Anda di halaman 1dari 51

PERHITUNGAN BANGUNAN ATAS JEMBATAN

Data-data perhitungan :
Bentang Jembatan 42/2 = 21 m
Jumlah jalur = 2 jalur
Lebar jalur = 3,5 m
Trotoar kiri & kanan = 1 m
Tinggi tiang sandaran = 1 m
Pipa tiang sandaran = 3
Mutu beton (fc) = 25 MPa
Mutu baja (fy) = 240 MPa

4.1 Perhitungan Tiang Sandaran


Tiang sandaran dipasang setiap jarak 2 m dengan ukuran 10 x 16 cm tebal 5
mm dan tinggi dari lantai trotoir 100 cm. antara tiang sandaran yang satu
dengan yang lainnya dihubungkan dengan pipa sandaran berukuran 3
dengan berat tiap meter adalah 10 kg/m. Tiang sandaran beserta pipanya harus
diperhitungkan untuk dapat menahan beban horizontal sebesar 100 kg/m yang
bekerja pada ketinggian 100 cm diatas lantai trotoir.

3 d D

3 100 cm

200 cm 200 cm

Gambar 4.1
Tiang dan Pipa Sandaran Jembatan

a. Pipa Sandaran (galvanis)

IV - 1
Misal diameter pipa yang sering dipakai untuk pipa sandaran adalah 3
dengan berat tiap meter 10 kg/m, dengan diameter dalam 7 cm dan
diameter luar 8 cm.
Pembebanan :
Berat sendiri pipa (G) = 10 kg/m
Beban berguna (V) = 100 kg /m +
qv = 110 kg/m
qh (beban horizontal) = 100 kg/m (BM no. 12/1970), maka :
qtotal = qv + qh = 110 + 100 = 210 kg/m

Momen
Momen yang timbul :
Pipa sandaran dianggap balok menerus di atas dua tumpuan dengan
reduksi momen sebesar 20 %. Jarak antar tiang sandaran = 2 m,
dengan L = 21 m.
21
Maka jumlah tiang sandaran = 1 11,5 11 buah tiang sandaran.
2

Sehingga momen maximum yang timbul :


Mmax = 80 % . 1/8 . q . l2
= 0,8 . 1/8 . 210 . 22
= 84 kg.m
Momen Inersia (Ip) & Momen Tahanan (Wp) :
Momen Inersia :
1
Ip = . ( D 4 d 4 )
64
1
= .3,14(8 4 7 4 ) = 83,16 cm4
64

IV - 2
Momen Tahanan :
1 D4 d 4
Wx = . .
32 D4
1 84 7 4
= .3,14.
32 84
= 20,79 cm4

Penempatatan Lebar Jembatan :


Ketentuan-ketentuan :
Jumlah jalur = 2 jalur
Lebar jalur = 3,5 m
Trotoar kiri & kanan =1m
Tinggi tiang sandaran =1m
Pipa tiang sandaran = 3

Dengan demikian lebar total jembatan :


Lebar dua jalur = 2 . 3,50 = 7 m
Lebar trotoar =2.1 =2m
Drainase = 2 . 0,2 = 0,4 m
Lebar tiang sandaran = 2 . 0,16 = 0,32 m +
Lebar jembatan = 9,72 m
Jadi lebar jembatan secara keseluruhan adalah 10 m.

Perhitungan Jarak Gelagar Ekonomis (S ekonomis)


50 50
S pend = 1 + 1 1,46 m
100 B 100 10
l 10
Jumlah (n) = 6,85 7 gelagar.
S pend 1,46
Lebar pemakaian lebar gelagar memanjang (b) :
B = S (n - 1) = 1,46 (7 1) = 8,76 m
Jarak sisi kiri dan kanan diambil sama, sehingga jarak tersebut adalah:
S = (B Lebar pemakaian)

IV - 3
= (10 8,76) = 0,62 m = 62 cm.
Kontrol Tegangan :
Tegangan yang timbul :
M max 8400
a = 404,04 kg/cm2 < a 1400 kg/cm2 .OK
Wx 20,79

Control Lendutan Pipa


5.q.l 4 5.2,1.2004
f 0,25 cm
384.E.Ip 384.2,1.106.83,16
Lendutan yang diijinkan :
1 1
f .l .200 0,67 cm
300 300
Lendutan yang timbul :

f = 0,25 cm f = 0,67 cm .. OK
Berdasrkan kedua control di atas, ternyata pipa sandaran 3 cukup
kuat dan aman untuk digunakan pada perencanaan ini.

b. Tiang Sandaran
Tiang sandaran dianggap balok terjepit sebelah.
Data-data :
Mutu beton (fc) = 25 Mpa
Mutu baja (fy) = 240 Mpa
Tinggi tiang sandaran diatas trotoir = 100 cm = 1m
Ukuran tiang sandaran = 16 x 10 cm
Beban berguna (P) = 100 kg/m
Jarak antar tiang =2m
Pembebanan
Akibat Beban Sendiri :
- Berat sendiri pipa tiang sandaran (G1) 2 buah :
2 (2 . 10) = 40 kg
- Berat sendiri tiang sandaran (G2) :
0,1 . 0,16 . 0.55 . 2500 = 22 kg
- Berat sendiri tiang sandaran miring (G3) :
0,16 0,28
.0,1.0,7.2500 = 38,5 kg +
2

IV - 4
Gtotal = 100,5 kg
Aibat Beban Berguna :
Berdasrkan PPPJJR 1987 : 10 , beban-beban yang bekerja adalah
sebagai berikut :
- Arah Vertikal (PV) = 100 kg/m
- Arah horizontal (PH) = 100 kg/m
Tiang sandaran dianggap terjepit pada plat trotoar pada Pot A A.

Perhitungan Gaya Normal


Gaya Normal Terhadap Titik A :
NA = 2 . PV + G1 + G2 + g3
= 2 . 100 + 40 + 22 + 38,5
= 300,5 kg

Perhitungan Gaya Lintang


DA = 2 . H = 2 . 100 = 200 kg
GA = G1 + G2 + V = 40 + 22 + 100 = 162 kg
GB = G3 = 38,5 kg

Perhitungan Momen Terhadap Titik A :


Tiang sandaran dianggap terjepit pada pelat trotoar pada Pot. A-A

IV - 5
PV

PH

130

GA

GB
A

PV

16

PH

G1 100 10
130

G2

G3

62 146 146

IV - 6
Gambar 4.2 Sket Pembebanan Pada Tiang Sandaran

Momen terhadap titik A :


MA = (GA . 0,18) + (GB . 0,1) + (H . 1,3)
= (162 . 0,1800 + (38,5 . 0,1) + (100 . 1,3)
= 164,23 kgm

Perhitungan Tulangan
Mu = 164,23 kgm = 1,6423 KNm = 1,6423 . 106 Nmm
Mu 1,6423.10 6
Mn = 2037625 Nmm
0,8
Balok penampang tiang sandaran :
b = 10 cm =100 mm
ht = 16 cm = 160 mm
d = 3 cm = 30 mm
dx = ht d = 16 3 = 13 cm = 130 mm
1,4 1,4
min 0.00583
fy 240
fc 600 25 600
b 0,85.1 . ( ) 0,85.0,85. ( ) 0,0538
fy 600 fy 240 600 240
mak 0,75. b 0,75.0,0538 = 0,04
Menentukan yang diperlukan ;

