Anda di halaman 1dari 9

SATUAN ACARA PENYULUHAN

PNEUMONIA PADA ANAK

Topik : Penyakit Pneumonia


Sasaran : Ibu yang mempunyai balita/anak
Waktu : 20 menit
Hari / tgl : kamis, 22 Desember 2016
Pukul : 08:00 WIB
Tempat : Posyandu
Pemateri : Riana Septiani

1. Latar belakang:
Insidensi pneumonia dilaporkan meningkat secara drastis pada dekade
terakhir ini di seluruh dunia termasuk juga di Indonesia. Pneumonia merupakan
penyakit penyebab kematian dengan urutan atas atau angka kematian
(mortalitas) tinggi, angka kejadian penyakit (morbiditas), diagnosis dan terapi
yang cukup lama. World Health Organitation (WHO) tahun 2010 menyatakan
Propotional Mortality Ratio (PMR) balita akibat pneumonia di seluruh dunia
sekitar 19% atau berkisar 1,6 -2,2 juta dan sekitar 70% terjadi di negara-
negara berkembang terutama di Afrika dan Asia Tenggara. Pada tahun 2011,
Indonesia menduduki peringkat ke-6 di dunia untuk kasus pneumonia pada
balita dengan jumlah penderita mencapai 6 juta jiwa. Menurut hasil penelitian
Johnson, dkk di Afrika Barat, dari 323 kasus pneumonia pada balita ditemukan
127 (39,3%) bronkopneumonia, 39 (12,1%) lobar pneumonia, dan 23 (7,1%)
bronkopneumonia dan lobar pneumonia.

2. Tujuan
a. Tujuan Intruksional Umum
Setelah melaksanakan penyuluhan tentang pneumonia di posyandu di
harapkan ibu-ibu yang mempunyai balita/ anak dapat memahami tentang
penyakit pneumonia, mampu menerapkan dan melakukan pencegahan
sedini mungkin agar tidak terjadi penyakit pneumonia pada anak.
b. Tujuan Intruksional Khusus
Setelah mengikuti proses penyuluhan selama 20 menit diharapkan ibu-ibu
dapat :
1. Menjelaskan pengertian pneumonia
2. Menjelaskan penyebab pneumonia
3. Menyebutkan tanda dan gejala pneumonia
4. Menjelaskan pencegahan pneumonia
3. Materi
Pokok Bahasan Sub Pokok Bahasan
Pengertian pneumonia

Penyebab pneumonia

Pneumonia
Tanda dan gejala pneumonia

Pencegahan pneumonia

Penanganan pneumonia

4. Kegiatan Penyuluhan
No Kegiatan penyuluhan Waktu Kegiatan peserta

1. Pendahuluan 5

Memberi salam Menjawab salam

Memberi pertanyaan apersepsi Memberi salam

Mengkomunikasikan pokok Menyimak


bahasan

Mengkomunikasikan tujuan
2. Kegiatan Inti 10

Memberikan penjelasan tentang Menyimak


pneumonia Bertanya

Memberikan kesempatan peserta Memperhatikan


untuk bertanya

Menjawab pertanyaan peserta


3. Penutup 5

Menyimpulkan materi penyuluhan


Memperhatikan
bersama peserta
Menjawab salam

Memberikan evaluasi secara lisan

Memberikan salam penutup

5. Metode
Ceramah dan Tanya jawab
6. Media
Leafleat
7. Evaluasi
a. Prosedur : Akhir penyuluhan
b. Waktu : 5 menit
c. Bentuk soal : Tanya jawab
d. Jumlah soal : 3 soal
e. Jenis soal :
1) Apa itu pneumonia?
2) Apa penyebab pneumonia?
3) Bagaimana cara mencegah pneumonia?
f. Jawaban soal
1) Pneumonia atau dikenal juga dengan istilah paru-paru basah, yaitu
infeksi pada saluran pernapasan yang mengenai kantong-kantong
udara di bagian paru-paru. Kantong-kantong udara kecil di bagian -
paru-paru itu akan membengkak dan dipenuhi dengan cairan
2) - Bakteri dan virus
- Lingkungan yang tidak bersih
- Kekebalan tubuh yang lemah
3) - jauhkan bayi dari penderita batuk
- Lakukan imunisasi lengkap di posyandu
- Bersihkan lingkungan rumah
- Jauhkan balita dari asap debu, asap rookk dan pencemaran udara
lainnya
PNEUMONIA PADA ANAK

