Anda di halaman 1dari 4

DIFRAKSI CAHAYA PADA CELAH TUNGGAL

Alysia Putri Cahyarani, Anisa Fajar Mutmainah,


Debora Grayselia Br Sitepu, dan Tyo Maulana
Departemen Fisika, Fakultas Sains dan Matematika, Universitas Diponegoro
Jl. Prof Soedarto, S.H. Tembalang, Semarang, Jawa Tengah

ABSTRAK
Difraksi merupakan salah satu dari sifat cahaya sebagai gelombang. Pada percobaan ini dilakukan
pengamatan mengenai difraksi cahaya pada celah tunggal. Percobaan ini bertujuan untuk mempelajari
proses difraksi yang terjadi saat cahaya melewati celah tunggal serta mengetahui panjang gelombang suatu
sumber cahaya. Prinsip yang digunakan dalam percobaan ini yaitu cahaya dapat mengalami proses
interferensi serta difraksi atau pelenturan sebagaimana sifat cahaya sebagai gelombang. Peralatan yang
digunakan dalam percobaan ini antara lain laser He-Ne, celah tunggal, layar, penggaris. Percobaan ini
dilakukan dengan mengarahkan laser He-Ne melewati celah tunggal dan diarahkan pada layar kemudian
diamati pola cahaya yang terbentuk pada layar. Ketika laser He-Ne melewati celah tunggal maka pada layar
akan terbantuk pola gelap terang. Berdasarkan percobaan yang telah dilakukan, diketahui bahwa cahaya
yang melewati celah tunggal mengalami proses difraksi atau pelenturan. Cahaya dapat terdifraksi
diakibatkan cahaya memiliki sifat sebagai gelombang. Sedangkan adanya pola gelap terang yang tampak
pada layar pengamatan menunjukkan adanya proses interferensi gelombang cahaya.

ABSTRACT
Diffraction is one of the properties of light as a wave. In this experiment, we observed light diffraction in a
single gap. This experiment aims to study the diffraction process that occurs when light passes through a
single gap and knows the wavelength of a light source. The principle used in this experiment is that light
can experience the process of interference and diffraction or flexing as the nature of light as a wave. The
equipment used in this experiment included He-Ne laser, single slot, screen, ruler. This experiment was
carried out by directing the He-Ne laser through a single gap and directed at the screen and then observed
the pattern of light formed on the screen. When the He-Ne laser passes through a single gap then on the
screen it will be dark-toned. Based on experiments that have been done, it is known that light passing
through a single gap experience the process of diffraction or flexing. Light can be diffracted because light
has properties as waves. While the existence of a dark pattern of light that appears on the screen of
observation indicates the process of light wave interference