0,85. fc' 2.Mn


1 1
fy 0,85. fc'.b.d 2

0,85.25 2.2037625
= 1 1 0,005175
240 0,85.25.100.130 2

Syarat min < < mak

Karena tidak memenuhi syarat maka diambil min 0,00583

IV - 7
As = .b.d 0,00583.100.130 75,79 mm2
Dipakai tulangan 8 mm

Jarak tulangan perlu :



tul 2 .b .8 2100
4 4 66,32 mm
As 75,79
Dipakai tulangan 8 100 = 503 mm2

6 - 10

10 28
10

28

16
45
A A
8 - 10 POT. A A

6 - 10

45 28

28 10

30

B 20
B
POT. B - B

Gambar 4.3 Sket Penulangan Pada Tiang Sandaran

IV - 8
4.2 Perhitungan Pelat Trotoar
Data data :
Lebar trotoar = 100 cm = 1 m
Tebal trotoar = 20 cm
Tebal lapisan perkerasan = 3 cm
Tebal beton tumbuk = 20 cm
Mutu beton (fc) = 25 Mpa
Mutu baja (fy) = 240 Mpa

Pembebanan :
Arah horizontal (PH) = 100 kg/m
Arah vertikal (PV) = PV + G1 + G2 + G3
= 100 + 40 + 22 + 38,5 = 2005 kg
Beban berguna (a) = 200 kg/m
M = (PV + G1 + G2) .128 + (G3 .120) + (PH . 130)
= (100 + 40 + 22) .128 + (38,5 . 120) + (100 . 130)
= 38356 kg.cm = 383,56 kg.m
Beban yang bekerja :
Berat kerb = 0,20 . 1 . 2500 = 500 kg/m
Berat air hujan = 0,05 . 1 . 1000 = 50 kg/m
Berat perkerasan = 0,03 . 1 . 2500 = 75 kg/m
Berat berguna = 0,20 . 1 . 2500 = 500 kg/m
Berat pelat = 0,20 . 1 . 2500 = 500 kg/m +
Q Tot = 1625 kg/m
Perhitungan Momen :
1
Mmax = M + (V .1) ( .Qtot .l 2 )
2

= 383,56 + (200,5.1) (1 / 2.1625.12 )
= 1396,56 kgm

IV - 9
Perhitungan Gaya Lintang :
Dmax = V + (Qtot . 1) = 200,5 + (1625 . 1) = 1825,5 kg
Gaya normal yang timbul :
Nmax = + 2H = 200 kg

Penulangan :
Penampang persegi pelat trotoar:
b = 100 cm =1000 mm
ht = 20 cm = 200 mm
d = 3 cm = 30 mm
dx = ht d = 20 3 = 17 cm = 170 mm
Mu = 1396,56 kgm = 13,9656 KNm = 13,9656 . 106 Nmm
13,9656.10 6
Mu
Mn = 17,457.10 6 Nmm
0,8
1,4 1,4
min 0.00583
fy 240
fc 600 25 600
b 0,85.1 . ( ) 0,85.0,85. ( ) 0,0538
fy 600 fy 240 600 240
mak 0,75. b 0,75.0,0538 = 0,04
Menentukan yang diperlukan ;

0,85. fc' 2.Mn


1 1
fy 0,85. fc'.b.d 2

0,85.25 2.17,457.10 6
0,002625
= 1 1
240 0,85.25.1000.170 2

Syarat min < < mak

Karena tidak memenuhi syarat maka diambil min 0,00583


As = .b.d 0,00583.1000.170 991,1 mm2
Jarak tulangan perlu :

tul 2 .b .12 21000
4 4 114,05 mm
As 991,1

IV - 10
Dipakai tulangan 12 100 = 1131 mm2

6 12
12 - 100

20

100

Gambar 4.4
Sket Penulangan Trotoir

4.3 Perhitungan Pelat Lantai Kendaraan


Data-data :
Tebal pelat lantai kendaraan = 20 cm
Tebal lapisan aspal = 5 cm
Jarak antar gelagar = 1,46 m = 146 cm
Bentang jembatan (L) = 21 m
Jarak antar balok difragma = 3 m = 300 cm
Mutu beton (fc) = 25 Mpa
Mutu baja (fy) = 240 Mpa

a. Pembebanan :
Akibat Beban Merata :
Berat air hujan = 0,05 . 1 . 1000 = 50 kg/m
Berat sendiri pelat lantai = 0,20 . 1 . 2500 = 500 kg/m
Berat lapisan aspal = 0,05 . 1 . 2200 = 110 kg/m +
Q tot = 660 kg/m
Momen tumpuan = momen lapangan (-Mtpx = Mlx)

IV - 11
Momen lapangan dia,bil yang terbesar. Demikian juga untuk momen
tumpuan :
M = 1/12 . qt . lx2 = 1/12 . 660 . 1,462 = 117,238 kgm
D = 1/12 . qt . lx = 1/12 . 660 . 1,46 = 80,3 kg

Akibat Beban Terpusat atau Bergerak :


Diperhitungkan terhadap muatan T, yaitu kendaraan truk yang mempunyai
beban sebesar P = 10 ton (PPPJJR : 1987), dimana :
a = lebar permukaan kendaraan arah memanjang jembatan yang memakai
bidang permukaan lantai kendaraan, menurut peraturan a= 30 cm
(untuk truk gabungan).
b= lebar permukaan ban roda belakang truk gabungan atau roda ganda
10 ton, pada arah melintang kendaraan dimana b = 50 cm
t1 = tebal pelat lantai kendaraan = 20 cm
t2 = tebal lapisan aspal = 5 cm
t 20
a = a 2 1 t 2 30 2 5 60 cm
2 2

t 20
b = b 2 1 t 2 50 2 5 80 cm
2 2
Keadaan I :
Untuk momen yang ada di tengah-tengah antara kedua tepi yang ditumpu
sama dengan roda kendaraan ditengah bentang ix (r diambil 2/3 untuk
keadaan antara).
Iy > 3 . r .Ix
Iy > 3 . 2/3 . 1,455
Iy > 2,91

Maka Sa = . a + . r . lx = . 0,6 + . 2/3 1,46 = 1,18


Menghitung harga x dengan P = 10 ton.

