Anda di halaman 1dari 22

EKONOMI MANAJERIAL

RISIKO, KETIDAKPASTIAN, DAN PENGAMBILAN KEPUTUSAN

MAKALAH

Oleh:
Kelompok 2 Manajemen V C
1. Putri Shahdia Abdillah 201510160311119
2. Muhammad Niqobul Lubab 201510160311137
3. Ganda Wibisono 201510160311147
4. Masyita Dhini Afrili 201510160311148
5. Fikri Sabilillah 201510160311160
6. Dena Apsari Putri Dewanto 201510160311161

FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS


UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MALANG
2017
KATA PENGANTAR

Assalamualaikum Wr.Wb.
Alhamdulillahirabbilalamin, banyak nikmat yang Allah berikan, tetapi sedikit
sekali yang kita ingat. Segala puji hanya layak untuk Allah SWT atas segala berkat,
rahmat, taufik, serta hidayah-Nya yang tiada terkira besarnya, sehingga kami dapat
menyelesaikan makalah Ekonomi Manajerial tentang Risiko, Ketidakpastian, dan
Pengambilan Keputusan ini dengan baik.
Dalam penyusunan laporan ini, kami mengucapkan terima kasih kepada Ibu
Fika Fitriasri, S.E., M.M. yang telah memberikan dukungan, kasih, dan
kepercayaan yang begitu besar. Dari sanalah semua kesuksesan ini berawal,
Semoga semua ini bisa memberikan sedikit kebahagiaan dan menuntun pada
langkah yang lebih baik lagi.
Meskipun kami berharap isi dari laporan kami ini bebas dari kekurangan dan
kesalahan, namun selalu ada yang kurang. Oleh karena itu, kami mengharapkan
kritik dan saran yang membangun agar laporan ini lebih baik lagi.
Akhir kata kami mengucapkan terima kasih, semoga hasil laporan kami ini
bermanfaat.
Wassalammualaikum Wr. Wb.

Malang, 27 September 2017

Penyusun

i
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ............................................................................................. i


DAFTAR ISI ........................................................................................................... ii
BAB I PENDAHULUAN ....................................................................................... 1
A. Latar Belakang ............................................................................................. 1
B. Rumusan Masalah ........................................................................................ 2
C. Tujuan .......................................................................................................... 2
BAB II PEMBAHASAN ........................................................................................ 3
A. Pengertian Risiko ......................................................................................... 3
B. Mengukur Risiko.......................................................................................... 4
C. Cara Mengatasi Risiko ................................................................................. 4
D. Sikap Terhadap Risiko ................................................................................. 5
E. Ketidakpastian, Probabilitas, dan Nilai Harapan ......................................... 7
F. Langkah-Langkah Pengambilan Keputusan .............................................. 11
G. Teknik Pengambilan Keputusan dalam Ketidakpastian ............................. 14
H. Contoh Nyata dari Analisis Risiko, Ketidakpastian, dan Pengambilan
Keputusan .......................................................................................................... 16
BAB III PENUTUP .............................................................................................. 18
A. Kesimpulan ................................................................................................ 18
B. Saran ........................................................................................................... 18
DAFTAR PUSTAKA

ii
BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Dalam teori ekonomi kita sering mengabaikan dua masalah pokok yang
sering terjadi dalam dunia nyata, yaitu masalah ketidakpastian dan
ketidaksempurnaan informasi. Biasanya kita selalu menganggap bahwa harga,
biaya, penerimaan, laba, dan sebagainya diketahui dengan pasti. Contoh, dalam
pembuatan keputusan produksi, kita menganggap bahwa suatu perusahaan
telah mengetahui secara pasti harga-harga input-output. Tetapi hal tersebut
sangatlah jarang sekali terjadi. Permintaan dan penawaran output selalu
berfluktuasi sepanjang waktu.
Masalahnya sekarang adalah bagaimana cara membuat keputusan
produksi dan konsumsi dalam kondisi ketidakpastian? Cakupan ketidakpastian
ini dalam teori ekonomi sangat luas, sehingga tidak mungkin dijelaskan hanya
dalam satu bagian saja. Oleh karena itu kita hanya akan membahas beberapa
yang fundamental, dimana kondisi ketidakpastian akan kita lihat hanya satu
periode.Masalah kedua adalah ketidaksempurnaan informasi. Masalah ini
berhubungan dengan ketidakpastian, tetapi masih bisa dibedakan. Kita
mengasumsikan bahwa konsumen, produsen, pekerja dan sebagainya
mempunyai informasi yang lengkap mengenai pilihan-pilihan yang cocok buat
mereka.
Tetapi kenyataannya tidak begitu. Konsumen harus mencari harga yang
paling rendah. Pekerja harus mencari informasi tentang pekerjaan alternatif.
Semua persoalan tersebut disebut ekonomi informasi. Informasi itu sendiri
merupakan suatu komoditi yang hanya bisa diperoleh dengan mengeluarkan
biaya. Ada suatu ketika konsumen berhenti mencari harga yang rendah atau
pekerja berhenti mencari pekerjaan alternatif karena tingginya biaya yang
harus dikeluarkan, sehingga hal tersebut menjelaskan kenapa produk yang
sama dijual dengan harga yang berbeda. Dan pekerja yang memiliki kualifikasi
yang sama dengan gaji berbeda.
1
B. Rumusan Masalah
1. Apa pengertian dari risiko?
2. Bagaimana cara mengukur risiko?
3. Bagaimana cara mengatasi risiko?
4. Bagaimana sikap terhadap risiko?
5. Apa yang dimaksud dengan ketidakpastian, probabilitas, dan nilai
harapan?
6. Bagaimana langkah-langkah dalam pengambilan keputusan?
7. Bagaimana teknik pengambilan keputusan dalam ketidakpastian?
8. Bagaimana contoh nyata dari analisis risiko, ketidakpastian, pengambilan
keputusan?