Pendahuluan
Cahaya merupakan radiasi bola. Cahaya dapat melakukan perambatan tanpa
elektromagnetik yang memungkinkan kita untuk adanya medium perambatan dan memiliki
dapat melihat benda benda disekitar kita yang panjang gelombang antara 400 nm hingga 600
memantulkan cahaya pada spektrum cahaya nm. Cahaya juga memiliki sifat diantaranya dapat
tampak. Kecepatan cahaya yang terukur pada dipantulkan (refleksi), dibiaskan (refraksi),
ruang hampa yaitu kurang lebih dilenturkan (difraksi), bergabung/dijumlahkan
sebesar 299.792.459 meter per detik. Cahaya (interferensi), diuraikan (dispersi) dan diserap
bergerak lurus ke semua arah dan hal ini dapat (polarisasi). Dan cahaya juga dapat mengalamai
diilustrasikan seperti titik pusat bola yang polarisasi dengan berbagai cara, antara lain
berperan sebagai sumber cahaya dan cahaya yang karena peristiwa pemantulan, pembiasan, bias
dipancarkan akan bergerak ke seluruh arah ruang kembar, absorbsi selektif, dan hamburan[3]
Difraksi adalah penyebaran gelombang Franhoufer sering diibaratkan sebagai bentuk
karena adanya halangan. Semakin kecil halangan, sederhana dari difraksi cahaya[6]
penyebaran gelombang semakin besar.
Penghalang itu dapat berupa layar dengan celah
kecil yang mengizinkan sebagian kecil muka
gelombang datang untuk lewat.. Difraksi cahaya
dapat terjadi ketika cahaya melewati suatu celah
sempit (lebar celah lebih kecil dari panjang
gelombang), sehingga gelombang cahaya tampak
melebar pada tepi celah[4] Hasil dari peristiwa
difraksi adalah garis-garis terang dan garis garis
gelap seperti pada peristiwa interferensi. Difraksi
cahaya sulit untuk diamati karena biasanya
sumber cahaya polikromatik, sehingga pola Gambar 1 Proses Difraksi Celah Tunggal Ditinjau
difraksi yang ditimbulkan setiap gelombang Secara Matematis
cahaya saling tumpang tindih dan cahaya tidak
Salah satu sumber cahaya yang
selalu koheren yang menyebabkan polanya digunakan pada difaraksi adalah laser. Kata laser
berubah-ubah sesuai beda fasenya[5] adalah singkatan dari Light Amplification by
Difraksi cahaya didasari pada prinsip Stimulated Emission of Radiation, yang artinya
Huygens. Prinsip Huygens menerangkan bahwa
perbesaran intensitas cahaya oleh pancaran. Laser
tiap-tiap titik dari sebuah muka gelombang dapat merupakan sumber cahaya koheren yang
ditinjau dari sebuah muka gelombang sebagai
monokromatik dan amat lurus. Cara kerjanya
sumber gelombang-gelombang kecil sekunder mencakup optika dan elektronika. Para ilmuwan
yang menyebar keluar ke segala arah dengan laju
biasa menggolongkannya dalam bidang
yang sama dengan laju perambatan gelombang elektronika kuantum. Laser yang memancarkan
itu. Muka gelombang yang baru pada suatu waktu sinar tampak disebut laser - optik. Pada tahun
kemudian akan didapatkan dengan membangun
1917, Albert Einstein mempostulatkan pancaran
sebuah permukaan yang menyinggung
imbas pada peristiwa radiasi agar dapat
gelombang kecil sekunder, atau yang dinamakan menjelaskan kesetimbangan termal suatu gas
pembungkus dari gelombang itu[2] yang sedang menyerap dan memancarkan radiasi.
Seberkas cahaya dilewatkan melalui Terdapat 3 proses yang terlibat dalam
celah tunggal dengan lebar d. Pola difraksi dapat kesetimbangan itu, yaitu : serapan, pancaran
diamati pada layar yang diletakkan sejauh L dari spontan (disebut fluoresensi) dan pancaran
celah. Berkas cahaya dibelokkan oleh celah terangsang ( atau lasing dalam bahasa
sebesar relatif terhadap arah rambat cahaya Inggrisnya, artinya memancarkan laser). Proses
datang. Untuk celah dengan d yang sangat kecil yang terakhir biasanya diabaikan terhadap yang
maka cahaya akan dibelokkan dalam sudut yang lain karena pada keadaan normal serapan dan
sangat kecil pula. Jika layar diletakkan pada jarak pancaran spontan sangat dominan. Sebuah atom
yang cukup jauh sehingga L >> d maka sudut pada keadaan dasar dapat dieksitasi ke keadaan
pembelokan akan sangat kecil. Implikasi tingkat energi yang lebih tinggi dengan cara
matematisnya adalah nilai tan = y/L . Dalam menumbukinya dengan elektron atau foton.
keadaan seperti itu, cahaya yang melalui celah Setelah beberapa saat berada di tingkat tereksitasi
dapat dianggap sejajar dengan arah rambat ia secara acak akan segera kembali ke tingkat
gelombang cahaya datang. Difraksi semacam ini energi yang lebih rendah, tidak harus ke
disebut sebagai difraksi Franhoufer. Difraksi keadaan dasar semula. Proses acak ini dikenal
sebagai fluoresensi terjadi dalam selang waktu
rerata yang disebut umur rerata, lamanya
tergantung pada keadaan dan jenis atom
tersebut[1].
Dari data hasil pengamatan pada Tabel 1 diatas
Metode Penelitian terlihat bahwa apabila jarak antara lensa ke layar
Peralatan yang digunakan dalam (L) diperpendek maka jarak antara pola gelap-
percobaan ini antara lain laser He-Ne, celah terang (Y) akan ikut memendek. Dari data hasil
tunggal, layar dan penggaris. Percobaan ini pengamatan pada tabel 1 akan digunakan untuk
dilakukan dengan menembakan laser He-Ne pada menghitung panjang gelombang yang digunakan
sebuah celah tunggal yang terletak didepan laser. pada percobaan ini dengan persamaan :
Ketika laser melewati celah tunggal tersebut