Px(lx x) 2 10(1,45 x) 2
Momen di A Mx =
lx 2 1,46 2

IV - 12
10 x(3,24 3,6 x x 2 )
=
3,24
=10x 11,11x2 + 3,086 x3
dMA
0 = 10 22,222x + 9,256 x2 = 0
dx
x dicari dengan menggunakan rumus ABC :

b b 2 4ac (33,222) (22,222) 4.(9,258.10)


2
x12
2a 2.10

x1 =1,8 m = lx ; x2 = 0,6 m

Reaksi Tumpuan :

0,4 0,4

0,80

1,46

Gambar 4.5 Reaksi Tumpuan

Reaksi tumpuan pada saat P berada di titik A x = 0,6


P(lx x) 10(1,46 0,6)
RA = 5,89 ton = 5890 kg
lx 1,46
P 10000
Beban terbagi rata : q = 12500 kg/m
b' 0,8
Mx = Mo = RA . x . . q . (1/4 . 0,80)

IV - 13
= (5890 . 0,6 ) . 12500 . 0,60 (1/4 . 0,80) = 2784 kgm.
Menghitung panjang Lp (panjang absis para bola Y = 0 sampai Y = fmaks)
4 fx( Lp x)
Persamaan para bola : y
Lp 2
Untuk x = 0 maka y = 0
Untuk x = maka y = Sa = f maks
Untuk x = (Lp lx) maka y = a = Sb
(4.1 / 2.Sa.1 / 2( Lp lx )( Lp 1 / 2( Lp lx )
Y=
P2
( Sa ( Ip lx )( Lp.1 / 2.Lp 1 / 2.lx )
Y=
Ip 2
Ylp2 = Sa (lp. lp Ix)
Ylp2 = Sa (lp lx)
Ylp2 = Sa . lp2 Sa lx2
Ylp2 - Sa .lp2 = - Sa .lx2)

1 / 2.a.lx Sa.lx 2
lp2 = =
y 1 / 2.Sa a Sa
Dimana Sa = 1,35 ; y = a/3 = 0,3 ; lx = 1,46

1 / 2.1,35.1,46 2
lp2 = = 2,415
0,3 1 / 2.1,35
f maks = Sa/2 = 1,35/2 = 0,6765 m
dengan x = 0,6 m , maka Xc = (Lp lx) + x
Xc = (2,415 1,46) + 0,6 = 1,0775 m
2.4 fmak. Xc( Lp Xc)
Sc = 2Yc =
Lp 2

2.4.0,675.1,0775(2,415 1,0775)
1,33 m
2,415 2

b. Menghitung Momen dan Gaya Lintang pada keadaan I


Menghitung Momen arah bentang lx
Mo 2784
Mlx = 2093,23 kgm
Sc 1,33

IV - 14
Mtx = - 2/3 Mo = - 2/3 . 2784 = - 1856 kgm
Menghitung momen arah ly
Mlx 2093,23
Mly = 965,512 kg m
4.a 4.0,60
1 .lx 1 .1,46
3 3
Mo 27784
Mty = - 0,10 . 0,10. 209,323 kg m
S 1,33
Mty (momen negatif) arah bentang ly ini diperhitungkan karena kerja pelat
mencapai tepi yang ditumpu.

Koefisien Kejut :
20 20
K=1+ 1 1,389
50 l 50 1,46
Momen yang terjadi setelah diperhitungkan dengan koefisien kejut adalah:

Momen Kerarah Bentang lx :


Mlx = Mlx . K = 2093,23 . 1,389 = 2907,497 kgm
Mtx = Mtx . K = - 1856 . 1,389 = - 2577,984 kgm

Momen Kearah Bentang ly :


Mly = Mly . K = 965,512 . 1,389 = 1341,096 kgm
Mty = Mty . K = - 209,323 . 1,389 = - 290,75 kgm

Gaya lintang akibat beban bergerak :


1 1
DA = RA . K . 5890.1,389. 6151,29 kg
Sc 1,33

Keadaan II :
Roda kendaraan tidak berada ditengah-tengah diantara kedua tepi yang
ditumpu.
rlx =2/3 . 1,46 = 0,973 < ly , maka :
Sa = . a + . rlx , V = 0

IV - 15
= . 0,6 + . 0,973 = 0,693 m

Dari perhitungan sebelumnya didapat :


RA = 5890 kg ; q = 12500 kg/m ; Mo = Mx = 2784 kgm
Mencari panjang lp :

1 / 2.Sa.lx 2 1 / 2.0,693.1,46 2
lp = = = 3,99 m
y 1 / 2.Sa 0,30 1 / 2.0,693
Sa 0,693
f maks = 0,3465 m
2 2
Dengan x = 0,6 m , maka didapat :
Xc = (lp lx) + x
= 93,99 1,46) + 0,6 = 1,865 m
4 f maks . Xc(lp xc) 4.0,3465.1,865(3,99 1,865)
Sc = 2Yc 2 2
2
lp 3,99 2
= 0,69
c. Menghitung Momen dan gaya Lintang pada Keadaan II
Momen arah lx
Mlpx = Mo/S . K , dimana s = Sc
= 2784/0,69 . 1,389 = 5604,313 kgm
Mtpx = - 2/3 . Mo . K . 100%
= - 2/3 . 2784 . 1,389 = - 2577,984 kgm
Ternyata momen pada keadaan II lebih besar dari pada keadaan I, maka
untuk perhitungan digunakan momen pada keradaan II.

Tabel 4.1 Resume Perhitungan momen pada lantai kendaraan :


Momen Akibat beban Mati Akibat beban Momen Total
(kgm) (kg m) Hidup (kg m) (kg m)
+ Mlx 117,238 5604,313 5721,551
- Mtx - 117,238 - 2577,984 - 2695,222
+ Mly 1861,062 1861,062
- Mty - 560,431 - 560,431

IV - 16
Gaya Lintang :
1 1
Dmaks = RA . K . 5890.1,389. 11856,83 kg
Sc 0,69
Gaya Lintang Total :
DTotal = Dmaks + Dbm = 11856,83 + 481,80 = 12338,63 kg

d. Penulangan Pelat Lantai Kendaraan


Untuk penulangan pelat lantai, momen-momen diambil dari gaya yang
terbesar, baik arah lx maupun arah ly :
Data-data yang diperlukan :
Tebal pelat kendaraan (ht) = 20 cm =200 mm ; b = 10 cm = 100 mm.
Selimut beton (d) 3 cm = 300 mm ; dx = ht d = 200 30 = 170 mm = 17
cm

Perhitungan Penulangan :
Tulangan Lapangan arah X
Momen lapangan (Mu) = 5721,551 kgm = 57,21551 KNm
Mu 57,21551
Mn = 71,5 KNm = 7150000 Nmm
0,8
dx = ht d = 200 30 = 170 mm = 17 cm
1,4 1,4
min 0.00583
fy 240
fc 600 25 600
b 0,85.1 . ( ) 0,85.0,85. ( ) 0,05371
fy 600 fy 240 600 240
mak 0,75. b 0,75.0,05371 = 0,04028
Menentukan yang diperlukan ;

0,85. fc' 2.Mn


1 1
fy 0,85. fc'.b.d 2

0,85.25 2.7150000
= 1 1 0,001036
240 0,85.25.1000.170 2

0,001036 < min = 0,00583, maka dipakai min 0.00583

IV - 17
Luas Tulangan Perlu :
As Lx = .b.d 0,00583.1000.170 991,1 mm2
Dipakai tulangan 20 mm = 1257 mm2

tul 2 .b .20 21000
Jarak tulangan perlu : 4 4 316,82 mm
As 991,1
Maka diambil jarak tulangan (s) = 250 mm

Kontrol kekuatan pelat :


s = 250 mm < s mak = 3 . h = 3 . 200 = 600 mm
Luas tulangan per m
(As) = 1257 mm2 > As min = 0,002 . s . b = 0,002 . 250 . 1000 = 500 mm2
As. fy 1257.240
a= 14,2 mm
0,85. fc'.b 0,85.25.1000
Mn = As . fy . (d a/2) = 1257 . 240 (170 14,2/2) = 49143672 Nmm
Mn = 0,8 . 49143672 = 39314937,6 Nmm > 7150000Nmm
Jadi tulangan yang dipakai 20 250