C. Tujuan
1. Mengetahui definisi dari risiko
2. Mengetahui cara mengukur risiko
3. Mengetahui cara mengatasi risiko
4. Mengetahui sikap terhadap risiko
5. Mengetahui pengertian dari ketidakpastian, probabilitas, dan nilai harapan.
6. Mengetahui langkah-langkah yang pasti dalam pengambilan keputusan
7. Mengetahui teknik pengambilan keputusan di dalam ketidakpastian
8. Mengatasi atau mengetahui bagaimana contoh nyata analisis risiko dalam
kehidupan nyata.

2
BAB II
PEMBAHASAN

A. Pengertian Risiko
Menurut Frank Knight yang dikutip dalam Robison dan Barry (1987),
risiko menunjukkan peluang terhadap suatu kejadian yang dapat diketahui oleh
pembuat keputusan yang didasarkan pada data historis dan pengalaman selama
mengelola kegiatan usaha. Risiko juga menunjukkan peluang terjadinya
peristiwa yang menghasilkan pendapatan di atas atau di bawah rata-rata dari
pendapatan yang diharapkan. Sementara itu, Debertin (1986) menyatakan
bahwa kejadian berisiko adalah kejadian dimana peluang dan hasil dari
kejadian tersebut dapat diketahui oleh pembuat keputusan. Risiko dapat pula
diartikan sebagai kemungkinan kejadian yang merugikan. Menurut M, risiko
merupakan peluang terjadinya hasil yang tidak diinginkan sehingga risiko
hanya terkait dengan situasi yang memungkinkan munculnya hasil negatif serta
berkaitan dengan kemampuan memperkirakan terjadinya hasil negatif tersebut.
Risiko berhubungan dengan ketidakpastian, akan tetapi terdapat perbedaan
mendasar antara risiko dan ketidakpastian. Menurut Robison dan Barry (1987),
risiko adalah peluang dari suatu kejadian yang dapat diperhitungkan dan akan
memberikan dampak negatif yang dapat menimbulkan kerugian, sedangkan
ketidakpastian adalah peluang dari suatu kejadian yang tidak dapat
diperhitungkan oleh pebisnis selaku pengambil keputusan. Djohanputro (2006)
menyatakan risiko sebagai ketidakpastian yang telah diketahui tingkat
probabilitas kejadiannya. Menurut Kountur (2004) ketidakpastian ini terjadi
akibat kurangnya atau tidak tersedianya informasi yang menyangkut apa yang
akan terjadi. Ketidakpastian yang dihadapi oleh perusahaan dapat berdampak
merugikan atau menguntungkan. Apabila ketidakpastian yang dihadapi
berdampak menguntungkan maka disebut dengan istilah kesempatan
(opportunity), sedangkan ketidakpastian yang berdampak merugikan disebut
sebagai risiko.

