Anda di halaman 1dari 20

Politeknik Negeri Sriwijaya

BAB I

PERANCANGAN PCB DENGAN METODE GAMBAR

1.1. PENDAHULUAN
Prinsip dasar dari suatu perancangan rangkaian elektronika adalah mengetahui
tata letak dari komponen-komponen elektronika yang akan dirancang. Untuk
menghasilkan tata letak yang baik, suatu rangakaian elektronika sebaiknya memiliki
gambar layout komponen dari rangkaian yang akan dibuat. Selain itu adanya layout
dapat memudahkan dalam pemasangan komponen pengecekan rangkaian tersebut.
Layout suatu rangkaian elektronika terdiri atas layout komponen dan layout jalur
PCB, dimana kedua layout harus bersesuaian. Desain layout sebaiknya dilakukan di
kertas kalkir dengan terlebih dahulu digambarkan pada kertas milimeter.

1.2. PRAKTEK MERANCANG RANGKAIAN POWER SUPPLY


REGULATOR + FLIP FLOP

1.2.1. DAFTAR ALAT


1. Gambar layout komponen dan jalur pada kertas milimeter
2. Penggores
3. Spidol Permanen
4. Pensil dan penghapus
5. Solder
6. Penyedot timah
7. Tang potong
8. Tang jepit
9. Cutter
10. Pinset
11. Mistar baja
12. Landasan solder

1.2.2. DAFTAR BAHAN


1. PCB
2. Larutan FeCl3
3. Air bersih
4. Thinner
5. Sabun
6. Timah
7. Lotfet
8. Amplas halus
9. Resistor 1 (270 )
1
Politeknik Negeri Sriwijaya

10. Resistor 2 (1,2K )


11. Resistor 3,4 (560 )
12. Resistor 5,6 (10K )
13. Dioda bridge
14. Transistor 1,2,3
15. LED 1,2,3
16. Kapasitor 1 (2200 F/16 volt)
17. Kapasitor 2,3 (2200 F/16 volt)
18. Dioda 1,2

1.2.3. GAMBAR SKEMATIK RANGKAIAN

Gambar 1.1 Skematik Rangkaian Gabungan Power Supply Regulator Flip Flop

1.2.4. DESAIN LAYOUT RANGKAIAN


2
Politeknik Negeri Sriwijaya

Gambar 1.2 Desain Layout Rangkaian

1.2.5. LANGKAH KERJA


1. Persiapkan semua peralatan dan bahan yang akan digunakan dan letakkan
pada posisi yang benar.
2. Siapkan layout komponen dan jalur yang telah dibuat pada kertas milimeter.
3
Politeknik Negeri Sriwijaya