Tulangan Lapangan Arah Y


Momen lapangan (Mu) = 1861,062 kgm = 18,61062 KNm 18,6 KNm
Mu 18,6
Mn = 23,25 KNm = 23250000 Nmm
0,8
dx = ht d = 200 30 = 170 mm = 17 cm
1,4 1,4
min 0.00583
fy 240
fc 600 25 600
b 0,85.1 . ( ) 0,85.0,85. ( ) 0,05371
fy 600 fy 240 600 240
mak 0,75. b 0,75.0,05371 = 0,04028
Menentukan yang diperlukan ;

0,85. fc' 2.Mn


1 1
fy 0,85. fc'.b.d 2

IV - 18
0,85.25 2.23250000
= 1 1 0,00341
240 0,85.25.1000.170 2

0,00341 < min = 0,00583, maka dipakai min 0.00583
Luas Tulangan Perlu :
As Lx = .b.d 0,00583.1000.170 991,1 mm2
Dipakai tulangan 20 mm = 1257 mm2

tul 2 .b .20 21000
Jarak tulangan perlu : 4 4 316,82 mm
As 991,1
Maka diambil jarak tulangan (s) = 250 mm
Kontrol kekuatan pelat :
s = 250 mm < s mak = 3 . h = 3 . 200 = 600 mm
Luas tulangan per m
(As) = 1257 mm2 > As min = 0,002 . s . b = 0,002 . 250 . 1000 = 500 mm2
As. fy 1257.240
a= 14,2 mm
0,85. fc'.b 0,85.25.1000
Mn = As . fy . (d a/2) = 1257 . 240 (170 14,2/2) = 49143672 Nmm
Mn = 0,8 . 49143672 = 39314937,6 Nmm > 23250000 Nmm
Jadi tulangan yang dipakai 20 250

Tulangan Tumpuan Arah x


Momen lapangan (Mu) = 2695,222 kgm = 2,695222 KNm 2,7 KNm
Mu 2,7
Mn = 3,375 KNm = 3375000 Nmm
0,8
dx = ht d = 200 30 = 170 mm = 17 cm
1,4 1,4
min 0.00583
fy 240
fc 600 25 600
b 0,85.1 . ( ) 0,85.0,85. ( ) 0,05371
fy 600 fy 240 600 240
mak 0,75. b 0,75.0,05371 = 0,04028
Menentukan yang diperlukan ;

IV - 19
0,85. fc' 2.Mn
1 1
fy 0,85. fc'.b.d 2

0,85.25 2.3375000
= 1 1 0,000487
240 0,85.25.1000.170 2

0,000487 < min = 0,00583, maka dipakai min 0.00583
Luas Tulangan Perlu :
As Lx = .b.d 0,00583.1000.170 991,1 mm2
Dipakai tulangan 20 mm = 1257 mm2

tul 2 .b .20 21000
Jarak tulangan perlu : 4 4 316,82 mm
As 991,1
Maka diambil jarak tulangan (s) = 250 mm

Kontrol kekuatan pelat :


s = 250 mm < s mak = 3 . h = 3 . 200 = 600 mm
Luas tulangan per m
(As) = 1257 mm2 > As min = 0,002 . s . b = 0,002 . 200 . 1000 = 400 mm2
As. fy 1257.240
a= 14,20 mm
0,85. fc'.b 0,85.25.1000
Mn = As . fy . (d a/2) = 1257 . 240 (172 14,2/2) = 49143672 Nmm
Mn = 0,8 . 49143672 = 39314937,6 Nmm > 3375000 Nmm
Jadi tulangan yang dipakai 20 250 mm

Tulangan Tumpuan Arah Y


(Mu) = 560,431 kgm = 5,60431 KNm
Mu 5,60431
Mn = 7,005 KNm = 7005000 Nmm
0,8
dx = ht d = 200 30 = 170 mm
1,4 1,4
min 0.00583
fy 240
fc 600 25 600
b 0,85.1 . ( ) 0,85.0,85. ( ) 0,05371
fy 600 fy 240 600 240

IV - 20
mak 0,75. b 0,75.0,05371 = 0,04028

Menentukan yang diperlukan ;

0,85. fc' 2.Mn


1 1
fy 0,85. fc'.b.d 2

0,85.25 2.7005000
= 1 1 0,001015
240 0,85.25.1000.170 2

0,001015 < min = 0,00583, maka dipakai min 0.00583
Luas Tulangan Perlu :
As Lx = .b.d 0,00583.1000.170 991,1 mm2
Dipakai tulangan 20 mm = 1257 mm2

tul 2 .b .20 21000
Jarak tulangan perlu : 4 4 316,98 mm
As 991,1
Maka diambil jarak tulangan (s) = 250 mm

Kontrol kekuatan pelat :


s = 250 mm < s mak = 3 . h = 3 . 200 = 600 mm
Luas tulangan per m
(As) = 1257 mm2 > As min = 0,002 . s . b = 0,002 . 250 . 1000 = 500 mm2
As. fy 1257.240
a= 14,20 mm
0,85. fc'.b 0,85.25.1000
Mn = As . fy . (d a/2) = 1257 . 240 (170 14,20/2) = 49143672 Nmm
Mn = 0,8 . 49143672 = 39314937,6 Nmm > 7005000 Nmm
Jadi tulangan yang dipakai 20 250 mm

Tabel 4.2 kesimpulan perhitungan penulangan pelat lantai :


Arah Tulangan Tulangan Tarik
M lpx 20 - 250
M tpx 20 250

IV - 21
Mlpy 20 250
Mtpy 20 - 250

20 - 250

20 - 250

20 - 250

Tebal Beton Tumbuk = 20 cm

Lapisan Perkerasan = 3 cm

IV - 22
20 - 250

20 - 250

Gambar 4.6
Sket Penulangan Pelat Lantai
4.4 Perhitungan Gelagar Komposit
4.4.1 Perhitungan Balok Gelagar / Stranger
a) Pembebanan :
Beban mati :
- berat air hujan = 0,05 . 1,46 . 1000 = 93 kg/m
- berat perkerasan = 0,05 . 1,46 . 2200 = 160,6 kg/m
- berat lantai kend = 0,2 . 1,46 . 2500 = 730 kg/m
- berat sendiri gelagar IWF = 800 x 300 = 191 kg/m
- berat sendiri diafragma C - 35 = 60,6 kg/m +
qDL = 1235,2 kg/m
Mbm = 1/8 . q . L2 = 1/8 . 1235,2 (21)2 = 68090,4 kgm
Dbm =.q.L = . 1235,2 . 21 = 12969,6 kg

Beban hidup
Beban hidup pada trotoar = 200 kg/cm2, diperhitungkan beban sebesar
(q1) = 60% . 200 = 120 kg/m
Beban merata
q = 2,2 t/m = 2200 kg/m untuk L < 30 m
q
q' S' S = lebar pengaruh beban hidup pada gelagar
2,75
2200
q' 1,46 1168 kg / m
2,75

Beban garis
P = 12 ton = 12000 kg

IV - 23
20 20
Koefesien kejut : K = 1 1 1,281
50 L 50 21
P 12000
P = S' K 1,46 1,281 8161,134 kg / m
2,75 2,75