3
B. Mengukur Risiko
Besar kecilnya risiko dapat diukur dengan konsep statistik, yaitu teori
probabilitas (Pi). Probabilitas adalah peluang timbulnya kejadian antara 0 P
1, maksutnya adalah masalah ketidakpastian dicoba untuk dapat diukur atau
dikuantifisir dengan suatu konsep probabilitas (probability, kemungkinan).
Probabilitas (P) dinyatakan dalam angka-angka 0 sampai 1. Probabilitas (P) =
0, artinya suatu peristiwa atau kejadian mempunyai kemungkinan terjadi 0%
atau dengan kata lain peristiwa itu tidak mungkin terjadi. Di lain pihak, apabila
suatu peristiwa atau kejadian dinyatakan probabilitasnya (P) = 1, berarti bahwa
peristiwa atau kejadian itu 100% pasti terjadi. Jenis kejadian (event) menurut
probabilitas adalah:
- Kejadian yang pasti terjadi (certainly event) bila Pi=1
- Kejadian yang tidak mungkin terjadi (impossible event) bila Pi=0
- Kejadian yang mungkin terjadi (possible event) bila 0 P 1

C. Cara Mengatasi Risiko


Risiko adalah kejadian yang tidak diinginkan merupakan bagian dari
kehidupan yang dapat terjadi tetapi tidak selalu dapat dihindari. Beberapa cara
yang biasanya dipakai dalam menghadapi risiko.
Menghindari risiko (avoiding risk) yaitu menghindari penyebab timbulnya
risiko. Menghindari risiko merupakan strategi yang sangat penting,
strategi ini merupakan strategi yang umum digunakan untuk menangani
risiko. Dengan menghindari risiko, kontraktor dapat mengetahui bahwa
perusahaannya tidak akan mengalami kerugian akibat risiko yang telah
ditafsir. Di sisi lain, kontraktor juga akan kehilangan sebuah peluang untuk
mendapatkan keuntungan yang mungkin didapatkan dari asumsi risiko
tersebut.
Contohnya: seorang kontraktor yang ingin menghindari risiko politik dan
finansial berkaitan dengan proyek pada negara dengan kondisi politik yang
tidak stabil, dapat menolak melakukan tender proyek pada negara tersebut.
Namun demikian, apabila kontraktor tersebut menolak untuk melakukan

4
tender, maka kemungkinan untuk mendapatkan keuntungan dari proyek
tersebut juga ikut menghilang.
Mengurangi risiko (reducing risk) yaitu memperkecil kemungkinan atau
probabilitas untuk terjadinya risiko tersebut atau memperkecil kerugian
atau akibat risiko yang mungkin terjadi. Dengan strategi seperti itu, risiko
dapat ditahan dengan berbagai cara, tergantung pada filosofi, Alternatif
strategi yang kedua adalah mencegah risiko dan mengurangi kerugian.
Strategi ini secara langsung mengurangi potensi risiko kontraktor dengan
2 cara, yaitu: (1) Mengurangi kemungkinan terjadinya risiko. (2)
Mengurangi dampak finansial dari risiko, apabila risiko tersebut
benar benar terjadi.
Contohnya: pemasangan alarm atau alat anti maling pada peralatan di
proyek, akan mengurangi kemungkinan terjadinya pencurian. Sebuah
gedung yang dilengkapi dengan sprinkler system, akan mengurangi
dampak finansial, apabila gedung tersebut mengalami kebakaran.
Mengasuransikan risiko (shifting the risk into an insurance company) yaitu
memindahkan risiko yang bakal terjadi keperusahaan asuransi. Asuransi
menjadi bagian penting dari program manajemen risiko, baik untuk sebuah
organisasi ataupun untuk individu. Asuransi juga termasuk di dalam
strategi transfer risiko, dimana pihak asuransi setuju untuk menerima
beban finansial yang muncul dari adanya kerugian. Secara formal, asuransi
dapat didefinisikan sebagai kontrak persetujuan antara 2 pihak yang terkait
yaitu: pengasuransi (insured) dan pihak asuransi (insurer). Dengan adanya
persetujuan tersebut, pihak asuransi (insurer) setuju untuk mengganti rugi
kerugian yang terjadi (seperti yang tercantum dalam kontrak) dengan
balasan, pengasuransi (insured) harus membayar sejumlah premi tiap
periodenya.

D. Sikap Terhadap Risiko


Seseorang yang menyukai risiko (risk lover) selalu akan membayar dengan
nilai yang positif, seorang yang netral terhadap risiko (risk neutral) akan
membayar nol, artinya dia belum tentu akan ikut permainan ini. Seorang yang
5
takut dengan Risiko (risk averse) akan meminta uang untuk ikut permainan.
Artinya:
- Seseorang disebut risk averter bila dia tidak bersedia ikut suatu taruhan
yang fair.
- Seseorang disebut risk neutral bila dia tidak bisa dipengaruhi untuk
menolak atau mengikuti suatu permainan taruhan yang fair.
- Seseorang disebut risk lover atau risk seeker bila dia akan senang sekali
mengikuti suatu permainan taruhan yang fair.
Fungsi utility pendapatan dari ketiga kelompok tersebut akan berbeda, hal
tersebut dapat dipecahkan dengan teori utilitas harapan (expected utility teory).

