Anda di halaman 1dari 17

ANALISA SINTESA TINDAKAN KEPERAWATAN

1. Tindakan keperawatan yang dilakukan : Mengganti alat tenun/laken

Nama pasien : Ny. A

Diagnosa Medis : Post op anafthalmus

2. Diagnosa Keperawatan :

Gangguan rasa nyaman : Nyeri

3. Prinsip-prinsip tindakan dan rasional:

a. Melakukan penilaian terhadap kondisi umum pasien apakah ada


keterbatasan pasien atau tidak.

R : Menentukan tingkat aktivitas dan memastikan keamanan pasien selama

prsedur dilakukan.

b. Mencuci tangan

R: Mencegah penyebaran mikro organisme

c. Mengucapkan salam (islami) dan komunikasi terapeutik.

R : Mewujudkan praktik keperawatan islami dan membina hubungan saling

percaya pada pasien maupun keluarga.

d. Memeriksa seprei apakah ada barang-barang pribadi pasien atau tidak

pindahkan bantal-bantal tambahan.

R : Menghindari hilangnya barang-barang pribadi pasien

e. Melonggarkan seprei atas dari bagian kepala sampai kaki. Angkat selimut

sehingga hanya tertinggal seprei atas yang menyelimuti pasien.

R : Memudahkan pengambilan selimut

f. Memposisikan pasien menghadap kearah sisi ranjang yang berlawanan

dengan tempat anda berdiri.

R: Memberikan ruang untuk memasang seprei baru


g. Melonggarkan seprei bawah dari bagian kepala sampai kaki pada kedua sisi

Profesi Ners UIN Alauddin Makassar Angk. XIII


Siti Hardianti Ariana, S.Kep (70900117015)
R : Memudahkan pengambilan seprai.

h. Seprei pengangkut dilipat bentuk kipas kearah pasien kemudian dorong

sedekat mungkin kearah pasien.

R : Memberikan ruang kerja maksimal untuk memasang seprei bersih

i. Bersihkan dan gulung perlak kearah pasien

j. Pasang seperi baru yang bersih yang dilipat bentuk kipas secara memanjang

pada batas atas setengah ranjang dimana lipatan berada pada bagian tengah

ranjang.

R : Memasang seprei pada ranjang secara berurutan

k. Pindahlah ke sisi sebelah pasien dan menyuruh pasien berbalik ke posisi.

Longgarkan bagian pinggir sprei kotor dari bawah matras.

R : Memudahkan mengangkat seprei

l. Angkat sprei pengangkut dengan melipatnya menjadi buntalan dan letakkan

kedalam kantung linen. Angkat sprei bawah dan letakkan dalam kantung

linen.

m. Tarik dan selipkan sprei bawah kepala matras. Buat sematan. Tarik bagian

tepi sprei dan selipkan dibawah tepi matras.

R : Menghilangkan kekusutan dan lipatan pada seprei demi kenyamanan

pasien

n. Bantu pasien bergulir kembali ke posisi terlentang dan atur kembali posisi

bantal.

R : Mempertahankan kenyamanan pasieN

o. Simpan seprai kotor kedalam kantung linen dan cuci tangan.

R : Tetap menjaga kebersihan

4. Bahaya-bahaya yang mungkin terjadi akibat tindakan tersebut dan cara

pencegahannya :

Profesi Ners UIN Alauddin Makassar Angk. XIII


Siti Hardianti Ariana, S.Kep (70900117015)
a. Transmisi mikroorganisme

Pencegahan : menjaga laken kotor jauh dari pakaian perawat dan jangan

pernah mendekatkan linen pada kipas angin.

b. Infeksi

Pencegahan : jangan meletakkan linen yang kotor di lantai. Bila linen

bersih menyentuh lantai segera ganti.

5. Tujuan tindakan tersebut dilakukan

a. Memberikan kenyamanan kepada pasien yang kondisi fisiknya tidak

memungkinkan untuk melakukan mobilisasi dan pasien tirah baring dengan

alasan medis.

b. Mengganti sprei basah/kotor untuk pasien tirah baring.

c. Mempertahankan kondisi lingkungan yang rapikan bersih

6. Hasil yang didapat dan maknanya

Klien tampak tenang. Artinya klien merasa lebih nyaman setelah dilakukan bed

making (penggantian linen).