3. Bersihkan permukaan tembaga PCB dari kotoran dan lemak.


4. Pindahkan gambar layout jalur dari kertas kalkir ke papan PCB.
5. Buatlah bulatan-bulatan yang sesuai dengan ukuran kaki komponen aslinya.
6. Warnai jalur sehitam mungkin.
7. Periksa kembali hasil layout pada PCB, cocokkan dengan layout aslinya.
8. Siapkan larutan FeCl3 (Ferrit Chloride) yang dicampur air bersih dengan
perbandingan 1:3.
9. Aduk rata campuran FeCl3 dengan air.
10. Rendam PCB yang telah dilayout selama 20 menit, tergantung pada
kepekatan larutan dan temperatur.
11. Setelah sisa tembaga larut dalam larutan FeCl3, jalur akan terlihat jelas dan
bersih.
12. Angkat PCB dari larutan dan cuci dengan air bersih, bila perlu gunakan
sabun/vim.
13. Bersihkan decondalo/permanent ink, gunakan thinner.
14. Lubangi bulatan-bulatan untuk kaki komponen menggunakan mesin bor
dengan mata bor yang sesuai
15. Bersihkan PCB dengan lap bersih.
16. Pasanglah komponen sesuai dengan tata letak komponen.
17. Solderlah semua komponen dengan hati-hati dan teliti.
18. Ujilah rangakaian dengan memberikan sumber tegangan yang sesuai pada
input rangkaian, amati nyala indikator LED.
19. Laporkan pada instruktur bila semua pekerjaan telah selesai dikerjakan.
20. Bersihkan semua peralatan yang telah digunakan.
21. Simpan kembali semua peralatan ke tempat penyimpanan dalam kondisi baik.
22. Lakukan pembersihan bengkel.
1.2.6. DATA PENGAMATAN
Pembuatan rangkaian power supply lebih rumit dari rangkaian pertama,
konsepnya memang sangat mudah tapi job harus selesai. Pertama kita harus membuat
konsep terlebih dahulu. Lalu membuat lay-out terlebih dahulu dengan memerhatikan
jaraknya karena satu saja kesalahan akan mengakibatkan semuanya menjadi 0 (nol).
Setelah menggambar E layout tersebut di papan paku payung. Paku payumg
kemudian ditempelkan kembali ke papan lalu menyolder komponen-komponen
tersebut diatasnya tidak ada lintasan yang berubah hanya angkanya saja dan
penambahan komponen. Setelah rangkaian telah terpasang dengan penyolderan yang
rapi dan lintasan yang baik maka pengujian dilakukan dengan memberikan tegangan
pada rangkaian tersebut menggunakan trafo jika rangkaian benar maka lampu led akan
hidup dan juga led flip flop akan menyala secara bergantian. Pengujian selesai jika
berhasil menyala langsung kita pindahkan ke atas papan pcb. Papan pcb tersebut
dipotong menjadi dua bagian. Setelah itu dibuatlah lintasan dengan sudut 45o tidak
diperbolehkan sudut 90o akan mengakibatkan tidak hidupnya rangkaian, pembuatan
menggunakan pena OHP atau menggunakan rugos baris dan rugos dot. Kemudian
setelah jalur terpasang barulah kita rendam papan pcb kedalam larutan feriklorit untuk
mengubah warna papan dan memunculkan lintasan diatas papan pcb. Setelah itu
cucilah papan dengan air bersih dan berilah tiner untuk menghapus lintasan yang
dibuat dari pena OHP atau rugos tersebut. Buatalah lubang-lubang untuk memasukkan
komponen dengan mesin bor. Setelah semua selesai pasang komponen di atasnya lalu
penyolderan dilakukan dengan baik dan benar dan tidak berlebihan menggunakan
4
Politeknik Negeri Sriwijaya

