajemen dalam organisasi
Proses pengendalian manajemen yang baik sebenarnya formal, namun sifat
pengendalian informal masih banyak terjadi. Pengendalian manajemen formal
merupakan tahap-tahap yang saling berkaitan satu sama lain, terdiri dari proses:
a) Pemrograman (Programming)
Dalam tahap ini perusahaan menentukan program-program yang akan
dilaksanakan dan memperkirakan sumber daya yang akan alokasikan untuk
setiap program yang telah ditentukan.
b) Penganggaran (Budgeting)
Pada tahap penganggaran ini program direncanakan secara terinci,
dinyatakan dalam satu moneter untuk suatu periode tertentu, biasanya satu
tahun. Anggaran ini berdasarkan pada kumpulan anggaran-anggaran dari
pusat pertanggungjawaban.
c) Operasi dan Akuntansi (Operating and Accounting)
Pada tahap ini dilaksanakan pencatatan mengenai berbagai sumber daya yang
digunakan dan penerimaan-penerimaan yang dihasilkan. Catatan dan biaya-
biaya tersebut digolongkan sesuai dengan program yang telah ditetapkan dan
pusat-pusat tanggungjawabnya. Penggolongan yang sesuai program dipakai
sebagai dasar untuk pemrograman di masa yang akan datang, sedangkan
penggolongan yang sesuai dengan pusat tanggung jawab digunakan untuk
mengukur kinerja para manajer.
d) Laporan dan Analisis (Reporting and Analysis)
Tahap ini paling penting karena menutup suatu siklus dari proses
pengendalian manajemen agar data untuk proses pertanggungjawaban
akuntansi dapat dikumpulkan.
Tahap penilaian kinerja atau evaluasi kinerja dalam organisasi.
FAKULTAS EKONOMI UNIVERSITAS PANCA BHAKTI
UJIAN TENGAH SEMESTER TA GENAP 2016/2017
DOSEN : Dra. Reni Dwi Widyastuti
Mata Kuliah : Akuntansi Keperilakuan
INSTRUKSI : Jawablah sesuai konsep teoritisnya !

Tahap penilaian kinerja dilaksanakan dalam dua tahap utama yaitu: tahap
persiapan dan tahap penilaian.
Tahap persiapan terdiri dari tahap rinci yaitu:
1. Penentuan daerah pertanggungjawaban dan manajer yang
bertanggungjawab
2. Penentuan kriteria yang dipakai untuk mengukur kinerja
3. Pengukuran kinerja sesungguhnya
Tahap penilaian terdiri dari tiga tahap rinci :
1. Pembandingan kinerja sesungguhnya dengan sasaran yang telah ditetapkan
sebelumnya
2. Penentuan penyebab timbulnya penyimpangan kinerja sesungguhnya dari
yang ditetapkan dalam standar
3. Penegakan prilaku yang diinginkan dan tindakan yang digunakan untuk
mencegah perilaku yang tidak diinginkan.
Tahap penilaian kinerja atau evaluasi kinerja dalam organisasi.

Tahap penilaian kinerja dilaksanakan dalam dua tahap utama yaitu: tahap
persiapan dan tahap penilaian.
Tahap persiapan terdiri dari tahap rinci yaitu:
1. Penentuan daerah pertanggungjawaban dan manajer yang
bertanggungjawab
2. Penentuan kriteria yang dipakai untuk mengukur kinerja
3. Pengukuran kinerja sesungguhnya
Tahap penilaian terdiri dari tiga tahap rinci :
1. Pembandingan kinerja sesungguhnya dengan sasaran yang telah ditetapkan
sebelumnya
2. Penentuan penyebab timbulnya penyimpangan kinerja sesungguhnya dari
yang ditetapkan dalam standar
3. Penegakan prilaku yang diinginkan dan tindakan yang digunakan untuk
mencegah perilaku yang tidak diinginkan.
FAKULTAS EKONOMI UNIVERSITAS PANCA BHAKTI
UJIAN TENGAH SEMESTER TA GENAP 2016/2017
DOSEN : Dra. Reni Dwi Widyastuti
Mata Kuliah : Akuntansi Keperilakuan
INSTRUKSI : Jawablah sesuai konsep teoritisnya !

2. Jelaskan perbedaan antara konsep akuntansi tradisional dengan konsep akuntansi modern
dalam pandangan akuntansi keprilakuan!

Jawab :

Perbedaan akuntansi/manajemen tradisional terhadap akuntansi/manajemen modern


ada didalam tabel dibawah ini:

3. Jelaskan konsep-konsep ilmu psikologi, sosiologi, dan psikologi sosial yang digunakan
dalam akuntansi keperilakuan !

Jawab :
FAKULTAS EKONOMI UNIVERSITAS PANCA BHAKTI
UJIAN TENGAH SEMESTER TA GENAP 2016/2017
DOSEN : Dra. Reni Dwi Widyastuti
Mata Kuliah : Akuntansi Keperilakuan
INSTRUKSI : Jawablah sesuai konsep teoritisnya !

Psikologi, sosiologi dan psikologi sosial menjadi kontribusi utama dari ilmu
keperilakuan. Ketiganya melakukan pencarian untuk menguraikan dan menjelaskan perilaku
manusia, walaupun secara keseluruhan mereka memiliki perspektif yang berbeda mengenai
kondisi manusia. Fokusnya didasarkan pada tindakan orang-orang ketika mereka bereaksi
terhadap stimuli dalam lingkungan mereka, dan perilaku manusia dijelaskan dalam kaitannya
dengan ciri, arah dan motivasi individu. Keutamaan psikologi didasarkan pada seseorang
sebagai suatu organisasi. Psikologi, merupakan ilmu pengetahuan yang berusaha mengukur,
menjelaskan dan kadang mengubah perilaku manusia. sosiologi mempelajari sistem sosial di
mana individu-individu mengisi peran-peran mereka, jadi sosiologi mempelajari orang-orang
dalam hubungan dengan manusia-manusia sesamanya. Secara spesifik, sosiolog telah
memberikan sumbangan mereka yang terbesar kepada perilaku organisasi melalui studi mereka
terhadap perilaku kelompok dalam organisasi, terutama organisasi yang formal dan rumit.
Psikologi sosial, adalah suatu bidang dalam psikologi, tetapi memadukan konsep-konsep baik
dari psikologi maupun sosiologi yang memusatkan perhatian pada perilaku kelompok sosial.
Penekanan keduanya adalah pada interaksi antara orang-orang dan bukan pada rangsangan
fisik. Perilaku diterangkan dalam hubungannya dengan ilmu sosial, pengaruh sosial dan ilmu
dinamika kelompok.

