Anda di halaman 1dari 3

BAB 1.

KALOR

1.1.Pengertian Kalor

Panas atau kalor adalah energi yang berpindah akibat perbedaan suhu. Satuan
SI untuk panas adalah joule. (Giancoli, 2001)

Panas bergerak dari daerah bersuhu tinggi ke daerah bersuhu rendah. Setiap
benda memiliki energi dalam yang berhubungan dengan gerak acak dari atom-
atom atau molekul penyusunnya. (Halliday dan Resnick, 1991).

Energi dalam berbanding lurus terhadap suhu benda. Ketika dua benda dengan
suhu berbeda bergandengan, mereka akan bertukar energi internal sampai suhu
kedua benda tersebut seimbang. Jumlah energi yang disalurkan adalah jumlah
energi yang tertukar. Kesalahan umum untuk menyamakan panas dan energi
internal. Perbedaanya adalah panas dihubungkan dengan pertukaran energi
internal dan kerja yang dilakukan oleh sistem. (Tipler, P.A., 1998)

Kalor adalah suatu bentuk energi yang diterima oleh suatu benda yang
menyebabkan benda tersebut berubah suhu atau wujud bentuknya. Kalor berbeda
dengan suhu, karena suhu adalah ukuran dalam satuan derajat panas. Kalor
merupakan suatu kuantitas atau jumlah panas baik yang diserap maupun
dilepaskan oleh suatu benda. (Young, Hugh D. & Freedman, Roger A., 2002)

Dari sisi sejarah kalor merupakan asal kata caloric ditemukan oleh ahli kimia
perancis yang bernama Antonnie laurent lavoiser (1743 - 1794). Kalor memiliki
satuan Kalori (kal) dan Kilokalori (Kkal). 1 Kal sama dengan jumlah panas yang
dibutuhkan untuk memanaskan 1 gram air naik 1 derajat celcius.

Satuan energi adalah joule, yaitu energi yang diperlukan untuk memindahkan
benda bermassa 1 kg dengan percepatan 1 m/s2 sejauh 1 m. Kesetaraan kedua
satuan itu adalah 1 kalori= 4,2 joule atau 1 joule = 0,24 kalori.
Teori Kalor Dasar :

1. Kalor yang diterima sama dengan (=) kalor yang dilepas : Azas/asas Black
Penemu adalah Joseph Black (1720 1799) dari Inggris.

2. Kalor dapat terjadi akibat adanya suatu gesekan Penemunya adalah Benyamin
Thompson (1753 1814) dari Amerika Serikat

3. Kalor adalah salah satu bentuk energy Ditemukan oleh Robert Mayer (1814
1878)

4. Kesetaraan antara satuan kalor dan satuan energi disebut kalor mekanik.
Digagas oleh James Prescott (1818 1889)

1.2. Prinsip Kalor


Perbandingan banyaknya tenaga kalor (Q) yang dibekalkan kepada sebuah
benda untuk menaikkan temperaturnya sebanyak T dinamakan kapasitas kalor
(C) dari benda tersebut. (Halliday, 1985).
Kapasitas kalor per satuan massa sebuah benda yang dinamakan kalor jenis
(c) adalah ciri (karakteristik) dari bahan yang membentuk benda tersebut,
Kalor jenis adalah jumlah energi yang dipindahkan dari suatu benda atau
tubuh ke benda lain akibat dari suatu perbedaan suhu diantara benda atau tubuh
tersebut. Kalor dinyatakan dalam satuan energi joule (J) menurut satuan SI. Kalor
umunya dinyatakan dalam satuan kalori (kkal), yaitu satu kalori adalah jumlah
kalor yang diperlukan untuk meningkatkan suhu 1 gram air sebanyak 1 derajat
celcius pada suhu kamar (293 K) (Metana, 2010).
DAFTAR PUSTAKA

Giancoli, Douglas C. 2001. Fisika Jilid I. Jakarta: Penerbit Erlangga.

Halliday dan Resnick. 1991. Fisika Jilid I. Jakarta: Penerbit Erlangga.

Tipler, P.A.. 1998. Fisika untuk Sains dan TeknikJilid I. Jakarta: Penebit Erlangga.

Young, Hugh D. & Freedman, Roger A.. 2002. Fisika Universitas. Jakarta: Penerbit
Erlangga.