timah karena itu juga dapat menjadi penyebab kenapa lampu led flip flop tidak
menyala bergantian selain lintasan yang salah letak transistor juga sangat
mempengaruhi dalam rangkaian kita, karena jika transistor terbalik maka rangkain
kita juga tidak akan menyala flip flop.
1.3. KESIMPULAN
Pembentukan PCB adalah salah satu wadah yang sangat penting untuk suatu alat
elektronika. Dalam pembentukan PCB sangatlah perlu di perhatikan ketelitian dan
ketepatan. Dimana seperti dalam pembuatan gambar sangat perlu ketepatan dan
ketelitian jika kurangnya ketelitian pada membuat gambar bisa fatal jika pada gambar
salah maka sampai finishing akan salah.selain itu pada penitikkan lubang kaki
komponen jangan terlalu keras bisa menyebabkan papan PCB pecah.
Dalam penggambaran ke papan PCB sangat perlu kerapian karena jika gambar
dengan spidol permanen tidak merata sehingga permukaan PCB yang tidak terlarut tidak
bagus atau tidak baik. mungkin saja bisa membuat rangkaian terputus. Jika rangkaian
terputus suda pasti rangkaian itu tidak bisa dipakai lagi.Yang perlu yang diperhatikan
adalah jangan terlalu banyak kosong pada rangkaian karena tidak seimbangnya ada
sebagian wilayah yang telah terlarut tetapi masih ada lapisan tembaga yang lebar jadi
memelukan waktu yang lama.jika terlalu lama rangkaian yang tipis akan rawan putus.
Dan dalam pelarutan juga diperhatikan berapa kali larutan telah melarut karena jika telah
banyak larutan sebelumnya melarut tidak efektif lagi larutan tersebut untuk melarut . dan
sulit untuk mendapat hasil yang maksimal.
Pada rangkaian regulator apabila komponen yang dipasang tidak sesuai dengan
tegangan yang diberikan maka rangkaian tersebut tidak dapat menyala dan arus DC-nya
kurang.\Pada rangkaian flip-flop ini harus diberikan tegangan dan arus yang pas, karena
apabila arus yang diberikan terlalu besar maka rangkaian tersebut akan putus, begitu juga
sebaliknya bila arus yang diberikan kurang, maka rangkaian tersebut tidak akan menyala.
Perlu hati-hati dan ketelitian serta kesabaran dalam melakukan proses penyolderan
dalam keadaan terlalu panas, komponen juga dapat terputus.
Pada rangkaian flip-flop kapasitor dan transistor memiliki peranan yang sangat
penting untuk LED. Pada layout gabungan power supply regulator dan flip-flop
diperlukan ketelitian dari mahasiswa, karena apabila arus DC dari regulator tidak cukup
untuk menyalakan rangakaian flip-flop maka rangakaian tersebut tidak dapat menyala
begitu juga sebaliknya. Dalam membuat layout pada papan PCB harus hati-hati. Karena
jalur tidak boleh terputus, berbentuk 90oataupun lancip.
5
Politeknik Negeri Sriwijaya

BAB II
PERANCANGAN PCB DENGAN METODE JIPLAK
2.1. PENDAHULUAN
Salah satu animasi lampu yang mudah dibuat dan tidak terlalu membutuhkan biaya
yang banyak adalah radar led menggunakan IC CMOS 4017 sebagai decade counter, dan
untuk membentuk pulsa clocknya menggunakan IC 555.Radar led ini dibuat dengan
menggunakan sebuah IC CMOS MC14017 sebagai decade counter dan IC 555 sebagai
clock-nya. IC CMOS MC14017 ini mempunyai karakteristik dapat mengaktifkan salah
satu bit outputnya saja dan mampu memberikan arus sampai 10mA. Arus output ini
sudah cukup untuk menyalakan sebuah led dengan kecerahan yang cukup.Untuk
membentuk pulsa clocknya digunakan IC 555, yang berfungsi sebagai timer yang
berfungsi untuk menghasilkan denyutan (pulse) sebagai penggerak IC 4017.
Untuk outputnya, digunakan Led berwarna merah, kuning, hijau dan biru.
Digunakan Led yang berwarna-warni dengan tujuan untuk menambah semarak
tampilannya.
- IC 555
IC 555 ini sangat penting dalam rangkaian digital,dan juga dibutuhkan pada saat
membuat rangkaian counter Up.IC 555 pada rangkaian ini digunakan untuk pengatur
clock pada IC counter.

Gambar 2.1 IC 555

6
Politeknik Negeri Sriwijaya

Fungsi dari pin IC pewaktu 555 adalah:


Pin 1 (ground) : Sistem ground
Pin 2 (Trigger) : Input pada komparator yang digunakan untuk menset flip-flop
Pin 3 (output) : Output dari IC 555
Pin 4 (reset) : Reset aktif low,dimana Q=high dan Output (pin 3)=Low
Pin 5 (control) : Digunakan untuk memlalui level tegangan 2/3 Vcc.Biasanya ini
dihubungkan dengan capasistor 0,00mF sebagai by pass
Pin 6 (Tershold) : Input pada komparator 1 yang digunakan untuk mereset flip-flop
Pin 7 (discharge) : Hubungan kolektor dari transistor NPN.Pin ini digunakan untuk
menshort pin 7 ke ground ketika Q = high dan akan
terjadi pengosongan muatan pada kapasitor.
Pin 8 (Vcc) : Tegangan Supply.