4. Jelaskan teori-teori keperilakuan yang dapat digunakan dalam akuntansi keperilakuan !


Sertakan contoh jika perlu.

Jawab :

Terdapat tiga pilar utama Akuntansi Keperilakuan yaitu: perilaku manusia, akuntansi,
dan organisasi. Akuntansi keperilakuan (behavioral accounting) adalah cabang akuntansi yang
mempelajari hubungan antara perilaku manusia dengan sistem akuntansi (Siegel, G. et al.
1989). Istilah sistem akuntansi yang dimaksud di sini dalam arti yang luas yang meliputi
seluruh alat pengendalian manajemen yang meliputi sistem pengendalian, sistem
penganggaran, manajemen pertangungjawaban, dan lain-lain. Secara lebih terinci ruang
lingkup akuntansi keperilakuan meliputi:
1. Mempelajari pengaruh antara perilaku manusia terhadap penggunaan
sistem akuntansi, yang diterapkan dalam perusahaan, yang berarti bagaimana
sikap dan gaya kepemimpinan manajemen mempengaruhi
sifat pengendalian akuntansi dalam perusahaan.
2. Mempelajari
pengaruh sistem akuntansi terhadap perilaku manusia, yang berarti
FAKULTAS EKONOMI UNIVERSITAS PANCA BHAKTI
UJIAN TENGAH SEMESTER TA GENAP 2016/2017
DOSEN : Dra. Reni Dwi Widyastuti
Mata Kuliah : Akuntansi Keperilakuan
INSTRUKSI : Jawablah sesuai konsep teoritisnya !

bagaimana sistem akuntansi mempengaruhi motivasi, produktivitas,


pengambilan keputusan.
3. Metode untuk memprediksi perilaku manusia dan strategi untuk mengubahnya,
yang berarti bagaimana sistem akuntansi dapat dipergunakan untuk
mempengaruhi perilaku.
Teori-teori akuntansi keperilakuan dikembangkan dari riset empiris atas perilaku
manusia dalam organisasi. Dengan demikian, peranan riset dalam pengembangan ilmu itu
sendiri tidak diragukan lagi.

1. Dari Pendekatan Normatif ke Deskriptif

Pada awal perkembangannya, desain riset dalam bidang akuntansi manajemen masih sangat
sederhana, yaitu hanya memfokuskan pada masalah-masalah perhitungan harga pokok produk.
Seiring dengan perkembangan teknologi produksi, permasalahan riset diperluas dengan
diangkatnya topic mengenai penyusunan anggaran, akuntansi pertanggungjawaban, dan
masalah harga transfer. Meskipun demikian, berbagai riset tersebut masih bersifat normatif.
Pada tahun 1952 C. Argyris menerbitkan risetnya pada tahun 1952, desain riset
akuntansi manajemen mengalami perkembangan yang signifikan dengan dimulainya usaha
untuk menghubungkan desain system pengendalian manajemen suatu organisasi dengan
perilaku manusia. Sejak saat itu, desain riset lebih bersifat deskriptif dan diharapkan lebih bisa
menggambarkan kondisi nyata yang dihadapi oleh para pelaku organisasi.

2. Dari Pendekatan Universal ke Pendekatan Kontijensi

Riset keperilakuan pada awalnya dirancang dengan pendekatan universal (universalistic


approach), seperti riset Argyris (1952), Hopwood (1972), dan Otley (1978). Tetapi, karena
pendekatan ini memiliki banyak kelemahan, maka segera muncul pendekatan lain yang
selanjutnya mendapat perhatian besar dalam bidang riset, yaitu pendekatan kontinjensi
(contingency approach).
Berbagai riset yang menggunakan pendekatan kontinjensi dilakukan dengan tujuan
mengidentifikasi berbagai variabel kontinjensi yang mempengaruhi perancangan dan
FAKULTAS EKONOMI UNIVERSITAS PANCA BHAKTI
UJIAN TENGAH SEMESTER TA GENAP 2016/2017
DOSEN : Dra. Reni Dwi Widyastuti
Mata Kuliah : Akuntansi Keperilakuan
INSTRUKSI : Jawablah sesuai konsep teoritisnya !

penggunaan sistem pengendalian manajemen. Secara ringkas, berbagai variabel kontinjensi


yang mempengaruhi desain system pengendalian manajemen tersebut adalah sebagai berikut:

a) Ketidakpastian (uncertainty) seperti tugas, rutinitas, repetisi, dan faktor-faktor


eksternal lainnya.
b) Teknologi dan saling ketergantungan (technology and interdependence) seperti
proses produksi, produk masal, dan lainnya.
c) Industri, perusahaan, dan unit variabel seperti kendala masuk ke dalam industri,
rasio konsentrasi, dan ukuran perusahaan.
d) Strategi kompetitif (competitive strategy) seperti penggunaan biaya rendah atau
keunikan.
e) Faktor-faktor yang dapat diamati (observability factor) seperti desentralisasi,
sentralisasi, budaya organisasi dan lainnya

5. Jelaskan Peran perilaku pada siklus anggaran suatu organisasi !


Jawab :
Peran dan konsep-konsep keperilakuan yang relevan dalam siklus anggaran suatu
organisasi:

a. Tahap Penetapan Tujuan


Tujuan organisasi sangat dipengaruhi oleh tujuan anggota organisasi yang terkadang
mencerminkan kebutuhan individual dan tujuan pribadi yang saling bertentangan anggota
organisasi yang dominan. Tujuan organisasi ditentukan melalui negoisasi. Tawar-menawar dan
perdagangan pengaruh adalah hambatan yang dikenakan oleh berbagai partisipan dan
lingkungan eksternal maupun internal.
b. Keselarasan Tujuan
Keselarasan tujuan organisasi dengan sub-sub unit dan anggota-anggota yang berpartisipasi
akan terjadi ketika individu memandang bahwa kebutuhan pribadinya dapat dipenuhi dengan
mencapai tujuan organisasi. Keselarasan antara tujuan organisasi dan pribadi juga dapat
ditingkatkan dengan menjelaskan kepada karyawan alasan atas tujuan organisasi didasarkan.
FAKULTAS EKONOMI UNIVERSITAS PANCA BHAKTI
UJIAN TENGAH SEMESTER TA GENAP 2016/2017
DOSEN : Dra. Reni Dwi Widyastuti
Mata Kuliah : Akuntansi Keperilakuan
INSTRUKSI : Jawablah sesuai konsep teoritisnya !