Momen akibat beban hidup


Mbh = 1/8 . q . L2 + . P . L
= 1/8 . 1168 (21)2 + . 8161,134 . 21 = 107231,95 kgm
Gaya lintang akibat beban hidup
Dbh = . q . L + P
= . 1168 . 21 +8161,134 = 20425,134 kg

Total momen
Mtot = Mbm + Mbh = 68090,4 + 107231,95 = 175322,35 kgm

Total gaya lintang


Dtot = Dbm + Dbh = 12969,6 + 20425,134 = 33394,734 kg

Mtot 175322,35
Wh = 7305,09 kgcm
2400
Wperlu = 1,25 Wp = 1,25 x 7305,09 = 9131,36 kgcm

b) Momen Inersia Gelagar (Is)


Akibat beban mati
- berat air hujan = 0,05 . 1,46 . 1000 = 93 kg/m
- berat perkerasan = 0,05 . 1,46 . 2200 = 160,6 kg/m
- berat lantai kend = 0,2 . 1,46 . 2500 = 730 kg/m +
qDL = 963,6 kg/m
5 qDL . L4
fmax
384 E Is
L
f
500
ambil fmax = f

IV - 24
5 qDL . L4 L

384 E Is 500
2500.qDL.L3 2500.9,636.2100 3
Is 6
276658,59 cm 4
384Es 384.2,1.10

Akibat Beban Bergerak/Hidup(D)


Perhitungan gaya-gaya dalam akibat beban hidup dihitung dengan garis
pengaruh dan dihitung setiap potongan 2,1 m dengan P=1(satuan gaya)
Garis pengaruh dari kanan (RA)

( L x) 21 x
D = Y = P. 1. 0,006721 x
L 21
Potongan X Y=D
0 0 0
1 2,1 0,9
2 4,2 0,8
3 6,3 0,7
4 8,4 0,6
5 10,5 0,5
6 12,6 0,4
7 14,7 0,3
8 16,8 0,2
9 18,9 0,1
10 21 0

x x
D =Y = P. 1.
L 21
Potongan X Y=D
0 0 0
1 2,1 0,1
2 4,2 0,2
3 6,3 0,3
4 8,4 0,4
5 10,5 0,5
6 12,6 0,6

IV - 25
7 14,7 0,7
8 16,8 0,8
9 18,9 0,9
10 21 0

Garis Pengaruh Momen Lentur


Ditinjau dari setengah bentang bagian kanan sepanjang 10,5 m

- 0 < x < 2,1 meter


(21 2,1).x
Dimana M = (L x).RB =
21
x=0 M1 ki = 0
x = 2,1 M1 ka = 1,89
M maks = . 2. 2,1 . 1,168 + 2,1 . 8,161 = 18,364 tm =18364 kg.m

- 0 < x < 4,2 meter


(21 4,2). x
Dimana M = (L x).RB =
21
x = 4,2 M2 = 3,36
M maks = . 3,36 . 1,168 + 3,36 . 8,161 = 29,3832 tm =29383,2 kg.m

- 0 < x < 6,3 meter


(21 6,3). x
Dimana M = (L x).RB =
21
x = 6,3 M3 = 4,41
M maks = . 4,41. 1,168 + 4,41. 8,61 = 38,565 tm =38565 kg.m

- 0 < x < 8,4 meter


(21 8,4). x
Dimana M = (L x).RB =
21
x = 8,4 M4 = 5,04

IV - 26
M maks = . 5,04 . 1,168 + 5,04. 8,161 = 44,074 tm = 44074 kg.m

- 0 < x < 10,5 meter


(21 10,5). x
Dimana M = (L x).RB =
21
x = 10,5 M4 = 5,25
M maks = . 5,25 . 1,168 + 5,25. 8,161 = 46,656 tm = 46656 kg.m
Diagram garis pengaruh gaya lintang :

IV - 27
Gambar 4.7 Diagram garis pengaruh gaya lintang

Diagram garis pengaruh momen :

IV - 28
Gambar 4.8 Diagram garis pengaruh momen

Akibat beban hidup


Akibat muatan garis
P = 12 ton = 12000 kg
P' . L3
fmax
48 Es Is
lx 1,46
P' P 12000 6370 ,91kg
2,75 2,75

P' . L3 6370,91 2100 3


fmax 0,292 cm
348 Es Is 348 2,1 10 6 276658,59
L 2100
f 4,2 cm
500 500
fmax < f
0,292 cm < 4,2 cm .................OK !!

c) Mencari momen lentur dan gaya dalam


Pembebanan :
Beban mati :
- berat air hujan = 0,05 . 1,46 . 1000 = 93 kg/m
- berat perkerasan = 0,05 . 1,46 . 2200 = 160,6 kg/m
- berat lantai kend = 0,2 . 1,46 . 2500 = 730 kg/m
- berat sendiri gelagar = 191 kg/m +
qDL = 966,1 kg/m
Berat Diafragma Gd = G . lx = 60,6 x 1,46 = 91,396 kg beban
terpusat
MmaxDL = 1/8 . qDL . L2 + . Gd . L

IV - 29
= 1/8 . 966,1 (21)2 + . 91,396 . 16
= 37392,784 kgm
DmaxDL = . qDL . L = . 1157,1 . 21 = 53736,091 kg

Beban hidup
Beban merata
q = 2,2 t/m = 2200 kg/m untuk L < 30 m
q
q' S' S = lebar pengaruh beban hidup pada gelagar
2,75
2200
q' 1,46 1168 kg / m
2,75
Mmax = 1/8 . q . L2 = 1/8 . 1168 . 212 = 64386 kgm
Dmax = . q . L = . 1168 . 21 = 12264 kg

Beban garis
P = 12 ton = 12000 kg
20 20
Koefesien kejut : K = 1 1 1,281
50 L 50 21
lx 1,46
P' P 12000 6370 ,91kg
2,75 2,75
Mmax = K . . P . L
= 1,281 . 0,25 . 6370,91 . 21 = 42845,962 kgm
Dmax = P = 6370,91
MmaxLL = 1/8 . q . L2 + . P . L
= 64386 + 42845,962 = 107231,962 kgm
DmaxLL = . q . L + P
= 12149,55 + 6370,91 = 18520,46 kg

Beban Angin
Beban angin bekerja pada kendaraan, dengan kedudukan sebagai
berikut :

IV - 30
q = 150 kg/m2

2m Wk

qw qw

1,75

Wk = 2,00 . q
= 2,00 . 150 = 300 kg/m
-Wk . 1,00 + qw . 1,75 = 0
300
qw= 171,429 kg/m
1,75

Momen akibat beban angin :


Mba = 1/8 . qw. l2
= 1/8 . 171,429 . 212
= 9450,023 kg m
Gaya lintang :
Dba = . qba l
= . 171,429 . 21= 1800,004 kg

Momen dan gaya lintang total


Mmaxtotal = MmaxDL + MmaxLL + Mba
= 53736,091 + 107231,962 + 9450,023 = 170418,076 kgm
Dmaxtotal = DmaxDL + DmaxLL + Dba
= 10144,05+ 18520,46 + 1800,004 = 30464,514 kg

4.4.2 Dimensi Gelagar


Dipakai profil baja I WF (Wide Flange) = 800 . 300 besaran-besaran dari
I WF 800 . 300 adalah sebagai berikut:
H = 79,2 cm
B = 30 cm
t1 = 1,4cm

