Anda di halaman 1dari 4

KANDIDIASIS VULVOVAGINALIS

A.PENDAHULUAN
Kandidiasis vulvovaginalis (KVV) merupakan penyebab terbanyak kedua di Amerika
Utara
1
. infeksi genitalia pada wanita yang sering menimbulkan keluhan atauperasaan tidak nyaman.
Problema ini dapat dialami oleh wanita di seluruh dunia,terutama di daerah yang
beriklim tropis. Diperkirakan lebih dari 75% wanita di sini akanmengalami sedikitnya satu kali
episode vaginitis yang disebabkan oleh kandida, 40-45% mengalami dua atau lebih episode
KVV bahkan sebagian kecil dari wanita yangmengalami infeksi KVV ini (< 5%) akan
mengalami rekurensi yang akhirnya dapat mengurangi kualitas hidupnya
2,3,4
..Beberapa faktor predisposisi dianggap dapat mempengaruhi rekurensinya
2
.Pemilihan obat per oral atau intravaginal tergantung dari riwayat KVV,
gejalak l i n i s , a d a n ya k e k a m b u h a n , e f e k s a m p i n g o b a t a n t i f u n g i , s t a t u s
k e h a m i l a n d a n kenyamanan untuk penderita
2
.Kandidiasis vulvovaginal (KVV) tidak digolongkan dalam infeksi menular seksualkarena
jamur
Candida
merupakan organisme komensal pada traktus genitalia danintestinal wanita. Selain itu,
pada kenyataannya KVV juga ditemukan pada wanita yanghidup selibat (biarawati). Akan tetapi,
kejadian KVV dapat dikaitkan dengan aktivitasseksual. Frekuensi KVV meningkat sejak wanita
yang bersangkutan mulai melakukanaktivitas seksual.
B.DEFINISI
Kandidiasis vulvovaginalis atau kandidosis vulvovaginalis/ kandida vulvovaginitisa d a l a h
infeksi vagina dan atau vulva oleh genus
candida
1,2,3,4,5,6
, Dengan berbagaimanifestasi klinisnya yang bisa berlangsung akut, kronis atau episodik
2
.Kandidosis vulvovaginalis rekuren adalah infeksi vagina dan atau vulva
yangberulang, yang disebabkan oleh organisme yang sama minimal 4 atau lebih
episodesimtomatik dalam setahun
4,5,7,
.1

C.Etiologi
Sebagian besar penyebab KVV adalah
candida albicans
. Antara 85-90% ragiyang berhasil diisolasi dari vagina adalah spesies
C.albicans
sedangkan penyebaby a n g l a i n n ya d a r i j e n i s
candida glabrata (torulopsis glabrata)
.
Spesies selain
C.albicans
yang menyebabkan KVV sering lebih resisten terhadap terapi konvensional
1,2,3
.S a a t i n i j e n i s k a n d i d a ya n g s e r i n g d i t e m u k a n a d a l a h
candica albicans
,
c.glabrata, c. tropicalis
dan
c. parapsilosis
. 80-90% dari jamur yang diisolasi dari vaginaadalah
c. albicans
, selanjutnya
c. glabrata
(10%) dan
c. tropicalis
(5-10%)
1,2,3,4,6
Candida

sp
adalah jamur sel tunggal, berbentuk bulat sampai oval. Jumlahnyasekitar 80 spesies dan 17
diantaranya ditemukan pada manusia. Dari semua spesiesyang ditemukan pada manusia,
C.albicans
-lah yang paling pathogen.
Candida

sp
memperbanyak diri dengan membentuk blastospora (
budding cell
). Blastospora akansaling bersambung dan bertambah panjang sehingga membentuk pseudohifa.
Bentukpseudohifa lebih virulen dan invasif daripada spora. Hal itu dikarenakan
pseudohifaberukuran lebih besar sehingga lebih sulit difagositosis oleh makrofag.
Selain itu,pseudohifa mempunyai titik-titik blastokonidia multipel pada satu filamennya
sehingga jumlah elemen infeksius yang ada lebih besar.2
Faktor virulensi lain pada
Candida
adalah dinding sel. Dinding sel
Candida sp
mengandung turunan mannoprotein yang bersifat
i m u n o s u p r e s i f s e h i n g g a mempertinggi pertahanan jamur terhadap imunitas
pejamu, dan proteinase aspartil yang menyebabkan
Candida

sp
dapat melakukan penetrasi ke lapisan mukosa.D a l a m m e n g h a d a p i i n v a s i d a r i
Candida
, t u b u h m e n g e r a h k a n s e l f a g o s i t u n t u k mengeliminasinya. Interferon
(IFN)-gamma akan memblok proses transformasi dari bentuk spora menjadi hifa. Maka
bisa disimpulkan, pada seorang wanita dengan defekimunitas humoral,
Candida
lebih mudah membentuk diri menjadi hifa yang lebih virulendan mudah menimbulkan
vaginitis..Kandida adalah organisme yang dimorfik yaitu bisa ditemukan dalam 2
fasef e n o t i p e y a n g b e r b e d a d i d a l a m t u b u h m a n u s i a . P a d a u m u m n y a
blastospora(blastokonidia)
adalah bentuk fenotipe yang bertanggung jawab terhadap penyebaranatau transimisinya
termasuk ketika menyebar mengikuti aliran darah maupun ketika dalam bentuk
kolonisasi asimtomatik di vagina. Sebaliknya ragi yang sedang bertunasd a n m e m b e n t u k
miselia adalah bentuk invasif terhadap jaringan serta
s e r i n g teridentifikasi pada kondisi yang simtomatik
1
.
D.Epidemiologi
3