Tujuan organisasi maupun individu tidaklah statis, maka keselarasan tujuan harus terus dicapai
di setiap siklus perencanaan. Oleh karena itu diperlukan komunikasi yang teratur antara
manajemen puncak dan manajemen tingkat bawah serta karyawan. Jika keselarasan tujuan
tidak dicapai akan menimbulkan persaingan tidak sehat dan kualitas pelayanan yang diberikan
kepada pelanggan atau kualitas barang-barang dagangan yang dihasilkan menurun.
c. Partisipasi
Partisipasi adalah suatu proses pengambilan keputusan bersama oleh dua bagian atau lebih
pihak dimana keputusan tersebut akan memiliki dampak masa depan terhadap mereka yang
membuatnya. Dengan kata lain manajer tingkat bawah dan karyawan memiliki suara dalam
proses manajemen. Keterlibatan tersebut dapat berupa kehadiran pada pertemuan-pertemuan
anggaran sampai pada partisipasi dalam diskusi yang berkaitan dengan kewajararan dari kuota
penjualan dan target produksi, serta pada hak untuk melakukan negoisasi dalam menetapkan
sasaran dari orang itu sendiri. Partisipasi telah menunjukkan damapk positif terhadap sikap
karyawan, meningkatkan kuantitas dan kualitas produksi dan meningkatkan kerja sama di
antara manajer. Namun ketika partisipasi diterapkan pada situasi yang salah, partisipasi dapat
menurunkan motivasi dan usaha karyawan untuk mencapai tujuan organisasi.

6. Jelaskan teori teori keperilakuan yang dapat digunakan dalam akuntansi keperilakuan !
Sertakan contoh jika perlu.

Jawab :

Terdapat tiga pilar utama Akuntansi Keperilakuan yaitu: perilaku manusia,


akuntansi, dan organisasi. Akuntansi keperilakuan (behavioral accounting) adalah cabang
akuntansi yang mempelajari hubungan antara perilaku manusia dengan sistem akuntansi
(Siegel, G. et al. 1989). Istilah sistem akuntansi yang dimaksud di sini dalam arti yang luas
yang meliputi seluruh alat
pengendalian manajemen yang meliputi sistem pengendalian, sistem penganggaran,
manajemen pertangungjawaban, dan lain-lain. Secara lebih terinci ruang lingkup akuntansi
keperilakuan meliputi:
FAKULTAS EKONOMI UNIVERSITAS PANCA BHAKTI
UJIAN TENGAH SEMESTER TA GENAP 2016/2017
DOSEN : Dra. Reni Dwi Widyastuti
Mata Kuliah : Akuntansi Keperilakuan
INSTRUKSI : Jawablah sesuai konsep teoritisnya !

1. Mempelajari pengaruh antara perilaku manusia terhadap penggunaan


sistem akuntansi, yang diterapkan dalam perusahaan, yang berarti
bagaimana sikap dan gaya kepemimpinan manajemen mempengaruhi
sifat pengendalian akuntansi dalam perusahaan.
2.Mempelajaripengaruh sistem akuntansi terhadap perilaku manusia, yang be
rarti bagaimana sistem akuntansi mempengaruhi motivasi, produktivitas,
pengambilan keputusan.
3. Metode untuk memprediksi perilaku manusia dan strategi untuk mengubahnya,
yang berarti bagaimana sistem akuntansi dapat dipergunakan untuk
mempengaruhi perilaku.
Teori-teori akuntansi keperilakuan dikembangkan dari riset empiris atas perilaku
manusia dalam organisasi. Dengan demikian, peranan riset dalam pengembangan ilmu itu
sendiri tidak diragukan lagi.

3. Dari Pendekatan Normatif ke Deskriptif

Pada awal perkembangannya, desain riset dalam bidang akuntansi manajemen masih sangat
sederhana, yaitu hanya memfokuskan pada masalah-masalah perhitungan harga pokok produk.
Seiring dengan perkembangan teknologi produksi, permasalahan riset diperluas dengan
diangkatnya topic mengenai penyusunan anggaran, akuntansi pertanggungjawaban, dan
masalah harga transfer. Meskipun demikian, berbagai riset tersebut masih bersifat normatif.
Pada tahun 1952 C. Argyris menerbitkan risetnya pada tahun 1952, desain riset
akuntansi manajemen mengalami perkembangan yang signifikan dengan dimulainya usaha
untuk menghubungkan desain system pengendalian manajemen suatu organisasi dengan
perilaku manusia. Sejak saat itu, desain riset lebih bersifat deskriptif dan diharapkan lebih bisa
menggambarkan kondisi nyata yang dihadapi oleh para pelaku organisasi.

4. Dari Pendekatan Universal ke Pendekatan Kontijensi


FAKULTAS EKONOMI UNIVERSITAS PANCA BHAKTI
UJIAN TENGAH SEMESTER TA GENAP 2016/2017
DOSEN : Dra. Reni Dwi Widyastuti
Mata Kuliah : Akuntansi Keperilakuan
INSTRUKSI : Jawablah sesuai konsep teoritisnya !

Riset keperilakuan pada awalnya dirancang dengan pendekatan universal (universalistic


approach), seperti riset Argyris (1952), Hopwood (1972), dan Otley (1978). Tetapi, karena
pendekatan ini memiliki banyak kelemahan, maka segera muncul pendekatan lain yang
selanjutnya mendapat perhatian besar dalam bidang riset, yaitu pendekatan kontinjensi
(contingency approach).
Berbagai riset yang menggunakan pendekatan kontinjensi dilakukan dengan tujuan
mengidentifikasi berbagai variabel kontinjensi yang mempengaruhi perancangan dan
penggunaan sistem pengendalian manajemen. Secara ringkas, berbagai variabel kontinjensi
yang mempengaruhi desain system pengendalian manajemen tersebut adalah sebagai berikut:

a) Ketidakpastian (uncertainty) seperti tugas, rutinitas, repetisi, dan faktor-faktor eksternal


lainnya.
b) Teknologi dan saling ketergantungan (technology and interdependence) seperti proses
produksi, produk masal, dan lainnya.
c) Industri, perusahaan, dan unit variabel seperti kendala masuk ke dalam industri, rasio
konsentrasi, dan ukuran perusahaan.
d) Strategi kompetitif (competitive strategy) seperti penggunaan biaya rendah atau
keunikan.
e) Faktor-faktor yang dapat diamati (observability factor) seperti desentralisasi,
sentralisasi, budaya organisasi dan lainnya

7.Jelaskan pengendalian keuangan yang komprehensif agar dapat tercapai tujuan perusahaan!