Cara kerja dari IC pewaktuan 555 :


- Ketika power dihidupkan, terjadi pengosongan muatan pada kapasitor, dimana tegangan
pada pin 2 = 0V dan keluaran pada komparator kedua adalah bernilai tinggi. Sehingga
flip-flop dalam keadaan set.
- Dengan output yang tinggi,transistor akan terbuka dan terjadi pengisian muatan pada
kapasitor terhadap Vcc elalui RA + RB.
- Ketika muatan kapasitor melebihi 1/3 Vcc, keluaran komparator ke 2 menuju rendah dan
jika tegangan kapaitor melebihi 2/3 Vcc,keluaran komparator pertama menuju
tinggi.Sehingga flip-flop dalam keadaan reaet.
- Dengan Output yang rendah, maka pin 7 akan menjadi hampir 0 V dan terjadi
pengosongan muatan kapasitor melalui RB.
- Ketika tegangan kapasitor drop samapai dibawah 1/3 Vcc, Keluaran komparator kedua
menuju tinggi lagi dan flip-flop dalam keadaan set.
- Dengan Q=Low, transistor terbuka dan terjadi pengisian muatan kapsitor
- Begitulah seterusnya, dengan pengisian muatan kapasitor sebesar 2/3 Vcc dan
pengosongan muatan di bawah 1/3 Vcc secara kontinu.Ketika pengisian muatan
kapasitor, output akan tinggi dan sebaliknya saat pengosongan muatan output akan
rendah.

7
Politeknik Negeri Sriwijaya

Kalau ditanya apa komponen elektronika yang paling popular dan serba guna, maka
jawabnya adalah IC timer 555. IC timer jenis ini sudah dikenal dan masih populer
sampai saat ini sejak puluhan tahun yang lalu. Tepatnya IC 555 pertama kali dibuat oleh
Signetics Corporation pada tahun 1971. IC timer 555 memberi solusi praktis dan relatif
murah untuk berbagai aplikasi elektronik yang berkenaan dengan pewaktuan (timing).
Terutama dua aplikasinya yang paling populer adalah rangkaian pewaktu monostable
dan osilator astable. Jeroan utama komponen ini terdiri dari komparator dan flip-flop
yang direalisasikan dengan banyak transistor.
Dari dulu hingga sekarang,prinsip kerja komponen jenis ini tidak berubah namun
masing-masing pabrikan membuatnya dengan desain IC dan teknologi yang
berbeda-beda.Hampir semua pabrikan membuat komponen jenis ini,walaupun dengan
nama yang berbeda-beda.Misalnya National Semiconductor menyebutnya dengan
LM555,Philips dan Texas Instrument menamakannya SE/NE555.Motorola/ON-Semi
mendesainnya dengan transistor CMOS sehingga komsusi powernya cukup kecil dan
menamakannya MC1455.Philips dan Maxim membuat versi CMOS-nya dengan nama
ICM7555.Walaupun namanya berbeda-beda, tetapi fungsi dan pin diagramnya saling
kompatibel satu dengan yang lainnya (functional and pin-to-pin compatible). Hanya saja
ada beberapa karakteristik spesifik yang berbeda misalnya konsumsi daya, frekuensi
maksimum dan sebagainya.Spesifikasi lebih detail biasanya dicantumkan pada datasheet
masing-masing pabrikan.Dulu pertama kali casing dibuat dengan 8 pin T-package
(tabular dari kaleng mirip transistor), namun sekarang lebih umum dengan kemasan IC
DIP.