Contoh:
Seseorang berpendapatan 800 ribu diajak bertaruh, dia akan menerima 100
ribu dengan probalitas 1/2 & kehilangan 100 ribu dengan probalitas 1/2.
Utilitas mula-mula (initial utility) orang tersebut adalah U (800 ribu). Setelah
selesai bermain orang tersebut akan memperoleh utilitas U (700 ribu) dengan
probabilitas 1/2 & U (900 ribu) dengan probabilitas 1/2 juga. Utilitas yang
diharapkan adalah sebagai berikut:

U* = 1/2U(700) + 1/2U(900)

Ini merupakan rata-rata tertimbang dari kemungkinan-kemungkinan


utilitas yang berbeda tersebut, akan tetapi tanpa mengikuti taruhan orang
tersebut mempunyai utilitas yang diharapkan sebesar U(800 ribu), tentu saja
probabilitas = 1. Teori utilitas harapan mengatakan bahwa seseorang akan
berperilaku untuk memaksimumkan utilitas yang diharapkannya. Oleh karena
itu, dalam kasus ini jika U(Rp 800) > U*, maka orang tersebut tidak akan
mengikuti taruhan. Ini merupakan contoh kasus seorang yang risk averse. Jika
U(Rp 800) & U* adalah sama, orang tersebut indeferen, maka orang tersebut
bersifat risk neutral. Apabila U(Rp 800) < U*, dan orang yang bersangkutan
masih mengikuti taruhan tersebut, maka disebut risk lover.

6
Gambar 1. Fungsi Utilitas Untuk Berbagai Sikap Terhadap Risiko

Dalam setiap kasus, titik A berhubunan dengan U(Rp 700), titik B


berhubungan dengan U(Rp 900), & titik C merupakan titik tengah AB,
mempunyai nilai setengah dari jumlah titik A & B, berhubungan dengan U(Rp
800). Bagi seorang yang risk averse, titik D lebih tinggi dari titik C. Bagi
seorang risk neutral, kedua titik tersebut sama tingginya, & bagi seorang risk
lover, titik B lebih tinggi dari titik C.

E. Ketidakpastian, Probabilitas, dan Nilai Harapan


Istilah probabilitas digunakan untuk mengukur data secara kuantitatif
berbagai kemungkinan kejadian yang tidak pasti. Konsep probabilitas dibagi
dua yaitu:
1. Probabilitas obyektif yang merupakan suatu konsep yang didasarkan pada
frekuensi relatif dalam jangka panjang.

7
2. Probabilitas subyektif dapat diterjemahkan dengan cara orang bertaruh,
misalkan taruhan sepak bola, dsb.
Variabel random merupakan variabel yang memiliki nilai yang tidak pasti,
tetapi mempunyai distribusi probabilitas yang diketahui, contohnya hasil dari
pertandingan sepak bola tersebut merupakan variabel random, dll. Jika variabel
random X terdiri dari X1, X2, X3 ....... Xn dengan probabilitas p1, p2 ...... pn (
ingat p1, p2 ...... pn = 1) kemudian nilai harapan (expected value) dari variabel
random dituliskan dengan E(X), maka persamaannya adalah sebagai berikut:

E(X) = p1.X1 + p2.X2 + ...... + pn.Xn

Agar lebih jelas, misalkan sebuah perusahaan tidak dapat memastikan


berapa laba yang akan diperolehnya pada tahun depan, tetapi perusahaan
tersebut yakin mempunyai suatu peluang yang sama dengan yang mereka
peroleh pada tahun ini, dan jika berubah, perubahannyapun akan sama yaitu
naik Rp. 100 juta atau turun Rp. 100 juta. Bila laba tahun ini sebesar Rp 400
juta, maka kita dapat menghitung distribusi probabilitas laba pada tahun depan.

Probabilitas menghasilkan laba Rp. 400 Jt =


Probabilitas menghasilkan laba Rp. 300 Jt =
Probabilitas menghasilkan laba Rp. 500 Jt =
Maka:
E (laba) = 1/2.(400) + 1/4.(300) + 1/4.(500)
= 200 + 75 + 125
= Rp. 400 Jt

Misalkan perusahaan tersebut memiliki bayangan mengenai investasi


alternatif yang mempunyai distribusi probabilitas laba sebagai berikut:

Probabilitas menghasilkan laba Rp. 400 Jt =


Probabilitas menghasilkan laba Rp. 0 Jt =
Probabilitas menghasilkan laba Rp. 800 Jt =
8
Maka:
E (laba) = 1/2.(400) + 1/4.(0) + 1/4.(800)
= 200 + 0 + 200
= Rp. 400 Jt