Jawab :

Dalam membangun struktur organisasi dibangun berdasarkan fungsi yang dituntut


dari organisasi yang bersangkutan, jika organisasi dibangun untuk memasuki lingkungan
bisnis yang menuntut kecepatan pengambilan keputusan yang di dalamnya costumer
memegang kendali bisnis dan yang mempekerjakan knowlegde workes, struktur organisasi
yang pas dengan fungsi organisasi tersebut adalah yang memiliki karakteristik, cepat respon,
fleksibel dan inovatif.

Struktur sistem pengendalian manajemen diperlukan oleh organisasi perusahaan karena


menuntut semua perusahaan yang memasukil lingkungan tersebut memiliki kekuatan lebih
untuk bersaing. Agar dapat dipilih oleh costumer, produk dan jasa perusahaan harus memiliki
FAKULTAS EKONOMI UNIVERSITAS PANCA BHAKTI
UJIAN TENGAH SEMESTER TA GENAP 2016/2017
DOSEN : Dra. Reni Dwi Widyastuti
Mata Kuliah : Akuntansi Keperilakuan
INSTRUKSI : Jawablah sesuai konsep teoritisnya !

keunggulan tidak akan bertahan lama, karena pesaing akan mencari berbagai cara untuk
menghasilkan value terbaik bagi costumer. Oleh karena itu, untuk tetap bertahan dan
bertumbuh di lingkungan bisnis yang kompetitif, perusahaan dituntut untuk secara
berkelanjutan menemukan kembali keunggulan daya saing.

Untuk dapat bertahan dan bertumbuh dalam lingkungan bisnis yang kompetitif,
organisasi perusahaan tidak cukup hanya mampu menjadi pencipta kekayaan (wealth-creating
institution) namun, dituntut untuk memiliki kemampuan jauh lebih dari itu, perusahaan dituntut
untuk menjadi institusi pelipatgandaan kekayaan (wealth-multiplying institution) untuk
membangun kemampuan perusahaan sebagai pelipat gandaan kekayaan, manajemen perlu
memanfaatkan sistem manajemen yang khusus didesain untuk tujuan pelipatgandaan
kekayaan.

8. Jelaskan asumsi keperilakuan atas akuntansi pertanggungjawaban !

Jawab :

Akuntansi pertanggungjawaban (responsibility accounting) merupakan istilah yang


digunakan dalam menjelaskan akuntansi perencanaan serta pengukuran dan evaluasi kinerja
organisasi sepanjang garis pertanggungjawaban. Garis pertanggungjawaban ini meliputi
pendapatan, serta biaya-biaya yang diakumulasikan dan dilaporkan oleh pusat
pertanggungjawaban. Pusat pertanggungjawaban merupakan bagian dalam organisasi yang
diakumulasikan secara menyeluruh untuk kepentingan pencatatan.

Akuntansi pertanggungjawaban adalah jawaban akuntansi manajemen terhadap


pengetahuan umum bahwa masalah-masalah bisnis dapat dikendalikan seefektif mungkin
dengan mengendalikan orang-orang yang bertanggung jawab untuk menjalankan operasi
tersebut.

Salah satu tujuan akuntansi pertanggungjawaban adalah untuk memastikan bahwa


individu-individu pada seluruh tingkatan di perusahaan telah memberikan kontribusi yang
memuaskan terhadap pencapaian tujuan perusahaan secara menyeluruh.

Akuntansi pertanggungjawaban merupakan salah satu bidang dari akuntansi


manajemen yang dihubungkan dengan wewenang yang dimiliki oleh setiap manajer atau
dengan kata lain akuntansi pertanggungjawaban merupakan media pengendalian biaya atau
pendapatan dengan menghubungkan biaya atau pendapatan dengan tempat dimana biaya atau
pendapatan tersebut dikeluarkan atau diperoleh oleh penanggungjawab dari tempat tersebut.
Jadi Akuntansi pertanggungjawaban adalah komponen yang penting dari sistem pengendalian
ke suatu perusahaan. Yang dimana manfaatnya memberikan suatu kerangka kerja yang berari
untuk melakukan perencanaan, agregasi data, dan peaporan hasil kinerja operasi disepanjang
jalur pertanggungjawaban dan pengendalian.
FAKULTAS EKONOMI UNIVERSITAS PANCA BHAKTI
UJIAN TENGAH SEMESTER TA GENAP 2016/2017
DOSEN : Dra. Reni Dwi Widyastuti
Mata Kuliah : Akuntansi Keperilakuan
INSTRUKSI : Jawablah sesuai konsep teoritisnya !

Secara umum akuntansi pertanggungjawaban dapat dikatakan sebagai suatu sistem


yang meliputi perencanaan, pengukuran, dan evaluasi informatika atau laporan akuntansi
dalam suatu organisasi yang terdiri dari beberapa pusat pertanggungjawaban dipimpin oleh
seorang manajer yang bertanggungjawab atas aktivitas yang dipimpinnya. (Siegel & Marconi,
1989:96)

Mulyadi, (2001 : 169) menjelaskan bahwa salah satu tujuan diterapkannya akuntansi
pertanggungjawaban adalah untuk mengendalikan biaya, dengan cara menggolongkan,
mencatat, meringkas, dan menghubungkan langsung dengan pejabat atau orang yang
bertanggungjawab atas terjadinya biaya yang dikendalikan olehnya.

Tujuan lain diterapkannya akuntansi pertanggungjawaban adalah sebai berikut :

1.Dengan akuntansi pertanggungjawaban, pengelompokkan dan pelaporan biaya dilakukan


untuk tiap tingkatan manajemen hanya dibebani dengan biaya biaya yang berada
dibawah pengendaliannya atau yang berada dibawah tanggungjawabnya. Dengan
demikian biaya dapat dikendalikan dan diawasi secara efektif dan efisien.