IV - 31
t2 = 2,2 cm
r = 2,8 cm
A = 243,40 cm2
Ix = 254000 cm4
ix = 32,30 cm3
Wx = 6410 cm3
G = 191 kg/m

Gambar 4.9 Dimensi Penampang Gelagar


4.5 Diafragma Komposit
Syarat :
h diafragma < h gelagar
diambil h diafragma = 40% . h gelagar
= 40% . 79,2 = 31,68 mm
digunakan profil baja C 35
Didapat :
H = 35 cm
B = 10 cm
d = 1,4 cm
t = 1,6 cm
F = 138,6
G = 60,6 kg/m

Gambar 4.10 Dimensi Penampang Diafragma

Berat diafragma sesungguhnya :


G diafragma : G. Lx = 60,6 x 1,46 = 91, 396 kg

4.6 Kontrol Akibat KIP


Profil baja I WF 800 . 300
H = 79,2 cm

IV - 32
B = 30 cm
tb = 1,4 cm
ts = 2,2 cm

Gambar 4.11 Kontrol Penampang


Kontrol Penampang
l 146
1. 1,84 cm
H 79,2
B 30
1,25 1,25 17,04 cm
ts 2,2
l B
1,84 cm 17,04 cm............ OK!!
H ts
H 79,2
2. 56,57 cm = 56,57 < 75 OK!!
tb 1,4
Maka penampang berubah bentuk
1/6 ho = 1/6 (79,2 2 . 1,4) = 12,73 cm =127,3 mm

Iy bidang yang diarsir


1/12 (1,4) (30)3 +1/12 (12,73) (2,2)3 = 3161,29 cm4
A yang diarsir
(1,4) (30) + (2,2) = 44,20 cm2
3161,29
iy 8,457 cm
44,20
lk

ix
lk = jarak antar titik-titik sokong lateral = 300 cm
300
35,473
8,457
untuk BJ 37, maka =36,41

IV - 33
36,41 36
1,111 (1.119 1.111) 1,11428
37 36
Syarat berubah bentuk
kip <
1600
kip = 1435,905 kg / cm 2
1,11428
Mmax = 1/8 . q . L
= 1/8 . 1235,20 . 212 = 68090,40 kgm = 6809040 kgcm
6809040
1062,25 kg / cm 2 kip 1435,905kg / cm 2 .OK
6410
4.7 Menghitung Tegangan Timbul

Gambar 4.12 Penampang Gabungan

146.20
AC 38,93 cm 2
3.25
1 hst 1 t
Ys 2 2 39,6 10 0,175 cm
Ac As 38,93 243,4
Ysc = Ys + hs = 0,175 + 39,6 = 39,775 cm,
Yc = (hs + tc) Ysc = (79,2 10) 46,69 = 22,51 cm
4.8 Lebar efektif flens komposit
b = (Sgelagar lebar flens) = (1,46 0,30) = 0,58 m

IV - 34
b 0,58
0,0276
L 21

1 1.0,58 0,58
b
Lef = 2 + lebar flens = 2 . 0,58 + 0.30 = 1,46
Menurut AASHTO : Le < L = . 21 = 5,25 m
Le = 1,46 < 5,25 m ......................OK !!

4.9 Momen Inersia Komposit


Isc = As . (Ys + t) . Yc + 1/12 . Ac . t2 + Ix
= 243,4 (0,175 + 10) 22,51 + 1/12 . 38,93 . 202 + 254000
= 317509,3875 kgm
4.10 Menghitung Tegangan Sebelum Beton Mengeras
Sebelum beton mengeras kendaraan belum boleh lewat, beban mati
dipikul oleh gelagar.
M max DL 53736,091
max 838,31 kg / cm 2
Wx 6410
max 838,31 kg / cm 2 a 2400 kg / cm 2 OK !

4.11 Menghitung Tegangan Sesudah Beton Mengeras


Sesudah beton mengeras kendaraan sudah boleh lewat, beban mati dan
beban hidup dipikul oleh gelagar komposit
Tegangan pada flens atas
M max DL.1 / 2hs M max LL.(hs Ysc )
fa s
Is Isc
53736,091.0,5.79,2 10723196,2(79,2 39,775)
2400kg / cm 2
276658,59 317509,3875
1339,186 kg / cm 2 2400 kg / cm 2 ...........................OK !

Tegangan pada flens bawah

IV - 35
M max DL.1 / 2hs M max LL.(Ysc )
fb s
Is Isc
642649,6.0,5.79,2 10723196,2(39,775)
2400kg / cm 2
276658,59 317509,3875
1435,301kg / cm 2 2400kg / cm 2 ...................OK !!

Tegangan pada tepi atas plat lk


M max LL(Yc 1 / 2tc)
ca c
n.Isc
10723196,2(22,51 10)
250kg / cm 2
21.(317509,3875)
52,283 kg / cm 2 250 kg / cm 2 ..........................OK !!

Tegangan pada tepi bawah plat lk


M max LL(Yc 1 / 2tc)
cb c
n.Isc
10723196,2(22,51 10)
250kg / cm 2
21.(317509,3875)
52,283 kg / cm 2 250 kg / cm 2 ............................OK !!
ca

cb fa

fb

Gambar 4.13 Diagram Tegangan

IV - 36
4.12 Perencanaan Sambungan
Plat Penyambung
Plat penyambung Flens = 1 plat
Lebar = lebar flens = bs =29,3 cm
tebal = 0,8 a 1 tebal flens = ts

Plat penyambung rib = 2 plat


lebar = hs - 2ks
tebal = 0,8 a 1 tebal rib = ds
dimana : bs = lebar flens gelagar
ts = tebal flens gelagar
hs = tinggi gelagar
ks = ts +
ds = tebal rib gelagar
K

hs

hs

Gambar 4.14 Pelat Penyambung

Dipakai alat sambung paku keling


a. Sambungan Flens
M 160968,053
K 2032,42 kg
hs 79,2
Sambungan penampang tunggal

IV - 37
Ngs 1 .d 2 . 1 .3,14.(2,3) 2 .0,8.1600 5315,392 kg
4 4
Ntp d .S min .tr 2,3.1.2.1600 7360 kg
Ngs Ntp N min Ngs
K 2032,42
Jumlah paku keling : 1 1,38 2 buah
N min 5315,392
Karena dipasang dua baris, maka jumlah paku diambil 4 buah

b. Sambungan Rib
Jumlah paku keling dicoba-coba
coba pasang 4 x 3 baris
X = 4 cm
Y2 = 6 cm
Y1 = 2 cm
X 2 2 X 2 2 4 2 32 cm
Y 2 (Y12 Y2 2 ) 40
Akibat M
M .Y2 16096,8053(6)
V1 1341,4004 kg
X Y
2 2
32 40
M .X 1 16096,8053(4)
H1 894,266 kg
X Y
2 2
32 40

Akibat D
Dtotal 28664,51
V2 2388,70 kg
n 12
H2 0
R (V1 V2 ) 2 H 1 (1341,4004 238,87) 2 894,266 2
1815,754 kg

Sambungan dobel

Ngs 2. 1 . .d 2 2. 1 .3,14.(2,3) 2 0,8.1600 10630,784 kg


4 4
Ntp d .S min .tp 2,3.1.2.1600 7360 kg
R 1815,754 kg N min 7360 kg kuat dan OK

IV - 38
4.13 Sambungan Balok Diafragma dengan Gelagar

Paku keling Paku keling

Gambar 4.15
Sketsa Sambungan Balok Diafragma dengan Gelagar
Alat penyambung S 0,8a / dd
dd = tebal rib diafragma
atau dipakai 40
qd = G kg/m = 91,396 kg/m
Reaksi perletakan :
x 1,46
R1 = xqd 91,396 66,72 kg
2 2
R2 = x.qd 1,46 91,396 133,44 kg Rmin = R1= 66,72 kg

Sambungan diafragma dengan 40


Sambungan dobel
Ngs = 2 x . .d 2
= 2 x . 3,14 (2,3)2. 0,8. 1600
= 10630,784 kg
Ntr = d Smin tr = 2,3 .1 . 2 .1600
= 7360 kg Nmin = Ntr = 7360 kg
Rmin Nmin = 66,72 kg 7360 kg.............................OK !

