Anda di halaman 1dari 6

Kriteria karantina

Sapi perah yang masuk Karantina mempunyai kriteria khusus untuk

diperiksa, mulai dari dokumen dan analisa kesehatan hewan. Setiap media

pembawa hama dan penyakit hewan yang dimasukkan ke dalam wilayah negara RI

wajib memenuhi persyaratan administratif ; (U.U . Karantina, 1992)

1. dilengkapi sertifikat kesehatan dari negara asal dan negara transit bagi

hewan, kecuali media pembawa yang tergolong benda lain .

2. melalui tempat-tempat pemasukan yang telah ditentukan (post de entry) .

3. dilaporkan dan diserahkan kepada petugas karantina hewan di tempat-

tempat pemasukan untuk keperluan tindakan karantina begitu juga setiap

media pembawa hama dan penyakit yang dibawa/dikirim dari satu area ke

area lain maupun yang akan dikeluarkan dari wilayah negara RI .

Menurut Balai Penelitian Ternak, Tindakan karantina dapat dilakukan berupa :

a. Pemeriksaan

Untuk mengetahui kelengkapan dan kebenaran isi dokumen untuk

mendeteksi hama dan penyakit hewan karantina pemeriksaan fisik terhadap hewan,

bahan asal hewan, hasil bahan asal hewan dapat dilakukan koordinasi dengan
instansi lain yang bertanggung jawab dibidang penyakit karantina yang

membahayakan kesehatan manusia .

b. Pengasingan

Untuk mendeteksi lebih lanjut terhadap hama dan penyakit hewan karantina

tertentu yang karena sifatnya memerlukan waktu lama, sarana dan kondisi khusus

maka terhadap media pembawa yang telah diperiksa dapat dilakukan pengasingan

untuk diadakan pengamatan.

c. Pengamatan/Perlakuan

Dilaksanakan setelah dilakukan pemeriksaan/pengasingan apakah media pembawa

hama dan penyakit hewan tertular atau tidak .


d. Penahanan

Dilaksanakan apabila setelah pemeriksaan ternyata persyaratan karantina

untuk pemasukan ke dalam atau dari suatu area ke area lain di dalam wilayah negara

RI belum seluruhnya dipenuhi, pemerintah menetapkan batas waktu pemenuhan

persyaratan .

e. Penolakan

Dapat dilakukan apabila :

Pada waktu diadakan pemeriksaaan di atas alas angkut tertlar hama

dan penyakit hewan

Tidak dilengkapi dengan sertifikat kesehatan dari negara asal/daerah

asal

Pemassuka hewan tidak melalui temat yang telah ditetapkan oleh

pemerintah

Dalam waktu penahanan, keseluruhan persyaratan yang harus

dilengkapo dalam batas watu yang telah ditetapkan tidak dapat

dipenuhi

Setelah diberi perlakuan di atas alas angkut, tidak dapat


disembunkan dari hama dan penyakit hewan karantina

f. Pemusnahan

Dilakukan apabila setelah media pembawa tersebut diturunkan dari alat

angkut

dan dilakukan pemeriksaan ternyata tertular hama dan penyakit hewan .

setelah dilakukan penolakan, media pembawa tidak segera dibawa ke luar

dari wilayah negara RI atau dari area tujuan oleh pemiliknya dalam batas

waktu yang telah ditetapkan.

setelah dilakukan pengamatan dalam pengasingan tertular hama dan

penyakit hewan tertentu yang ditetapkan oleh pemerintah .


media pembawa tersebut tak dapat disembuhkan dari hama dan penyakit

hewan .

pemilik tidak berhak menuntut ganti rugi apapun .

g. Pembebasan

Bisa dilaksanakan dengan syarat ;

media pembawa (hewan) setelah diperiksa tidak tertular hama dan penyakit

hewan.

waktu pengamatan dalam pengasingan tidak tertular penyakit hewan .

media pembawa yang tertular, dapat disembuhkan dari hama dan penyakit

hewan .

pembebasan media pembawa harus disertai dengan pemberian sertitikat

pelepasan dan sertifikat kesehatan .

Penanganan pengafkiran

Keputusan tentang pengafkiran sapi secara signifikan dapat mempengaruhi

produktivitas susu. Tingkat pemusnahan bervariasi antara kelompok ternak dan

mungkin terkait dengan tingkat penyakit atau program pengendalian penyakit.


Kesuburan, mastitis, dan cedera adalah alasan umum untuk mengafkir sapi.

