Anda di halaman 1dari 4

DASAR-DASAR AGRONOMI

Agronomi Tanaman
C3 versus C4
Oleh :
Resky Wulandari R. Jahuddin
G111 15 519
Tugas Dasar-Dasar Agronomi
1. Carilah jenis tanamana yang termasuk dalam golongan C3 dan C4
2. Diskusikan praktek agronomi yang biasanya dilakukan untuk pengelolaan tanaman
tersebut
3. Hal-hal pokok apa yang paling esensi dalam pengelolaan budidaya dari kedua kelompok
tanaman
Jawaban :
1. Tanaman C3 adalah tanaman yang mempunyai lintasan atau siklus PCR (Photosynthetic
Carbon Reduction) atau sering disebut siklus calvin yang dapat menghasilkan asam
organik yang mengandung 3 atom C dan jaringan yangterlibat dalam proses fotosintesis
adalah jaringan mesofil. Lintasan itu dimulai dari pengikatan CO2 dengan RBP dan
RuBP. Adapun contoh tanaman C3 yaitu :
Kedele
Kacang tanah
Kentang
Kakao
Padi
Gandum
Kapas
Tanaman C4 adalah tanaman yang memiliki lintasan tambahan di samping lintasan C3
yaitu dikenal dengan nama lintasan PCR yang menghasilkan asam organic yang
mengandung 4 atom C, yang terpindah dari sel bunga karang, yang merupakan tempat
siklus PCR dan lintasan ini dimulai dari peningkatan CO2 kepada DEP (phodperol
piruvat). Adapun contoh tanaman C4 yaitu :
Jagung
Sorgum
Tebu
2. Setiap tanaman memiliki perbedaan dalam hal pengelolaannya, begitu pula pada jenis
tanaman C3 dan C4. Adapun hal penting yang perlu diperhatikan dalam pengelolaan
kedua jenis tanaman ini yaitu mengenai kondisi lingkungan hidupnya. Tanaman ini
dibedakan berdasarkan tipe fotosintesisnya. Kebutuhan akan cahaya dalam proses
fotosintesis membuat tanaman ini tidak bisa berada dalam satu lingkungan hidup.
Praktek agronomi yang dapat dilakukan untuk jenis tanaman C3 yaitu pemberian
naungan pada proses pertumbuhan dan perkembangan tanaman tersebut. Pemberian
naungan ini tidak sekedar pada fase pembibitan saja tetapi sepanjang siklus hidup
tanaman. Hal ini dilakukan karena sifat tanaman C3 yang memiliki sifat kompensasi
cahaya rendah, dibatasi oleh tingginya fotorespirasi. Misalnya pada tanaman kakao,
Tanaman kakao merupakan tanaman yang mempunyai habitat asli berupa hutan tropis
dengan ciri-ciri kelembapan udara tinggi, suhu udara tinggi, dan penyinaran matahari
teduh. Penelitian-penelitian hingga saat ini memeberikan petunjuk bahwa produktivitas
kakao tertinggi dicapai pada keadaan lingkungan yang terlindungi sebagian dari terik
matahari daerah tropis. Cara paling murah untuk mencapai kondisi tersebut adalah
dengan memanfaatkan tanaman penaung.
Hal lain yang perlu diperhatikan pada tanaman C3 yaitu sifatnya yang lebih adaptif
pada kondisi kandungan CO2 atmosfer tinggi. Sehingga pengelolaan agronomi yang
dapat dilakukan yaitu penempatan lahan tanam yang dimana terdapat banyak kandungan
CO2 tetapi tetap memperhatikan pemberian air terhadap tanaman. Pada tanaman C3,
karbondioksida langsung masuk ke siklus kelvin sehingga dengan semakin banyaknya
CO2 dan air, proses fotosintesis pada tanaman ini juga semakin baik. Misalnya pada
tanaman padi, yang berada pada kondisi lingkungan yang tinggi CO2nya tetapi tanaman
tersebut ditanam pada saat memasuki musim penghujan, tujuannya agar kebutuhan akan
air tercukupi. Namun apabila terdapat irigasi yang baik sebaiknya tanaman padi tersebut
di tanam pada musim panas karena lebih optimal dalam proses fotosintesis yang
membutuhkan CO2, air dan sinar matahari.