B. Pengertian Pneumonia
Pneumonia atau dikenal juga dengan istilah paru-paru basah, yaitu
infeksi pada saluran pernapasan yang mengenai kantong-kantong udara di
bagian paru-paru. Kantong-kantong udara kecil di bagian paru-paru itu akan
membengkak dan dipenuhi dengan cairan. (Kapita Selekta Kedokteran Jilid 2
:2000 )
C. Penyebab Pneumonia
Pneumonia umumnya disebabkan oleh bakteri, yaitu Streptococcus
pneumonia dan Haemophillus influenza. Pada bayi dan anak kecil ditemukan
Staphylococcus aureus sebagai penyebab pneumonia yang berat dan sangat
progesif dengan mortalitas tinggi.(Kapita Selekta Kedokteran Jilid 2 :2000 )
Adapun penyebab lain dari pneumonia selain virus dan bakteri yaitu
lingkungan yang tidak bersih dan juga kekebalan tubuh yang masih lemah.
D. Tanda dan Gejala Pneumonia
Kadang-kadang gejala yang terlihat pada anak adalah nafas yang tidak
teratur. Apabila radang paru atau pneumonia terjadi pada paru-paru bagian
bawah dekat dengan daerah perut, maka masalah pernafasan tidak akan
tampak, gejala yang terjadi adalah demam, nyeri pada perut atau muntah.
Ketika radang paru atau pneumonia disebabkan oleh bakteri, maka anak
yang terinfeksi akan cepat memburuk serta mengalami demam tinggi secara
tiba-tiba & nafas yang tidak teratur. Tetapi apabila radang paru atau
pneumonia tersebut disebabkan oleh virus, maka gejala yang tampak akan
terlihat secara bertahap. Nafas berbunyi biasanya terjadi pada radang paru
atau pneumonia karena virus.
Pada pemeriksaan, dokter mungkin mendengar suara napas abnormal
yang disebut crackles dan adanya tanda-tanda efusi pleura, penumpukan
cairan abnormal pada paru-paru. Efusi bertanggung jawab untuk demam,
dada, sesak napas, dan batuk produktif. (Standar Pelayanan Medis Kesehatan
Anak:2005 )
E. Pencegahan
Ada beberapa cara pencegahan penyakit pneumonia. Untuk mencegah
pneumonia perlu partisipasi aktif dari masyarakat atau keluarga terutama ibu
rumah tangga, karena pneumonia sangat dipengaruhi oleh kebersihan di
dalam dan di luar rumah. Pencegahan pneumonia bertujuan untuk
menghindari terjadinya penyakit pneumonia baik balita maupun orang
dewasa. Berikut adalah upaya untuk mencegah terjadinya penyakit
pneumonia:
1. Perawatan selama masa kehamilan
Untuk mencegah risiko bayi dengan berta badan lahir rendah, perlu
gizi ibu selama kehamilan dengan mengkonsumsi zat-zat bergizi yang
cukup bagi kesehatan ibu dan pertumbuhan janin dalam kandungan serta
pencegahan terhadap hal-hal yang memungkinkan terkenanya infeksi
selama kehamilan.
2. Perbaikan gizi balita
Untuk mencegah risiko pneumonia pada balita yang disebabkan
karena malnutrisi, sebaiknya dilakukan dengan pemberian ASI pada bayi
neonatal sampai umur 2 tahun. Karena ASI terjamin kebersihannya, tidak
terkontaminasi serta mengandung faktor-faktor antibodi sehingga dapat
memberikan perlindungan dan ketahanan terhadap infeksi virus dan
bakteri. Oleh karena itu, balita yang mendapat ASI secara ekslusif lebih
tahan infeksi dibanding balita yang tidak mendapatkannya.
3. Memberikan imunisasi lengkap pada anak
Untuk mencegah pneumonia dapat dilakukan dengan pemberian
imunisasi yang memadai, yaitu imunisasi anak campak pada anak umur 9
bulan, imunisasi DPT (Difteri, Pertusis, Tetanus) sebanyak 3 kali yaitu
pada umur 2 bulan, 3 bulan dan 4 bulan.
4. Memeriksakan anak sedini mungkin apabila terserang batuk
Balita yang menderita batuk harus segera diberi pengobatan yang sesuai
untuk mencegah terjadinya penyakit batuk pilek biasa menjadi batuk yang
disertai dengan napas cepat/sesak napas.5. Mengurangi polusi di dalam dan di