2.Untuk pengendalian biaya, karena selain biaya biaya dan pendapatan diklasifikasikan
menurut pusat pertanggungjawaban, biaya dan pendapatan yang dilaporkan juga harus
dibandingkan dengan anggaran yang telah ditetapkan terlebih dahulu. Sehingga akuntansi
pertanggungjwaban juga memungkinkan beroperasinya suatu sistem anggaran dengan baik.

3.Membantu manajemen dalam pengendalian dengan melihat penyimpangan realisasi


dibandingkan dengan anggaran yang ditetapkan.

4.Dapat digunakan sebagai salah satu alat perencanaan untuk mengetahui kriteria kriteria
penilaian prestasi unit usaha tertentu.

5.Dapat digunakan sebagai pedoman penting langkah yang harus dibuat oleh perusahaan
dalam rangka pencapaian sasaran perusahaan.

6.Dapat digunakan sebagai tolak ukur dalam rangka penilaian kinerja (performance) bagian
bagian yang ada dalam perusahaan, karena secara berkala top manajemem menerima
laporan pertanggungjawaban dari setiap tingkatan manajemen dan top manajer dapat
menilai performance dari setiap bagian dilihat dari ditetapkan untuk setiap bagian yang
menjadi tanggungjawabnya.

9. Jelaskan keperilakuan yang relevan dalam proses penyusunan anggaran !

Jawab :
FAKULTAS EKONOMI UNIVERSITAS PANCA BHAKTI
UJIAN TENGAH SEMESTER TA GENAP 2016/2017
DOSEN : Dra. Reni Dwi Widyastuti
Mata Kuliah : Akuntansi Keperilakuan
INSTRUKSI : Jawablah sesuai konsep teoritisnya !

Anggaran dan akuntansi memiliki hubungan yang sangat erat dimana akuntansi
menyajikan data historis yang sangat bermanfaat untuk mengadakan estimasi-estimasi yang
akan dituangkan dalam anggaran yang nantinya akan dijadikan sebagai pedoman kerja di waktu
mendatang.. Anggaran merupakan suatu rencana yang disusun secara sistematis yang meliputi
seluruh kegiatan perusahaan dan dinyatakan dalam unit (satuan) moneter dan berlaku untuk
jangka waktu (periode) mendatang. Orang yang berwenang dan bertanggung jawab terhadap
penyusunann anggaran serta pelaksanaannya adalah pemimpin perusahaan. Namum siapa atau
bagian apa yang ditugaskan untuk mempersiapkan dan menyusun anggaran tersebut sangat
tergantung pada struktur organisasi dari setiap perusahaan
Pada dasarnya aspek keperilakuan dari penganggaran mengacu pada perilaku manusia yang
muncul dalam penyusunan anggaran dan perilaku manusia yang didorong ketika manusia
mencoba untuk hidup dengan anggaran. Beberapa fungsi anggaran yaitu:
1. Anggaran merupakan hasil akhir dari proses perencanaan perusahaan.
2. Anggaran merupakan cetak biru perusahaan untuk bertindak, yang mencerminkan
prioritas manajemen dalam alokasi sumber daya organisasi.
3. Anggaran bertindak sebagai suatu alat komunikasi internal yang menghubungkan
beragam departemen atau divisi organisasi yang satu dengan lainnya.
4. Dengan menetapkan tujuan dalam kriteria kinerja yang dapat diukur, anggaran berfungsi
sebagai standar terhadap mana hasil operasi aktual yang dapat dibandingkan.
5. Anggaran berfungsi sebagai alat pengendalian yang memungkinkan manajemen untuk
menemukan bidang-bidang yang menjadi kekuatan atau kelemahan perusahaan.
6. Anggaran mencoba untuk mempengaruhi dan memotivasi baik manajer maupun
karyawan untuk terus bertindak dengan cara yang konsisten dengan operasi yang efektif
dan efisien serta selaras dengan tujuan organisasi.
Ada tiga tahapan utama dalam proses penyusunan anggaran yaitu;
A. Penetapan tujuan
Aktivitas perencanaan dimulai dengan menerjemahkan tujuan organisasi yang
luas ke dalam tujuan-tujuan aktivitas yang khusus. Untuk menyusun rencana yang
realistis dan menciptakan anggaran yang praktis, interaksi yang ekstensif diperlukan
FAKULTAS EKONOMI UNIVERSITAS PANCA BHAKTI
UJIAN TENGAH SEMESTER TA GENAP 2016/2017
DOSEN : Dra. Reni Dwi Widyastuti
Mata Kuliah : Akuntansi Keperilakuan
INSTRUKSI : Jawablah sesuai konsep teoritisnya !

antara manajer lini dan manajer staf organisasi. Pengontrol dan direktur perencanaan
memainkan peranan kunci dalam proses manusia dari penyusunan anggaran ini.
Namun jika sesuai dengan struktur organisasi dan gaya kepemimpinan, maka manajer
tingkat bawah dan para karyawan sebaiknya diberikan kesempatan untuk
berpartisipasi dalam proses penetapan tujuan karena mereka akan lebih mungkin
menerima tujuan yang turut mereka formulasikan.
B. Implementasi
Pada tahap implementasi, rencana formal tersebut digunakan untuk
mengkomunikasikan tujuan dan strategi organisasi, serta untuk memotivasi orang
secara positif dalam organisasi. Hal ini dicapai dengan menyediakan target kinerja
terperinci bagi mereka yang bertanggung jawab mengambil tindakan. Agar rencana
tersebut berhasil, rencana itu harus dikomunikasikan secara efektif.
C. Pengendalian dan evaluasi kinerja
Setelah diimplementasikan, anggaran tersebut berfungsi sebagai elemen kunci
dalam sistem pengendalian. Anggaran menjadi tolok ukur terhadap kinera aktual
dibandingkan dan berfungsi sebagai suatu dasar untuk melakukan manajemen
berdasarkan pengecualian.
Untuk menyusun suatu anggaran atau rencana laba, terdapat langkah-langkah
tertentu yang harus diambil:
1. Manajemen puncak harus memutuskan apa yang menjadi tujuan jangka pendek
perusahan dan strategi mana yang akan digunakan untuk mencapainya.
2. Tujuan harus ditetapkan dan sumber daya dialokasikan.
3. Suatu anggaran atau rencana laba yang komprehensif harus disusun, kemudian
disetujui oleh manajemen puncak.
4. Anggaran digunakan untuk mengendalikan biaya dan menentukan bidang masalah
dalam organisasi tersebut dengan membandingkan hasil kinerja aktual dengan
tujuan yang telah dianggarkan secara periodik.
FAKULTAS EKONOMI UNIVERSITAS PANCA BHAKTI
UJIAN TENGAH SEMESTER TA GENAP 2016/2017
DOSEN : Dra. Reni Dwi Widyastuti
Mata Kuliah : Akuntansi Keperilakuan
INSTRUKSI : Jawablah sesuai konsep teoritisnya !