7. Tindakan keperawatan lainnya yang dapat dilakukan untuk mengatasi masalah

diagnosa tersebut (mandiri dan kolaborasi) :

a. Bantu pasien dalam makuakan personal hygiene.

b. Bantu pasien untuk melakukan latihan gerakan anggota badan secara

teratur (ROM).

Profesi Ners UIN Alauddin Makassar Angk. XIII


Siti Hardianti Ariana, S.Kep (70900117015)
ANALISA SINTESA TINDAKAN KEPERAWATAN

1. Tindakan keperawatan yang dilakukan : Pemasangan Infus

Nama klien : Tn. R

Diagnosa medis : Maxillo facial injury

2. Diagnosa keperawatan : Kebutuhan nutrisi dan cairan

3. Prinsip-prinsip tindakan:

a. Cuci tangan.

b. Bebaskan lengan klien dari lengan baju.


c. Letakkan tourniquit 5-15 cm diatas tempat tusukan.

d. Letakkan perlak dibawah lengan pasien.

e. Hubungkan cairan infuse dengan selang infuse sehingga tidak ada udara

didalamnya. Kencangkan klem sampai infuse tidak menetes dan

pertahankan kesterilannya sampai pemasangan pada tangan disiapkan.

f. Kencangkan tourniquet.

g. Anjurkan klien untuk mengepalkan tangannya palpasi dan pastikan tekanan

yang akan ditusuk.

h. Bersihkan kulit dengan cermat menggunakan kapas alkohol, arah

melingkar dari dalam keluar lokasi tusukan.

i. Gunakan ibu jari untuk menekan jaringan dan vena 5 cm dibawah tusukan.

j. Pegang jarum pada posisi 30 derajat pada ven ayang akan ditusuk, setelah

pasti masuk lalu tusuk perlahan dengan pasti.

k. Rendahkan posisi jarum sejajar dengan dan tarik jarum sedikit lalu teruskan

plastik IV catether kedalam vena.

l. Tekan dengan jari ujung plastik IV catether.

m. Tarik jarum infuse keluar.


n. Buka klem infuse sampai sampai cairan mengalir lancar.

Profesi Ners UIN Alauddin Makassar Angk. XIII


Siti Hardianti Ariana, S.Kep (70900117015)
o. Oleskan salep antibiotik diatas penusukan kemudian ditutup dengan kassa

steril.

p. Fiksasi posisi plastik IV catether dengan plester.

q. Atur tetesan infuse sesuai ketentuan, pasang stiker yang sudah diberi

tanggal.

r. Rapikan alat dan pasien.

s. Salam terminasi.

t. Lepaskan handscoon dan cuci tangan.

4. Bahaya-bahaya yang mungkin terjadi akibat tindakan tersebut dan cara

pencegahannya.

a. Hematoma

Cara mencegah : Hindari penusukan berkali-kali dan jangan menarik jarum

sebelum tourniquet dilepas. Tidak selalu mungkin untuk mencegah

hematoma selama upaya venipuncture, meskipun kepatuhan dalam teknik

prosedur akan meminimalkan terjadinya hematoma. Hematoma yang

muncul setelah prosedur dapat dicegah dengan penerapan tekanan kuat

untuk minimal 5 6 menit. Dengan menempatkan kasa di atas tempat

tusukan pada fossa antecubital dan posisi lengan pasien yang fleksi tidak

memberikan tekanan yang cukup untuk mencegah hematoma.

b. Infiltrasi

Cara mencegah : Infiltrasi dapat dicegah dengan melakukan teknik

venipuncture dengan hati-hati dan dengan tidak memulai menjalankan infus

atau suntikan obat sampai dipastikan bahwa ujung jarum terletak di dalam

lumen vena.

c. Tromboflebitis/bengkak (inflasi pada pembuluh vena)

Cara mencegah : Sesuaikan ukuran jarum dengan ukuran vena.

Profesi Ners UIN Alauddin Makassar Angk. XIII


Siti Hardianti Ariana, S.Kep (70900117015)
d. Emboli udara

Cara mencegah : Jika emboli udara terjadi, manajemen didasarkan pada

upaya untuk mencegah udara ini masuk ke dalam sirkulasi otak dan paru.

