Anda di halaman 1dari 6

EEG (Elektroensefalogram)

Elektroensefalogram (EEG) adalah Alat untuk merekam aktifitas dari otak dengan
menggunakan pena yang menulis di atas gulungan kertas.Tes ini mampu menunjukkan tanda
penyakit alzheimer danepilepsy. Sumber lain menjelaskan bahwa EEG adalah sebuah
pemeriksaan penunjang yang berbentuk rekaman gelombang elektrik sel saraf yang berada di
otak yang memiliki tujuan untuk mengetahui adanya gangguan fisiologi fungsi otak.
Mendapatkan rekaman EEG yang baik dan benar adalah salah satu dari tujuan utama dari
pemeriksaan EEG selain interpretasi yang benar. EEG adalah alat untuk menunjang tegaknya
diagnosa, selama kita dapat memperoleh rekaman yang baik dan benar. Rekaman yang tidak baik
justru akan menyesatkan tegaknya diagnosa.
Saat terbaik perekaman adalah pada saat bebas obat sehingga Gelombang Otak
(Brainwave) yang didapat adalah Gelombang Otak (Brainwave) yang bebas dari pengaruh obat.
Lama perekaman minimal 15-20 menit pada penderita sadar. Bila ada prosedur stimulasi fotik,
hiperventilasi dan tidur maka lama perekaman harus ditambah. EEG adalah sample waktu dari
kehidupan seseorang, dan waktu 20 menit adalah waktu yang sangat singkat untuk menarik suatu
kesimpulan dari suatu kerja atau suatu fungsi otak seseorang. Oleh karena itu semakin lama
perekaman maka semakin besar kemungkinan kita untuk menemukan abnormalitasnya.

Cara Kerja EEG


Aktivitas listrik dari otak penderita direkam oleh elektroda perak yang dipasang
oleh teknisi yang terlatih pada kulit kepala. Elektroda ini dihubungkan secara berpasangan diatas
bagian otak yang berdekatan sehingga arus terdeteksi oleh satu elektroda, akan berbeda yang
terdeteksi oleh elektroda pasangannya, perbedaan voltase ini akan menggerakkan pena. Jika pada
bagian otak bermuatan negative dan satunya lagi pada bagian otak bermuatan positif, pena akan
bergerak ke bawah. Jika situasinya terbalik, pena akan bergerak ke atas.Jika tidak ada arus dari
kedua bagian otak di bawah elektroda mempunyai arus yang sama, pena akan menggambar garis
datar. Biasanya ada 8 pena berurutan dan rangkaian akhir dari garis ini mengukur baik kekuatan
fluktuasi perbedaan voltase maupun frekuensi. Pemeriksaan ini berlangsung selama 45-47 menit
dan menghasilkan gambar gelombang otak selama 5 menit. Jika seseorang tegang, EEG akan
menunjukkan pola pengaktifan yang tidak sinkron dan bervoltase rendah. Meski demikian, pola
ini mirip dengan pola pada orang yang tenang, yang melakukan tugas mental seperti menghitung.
Dengan demikian bila seseorang tegang ketika melakukan tes EEG, EEG hanya menunjukkan
otak terangsang tetapi tidak menunjukkan apa yang merangsangnya.
Kegunaan EEG

EEG digunakan terutama untuk meneliti epilepsy dan penyakit Alzheimer, juga
mengidentifikasi individuyang harus dirujuk untuk melayani pemeriksaan lebih lanjut jika
penyakit otak adalah penyebab dari epilepsinya. EEG biasa digunakan dalam menentukan
diagnosis penyakit epilepsi dengan mengidentifikasi setiap keabnormalan pada otak seperti lesi
yang memicu serangan epilepsi. Dokter dapat menentukan diagnosis dengan mengamati pola
kejang pada EEG. Meskipun EEG digunakan untuk meneliti penyakit epilepsy dan Alzheimer,
EEG tidak dapat mendiagnosis penyakit mental Schizofrenia, alasannya EEG dari orang yang
terganggu mentalnya biasanya normal. Tes EEG juga tidak mungkin dapat membedakan EEG
dari orang jenius dengan orang yang tidak pintar karena EEG tes yang relative sederhana tentang
distribusi dan kuantitas aktivitas listrik dari otak.