- IC 4017

8
Politeknik Negeri Sriwijaya

Gambar 2.2 IC 4017

IC 4017 adalah jenis IC dari keluarga IC CMOS (Complentary Metal Oxide


Semiconductor). Karena termasuk R1 8 4762R2C11 53 Output555C2Th Tl Pin3Alat
penerangan otomatis dan sistem keamanan menggunakan IC 555 Small Project I 29
dalam keluarga CMOS, IC ini dapat bekerja pada tegangan DC 3Volt sampai dengan
15Volt,dengan kebutuhan arus sampai beberapa A , catu daya untuk CMOS
memerlukan pengaturan sangat sedikit. Dibawah tegangan 3 Volt , CMOS tetap bekerja
tetapi kecepatan pensklarnya berkurang.IC ini adalah jenis IC Pencacah Decade (Decade
Counter) dengan 10 output. IC ini menghasilkan 10 Output yaitu dari Q0 Q9, memiliki
Clock.Clock Enable, Reset dan Carry Out masingmasing terdapat dalam satu pin. Pada
setiap pencacahan hanya satu keluaran yang berlogika 1, ke sembilan keluaran lainnya
berlogika 0, jadi setiap saat hanya ada satu keluaran yang dapat berlogika 1.

- Potensiometer

Gambar 2.3 Potensiometer

Resistor yang nilai hambatannya dapat diubah-ubah dengan memutar poros yang
telah tersedia. Potensiometer pada dasarnya sama dengan trimpot secara fungsional.

9
Politeknik Negeri Sriwijaya

2.2. PRAKTEK MERANCANG RANGKAIAN RADAR LED


2.2.1. DAFTAR ALAT
No NAMA ALAT SPESIFIKASI JUMLAH
.
1. Gambar layout komponen dan jalur Rangkaian Radar Led 1 set
pada kertas millimeter dan kalkir
2. Rugos elektro atau Permanent ink Jalur, Bulatan, Rugos 1 set
IC
3. Solder 30 W/ 220V 1 buah
4. Penyedot timah 1 buah
5. Tang potong 1 buah
6. Tang lancip 1 buah
7. Cutter 1 buah
8. Pinset 1 buah
9. Mistar baja 1 buah
10. Landasan solder 1 buah
11. Multimeter 1 buah
12. Mata bor 1 mm, 3 mm, 8 mm 1 buah

2.2.2. DAFTAR BAHAN


No NAMA BAHAN SPESIFIKASI JUMLAH
.
1. Led Warna warni 30 buah
2. IC 4017 1 buah
3. IC 555 1 buah
4. Dioda IN 4002 1 buah
5. Resistor 100 100 ohm 1 buah
6. Resistor 1,5 Kohm 1 buah
7. Kapasitor 1 buah
8. Potensio 500K 500K 1 buah
10
Politeknik Negeri Sriwijaya

9. Soket IC 555 1 buah


10. Soket IC 4017 1 buah
11. Papan PCB 10 x 15 cm 1 buah
12. Amplas Halus Secukupnya
13. Feritklorit Secukupnya
14. Timah 60/40 Secukupnya
15. Lotfet Secukupnya

2.2.3. GAMBAR SKEMATIK RANGKAIAN

Gambar 2.4 Skematk Rangkaian Radar Led


2.2.4. DESAIN LAYOUT RANGKAIAN

11
Politeknik Negeri Sriwijaya

Gambar 2.5 Desain Layout Rangkaian Radar Led

2.2.5. LANGKAH KERJA


1. Tentukan gambar rangkain yang akan dibuat pada pcb sesuai skematik yang ada
2. Ambil pcb dan sesuaikan ukuran pcb yang akan dibuat
3. Bersihkan pcb dengan kertas pasir untuk memudahkan penggambaran di pcb
4. Siapkan kertas kalender lalu jiplak gambar rangkaian yang sudah ditentukan
sebelumnya pada pcb yang sudah debersihkan dengan setrika
5. Tebalkan gambar dengan spidol permanen agar jalur tembaga tidak hilang
6. Rendam pcb di larutan FeCl untuk menghilangkan tembaga yang tidak
diinginkan
7. Apabila tembaga yang tidak diinginkan sudah hilang, angkat pcb dari larutan
dan cuci dengan air
8. Bersihkan tinta spidol yang ada di pcb
9. Lalu lubangi pcb untuk tempat kaki komponen dengan menggunakan bor. Mata
bor 0,8 mm digunakan untuk lubang kaki ic dan mata bor 1mm untuk
komponen lain seperti resistor, led, kabel dll
10. Setelah dilubangi, oleskan pasta pada bagian tembaga kemudian lapisi dengan
timah dengan menggunakan solder
11. Pasang komponen sesuai urutan dan tempat
12. Setelah semua komponen selesai dipasang, cairkan timah dengan solder untuk
merekatkan kaki komponen di pcb
13. Apabila kaki komponen terlalu panjang, potong bagian yang tida diinginkan
14. Selesai. Laporkan hasil percobaan kepada pengawas.