Hal ini dicapai dengan memposisikan pasien berbaring ke sisi kiri

(mencegah masuk ke sirkulasi paru) dan dalam posisi kepala di bawah

(mencegah masuk ke sirkulasi serebral).

e. Perdarahan

Cara mencegah : Menjaga agar daerah yang dipasangi infus tidak

melakukan aktivitas berlebihan.

f. Reaksi alergi

Cara mencegah : Menggunakan plester yang bersih dan kalau perlu tiap 3

hari plester diganti dengan yang baru.

5. Tujuan tindakan tersebut dilakukan

a. Untuk pencegahan atau koreksi ketidak seimbangan cairan dan elektrolit

b. Akses kegawatdaruratan atau pemberian obat

6. Hasil yang didapat dan maknanya

Setelah dilakukan pemasangan infus diharapkan pemenuhan kebutuhan cairan

tubuh pasien dapat terpenuhu secara optimal dan monitor tetesan infus.

Profesi Ners UIN Alauddin Makassar Angk. XIII


Siti Hardianti Ariana, S.Kep (70900117015)
ANALISA SINTESA TINDAKAN KEPERAWATAN

1. Tindakan Keperawatan yang dilakukan : Pengambilan darah Vena

Nama Klien : Ny. S

Diagnosa Medis : Tumor Intraabdomen

2. Diagnosa Keperawatan : Gangguan Rasa Nyaman / Nyeri

3. Prinsip-prinsip tindakan dan rasional :

a. Ucapkan Bismillah dan doa

R : Segala sesuatu yang akan dilakukan harus diawali dengan doa agar

diberikan kelancaran.

b. Periksa kembali rekam medik terkait tindakan yang akan dilakukan

R : agar tidak terjadi kesalahan terkait tindakan yang akan dilakukan

terhadap pasien

c. Cuci tangan

R : Meminimalkan transmisi organisme dari tangan

d. Mengucapkan salam dan komunikasi terapeutik

R : Mewujudkan praktik keperawatan Islami dan membina hubunga

saling percaya pada pasien maupun keluarga.

e. Jelaskan prosedur, tujuan, kontrak waktu, dan kesediaan klien

terhadap tindakan yang akan dilakukan

R : Memudahkan klien mengetahui tujuan tindakan dan klien bersedia

dengan melakukan tindakan tersebut.

f. Pilih tempat penusukan vena yang sesuai.


R : Agar mendapatkan darah yang sesuai dengan yang diinginkan.

Profesi Ners UIN Alauddin Makassar Angk. XIII


Siti Hardianti Ariana, S.Kep (70900117015)
g. Pasang pengalas dan turniket 5cm diatas bagian vena yang akan

ditusuk.

R : Pengalas berguna untuk mencegah darah menetes di seprai dan

turniket untuk membantu menekan aliran darah agar darah dapat

diambil dengan mudah.

h. Desinfeksi area penusukan.

R : Mengurangi pajanan mikroorganisme dan mensterilkan area

penusukan.

i. Tusukkan jarum vena dan ambil darah sesuai kebutuhan.

R : Mendapatkan darah melalui spuit dengan mudah.

j. Lepas turniket.

R : Menghentikan tekanan pada aliran darah.

k. Cabut jarum dan vena dan gunakan kasa untuk menekan area

penusukan.

R : Menimalisir darah terus mengalir keluar.

l. Tempatkan darah dalam kontainernya dan berikan label (nama dan

RM pasien).

R : Agar tidak terjadi kesalahan dalam pemberian darah ke bagian

laboratorium.

m. Bereskan alat, lepas handscoon dan cuci tangan.

R : Tetap menjaga kebersihan tangan untuk menimalisir transmisi

organisme.

4. Bahaya-bahaya yang mungkin terjadi akibat tindakan tersebut dan cara

pencegahannya :

a. Hematoma

Profesi Ners UIN Alauddin Makassar Angk. XIII


Siti Hardianti Ariana, S.Kep (70900117015)
Pencegahannya : Hindari penusukan berkali-kali dan jangan menarik

jarum sebelum tourniquet dilepas.

b. Hemolysis sampel akibat kontaminasi oleh alcohol

pencegahannya : setelah melakukan desdinfeksi, diamkan beberapa

detik sebelum melakukan penusukan hingga alcohol kering

c. Hematokonsentrasi

pencegahannya : hindari pemasangan tourniquet terlalu lama.

5. Tujuan tindakan tersebut dilakukan

Tujuan pengambilan darah ini adalah untuk pemeriksaan HbsAg pasien.