IV - 39
4.14 Penghubung Geser (Shear Connector)
Jenis penghubung geser (shear connector) yang digunakan dalam
perencanaan ini adalah paku (stud) dengan diameter 2,22 cm
Syarat-syarat ;
a. Jarak maksimum antara stud connector (ts) adalah 50 cm atau 3t = 60 cm
b.Jarak minimum antara stud connector (ts) = 10 cm
c. Jarak minimum flens ke stud connector (P) = 2,5 cm
d.Jarak minimumpermukaan beton dengan tepi atas stud (a) = 2,5 cm
e. Tinggi minimum 5 cm
Beberapa ketentuan penetapan L efektif :
1 1
.Lantar As .146 36,50 cm
4 4
12 . tebal pelat beton = 12 . 20 = 240 cm
Jarak antar gelagar memanjang 146 cm
Langkah-langkah perhitungan :
Diambil : a = 7,5 cm
hs = 20 7,5 12,5 cm
d = 2,22 cm
hs 12,5
> 5,5 5,63 > 5,5
d 2,22

Maka kapasitas dukung stud connector :


Qds = 55 d2 b

= 55.(2,22) 2 75 2347,47 kg
Maka kekuatan stud connector :
Qds
Q= sf faktor keamanan
sf
2347,47
Q= 586,87 kg
4
Untuk gelagar diambil dua stud, sehingga :
Q = 2 .586,87

IV - 40
= 1173,74 kg

Kekuatan geser paku :


DS
q
I
Dimana :
q = besarnya tegangan geser
S = statis momen beton
D = gaya lintang
I = momen inersia

Gaya lintang yang bekerja pada gelagar :


Dmax total = Dmax DL + Dmax LL
= 10144,05 + 18520,46
= 28664,51 kg
Mencari Garis netral :

146

t=20
Y
Garis netral
h = 79,2

30

Gambar 4.16
Mencari Garis Netral

Mencari garis netral terhadap tepi atas beton :


1 1
Ab. .t n. Ap( h t )
Y 2 2
Ab n. Ap

IV - 41
Dimana :
Ab = luas beton ekivalen
1
= ( Le.t )
22
1
= (146.20) 132,72 cm2
22
Ap = Luas penampang profil
= 243,4 cm2
1 1
132,72. .20 22.243,4.( 79,2 20)
Y= 2 2 58,40 cm
132,72 22.243,4
Statis momen pelat beton terhadap garis netral :
1
Sx = .20.146.(58,40 10) 6424 cm3
22

Momen inersia gabungan (I) :


1 3 1 1
I= .t .Le Ab( y .t ) 2 n Iprofil Aprofil (t h y ) 2
n 2 2
1 1
= .20 3.146 132,72(58,40 .20) 2
22 2
1
22 254000 243,40(20 79,2 58,40) 2
2
= 595970,6384 cm4
Kekuatan geser paku :
D.S
q
I
28664,51.6424
=
595970,6384
= 30,897 kg/cm
Gaya geser :
1 1
L F .q.L .30,897.2100 32441,85 kg
2 2
Jarak shear connector :

IV - 42
Q
m
q
1173,74
=
30,897
= 37,98 cm 40 cm < 50 cm OK
Stud connector yang dibutuhkan gelagar :
L 32441,85
n 27,63 30 buah.
Q 1173,74
Karena paku yang dipasang dua baris maka jumlah paku yang dibutuhkan
adalah 2 . 30 = 60 buah.

21 m

Gambar 4.17 Sketsa Penempatan Paku


4.15 Perhitungan Perletakan/Tumpuan
Tumpuan atau perletakan yang dipakai adalah tumpuan dari elastomer
(elastomeric bearing), dimana pemasangannya mudah dan tidak
memerlukan perawatan yang rutin, sebelum menentukan dimensi dari
elastomer tersebut maka harus dihitung terlebih dahulu gaya-gaya yang
bekerja pada tumpuan, elastomer dipasang pada tiap pojok setiap gelagar.

a. Gaya-gaya yang bekerja pada tumpuan


Gaya Vertikal
Beban mati (qtot) = 1235,2 . 21 = 25939,2 kg
Beban hidup (q) = 1168 . 21 = 24528 kg
Beban garis (P) = 12000 kg
Besarnya gaya vertikal untuk satu perletakan :
qtot q 21 P
Va = ( . )
2 2 2 2
25939,2 24528 21 12000
= ( . ) 147741,6 kg
2 2 2 2

IV - 43
=147,74 ton

Gaya Horizontal
Akibat gaya gesekan memanjang (Gm)
Koefisien gesekan antara elastomer dengan baja (f) = 0,18
Gm = 0,18 . 147,74 = 26,59 ton
26,59
Untuk satu perletakan = 13,295 ton
2
Akibat gaya gempa (G) :
G = E . Gm
E = koefisien gempa = c . i . k
C = kefisien gempa dasar = 0,07 (zona II)
I = factor keutamaan struktur = 1 (bangunan umum0
K = factor jenis struktur = 1 untuk beton bertulang0
E = 0,07 . 1 . 1 = 0,07
25939,2
G = 0,07 . 0,907 ton
2
0,907
Untuk satu perletakan G = 0,4535 ton
2
Akibat beban angin (W)
W = 171,429 kg
171,429
Untuk satu perletakan = 85,7145 kg = 0,0857 ton
2
Akibat gaya rem (Rm)
Pengaruh gaya rem diperhitungkan sebesar 5 % dari beban D tanpa
koefisien kejut pada semua jalur lalu-lintas.
Rm = (5% . 24528) + 12000 = 13226,4 kg = 13,32264 ton
13,32
Untuk satu perletakan = 6,66 ton
2
Maka gaya horizontal yang bekerja adalah :
H = Gm + G + W + Rm
= 13,295 + 0,4535 + 0,0857+ 6,66
= 20494,2 kg = 20,4942 ton