2.2.6. DATA PENGAMATAN


Dari job kali ini pembuatan Radar LED dapat dianalisa bahwa :
1. Pergantian Menyalanya Lampu LED disebabkan oleh komponen IC 4017 yang
memiliki urutan menyala dari pin 3, 2, 4, 7, 10, 1, 5, 6, 9, 11. Dengan sisa pin 15
ke jalur positif dan pin 8, 13, 15 ke ground.

12
Politeknik Negeri Sriwijaya

2. Kegunaan IC 555 yang dipakai dalam rangkaian radar LED sebagai Timer
pergantian menyalanya lampu LED dan dapat dipercepat maupun di perlambat
menggunakan potensio yangterdapat dalam rangkaian Radar LED.
3. Jika terjadi kesalahan dalam pembuatan rangkaian ( seperti menyalanya lampu
tidak teratur ) biasanya itu disebabkan oleh salahnya pembuatan jalur / layout
yang dirancang.
Arus AC dari power supply disearahkan oleh Dioda lalu arus mengalir ke LED
indikator.
Jika LED indikator menyala maka ada arus yang mengalir. Supaya LED tidak
mudah putus di hambat dengan resistor 470. Selanjutnya mengalir dan muatannya
disimpan di Kapasitor 1000F. Setelah itu arus mengalir ke Regulator yang berfungsi
sebagai pendingin agar LED tidak mudah putus dan Trafo tidak mudah meledak.
Arus negatif dari regulator mengalir ke kaki negatif dua Kapasitor 1000F. Setelah
itu arus mengalir ke kaki negatif Kapasitor 220F yang pertama. Sebagian arusnya
mengalir ke LED Pulsa dan dihambat lagi oleh resistor dan terus mengalir ke arus
negatif. Sedangkan arus yang lain mengalir ke kapasitor 220F yang kedua.
IC 555 berfungsi sebagai timer supaya LED hidup secara bergantian. IC 555
mempunyai delapan pin, dimana pin 1 terhubung dengan ground(negatif), pin 3
terhubung dengan pin 14 IC 4017, pin 4 terhubung dengan tombol reset, pin 5 terhubung
dengan kaki positif kapasitor 220F yang pertama, dan pin yang lain terhubung dengan
jalur positif. Tombol reset berfungsi untuk mengulang putaran radar LED.
Selain IC 555, radar led juga memerlukan IC 4017 yang berfungsi sebagai
pengatur urutan hidupnya LED. Adapun urutannya mulai dari pin 3, 2, 4, 7, 10, 1, 5, 6, 9,
11. Selain pin-pin tersebut, pin 14 terhubung dengan pin 3 IC 555, pin 15 terhubung
dengan tombol reset, dan pin 16 terhubung dengan jalur positif. Sedangkan pin 8, 13,
dan 15 terhubung ke jalur negatif. dan pada pin 12 tidak terhubung kemanapun, karena
1. Pada pengerjaan Radar LED lampu berjalan ini memerlukan ketelitian, kesabaran,
dan kekompakan dalam mengerjakannya.
2. Jika rangkaian tidak menyala, terjadi kesalahan. Kesalahan ini biasanya karena
pembuatan layout yang salah, ataupun cara penyolderan dan tata letak
komponen.
3. Semakin besar kapasitor yang digunakan, semakin terang pula LED menyala.
13
Politeknik Negeri Sriwijaya

2.3 KESIMPULAN
1. Pada pengerjaan Radar LED lampu berjalan ini memerlukan ketelitian, kesabaran,
dan kekompakan dalam mengerjakannya.
2. Jika rangkaian tidak menyala, terjadi kesalahan. Kesalahan ini biasanya karena
pembuatan layout yang salah, ataupun cara penyolderan dan tata letak komponen.
Semakin besar kapasitor yang digunakan, semakin terang pula LED menyala.