Jadi, dua kasus diatas sama-sama mempunyai laba yang diharapkan


sebesar Rp 400 juta, tetapi kasus yang terakhir beresiko lebih tinggi daripada
kasus sebelumnya. Oleh karena itu, kita harus mengukur resiko tersebut. Risiko
tersebut ditunjukkan oleh varian dari laba yang diharapkan.
Rumus persamaan rata-rata atau laba yang diharapkan dengan x, maka
varian V(X) dari variabel random X adalah:

V(X) = p1(x1 - x)2 + p2(x2 - x)2 + ........... + pn(xn - x)2

Simbol M atau m (nilai mean) & varian dengan 2, maka terdapat hasil akar
dari varian disebut simpangan baku atau simbol s2 (standard deviation) yang
digunakan untuk mengukur Risiko. Dalam contoh di atas varian laba dari kasus
yang pertama adalah:

V (Laba) = 1/2(0)2 + 1/4(-100)2 + 1/4(100)2


(100)2
= 2

Dalam kasus ini, simpangan baku tersebut adalah: 1002 dengan


dituliskan 2. Dalam kasus kedua, varian labanya adalah:

V (Laba) = 1/2(0)2 + 1/4(-400)2 + 1/4(400)2


(400)2
= 2

Maka simpangan baku, yang merupakan akar dari 4002, kita ganti
dengan s2.

9
Dalam analisis ketidakpastian tersebut, dapat menggunakan nilai harapan
dan varian dari laba, harga, biaya dsb. Biasanya perusahaan dapat menaikkan
nilai laba harapan hanya dengan melakukan investasi yang berisiko yang lebih
tinggi, yang berarti akan menaikkan varian dari labanya. Akan tetapi, investasi
yang berisiko lebih tinggi tidak selalu menaikkan nilai laba harapan dengan
tingkat yang sama dengan risikonya. Hal tersebut dapat dilihat pada kurva laba
tumbal (opportunity profit) perusahaan.

Gambar 2. Peluang Memperoleh Laba

Gambar 3. Kurva Indeferens Suatu Perusahaan

10
Gambar 4. Tingkat Risiko yang Optimal

F. Langkah-langkah Pengambilan Keputusan


Proses pembuatan keputusan merupakan inti dari setiap masalah yang
dihadap dalam dunia usaha. Secara umum, proses pengambilan keputusan
dibagi menjadi 6 bagian yaitu:

Gambar 5. Langkah-langkah Pengambilan Keputusan

Perumusan Masalah

Penentuan Tujuan

Pencarian Alternatif

Peramalan Dampak

Penentuan Pilihan

Analisis Sensitivitas

11
1. Pembatasan Masalah
Diarahkan pada usaha untuk menentukan dengan jelas batasan-
batasan keputusan apa yang akan dibuat, ini mencakup alternatif-alternatif
apa yang ada. Pada tahap ini biasanya ditanyakan : masalah apa yang
dihadapi, siapa yang akan memutuskan, bagaimana keadaan yang
melatarbelakangi pengambilan keputusan, dan bagaimana pengaruhnya
terhadap tujuan-tujuan manajemen.
Keputusan-keputusan tidak dibuat dalam ruang "hampa udara",
banyak keputusan yang lahir sebagai bagian dari proses perencanaan,
sementara sebagian keputusan lainnya timbul karena adanya peluang atau
masalah baru. Oleh karena itu, pembatasan masalah merupakan suatu
prasyarat untuk permasalahan manajemen. Bagian utama dari pembatasan
masalah ini adalah pengidentifikasian latar belakang atau konteks:
keputusan sektor swasta atau pemerintah?. Pengidentifikasian konteks
pengambilan keputusan ini & siapa pengambil keputusannya merupakan
suatu langkah besar menuju pemahaman proses pemilihan keputusan.
2. Penentuan Tujuan
Tahap ini terdapat pertanyaan: apa tujuan pengambilan keputusan,
bagaimana seharusnya si pengambilan keputusan tersebut menilai hasilnya
dibandingkan dengan tujuannya, bagaimana si pengambil keputusan
tersebut ingin mencapai tujuan yang bertentangan satu sama lain. Dalam
keputusan memilih, kita harus tahu apa yang kita inginkan. Di sektor
swasta, hampir semua keputusan ditujukan untuk mendapatkan laba
maksimum, selisih antara TR & TC. Pada sektor pemerintah tujuannya
lebih luas, pertimbangannya biasanya berdasarkan analisis/kriteria
manfaat-biaya.
Namun demikian, adanya Risiko & ketidakpastian dalam dunia nyata
kadang-kadang menyulitkan seorang pengambil keputusan dalam memilih
alternatif keputusan. Fluktuasi ekonomi makro, adanya kebijakan baru dari
pemerintah, keadaan musim dll, semuanya membuat proses pencapaian
tujuan menjadi tidak pasti. Oleh karena itu, faktor risiko & ketidakpastian

