3. Bagaimana cara memperoleh IOP dan EOP ?
Nilai IOP dapat diperoleh dengan melakukan kalibrasi kamera. Karena nilai IOP diperoleh dari
nilai kalibrasi kamera, karena dalam proses ini akan terjadi koreksi pada kesalahan akibat distorsi
kamera dan kesalahan lain pada kamera. Nilai kalibrasi kamera atau disebut parameter kalibrasi
tersebut adalah principal distance (c), yaitu pergeseran titik pusat sesungguhnya dengan titik pusat
pada foto, titik pusat fidusial foto (xo, yo), distorsi lensa (K1, K2, K3, P1 and P2), serta distorsi
akibat perbedaan penyekalaan dan ketidak ortogonal antara sumbu X dan Y (b1, b2) (Fraser dan
Kenneth, 2000).
Nilai EOP dapat diperoleh dengan dua cara yaitu melalui tahapan Aerial Triangulation (AT) dan
melalui tahapan Relative Orientation (RO). Nilai EOP yang diperoleh melalui tahapan AT
memerlukan software Bundle AdjustmenI seperti PCI Geomatic, Inpho dan sebagainya. Ada
kemudahan tersendiri jika melakukan pembuatan DEM dengan tahapan AT yaitu nilai Exterior
Orientation Parameter (EOP) dapat diperoleh tanpa melakukan tahapan Relative Orientation (RO).
Nilai EOP yang diperoleh melalui tahapan AT merupakan hasil model perhitungan Bundel
Adjustment. Sedangkan nilai EOP yang diperoleh melalui tahapan RO harus melalui beberapa
proses yaitu interior orientation, relative 2 orientatio dan absolute orientation. Software yang
digunakan untuk melakukan proses RO salah satunya adalah software DAT/EM Summit
Evolution.
Sumber :
http://etd.repository.ugm.ac.id/downloadfile/72498/potongan/S1-2014-298164-chapter1.pdf
http://etd.repository.ugm.ac.id/downloadfile/99549/potongan/S1-2016-333533-introduction.pdf