10. Jelaskan fungsi sikap, kultur, nilai dan persepsi individu dapat berpengaruh pada
implementasi system akuntansi dalam organisasi !

Jawab :

Orang yang bekerja pada suatu organisasi, perilakunya dapat dipengaruhi oleh banyak
factor, termasuk ukuran dan struktur organisasi, gaya manajemen, otoritas/tanggungjawab
dalam hubungan kerja, status hubungan, norma kelompok juga mempengaruhi perilaku dan
fungsi organisasi. Memperoleh informasi dalam sebuah perusahaan juga berbeda
peerimaannya. Ada informasi yang akurat, kurang jelas ataupun tidak terkait sama sekali.
Berdasarkan informasi tersebut, individu meprosesnya, kemudia keputusan dibuat dan sikap
mulai kelihatan. Misalnya, official menyatakan bahwa hal tersebut merupakan pekerjaan yang
berat dan akan terus menerus mengembangkan dan meyakinkan tingkat promosi kita, tapi non-
offisial kemungkinan megindikasi yang sebaliknya. Keputusan didasarkan pada informasi yang
masing kurang akurat dan akan mempengaruhi sikap kerja dan sikap ke depannya terhadap
organisasi, dan hal itu tidak kondusif untuk efisiensi opersional.

Sekumpulan pola perilaku yang diharapkan dan dibutuhkan wakil kepala keuangan
untuk sebuah peranan social. Peranan didefinisikan secara sederhana sebagai bagian dari
orang-orang yang terlibat dalam interaksi dengan yang lainnya. Peranan social diartikan
sebagai hak-hak,tugas-tugas, kewajiban, dan perilaku yang tepat yang dimiliki oleah orang-
orang yang memegang posisi tertentu dalam sebuah lingkungan social tertentu. Dalam
kelompok formal ataupun organisasi formal , peran didefinisikan sebagai kumpulan peraturan.
Dalam organisasi informal, mereka mengerti.

Peranan berbeda dengan perilaku orang yang memgang posisi tertentu dalam organisasi
dan menyatukan kelompok untuk spesialisasi dan fungsi kordinasi.Komponen Perilaku actual
dari peran disebut dengan norma.norma-norma adalah kebutuhan akan perilaku yang tepat
untuk sebuah peran khusus.

11. Jelaskan disertai contoh teori kebutuhan dapat menjadi dasar pengambilan keputusan
system penghargaan pada implementasi anggaran !

Jawab :

Akutansi manajemen adalah proses identifikasi, pengukuran, pengumpulan, analisis,


penyiapan dan komunikasi informasi finansial yang digunakanoleh manajemen untuk
perencanaan, evaluasi, pengendalian dalam suatu organisasi, serta untuk menjamin ketepatan
penggunaan sumber sumber dan pertanggung jawaban sumber sumber tersebut.
FAKULTAS EKONOMI UNIVERSITAS PANCA BHAKTI
UJIAN TENGAH SEMESTER TA GENAP 2016/2017
DOSEN : Dra. Reni Dwi Widyastuti
Mata Kuliah : Akuntansi Keperilakuan
INSTRUKSI : Jawablah sesuai konsep teoritisnya !

Akuntansi manajemen merupakan suatu sistem informasi yang mana dengan informasi
ini manajemen dapat mengambil keputusan-keputusan dalam hal memimpin selia
mengendalikan kegiatan-kegiatan perusahaan. Seorang manajer harus dapat menjabarkan teori
manajemen dan teori-teori lainnya dalam bentuk angka-angka yang nyata, sehingga
manajemen dapat menganalisa dan menginterprestasikan angka-angka tersebut dalam rangka
pengambilan keputusan. Dengan demikian pengertian lain dari akuntansi manajemen adalah
bagaimana menggunakan data yang tersedia untuk tujuan pengambilan keputusan. Dalam
rangka pengambilan keputusan manajemen harus mempertimbangkan tindakan-tindakan
alternatif. Oleh karena itu akuntan manajemen harus menyediakan data-data yang cukup
lengkap tentang perhitungan masing-masing altematif, dan yang akan dipilih tentunya altematif
yang memberikan keuntungan lebih besar bagi perusahaan.

Menurut Charles T. Homgren (1993, hal.4) definisi akuntansi manajemen diartikan


sebagai berikut :

Akuntansi manajemen (Management Accounting) adalah proses identifIkasi, pengukuran,


akumulasi, analisa, penyiapan, penafsiran, dan komunikasi tentang informasi yang membantu
masing-masing eksekutif untuk memenuhi tujuan organisasi.

Definisi akuntansi manajemen di atas menjelaskan bahwa informasi yang disajikan


akuntansi manajemen harus relevan, artinya informasi tersebut harus sesuai dengan masalah
yang dihadapi. Untuk menghasilkan informasi yang relevan dan jelas harus melalui proses
identifIkasi, pengukuran, akumulasi, analisa, penafsiran dan kemudian dilaporkan kepada
manajer yang bersangkutan, sehingga manajer tersebut dapat mengambil keputusan dengan
tepat.

12. Jelaskan pentingnya penilaian kinerja keuangan dalam mengendalikan organisasi !

Jawab :

Perspektif Keuangan (Financial Perspective)

Balanced scorecard menggunakan tolok ukur kinerja keuangan, seperti laba bersih dan
ROI (Return On Investment), karena tolok ukur tersebut secara umum digunakan dalam
organisasi yang mencari keuntungan atau provit. Tolok ukur keuangan memberikan bahasa
umum untuk menganalisis perusahaan. Orang-orang yang menyediakan dana untuk
perusahaan, seperti lembaga keuangan dan pemegang saham, sangat mengandalkan tolok ukur
kinerja keuangan dalam memutuskan hal yang berhubungan dengan dana.
FAKULTAS EKONOMI UNIVERSITAS PANCA BHAKTI
UJIAN TENGAH SEMESTER TA GENAP 2016/2017
DOSEN : Dra. Reni Dwi Widyastuti
Mata Kuliah : Akuntansi Keperilakuan
INSTRUKSI : Jawablah sesuai konsep teoritisnya !