Indikasi dan Kegunaan EEG


Pasien yang mengalami kejang atau yang diduga mengalami kejang.
Pasien dengan Kemungkinan EPILEPSI
Mengevaluasievek serebral dari berbagai penyakit sistemik (misalnya keadaan
ensefalopati metabolic karena diabetes,gagal ginjal).
Melakukan studi untuk mengetahui gangguan tidur (sleep disorder) atau narkolepsi
Membantu menegakkan diagnose koma.
Melokalisir perubahan potensial listrik otak yang disebabkan trauma, tumor, gangguan
pembuluh darah (vascular) dan penyakit degeneratif.
Membantu mrencari berbagai gangguan serebral yang dapat menyebabkan nyeri kepala,
gangguan perilaku dan kemunduran intelektual.

Persiapan EEG
Sebelum melakukan prosedur rekaman rambut pasien harus dicuci agar elektroda dapat
melekat dengan baik dan jangan menggunakan minyak rambut/gel atau conditioner.
Satu hari sebnelum rekaman pasien di beritahu untuk ,mengurangi tidur, sehiungga pada
saat rekaman diharapkan pasien dapat tidur.
Tidak perlu puasa.
Pasien tidak dalam keadaan Batuk, Pilek atau Demam
Berhenti meminum obat tertentu ( Obat Penenang).
Hindari makanan yang mengandung Kafein ( seperti Kopi, Teh, Cola, Coklat) sedikitnya
8 jam sebelum test.
Hindari Puasa malam sebelum prosedur, Makanlah dalam porsi kecil sebelum test, sebab
gula darah rendah dapat mempengaruhi hasil EEG.
Tujuan EEG
Untuk mengetahui ada tidaknya abnormalitas fungsi maupun struktur lapisan otak bagian
luar. Kalangan kedokteran menggunakan sinyal EEG untuk diagnosa penyakit yang berhubungan
dengan kelainan otak dan kejiwaan. Walaupun penggunaan teknik modern seperti CT Scan dan
Magnetic Resonance Imaging (MRI) dapat memeriksa otak, namun EEG tetap berguna
mengingat sifatnya yang non-destruktif, dapat digunakan secara on line dan sangat murah
harganya dibandingkan kedua metoda. Disamping keunggulan lain, sinyal EEG dapat
mengidentifikasi kondisi mental dan pikiran, serta menangkap persepsi seseorang terhadap
rangsangan luar.

Fungsi EEG
A. Mendiagnosis epilepsi dan tanda-tandanya.
B. Mengecek permasalahan pada orang yang mengalami kehilangan kesadaran.
C. Mencari tahu apakah seseorang dalam keadaan koma.
D. Mempelajari penyebab susah tidur.
E. Melihat aktivitas otak ketika seseorang menerima obat anestesi selama operasi otak.
F. Membantu orang yang memiliki masalah psikis, seperti rasa gugup, dan kesehatan mental.

Prosedur Cara Penggunaan EEG


A. Sebelum melakukan prosedur perekaman EEG sebaiknya diketahui Standard Minimal.
B. Perekaman EEG yaitu memakai minimal 16 channel yang bekerja secara simultan. Setiap
area di otak bisa memberikan pola yang sama atau berbeda pada waktu yang bersamaan,
dan menurut pengalaman diperlukan perekaman pada minimal 8 area di otak secara
simultan untuk mendapatkan distribusi pola EEG. Perekaman dengan 8 channel secara
simultan diperkirakan cukup mencakup permukaan otak untuk menghindari
misinterpretasi.
C. Memakai minimal 17 elektrode pencatat. Semua elektroda ini harus mencakup area
frontal, central, parietal, oksipital, temporal, auricular atau mastoid, vorteks dan elektroda
ground.
D. Kedua system monopolar (referensial) dan bipolar (diferensial) harus digunakan secara
rutin. Setiap system montage mempunyai keunggulan dan kekurangan, sehingga
penggunaan kedua system sekaligus adalah esensial untuk mendapatkan informasi yang
akurat.
E. Harus ada prosedur buka tutup mata. Aktifitas alfa dapat memberi informasi tentang
fungsi abnormal otak. Aktifitas paroksismal dapat pula dicetuskan oleh prosedur ini.
F. Mesin EEG harus dikalibrasi di awal dan di akhir rekaman. Perubahan setting alat selama
perekaman harus dicatat.
G. Lama perekaman minimal 15-20 menit pada penderita sadar. Bila ada prosedur stimulasi
fotik, hiperventilasi dan tidur maka lama perekaman harus ditambah. EEG adalah sample
waktu dari kehidupan seseorang, dan waktu 20 menit adalah waktu yang sangat singkat
untuk menarik suatu kesimpulan dari suatu kerja atau suatu fungsi otak seseorang. Oleh
karena itu semakin lama perekaman maka semakin besar kemungkinan kita untuk
menemukan abnormalitasnya