14
Politeknik Negeri Sriwijaya

BAB III
PERANCANGAN PCB DENGAN METODE RUGOS
3.1. PENDAHULUAN
Seven Segment adalah suatu segmen segmen yang digunakan untuk
menampilkan angka / bilangan desimal. Seven segment ini terdiri dari 7 batang
LED yang disusun membentuk angka 8 dengan menggunakan huruf a f yang
disebut DOT MATRIKS. Setiap segmen terdiri dari 1 atau 2 LED ( Light
Emitting Dioda ).
Seven segment dapat menampilkan angka angka desimal dan beberapa
karakter tertentu melalui kombinasi aktif atau tidaknya LED penyusunan dalam
seven segment. Untuk mempermudah penggunaan seven segment, umumnya
digunakan sebuah decoder atau sebuah seven segment driver yang akan mengatur
aktif atau tidaknya led led dalam seven segment sesuai dengan inputan biner
yang diberikan.
Piranti tampilan modem disusun sebagai pola 7 segmen atau dot matriks.
Jenis 7 segment sebagaimana namanya, menggunakan pola 7batang led yang
disusun membentuk angka 8. Huruf-huruf yang diperlihatkan dalam gambar
tersebut ditetapkan untuk menandai segment-segment tersebut. Dengan
menyalakan beberapa segment yang sesuai, akan diperagakan digit digit dari 1
sampai dengan 9 dan juga bentuk huruf A sampai dengan F ( dimodifikasi ).
Sinyal input dari switch tidak dapat langsung dikirimkan ke peraga 7
segment, sehingga menggunakan decoder BCD ( Binary Code Decimal ) ke 7
segment sebagai antar muka. Decoder ini terdiri dari gerbang-gerbang logika
yang masukannya berupa digit BCD dari keluarannya berupa saluran-saluran
untuk mengendalikan tampilan seven segment.
Prinsipo kerja Seven Segment adalah inputan bilangan biner pada switch
dikonversi masuk kedalam decoder, baru kemudian decoder mengkonversi
bilangan biner tersebut kedalam bilangan desimal,yang mana bilangan desimal
ini akan ditampilkan pada layar seven segment. Fungsi dari decoder sendiri
adalah sebagai pengkonversi bilangan biner kedalam bilangan desimal.
Jenis-jenis Seven Segment ada 2 jenis yaitu Common Anoda dan Common

15
Politeknik Negeri Sriwijaya

Katoda, sebagai berikut :


1. Common Anoda merupakan pin yang terhubung dengan semua kaki anoda
LED dalam seven segment. Common Anoda diberi tegangan VCC dan seven
segment dengan common anoda akan aktif pada saat diberi logika rendah (0)
atau sering disebut aktif low. Kaki katoda dengan label a sampai h sebagai
pin aktifasi yang menentukan nyala LED.
2. Common Katoda merupakan pin yang terhubung dengan semua kaki katoda
LED dalam seven segment dengan common katoda akan aktif apabila diberi
logika tinggi (1) atau disebut aktif high. Kaki anoda dengan label a sampai h
sebagai pin aktifasi yang menentukan nyala LED

3.2. PRAKTEK MERANCANG RANGKAIAN SEVEN SEGMENT


3.2.1. DAFTAR ALAT
No. NAMA ALAT SPESIFIKASI JUMLAH
1. Gambar layout komponen dan Rangkaian kunci 1 set
jalur pada kertas millimeter dan kombinasi dengan
kalkir tampilan 7-segment
2. Rugos elektro atau Permanent Jalur dan bulatan 1set
ink
3. Solder 30 W / 220 V 1 buah
4. Penyedot timah 1 buah
5. Tang potong 1 buah
6. Tang lancip 1 buah
7. Cutter 1 buah
8. Pinset 1 buah
9. Mistar baja 1 buah
10. Landasan solder 1 buah
11. Multimeter 1 buah