12
juga harus dipertimbangkan dalam proses pengambilan keputusan yang
biasanya dilakukan dengan teknik-teknik statistika.
3. Pencarian Alternatif
Terdapat pertanyaan: apa alternatif tindakan untuk pencapaian tujuan,
variabel apa saja yang dapat kita kendalikan, apa kendala yang kita hadapi
dalam pencapaian tujuan. Setelah mengetahui apa yang diinginkan,
tentunya akan ditanyakan apa pilihan kita. Seorang pengambil keputusan
yang ideal, akan membeberkan semua kemungkinan pilihan yang ada &
kemudian memilih satu di antaranya yang akan memberikan hasil yang
terbaik bagi pencapaian tujuannya. Tetapi mengingat kendala keterbatasan
manusia, para pengambil keputusan tidak bisa mengharapkan untuk dapat
mengidentifikasi & mengevaluasi semua kemungkinan pilihan. Biayanya
akan terlalu tinggi, namun demikian beberapa pilihan alternatif yang
paling menarik tetap ada & harus kita pilih.
4. Peramalan Dampak
Pada tahap ini diamati: bagaimana konsekuensi dari setiap alternatif
pilihan, jika hasil yang diharapkan tidak pasti bagaimana sifatnya,
dapatkan informasi lebih baik diperoleh untuk meramalkan suatu hasil.
Tugas peramalan konsekuensi ini tergantung keadaannya; bisa dilakukan
secara langsung atau diabaikan sama sekali. Kadangkala, perhitungan
secara aritmatis sederhana sudah cukup, tetapi bisa juga dengan
menggunakan statistik atau ekonometrika, atau dapat dengan deterministik
jika keadaannya pasti & dengan model probabilistik jika pengambilan
keputusan dalam keadaan mengandung risiko/ketidakpastian.
5. Penentuan Pilihan
Setelah semua analisis selesai dilakukan, kita bisa menentukan pilihan
yang paling kita inginkan. Setelah seorang pengambil keputusan
menetapkan konteks permasalahan, menetapkan tujuan dan
mengidentifikasi alternatif-alternatif yang tersedia, bagaimana caranya
untuk memilih satu pilihan yang diinginkan.
Jika semua variabel dalam proses pengambilan keputusan (ex: tujuan
dan hasilnya) bisa dikuantifikasikan, maka kita dapat menggunakan
13
beberapa metode tertentu untuk menetapkan keputusan yang paling
optimal. Metode-metode tersebut antara lain: analisis marginal,
programasi linier, pohon keputusan (decision trees), analisis manfaat-
biaya, dsb. Pendekatan ini tidak saja penting untuk perhitungan keputusan
optimal tapi juga untuk mengetahui mengapa keputusan tersebut optimal.
6. Analisis Sensitivitas
Terdapat hal-hal yang perlu diperhatikan: bagaimana sifat dari
masalah yang menentukan pilihan tindakan yang optimal tersebut,
bagaimana pengaruh perubahan keadaan-keadaan tertentu terhadap
keputusan yang optimal yang diambil; apakah pilihan tersebut peka
terhadap perubahan-perubahan variabel ekonomi utama yang terabaikan
oleh si pengambil keputusan tersebut.
Dalam menyelesaikan suatu masalah, penting bagi kita untuk
memahami dan mampu menjelaskan kepada orang lain mengapa kita
memilih keputusan tersebut. Pilihan tersebut tidak lahir begitu saja. Pilihan
tersebut tergantung pada tujuan yang dipilih, cara perumusan masalah,
metode dan peramalan hasilnya. Oleh karena itu, analisis sensitivitas
menjelaskan bagaimana suatu keputusan yang optimal akan berubah jika
fakta-fakta ekonomi utama berubah. Analisis sensitivitas ini mempunyai
beberapa kegunaan yaitu:
a. Memberikan faktor-faktor kunci dalam permasalahan yang
mempengaruhi keputusan.
b. Menulusuri perubahan-perubahan variabel yang tidak diyakini
manajer tersebut.
c. Menghasilkan solusi dalam kasus proses pengulangan pengambilan
keputusan jika keadaan-keadaan tertentu dimodifikasi.