Pemusnahan merupakan aspek penting dalam mengendalikan penyakit lain seperti

uberkulosis sapi, brucellosis, paratuberculosis, dan mastitis kronis yang disebabkan

oleh beberapa patogen mastitis menular. Cara untuk memilih sapi untuk di afkir

(Kenyon, 2003):

Pemotongan sapi dan sapi merupakan strategi yang juga bisa

dipertimbangkan. Tapi pastikan untuk mempertimbangkan implikasi jangka

panjang untuk mengurangi jumlah penggantinya (replacement stock)

pengganti masa yang akan datang. Di satu sisi, pengafkiran sapi laktasi dan

sapi dara sangat mengurangi pakan yang dibutuhkan untuk populasi sapi
tersebut dan memberikan pakan yang tersisa untuk diberikan ke sapi perah

yang akan menghasilkan pendapatan.

Pertimbangkan risiko bahwa sapi dengan kondisi penyakit yang akan di

afkir. Risiko ini bervariasi dengan kondisinya. Sapi dengan kondisi risiko

tinggi atau sedang adalah calon afkir.

Sarana dan prasarana yang diperlukan pada karantina

Kawasan Karantina ditentukan bila terjadi serangan suatu hama dan

penyakit hewan di suatu kawasan yang semula diketahui bebas dari hama dan

penyakit hewan, pemerintah dapat menetapkan kawasan yang bersangkutan untuk

seinentara waktu sebagai kawasan karantina. Tempat pemasukan dan pengeluaran

adalah pos perbatasan antar daerah/negara, pelabuhan laut, bandara, pelabuhan

sungai, tempat penyebrangan dan kantor pos .

Urutan Kegiatan Program Karantina Ternak Ruminansia

Hari ke 1 . Jadikan hari pertama hari Rabu (Petunjuk kerja, 1985) .

pasanglah label telinga kerbau/sapi/kambing dan domba

ambil darah untuk pemeriksaan haematologis dan pengumpulan serum.

cegah terhadap Leptospirosis dengan memberi 20 mg streptomisin sulphat


perberat badan selama 3 hari berturut-turut

cegah terhadap cacing hati dengan memberi dovenix

cegah terhadap parasit dalam dengan memberi Nilzan/Valbazen

vaksinasi terhadap "Haemorrhagic septicaemia" dan ukur temperatur tubuh

Hari ke 7

beri 5 ml "Covaxin 8 in 1"

cegah terhadap parasit darah dengan menggunakan Naganol 3-5 gram

semprot dengan insektisida mengenai seluruh tubuh bagian luar

vaksinasi Anthrax

Hari ke 14
cegah lagi terhadap parasit dalam dengan Nilzan atau Valbazen

beri 10 ml "Covaxin 8 in 1 "

vaksinasi terhadap penyakit mulut dan kuku

Hari ke 28.

semprot dengan Rhodiacide/emulphan

ambil darah ulangan

cegah terhadap cacing hati dengan dovenix

cegah terhadap parasit dalam dengan memberi valbazen

Hari ke 30

Jika semua ternak yang telah diperlakukan selama karantina dan dinyatakan

sehat, bisa dibawa ke kawasan peternakan atau ke kandang lembaga penelitian,

tetapi bila masih ada ternak yang temperaturnya di atas 40 .5 C (sakit) sebaiknya

diberi suntikan antibiotika Tetracyclin 20 mg/berat badan selama 4 hari dalam dosis

yang terbagi-bagi .

Sarana dan prasarana yang diperlukan pada pengafkiran

Pengafkiran dalam peternakan merupakan pengambilan sapi dengan alasan


di jual, di potong, atau karena kematian. Produsen susu seringkali menghadapi

keputusan yang sulit setiap hari. Salah satu yang paling sulit adalah memutuskan

apakah akan merawat dan mengobati, atau memusnahkan sapi. Ada banyak alasan

untuk peternak sapi perah yang fokus pada memaksimalkan pendapatan sekaligus

mengendalikan semua biaya produksi. Satu area yang cukup mendapat perhatian,

tapi yang terlalu sering diabaikan adalah biaya pemeliharaan ukuran kawanan.

Pengafkiran dilakukan untuk ternak yang mempunyai masalah diantaranya

produksi rendah, masalah reoroduksi, cedera, mastitis.

DAPUS
Kenyon S. 2003. Culling Dairy Cows: An Opportunity for Improvement When
Feed Supplies Are Tight.Animal science and veterinary clinical science

Suwandi, Emi S. 1999. Tatalaksana karantina ternak ruminansia. Balai Penelitian


Ternak PO BOX 221. Bogor