16
Politeknik Negeri Sriwijaya

3.2.2. DAFTAR BAHAN


No. NAMA BAHAN SPESIFIKASI JUMLAH
1. PCB 10 x 5 cm 1 buah
2. FeCl Secukupnya
3. Air bersih Secukupnya
4. Thinner / bensin Secukupnya
5. Sabun / Vim Secukupnya
6. Timah Secukupnya
7. Lotfet Secukupnya
8. Amplas halus Secukupnya
9. Resistor 7 100 ohm 7 buah
10. LED 1 buah
11. IC 7447 2 buah
12. IC 74147 1 buah
13. IC 7404 1 buah
14. IC 7495 2 buah
15. IC 7485 2 buah
16. Switch 4 Push Button 4 buah
17. Seven Segment 2 buah
18. Kabel secukupnya

3.2.3. GAMBAR SKEMATIK RANGKAIAN

17
Politeknik Negeri Sriwijaya

3.2.4. DESAIN LAYOUT RANGKAIAN

3.2.5. LANGKAH KERJA


1. Rangkailah komponen tersebut seperti pada gambar diatas
2. Pada praktikum ini menggunakan kertas stiker yang di sediakan
3. Masukkan inputan berupa kondisi saklar. Ketika saklaar dalam kondisi ON atau
menyatakan kode biner 1 sedangkan jika saklar dalam kondisi OFF atau
menyatakan kode biner 0

18
Politeknik Negeri Sriwijaya

4. Analisis rangkaian dengan inputan sesuai dengan yang telah dipraktikan

3.2.6. DATA PENGAMATAN


Prinsip kerja seven segmen ialah input biner pada switch dikonversikan masuk ke
dalam decoder, baru kemudian decoder mengkonversi bilangan biner tersebut menjadi
decimal yan nantinya akan ditampilkan di seven segment.,
Seven segment dapat menampilkan angka-angka desimal dan beberapa karakter
tertentu melalui kombinasi aktif atau tidaknya LED penyusunan dalam seven segment.
Untuk memudahkan penggunaan seven segment, umumnya digunakan sebuah
decoder( mengubah/ mengkoversi input bilangan biner menjadi decimal) atau seven
segment driver yang akan mengatur aktif tidaknya led-led dalam seven segment sesuai
dengan nilai biner yang diberikan.
Dekoder BCD ke seven segment digunakan untuk menerima masukan BCD 4-bit
dan memberikan keluaran yang melewatkan arus melalui segmen untuk menampilkan
angka desimal. Jenis dekoder BCD ke seven segment ada dua macam yaitu dekoder
yang berfungsi untuk menyalakan seven segment mode common anoda dan dekoder
yang berfungsi untuk menyalakan seven segment mode common katoda. Contoh IC
converter BCD to Seven Segment untuk 7-segment Common Anoda pake decoder IC
TTL 7447 untuk Common Katoda pake IC TTL 7448.
Salah satu contoh saja, IC 74LS47 merupakan dekoder BCD ke seven segment yang
berfungsi untuk menyalakan seven segmen mode common anode.
3.3. KESIMPULAN
Dalam percobaan yang telah dilakukan, makan dapat disimpulkan bahwa :
1. Seven segment adalah penampil dengan susunan 7 digit yang dapat menampilkan
angka dari 0 9.
2. Angka pertama yang tampil pada seven segment jika input nol semua adalah angka
nol.

3. Seven segment hanya bisa menampilkan angka apabila masukan berupa bilangan
biner.
4. Pembuatan program harus sesuai dengan port yang digunakan dan pin yang
dihubungkan
19
Politeknik Negeri Sriwijaya

LAMPIRAN

20