IV - 44
4.16 Perhitungan Bantalan Elastomer
Setelah dilakukan perhitungan pembebanan pada tumpuan dan didapatkan
gaya-gaya yang bekerja dari perhitungan seperti dibawah ini adalah :
Panjang bentang = 21 m
Gaya vertikal (Va) = 147,74 ton
Gaya Horizontal (Ha) = 20,3617 ton
Gaya gempa maksimum 0,07 . 20,3617 = 1,4 ton
Beban garis 12/2 . 70% = 4,2 ton
Gempa minimum 5 % . 4,2 = 0,21 ton
Spesifikasi elastomer yang dipakai seperti berikut :
Perubahan suhu maksimum (AC) = 25o
Penyusutan suhu maksimum ( ) = 0,000012/1o C
Koefisien gesekan elastomer (f) = 0,18
Modulus geser durometer hardness-53(G) = 0,77 Mpa = 7,7 kg/cm2
Mutu baja (fy) = 2400 kg/cm2
Direncanakan bantalan elastomer sebanyak 2 buah untuk setiap gelagar.
Dengan dimensi elastomer sebagai berikut :
Tebal elastomer (t) = 15 mm
Tebal pelat baja (ts) = 5 mm
Panjang (b) = 600 mm
Lebar (a) = 600 mm
2 buah elastomer tebal total = 9,7 mm

IV - 45
600 mm

15 mm

600 mm

A A

15 mm

Gamabar 4.18 Penampang Elastomer

4.17 Kontrol Kekuatan Elastomer


Terhadap Selip :
Pada waktu terjadi beban vertikal minimum dan beban horizontal
maksimum maka akan terjadi selip pada tumpuan. Hal ini akan terlihat
biasanya pada saat gempa maksimum.
a
v min < Persyaratan selip = 10 (1 + )
b
Pmin 20361
v min 5,655 kg/cm2
A 3600
Persyaratan selip = 10 (1 +30/30) = 20 kg/cm2
5,655 kg/cm2< 20 kg/cm2OK

Terhadap gempa maksimum :

IV - 46
Syarat = V maks < 2 . G . SF
Dimana :
Va = 147,74 ton = 147740 kg
A = 3600 cm2
G = 7,7 kg/cm2
a.b 60.60
SF = .(a b) = .(60.60) 3,09
T 9,7
147740
V maks 41,038 kg/cm2
3600
2 . G . SF = 2 . 7,7 . 3,09 = 47,586 kg/cm2
41,038 kg/cm2 < 47,586 kg./cm2.. OK

Terhadap Stabilitas Lapisan Elastomer :


2.a
Syarat V maks < kg/cm2
3.T .G.s
147740
V maks 41,038 kg/cm2
3600
a.b
s= .(a b)
4.t
60.60
= .(60 60) 5,0
4.1,5
2.a 2.60
0,1071 ton/cm2 = 1071 kg/cm2
3.T .G.s 3.9,7.7,7.5
41,038 kg/cm2 < 1071 kg/cm2 .OK

Terhadap Lapisan Pelat baja (Ts)


4.t.( Ha 1,5.bebangaris )
Ts >
A.
4.0,5.(203617 1,5.4200)
0,50 > 0,048
3600.2400
0,5 > 0,048 cm .. OK

IV - 47
Dari pengontrolan yang ada, maka dimensi elastomer cukup aman terhadap
beban horizontal dan beban vertical, maka dimensi elastomer yang
direncanakan dapat digunakan.

4.18 Perhitungan Expantion Joint


Expantin joint yang digunakan adalah type karet, neoprene dapat digunakan
apabila elongation movement antara 25 mm 75 mm. (Dirjen Bina Marga).
Tabel 4.3
Maximum
Lebar
Type Alloweable
(mm)
Movement (mm)
50 325 25
70 391 35
100 591 50
160 720 80

Menentukan jarak elongation :


Akibat perubahan suhu = 0,4 L
Akibat susut = 0,2 L
Akibat rangka = 0,4 L
= (0,4 + 0,6 )L
Akibat perubahan atau pelat lantai kendaraan diperkirakan mempunyai jarak
elongation sebesar 20 % dari jarak yang ada sehingga jarak elongation
menjadi :
S = 1,2 (0,4 + 0,6 ) L
Dimana :
S = jarak elongation total
= koefisien sehubungan dengan umur beton atau pelat lantai kendaraan
pada waktu pemasangan expantion joint yaitu = 0,4
L = panjang bentang jembatan = 21 m
Jadi jarak elongation total :
S = 1,2 (0,4 + 0,6 ) L
= 1,2 (0,4 + (0,6 . 0,4)).21

IV - 48
= 16,128 mm
Maka dipakai neoprene type 100 dengan jarak 50 mm > 16,128 mm

4.19 Perhitungan Pelat Injak


Pelat injak berfungsi :
a. Menghindari kerusakan jalan akibat penurunan tanah timbunan di
belakang abutment.
b.Menghindari tumbukan langsung terhadap bagian atas abutment.

Dimensi pelat injak :


Tebal pelat injak = 20 cm
Panjang pelat injak = 300 cm
Lebar pelat injak = 1000 cm
Mutu baja (fy) = 240 Mpa
Mutu beton (fc) = 30 Mpa
Modulus elastisitas beton = 4700 30 25742,96 kg/mm2 (SKSNI-T-15-
1991-03). Beban kendaraan satu roda = 10 ton. Perhitungan ditinjau tiap satu
meter kearah memanjang pelat (arah lebar jembatan).

Momen inersia pelat ;


1 1
IP b.h 3 .100.20 3 66667 cm4
12 12
Modulus elastis tanah :
Ks = 12 . 106 KN/m3
1
Ks = Ks . B = 12 . 106 . 1,2237.10 6 kg/m2
9,806650
Rumus Winkler :

Ks 1,2337.16 6
4 4 0,365
4.Eb.Ib 4.2574,296.6666,7.10 8
Momen pelat injak diperhitungkan yang terjadi di tengah-tengah pelat, maka
koefisien yang digunakan untuk momen dan geseran yang dikembangkan
Hetenyi :

IV - 49
P '
M= .B , momen
2.
Q = P . C ; gaya geser.
Untuk beban di tengah-tengah bentang pada 0,5 L :
B = 0,2486 dan C = 0,4999
Jadi momen :
10000
M= .0,2486 3405,48 kgm
2.0,365
Q = 10000 . 0,4999 = 4999 kg
Penulangan Pelat Injak ;
Data-data :
Ht = 20 cm
d = 3 cm
b = 100 cm
d = ht d = 20 -3 = 17 cm
Mu = 3405,48 kgm = 34,0548 KNm = 34,0548 . 106 Nmm
34,0548.10 6
Mu
Mn = 42568500 Nmm
0,8
1,4 1,4
min 0.00583
fy 240
fc 600 25 600
b 0,85.1 . ( ) 0,85.0,85. ( ) 0,0538
fy 600 fy 240 600 240
mak 0,75. b 0,75.0,0538 = 0,04
Menentukan yang diperlukan ;

0,85. fc' 2.Mn


1 1
fy 0,85. fc'.b.d 2

0,85.30 2.42568500
= 1 1 0,00632
240 0,85.30.1000.170 2

Syarat min < < mak

Karena tidak memenuhi syarat maka diambil min 0,00583


As = .b.d 0,00583.1000.170 991,1 mm2

IV - 50
Jarak tulangan perlu :

tul 2 .b .12 21000
4 4 114,05 mm
As 991,1
Dipakai tulangan 12 100 = 1131 mm2

300

20

10
20

12 - 100
12 - 100

12 - 100

12 - 100

Gambar 4. 19
Penulangan Pelat Injak

IV - 51