6. Hasil yang didapat dan maknanya

Sampel darah vena diambil dari arteri brachialis, selanjutnya hasil dikirim

ke lab. Menunggu hasil lab untuk tindakan lebih lanjut.

7. Tindakan keperawatan lainnya yang dapat dilakukan untuk mengatasi

masalah diagnosa tersebut (mandiri dan kolaborasi) :

a. Kaji tingkat nyeri

b. Observasi tanda-tanda vital

c. Kolaborasi pemberian obat anti nyeri

Profesi Ners UIN Alauddin Makassar Angk. XIII


Siti Hardianti Ariana, S.Kep (70900117015)
Profesi Ners UIN Alauddin Makassar Angk. XIII
Siti Hardianti Ariana, S.Kep (70900117015)
ANALISA SINTESA TINDAKAN KEPERAWATAN

1. Tindakan keperawatan yang dilakukan : Injeksi intracuttan / skin test

Nama pasien : Ny. N

Diagnosa medis : Meningioma

2. Diagnosa keperawatan : Resiko infeksi

3. Prinsip-prinsip tindakan dan rasional.

a. Nama Klien

R : Sebelum obat diberikan, identitas klien harus diperiksa (papan

identitas di tempat tidur, gelang identitas) atau ditanyakan langsung

kepada klien atau keluarganya. Jika klien tidak sanggup berespon

secara verbal, respon non verbal dapat dipakai, misalnya klien

mengangguk.

b. Benar Obat

R: Sebelum memberi obat kepada klien, label pada botol atau

kemasannya harus diperiksa tiga kali.

c. Benar Dosis

R: Perawat harus memeriksa dosisnya. Jika ragu, perawat harus

berkonsultasi dengan dokter yang menulis resep atau apoteker sebelum

dilanjutkan ke klien.

d. Benar Rute/ Cara.

R: Obat diberikan secara topical, tetes, sipositoria, dan oral dengan

lokasi yang sesuai.

e. Benar Waktu

R: Ini sangat penting, khususnya bagi obat yang efektivitasnya

tergantung untuk mencapai atau mempertahankan kadar darah yang

memadai.

Profesi Ners UIN Alauddin Makassar Angk. XIII


Siti Hardianti Ariana, S.Kep (70900117015)
Kaji riwayat medis, riwayat alergi, dan riwayat diet.

Kaji kondisi klien terkini.

Kaji pengetahuan klien dan pemahaman tentang terapi obat.

Kaji indikasi untuk menentukan rute pemberian obat yang tepat

4. Bahaya yang mungkin terjadi

Tindakan ini bukan tindakan yang dapat memberikan efek samping

yang berbahaya. Tindakan ini hanya merupakan tes terhadap reaksi alergi

obat yang mungkin muncul pada seseorang terhadap obat tertentu. Karena

tindakan ini termasuk tindakan invasive yang merusak jaringan maka salah

satu resiko yang dapat terjadi adalah resiko infeksi karena luka yang

ditimbulkan.

5. Tujuan tindakan tersebut dilakukan

Tindakan ini bertujuan untuk mengetahui reaksi terhadap alergi

obat yang mungkin muncul pada seseorang terhadap obat tertentu.

6. Hasil yang didapat dan maknanya

Hasil tindakan ini didapatkan bahwa klien tidak memiliki alergi

terhadap obat yang dimasukan. Hal ini dibuktikan dengan tidak adanya

tanda-tanda alergi seperti kemerahan, bintik-bintik, gatal, dll yang muncul

pada area injeksi setelah 15 menit pasca injeksi. Jika tidak terdapat alergi

maka penggunaan obat dapat dilakukan. Namun bila terdapat alergi maka

obat tidak boleh digunakan.

Profesi Ners UIN Alauddin Makassar Angk. XIII


Siti Hardianti Ariana, S.Kep (70900117015)
7. Tindakan keperawatan lain yang dapat dilakukan untuk mengatasi diagnosa

keperawatan di atas (mandiri dan kolaboratif)

Karena tindakan ini merupakan tindakan yang berupa pengetesan

dan bukan untuk menyelesaikan masalah maka tidak ada tindakan lain

yang dapat dilakukan untuk mengatasi permasalahan yang ada.