Prinsip Kerja dari EEG


Elektroda EEG ukurannya lebih kecil daripada elektroda ECG. Elektroda EEG dapat
diletakkan secara terpisah pada kulit kepala atau dapat dipasang pada penutup khusus yang
dapat diletakkan pada kepala pasien.
Untuk meningkatkan kontak listrik antara elektroda dan kulit kepala
digunakan elektroda jelly atau pasta. Bahan elektroda yang umumnya digunakan adalah
perak klorida. EEG direkam dengan cara membandingkan tegangan antara elektroda aktif
pada kulit kepala dengan elektroda referensi pada daun telinga atau bagian lain dari tubuh.
Tipe merekam ini disebut monopolar. Tetapi tipe merekam bipolar lebih populer dimana
tegangan dibandingkan antara dua elektroda pada kulit kepala.

A. Amplifier
Amplifier digunakan karena EEG harus memiliki penguatan yang tinggi dan
karakteristik noise yang rendah sebab amplitudo tegangan EEG sangat rendah. Amplifier
yang digunakan harus bebas dari interferensi sinyal dari kabel listrik atau dari peralatan
elektronik yang lain. Noise sangat berbahaya di dalam kerja EEG karena gelombang
elektroda yang dilekatkan pada kulit kepala hanya beberapa mikrovolt ke amplifier.
Amplifier digunakan untuk meningkatkan amplitudo hingga beratus-ratus bahkan beribu-
ribu kali dari sinyal yang lemah yang hanya beberapa mikrovolt.
B. Kontrol Sensitivitas
Keseluruhan sensitivitas dari sebuah alat EEG adalah penguatan dari amplifier
dikalikan dengan sensitivitas dari alat penulisan. Jika sensitivitas alat penulisan adalah 1
cm/V, amplifier harus mempunyai keseluruhan penguatan 20.000 untuk 50 V sinyal untuk
memantulkan untuk menghasilkan nilai penguatan diatas.
Langkah-langkahnya adalah kapasitor digabungkan. Sebuah alat EEG mempunyai
dua tipe dari kontrol penguatan. Pertama adalah variabel kontinu dan digunakan untuk
menyamakan sensitivitas semua channel. Kedua adalah kontrol beroperasi sejalan dan
dimaksudkan untuk meningkatkan atau mengurangi sensitivitas dari suatu channel oleh
sesuatu yang dikenal. Kontrol ini biasanya dikalibrasi dalam desibel. Penguatan amplifier
normalnya diset sehingga sinyalnya sekitar 200 V dipantulkan pena diatas daerah
linearnya.
C. Filter
Ketika direkam oleh elektroda, EEG mungkin berisi kerusakan otot dalam kaitannya
dengan kontraksi dari kulit kepala dan otot leher. kerusakannya besar dan tajam sehingga
menyebabkan kesulitan besar dalam klinik dan interpretasi otomatis EEG. Cara paling
efektif untuk mengurangi kerusakan otot adalah dengan menyarankan pasien untuk rileks,
tapi ini tidak selalu berhasil. Kerusakan ini umumnya dihilangkan menggunakan low pass
filter. Filter pada alat EEG mempunyai beberapa pilihan posisi yang biasanya ditandai
dengan tetapan waktu. Suatu nilai satuan tetapan waktu yang diset untuk kontrol
frekuensi rendah adalah 0,03; 0,1; 0,3; dan 1,0 detik. Tetapan waktu ini sesuai dengan 3
dB menunjuk pada frekuensi 5,3; 1,6; 0,53; dan 0,16 Hz. Di atas frekuensi cut-off dan
dikontrol dengan filter high- frekuensi. Beberapa nilai dapat dipilih, diantaranya adalah
15, 30, 70, dan 300 Hz.
D. Sistem Penulisan
Sistem penulisan pada EEG umumnya menggunakan sistem ink writing tipe
direct-writing ac recorder yang menyediakan respon frekuensi hingga 60 Hz pada 40 mm