G. Teknik Pengambilan Keputusan dalam Ketidakpastian


1. Teknik Optimasi
Dari aspek manajerial, pilihan yang optimal merupakan solusi yang
efektif dan efisien. Secara harfiah, kata efektif dapat dipadankan dengan
kata berdaya guna, sedangkan efisien lebih bersesuaian makna dengan kata
14
berhasil guna. Pilihan yang efektif merujuk pada alternatif proses produksi
untuk mencapai output maksimal pada level penggunaan input yang sudah
ditetapkan besarannya, sementara pilihan yang efisien merujuk kepada
alternatif proses produk untuk mencapai besaran output tertentu dengan
penggunaan input minimal. Dari uraian ini, dapat disimpulkan bahwa
optimalisasi mencakup terminologi maksimalisasi output dan minimalisasi
input atau biaya. Pemahaman atas solusi optimal ini dapat diterapkan baik
pada kajian tentang perilaku produksi maupun prilaku konsumsi.
2. Teknik Analisis Risiko
Risiko adalah hal yang tidak akan pernah dapat dihindari pada suatu
kegiatan/aktivitas yang dilakukan manusia, termasuk aktivitas proyek
pembangunan dan proyek konstyruksi. Karena dalam setiap kegiatan,
seperti kegiatan konstruksi, pasti ada berbagai ketidakpastian
(uncertainty). Faktor ketidakpastian inilah yang akhirnya menyebabkan
timbulnya risiko pada suatu kegiatan.
3. Teknik Pendugaan/Peramalan
Tujuan dari peramalan ekonomi adalah untuk mengurangi risiko atau
ketidakpastian yang dihadapi suatu perusahaan dalam pengambilan
keputusan operasional jangka pendeknya dan dalam merencanakan
pertumbuhan jangka panjangnya. Teknik peramalan bervariasi dari yang
sederhana dan tidak mahal hingga yang canggih tetapi mahal. Dengan
mempertimbangkan semua keuntungan dan batasan dari berbagai macam
teknik ramalan tersebut, manajer dapat memilih metode atau kombinasi
dari metode yang paling cocok dengan perusahaannya.
Peramalan kualitatif didasari oleh survei terhadap rencana para
eksekutif bisnis untuk rencana pengeluaran pembangunan dan peralatan,
perubahan inventori, dan harapan penjualan, serta survei terhadap rencana
pengeluaran konsumen. Ramalan penjualan dapat didasari oleh jajak
pendapat terhadap eksekutif perusahaan, tenaga penjual, dan konsumen
perusahaan biasanya meminta pandangan dari pejabat luar negeri atau
orang-orang bisnis.

15
H. Contoh Nyata dari Analisis Risiko, Ketidakpastian, Pengambilan
Keputusan
1. Contoh Pertama
Kinerja memengaruhi risiko. Para manajer mengambil lebih banyak
risiko ketika perusahaan-perusahaan mereka berkinerja buruk, khususnya
sewaktu mendekati kebangkrutan. Para manajer di perusahaan-perusahaan
yang berkinerja lebih baik, terutama mereka yang berhasil mencapai
sasaran-sasaran mereka, mengambil risiko lebih sedikit dan lebih rendah.
Selain itu, iklim bisnis ikut memengaruhi pengambilan risiko, kadang-
kadang dengan cara mengejutkan. Keuntungan koperasi naik hingga lebih
dari 70% pada bulan Desember 2004 sejak titik terendahnya di tahun 2001.
Biasanya keuntungan tinggi mengarah pada pengambilan risiko yang lebih
tinggi dalam bentuk investasi bisnis.
Uang tunai menyediakan cara-cara untuk memanfaatkan kesempatan-
kesempatan investasi dalam berbagai produk baru, teknologi, pabrik,
orang, dan pasar. Namun, peluang investasi bisnis selama periode ini
hanya naik 18%. Penjelasannya mungkin adalah orang kembali
menghindari risiko. Pada 1990-an saham tampak terus naik, tanpa ada
yang perlu dikhawatirkan, para manajer sering kali merasa mereka dapat
melakukan apa saja, mengambil setiap kesempatan. Namun ketika
gelembung teknologi pecah, resesi melanda, teroris menyerang, dan
skandal-skandal perusahaan menjadi bahan berita, semuanya berubah.
Para manajer dalam iklam penghindaran risiko yang baru ini tidak
melakukan investasi-investasi baru berisiko, seperti yang dapat mereka
lakukan di iklim bisnis masa lalu.
2. Contoh Kedua
Para manajer lebih menyukai kepastian daripada ketidakpastian.
Sebagai contoh, Jim Rogers (CEO Cinergy) perusahaan penyedia listrik
dan gas merasa senang jika satu regulasi penting mengenai emisi
karbondioksida disahkan sekarang. Hal itu juga akan lebih baik daripada
banyak regulasi yang tidak dapat diperkirakan selama tahun-tahun
mendatang. Ia memilih kepastian di masa sekarang daripada
16
ketidakpastian yang diciptakan oleh kematian akibat seribu sayatan yang
membuatnya mustahil melakukan perencanaan jangka panjang.
3. Contoh Ketiga
Perusahaan Surface System (SSI) memperoleh keuntungan dengan
menetapkan berbagai peluang. Oleh karena itu, mengurangi ketidakpastian
bagi para pengambil keputusan. SSI memperkirakan cuaca yang berkaitan
dengan masalah-masalah bisnis tertentu. Lebih dari $1 triliun dari
perekonomian AS (meliputi perkebunan, konstruksi, penerbangan,
pakaian dan penjualan ice cream yang dipengaruhi oleh temperatur, hujan,
salju, angin, dan kelembaban udara). 44 departemen transportasi
pemerintah membayar SSI untuk memberitahukan kepada mereka kapan
harus menaburkan garam ke jalan, karena jalan memerlukan 1/10 jumlah
garam jika ditaburkan persis sebelum salju turun daripada sesudahnya.
Taman-taman hiburan, jika mereka mengetahui kapan akan turun hujan
selama jam-jam saat para konsumen mungkin lebih memilih untuk pergi
ke bioskop, dapat menghemat biaya tenaga kerja dan makanan.
Mengurangi ketidakpastian tidak hanya memberikan ketenangan
psikologis, tetapi juga bernilai nyata. George Conrades, pimpinan dan
CEO Akamai Technologies mengatakan, kami bekerja dalam sebuah
lingkungan -internet- yang di dalamnya terdapat sejumlah besar
ketidakpastian. Anda tidak dapat merasa pasti yang akan terjadi esok hari,
apalagi tahun depan. Bahayanya adalah ketidakpastian dapat
menyebabkan kelumpuhan. Jika anda menghabiskan terlalu banyak waktu
untuk mencoba mengenali secara tepat semua kemungkinan dan risiko,
anda tidak akan pernah dapat mengambil tindakan. Dan jika itu terjadi,
anda tidak mampu mengambil keputusan (anda akan mati).