Tolok ukur keuangan yang di design dengan baik dapat memberikan gambaran yang
akurat untuk keberhasilan suatu organisasi. Tolok ukur keuangan adalah penting, akan tetapi
tidak cukup untuk mengarahkan kinerja dalam menciptakan nilai (value). Tolok ukur non
keuangan juga tidak memadai untuk menyatakan angka paling bawah (bottom line). Balanced
scorecard mencari suatu keseimbangan dan tolok ukur kinerja yang multiple-baik keuangan
maupun non keuangan untuk mengarahkan kinerja organisasional terhadap keberhasilan.

Terdapat tiga macam ukuran yang dapat digunakan untuk mengukur kinerja secara
kuantitatif yaitu :

1) Ukuran Kriteria Tunggal (Single Criterium).

Yaitu ukuran kinerja yang hanya menggunakan satu ukuran untuk menilai kinerja
manajernya. Jika kriteria tunggal digunakan untuk mengukur kinerjanya, orang akan
cenderung memusatkan usahanya kepada kriteria tersebut sebagai akibat diabaikannya
kriteria yang lain yang kemungkinan sama pentingnya dalam menentukan sukses atau
tidaknya perusahaan atau bagiannya.

Sebagai contoh manajer produksi diukur kinerjanya dari tercapainya target kuantitas
produk yang dihasilkan dalam jangka waktu tertentu kemungkinan akan mengabaikan
pertimbangan penting lainnya mengenai mutu, biaya, pemeliharaan equipment dan
sumber daya manusia.

2) Ukuran Kriteria Beragam (Multiple Criterium)

Yaitu ukuran kinerja yang menggunakan berbagai macam ukuran dalam menilai kinerja
manajernya. Kriteria ini merupakan cara untuk mengatasi kelemahan kriteria tunggal
dalam pengukuran kinerja. Berbagai aspek kinerja manajer dicari ukuran kriterianya
sehingga seorang manajer diukur kinerjanya dengan berbagai kriteria. Tujuan
penggunaan kriteria ini adalah agar manajer yang diukur kinerjanya mengerahkan
usahanya kepada berbagai kinerja.

Contohnya manajer divisi suatu perusahaan diukur kinerjanya dengan berbagai kriteria
antara lain profitabilitas, pangsa pasar, produktifitas, pengembangan karyawan,
tanggung jawab masyarakat, keseimbangan antara sasaran jangka pendek dan sasaran
jangka panjang. Karena dalam ukuran kriteria beragan tidak ditentukan bobot tiap-tiap
kinerja untuk menentukan kinerja keseluruhan manajer yang diukur kinerjanya, maka
manajer akan cenderung mengarahkan usahanya, perhatian, dan sumber daya
perusahaannya kepada kegiatan yang menurut persepsinya menjanjikan perbaikan yang
terbesar kinerjanya secara keseluruhan. Tanpa ada penentuan bobot resmi tiap aspek
FAKULTAS EKONOMI UNIVERSITAS PANCA BHAKTI
UJIAN TENGAH SEMESTER TA GENAP 2016/2017
DOSEN : Dra. Reni Dwi Widyastuti
Mata Kuliah : Akuntansi Keperilakuan
INSTRUKSI : Jawablah sesuai konsep teoritisnya !

kinerja yang dinilai didalam menilai kinerja menyeluruh manajer, akan mendorong
manajer yang diukur kinerjanya menggunakan pertimbangan dan persepsinya masing-
masing didalam memberikan bobot terhadap beragan kriteria yang digunakan untuk
menilai kinerjanya.

3) Ukuran Kriteria Gabungan (Composite Criterium)

Yaitu ukuran kinerja yang menggunakan berbagai macam ukuran memperhitungkan


bobot masing-masing ukuran dan menghitung rata-ratanya sebagai ukuran menyeluruh
kinerja manajernya. Karena disadari bahwa beberapa tujuan lebih panting bagi
perusahaan secara keseluruhan dibandingkan dengan tujuan yang lain, beberapa
perusahaan memberikan bobot angka tertentu kepada beragan kriteria kinerja untuk
mendapatkan ukuran tunggal kinerja manajer, setelah memperhitungkan bobot beragam
kriteria kinerja masing-masing.

13. Jelaskan fungsi perencanaan laba dalam organisasi dan bagaimana kaitannya dengan
keperilakuan !

Jawab :

Penyusunan anggaran adalah suatu tugas yang bersifat teknis. Kata-kata seperti
keuangan, angka, dan estimasi muncul ketika seseorang berpikir mengenai anggaran. Tetapi
dibalik seluruh citra teknis yang berkaitan dengan anggaran, terdapat manusia. Manusialah
yang menyusun anggaran dan manusia juga yang harus hidup dengan anggaran tersebut.

Anggaran memiliki dampak langsung terhadap perilaku manusia. Anggaran


menjelaskan kepada orang-orang mengenai apa yang diharapkan dari mereka dan kapan hal
tersebut harus sudah dilakukan. Anggaran menetapkan batasan terhadap pada apa yang dapat
dibeli dan berapa banyak yang dapat dibelanjakan. Anggaran membatasi tindakan manajemen.
Anggaran merupakan alasan mengapa kinerja manajer di pantau secara kontinu dan standar
terhadap mana hasil kineja dibandingkan. Orang-orang tekanan dari anggaran yang ketat,
kegelisahan dari laporan kinerja yang buruk, dan kegembiraan atau rasa lega karena
memenuhi anggaran.

A. Berbagai Fungsi dari Perencanaan Laba dan Anggaran

Ada beberapa fungsi anggaran, yaitu :


FAKULTAS EKONOMI UNIVERSITAS PANCA BHAKTI
UJIAN TENGAH SEMESTER TA GENAP 2016/2017
DOSEN : Dra. Reni Dwi Widyastuti
Mata Kuliah : Akuntansi Keperilakuan
INSTRUKSI : Jawablah sesuai konsep teoritisnya !