maka akan membentuk pola gelap-terang pada =
2 + 2
layar. Percobaan ini dilakukan dengan melakukan
variasi jarak celah tunggal ke layar untuk Dengan adalah panjang gelombang, adalah
mengamati perubahan pola gelap-terang. lebar celah, adalah banyaknya pola gelap
terang, adalah jarak antara layar dengan celah,
Hasil dan Pembahasan dan adalah jarak antara gelap ke n dengan
Berdasarkan percobaan yang telah terang pusat.
dilakukan, diketahui bahaya cahaya yang tampak
Tabel 2 Data Hasil Perhitungan Panjang Gelombang
pada layar pengamatan memiliki pola terang pada Sumber Cahaya
pusatnya lalu terdapat pola gelap terang disekitar
pusat. Pada percobaan ini cahaya yang keluar L (m) d (m) (m)
melalui celah akan menyebar dan sesuai prinsip 0,9 3,16 x 10-4 6,328 x 107
Huygen. Prinsip Huygens bisa dipakai untuk 0,85 3,16 x 10-4 5,956 x 107
menerangkan terjadinya difraksi cahaya pada 0,8 3,16 x 10-4 5,537 x 107
celah kecil, pada saat melewati celah kecil, muka 0,75 3,16 x 10-4 5,484 x 107
gelombang akan menimbulkan wavelet baru yang 0,7 3,16 x 10-4 5,424 x 107
jumlahnya tak terhingga sehingga gelombang 0,65 3,16 x 10-4 5,355 x 107
tidak mengalir lurus saja, tetapi menyebar. Laser 0,6 3,16 x 10-4 5,273 x 107
pada percobaan ini menghasilkan cahaya
koheren, yang berarti cahaya akan memasuki
Dari Tabel 2 diatas ditampilkan hasil
celah dengan fase yang sama. Apabila cahaya lalu perhitungan panjang gelombang ( ) yaitu pada
jatuh pada layar yang ditempatkan dengan jarak jarak = 0,9 m panjang gelombang yang
tertentu dari celah maka akan terjadi suatu pola terhitung = 6,328 x 107 m, pada jarak = 0,85
gelap terang pada layar. m panjang gelombang yang terhitung =5,956 x
Berdasarkan percobaan yang dilakukan 107 m, pada jarak = 0,8 m panjang gelombang
didapatkan hasil sebagai berikut : yang terhitung = 5,537 x 107 m, pada jarak =
0,75 m panjang gelombang yang terhitung
Tabel 1 Data Hasil Pengamatan Difraksi Cahaya pada =5,484 x 107 m, pada jarak = 0,7 m panjang
Celah Tunggal gelombang yang terhitung = 5,424 x 107 m,
pada jarak = 0,65 m panjang gelombang yang
L (m) Y (m) N
terhitung = 5,355 x 107 m, dan pada jarak =
0,9 0,009 5 0,6 m panjang gelombang yang terhitung =
0,85 0,008 5 5,273 x 107 m.
0,8 0,007 5 Dari hasil perhitungan dapat dijelaskan
0,75 0,0065 5 bahwa semakin besar jarak antara layar dengan
0,7 0,006 5 celah (L) maka panjang gelombang () yang
0,65 0,0055 5 digunakan juga semakin panjang. Hal ini dapat
0,6 0,005 5 diartikan bahwa panjang gelombang ()
sebanding dengan besarnya jarak antara celah
tunggal dengan layar (L).

Kesimpulan
Difraksi adalah penyebaran gelombang
karena adanya halangan. Semakin kecil halangan,
penyebaran gelombang semakin besar.
Penghalang itu dapat berupa layar dengan celah
kecil yang mengizinkan sebagian kecil muka
gelombang datang untuk lewat.. Difraksi cahaya
dapat terjadi ketika cahaya melewati suatu celah
sempit.
Panjang gelombang ( ) yang di dapat
pada percobaan yaitu pada jarak = 0,9 m
panjang gelombang yang terhitung = 6,328 x
107 m, pada jarak = 0,85 m panjang gelombang
yang terhitung =5,956 x 107 m, pada jarak =
0,8 m panjang gelombang yang terhitung =
5,537 x 107 m, pada jarak = 0,75 m panjang
gelombang yang terhitung =5,484 x 107 m,
pada jarak = 0,7 m panjang gelombang yang
terhitung = 5,424 x 107 m, pada jarak = 0,65
m panjang gelombang yang terhitung = 5,355 x
107 m, dan pada jarak = 0,6 m panjang
gelombang yang terhitung = 5,273 x 107 m.

DAFTAR PUSTAKA
[1[
Cassidy, David. 2002.Undestanding Physics.
New York : Springger-Verlag Inc.
[2]
Desmond. 1999. Study on Light and Optics.
Florida : Humprey Press
[3]
Giancoli, Douglas C. 2001. Physics for
Scientist and Engineers 3th Edition
(Terjemahan). Jakarta : Erlangga
[4]
Halliday, Resnick. 1984. Fisika Jilid 2
(Terjemahan). Jakarta : Erlangga
[5]
Serway, A.R. 1989. College Physics : Second
Edition. New York : Saunders
[6]
Tipler, Paul A. 2001. Fisika Untuk Sains dan
Teknik. Jakarta : Erlangga.