17
BAB III
PENUTUP

A. Kesimpulan
Risiko adalah peluang dari suatu kejadian yang dapat diperhitungkan dan
akan memberikan dampak negatif yang dapat menimbulkan kerugian,
sedangkan ketidakpastian adalah peluang dari suatu kejadian yang tidak dapat
diperhitungkan oleh pebisnis selaku pengambil keputusan. Untuk mengukur
risiko dapat meggunakn probabilitas. probabilitas (Pi) adalah peluang
timbulnya kejadian anyara 0 < Pi < 1, Besarnya probabilitas suatu kejadian
antaraa 0 dan 1. Jumlah probabilitas dari seluruh kejadian yang mungkin terjadi
adalah 1 (Pi = 1). Adapun cara dalam mengatasi risiko yaitu dengan cara,
menghindari risiko, mengurangi risiko dan mengasuransikan risiko. Sedangkan
sikap terhadap risiko tergantung dari besarnya risiko yang akan dihadapi.
Proses pembuatan keputusan merupakan inti dari setiap masalah yang
dihadap dalam dunia usaha. Adapun langkah-langkah dalam pengambilan
keputusan, yakni: 1) perumusan masalah, 2) penentuan tujuan 3) pencarian
alternatif, 4) peramalan dampak, 5) penentuan pilihan, dan 6) analisis
sensitivitas. Teknik dalam pengambilan keputusan itu sendiri ada tiga macam
yaitu, teknik optimisasi, teknik analisis risiko, teknik pendugaan/peramalan

B. Saran
Dengan mempelajari risiko, ketidakpastian pengambilan keputusan ini,
semoga dapat memberi pengetahuan bagi pembaca. Dimana dengan risiko,
ketidakpastian dan pengambilan keputusan, seseorang atau manajemen dalam
perusahaan dapat mengetahui risiko yang kemungkinan bisa terjadi dan
bagaimana pengambilan keputusan dalam perusahaan.

18
DAFTAR PUSTAKA

Arsyad, Lincolin. 2000. Ekonomi Manajerial. Yogyakarta. BPFE-


YOGYAKARTA
Janiasbomi. 2010. Pengambilan Keputusan Manajerial (Manajerial Decision
Making). http//:bomeey89.blogspot.com (diakses tanggal 01 Oktober 2017)
Ulum, Miftachul. 2011. Risiko, Ketidakpastian, dan Pengambilan Keputusan.
http//:mutiarailmudrajat.blogspot.com (diakses tanggal 01 Oktober 2017)