luar rumah. Untuk mencegah pneumonia disarankan agar kadar debu dan asap
diturunkan dengan cara mengganti bahan bakar kayu dan tidak membawa
balita ke dapur serta membuat lubang ventilasi yang cukup. Selain itu asap
rokok, lingkungan tidak bersih, cuaca panas, cuaca dingin, perubahan cuaca
dan dan masuk angin sebagai faktor yang memberi kecenderungan untuk
terkena penyakit pneumonia.
5. Menjauhkan balita dari penderita batuk
Balita sangat rentan terserang penyakit terutama penyakit pada saluran
pernapasan, karena itu jauhkanlah balita dari orang yang terserang
penyakit batuk. Udara napas seperti batuk dan bersin-bersin dapat
menularkan pneumonia pada orang lain. Karena bentuk penyakit ini
menyebar dengan droplet, infeksi akan menyebar dengan mudah.
Perbaikan rumah akan menyebabkan berkurangnya penyakit saluran napas
yang berat. Semua anak yang sehat sesekali akan menderita salesma
(radang selaput lendir pada hidung), tetapi sebagian besar mereka menjadi
pneumonia karena malnutrisi.
6. Berikan ASI pada bayi/anak usia 0-2 tahun
7. Bersihkan lingkungan rumah terutama tempat tinggal balita serta usahakan
ruangan memiliki udara bersih dan ventilasi cukup
8. Jauhkan bayi dari asap debu, serta bahan-bahan lain yang mudah terhirup
oleh balita, seperti asap rokok, asap dari tungku, asap dari obat nyamuk
bakar, asap dari kendaraan bermotor, ataupun pencemaran lingkungan
udara lainnya.
F. Penanganan pneumonia
karena radang paru-paru (Pneumonia) ini merupakan salah satu ancaman
kematian yang cukup besar bagi bayi dibawah usia 6 bulan, sebaiknya gejala-
gejala dari Pneumonia dikenali secara dini, sehingga ibu bisa melakukan
upaya-upaya pencegahan. Namun demikian, walaupun termasuk penyakit
berat yang perlu diwaspadai, para orangtua tidak perlu terlalu khawatir.
Karena Pneumonia adalah penyakit yang bisa diobati.
Penanganan radang paru-paru pada bayi tidak bisa ditunda, harus segera
ditangani oleh Dokter. Pasalnya, bila ditunda, infeksi tersebut bisa menyebar
ke mana-mana. Bisa menjadi Meningitis, infeksi darah, terakhir bisa menjadi
infeksi menyeluruh ke seluruh tubuh. Jadi, apabila dilakukan diagnosa dan
penanganan yang cepat dan tepat, maka bayi dengan Pneumonia akan bisa
tertolong.
Berikut langkah-langkah perawatan dan pengobatan yang dapat dilakukan
bila anak mengalami Pneumonia, diantaranya:
1. Pemberian antibiotik, diantaranya: Amoxicilin, Amoxiciln Clavulanate,
Azitromycin, Ceftrixaone, Cefotaxime, Doxycicline, Clindamycin.
2. Bila dicurigai disebabkan oleh infeksi virus (terutama pada anak-anak
dibawah 2 tahun) maka dapat diberikan obat anti-virus.
3. Bila disertai pula dengan demam, biasanya perlu diberi obat penurun
panas, dikompres serta harus banyak minum agar tidak terjadi dehidrasi.
4. Bila gejalanya sudah meningkat hingga nafas sesak dan cepat, dapat
dirawat di rumah sakit, dengan diberikan bantuan oksigen, serta infus
untuk menambah cairan tubuh.
5. Banyak kasus anak bisa sembuh dari Pneumonia ketika dilakukan
Nebulizer (Uap) pada anak.
6. Status gizi juga harus diperhatikan, pemberian vitamin, makan serta
minum yang cukup. Saat sakit bila anak ingin makan, sebaiknya berikan
makanan yang mudah dicerna, seperti sup dan buah-buahan.
7. Saat tidur, sebaiknya tinggikan bantal supaya pernafasan anak lebih lancar.
Dan usahakan agar kamar tidak pengap dan panas.
DAPTAR PUSTAKA

Tim penyusun. 2005. Standar Pelayanan Medis Kesehatan Anak. IDAI:Jakarta.

Tim Penyusun. 2000. Kapita Selekta Kedokteran Jilid 2. UI press: Jakarta