0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
203 tayangan10 halaman

Prinsip Percobaan

Praktikum ini melakukan pengambilan sampel jamu dan simplisia untuk mengetahui mutu dan kebenarannya. Dilakukan pengujian makroskopis dan mikroskopis untuk mendeskripsikan sampel melalui indera, serta kromatografi lapis tipis untuk menganalisis kandungan kimia. Hasilnya menunjukkan jamu tidak terdaftar di BPOM, sedangkan simplisia memiliki berbagai karakteristik seperti bentuk, warna, dan

Diunggah oleh

Febriyola Balay
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
203 tayangan10 halaman

Prinsip Percobaan

Praktikum ini melakukan pengambilan sampel jamu dan simplisia untuk mengetahui mutu dan kebenarannya. Dilakukan pengujian makroskopis dan mikroskopis untuk mendeskripsikan sampel melalui indera, serta kromatografi lapis tipis untuk menganalisis kandungan kimia. Hasilnya menunjukkan jamu tidak terdaftar di BPOM, sedangkan simplisia memiliki berbagai karakteristik seperti bentuk, warna, dan

Diunggah oleh

Febriyola Balay
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

Prinsip percobaan :

1. Berdasarkan penentuan ada tidaknya cemaran benda asing


2. Berdasarkan metode pemisahan secarafisika kimiawi dengan memakai fase diam dan fase
gerak untuk penetuan kualitas seacara kuantitatif
3. Berdasarkan pengujiaan kualitas dari bahan jamu dan dari pengambilan sampel yang dapat
mewakil keseluruhan sampel

Tujuan percobaan :

1. Untuk mengindentifikasi keadaan dari bahan yang digunkan


2. Untukmengetahui cemaran benda asing pada tanaman obat
3. Untuk mengetahui langkah-langkah pemeriksaan makroskopik dan mikroskopik
TINJAUAN PUSTAKA

2.1 pengambilan sampel (sampling)

Simplisia adalah bahan alamiah yang dipergunakan sebagai bahan obat, kecuali
dipergunakan sebagai bahan obat, kecuali dinyatakan lain berupa bahan yang telah
dinyatakan lain berupa bahan yang telah dikeringkan. Simplisia terdiri dari simplsiia nabati,
hewani dan mineral. nabati, hewani dan mineral. Simplisia nabati adalah simplisia yang
berupa tanaman utuh, bagian tanaman atau eksudat tanaman. Yang di maksud eksudat
tanaman adalah isi sel yang secara spontan keluar dari selnya atau zat-zat nabati lainnya yang
dengan cara tertentu dipisahkan dari tanamannya. Simplisia hewani adalah simplisia yang
berupa hewan utuh atau zat-zat yang berguna yang dihasilkan oleh hewan dan belum berupa
zat kimia murni. Simplisia pelikan atau mineral adalah simplisia yang berupa bahan pelikan
atau mineral yang belum diolah dengan cara sederhana dan belum berupa zat kimia murni.
Tujuan dari praktikum ini adalah untuk mengetahui parameter mutu standardisasi obat
tradisional tersebut sudah sesuai dengan persyaratan atau tidak. Standardisasi simplisia
mengacu pada tiga konsep antara lain sebagai berikut:

 Simplisia sebagai bahan baku harus memenuhi 3 parameter mutu umum (nonspesifik)
suatu bahan yaitu kebenaran jenis (identifikasi), kemurnian, aturan penstabilan (wadah,
penyimpanan, distribusi)
 Simplisia sebagai bahan dan produk siap pakai harus memenuhi trilogi Quality-Safety-
Efficacy
 Simplisia sebagai bahan dengan kandungan kimia yang berkontribusi terhadap respon
biologis, harus memiliki spesifikasi kimia yaitu komposisi (jenis dan kadar) senyawa
kandungan

Kontrol kualitas merupakan parameter yang digunakan dalam proses standardisasi


suatu simplisia. Parameter standardisasi simplisia meliputi parameter non spesifik dan
spesifik. Parameter nonspesifik lebih terkait dengan faktor lingkungan dalam pembuatan
simplisia sedangkan parameter spesifik terkait langsung dengan senyawa yang ada di dalam
tanaman. Penjelasan lebih lanjut mengenai parameter standardisasi simplisia sebagai berikut:

1. Kebenaran simplisia
Pemeriksaan mutu simplisia dilakukan dengan cara organoleptik, makroskopik dan
mikroskopik. Pemeriksaan organoleptik dan makroskopik dilakukan dengan
menggunakan indera manusia dengan memeriksa kemurnian dan mutu simplisia
dengan mengamati bentuk dan ciri-ciri luar serta warna dan bau simplisia. Sebaiknya
pemeriksaan mutu organoleptik dilanjutkan dengan mengamati ciri-ciri anatomi
histologi terutama untuk menegaskan keaslian simplisia.