Profesi Ners UIN Alauddin Makassar Angk. XIII


Siti Hardianti Ariana, S.Kep (70900117015)
ANALISA SINTESA TINDAKAN KEPERAWATAN

1. Tindakan keperawatan yang dilakukan : Pemberian Oksigen

Nama klien : Ny.S

Diagnosa medis : Tumor intraabdomen

2. Diagnosa keperawatan

Ketidakefektifan pola nafas

3. Prinsip-prinsip tindakan:

a. Bersih

b. Tindakan dilakukan secara tepat dan benar

c. Tindakan dilakukan sesuai dengan indikasi/advis dokter

d. Prosedur pemberian O2 melalui kanul nasal 2 l/menit

Cara pemasangan :

a. Terangkan prosedur pada klien

b. Atur posisi klien yang nyaman(semi fowler)

c. Atur peralatan oksigen dan humidiflier

d. Hubungkan kanula dengan selang oksigen ke humidiflier dengan aliran

oksigen yang rendah,beri pelicin(jelly) pada kedua ujung kanula.

e. Masukan ujung kanula ke lubang hidung

f. Fiksasi selang oksigen

g. Alirkan oksigen sesuai yang diingiinkan.


h. Pastikan O2 yang diberikan bisa masuk ke dalam saluran pernapasan klien.

Profesi Ners UIN Alauddin Makassar Angk. XIII


Siti Hardianti Ariana, S.Kep (70900117015)
4. Bahaya-bahaya yang mungkin terjadi

a. Bahaya yang dapat terjadi untuk pemberian O2 yang berlebihan adalah

timbulnya kondisi Hipokapneu karena konsentrasi O2 dalam darah yang

terlalu tinggi. Sedangkan untuk prosedur yang tidak sesuai dengan teori

diantaranya adalah untuk tindakan tidak mencuci tangan dapat

memperbesar penularan penyakit, penggunaan nasal kanul yang tidak steril

juga memperbesar penularan penyakit melalui secret dari satu pasien ke

pasien lain. Penggunaan cairan humidifier yang tidak steril meningkatkan

kemungkinan kuman-kuman yang terkandung dalam air akan terhirup oleh

klien.

b. Jika klien terdapat obstruksi nasal maka hindari pemakaian nasal kanul.

Perhatikan jumlah air steril dalam humidifier, jangan berlebih atau kurang

dari batas. Hal ini penting untuk mencegah kekeringan membran mukosa

dan membantu untuk mengencerkan sekret di saluran pernafasan klien.

Pada klien dengan masalah febris dan diaforesis, maka perawat perlu

melakukan perawatan kulit dan mulut secara extra karena pemasangan

masker tersebut dapat menyebabkan efek kekeringan di sekitar area


tersebut.

5. Tujuan tindakan tersebut dilakukan

a. Untuk melakukan koreksi terhadap gangguan hipoksemia atau hipoksia dan

mencegah terjadinya hipoksia dan hipoksemia.

b. Mengobati keracunan

c. Sebagai fasilitas eleminasi pada jaringan tubuh.

Profesi Ners UIN Alauddin Makassar Angk. XIII


Siti Hardianti Ariana, S.Kep (70900117015)
d. Tujuan terapi oksigen adalah untuk meningkatkan tekanan parsial oksigen

dalam alveoli, mengurangi beban kerja sistem pernafasan dan mengurangi

beban kerja jantung.

e. Memperbaiki tingkat oksigenasi pada penderita yang oxygen carrying

kapasitasnya rendah, seperti pada penderita anemia.

f. Mendorong reabsorbsi udara dalam rongga-rongga tubuh ( pada penderita


dengan pneumocephalus atau pneumotoraks).

6. Hasil yang didapat dan maknanya

Pasien tidak merasa sesak atau berkurang sesaknya. Jalan napas paten dan
tidak ada lagi sumbatan. Pola napas reguler dan normal.

7. Tindakan keperawatan lainnya yang dapat dilakukan untuk mengatasi


masalah/diagnosa tersebut (mandiri dan kolaborasi).

a. Pemberian terapi nebulizer

b. Pemberian obat bronkodilator dan mukolitik.

c. Pemasangan infus.

d. Pemeriksaan GDS (104 g/dl)


e. Pemeriksaan rekam EKG

Profesi Ners UIN Alauddin Makassar Angk. XIII


Siti Hardianti Ariana, S.Kep (70900117015)
Profesi Ners UIN Alauddin Makassar Angk. XIII
Siti Hardianti Ariana, S.Kep (70900117015)