1. Anggaran merupakan hasil akhir dari proses perencanaan perusahaan. Sebagai hasil
negoisasi antar anggota organisasi yang dominan, anggaran memcerminkan konsensus
organisasional mengenai tujuan operasi untuk masa depan.

2. Anggaran merupakan cetak biru perusahaan untuk bertindak, yang mencerminkan


prioritas manajemen dalam alokasi sumber daya organisasi.

3. Anggaran bertindak sebagai suatu alat komunikasi internal yang menghubungkan


beragam departemen atau divisi organisasi antara yang satu dengan yang lainnya.

4. Dengan menetapkan tujuan dalam criteria kinerja yang dapat diukur, anggaran
berfungsi sebagai standar terhadap mana hasil operasi actual dapat dibandingkan.

5. Anggaran berfungsi sebagai alat pengendalian yang memungkinkan manajemen untuk


menemukan bidang-bidang yang menjadi kekuatan atau kelemahan perusahaan.

6. Anggaran mencoba untuk memengaruhi dan memotivasi baik manajer maupun


karyawan untuk terus bertindak dengan cara yang konsisten dengan operasi yang efektif
dan efisien serta selaras dengan tujuan organisasi.

B. Pandangan Perilaku terhadap Proses Penyusunan Anggaran

Ada 3 tahap utama dalam proses penyusunan anggaran, yaitu :

1. Penetapan Tujuan

Tujuan realistis yang ditetapkan melalui partisipasi yang berarti akan mempengaruhi
tingkat aspirasi manajer dan karyawan secara menguntungkan.

2. Implementasi

Pada tahap implementasi, rencana formal tersebut digunakan untuk mongomunikasikan


tujuan dan strategi organisasi, serta memotivasi orang secara positif dalam organisasi.

3. Pengendalian dan Evaluasi Kerja

Setelah anggaran di implementasikan, maka anggaran tersebut berfungsi sebagai elemen


kkunci dalam system pengendalian.

14. Jelaskan konsep keperilakuan yang relevan dalam perencanaan anggaran organisasi !

Jawab :

Konsep konsep keprilakuan yang Relevan dalam proses penyusunan Anggaran


FAKULTAS EKONOMI UNIVERSITAS PANCA BHAKTI
UJIAN TENGAH SEMESTER TA GENAP 2016/2017
DOSEN : Dra. Reni Dwi Widyastuti
Mata Kuliah : Akuntansi Keperilakuan
INSTRUKSI : Jawablah sesuai konsep teoritisnya !

A. Tahap penetapan tujuan

Selama tahap penetapan tujuan baik tujuan umum ataupun tujuan khusus dari manajemen
puncak diterjemahkan kedalam target-target yang pasti dan dapat diukur bagi organisasi serta
bagi setiap submit utama.

B. Keselarasan Tujuan

Masalah utama dalam penetapan tujuan adalah mencapai suatu tingkat keselarasan tujuan atau
kompatibilitas yang mungkin diantara tujuan-tujuan organisasi, subunit-subunit, dan anggota-
anggota yang turut berpartisipasi.

C. Partisipasi

Adalah suatu proses pengambilan keputusan bersama oleh dua bagian atau lebih pihak di mana
keputusan tersebut akan memiliki dampak masa depan terhadap mereka yang membuatnya.

D. Manfaat Partisipasi

Salah satu manfaat dari partisipasi yang berhasil adalah bahwa partisipan menjadi terlibat
secara emosi dan bukan dalam pekerjaan mereka. Pada dasarnya partisipasi dapat
meningkatkan moral dan mendorong insiatif yang lebih besar pada semua tingkatan
manajemen.

E. Batasan dan Permasalahan Partisipasi

Bahkan dalam kondisi yang paling ideal sekalipun, partisipasi dalam penetapan tujuan
mempunyai keterbatasan tersendiri. Karena proses partisipasi memberikan kekuasaan kepada
para manajer untuk menetapkan hasil isi dari anggaran mereka, kekuasaan ini bisa digunakan
dengan cara yang memiliki konsekuensi disfungsional bagi organisasiitu sendiri.

15. Jelaskan konsep pengendalian perilaku atas pengumpulan biaya dan penilaian kinerja !

Jawab :

Aspek Keperilakuan Dari Langkah Akuntansi Biaya Yang Dipilih

Penetapan standar

Elemen yang paling berpengaruh dalam menetukan keberhasilan atau kegagaln system biaya
adalah standar yang digunakan sebagai kriteria kinerja . standar memiliki fungsi ganda yaitu
FAKULTAS EKONOMI UNIVERSITAS PANCA BHAKTI
UJIAN TENGAH SEMESTER TA GENAP 2016/2017
DOSEN : Dra. Reni Dwi Widyastuti
Mata Kuliah : Akuntansi Keperilakuan
INSTRUKSI : Jawablah sesuai konsep teoritisnya !

berfungsi sebagai tujuan untuk memotivasi pengendalian biaya dan sebagai alat evaluasi
kinerja.

Partisipasi dalam penetapan standar

Dalam salah satu studi empiris mereka, mereka menggunakan teori disonansi kognitif untuk
mendapatkan lebih banyak wawasan mengenai kenapa partisipasi lebih efektif dalam
penetapan standar kinerja.

Dalam konteks penetapan standar, teori ini mengimplikasikan bahwa jika manajemen
menginginkan komitmne yang pasti terhadap standar maka individu yang dikendalikan harus
memiliki pilihan.

Standar yang ketat vs standar yang longgar

Standar yang akan digunakan haruslah tidak terlalu ketat dan tidak terlalu longgar , standar
yang ketat akan lebih sering tidaktercapai daripada dipenuhi

Penyerapan overhead

Ukuran dari varians ini juga dipengaruhi oleh tingkat kapasitas yang dipilih sebagai penyebut
dalam penentuan tarif tersebut .tingkat kapasitas jangka panjang akan menghasilkan varians
yang berbeda dibandingkan dengan tingkat kapasitas jangka pendek.

Alokasi biaya tidak langsung

Dalam riset yang didukung oleh national association accountans menentukan bahwa
perusahaan responden membedakan dengan dengan tegas dua jenis biaya tak langsung biaya
jasa koporat dan biaya administrative koporat.