2. Parameter non spesifik


Parameter non spesifik meliputi uji terkait dengan pencemaran yang disebabkan
oleh pestisida, jamur, aflatoxin, logam berat, penetapan kadar abu, kadar air,
kadar minyak atsiri, penetapan susut pengeringan.

3. Parameter spesifik
Parameter ini digunakan untuk mengetahui identitas kimia dari simplisia.Uji
kandungan kimia simplisia digunakan untuk menetapkan kandungan senyawa
tertentu dari simplisia. Biasanya dilkukan dengan analisis kromatografi lapis tipis
A. Pembuatan pooled Sampel

Sampel dalam kotak

 Diambil 3buah (Atas , Tengah Bawa)


 Disatukan , diaduk rata

Pooled Sampel

B. Pembuatan Average Sampel

Pooled Sampel

 Ditumpukan memebentuk segi 4 sama sisi


 Dibagi 4 bagian
 Diambil sisi berlawanan
 Dicampur
 Dilakukan berulang

Average sampel

Pembuatan Final sampel

Average Sampel

 Dibagi 4 bagaian
 Diperiksa Karakteristik

Final sampel

C. Pemeriksaan Makroskopis Dan Mikroskopis


1. Makroskopis
ukuran

Sampel

 Dirajang , Diukur Panjang (untuk simplisia


utuh)r
 Diukur panjang biji dengan kertas milimeter

Ukuran Sampel
Warna
Sampel

 Diperiksa dibawah sinar matahari atau


lampu
 Dibandingkan dengan pembanding

Ukuran sampel

Karakter permukaan tekstur dan retakan

Sampel

 Diamati permukaan luar dan permukaan


potongan dengan kaca
 Dicampur
 Dilakukan berulang

Hasil

Bau

Simplisia

 Dicium dan diamati bau


 Ditekan dengan jari
 Ditentukan kekuatan bau atau dibandingkan
dengan pembanding

Hasil
Rasa

Simplisia

 Dicicip rasa simplisia , pahit , pedas, asin,


asam

Hasil

D. Kromotografi Lapis tipis jamu

2gram serbuk
 Dipanaskan 30 menit dengan metanol 50 Ml
 Disaring filtrat
 Diuapkan dengan tangas air hingga kental

Ekstrak Serbuk

 Disiapakan pla KLT


 Dijenuhkan bejana dengan pelarut ±30
menit
 Ditotolkan ekstrak serbuk pada KLT
 Dimasukkan plat KLT ke bejana
 Dielusi, dikeringkan plat KLT
 Diamati dilampu uv lamda 365&245 nm

kromotograf
Hasil sampling jamu

No Identifikasi Hasil
1 Logo Jamu
2 No. Registrasi TR: 89324581
3 Merk Cleng marker
4 Komposis Curcuma rhizoma , roenicuiifructus , clalangae rhizoma , piperis nigiri
fructus dan bahan-bahan lain
5 Berat bersih 7 gram
6 Khasiat Untuk mengobati pegel linu , mulesmasuk angin
7 Ex.date 3 desember 2019
8 Registrasi Tak terregistrasi

Pemeriksaan makroskopis dan mikroskopis

Sampel Ukuran Warna Karakter Bau rasa


Jamu Kecil Kecoklatan Permukaan Bau tajam Tak berasa
halus
Simplisia besar Coklat Serbuk Bau tak Tak berasa
muda halus tajam

Sampel Mikroskopis Mkirosublimasi


Jamu Terdapat kristal bentuk Terbetuk kristal , bentuk
poligonal ukuran memenjang
simplisia Terdapat rambut bintang
Terdapat kristal oksalat

Pada praktikum kali ini dilakukan sampling jamu dan simplisia , tujuannya untuk
mengetahui kebenaran dan mutu obat tradisinal maka dilakukan pengujiaan pendahuluan
yaitu dari pengambilan sampel ,pemriksaan sampel , penetuan benda asing , periksaan
makroskopik dan mikroskopik, kromotografi lapis tipis, simplisia yang digunakan dalam
percoban ini adalah daun bungur kuning dan jamu yang digunakan pada percobaan ini adalah
Cleng Marem