puncak ke puncak. Tipe umum dari direct-recorder adalah tipe stylus yang langsung
menulis pada kertas yang digerakkan di bawahnya. Pada umumnya di dalamsistem direct-
writing recorder, digunakan galvanometer yang mengaktifkan lengan penulis yang
disebut pen atau stylus.
Mekanismenya dimodifikasi dari pergerakan DArsonval meter. Sebuah
kumparan dari kawat tipis berputar pada suatu bingkai aluminium segi-empat dengan
ruang udara antara kutub suatu magnet permanen. Poros baja yang dikeraskan dikaitkan
dengan bingkai kumparan sedemikian sehingga kumparan berputar dengan friksi
minimum. Paling sering, jewel dan poros digantikan oleh taut- band sistem. Suatu pen
ringan terikat dengan kumparan. Spring berkait dengan bingkai mengembalikan pen dan
kumparan selalu ke suatu titik acuan. Ketika listrik mengalir sepanjang kumparan, suatu
medan magnet timbul yang saling berhubungan dengan medan magnet dari magnet
permanen. Hal itu menyebabkan kumparan mengubah sudut posisinya seperti pada suatu
motor listrik. Arah perputaran tergantung dari arah aliran arus di dalam kumparan. Besar
defleksi dari pen adalah sebanding dengan arus yang mengalir melalui kumparan.
Penulisan stylus dapat mempunyai tinta di ujungnya atau dapat mempunyai suatu
ujung yang menjadi kontak dengan suatu sensitif elektro, tekanan yang sensitif atau panas
kertas sensitif. Jika suatu penulisan lengan dari panjang yang ditetapkan digunakan,
sumbu koordinat akan menjadi kurva. Dalam rangka mengkonversi kurva linier dari
ujung penulisan ke dalam kurva gerak lurus, berbagai mekanisme telah dipikirkan untuk
mengubah panjang efektif dari lengan penulisan sehingga bergerak ke tabel perekaman.
Instrumen taut-band lebih disukai dibandingkan dengan instrumen poros dan
jewel karena lebih menguntungkan untuk meningkatkan sensitivitas listrik,
mengeliminasi friksi, lebih baik pengulangannya dan meningkatkan daya tahannya.
E. Noise
Amplifier EEG dipilih untuk level minimum derau yang dinyatakan dalam kaitan
dengan ekuivalen tegangan masuk. Dua mikrovolt sering dinyatakan dapat diterima oleh
perekam EEG. Noise berisi komponen dari semua frekuensi dan perekaman noise dapat
meningkatkan bandwith dari sistem. Oleh karena itu, penting untuk membatasi bandwith
yang dibutuhkan untuk menghasilkan sinyal.
F. Penggerak Kertas
Hal ini disediakan oleh suatu motor sinkron. Sebuah mekanisme penggerak kertas
yang stabil dan akurat perlu dan normal untuk mempunyai beberapa kecepatan kertas
yang tersedia untuk dipilih. Kecepatan pada 15, 30, dan 60 mm/s penting. Beberapa
mesin juga menyediakan kecepatan di luar daerah ini.
G. Saluran
EEG direkam secara serempak dari sebuah susunan yang terdiri atas banyak
elektroda. Elektroda dihubungkan untuk memisahkan amplifier dan sistem
penulisan. Mesin EEG komersial dapat memiliki sampai 32 saluran, walaupun 8 atau 16
saluran lebih umum.

Daftar Pustaka
http://www.rsi.co.id/fasilitas/fasilitas-penunjang/459-elektroensefalografi-eeg
http://www.mitrakeluarga.com/bekasibarat/electroencephalografi-eeg/
http://rsananda.com/index.php?option=com_content&view=article&id=20:eeg&catid=7:layanan-
baru&Itemid=5
http://www.gelombangotak.com/Alat_pengukur_gelombang_otak.htm
http://hertaww.blogspot.co.id/2013/09/makalah-eeg.html