Selain dua hal diatas, sifat lain dari tanaman C3 yaitu merupakan tanaman yang
umumnya berada di wilayah dingin yaitu dibawah 25o C. Dengan demikian, para ahli
agronomi tentu dapat melakukan penanaman di kondisi cuaca yang demikian misalnya di
daerah ketinggian yang tentu akan meningkatkan produksi dari tanaman itu sendiri.
Misalnya pada tanaman kentang yang merupakan tanaman yang hidup pada kondisi
lingkungan lembab seperti dipegunungan. Maka dari itu apabila menginginkan
produktivitas tanaman kentang baik sebaiknya diletakkan pada ketinggian 500 m dpl.
dengan ketinggian yang demikianlah membuat kondisi lingkungan relatif dingin.
Bagi tanaman C4, semakin banyak intensitas cahaya yang ada semakin optimal
dalam melakukan produktivitas karena tanaman C4 lebih adaptif di daerah panas dan
kering. Sehingga praktek agronomi yang diharapkan yaitu penempatan lahan pertanian
tanaman C4 di bawah terik sinar matahari tanpa ada naungan yang dapat menghambat
jalannya cahaya matahari ke tumbuhan tersebut. Misalnya pada tanaman jagung,
tanaman jagung membutuhkan sinar matahari. Tanaman yang tidak mendapat sinar
matahari atau ternaungi, akan menghambat pertumbuhan dan menurunkan hasil.
Suhu yang dikehendaki tanaman jagung antara 21-30o C, akan tetapi bagi pertumbuhan
tanaman yang ideal memerlukan suhu optimum antara 23-27o C. Pada proses
perkecambahan benih jagung memerlukan suhu yang cocok sekitar 30o C.
Sifat lain dari tanaman C4 titik kompensasi cahaya tinggi, sampai cahaya terik,
tidak dibatasi oleh fotorespirasi sehingga tanaman ini membutuhkan air yang cukup
banyak. Praktek agronomi yang dapat di lakukan yaitu pemberian irigasi yang memadai
kebutuhkan tanaman C4 atau pengaturan waktu penanaman saat masuk musim
penghujan atau akhir musim kemarau, hal ini dilakukan guna untuk meningkatkan
produktivitas tanaman tersebut meningkat. Misalnya pada tanaman tebu, Tanaman tebu
dapat tumbuh di daerah beriklim panas dan sedang (daerah tropik dan subtropik) dengan
daerah penyebaran yang sangat luas yaitu antara 35o LS dan 39o LU. Unsur unsur iklim
yang penting bagi pertumbuhan tanaman tebu adalah curah hujan, sinar matahari, angin,
suhu, dan kelembaban udara. Tanaman tebu banyak membutuhkan air selama masa
pertumbuhan vegetatifnya, namun menghendaki keadaan kering menjelang berakhirnya
masa petumbuhan vegetatif agar proses pemasakan (pembentukan gula) dapat
berlangsung dengan baik. Berdasarkan kebutuhan air pada setiap fase pertumbuhannya,
maka secara ideal curah hujan yang diperlukan adalah 200 mm per bulan selama 5 6
bulan berturutan, 2 bulan transisi dengan curah hujan 125 mm per bulan, dan 4 5 bulan
berturutan dengan curah hujan kurang dari 75 mm tiap bulannya. Daerah dataran rendah
dengan curah hujan tahunan 1.500 3.000 mm dengan penyebaran hujan yang sesuai
dengan pertumbuhan dan kemasakan tebu merupakan daerah yang sesuai untuk
pengembangan tanaman tebu.
3. Hal-hal pokok apa yang paling esensi dalam pengelolaan budidaya dari kedua kelompok
tanaman tersebut yaitu intensitas cahaya matahari, suhu, kelembaban, ketersediaan air
dan kebutuhan CO2.