Percobaan dimulai dengan sampling kemasan yang dilakukan pada jamu meliputi
Logo , nama obat tradisional atau nama dagang, komposisi, bobot (isi) atau jumlah obat tiap
wadah khasiat atau kegunaan, kedaluwarsa, nomor registrasi . Tujuannya adalah untuk
mengetahui apakah jamu tersebut telah memenuhi persyaratan penandaan yang tercantum
pada pembungkus, wadah, etiket atau brosur sesuai dengan yang disyaratkan oleh Badan
POM. Hasil percobaan yang di lakukan jamu tersebut tidak teregistrasi oleh BPOM

Kemudiaan di lakukan pengujiaan makroskopik pada sampel jamu dan simplisia


dengan cara visual meliputi bentuk, warna , bau,dan rasa. Pengujiaan makroskopik bertujuan
untuk mendeskripsikan sampel melalui kepekaan rasa dari analis , pemeriksaan ini memliki
tingkat pengmatan yang tinggi, hasil yang di peroleh dari yaitu ukuran jamu: kecil atau
serbuk dan untuk simplisia : berukuran besar , warna untuk jamu yaitu : kuning kecoklatan
dan untuk simplisia : coklat muda , karaktrestik permukaan tekstur dan retakan jamu :
permukaan halus dan untuk simplisia :bentuk masih terlihat seperti potongan daun
permukaan kasar , Bau jamu: bau tajam dan untuk simplisia: bau tidak tajam , rasa jamu: tak
berasa dan untuk simplisia: tak berasa

Pengujiaan mikroskopik pada sampel jamu dan simplisia dilakukan dengan

mikroskopik yang derajat perbesarannya disesuaikan denga keperluan. Pemeriksaan anatomi

serbuk dari suatu simplisia dan jamu memiliki karakteristik tersendiri, dan merupakan

pemeriksaan spesifik suatu simplisia. Sebelum melakukan pemeriksaan mikroskopik harus di

pahami bahwa masing-masing jaringan tanaman berbeda bentuknya.

Ciri khas dari masing-masing organ batang, akar dan rimpang umumnya memiliki
jaringan penyusun primer yang hampir sama yaitu epidermis, korteks dan endodermis, jari-

jari empulur dan bentuk berkas pengangkutannya. Pengamatan Mikroskopik serbuk Simplisia

bertujuan untuk memastikan kebenaran simplisia dengan mengamati ciri-ciri mikroskopiknya

dengan pemeriksaan di bawah mikroskop. Yang diamati disini adalah: (a) Bentuk sel-sel

epidermis, (b) Tipe stomata, (c) Bentuk rambut-rambut, (d) Bentuk kristal kalsium oxalate.

Dengan melihat ciri-ciri mikroskopik simplisia dapat diketahui benar tidaknya sebuah

simplisia. Dari hasil percobaan diperoleh hasil simplisia yaitu terdapat rambut bintang dan

terdapat kristal oksalat sedangkan untuk jamu terdapat kristal bentuk poligonal dan tak

beraturan

Pengujiaan selajutnya adalah kromotografi lapis tipis pada jamu mendatapaka hasil
Terjadi klt pada jamu yangditotolkan dengan bentuk bercak masih terdapatbagian
memanjang , pengujiaan ini dilakukan untuk mengetahui adanya bahan tambahan obat ynag

dimasukan ke dalam jamu

Kesimpulan

Standardisasi obat herbal merupakan serangkaian proses melibatkan berbagai


metode analisis kimiawi berdasarkan data farmakologis, melibatkan analisis fisik dan
mikrobiologi berdasarkan kriteria umum kemanan (toksikologi) terhadap suatu ekstrak
alam atau tanaman obat herbal. Adapun parameter-parameter dalam standarisasi
terbagi atas parameter spesifik dan parameter non spesifik. Aspek parameter spesifik
berfokus pada senyawa atau golongan senyawa yang bertanggungjawab terhadap
aktivitas farmakologis. Analisis kimia yang dilibatkan ditujukan untuk analisa kualitatif
dan kuantitatif terhadap senyawa aktif. Sedangkan Aspek parameter non spesifik
berfokus pada aspek kimia, mikrobiologi, dan fisik yang akan mempengaruhi
keamanan konsumen dan stabilitas. Misal kadar logam berat, aflatoksin, kadar air dan
lain-lain.

Anda mungkin juga menyukai